Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Kesehatan"

Syahril Ramazan asal Desa Lhok Bintang Hue, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Jalan Samudera, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa (9/7/2019).(KOMPAS.com/MASRIADI)
AMNews - Tangis bayi berusia 44 hari pecah memenuhi ruang perawatan di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Jalan Samudera, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa (9/7/2019).

Syahril Ramazan, bayi dari pasangan M Amin dan Ade Suraya itu merasakan sakit yang dahsyat pada punggungnya. Dokter memberitahu warga Desa Lhok Bintang Hue, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara itu bahwa Syahril menderita kanker.

Rasa sakit dan tidak nyaman saat berbaring di ranjang rumah sakit membuat Syahril terus-menerus menangis. Kondisi tersebut semakin membuat panik kedua orangtua Syahril.

“Kondisinya kian memburuk. Saya mohon Allah menyembuhkan anak saya. Dia sudah sangat menderita dengan sakitnya,” kata Ade dengan mata berkaca-kaca.

Saat ini, Ade mengaku hanya bisa mendoakan kesembuhan buah hatinya. Sang suami tidak bisa menemani, karena harus bekerja mencari uang untuk membantu biaya perawatan.

Sehari-hari, Ade bekerja sebagai petani. Sementara suaminya, bekerja sebagai pedagang es krim keliling. Sebulan terakhir, kondisi Syahril kian memprihatinkan, meski luka di bagian punggungnya mulai mengering.

Saat ini, dokter rumah sakit itu terus berupaya menangani luka yang ditimbulkan akibat kanker tersebut. Keluarga berharap Syahrial dapat sembuh, agar pulih dan tumbuh layaknya anak seusianya.

“Tapi saya yakin dia akan sembuh,” ujar Ade.[Kompas.com]

AMP - Martunis alias Marten Lee, mualaf keturunan Tionghoa sempat koma dan kini dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh akibat kecelakaan.

"Menurut pihak Rumah Sakit Arun Lhokseumawe, Martunis harus dirujuk ke Banda Aceh karena harus dioperasi di bagian kepala akibat benturan saat kecelakaan," ujar Ketua Lembaga Peduli Dhuafa Aceh, Musfendi kepada AJNN, Senin (11/12).

Selama ini, Martunis hidup bersama orang tua angkatnya Tgk Abdul Muthaleb dan dijaga oleh Santri Dayah Abu Sanusi Ujong Pacu, Lhokseumawe.

"Dia (Martunis) tidak punya keluarga lagi setelah masuk Islam. Jadi selama ini tinggal bersama orang tua angkat dan diasuh bersama oleh santri Dayah Ujong Pacu," ungkapnya.

Karena beban yang cukup berat, Abdul Muthaleb tidak mampu membiayai pengobatan dan perawatan terhadap Martunis.

"Kami berharap ada dermawan yang mau membantu biaya pengobatan Martunis. Makanya kami coba mencari donatur untuk meringankan beban hidupnya," sebut Musfendi.

Bagi dermawan yang ingin mengunjungi atau ingin membantu Martunis, dapat mengirim langsung via rekening Bank BNI syariah 453315197 atau konfirmasi langsung ke 0853-7126-6650.

"Saat ini Martunis sudah ditangani dokter di RSUZA. Semoga saja ada dermawan yang mau menyisihkan rezekinya untuk membantu biaya operasi Martunis" tandasnya. [AJNN]

AMP - Di rumah berdinding tepah dan beratap daun rumbia yang sudah usang dimakan waktu itu, terlihat sosok wanita dengan kaki besar berpostur tubuh kurus duduk di atas sebuah dipan yang hannya beralaskan bambu selama 4,5 tahun lamanya.

Sore itu tampak sorot matanya berkaca-kaca, sesekali dirinya tak kuasa untuk membendung tangis ketika rumah berukuran 4x5 disambangi Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf dan Kadis Kesehatan Mahcrozal untuk melihat langsung kondisi Suhati Sailis (39) yang divonis pihak medis mengalami kanker tulang ganas (Chondrosarcoma) sejak 2011 lalu.

Suhati Sailis adalah warga pedalaman Gampong Coet Lambideung, Kecamatan, Sawang, Kabupaten Aceh Utara, sudah menderita kanker tulang pada level stadium ganas.

“Awalnya pada tahun 2011 istri saya Suhati pernah terjatuh dan mengalami lembam dan bengkak. Setelah di bawa ke dukun urut kaki Istri saya pun sempat sembuh,” kata Hasan Basri (41) suami Suhati kepada AJNN, Rabu (4/10) sore.

Hasan yang berprofesi sebagai seorang petani upahan tak mampu berbuat banyak. Sepulang istrinya dari Bogor, pada pertengahan 2011, kaki istrinya semakin membesar dan terus dihantui rasa sakit.

“Melihat kondisi itu, saya langsung membawa dia ke Rumah Sakit Cut Mutia (RSUCM) untuk memeriksa atas keluhan yang dialami istri saya. Dari hasil pemeriksaan di rumah sakit oleh pihak medis menyarankan agar kaki istri saya dioperasi,” sebutnya.

Namun kaki Suhati juga tidak bisa dilakukan operasi karena saat itu dalam kondisi hamil lima bulan, bila dipaksakan operasi Suhati harus terlebih dulu mengugurkan janin yang ada di kandungannya

Tak patah arang, Hasan pun kembali dengan usaha bagi kesembuhan istrinya, pada tahun 2013 Hasan kembali membawa sang istri berobat ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh.

“Disana setelah dilakukan serangkain pemeriksaan dan diambil sempel, dokter memvonis kaki istri saya harus diamputasi. Setelah saya musyawarah dengan keluarga dan istri saya maka kami memutuskan untuk mengurungkan saran dokter tersebut,” imbuhnya.

Sambungya, harapan untuk kesembuhan kaki istrinya pun tidak seperti harapan, maka setelah itu dirinya bersama istrinya pun berjak kembali ke kampung halamannya mereka.

“Setelah divonis amputasi kami pun sempat kembali lagi ke Banda Aceh sebanyak tiga kali. Namun pihak rumah sakit tetap dengan vonis yang sama, yaitu harus di amputasi," katanya

Menurut keterangan pihak rumah sakit, pembuluh darah Suhati sudah dimakan tumor.

"Bilapun ada cara lain, yaitu dengan memasang alat peganti yang harganya mencapai Rp 180 juta,” kata Hasan.

Suhati Sailis, adalah keluarga miskin di pedalaman Aceh Utara, dia memiliki tiga anak. Anak pertamanya bernama Dede Hermawan masih duduk di bangku klas II SMP, yang kedua Nafasabira Klas 4 SD dan yang terlahir Muhammad Maulidi masih berumur 4 tahun.

Suhati mengaku dirinya tidak pernah menerima dan mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk biaya pengobatan kakinya

“Kami tidak ada harta benda, untuk saya berobat selama ini suami saya terpaksa berutang kesana-kemari kepada suadara dan tetangga yang jumlahnya sampai Rp 15 juta,” keluhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf didampingi Kadis Kesehatan Aceh Utara, Machrozal mengatakan, Pemerintah Aceh Utara bersama Dinkes Aceh Utara akan mengupayakan segala cara untuk kesembuhan Suhati.

“Kita sudah melihat langsung kondisi Suhati, sangatlah miris. Suhati sesegera mungkin akan kita upayakan untuk kita rujuk kembali ke Banda Aceh lagi,” kata Fauzi Yusuf.

Fauzi menyebutkan, dirinya sudah memerintahkan Kadis Kesehatan untuk berkomunikasi dengan pihak dokter di Rumah Sakit Zainal Abidin, agar dalam waktu dekat Suhati bisa di bawa ke Banda Aceh dengan di dampingi pihak dinas.

“Bila nanti saat dirujuk ke RS Banda Aceh dinyatakan harus di rujuk ke luar Aceh, maka kita Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersama pihak BPJS akan mempersiapkan segala fasilitasnya,” tegasnya.(AJNN.Net)
Suhati Sailis di rumahnya di Gampong Coet Lambideung, Kecamatan, Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (4/10)

AMP - Rasa bahagia Raihan bisa bekerja di Puskesmas Drinjalo Gampong Peulumat, Kecamatan Labuhan Haji Timur, tak berlangsung lama. Tak lebih dari seminggu bekerja, Dinas Kesehatan Aceh Selatan menarik kembali SK kontrak perempuan lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat itu.

Alasannya juga terbilang lucu. “Katanya, SK tersebut bukan milik saya, tapi milik orang lain yang namanya sama dengan saya,” ungkap Raihan pada BERITAKINI.CO, Jumat (28/7/2017).

Anehnya, kata Raihan, sepengetahuan dia, tak ada seorangpun yang memiliki nama yang sama dengannya di Kecamatan Mukek. Sementara, kata Raihan, kontrak tersebut hanya dikhususkan untuk tenaga kesehatan asal Kecamatan Mukek.

"Kalau dari kecamatan lain yang ikut kontrak di pukesmas mungkin bisa jadi ada yang sama namanya dengan saya. Tapi setahu saya saat pembukaan kontrak dulu, yang ikut itu semua putra-putri Meukek,” jelasnya.

Raihan juga mengaku pernah menanyakan langsung pada Kepala Pukesmas Drinjalo, Gampong Peulumat, ihwal kebenaran SK kontraknya tersebut. “Kepala pukesmas membenarkan SK itu milik saya,” katanya.

Itulah sebabnya, dia langsung menjahit baju dinas dan bekerja di puskesmas tersebut.

Tapi tiba-tiba, pihak dinas kesehatan setempat menelponnya dan mengatakan bahwa  SK tersebut milik orang lain yang namanya sama dengan Raihan, juga dari Kecamatan Mukek.

Raihan bukan satu-satunya yang mengalami nasib apes itu. Raziah, seorang bidan juga mengalami nasib serupa.

Tak hanya malu dengan masyarkat, mereka juga telah merugi lantaran telah mengeluarkan biaya untuk menjahit baju dinas.

BERITAKINI.CO belum berhasil menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Mardaleta, sejak kemarin. Ditelepon ke nomor selulernya, dia tak menjawab. SMS yang dilayangkan tak dibalas. Disambangi ke kantornya, Mardaleta tak ditempat.(Beritakini)

Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi saat membesuk Zulbahri di kediamannya. Foto: Muksalmina
AMP - Zulbahri (22) warga Gampong Mesjid Lancok, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, yang mengalami lumpuh kaki kanan dan tangan kiri, akan segera menjalani pengobatan yang dibantu pemerintah setempat, dan dari berbagai donatur.

"Zulbahri harus segera dirujuk ke rumah sakit Sigli, dan nanti akan ditangani oleh dokter spesialis," kata Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi ketika membesuk Zulbahri di gubuk tempat ia berteduh, Kamis (27/7).

Pantauan AJNN di lokasi, Said Mulyadi mengunjungi Zulbahri didampingi M Yusuf Bin Usman atau lebih dikenal Sop Kreh Kroh. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pijay itu juga menyerahkan bantuan sembako, serta uang tunai untuk keperluan pengobatan Zulbahri.

"Kebetulan rumah ini listrik pun tidak ada, biar saya bantu listrik, wakil bupati bantu pengobatan," kata Sop Kreh Kroh dengan gaya bla-blakannya saat menyerahkan sejumlah dana kepada Ayah Zurbahri.

Informasi yang dihimpun AJNN, selain pemerintah kabupaten setempat yang mulai mengulurkan tangannya untuk membantu pengobatan Zulbahri, beberapa donatur lainnya juga menyatakan siap membantu mengurangi penderitaan yang dirasakan Zulbahri, donatur tersebut antara lain, Yusri Yusuf (Yusri Melon) dan Lembaga Peduli Dhuafa (LPD) dari Kabupaten Bireun.

Seperti diketahui, Zulbahri dari semenjak kecil sudah mengalami lemah tulang akibat step. Namun diawal puasa kemarin, Zulbahri terjatuh ke sawah yang berada dibelakang rumahnya, setelah itu Zulbahri mengalami lumpuh kaki kanan dan tangan kiri.| AJNN.Net

Foto: Datuk Haris Molana/detikcom
AMP - Keinginan hidup sehat dan terlepas dari segala penyakit menjadi harapan setiap orang. Namun, Amiruddin mencoba sabar dengan cobaan lumpuh layu yang dideritanya.

Amiruddin merupakan pria 17 tahun yang tinggal tinggal di Desa Serbajaman Tunong, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Aceh. Keluarganya telah berusaha untuk menyembuhkan Amir, namun kandas di 'tingkat' Puskesmas.

Ibu kandung Amiruddin, Muridah, menuturkan penyakit yang menyerang anaknya bermula saat Amir terserang demam tinggi di usia 19 bulan. Amir sempat disuntik 3 kali di Puskesmas kala itu. 

Namun Amir tak kunjung sembuh. Ia kemudian justru kejang-kejang dan akhirnya divonis lumpuh layu.

"Sejak 19 bulan umurnya dia mengidap lumpuh layu. Umurnya kini 17 tahun namun tidak ada tanda-tanda kesembuhan muncul dari dirinya," kata Muridah ditemui di rumahnya, Senin (17/7/2017).

Amir hidup bersama ibunya sementara sang ayah meninggal beberapa tahun lalu. Ia pun hanya terbaring lemah di rumah gubuk peninggalan ayahnya.

"Dugaan saya setelah di suntik itulah anak saya menderita lumpuh layu," sebut Muridah.

Akibat penyakit itu, Amiruddin tidak bisa berbicara dan pertumbuhan berat badannya pun tidak normal. Sempat di bawa ke Rumah Sakit di Lhokseumawe. Dokter meminta untuk di operasi, namun sang ibu tidak mau dengan berbagai alasan serta pertimbangan.

"Waktu itu ada saya bawa ke Rumah Sakit di Lhokseumawe. Sarannya di suruh operasi tapi saya tidak mau. Saya takut nanti dia sakit apalagi tidak bisa bicara, kalau sakit gimana nanti dianya, lebih susah lagi kita," tambah Muridah.
 
 Kondisi Amiruddin sangat memprihatinkan, selain berat badan tidak normal. Ia juga tidak bisa duduk, hanya sesekali saja tubuhnya bergerak kala melihat orang di sekitar menjenguk untuk memberi semangat
kepadanya.

"Saya hanya buruh tani. Jerih itu saya dapat pastinya tidak cukup untuk menghidupkan Amiruddin dan adik-adiknya. Tak banyak yang dapat saya buat untuknya. Sekarang hanya iba para dermawan yang bisa
membantu meringankan derita yang bertahun-tahun telah saya alami. Semoga Pemerintah melihat saya dan membantu membuat rumah. Semoga saja!," ujar Muridah.[Detik.com]

AMP - Rumah Sakit Rsu Sylvani Binjai dituding telah menahan bayi yang baru dilahirkan karena orang tua tidak mampu membayar biaya rumah sakit.

Pasien bernama Suwarni (32) warga Dusun V,Abdul Kadir Desa Tandem Hulu Kecamatan Binjai tersebut melahirkan bayi perempuan pada hari rabu tanggal 5 juli 2017 melalui operasi caecar.

Meski seharusnya sudah bisa pulang pada hari jumat tanggal 7 juli 2017, Namun bayinya tidak bisa pulang ke rumah karena pihak rumah sakit mengharuskan dia atau keluarganya melunasi biaya persalinan sebesar Rp 6.064.000,- dan biaya perawatan bayi sebesar 5 juta lebih.

"Seharusnya keluar dari rumah sakit pada tanggal 7 juli 2017 dan karena biaya kurang jadi saya bisa pulang pada tanggal 8 juli 2017,karena sudah bayar biaya persalinan sebesar Rp 6.064.00,- Dan ketika tidak mampu membayar biaya perawatan anak selama di ruang NICU sebesar 5 juta lebih maka anak saya ditahan.”kata Suwarni

Pada tanggal 8 juli pukul 19.30 Wib Suwarni mengaku dirinya berusaha menemui seorang personalia yang bernama hendra dan ingin membayar biaya sebesar 2juta untuk menebus anaknya Dan dikarenakan personalia tersebut sedang sibuk,hendra mengatakan untuk membicarakan esok harinya.
Esoknya pada tanggal 9 juli disaat suwarni ingin bertemu hendra ternyata hendra sedang pergi.

“Pada tanggal 9 juli pukul 11.00 Wib saya ingin berjumpa dengan pak hendra ternyata pak hendra sedang pergi.Lalu saya minta suster untuk menghubunginya dan lewat telpon dia bilang ke suster kalau belum bisa bayar anak ditahan dan dirawat di Rumah sakit tanpa biaya.”Ungkapnya.

Meski begitu suaminya tetap ikhtiar mencari uang setiap harinya, namun uang yang didapat hanya cukup untuk makan. Suwarni berharap pihak rumah sakit memberikan keringanan dan membolehkan dia dan anaknya pulang.

Ketua komisi B DPRD Kota Binjai Jonita Bangun yang sedang berada di Jakarta setelah mendapat kabar berita nasib pasien di tahan sampai 12 hari di RS Sylvani tersebut  merasa sangat  prihatin Dan langsung memposting di status facebook beliau untuk menggalang dana untuk pasien tersebut.

Ternyata Postingan ketua komisi B DPRD tersebut mendapat tanggapan dari berbagai pihak tak terkecuali Pemilik RS Sylviani tersebut yaitu Dr Sugianto,Menanggapi status jonita tersebut,Dr Sugianto mengomentari bahwa masalah ini sudah ditanggapi dan diselesaikan

“Pak jonita sudah saya tanggapi dan sudah saya selesaikan. Kedepannya marilah kita himbau kepada saudara kita untuk mengurus kelengkapan surat data kependudukan agar kalaupun saudara kita tidak mampu masih bisa dikeluarkan kepesertaan bpjs melalui dinas sosial sehingga terjamin kesehatan nya... Salam buat warga kota binjai. Amin”Komentar nya.

Sementara itu Ketua  Komisi B DPRD Binjai Jonita Bangun saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya menyatakan bahwa Seharusnya pihak rumah sakit mencari solusi yang terbaik,karena rumah sakit harus mengutamakan pelayanan dan kemanusiaan, bukan mencari bisnis,kalau mencari bisnis lebih baik buka usaha lain, jangan buka rumah sakit.

“Seharusnya ini tidak perlu terjadi dan kejadian itu sangat memalukan sekali,kami dari komisi B dprd kota binjai yang membidangi rumah sakit tersebut akan memanggil pihak rs sylvani,dinas kesehatan,bpjs kesehatan dan klinik yg merujuknya, mengapa ini bisa terjadi,selain itu kita akan melakukan investigasi dugaan permainan antara klinik dengan pihak rumah sakit dalam mengejar tip dan target sehingga nantinya masyarakat bisa dirugikan, atas hal ini kita minta dinas kesehatan binjai untuk memberikan tindakan tegas untuk adanya efek jera,” terang jonita.

Setelah 12 hari tertahan di RS Sylviani dan viralnya kabar pasien kurang mampu tersebut,akhirnya pada hari ini tanggal 18 Juli 2017 bayi tersebut sudah dapat pulang dan berkumpul bersama keluarga di bantu oleh sumbangan oleh para dermawan, Komisi B DPRD Binjai, Masyarakat dan teman teman wartawan yang ada dikota Binjai.(radarsumatera.com)

AMP - Pemerintah Aceh Melalui Dinas Kesehatan memperluas program layanan kesehatan dengan kerjasama tripartit antara Dinas Kesehatan, yayasan Mission Aviation Fellowship (MAF) Aceh  dan RSZA yang disebut dengan Program Ambulance Udara.

Program Ambulance udara adalah pelayanan gawat darurat yang diberikan kepada pasien di rumah sakit kabupaten/kota di Aceh yang memerlukan penanganan lanjutan ke rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh, yang diterbangkan dengan pesawat udara tipe pesawat Cessna Caravan 208.

Ambulans udara ini bertujuan untuk meningkatkan layanan kesehatan, serta menghemat waktu tempuh bagi pasien emergensi yang membutuhkan layanan rujukan ke rumah sakit Provinsi Aceh. RSZA sebagai penentu awal apakah pasien rujukan tersebut layak di terbangkan dengan menggunakan pesawat udara. Dan juga RSZA yang berkewajiban dalam menugaskan team medis (dokter/perawat) yang akan mendampingi pasien selama dalam penerbangan.

Layanan ambulans udara ini telah dimulai pada tahun 2010 yang dikhususkan untuk masyarakat kabupaten Simeuleu. Mengingat kebupaten ini adalah daerah kepulauan, dan kategori transportasi sulit. Kurun waktu 2010-2011 masyarakat kepulauan sudah banyak yang terbantu untuk mendapatkan akses rujukan yang baik.

Tahun 2012-2016 program ambulans udara kembali di perluas untuk 5 kabupaten yaitu Simelue, Singkil, Subussalam, Gayo Lues dan Kota Cane di bawah tanggung jawab Dinas Kesehatan Provinsi.

Tahun 2017 Dinas Kesehatan kembali memperluas daerah jangakuan menjadi 13 Kabupaten yang memiliki landasan udara dan bandara terdekat. Diantaranya: Simelue, Singkil, Subussalam, Gayo Lues, Kota Cane, Blang Pidie, Tapak Tuan, Bener Meriah, Takengon, Lokseumawe, Loksukon, Meulaboh, Nagan Raya.

Namun tidak tertutup kemungkinan untuk daerah yang tidak memiliki bandara, tapi dilakukan dengan jalur darat menuju bandara terdekat baru kemudian dilakukan pemberangkatan oleh pesawat MAF dan diantar ke RSUZA.

Program ini berlaku untuk semua kalangan  dan gratis bagi pasien rujukan dari RSUD kabupaten/kota berdasarkan syarat yang telah ditetapkan. Adapun syarat pasien yang dievakuasi dengan menggunakan ambulans pesawat diantaranya harus transportabel (layak terbang sesuai analisis dokter), pasien gawat darurat dengan pendarahan hebat dan mengancam jiwa apabila tidak segera dirujuk.

Proses rujukan dengan menggunakan ambulans MAF ini diawalai dengan komunikasi rujukan dari RSUD kabupaten/kota ke RSUZA kemudian RSUZA akan menghubungi AMF untuk melakukan pemberangkatan pasien rujukan. Perjalanan ambulans udara ini  diawalai ambulans rumah sakit kabupaten/kota mengantar pasien ke bandara terdekat dengan kota tersebut dilanjutkan dengan evakuasi pasien dengan pesawat MAF menuju banda Sultan Iskandar Muda dan pasien akan diantar ke RSUZA dengan menggunakan ambulans P2KK Dinas Kesehatan Aceh. [LG]

AMP - Nasib pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kerap dinomorduakan. Bahkan ketika dalam kondisi kritis pun penanganan intensif yang sejati harus didapatkannya juga diabaikan pihak rumah sakit.

Akibatnya Zamil, bayi yang kondisi kritis dan harus ditangani di ruangan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) harus meregang nyawa. Dia sempat terlunta-lunta beberapa hari di RSUD Aripin Achmad, Pekanbaru, karena tidak mendapatkan ruangan PICU.

Konon tidak dapatnya ruangan itu, karena ayahnya Aswandi terjegal masalah administrasi di rumah sakit tersebut dan harus diselesaikan. Akhirnya ruang PICU yang semula ada dan telah di-booking pihak rumah sakit awal, RSUD Indra Sari Rengat akhirnya habis, karena sudah dipakai oleh pasien non-BPJS.

Dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group), Zamil diketahui meninggal dunia Minggu dini hari (21/5). Sebelumnya dia sudah berada di rumah sakit itu sejak 16 Mei 2017.

Aswandi menuturkan, dirinya masih tidak habis pikir, bayinya yang sudah kritis sejak pertama kali datang tapi tidak mendapat penanganan serius. Bayi ini awalnya dirawat di RSUD Indra Sari Rengat. Dokter di RSUD di Inhu tersebut mendiagnosa Zamil sudah dalam keadaan kritis hingga harus masuk ruang PICU sehingga dirujuk ke RSUD.

Tapi sesampainya di RSUD Aripin Achmad, Pekanbaru, ternyata masih ada administrasi yang belum lengkap, hingga Aswandi harus menyelesaikannya. Karena terlambat menyelesaikan beberapa menit, ruangan PICU yang sudah di-booking sejak di Rengat keduluan diisi oleh pasien umum. Akibatnya ruang PICU penuh. Setiap kali dan setiap hari dirinya bertanya, ruang PICU selalu penuh.

Sabtu (20/5) malam, beberapa jam sebelum anaknya dinyatakan meninggal, Aswandi tetap berjuang agar anaknya kembali pulih. Akhirnya baru bisa masuk ruang PICU. Malang nasib di bayi, tiba-tiba ketika dokter jaga menyatakan anaknya sudah tiada pada dini hari.

"Saya masih kesal, mengapa rumah sakit begitu lambat menangi anak saya. Padahal anak saya sudah kritis sejak akan dirujuk ke RSUD. Sudah berhari-hari anak saya tidak kunjung masuk ruang PICU, padahal sudah di-booking dan sudah direkomendasikan dokter asal rujuk," terangnya.

Dirinya ingin mengadu terkait pelayanan buruk RSUD ini ke Ombudsman Provinsi Riau karena memakan korban jiwa anaknya yang baru berusia dua bulan. Sebagai pasien BPJS, dirinya juga sempat bertanya-tanya, apakah pasien BPJS di RSUD masih dinomorduakan hingga pasien umum didahulukan untuk menggunakan ruang PICU

Atas kejadian ini,  pihak RSUD Aripin Achmad membantah tidak memberikan pelayanan terhadap bayi bernama Zamil, buah hati pasangan Irma Yeni dan Aswandi. "Kami memberikan pelayanan dan menangani secara baik. Kami tidak ada menelantarkan pasien tersebut," ungkap Masriah.

Lebih lanjut Dirut RSUD Aripin Achmad dr Nuzelly Husnedi mengklaim pada saat itu ruang PICU memang penuh. "Nanti kalau sudah masuk pasien ada dokter anak yang menanganinya," sebutnya.

Namun Nuzelly tidak mampu menjelaskan seperti apa kronologi hingga Zamil meninggal dunia ketika ditangani di di RSUD Aripin Achmad. "Saya belum mendapatkan kondisi klinis bayi tersebut," singkatnya. (JPG)

Anggota KPA, Amran, 42 tahun, warga Desa Malaka, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan terbaring sakit tanpa pengobatan medis. Foto: Arifin|BNC
AMP - Eks Kombatan GAM yang juga anggota KPA, Amran (42 tahun), warga Desa Malaka, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, saat ini memerlukan penanganan darurat setelah menderita sakit selama 3 tahun. Menurut adiknya, Sutrisno, abangnya saat berita ini ditulis sedang dalam kondisi kritis, situasi di rumahnya, tempat pasien dirawat oleh keluarganya, sudah ramai warga, menunggui pasien mengahadapi ajalnya tanpa keluarga ini mampu melakukan apa-apa.

“Kondisi Abang saya sudah kritis saat ini, jangankan makan, minumpun sudah tidak bisa, warga sudah ramai di rumah,” urai Sutrisno dengan nada sedih seperti diberitakan Koran Online Pewarta Indonesia.com

Kondisi Amran, yang telah menderita sakit bertahun-tahun tanpa penanganan dari pihak terkait, itu diketahui saat Anggota DPD RI asal Aceh, Fachrul Razi, MIP yang didampingi Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menjenguk yang bersangkutan atas permintaan adiknya Sutrisno, kemarin Kamis, 22 Desember 2016. Keadaan pasien Amran yg merupakan anggota KPA (Komite Peralihan Aceh) sudah sangat memburuk, tubuhnya tinggal tulang berbungkus kulit.

Sutrisno menjelaskan lebih lanjut bahwa Amran menderita sakit kencing manis sejak lebih dari 3 tahun lalu. Selama menderita sakit itu, Amran belum pernah mendapatkan perawatan dari rumah sakit karena ketiadaan biaya pengobatan. “Hanya sekali ke Rumah Sakit Tapak Tuan (ibukota Aceh Selatan), dua tahun lalu, itupun hanya untuk memeriksakan kadar gula darahnya. Tidak bisa berobat karena tidak ada uang buat bayar rumah sakit,” imbuh Sutrisno.

Dalam kebingungan keluarganya menghadapi situasi penyakit Amran yg amat kritis malam ini, Sutrisno memohon bantuan dari sesiapapun yg berkenan memberikan bantuan penanganan dan pengobatan abangnya itu. “Sampai saat ini, dari pihak pemerintah hanya abang (red: Ketum PPWI Wilson Lalengke) dan bang Fachrul Razi yg sudah datang menjenguk dan bantu. Saya amat berharap bantuan dari pemerintah dan siapapun untuk menolong kami mengobati abang saya,” ujar Sutrisno lirih.

Sementara itu, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke langsung berkoordinasi dengan Ketua PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Daerah Aceh, Tengku Abdurrahman, untuk segera membantu memberikan pertolongan penanganan awal kepada Amran. Bagi semua pihak terkait diharapkan untuk sesegera mungkin melakukan tindakan penyelamatan pasien sebelum semuanya terlambat. Untuk komunikasi dan konfirmasi keluarga pasien, silahkan menghubungi Sutrisno di nomor kontak: +62 853-6063-1528 (Sumber: Bongkarnews)

AMP - Tes kesehatan calon kepala daerah di Aceh sangat jauh dari harapan masyarakat. Pasalnya tes narkoba di Aceh hanya menggunakan sampel urine. Hal ini berbeda jauh dengan pemeriksaan tes narkoba di pilkada Sulawesi Tenggara yang mengambil tiga sampel, yakni darah, urin dan rambut.

Lantaran di Sulawesi Tenggara tidak ada fasilitas yang memadai, para calon kepala daerah diperintahkan KPU setempat berangkat ke BNN Jakarta untuk mengikuti tes kesehatan.

Sudah pasti banyak kandidat yang gemetaran lantaran tes di BNN pusat sangat sulit dimanipulasi. Apalagi yang diuji bukan urin, tetapi darah dan juga rambut.

Lantas kenapa tes di Aceh hanya memeriksa urin, padahal Aceh adalah daerah dengan status darurat narkoba. Mungkinkah ada lembaga swasta yang menggugat hasil tes kesehatan di Aceh, agar pemeriksaan narkoba bisa meniru cara Sulawesi Tenggara. Ini berarti Sulawesi Tenggara ingin mendapatkan calon kepala daerah yang berkualitas, murni bebas dari narkoba. Karena tes dengan menggunakan rambut dan darah sangat akurat, dan bertahan lama.

Tes Kesehatan di Sulawesi Tenggara

Seluruh pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota, Bupati dan Wakil Bupati dari tiga daerah yakni Kota Kendari, Kabupaten Bombana dan Buton Selatan melakukan tes kesehatan di Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat, Jumat (30/9/2016) di Jakarta.

Pemeriksaan  kesehatan tersebut berdasarkan arahan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mendapat undangan dari BNN Provinsi.

“Dalam surat itu disampaikan, karena pertimbangan alat teknis sehingga sampel itu tidak bisa diuji, sampel yang dimaksud itu rambut,” ungkap Anggota KPU Kendari, Zaenal Abidin saat mendampingi para calon lakukan tes kesehatan di BNN.

Zaenal mengungkapkan sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan terhadap para calon, namun karena alasan teknis hanya calon dari tiga daerah yang belum cukup sampelnya.
“Dari tujuh daerah yang mengikuti pilkada, hanya tiga daerah saja yang sampelnya belum cukup. Sehingga calon dialihkan kesini,” terang Zaenal lebih lanjCalon Walikota Kendari Muhammad Zayat Kaimoeddin-Derik, mengaku optimis akan lolos dalam tes kesehatan bebas narkoba tersebut.  “Optimis lolos, asal kita tidak gunakan narkoba ngapain takut” pungkasnya.

Pasangan  calon kada lainya yang juga turut melakukan tes narkoba adalah Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain . Sementara pasangan Abdul-Rasak dan Haris Andi Surahmin telah datang lebih awal beserta calon dari kada dari kabupaten  Bombana.

Hasil lab akan diserahkan BNN pusat ke BNN Provinsi yang akan diteruskan ke KPU masing-masing terkait.(harianmerdeka)

AMP - Sebuah studi baru American Heart Association yang diterbitkan dalam jurnal Circulation: Cardiovascular Genetics menemukan bahwa merokok mempengaruhi genom manusia - satu set lengkap DNA dalam diri seseorang, termasuk semua gen - dalam bentuk metilasi DNA. Sejumlah metilasi DNA yang ditimbulkan rokok disebut bisa bertahan hingga 30 tahun bahkan setelah berhenti.

Metilasi DNA merupakan proses di mana se-sel mengontrol aktivitas gen, dan bisa memodifikasi fungsi gen. Para ilmuwan menemukan bahwa metilasi ini bisa mengungkapkan riwayat merokok seseorang, dan sebagai hasilnya, mereka bisa mengembangkan terapi baru yang mengungkap penyakit berhubungan dengan merokok.

"Hasil ini penting karena metilasi, sebagai salah satu mekanisme regulasi ekspresi gen, mempengaruhi gen apa yang diaktifkan, yang memiliki implikasi untuk pengembangan penyakit yang berhubungan dengan merokok," kata Dr Stephanie J. London, penulis dan wakil kepala Cabang Epidemiologi di Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan.

"Sama pentingnya adalah temuan kami bahwa bahkan setelah seseorang berhenti merokok, kita masih melihat efek dari merokok pada DNA mereka," tambahnya.

Merokok adalah pengubah metilasi DNA secara signifikan. Penelitian menemukan gen yang terkait dengan merokok yang berkontribusi terhadap perkembangan sejumlah penyakit. Metilasi DNA juga mengungkap hubungan potensial antara merokok dan kanker, pengaruh paparan asap rokok pada kehamilan, dan perkembangan penyakit kronis pada orang dewasa.

Diperkirakan 40 juta orang dewasa di Amerika Serikat saat ini merokok. Terhitung lebih dari 480.000 kematian setiap tahun. Lebih dari 16 juta orang hidup dengan penyakit yang berhubungan dengan merokok.

Kampanye di berbagai negara membuat jumlah perokok menurun. Meski begitu, para mantan perokok tetap dihadapkan pada resiko jangka panjang menyangkut berbagai penyakit, termasuk beberapa jenis kanker, penyakit paru kronik, dan stroke. Penelitian sebelumnya telah mengaitkan metilasi DNA dengan gen yang terhubung ke penyakit jantung koroner dan penyakit paru, yang menunjukkan metilasi DNA mungkin memainkan peran.

Peneliti menganalisis sampel darah dari hampir 16.000 peserta dari 16 kelompok yang termasuk dalam Cohorts for Heart and Aging Research in Genetic Epidemiology (CHARGE) Consortium, termasuk kelompok dari Framingham Heart Study yang peneliti telah ditindaklanjuti sejak tahun 1971. Dibandingkan dengan bukan perokok seumur hidup, tim menemukan bahwa situs metilasi DNA yang terkait dengan merokok dikaitkan dengan lebih dari 7.000 gen - akuntansi untuk sepertiga dari gen manusia dikenal.

Peneliti menunjukkan bahwa metilasi DNA jangka panjang mungkin menekankan gen yang dapat menempatkan mantan perokok berisiko terkena penyakit tahunan, bahkan puluhan tahun setelah berhenti. Penemuan ini bisa mengakibatkan peneliti mengembangkan biomarker untuk menilai riwayat merokok, yang dapat mengakibatkan pengobatan baru yang muncul yang berpotensi menargetkan situs metilasi.

"Penelitian kami telah menemukan bukti yang meyakinkan bahwa merokok memiliki dampak jangka panjang pada mesin molekuler kami, dampak yang dapat bertahan lebih dari 30 tahun,” kata Roby Joehanes dari Harvard Medical School.

"Kabar menggembirakan adalah bahwa setelah Anda berhenti merokok, sebagian besar sinyal metilasi DNA kembali ke titik yang sama dengan tidak pernah tingkat perokok setelah 5 tahun. Yang berarti tubuh Anda sedang mencoba untuk menyembuhkan dirinya sendiri dari dampak berbahaya dari merokok tembakau," Joehanes menyimpulkan.(MDK)

AMP - Penyanyi yang juga komedian Aceh, Zuhdy alias Bergek, dilaporkan sedang menjalani masa rehab akibat candu narkoba.

Berdasarkan informasi, Bergek direhab di Yayasan Tabina Aceh yang bertempat di Kota Lhokseumawe.

"Bergek direhab di Yayasan Tabina Aceh yang bertempat di Kota Lhokseumawe.Benar akibat candu narkoba," ujar sumber mediaaceh.co.

Informasi yang diperoleh mediaaceh.co, penyanyi kocak yang sedang naik daun itu kini sedang dirawat karena positif menggunakan narkoba.

"Dia sudah dirawat lebih kurang satu bulan. Diantar oleh keluarganya sendiri," ujar sumber terpercaya ini.

"Rambutnya kini sudah dicukur. Perawatannya memerlukan waktu selama 6 bulan," kata sumber ini lagi.

"Dia positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu," kata sumber ini.[Sumber: mediaaceh.co]

AMP - Pemerintah Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (ZIKIR) akan berakhir, janji kampanye pun ditelan oleh kekuasaan. namun yang sayangnya program penghapusan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang di gantikan dengan Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) pun tak terwujud pasalnya JKRA bertentangan dengan BPJS.

Dikutip dari Modusaceh.co, Jumat, 16 September 2016. Ketua DewanPerwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Muharuddin, Jumat (16/09/2016) melakukan pertemuan dengan ketua Komisi dan tim panitia khusus (Pansus) pembahasan rancangan qanun (Raqan) yang telah ditetap dalam program legislasi (Prolega) tahun 2016.

Dari 15 raqan yang masuk prolega, satu rancangan qanun dibatalkan pembahasannya yaitu raqan qanun Aceh tentang Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA). Pembatalan pembahasan raqan itu, disepakati dalam ruang rapat pimpinan DPRA, sebelum salat Jumat tadi.

Alasan dewan membatalkan pembahasan raqan JKRA tersebut karena khawatir double dengan BPJS yang berlaku secara nasional. “Raqan JKRA kita batalkan pembahasanya, karena takut double dengan BPJS,” ujar Ketua DPR Aceh Tgk. Muharuddin, usai melakukan pertemuan dengan Ketua Komisi dan tim Pansus pembahasan raqan tahun 2016, Jumat.

Kini, jumlah raqan yang harus dituntaskan DPR Aceh tinggal 14 raqan.  Dari jumlah itu, lima sudah diparipurnakan oleh DPR Aceh. Seperti Qanun Aceh tentang Pedoman Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah. Kemudian, Qanun Aceh tentang Pengendalian Sapi an Kerbau Betina Produktif.

Sedangkan sisanya ada yang mau diparipurna pada akhir September 2016 nanti. Misal raqan  pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Aceh. “Raqan ini sudah finalisasi,” kata Muharuddin.

Sedangkan beberapa raqan lain, masih ada dalam tahapan pembahasan. Contoh raqan tentang Dana Cadangan Pemerintah Aceh. “Kita harapkan semua prolega bisa tuntas,” ujar kader PA itu.(Red)

AMP - Kesehatan merupakan hal yang terpenting yang harus kita perhatikan secara lebih serius. Berbagai makanan yang Anda konsumsi setiap hari harus Anda pikirkan dampaknya bagi kesehatan tubuh Anda.

Banyak makanan tersebut mungkin mengandung bahan-bahan yang bisa membahayakan bagi kesehatan organ-organ tubuh Anda. Sehingga dari sekarang, mulailah dengan memakan makanan yang sehat bagi tubuh Anda, salah satunya adalaj buah-buahan.

Lalu, buah apa saja makanan yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh Anda. Berikut ini ulasannya, seperti dilansir laman Cheat Sheet:

1. Pepaya

Anda mungkin tidak menemukan buah ini tumbuh di dekat kebun apel Anda, tapi buah tropis ini menawarkan banyak sekali manfaat kesehatan. Pepaya tinggi vitamin C, yang membantu mendukung sistem kekebalan tubuh, melindungi terhadap arthritis dan mencegah penyakit kardiovaskular.

Mereka juga kaya serat dan antioksidan yang membantu mengatasi kolesterol membangun di arteri, yang lagi-lagi bekerja untuk mencegah penyakit jantung. Jika Anda merasa lapar, buah yang kaya serat ini menawarkan camilan mengenyangkan tanpa kalori, hanya ada 67 kalori dalam satu buah kecil.

Tidak hanya pepaya kaya akan vitamin, tapi mereka juga bagus untuk meredakan gejala menstruasi karena enzim dalam pepaya yang disebut papain, membantu dalam mengatur aliran menstruasi dan mengurangi kram.

2. Kiwi

Kiwi atau buah kiwi memang sebuah buah yang memiliki ukuran kecil tapi besar dalam dampak gizi. Kiwi dianggap padat nutrisi, yang membuat mereka tinggi nutrisi dan rendah kalori, menurut Medical News Today.

Buah kecil ini mengandung banyak vitamin C untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dan melawan penyakit jantung dan kanker. Kiwi juga kaya serat dan potasium, yang keduanya membantu dalam mendukung kesehatan jantung.

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit jantung adalah dengan meningkatkan asupan kalium dan penurunan sodium yang bisa didapat dari kiwi.

Ada juga bukti yang menunjukkan bahwa makan kiwi bisa meningkatkan kualitas tidur pada orang dewasa.

3. Anggur

Fakta organik menjelaskan bagaimana anggur mengandung vitamin A, C dan B6 dan mereka tinggi mineral seperti kalium, kalsium,dan zat besi.

Jika Anda mencari cara untuk meningkatkan kekuatan tulang Anda, tembaga, mangan dan besi dalam buah anggur bisa membantu memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis. Selain membantu dalam kesehatan tulang, anggur juga baik untuk jantung, karena mereka membantu untuk mencegah pembekuan darah dan pada akhirnya bisa membantu mencegah serangan jantung.

Ada juga flavonoid dalam anggur yang merupakan antioksidan yang membantu untuk memperlambat penuaan dan mengurangi efek negatif dari radikal bebas. Resveratrol dan quercetin, dua jenis utama dari flavonoid yang ditemukan dalam anggur, membantu untuk menyaring darah dan membebaskan tubuh dari racun berbahaya yang mengancam kesehatan Anda.

4. Buah naga

Buah naga lebih dari sekadar indah untuk dilihat, mereka juga penuh nutrisi. Buah naga memiliki sejumlah manfaat seperti kandungan tinggi vitamin C, beberapa vitamin B, protein, karoten dan asam lemak yang baik. Buah ini juga mengandung kalsium untuk mendukung tulang dan gigi dan besi untuk meningkatkan energi.

Captin, sebuah fitokimia yang digunakan sebagai obat bagi mereka yang memiliki masalah jantung, hadir secara alami dalam buah naga itu sendiri. Minyak yang ditemukan dalam biji buah juga membantu bagi mereka dengan masalah pencernaan karena bertindak sebagai pencahar alami dan ringan. Tidak hanya biji buah juga menawarkan dukungan pencernaan, tetapi mereka tinggi omega-3 dan asam lemak omega-6 yang membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

5. Blackberry

Bukan rahasia bahwa berries baik untuk Anda, tapi blackberry mungkin juga menjadi raja mereka semua dalam hal gizi. Warna mereka menunjukkan bahwa mereka tinggi antioksidan dan mereka benar-benar memiliki salah satu tingkat antioksidan tertinggi dari semua buah-buahan. Mereka juga tinggi vitamin K, C, A dan vitamin B serta kalsium, zat besi, magnesium,dan kalium. Mereka baik untuk mendukung kesehatan jantung, kulit dan tulang.

Jika Anda mengalami masalah usus, maka blackberry mungkin menjadi pilihan yang baik dari makanan ringan untuk Anda juga, karena tannin yang hadir dalam buah ini bekerja untuk menenangkan peradangan di usus dan memberikan bantuan bagi mereka yang mengalami diare.

Secara tradisional, daun tanaman blackberry telah digunakan untuk mengobati peradangan pada gusi dan daun blackberry juga bisa digunakan untuk membuat teh.(jpnn)

AMP - Kanker merupakan salah satu jenis penyakit mematikan yang menjadi momok menakutkan bagi semua orang. Karena penyakit ini tak mengenal jenis kelamin dan usia. 

Untuk itu, mengetahui gejala-gejalanya lebih awal sangat penting untuk meningkatkan kesempatan Anda untuk bertahan hidup dan terbebas dari penyakit ini.

Beberapa tanda kanker kebanyakan tidak diketahui lebih dini, karena biasanya pada tahap awal, kanker hanya menunjukkan perubahan kecil dalam tubuh orang yang bersangkutan. 

Penderita kanker bahkan merasa dirinya baik-baik saja, sampai akhirnya dokter mendiagnosa bahwa orang tersebut telah menderita kanker. Berikut sepuluh tanda, penyakit kanker sudah bersarang di tubuh Anda.

Baca Selanjutnya

AMP - Penderita kanker tidak terbatas pada jenis kelamin atau pun usia. Penyebab kanker rata-rata karena faktor genetik, karsinogen, dan juga gaya hidup.

Faktor terakhir, alias gaya hidup, dianggap berpengaruh besar sebagai penyebab kanker.

Banyak yang percaya bahwa membiasakan hidup sehat mampu mengurangi resiko terkena kanker. Beberapa makanan seperti minyak ikan dipercaya dapat mencegah timbulnya kanker.

Berikut ini tujuh jenis makanan yang membantu melawan kanker payudara seperti dilansir dari laman Daily Mail:

Sayuran cruciferous

Sayuran yang masuk dalam kelompok ini terkenal akan kandungan glucosinolate, yaitu kandungan kimia belerang yang menyebabkan timbulnya rasa pahit dan aroma kuat dari sayuran keluarga cruciferous. Kandungan kimia yang dihasilkan bisa membantu mencegah resiko kanker. Sayuran yang masuk dalam kelompok ini adalah bawang putih, bawang bombay, kubis.

Sayuran berdaun hijau

Lutein dan Zeaxanthin yang ditemukan pada sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kol membantu mencegah resiko kanker payudara.

Tomat

Tara Whyand, ahli onkologi dan diet menjelaskan bahwa mengkonsumsi buah seperti tomat yang kaya akan lycopene bisa membantu mengurangi resiko kanker.

Buah dan sayuran

Buah dan sayuran kaya akan vitamin dan antioksidan, seperti vitamin C,E, dan folat. Cobalah untuk tetap mengkonsumsi buah dan sayuran minimal 400gram per hari.

Ikan

Hasil studi menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi asam lemak tak jenuh ganda dari ikan seperti salmon dan tuna beresiko lebih sedikit terkena kanker.

Minyak zaitun

Minyak zaitun kaya akan antioksidan dan phytonutrients. Antioksidan terkenal mengurangi oksidasi dalam tubuh yang bisa menyebabkan radikal bebas pemicu kanker.

Kedelai

Ragam olahan kedelai seperti kacang edamame, tofu, miso, susu kedelai kaya akan fitoestrogen. Institut Kanker Nasional di Amerika Serikat menemukan bahwa wanita dengan diet kaya soya beresiko lebih sedikit terkena kanker payudara jika dibandingkan dengan mereka yang menjalani diet rendah soya.(Viva)

Puluhan anak-anak di Kabupaten Aceh Utara, Aceh mengalami gizi buruk, Kamis (14/7/16). Sebagian anak bahkan sampai harus dirawat di sejumlah Puskesmas setempat. Muhammad Al Hifiszh (8), salah satu penderita gizi buruk hanya bisa terbaring lemah di ruang perawatan RS Cut Meutia. Berat badannya menurun drastis sebanyak 8 kg. Sedikitnya 36 anak-anak yang hidup di garis kemiskinan di Kabupaten Aceh Utara mengalami gizi buruk. Pihak RS Cut Meutia mengatakan, kasus 36 anak yang mengalami gizi buruk terjadi sepanjang tahun 2016.(Sindo)

Pria Cina ini punggungnya berlubang (Farrahgay.com)
Tiongkok - Li Lin, asal Chengdu, Tiongkok, melakukan pengobatan lantaran bahunya terasa kaku. Ia pun memilih bekam. Usai terapi, bahunya pun terasa lebih baik, laporan People's Daily Online, yang dilansir Dailymail, Jumat (24/6/2016).

Bekam adalah terapi yang menggunakan cangkir kaca atau fiber yang dipanaskan dan diletakkan pada kulit untuk dihisap dan melancarkan peredaran darah.

Dan ia pun menjalani kegiatannya itu setiap hari di tempat yang sama selama sebulan. Namun ia mulai merasakan luka besar di punggungnya.

"Petugas menyarankan saya untuk tetap bekam selama satu bulan untuk menyembuhkan bahu kaku saya," ujarnya.

Li menambahkan selama 10 hari terakhir, punggungnya melepuh dan membentuk lubang dari lokasi cangkir yang dipakai. Alih-alih menghentikan pengobatan, ia meminta istrinya untuk membersihkan lecetnya sebelum menggosok punggung dengan minyak.

Pada 20 Juni, Li pergi untuk kembali bekam. Selama perjalanan pulang, ia merasakan badannya tidak enak dan mengalami demam tinggi.

Keluarga Li pun langsung membawanya ke rumah sakit. Dokter bedah Xie Liang mengatakan bahwa Li dikirim ke ruang gawat darurat karena demam 37,7 derajat dan punggungnya benar-benar bengkak.

Pada pemeriksaan, ditemukan bahwa ia memiliki infeksi bakteri. Dokter menambahkan kalau Li beruntung datang ke rumah sakit ketika semakin membengkak. Kini kondisi Li mulai membaik dan nyawanya pun tak terancam.
*****

Muzakir Manaf kunjungi Nek Rukiah di rumah sakit pmi
AMP - Mantan panglima GAM, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualim menjenguk Nek Rukiah yang kini masih terbaring di rumah sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe, Minggu (29/05/2016).

Tanpa protokoler selaku Wakil Gubenur Aceh, berpakaian santai didampingi seorang sahabatnya membezuk nenek tua lanjut usia yang masih terbaring lemah.

Pantauan juangnews.com, tatapan mantan sang Panglima yang duduk dikursi disamping pembaringan seorang tua renta seakan penuh makna menerawang mengingat kisah masa lalu sewaktu mengangkat senjata di rimba belantara.

Sesekali hanya menarik nafas panjang dan menatap dua wanita lanjut usia lainnya merupakan keluarga Nek Rukiah yang duduk lesehan di lantai disudut kamar perawatan.

Nek Rukiah wanita renta yang lahir 88 tahun silam. Perempuan renta ini hidup serba kekurangan merupakan warga Gampong Ie Tarek I, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara menderita sakit di bagian wajah. Sekarang dirawaat tim medis kesehatan rumah sakit PMI Lhokseumawe.

Bagi Muzakir Manaf dan petinggi GAM lainnya, nama Nek Rukiah mengingatkan kisah masa lalu penuh getir dan kepahitan selaku kelompok militer yang diburu-buru oleh pemrintah. Dan sempat berlindung serta beristirahat di rumah Rukiah saat itu masih kuat dan sehat .

Muzakir Manaf kepada juangnews.com menjelaskan, kedatangannya untuk menjenguk  saudara atau warganya yang sedang sakit. Menurutnya, dulu ia sangat akrab dengan Nek Rukiyah. Mualim mengharapkan dengan penanganan tim medis Nek Rukiah segera pulih kembali.

“Saya minta tim dinas terkait melakukan pendataan terhadap masyarakat kurang mampu yang mengalami kesulitan untuk berobat,” ungkap Panglima tersebut.

Sementara itu Aisyah, anak Nek Rukiah menjelaskan, Ibunya sudah 3 tahun didera penyakit diwajahnya berbentuk luka. Namun sesekali dirasakan nyeri dan berdenyut hingga Rukiah harus merintih kesakitan.

Masa konflik ibunya kerap disinggahi petinggi-petinggi GAM karena letak rumah jauh dalam pedalaman desa. Sebagai rakyat biasa dirinya tetap menerima serta melayani semua kalangan.

“Selama sakit Rukiah ditampung dirumahnya, karena keterbatasan keuangan pihak keluarga hanya memeriksa ke Puskesmas setempat,”. imbuh Aisyah kepada Juangnews.com, Kamis (27/05/2016) lalu di rumahnya Desa Tarekh Dua Kecamatan Simpang Kramat. Aceh Utara.[juangnews.com]
 
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget