Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Dunia Islam"


Dear Pemimpin Bangsa Indonesia,

Saat Aleppo dibombardir rezim Al Ashad, dan ribuan sipil tak berdosa dibantai dalam perang tanpa henti, Anda mungkin sedang berjabat tangan dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani.

Adakah Tuan berbisik padanya "Berikan kesempatan pada sipil tak berdosa untuk keluar dari neraka perang? Izinkan mereka sejenak melakukan pemakaman pada jasad orang-orang tercintanya. Izinkan mereka mengobati luka".

Iran bagian dari pembantaian itu Tuan.

Sikap netral Indonesia dalam konflik di Suriah, memang sudah tepat. Karena itu bukan perang kita.

Namun izinkan saya bertanya dengan analogi "Andai ada anak tetangga berteriak minta tolong karena dilukai tanpa diobati, dianiaya tanpa henti, dikepung untuk sengaja dibunuh pelan-pelan, akankah Tuan diam dan pura-pura tidak melihat atau mendengar?".

Tuan, sikap diam bukan sikap kami, namun hanya sosokmu yang dinanti dunia untuk mengambil peran menghadirkan perdamaian. Karena Tuan yang diamanatkan jadi pemimpin.

Bukankah pembukaan UUD 1945 jelas menyatakan "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan".

Di sana ada senyata-nyatanya pembantaian. Kejahatan perang menggunakan senjata kimia. Penyerangan pada konvoi evakuasi korban. Pengepungan tanpa jeda. Amerika saja bersuara Tuan...! Kita dimana ???

Tahun 1965, Proklamator Bangsa besar ini pernah menyentak dunia, dengan keluar dari keanggotan PBB. Hingga saat ini, Bangsa besar ini tidak menjalin hubungan diplomasi dengan zionis Israel, dan memiliki posisi penting dalam terwujudnya kemerdekaan Palestina. Bangsa besar ini juga pasti didengar, karena masuk dalam G20, sebagai Negara yang mempengaruhi ekonomi dunia. Lalu mengapa kita 'mengecilkan dan mengucilkan' diri, saat darah tumpah dan teriakan serta tangisan para yatim piatu memanggil kepedulian dunia?

Tuan, mereka juga manusia.

Tidak memintamu untuk mengajak kita masuk dalam perang saudara di sana. Bukan urusan kita.

Tidak memintamu untuk memutuskan hubungan diplomasi dengan sekutu rezim Assad, yang katanya mau bangun banyak pabrik di Negeri ini.

Tidak memintamu untuk mengirim pasukan perdamaian di perbatasan, atau tidak memintamu sekedar menggalang bantuan kemanusiaan. Tidak Tuan, saya tidak akan selancang itu.

Hanya memintamu MENYATAKAN SIKAP Bangsa ini. Memintamu menyerukan penyelamatan wanita, anak-anak dan sipil lainnya yang tak berdosa di sana.

"Biarkan perang itu menjadi perang mereka, namun selamatkan wanita, anak-anak, lansia, korban perang, para yatim piatu yang tak berdosa, keluar dari lokasi konflik".

CUMA ITU TUAN....!!! Cuma ingin mendengarmu menyampaikan PESAN PERDAMAIAN dan KEMANUSIAAN. Sebagaimana amanat dalam pembukaan 'kitab suci' Bangsa ini.

Mengikuti perkembangan di sana, dan melihat sikap diam kita, Saya mulai merasakan sakit jiwa.

Mengetuk hati pemimpin Negeri, memainkan peran diplomasi internasionalnya, mewujudkan genjatan senjata di Aleppo, demi puluhan ribu sipil tak berdosa yang masih terjebak dalam perang hawa nafsu.

#saveAleppo

[Dari seorang ibu, Afni Zulkifli]

__
Sumber: fb



Iran�s attempted genocide of the Sunni Arabs

by Tallha Abdulrazaq
(Jurnalis Middle East Monitor)

Serangan militer terhadap Mosul di Irak dan Aleppo di Suriah tidaklah berbeda dan terpisah seperti yang dibayangkan sebagian besar warga dunia.    
               
Memang benar, dua kota tersebut terpisah dan berada di dua negara yang berbeda. Memang benar, pasukan keamanan Irak berseteru dengan kelompok militan Daesh (ISIS), sementara tentara Arab Suriah yang tersisa dari Tentara Arab Suriah memerangi kumpulan faksi oposisi Suriah yang telah bersatu di bawah panji-panji "Pasukan Tentara Aleppo". Ya, memang benar bahwa Rusia terlibat dalam penghancuran Suriah sementara Amerika Serikat terlibat dalam penghancuran Irak. Tapi jangan tertipu. Iran adalah sebuah negara yang satu konstan berada di kedua pertempuran tersebut, serta menjadi negara yang paling diuntungkan dari dua pertempuran tersebut. Sebuah pertempuran yang diupayakan untuk menghabisi kaum Arab Sunni.    
                
Kini sudah bukan rahasia lagi bahwa Iran dan para mullah telah menjadi pihak yang paling diuntungkan dari kekacauan yang dipicu rencana gila yang diinisiasi mantan Presiden George W Bush dan disetujui pemeritah  AS untuk mengekspor "monster demokrasi" ke Irak pada tahun 2003.

Syiah Iran, telah menginkubasi dan mengembangkan organisasi teroris sejak akhir 1970-an, dan berhasil menarik perhatian dengan membentuk kelompok kecil teroris seperti Iraqi Dawa Party yang bertanggung jawab atas serangan teroris di seluruh Irak, Kuwait, Lebanon, dan tempat-tempat lain, dan memasukkan mereka ke kantor pemerintahan tertinggi negara Irak. Perdana Menteri Haider Al-Abadi dan pendahulunya Nouri Al-Maliki disebut-sebut berasal dari partai yang sama, partai yang didukung Teheran.  
                 
Sebelum tahun 2003, hanya beberapa orang yang tahu perbedaan antara Sunni dan Syiah, bahkan bagi mereka yang tinggal di dunia Arab. Namun, setelah kelompok sektarianisme yang didukung Iran merajalela dan berakar di Irak, dan ribuan orqng tewas karena memiliki nama Sunni atau karena tinggal di daerah yang dianggap "suci" oleh Syiah Iran, dunia tiba-tiba mulai mengaitkan semua kekerasan dengan peristiwa yang terjadi lebih dari satu milenium lalu. Namun, masalah di Irak lebih berkaitan dengan politik kekuasaan dan ambisi Iran daripada isu-isu agama.                      

Tidak puas dengan kekuatan baru yang dimiliki dan pengaruh pada negara tetangga yang pernah menjadi lawannya, pemerintah di Teheran melanjutkan pesta pora dengan menjalin hubungan dengan rezim Suriah yang dijalankan oleh keluarga Assad. Iran meningkatkan dukungan bagi Hizbullah Lebanon - sebuah organisasi Syiah - dan sesekali menegaskan keberadaan mereka pada sumbu perlawanan, yang semestinya ditujukan untuk menolak ekspansi Israel. Tapi pada kenyataannya, Israel justru menjadi alasan untuk ekspansi Iran sendiri melalui proxy teroris seperti kelompok Hizbullah.

Kemesraan dan kemitraan strategis Iran dan Suriah menjadi penting ketika Revolusi Suriah meletus pada tahun 2011 (sebagai rangkaian Arab Spring -red) dan dengan cepat berubah menjadi ladang pembantaian setelah rezim Assad mulai membunuh warga sipil tak berdosa. Anak-anak, termasuk seperti bocah 13 tahun Hamza Al-Khateeb, yang dikembalikan ke keluarganya setelah dimutilasi pada 2011 oleh mukhabarat - polisi rahasia - Suriah yang menyiksa Hamza sampai mati.
              
Iran dan proxy-proxynya segera menunjukan kekuatan di balik kebiadaban yang dilakukan Bashar Al-Assad, dan melihat adanya kesempatan emas untuk menghabisi kaum Sunni Arab lebih lanjut melalui revolusi Suriah ini. Caranya, Iran menarik diktator Suriah lebih dalam lagi ke dalam "orbit" mereka dengan cara membuat Assad berhutang kepada para mullah. Tanpa bantuan Teheran -dan dalam satu tahun terakhir juga ada Rusia- hanya ada sedikit keraguan bahwa Assad telah dapat dihancurkan (dilengserkan) sejak lama. Dengan kata lain, keberadaan Teheran dan Rusia lah yang membuat Assad bertambah kuat.

Iran kini bertekad untuk melibas satu musuh yang dapat menghalangi rencana dan memusnahkan harapan bahwa "revolusi Islam Ayatollah Khomeini pada tahun 1979" dapat diekspor dan ditanamkan ke negara-negara tetangga. Musuh Iran, tentu saja, kelompok Arab Sunni yang mewakili demografi terbesar di seluruh wilayah semenanjung Arab.

Kelompok Arab Sunni, tidak berarti negara Arab Sunni seperti Arab Saudi atau Qatar. Negara-negara ini hanya sebuah entitas politik yang mewakili sebuah fragmen kecil dari kelompok "raksasa" Arab Sunni. Sebaliknya, Arab Sunni adalah sebagai sekelompok orang dan sebagai identitas.

Jika Arab Sunni bertanggung jawab atas nasib mereka sendiri, daripada harus berurusan dengan penguasa lalim yang kini menjadi budak negara Barat yang bertentangan dengan kepentingan rakyat mereka sendiri, sangat diragukan bahwa Iran akan sekuat sekarang ini.                      

Iran sangat memahami kelemahan sebagian besar kelompok Arab Sunni. Dan kelemahan itulah yang akhirnya tak hanya menghancurkan benteng peradaban Arab Sunni seperti Mosul dan Aleppo, tetapi juga menghancurkan gagasan pokok dan identitas yang sesungguhnya menjadi Sunni Arab.

Sebagian besar dari jutaan pengungsi yang membanjiri Eropa dan negara-negara lain di seluruh dunia berasal dari Timur Tengah, baik negara Arab Sunni maupun negara Arab lainnya, adalah salah satu kampanye depopulasi massal terbesar dalam sejarah manusia. Lebih kecil, tapi tidak kurang menakutkan, contoh ini terjadi di seluruh kawasan, termasuk kelompok sektarian yang mendapat hukuman dari Iran dan pembersihan etnis yang dapat dilihat dengan jelas di tempat-tempat seperti Samarra di Irak, di mana Sunni sedang didorong keluar untuk menciptakan zona homogen Syiah dan menciptakan "koridor aman" yang membentang dari Iran, melewati Irak dan berada di dalam negara Suriah.                      

Iran melakukan semua kejahatan terhadap orang-orang Sunni Arab secara langsung melalui Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC/Pasukan Garda Revolusi) atau secara tidak langsung melalui banyak proxy-nya, dan menggunakan ekstremis Daesh (ISIS) sebagai topeng yang sempurna. Dengan klaim memerangi terorisme, para mullah menempatkan diri pada posisi nyaman dalam narasi umum yang kini kerap digunakan oleh kekuatan imperialis di seluruh dunia: klaim untuk memulihkan perdamaian dan ketertiban wilayah. Padahal mereka sesungguhnya merampok kebebasan dan mata pencaharian.

Coba tanyakan pada AS yang "berperang melawan teror" (war on terror) di Irak dan Afghanistan, yang akhirnya benar-benar berhasil menghancurkan dua negara tersebut.

Atau cobalah bertanya pada Rusia, yang mengklaim akan melakukan hal yang sama saat ini di Suriah sementara kini kenyataannya hanya membantai ribuan warga Suriah yang tidak ada hubungannya baik dengan terorisme atau politik.

Bahkan, Menteri Pertahanan AS, Jenderal James Mattis, mengidentifikasi Iran sebagai negara yang telah paling diuntungkan dari keberadaan Daesh (ISIS), meskipun dahulu (ISIS) adalah kelompok ekstremis Syiah dan kini menjadi ekstrimis Sunni.

"Saya menganggap Daesh hanya alasan bagi Iran untuk melanjutkan kenakalan nya," kata Mattis awal tahun ini.

"Satu-satunya negara di Timur Tengah yang belum diserang (oleh ISIS) adalah Iran," tuturnya

Sementara ini ada keraguan bahwa Amerika Serikat di bawah Presiden yang baru terpilih Donald Trump akan melakukan sesuatu yang substansial untuk mengurangi kebijakan luar negeri Iran yang terdiri dari ribuan kelompok yang masing-masing memiliki kepentingan. Keraguan ini juga sama kuatnya dengan ketidakyakinan bahwa para mullah akan mampu mempertahankan imperialisme mereka.

Sunni merupakan mayoritas penduduk di Timur Tengah, dan bahkan kehancuran kota Arab Sunni besar seperti Aleppo dan Mosul tidak akan cukup untuk menghapus Sunni dari keberadaan mereka, meski rezim fanatik Iran menyukai kehancuran dua kota tersebut.

Tak pelak, Arab Sunni -sebagai sekumpulan orang-orang dan tidak perlu membuat pernyataan mengenai identitas ke-Sunni-an mereka- akan bersatu untuk mendorong perlawanan yang mengancam keberadaan mereka dan genosida yang mereka hadapi dari kelompok sektarianisme Iran. Ketika waktu itu datang -dan pasti akan datang- rezim Iran akan menyesali hari saat mereka memutuskan untuk bergerak terlalu jauh ke barat dari pegunungan Zagros ke tanah Sunni Arab.***

___
*Diterjemahkan portalpiyungan.co dari artikel asli: https://www.middleeastmonitor.com/20161209-irans-attempted-genocide-of-the-sunni-arabs/

(Rakyat Turkey berkonvoi menuju perbatasan Suriah menyambut pengungsi Aleppo sambil membawa 1250 ton tepung, 20 ribu paket makanan, serta 500 truk dan 3000 mobil penuh bahan bantuan. Apa kabar Indonesia?)

[portalpiyungan.co] Sebuah aksi kemanusian telah digelar Turki untuk mendukung warga sipil keluar dari kota Aleppo yang luluh lantak karena serangan brutal rezim Assad dan sekutunya, telah berhasil menggalang ratusan lebih kendaraan yang mengangkut bantuan kemanusiaan ke perbatasan Suriah, Jumat, 16 Desember 2016.

Aksi kemanusiaan bertajuk "The Open Road to Aleppo" menjadi saksi bergeraknya 100 kendaraan yang diorganisir sebuah yayasan bantuan kemanusiaan Turki IHH, tergabung dalam konvoi di Kayseri, sebuah kota di Provinsi Anatolia. (IHH = Insan Hak ve H�rriyetleri ve Insani Yardim Vakfi/ The Foundation for Human Rights and Freedoms and Humanitarian Relief)

Konvoi 100 kendaraan pembawa bantuan kemanusiaan yang diberangkatkan pada hari Jumat akan menuju perbatasan provinsi Hatay yang berdekatan dengan kota Aleppo yang kini hancur.


Sebelumnya, rombongan kendaraan pertama pembawa bantuan untuk Aleppo telah memulai perjalanan pada hari Rabu menuju gerbang perbatasan Cilvegozu di Hatay.

Musa Yilmaz, salah satu anggota dewan pimpinan IHH mengatakan, ia ingin menunjukan dukungannya bagi warga Aleppo dan bertindak bertindak untuk melawan "penyiksaan dan penganiayaan" warga sipil di Aleppo.

"Muslim ditindas, dianiaya, dan disiksa di keempat penjuru dunia, termasuk negara-negara seperti Suriah, Irak, dan Afghanistan," tegas Musa.

"Kami akan menggelar musyawarah akbar untuk mendukung Aleppo dan menjelaskan bahwa kita mendukung mereka," tambahnya.

Sementara dari provinsi Konya di Turki Tengah, dijelaskan oleh Hasan Huseyin Uysal dari IHH, sekitar 150 kendaraan ditambah 60 truk menuju ke Hatay.

"Aksi bantuan kemanusiaan kami masih berlangsung. Kami akan mencoba untuk mengupayakan penyaluran bantuan sampai kekejaman pada Aleppo berakhir "kata Uysal.

Sebuah aksi kemanusian lain yang digagas oleh Turkish Religious Foundation (TDV) dan Direktorat Urusan Agama Turki telah mengirimkan 38 truk bantuan kemanusiaan ke Suriah.

Berbicara kepada wartawan di Gerbang perbatasan Cilvegozu, kepala TDV Mustafa Tutkun mengatakan:

"Kami telah merampungkan persiapan kami untuk memenuhi kebutuhan warga sipil yang dievakuasi dari Aleppo. Kami mengharapkan akan ada lebih banyak lagi proses evakuasi," jelas Tutkun.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak berwenang lain di daerah ini agar dapat menyalurkan bantuan dengan cara yang paling efektif," tambahnya.

Tutkun mengatakan, masih ada lebih dari 10 truk bantuan lain yang akan dikirimkan ke Suriah sesegera mungkin.

Aysegul Genc, SekJen Bulan Sabit Merah Turki juga mengumumkan sebuah aksi kemanusiaan baru untuk menolong warga Aleppo.

Sementara itu, konvoi 12 truk dari provinsi Afyonkarahisar di Turki Barat juga sedang mengarah ke Hatay.

Sementara lima konvoi truk yang membawa 150 ton bahan makanan berada dalam perjalanan dari distrik Kucukcekmece di Istanbul, menuju Cilvegozu. Bantuan ini diorganisir oleh departemen agama setempat.

Di provinsi selatan Kilis, berbagai organisasi bantuan - termasuk dari Manajemen Bencana dan Kedaruratan Kepresidenan Turki dan Bulan Sabit Merah - mengirim bantuan kemanusiaan ke Suriah melalui gerbang perbatasan Oncupinar.

Bantuan tersebut termasuk makanan, pakaian, batubara, selimut, sepatu, dan makanan bayi.

Setidaknya, sejauh ini sudah ada 7.500 warga sipil meninggalkan Aleppo timur untuk mengungsi ke daerah aman di Idlib, menurut pejabat kelompok oposisi Suriah.

Sejak pertengahan November, lebih dari 775 warga sipil telah tewas dan 2.500 terluka dalam serangan rezim ke kota Aleppo, yang dikuasai kelompok oposisi, menurut pejabat pertahanan sipil setempat.

Suriah telah terkunci dalam perang saudara yang merusak sejak awal 2011, ketika rezim Bashar al-Assad dengan membabi buta menumpas protes kelompok pro demokrasi, yang meletus sebagai bagian dari rangkaian perlawanan kelompok pro demokrasi di seluruh penjuru Arab.

Sejak itu, ratusan ribu orang diyakini telah tewas dan jutaan lainnya mengungsi akibat konflik.

Sumber: Kantor Berita Turki Anadolu Agency



[portalpiyungan.co] Teuku Wisnu termasuk salah satu selebriti Tanah Air yang menunjukkan kepedulian terhadap umat muslim di Kota Aleppo. Lewat media sosialnya, suami Shireen Sungkar itu mengimbau netizen saling membantu untuk umat muslim di kota yang terletak di Suriah itu.

Ayah dua anak itupun me-repost imbauan untuk saling membantu bagi mereka yang mengalami luka, kelaparan, bahkan meninggal di Kota Aleppo.

"�Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan.� (QS. Al-Anfal: 24). Saat ini, tanpa melupakan Aceh, Insya Allah ACT akan memberangkatkan Global ACTion Team #SOSSyria XI (sebelas) ke titik-titik perbatasan untuk menyalurkan bantuan. Sebelumnya, pada November 2016 kemarin ACT telah berhasil menyalurkan bantuan pangan untuk warga sipil ke kota yang baru saja dikuasai penuh oleh rezim, yaitu Aleppo," tulis Wisnu lewat akun istgramnya @teukuwisnu me-repost @actforhumanity.

Menurut Wisnu, ada empat hal yang bisa dilakukan umat muslim untuk meringankan beban saudara-saudara di Aleppo, yaitu:

1. Mendoakan mereka di setiap salat malam
2. Melakukan qunut nazilah
3. Berinfak melalui lembaga kemanusiaan
4. Serta menyebarkan berita tentang Aleppo di media sosial.

Ayo bantu saudara-saudara kita di Aleppo!


Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga kaum Rum turun di kota Amaq (lembah Antioch, Selatan Turki) dan di Dabiq (dekat Aleppo, Syria). Kemudian datanglah suatu pasukan yang menghadang mereka dari Madinah, yang berasal dari penduduk pilihan bumi. Dan ketika mereka sudah berbaris-baris, maka berkatalah orang Rum, 'Biarkanlah (jangan kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari kami (yang masuk Islam) untuk kami perangi'. Maka kaum Muslimin berkata, 'Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi saudara-saudara kami'. Dan ketika mereka (Al-Mahdi serta para pengikutnya) telah sampai di Syam, keluarlah Dajjal. Dan ketika mereka sudah bersiap-siap untuk berperang, mereka berbaris dengan rapi. Tiba-tiba, ketika waktu shalat sudah masuk, turunlah Nabi Isa Ibn Maryam a.s." (HR.Muslim)


Amaq, kota tua sekarang bernama Antakya dekat sungai Orontes dan Dabiq yang berdekatan dengan Aleppo, merupakan pintu masuk dari Eropa/bangsa Rum menuju Syria atau negeri-negeri Syam. Wilayah ini akan menjadi tempat strategis yang diperebutkan.

Kota Aleppo sekarang luluh lantak, penduduknya dibantai rezim Assad-Milisi Syiah-Rusia.



[portalpiyungan.co] ALEPPO - Pekan ini Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menurunkan laporan bahwa pasukan pro-Presiden Suriah, Bashar Al-Assad, dibantu milisi Syiah dan Rusia membombardir wilayah timur Aleppo.

Pasukan itu dilaporkan membantai penduduk sipil di rumah masing-masing�termasuk perempuan dan anak-anak. PBB mengutuk dan menyebut kondisi di Aleppo sebagai "Krisis Kemanusiaan Luar Biasa."

Sebuah organisasi pembela HAM lainnya menyatakan "pembantaian yang sesungguhnya" telah dimulai seiring masuknya tentara yang loyal pada Presiden Assad masuk Aleppo, merebut daerah pertahanan terakhir pihak oposisi.

Warga Aleppo yang masih selamat kini terusir dari kampung halamannya. Dunia pun bereaksi.

INI REAKSI DUNIA Untuk ALEPPO... 
??Aksi demontrasi merebak di banyak negara mengutuk aksi pembantaian di Aleppo. Di antaranya di Turki, Bosnia, Gaza, Maroko, Kuwait, dll.

Di Perancis,??lampu Lampu menara Eiffel sengaja dipadamkan dalam rangka menolak aksi pembantaian di Aleppo.

??Saudi mengusir duta besar Rusia dan memutus hubungan diplomatik.

??Hamas cabang di Lebanon membatalkan hari puncak perayaan berdirinya organisasi tersebut dalam rangka mengecam pembantaian di Aleppo.

??Qatar membatalkan perayaan hari jadi negara yang jatuh pada tanggal 18 Desember dalam rangka mengecam pembantaian di Aleppo.

??Erdogan melakukan negosiasi dengan Putin agar memberikan tenggat waktu supaya bantuan kemanusiaan masuk ke Aleppo dan gencatan senjata. Akan tetapi kesepakatan itu dikhianati oleh rezim Asad dan sekutu.

??Presiden Sudan menulis status Facebook dalam akun resminya,
"Saya mengharapkan negara-negara yang berbatasan dengan Suriah agar memberikan akses kepada tentara Sudan untuk masuk dalam misi penyelamatan penduduk Aleppo dari pembantaian rezim Assad beserta koalisi."

??Ketua komite khusus investigasi HAM PBB di Suriah, Carla Dail Bounty mengusulkan agar di bentuk tim khusus tuk mengadili aksi kejahatan yang terjadi di Aleppo.

MANA REAKSI PEMERINTAH INDONESIA UNTUK ALEPPO???

MANA SUARA PRESIDEN NEGARA BERPENDUDUK MUSLIM TERBESAR DUNIA???



Doa Untuk Aleppo, Rohingya

Oleh: Ust. Arifin Ilham

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Kembali hati kita diuji Allah dg derita saudara kita di Aleppo Suriah, padahal untuk saudara kita di Rohinggya pun kita masih berduka. Demikian pula saudara kita di Afghanistan, Palestina, Irak, Yaman, Afrika Tengah, Uighur China, dan Patani Thailand.

Sementara kita umat Islam tidak berdaya, tidak punya kekuatan, namun kita masih punya senjata dahsyat yaitu DOA. Masih ingat saat Rasulullah dan para sahabat tidak berdaya menghadapi teror kejam sampai banyak pengikut Rasulullah dibunuh kuffar Quraisy,

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk Syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dg bermacam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yg beriman bersamanya: �Bilakah datangnya pertolongan Allah?� Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat" (Al Baqarah 214).

Ingat dan yaqinlah kekuatan dahsyatnya Doa, Rasulullah Shallallaahu �alaihi wasallam bersabda, �Do�a adalah senjata orang mu�min, tiangnya agama dan cahaya langit dan bumi�

(HR Abu Ya�laa).

Bismillaahirrahmaanirrahiimi

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar

Alhuumma sholli wa sallim alaa Rasulillah wa alaa aalihi wa shobihi wa man tabiahu biihsaani ilaa yaumiddiini

Hasbunallah wa nikmal wakiil ....

Ya Allah Ampuni kami atas ketidak kuasaan kami menolong mereka Saudara kami.

??????????? ??????? ???????????????? ????????????????? ????????????????? ????????????????? ????????????? ???????? ??????????????? ??????? ???????? ???????? ???????? ????????????? ????? ??????? ???????????.

�Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin laki-laki dan perempuan, mu'min laki-laki dan perempuan, baik yg masih hidup maupun yg sudah wafat. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, dekat dan mengabulkan doa-doa, wahai Dzat yg memenuhi segala kebutuhan�.

???????? ??? ???????????? ???? ????????? ???? ???????????? ???????? ????? ???????? ????????? ??????? ????? ?????????? ????? ?????????? ???? ?????????? ???????? ????? ???????????? ??? ??? ??????? ????? ????? ??????? ?????? ????????? ????? ????????????? ?????? ?????????? ???????????? ????? ????????? ??????????????.

�Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami karena kelupaan dan kesalahan kami. Rabb kami, Rabb kami janganlah Engkau beri kami beban sebagaimana beban yg Engkau beri kepada para pendahulu kami. Rabb kami, janganlah engkau pikulkan kepada kami apa-apa yg tidak kami sanggupi. Maafkanlah kami, ampunilah kami, sayangilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap orang-orang kafir�.

?????????? ???????? ?????????? ????????? ????????????? ???????????????? ?????????? ????????? ???????????? ??????????????? ???? ?????? ????????? ?????? ????????? ????????.

�Ya Allah turunkanlah hukuman-Mu pada Orang orang zholim dan para penolongnya yg telah melakukan kezhaliman dg membunuh saudara-saudara kami kaum muslimin dimana pun saudara kami berada�.

?????????? ???????? ?????? ??????????? ??? ?????????????? ?????????? ??????? ??????????? ????????? ??????????? ????????? ???????????? ??????????.

�Ya Allah hukumlah mereka, sesungguhnya mereka tak mampu melemahkan-Mu. Ya Allah cerai beraikan mereka, porak porandakan kesatuan mereka, dan turunkanlah balasan-Mu atas mereka�.

?????????? ???????? ?????????? ??????? ???? ??????????? ???????? ??????? ??? ??????? ???? ????????? ??????????????.

�Ya Allah turunkanlah atas mereka dan semua pihak yg membantu mereka balasan-Mu yg tidak dapat ditolak oleh kaum yg berbuat kezhaliman.�

??????????? ?????? ???????????? ??????????????? ??????????????????? ???? ?????????? ??????????? ??????? ?????? ????????????? ?????????????? ???? ????????? ????????????.

�Ya Allah selamatkanlah saudara-saudara kami kaum muslimin yang lemah dimanapun mereka berada. Ya Allah sayangi dan kasihilah mereka dan keluarkanlah mereka dari pengepungan dan keadaan sempit yg mereka alami saat ini.�

??????????? ????????? ???????? ???????????? ??????? ???????? ?????????? ????????????? ?????????? ???? ?????? ????? ?????? ??????????? ????????? ??? ?????? ?????? ????? ??????? ?????? ????

�Ya Allah terimalah syuhada mereka dan sembuhkanlah yg sakit dan terluka dari kalangan mereka. Ya Allah karuniakanlah kebaikan pada mereka dan janganlah Engkau timpakan keburukan pada mereka karena tiada daya dan kekuatan bagi mereka kecuali dg pertolongan-Mu.�

??????????? ??????? ???????????????? ???? ?????????? ??????????? ??????? ???????????????? ???? ????????????? ??????????? ??????? ???????????????? ???? ?????????? ??????????? ??????? ???????????????? ???? ?????????????? ??????????? ??????? ???????????????? ???? ????????????????? ??????????? ??????? ???????????????? ???? ????? ??????? ????????.

�Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Suriah".

"Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Palestina".

"Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Irak".

"Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Afghanistan".

"Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Afrika.

"Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di seluruh permukaan bumi ini....aamiin�.

Abang ngga kuat menahan air mata untuk ini sahabatku tercinta.


Oleh: Hasmi Bakhtiar
(S2 Hubungan Internasional Lille Prancis)

1. Berita tentang kondisi terkini Aleppo mungkin kita bisa ikuti via media, jadi gw ga bakal bahas banyak tentang itu

2. Beginilah kira2 kondisi Aleppo bagian timur ketika dievakuasi. (video)

3. Sebelumnya kita perlu bersyukur evakuasi termasuk pengobatan korban pembantaian di Aleppo perlahan mulai bisa diupayakan.

4. Kita juga berterima kasih kepada negara2 dunia yang aktif menolak pembantaian di Aleppo, spt Turky, Qatar, Bosnia dan Saudi Arabia.

5. Terkhusus untuk Turky tidak hanya melakukan protes di tingkat rakyat atau pejabat, mereka juga membuka rumah sakit untuk korban Aleppo.

6. Khusus untuk presiden Erdogan, kita berterima kasih kepada beliau sudah memaksa Putin menghentikan (sejenak) pembantaian di Aleppo.

7. Selasa sore (13/12/2016) Erdogan menghubungi Putin via telephone meminta dihentikannya serangan di Aleppo. Waktu itu Putin hanya bilang: saya coba.

8. Alhamdulillah Kamis sore jawaban Putin mulai terlihat. Perang belum usai tapi usaha Erdogan perlu kita apresiasi.

9. Sebenarnya gw berharap pak Jokowi bawa oleh2 menarik buat rakyat Suriah sepulang dari Iran, tapi udahlah ga menarik untuk dibahas.


10. Gw mau ngebahas "apa setelah Aleppo?" Pertanyaan yg mungkin hampir dilupakan banyak orang ketika melihat episode perang yg begitu panjang. (sejak 15 Maret 2011 -red)

11. Secara de facto Asad sudah tumbang. Yang saat ini dihadapi oleh mujahidin Suriah adalah milisi syiah dan militer Rusia.

12. Jadi seandainya Asad melepaskan jabatan hari ini maka perang Aleppo atau Suriah secara umum tidak secara otomatis berhenti.

13. 70 ribu pasukan syiah yang sekarang berperang di Suriah ditambah pasukan Rusia (KSO) bukan semata untuk menjaga singgasana Asad.

14. Misi utama mereka adalah menaklukkan kawasan terutama teluk. Aleppo hanya bagian kecil dari misi Iran dan Rusia.

15. Kawasan yang ingin ditaklukkan Iran dengan bantuan Rusia terbentang dari Baghdad (Irak) hingga Mosul (Irak) melewati Suriah sampai ke Beirut (Lebanon). [lihat peta di atas -red]

16. Tetapi misi ini selalu mendapat ancaman dari dua negara tetangga yang cukup kuat, Saudi dan Turky.

17. Ingat, dalam pembantaian yang terjadi di Aleppo aktor utamanya adalah Iran, adapun Rusia pihak yang dijanjikan Ghonimah ketika perang usai

18. Itu sebabnya Erdogan memilih bicara kepada Putin karena masih ada celah untuk berunding, bukan kepada Iran.

19. Gw sangat paham situasi sulit yang dihadapi UE dan Saudi sejak selasa pagi kemaren, tekanan dari Amrik begitu kuat.

20. Tetapi hamdulillah, keputusan Putin yg sedikit melunak membuat UE dan Saudi ada celah untuk bergerak. Raja Salman dan Hollande (Presiden Prancis) angkat bicara.

21. Setelah sukses menaklukkan Aleppo dan Suriah secara global, pasukan syiah tidak akan pulang ke negaranya. Mereka meneruskan 'futuhat'.

22. Dari data yang gw lihat, pasukan syiah ini ada yang WN Pakistan, Afghanistan, Libanon dll. WN Iran tentu paling banyak.

23. Pasukan yang mereka sebut "tentara pembebasan" ini langsung di bawah komando pasukan elit Iran dan dilatih pasukan elit Rusia.

24. Jadi proyek yang sedang dijalankan oleh Iran dan Rusia ini adalah proyek besar. Ghonimah yang akan mereka dapat juga sangat besar.

25. Teluk adalah Ghonimah terbesar yang akan didapat Iran dan Rusia. Tapi sayang, selalu dihambat Turky dan sesekali Saudi.

26. Turky paham bahwa perang Suriah jika tidak dihentikan sekarang maka akan meluas hingga negaranya. Ini yang memaksa Turky masuk Suriah.

27. Tetapi Turky bukanlah lawan sebanding menghadapi Iran dan Rusia dan Erdogan bukanlah malaikat.

28. Hanya saja Erdogan selalu berhasil mendapatkan celah untuk mengacaukan misi Iran dan Rusia. Ini kelebihan Erdogan.

29. Saat ini Turky bersiap memasuki babak baru dalam melawan Iran di Suriah. Erdogan katakan: kami siap apapun risikonya.

30. Tapi yang harus diingat adalah Erdogan seorang pemimpin yang sangat realistis. Dia ga akan gegabah memasuki perang babak baru ini.

31. Ini sebabnya mujahidin Suriah harus segera menemukan jurus jitu untuk mempertahankan diri dan merebut kembali Aleppo.

32. Gw rasa hal penting dan mendesak yang harus dilakukan mujahidin Suriah adalah berjuang di bawah satu bendera dan satu komando.

33. Di bawah kordinasi dengan Turky gw rasa perlawanan mujahidin Suriah akan lebih terarah dan tepat sasaran.

34. Jika model perjuangan selama ini dipertahankan (dengan banyaknya faksi �red) gw rasa tinggal menunggu waktu untuk disembelih milisi syiah.

35. Erdogan punya kepentingan menjaga negaranya dari invasi syiah, dan mujahidin butuh dukungan sbg korban saat ini.

36. Jika mujahidin Suriah berjuang dalam satu komando di bawah kordinasi Turky maka cita2 revolusi itu masih ada.

37. Karena bagaimanapun nantinya ketika Asad tumbang mujahidin Suriah butuh dukungan internasional. Turky bisa diandalkan.

38. Kemudian ada pertanyaan, kemana ISIS ketika rakyat Aleppo dibantai?

39. Ketika tempo hari Asad mengumumkan tentaranya sukses merebut Aleppo, ISIS adalah satu2nya yang bisa masuk Aleppo dengan aman.

40. Beberapa media Perancis yang melaporkan kejadian tsb bernada kaget, tapi gw sama sekali kaga

41. Sejak lama pasukan Asad dan ISIS punya hubungan baik yang terselubung. Ini sebabnya ISIS bisa keluar masuk Suriah-Irak sejak 2003-2010

42. Ingat pada tahun 2011 Asad mengeluarkan perintah agar tahanan dg kasus terorisme dibebaskan? Rata2 yang dibebaskan petinggi ISIS.

43. Salah satu yang dibebaskan Asad adalah Abu Atsir. Dia adalah murobbinya Abdul Hamid dan Najm Asyrawi, pelaku pemboman di Eropa.

44. Tujuan Asad membebaskan mereka jelas memperkeruh shaf mujahidin, saling cakar dan saling bunuh.

45. Tapi yang paling penting dari pembebasan itu adalah Asad berhasil menipu dunia internasional dengan menampilkan wajah buruk ISIS.

46. Seakan mujahidin seperti ISIS semua, dan yang anti Asad adalah ISIS. Ini permainan cantik Asad via ISIS.

47. Boleh dicheck, berapa korban dari ISIS akibat serangan Asad, kemudian check korban dari mujahidin. Kalian akan terkejut.

48. Jadi kalau ada yang bertanya kemana ISIS ketika Aleppo dibantai, maka jawabannya adalah ISIS dan Asad sama2 musuh, beda gonggongannya saja.

49. Saat ini Iran dan Rusia belum menang, Turky dan pendukungnya juga masih berjuang.

50. Satu2nya pihak yang menang adalah syuhada yang saat ini bahagia menemui Rabb mereka.

51. Sekuat kuatnya Iran dan Rusia, mereka bersatu di bawah hawa nafsu.

52. Jika umat islam bersatu di bawah "kalimat Allah" tidak ada yg bisa mengalahkan insyaAllah. Doa kita utk pejuang Suriah apapun posisi mereka.

53. Sekian.

___
Dihimpun redaksi portalpiyungan.co dari twitter @hasmi_bakhtiar



[portalpiyungan.co] TEHERAN - Pasca 'kemenangan' di Aleppo Suriah, para komandan pasukan Garda Revolusi Iran meluncurkan pernyataan provokatif terhadap negara-negara Teluk dengan memberikan ancaman untuk ikut campur tangan di Bahrain dan Yaman.

Pernyataan tersebut dirilis oleh media Iran setelah apa yang mereka gambarkan sebagai �kemenangan di Aleppo� melalui  pembantaian, kelaparan dan pengungsian terhadap warga sipil. Aleppo dianggap sebagai salah satu benteng oposisi. Namun, rezim Suriah melakukan serangan mematikan dengan didukung oleh pasukan militer Iran dan Rusia.

Jenderal Hossein Salami, wakil komandan Garda Revolusi Iran mengatakan kepada kantor berita resmi Iran Republik Islam News Agency (IRNA) bahwa �Kemenangan di Aleppo akan membuka jalan untuk membebaskan dan melakukan ekspansi ke Bahrain, Yaman dan Mosul setelah jatuhnya kota Aleppo,� demikian sebagaimana dikutip dari Al-Arabiya, Jumat, (16/12/2016).

�Orang-orang (Syi�ah) dari Bahrain akan mencapai keinginan mereka, orang-orang (Syi�ah) Yaman akan senang, dan penduduk Mosul akan mencicipi kemenangan, ini semua janji-janji ilahi,� ujar Hossein Salami.

Hossein Salami juga mengatakan bahwa Iran masih terus memberikan dukungan untuk kelompok Syiah Houthi Yaman, sambil menegaskan bahwa rudal Iran bisa menghancurkan target musuh di daerah manapun.

Juru bicara Garda Revolusi Iran, Brigadir Jenderal Ramadan Sharif mengungkapkan niat Teheran untuk memperluas geografis melalui perang berdarah dan intervensi militer di Dunia Arab.

Sharif mencatat bahwa pasukan Iran dan milisi Syi�ah dari Irak, Afghanistan, Pakistan dan Hizbullah dengan dukungan Rusia memainkan peran yang sangat menentukan dan berpengaruh  dalam pertempuran Aleppo.

Sumber : Al-Arabiya/MoslemToday


Benteng Palacio de La Aljafer a warisan peradaban Islam di Spanyol | sumber: gambar bebas google picture
| Oleh Fahmi Mudaliyanto |

Layaknya sebuah harta warisan seperti itu pula negeri-negeri muslim di Andalusia (Spanyol). Warisan walau satu sama lain telah mendapat bagian sesuai hukum. Namun tak jarang satu sama lain berselisih meskipun mereka masih saudara kandung. Tentang jumlah warisan yang tidak sama, tentang hak warisan yang tidak ditunaikan, tentang penyelewengan salah satu ahli waris atau bahkan pihak di luar ahli waris yang merasa berhak mendapat warisan pula. Seperti itu kondisi Andalusia pasca Bani Umaiyah runtuh.
Di negeri Andalusia masyhur 3 nama raja. Abdurrahman I (ad-Dakhil) sang pendiri kerajaan Islam pertama dari Bani Umaiyah. Abdurrahman II (al-Ausat) yang meneguhkan kerajaan dengan barisan pasukan dan bangsawan nan gagah namun adil. Abdurrahman III (an-Nashir) sang pembela dimana beliau berkuasa selama 50an tahun dalam keadaan aman. Segala pemberontakan dipadamkan, perpecahan disatukan kembali dan perselisihan dihapuskan.
Pada masa Abdurrahman III, banyak negeri Eropa takluk dan mengakui kekuasaannya. Takluknya itu membuat utusan-utusan dari negeri Eropa datang membayar Jizyah dan memberi hadiah setiap tahun. Baginda Abdurrahman III ini memiliki 11 keturunan. Setelah beliau mangkat, tiada satupun dari keturunannya silih berganti yang mampu mempertahankan kekuasaannya. Hingga pada masa kekuasaan Hisyam III, kerajaan ini tumbang kemudian lahirlah kerajaan-kerajaan Islam kecil.
Setidaknya ada 3 kerajaan Islam yang sangat berpengaruh di Andalusia. 2 kerajaan paling besar saling berselisih yaitu Amirul Jamaah al-Wazir Abu Muhammad Jahur ibn Muhammad beliau adalah raja di Cordova dan kerajaan dari Bani Umayyah dikepalai Hisyam ibn Muhammad al-Murtadlo yang digelari Orang Besar Cordova. 2 kerajaan ini berperang satu sama lain hingga seluruh keturunannya habis. Kerajaan Islam lain yang agak besar adalah dari bani 'Abbaad. Ketika 2 kerajaan Islam yang berperang itu sama-sama binasa maka Bani 'Abbaad ambil bagian untuk menguasai Andalusia. Namun keruntuhan 2 kerajaan Islam ini dimanfaatkan pula oleh negeri Eropa untuk meneguhkan kuasanya.
Al-Mu'tamad ibn 'Abbaad adalah salah seorang raja dari bani 'Abbaad. Melihat kondisi kerajaan yang tidak memungkinkan untuk menghadapi serangan Eropa, maka beliau meminta bantuan kerajaan Islam Murabitin untuk membantu memerangi Eropa. Murabitin ini adalah salah satu kerajaan Islam besar di Morocco, Afrika. Sebenarnya Wazir-wazir nya tidak setuju meminta bantuan kepada Murabitin karena di Eropa kerajaan itu dikenal suka menjarah dan menguasai bangsa lain.
Dengan jitu Al-Mu'tamad ibn 'Abbaad menjawab bantahan itu, "menjadi tawanan yang disuruh menggembala unta di Afrika lebih aku sukai daripada menjadi tawanan untuk menggembalakan babi di Spanyol". Artinya dia lebih suka jatuh dibawah kuasa Islam daripada dikuasai oleh orang kafir.
Bala bantuan dari Morocco akhirnya datang membantu untuk menghancurkan Eropa. Mereka berhasil menaklukkan Eropa kembali. Raja al-Mu'tamad sesuai ramalannya ditawan oleh pasukan Murabitin dan meninggal di Afrika dalam kemelaratan.
Pada masa itu berdiri pula 2 kerajaan kecil yaitu Balansia (Valensia) dan Marsiah (Marcia). Yang terpenting ketika itu ialah daulah Nashiriyah dari bani Al-Ahmar. Daulah inilah yang mendirikan istana Al-Hambra di kota Granada. Kerajaan ini berkuasa 1232- 1492. Pada masa inilah Granada bangkit menjadi pusat peradaban dan ilmu pengetahuan.
Semakin berjayanya kerajaan Islam di tanah Andalusia, terlihat dari catatan sejarah, nampaknya membuat neger-negeri Eropa terancam. Tersebutlah 2 kerajaan besar di Eropa yaitu Aragon dan Castilia. Guna menghadapi kerajaan Islam itu mereka menikahkah raja masing-masing raja Ferdinand dan Ratu Izabella. Setelah mereka menikah, disatukanlah 2 kerajaan ini menghadapi kerajaan Islam. Pada 1492 kerajaan Islam di Andalusia terpaksa mengaku takluk kepada Eropa dengan raja terakhir Abu 'Abdullah kemudian meninggalkan daratan Eropa.
Dengan takluknya kerajaan Islam ini bangsa Spanyol dan Portugis mendapat jalan mengembara ke negeri Timur. Di zaman pemerintahan raja 'suami-istri' itulah Columbus menemukan benua baru Amerika. 22 tahun setelahnya yakni pada 1511 M Alfonso d'Albuquerque kepala perang Portugis merampas dan menaklukkan negeri Malaka, kerajaan islam terbesar kedua ditanah air kita setelah Samudera Pasai.
Pasca runtuhnya kerajaan Islam di Andalusia ini orang Islam dipaksa murtad oleh Paus-paus dari Vatican. Yang tidak mau murtad maka akan diusir bahkan dibunuh.

*Maroji Sejarah Ummat Islam Prof HAMKA

Uang keping bergambar Khalifah Abdul al Malik dari Dinasti Bani Umayyah | Foto: commons.wikimedia.ord
| Oleh Rofi'ulmuiz |

�Abu Sufyan,� ungkap Sayyid Quthub dalam Al Adalah Al Ijtima�iyah fi Al Islam, �Orang yang masuk Islam hanya di mulut semata, bukan keimanan dalam hati dan perasaan, seolah-olah tiada setetes keimanan pun didalamnya.�  Pernyataan itu seperti menjadi kegusaran tersendiri bagi umat Islam terhadap kontroversi pada orang-orang dari kalangan Bani Umayyah. Terutama jika sudah bersentuhan dengan masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Ada santapan empuk bagi para pencela Bani Umayyah untuk semakin memperburuk citranya di mata umat Islam. (Baca: MenjawabCitra Negatif Bani Umayyah bagian 1)

Sejarah telah menunjukkan bahwa sebagian Bani Umayah yang menentang wahyu kepada Nabi Muhammad SAW adalah benar adanya, namun itu sebelum peristiwa Fathu Makkah (pembebasan Kota Makkah ke tangan Islam). Terutama Abu Sufyan. Ia terkenal sebagai tokoh Bani Umayyah yang menentang Nabi Muhammad SAW. Namun apa gerangan yang membuat Rosululloh SAW menjadikan Abu Sofyan sebagai sosok yang spesial saat peristiwa Fathu Makkah dengan memberikan jaminan keamanan bagi siapapun yang masuk ke dalam rumahnya?

Abdul Malik bin Husain Al Ishami dalam kitab An Nujum Al Awali memaparkan bahwa antara Bani Umayah dengan Bani Hasyim masih bertemu dalam silsilah keturunan, yaitu Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah. Abdu Manaf memiliki kedudukan terhormat di Makkah dan menjadi pemimpin mereka. Tidak ada satupun klan suku Quraisy yang menandinginya. Semua klan Quraisy mengakui hal itu dan menyerahkan kepemimpinan kepadanya. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara Bani Hasyim dan Bani Umayah sebelum Islam merupakan hubungan persaudaraan. Namun kedatangan Islam menyebabkan sebagan besar Bani Umayah menentang agama baru ini beserta pembawanya, Muhammad SAW dari Bani Hasyim.

Penentangan tersebut terus berlangsung hingga peristiwa Fathu Makkah. Persitiwa berhasilnya kaum Muslim menguasai Mekkah menjadikan para Bani Umayyah masuk Islam dan  menjadi pendukung utama ekspansi Islam ke berbagai wilayah dunia. Kondisi harmonis penuh persaudaraan karena ikatan Islam ini berlangsung hingga terjadinya pembunuhan Khalifah Utsman bin Affan ra. Peristiwa ini memunculkan konflik antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abu Sufyan ihwal terbunuhnya sang Khalifah serta hukuman qishash bagi para pembunuhnya.

Namun ada juga pendapat dari sejarawan muslim bernama Al Maqrizi. Ia mengkalim dalam buku An Naza� wa At Takhashum fi ma baina Bani Umayyah wa Bani Hasyim bahwa perseteruan antara mereka itu telah mengakar dan berlangsung lama.

Abdussyafi dalam bukunya yang diterjemahkan dengan judul Bangkit dan Runtuhnya Bani Umayyah, mencoba menentang pendapat Al Maqrizi dengan mengatakan bahwa semua peristiwa yang terjadi antara Bani Hasyim dan bani Umayyah sebelum Islam tidak keluar dari koridor persaingan dan rivalitas untuk memperoleh penghormatan, prestise, dan kekuasaan. Bahkan saat terjadi persaingan dalam memperebutkan berbagai hal, mereka saling melakukan munafarah (penghakiman dihadapan dukun).

Sebuah contoh kejadian yang diceritakan oleh Al Baladzuri dalam kitab Ansab Al Asyraf mengenai munafarah yang dilakukan oleh Bani Hasyim dan Bani Umayyah. Dia bercerita, �Umayyah bin Abdu Syams adalah seorang hartawan, sehingga ia memaksa diri untuk mengikuti kebiasaan Hasyim memberi makan kaum Quraisy. Namun, ternyata Umayyah tidak mampu melakukannya. Akibatnya orang-orang Quraisy merasa pesimis dan mencibirnya karena ketidakmampuannya.

Umayyah pun naik pitam dan menantang Hasyim untuk melakukan munafarah dengan masing-masing menyerahkan 50 ekor unta untuk disembelih di Makkah atau diusir (diasingkan dari Makkah) selama sepuluh tahun. Keduanya bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dihadapan seorang dukun dari Bani Al Khuza�i-ia adalah kakek Amr bin Lahyl yang bertempat tinggal di Asfan. Sang dukun pun memutuskan kemenangan Hasyim atas Umayyah. Dengan keputusan ini, Hasyim menyembelih unta tersebut dan membagikan dagingnya kepada semua hadirin. Sedangkan Umayyah harus pergi ke Syam. Disanalah ia menetap selama sepuluh tahun.�

Dari kejadian tersebut menegaskan bahwa persaingan yang terjadi dikalangan mereka dilakukan secara terhormat dan saling menghargai, bukan berdasarkan kedengkian dan saling memusuhi yang menghalangi mereka untuk saling mendukung dan bersatupadu saat menghadapi ancaman dari luar.

Kemudian kisah keislaman Abu Sufyan menjelang Nabi Muhammad SAW menduduki Makkah dan peran Abbas bin Abdul Muthalib (Paman Nabi Muhammad Saw) didalamnya merupakan bukti kongkret kuatnya hubungan dan kasih sayang antara kedua pembesar Bani Hasyim dan Bani Umayyah.

Saat itu Abbas membawa Abu Sufyan menghadap Nabi Muhammad SAW. Ia senantiasa memohonkan ampunan baginya, sehingga beliau mengabulkannya. Jiwa Abbas tidak merasa tenang sebelum mendengar Abu Sufyan masuk Islam dihadapan Nabi Muhammad SAW. Upaya keras Abbas agar Abu Sufyan masuk Islam sempat membuatnya marah besar kepada Umar bin Khathab yang meminta izin kepada Rosululloh SAW untuk memenggal batang leher Abu Sufyan. Kata Abbas dalam kitab Sirah Ibn Hisyam, �Wahai Rosululloh, Abu Sufyan adalah orang yang menyukai kebanggaan. Karena itu, lakukanlah sesuatu baginya.� Nabi menjawab, �Baiklah, Barangsiapa memasuki rumah Abu Sufyan, ia aman. Barangsiapa menutup pintu rumahnya, ia aman. Dan, barangsiapa memasuki masjid (Masjidil Haram), ia aman.�

Masih dalam kitab Sirah Ibn Hisyam, Nabi Muhammad SAW memperlakukan Bani Umayyah dan seluruh penduduk Makkah dengan sikap yang sesuai dengan akhlak, perasaan, dan kasih sayangnya. Bukan membalas dengan secara setimpal akibat kekafiran, permusuhan dan perlawanan. Maka beliau berkata pada mereka, �Wahai kaum Quraisy, menurut kalian apa gerangan yang akan kulakukan terhadap kalian?� Mereka menjawab, �Kebaikan, wahai saudara yang dermawan putra saudara yang dermawan.� Beliau pun bersabda, �Pergilah, kalian semua bebas.�

Jadi menurut Abdussyafi-kembali menegaskan- bahwa permusuhan sebagian besar Bani Umayyah terhadap Islam sebelum Fathu Makkah bukan timbul akibat dari permusuhan lama yang mengakar dan mendarah daging antara Bani Hasyim dan Bani Umayyah, melainkan timbul dari persaingan memperoleh kehormatan dan kedudukan tertinggi di komunitas Quraisy yang sangat mementingkan hal semacam itu.

Ketika itu, menurut mereka (Bani Umayyah), Nabi Muhammad SAW tidak layak mengemban risalah kenabian. Bahkan Allah SWT berfirman dalam surat Az Zukhruf ayat 31 mengenai hal ini. �Dan mereka berkata, �Mengapa Al Qur�an tidak diturunkan kepada salah seorang besar dari salah satu dua negeri (Makkah dan Tha�if) ini?�� Allah SWT pun menjawab dalam firman-Nya pada ayat selanjutnya dengan berfirman, �Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhamnu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.�

�Sikap permusuhan yang diperlihatkan Bani Umayyah terhadap Rosululloh SAW dan dakwahnya,� Abdussyafi menjelaskan. �bukanlah monopoli mereka, melainkan diperlihatkan pula oleh para pemimpin dari keluarga besar suku Quraisy lainnya, seperti Bani Makhzum, Bani Jamh, dan lain-lain.�

Kendati semua kalangan Bani Umayyah masuk Islam setelah Fathu Makkah dan mereka menjalankan ajaran agamanya dengan sangat baik, bahkan mereka memberikan pengorbanan luar biasa dalam menolong agama Islam dan meninggikan agama Allah, tetapi sebagian orang melupakan permusuhan suku Quraisy terhadap Rosululloh SAW. Mereka hanya mengingat permusuhan Bani Umayyah terhadap beliau. Seolah-olah hanya Bani Umayyah saja yang bersikap antagonis.

�Para propagandis,� kata Abdussyafi. �melupakan sebagian orang dari Bani Umayyah yang tergolong dalam As sabiqunal Al awwaluun(orang-orang yang pertama kali masuk Islam). Bahkan jumlah Bani Umayyah bisa jadi lebih banyak daripada Bani Hasyim,� jelasnya. Beberapa orang dari Bani Umayyah itu adalah Ustman bin Affan bin Abul Ash bin Umayyah, Khalid bin Sa�id, dan Amr bin Sa�id. Khalid bin Sa�id adalah orang kelima yang masuk Islam.

Mereka (para propagandis) senantiasa mengatai Bani Umayyah dengan julukan ath thulaqa� wa abna �uth thulaqa� (tawanan yang dibebaskan beserta keturunannya). Ibnu Taimiyah termasuk yang membantah penulis Minhaj Al Karamah yang mengatai Muawiyah bin Abu Sufyan sebagai tawanan yang dibebaskan sekaligus putra tawanan yang dibebaskan. Hal tersebut beliau uraikan penjelasannya dalam kitab Minhaj As Sunnah An Nabawiyah.

Maka ungkapan ath thulaqa� wa abna �uth thulaqa� yang disematkan kepada bani Umayyah menunjukkan sejauh mana kedengkian terpendam ekstrimis Syi�ah dan lain-lain.

Uang keping bergambar Khalifah Abdul al Malik dari Dinasti Bani Umayyah | Foto: commons.wikimedia.ord
| Oleh Rofi'ulmuiz |

Bagian dari periode terburuk dalam sejarah peradaban Islam adalah terbunuhnya Khalifah Ali bin abi Thalib dan diangkatnya Muawiyyah bin Abu Sofyan menjadi pelanjut kekhalifahan. Tak hanya pelanjut, ia juga menempatkan kekhalifahan Islam dengan sistem monarki. Banyak kalangan menilai, keputusan Muawiyyah itu dianggap sebagai bentuk kudeta, atau gila kekuasaan, yang menyebabkan konflik panjang antara Bani Umayyah dengan para ahlul baitatau keluarga Nabi, dikenal juga dengan Bani Abbas, sehingga sejarah Islam penuh dengan cerita perang saudara. Tak sedikit sejarawan menempatkan Bani Umayah sebagai antagonis. Terhadap masalah ini, Abdussyafi dalam mukadimah Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Bani Umayyahmenuliskan, �Periode dari sejarah umat Islam masih membutuhkan kajian dan penelitian intensif yang penuh kesadaran.�

Dinasti Umayyah seringkali menjadi sorotan para cendikiawan kontemporer, sebagian besar tulisannya cenderung bersifat menghakimi. Dalam hal ini mereka mempergunakan berbagai riwayat yang dikemukakan musuh-musuh Bani Umayyah atau pendapat dari pakar sejarah yang cenderung memihak golongan tertentu. Akibatnya, sejarah para khalifah dan kepala daerah Bani Umayyah penuh dengan kepalsuan, berbagai penyimpangan, dan jauh dari sejarah yang hakiki.

Sayyid Quthub , seorang kolumnis muslim ternama yang menelurkan banyak buku tentang pergerakan Islam, tak luput ikut bersuara mengenai Bani Umayyah dalam buku Al Adalah Al Ijtima�iyyah. �Pun, Bani Umayyah di era Islam adalah Bani Umayyah di era Jahiliyyah. Mereka tidak hanya sebagai zhalim dan penjahat, keyakinan dan keikhlasan mereka dalam beragama meragukan!� ungkapnya.

Kolumnis kontemporer yang juga berkomentar negatif tentang Bani Umayyah adalah Mahmud Abbas Al-Aqqad. �Kalaulah sejarah ditulis dengan benar, tentulah julukan yang disematkan pada dirinya (Muawiyah bin Abu Sufyan) hanyalah mufarriqul jama�ah (pemecah belah persatuan),� umpatnya.

Dari pernyataan itu, Abdussyafi, mencoba membantah. Ia berkata, �Dalam berbagai sumber sejarah bersepakat dan ini pun diakui oleh mereka yang memusuhi Bani Umayyah, bahwa karakter yang paling menonjol dari seorang Muawiyah bin Abu Sufyan adalah sabar, toleran, dan dermawan. Diakui juga oleh berbagai sumber sejarah bahwa periode kekhalifahannya merupakan periode amul jama�ah (tahun persatuan),�

Citra negatif tersebut tentunya tidak tanpa faktor yang melatar belakanginya. Ada beberapa faktor yang saling mendukung dalam menciptakan citra negatif dan mencemarkan nama baik mereka, sehingga periode Bani Umayyah dicap dengan berbagai sebutan kegelapan dan keburukan.

Pertama, sebagian besar Bani Umayyah pada awalnya (pra-Islam) mutlak menentang kedatangan risalah Muhammad Rosululloh SAW, bahkan mengusung bendera perlawanan dan menabuh genderang perang serta melancarkan berbagai serangan terhadapnya selama lebih dari dua puluh tahun. Bani Umayyah bersedia masuk Islam ketika peristiwa Fathu Makkah.

Kedua, Bani Umayyah terlibat dalam konfrontasi politik dengan Ahlu Bait sejak terbunuhnya Utsman bin Affan, sehingga emosional sebagian besar umat Islam cenderung memihak Ahlu Bait demi memandang kedudukan merak dikalangan umat Islam.

Ketiga, beberapa kesalahan fatal yang dilakukan sebagian khalifah Bani Umayyah, seperti menyerang dua kota suci umat Islam-Makkah dan Madinah-yang mengguncang emosional umat Islam dan gaungnya senantiasa mewarnai jiwa dan aneka tulisan mereka.

Keempat, banyaknya kelompok yang memusuhi Bani Umayyah, seperti Syiah, Khawarij, dan para pendengki mereka yang tamak dalam memperoleh kekuasaan yang menjerumuskan mereka dalam pertemuparan sengit.

Kelima, provokasi dan informasi-informasi negatif itu senantiasa menyebar dalam pembicaraan masyarakat hingga masa pembukuan.

�Meskipun sebagian Bani Umayyah sangat memusuhi Islam pada awalnya,� lanjut Abdussyafi. �Ketika masuk Islam pada Fathu Makkahmereka memperlihatkan aneka kebaikan dengan berbagai penaklukan mereka. Mereka juga memperlihatkan peran signifikan dalam mengibarkan bendera tauhid. Mereka memperlihatkan rasa cinta pada agama Allah dan perjuangan di jalan-Nya yang layak diapresiasi. Bahkan Rosululloh SAW sendiri mengamanatkan berbagai tugas besar nan penting kepada mereka. Begitu juga dengan keberhasilan yang dicapai ketiga khulafaur rasyidin sepeninggal beliau.�

�Benarkah bahwa keislaman Bani Umayyah tidak berpengaruh positif terhadap etika dan prilaku mereka, sehingga dikatakan masih bagian dari masyarakat jahiliyah? Apakah semua itu tidak diketahui Rosululloh SAW ketika beliau merasa senang dengan keislaman dan kedekatan mereka?� tanya Abdussyafi kepada para kritikus yang hanya menampakkan sisi negatifnya saja, �Sampai-sampai beliau (Rosululloh) melimpahkan kepada mereka berbagai tugas penting berkaitan dengan perkembangan pemerintahan dan stabiitas keamanan. Bahkan, dalam hal yang berkaitan dengan akidah, beliau mengangkat salah seorang dari mereka sebagai pencatat wahyu!� jelasnya kemudian.

Maka tak lain lagi, Bani Umayyah yang menyatakan dirinya masuk Islam dialah termasuk dari sahabat nabi yang pernah berjuang bersama dengan beliau. Imam Ahmad bin Hambal dalam Fadha�il Ash Shahabahberpendapat bahwa seluruh sahabat Rosulullah SAW memiliki karakter lurus (udul) berdasarkan kesaksian dan pengakuan Allah dan Rosul-Nya bagi mereka. Sangat banyak ayat Al Quran dan hadist Rosululloh SAW yang menyebutkan tentang mereka dan kelurusan mereka.

Sejalan dengan yang disampaikan Imam Ahmad, Ibnu Hajar berkata, �Hanya saja, seandainya tidak ada satu keterangan pun dari Allah dan Rosul-Nya tentang mereka, tetap saja sikap dan prilaku mereka, seperti hijrah, jihad, perjuangan menyebarkan dakwah Islam, saling memberi nasehat dalam agama, kuatnya keimanan dan keyakinan, memastikan kelurusan serta kebersihan jiwa mereka. Seluruh sahabat merupakan manusia terbaik jika dibandingkan dengan setiap generasi sesudah mereka.�

Masih dalam pembahasan mengenai keutamaan sahabat nabi, Ibnu Taimiyah dalam Minhaj As Sunnah membedakan antara al adalah (kelurusan) dan al ishmah (kemaksuman). Dalam hal ini beliau menyampaikan bahwa kaidah utama dalam masalah ini menyatakan bahwa tidak meyakini ada orang yang maksum selain Rosululloh SAW. Para Khulafaur Rasyidin boleh jadi melakukan kesalahan.

Sebagai contoh, seorang sahabat dalam hal ini Hathib bin Abu Balta�ah. Dia mengirimkan surat kepada kaum Quraisy yang isinya memberitahukan kepada mereka ihwal pergerakan Rosululloh SAW untuk menaklukkan kota Makkah. Kendati itu merupakan kesalahan fatal yang hukumannya adalah hukuman mati dalam undang-undang kemiliteran, tetapi Rosululloh SAW memaklumi alasannya dan beliau memaafkannya.

Pasukan Asing Perancis di Maroko, 1914. | sumber: ww1blog.osborneink.com
| Oleh Fahmi Mudaliyanto |

Tantangan hidup di Eropa adalah musim dingin. Maka sumber kehangatan selain alkhohol yang sangat dibutuhkan disana adalah rempah-rempah dari bangsa timur. Manfaat rempah-rempah selain menambah daya taham tubuh, menyehatkan, juga memberi kehangatan. India, China, dan Nusantara adalah beberapa lokasi dimana mereka mendapatkan rempah-rempah itu.

Ratusan tahun bangsa kulit putih ini berlayar mengitari Afrika dan Asia untuk mendapatkan barang kebutuhan mereka. Namun pelayaran yang sedianya membahagiakan itu di rentan tahun 1664 - 1827 telah menjadi momok yang menakutkan. Hampir seluruh kapal dagang di rampok, bahkan tak tanggung-tanggung perompak laut ini menyerang dan merampok pula kapal perang kerajaan.

Tersebutlah Kerajaan Asyraf Hasaniyin di Sajalmasah, Maghribi Al-Aqsa (Morocco). Awalnya negeri ini hanya bermaksud mengamankan negerinya dari serangan laut bangsa lain. Namun seiring berganti kepala negara yang pandai menjaga dan mengatur siasat berganti dengan kepala negara yang serakah mengejar keuntungan. Armada laut yang sedianya mengamankan negara ini di sulap menjadi bajak laut. Sesiapa melintas dalam wilayah teretorialnya akan di rampok. Tak peduli kapal dagang, kapal kerajaan, bahkan kapal tempur sekalipun dirampok juga.

Gegara beringas dan kuatnya bajak laut ini bangsa-bangsa Eropa mau tak mau bersedia membayar pajak nan mahal setiap tahunnya agar kapal mereka yang membawa rempah-rempah tidak diserang.

Pada pertemuan tahunan 1827 seperti biasanya wakil-wakil negara Eropa mengirimkan pajaknya ke Morocco. Monseur Dauval, seorang wakil dari Perancis yang bertugas membawa Jizyah ke Morocco, karena satu dan lain hal, telah berlaku congkak di hadapan Raja Husain. Baginda raja marah dan memukul wajah wakil itu dengan kipas. Wakil tersebut pulang dan mengadukan yang ia dapat saat menyerahkan Jizyah.

Louis XIV adalah Raja Perancis yang berkuasa saat itu. Tak terima wakilnya dipukul maka ia meminta bantuan Inggris untuk menyerang Morocco. Hingga tahun 1910 an M Perancis tak berhasil pula mengalahkan Morocco.

Kala itu Morocco di kepala Sultan Maulaya Abdul 'Aziz. Beliau memiliki adik yang telah di peralat oleh Perancis yang bernama Maulaya Abdul Hafidz. Pada 1912, melalui propagandanya, Perancis berhasil menumbangkan Sultan Maulaya Abdul 'Aziz kemudian digantikan Maulaya Abdul Hafidz yang memihak Perancis.

30 Maret 1912 rakyat Morocco menuntut di turunkannya Sultan Maulaya Abdul Hafidz karena kecenderungannya pada Perancis. Maka Abdul 'Aziz yang dicintai rakyat namun tak disukai Perancis pun diasingkan ke Tanjah (Tanger) sedang Abdul Hafidz yang disukai Perancis namun tidak disukai rakyat pun di pindah ke Paris. Ia meninggal di Paris 1940 M. Lalu diangkatlah Sultan Maulaya Yusof yang sebelumnya sudah ada hitam di atas putih untuk tunduk pada Perancis dan mengakui kekuasaannya.

Perancis mengeluarkan Undang-undang "Zahir el Barbari" yang berisi pemisahan bangsa Bar-bar dengan bangsa Arab pada 1924 . Namun Sultan Maulaya Yusof tidak berkenan untuk menandatangani piagam tersebut. November 1927 Perancis mengundang Sultan Maulaya Yusof ke Paris. Ketika di Paris sang Sultan di racun hingga sepanjang perjalanan pulang beliau sakit. Beliau meninggal beberapa hari setelah tiba kembali di Morocco.

Sultan Maulaya Yusof berputra dua orang. Maulaya Idris nan dicintai oleh rakyatnya dan si bungsu Maulaya Muhammad nan akrab dengan Perancis. Setiba di Morocco Sultan langsung memberi Wasiat kepada Maulaya Idris untuk menggantikannya. Namun lagi-lagi Perancis menjadi penengah sehingga Maulaya Muhammad ibn Yusof lah yang diangkat menjadi Sultan. Kemudian Maulaya Idris ibn Yusof diasingkan.

Pada 1930 kembali Perancis menyuruh Morocco untuk menandatangani Undang-undang pemisahan bangsa Barbar dengan bangsa Arab. Demi mengetahui apa yang telah dilakukan Perancis pada ayah dan kakak nya, maka Sultan Maulaya Muhammad ibn Yusof memimpin rakyatnya menuntut dan memperjuangkan kemerdekaan Morocco.

Morocco merdeka penuh dari Perancis pada 2 Maret 1956.



Bacaan : Sejarah Islam, Prof Dr HAMKA
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget