Halloween Costume ideas 2015
Articles by "#Kasus Ahok"

Bukti Kedewasaan Muslim Pada Aksi Bela Islam 212
Foto Aksi Bela Islam 212
ACEHBICARA.com - Aksi Bela Islam 2 Desember 2017 menjadi bukti kedewasaan dan kesantunan umat Islam dalam berdemokrasi. Aksi ini bisa menjadi teladan bagi bangsa bahkan dunia.

Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini mengapresiasi aksi super damai 212 yang berjalan dengan tertib dan damai. "Aksi super damai 212 benar-benar super. Sangat tertib, super damai, dan indah mengagumkan. Mereka tetap dalam barisan shaf yang rapi hingga tuntas acara. Lalu membubarkan diri sesuai waktu yang ditentukan," puji Jazuli dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (3/12).

Ia mengatakan apresiasi layak diberikan kepada panitia yang mampu mengelola aksi dengan sangat baik. Juga kepada Kapolri yang hadir memberi sambutan dan menyampaikan komitmennya dalam menegakkan hukum yang adil. Serta kepada Panglima TNI yang ikut menjaga keamanan bersama Polri.

Dalam kacamata Jazuli hal ini menunjukkan kedewasaan dan kesantunan umat Islam dan elemen rakyat lainnya dalam berdemokrasi, bahwa umat Islam itu selalu cinta damai. Bahkan tidak terdengar ungkapan provokasi, yang ada hanyalah penyadaran, doa, nasihat, dan tausiyah bagi penguatan kebangsaan Indonesia.

"Ini bisa menjadi teladan bagi bangsa bahkan dunia. Dengan jumlah massa yang luar biasa besar (hingga mencapai 4 juta menurut sejumlah media, red), aksi ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, tapi semuanya tertib rapi, sangat elegan. Bahkan peserta aksi berlomba-lomba mengingatkan agar tidak menginjak taman dan membersihkan sampah begitu aksi usai," kata Jazuli.

Anggota Komisi I ini juga menilai betapa kuat solidaritas dan persaudaraan di antara rakyat dalam menjaga arti kebhinnekaan dan persatuan. Dari orasi dan partisipasi rakyat yang demikian besar menunjukkan bahwa mereka terusik dan gundah dengan sikap dan tindakan penodaan agama yang merusak bangunan kebhinnekaan dan persatuan itu sendiri.

"Untuk itu hukum yang berkeadilan menjadi tuntutan utama mereka agar kebhinnekaan dan persatuan tetap terjaga. Dan ini semua tidak ada kaitan dengan SARA," tegasnya.

Hadirnya Presiden dan Wakil Presiden beserta para menteri, yang bergabung dalam aksi dan sholat jumat menambah kesejukan aksi super damai yang benar-benar super ini.

"Saya pribadi mengapresiasi kehadiran Presiden. Ini sikap yang arif dan bijaksana selain ikut menentramkan suasana juga sebagai bentuk empati dan afirmasi terhadap rasa keadilan yang dituntut rakyat dan umat," pungkasnya.

Aksi yang super damai ini juga membuktikan bahwa pendekatan persuasif, arif dan bijak seperti inilah yg harusnya dikedepankan oleh penguasa dalam menghadapi persolan di masyarakat. 

"Zaman moderen seperti sekarang sudah tidak relevan lagi mengunakan cara-cara intimidasi dan kekerasan dalam menghadapai dan menyelesaikan persoalan umat, rakyat, dan bangsa," kata Jazuli.

Terkait kasus penistaan agama ini sendiri, Jazuli berpandangan setelah Polri menyerahkan berkas tersangka penista agama Saudara Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Kejaksaan maka Kejaksaan diuji nurani kejujuranya untuk melakukan tuntutan yang memenuhi rasa keadilan rakyat, sesuai norma hukum yang berlaku di republik ini. Kejaksaan jangan terpengaruh oleh tarikan-tarikan politik kepentingan tertentu tapi harus fokus pada penegakan hukum yang berkeadilan.

"Kita semua harus mengawal dan mengontrol Kejaksaan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sambari kita do'akan agar Kejaksaan dapat bimbingan dari Allah
untuk mengakan hukum dengan adil baik dan benar," ungkap Jazuli. [republika]

Aceh Bicara,Sekian Lama Membisu, Limbad Pun Bersuara "Tangkap Ahok"
Limbad Pun Bersuara "Tangkap Ahok"
JAKARTA - Salah satu master sulap Indonesia, Limbad terlihat di tengah-tengah jutaan massa aksi damai bela Islam di Monas, Jakarta Pusat. Dalam aksi ini, Limbad yang tidak pernah bersuara kali ini lantang mendesak Ahok ditahan polisi.

Pria yang biasa mengenakan pakaian serba hitam dalam setiap aksinya, hari ini terlihat berbeda. Ia mengenakan pakaian serba putih dengan alis tebal berwarna hitam. Saat acara, ia duduk diantara para ulama dan tokoh nasional di atas panggung.

Ia juga turut larut ditengah-tengah aksi bersama para jamaah lainnya. Limbad mengikuti Sholawat, Dzikir, mendengarkan tausiyah dan Salat Jumat dalam aksi tersebut.

Pesulap yang tidak pernah mengeluarkan suara itu pun akhirnya angkat bicara. Ia mengatakan ikut dalam aksi tersebut karena mempunyai tuntutan yang sama. Mendesak Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar dipenjara

"Tuntutan saya sama, yaitu Ahok harus ditahan. Penista terhadap agama harus segera ditahan," kata Limbad.

Limbad juga mengatakan sudah datang sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Ia bersama rombongan menuju Monas menggunakan mobil pribadi yang beriringan dengan rombongan lainnya.

"Ini adalah kehebatan dan kekuatan Alquran. Melalui Alquran Allah menggerakan hati jutaan manusia untuk berkumpul di tempat ini. Subhanallah, ini luar biasa," tambahnya.

Pria asal Tegal, Jawa Tengah itu berharap aparat penegak hukum dapat menegakkan keadilan. Kasus penistaan agama yang dilakukan juga agar dapay diusut tuntas. "Semoga penegak hukum dapat berlaku adil," tutupnya. 

Sumber: Sindo

Aceh Bicara, Santriwati Ini Menangis Saat Aksi Bela Islam III di Lhokseumawe
Santriwati Ini Menangis Saat Aksi Bela Islam III di Lhokseumawe
LHOKSEUMAWE - Khairinnisa, santriwati Dayah Modern Yapena yang ikut dalam Aksi Bela Islam Jilid III di halaman Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, Jumat (2/11/2016) siang terlihat menangis saat aksi memasuki sesi doa.

Usai acara, Khairinnisa mengaku dia menangis karena sedih dan tidak rela agamanya dihina oleh Ahok.

"Saya sedih, dan pastinya kami tidak akan tinggal diam dengan pernyataan Ahok tersebut," katanya penuh semangat.  (Serambi)

Demi Aksi Bela Islam 212 Umat Islam Rela Jalan Kaki

TASIKAMALAYA - Peserta aksi jalan kaki dari Ciamis menuju Jakarta mulai mengalami kelelahan dan luka pada bagian kaki. Hingga saat ini, Selasa, (29/11) massa telah mulai melewati wilayah Ciawi menuju Nagrek lewat jalan raya Ciawi.

Salah satu peserta aksi, Dimyati Amin, menyampaikan rasa lelahnya saat diwawancara oleh Republika. Ia menuturkan, sekujur badannya mulai terasa pegal. Namun santri asal Ponpes Miftahul Huda itu enggan berhenti karena niatnya murni demi membela Islam.

"Iya capek sih. Ini paling lecet doang, pegel ada, sudah jalan dua hari. Tapi niatnya karena Allah saja, jadi nikmati saja, insya Allah sanggup ke Jakarta," katanya.

Selama perjalanan ia mengaku tak membawa modal untuk makan dan minum. Ia mengatakan hanya membawa baju ganti, sandal dan sepatu. Sebab kebutuhan makan dan minum sepenuhnya dipenuhi oleh warga sekitar.

"Untuk makan kebutuhannya dapat dari warga semua, dikasih lagi ke orang lain karena banyak banget. Saya percaya di depan ada lagi yang kasih," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengaku tak memperoleh latihan fisik sebelum menjalani aksi kali ini. Sehingga ia merasa kesulitan dalam beradaptasi secara fisik. "Tidak ada latihan fisik sebelumnya," ujarnya.

Berdasarkan pantauan, para peserta mengalami luka lecet di bagian kaki. Selain itu, beberapa peserta ada yang mengalami robek kecil di bagian kaki.

Diketahui, aksi kali ini merupakan rangkaian dari kegiatan aksi bela Islam jilid III pada 2 Desember mendatang. Tuntutannya agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipenjara pasca ditetapkan sebagai tersangka. [republika]
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget