Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Fakta"


Ulasan KH. A. Nawawi

Penyebaran aliran Syiah di Indonesia lumayan cepat. Pengikut Syiah diperkirakan sudah mencapai tiga juta orang. Padahal Syiah merupakan aliran yang bertentangan dengan Ahlussunnah tidak hanya dalam persoalan syariat, tapi juga akidah. Berikut wawancara Ahmad Dairobi dari BULETIN SIDOGIRI dengan Hadratussyekh KH. A. Nawawi Abd. Djalil, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri.

Baru-baru ini, konflik Sunni-Syiah sempat mencuat di Jawa Timur, terutama di Pasuruan dan Bondowoso. Sebetulnya di mana letak sesungguhnya perbedaan Sunni-Syiah itu?

Syiah itu adalah aliran yang bertentangan dengan Ahlussunnah wal Jamaah, bahkan Syiah itu lebih jauh daripada Wahabi. Perbedaan dengan Muhammadiyah  kan hanya sekedar hukum-hukum syar�i, seperti tahlil dan lain sebagainya. Tapi kalau perbedaan syiah ini sangat tajam. Hadits yang dibuat pegangan oleh Ahlussunnah tidak mereka pakai. Mereka punya Hadits sendiri. Orang Syiah tidak mau kepada Hadits-hadits dalam Shahih Bukhari, Muslim, Sunan Abi Dawud, Nasa�i, Ibnu Hibban. Dan, al-Qur�an yang ada sekarang ini menurut mereka masih kurang. Al-Qur�an kata mereka lebih banyak dari itu.

Jadi, soal kitab dan rujukan saja antara Syiah dan Ahlussunnah sudah lain. Kalau Muhammadiyah atau Wahabi al-Qur�an-Haditsnya sama dengan kita. Hanya masalah pengelolaannya yang berbeda.

Secara akidah, Syiah apa tergolong ahli bid�ah atau tergolong kafir?

Kalau secara global, tidak kafir. Tapi, kalau secara perinci sepertinya sudah bukan Islam. Rasulullah menyatakan bahwa Islam itu terpecah menjadi 73 tiga golongan, dan hanya satu yang selamat. Lainnya di neraka. Yang selamat adalah golongan yang keyakinan dan kelakuannya mengikuti Rasulullah dan para shahabat. Itulah Ahlussunnah.

Di antara golongan yang sangat tajam perbedaannya dengan Ahlussunnah adalah golongan Syiah. Mereka tidak mengakui al-Qur�an, tidak mengakui Hadits-hadits Rasulullah saw.

Jika dilihat bahwa mereka tidak mengakui keabsahan al-Qur�an yang dibaca Muslimin sekarang, apa secara fikih tidak murtad?

Kalau soal itu kan sudah maklum. Tapi, saya tidak berani menyatakan kafir begitu. Mereka masih umat Rasulullah Muhammad saw. Tapi, kalau dilihat secara tafsh�l (detail dari berbagai paham mereka, red), sepertinya memang sudah di luar Islam.

Pada tahun 1984, Majelis Ulama Indonesia (MUI) hanya mengingatkan agar umat Islam waspada dan berhati-hati terhadap Syiah. Tidak menfatwakan bahwa Syiah itu sesat. Sebetulnya bagaimana langkah MUI ini?

Ya maksudnya jangan sampai ikut Syiah. Kita harus berhati-hati. Itu suatu peringatan jangan sampai ikut-ikut Syiah. Tapi, Syiah itu sebetulnya juga macam-macam. Syiah yang paling dekat (mirip) dengan Ahlussunnah adalah Syiah Zaidiyah. Al-Qur�annya sama, Haditsnya juga sama. Lah, Syiah yang masuk ke Indonesia adalah Syiah Iran, yaitu Syiah Itsna Asyariah.

Syiah Itsna Asyariah ini menyatakan bahwa setelah wafatnya Rasulullah semua shahabat murtad, kecuali beberapa orang, seperti Sayyidina Ali, Abu Dzar al-Ghifari, Miqdad bin al-Aswad, dan Salman al-Farisi. Sedangkan shahabat-shahabat andalan Rasulullah seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Abu Hurairah, menurut Syiah Itsna Asyariyah, mereka murtad semua.

Orang Syiah biasa mengucapkan laknatullah alaihi kepada para shahabat. Bahkan, ada orang Syiah yang menyebut Siti Aisyah sebagai sundel (pelacur). Kalau sampai seperti itu mereka kurang ajar terhadap para Shahabat. Padahal dalam Hadits, jelas-jelas Rasulullah saw sangat melarang sabb as-Shah�bah (memaki Shahabat).

Jadi, dari segi kegemaran mereka memaki para Shahabat, Syiah sudah sesat?

Ya, sangat sesat. Menurut saya mereka itu dh�llun mudhillun (sesat dan menyesatkan).

Baca Juga

Lalu, bagaimana sikap kita mengahadapi Syiah ini. Apa harus diberantas?

Kalau bisa ya harus diberantas. Tapi, jangan sampai merusak. Ya ada ukurannya. Ada beberapa Habaib yang menyatakan bahwa orang-orang Syiah itu halla dzabhuhum (halal dibunuh). Kalau Sidogiri nggak. Sidogiri ikut cara Walisongo (yang tidak menggunakan kekerasan). Cara para sunan itu terbukti banyak hasilnya dalam menyebarkan Islam. Mereka tidak menggunakan kekerasan.

Salah satu pernyataan yang sering dikutip oleh orang Syiah adalah dawuh Imam Syafii: �Kalau mencintai Ahlul Bait itu dianggap Rafidhi (Syiah), maka biarlah manusia dan jin menyaksikan bahwa aku adalah orang Rafidhi�. Bagaimana menurut Kiai?

Dawuh Imam Syafii itu disalahgunakan oleh mereka. Kecintaan Imam Syafii terhadap Ahlul Bait beda jauh dengan cinta Ahlul Baitnya orang-orang Syiah. Orang Syiah itu Hubbu (cinta) Ahlul Bait tapi Bughdu Ashh�hbi Ras�lill�h (membenci Shahabat-Shahabat Rasulullah saw). Sedangkan Imam Syafii mencintai Ahlul Bait dan juga mencintai para Shahabat.

Hadits-hadits Rasulullah saw yang menyuruh kita untuk meneladani Shahabat serta tidak membenci atau memaki mereka, oleh orang Syiah tidak dipakai. Sebab, kitab Hadits yang mereka pakai adalah al-K�fi. Padahal al-K�fi itu bukan sabda Rasulullah, tapi dawuh dari imam-imamnya orang Syiah. Itupun banyak pemalsuan.

Para imam-imam Syiah, seperti Sayyidina Hasan, Husain dan Ali Zainal Abidin,  juga sangat dihormati oleh Ahlussunnah. Apa memang benar imam-imam itu menyebarkan ajaran Syiah?

Nggak... mereka itu hanya diaku-aku menyebarkan paham Syiah. Banyak pemalsuan-pemalsuan terhadap mereka. Mereka tidak bilang begitu, tapi oleh riwayat Syiah dinyatakan bilang begitu.

Jumlah Syiah di Indonesia diklaim sekitar 1 sampai 3 juta, bagaimana cara yang baik untuk memberantas paham mereka ini  menurut Kiai?

Ya didatangi ke rumahnya. Dengan cara berdialog. Tidak usah dibikin ramai-ramai. Soalnya kalau ramai-ramai nggak ada yang hasil.

Ada yang menyatakan bahwa shalat bagi orang Syiah adalah tiga waktu bukan lima waktu. Bagaimana sebetulnya hal ini?

Iya, menurut mereka waktu shalat itu adalah pagi yaitu subuh; kemudian siang yaitu shalat dzuhur dan ashar; dan malam, yaitu shalat maghrib dan isya�. Jadi, menurut mereka shalat dzuhur bisa dikumpulkan dengan ashar, shalat maghrib bisa dikumpulkan dengan isya, meskipun tidak dalam perjalanan. Jadi, hanya tiga waktu bukan lima waktu. Ajaran ini tidak sesuai dengan penjelasan Rasulullah saw terhadap perintah shalat di dalam al-Qur�an. Rasulullah saw jelas-jelas menyatakan shalat itu lima waktu.

Salah satu perbedaan tajam Ahlussunnah dengan Syiah adalah masalah nikah mut�ah. Syiah menyatakan nikah mut�ah itu halal. Sedangkan Ahlussunnah menyatakan haram. Kenapa demikian?

Memang, nikah mut�ah itu pernah dihalalkan. Tapi, itu jelas-jelas sudah dinasakh.

Apakah Kiai setuju jika MUI mengeluarkan fatwa bahwa Syiah itu sesat, seperti fatwa MUI untuk Ahmadiyah?

Syiah dan Ahmadiyah kan sama-sama sesat. Cuma, Ahmadiyah lebih parah lagi. Sampai menyatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad itu sebagai nabi. Syiah tidak sampai seperti itu. Tapi, di Syiah pun sebetulnya ada kelompok yang menyatakan bahwa malaikat Jibril salah memberi wahyu kepada Nabi Muhammad saw. Kata mereka, sebetulnya Allah menyuruh menurunkan wahyu  kepada Sayyidina Ali. Cuma malaikat Jibril salah.

Kelompok Syiah yang semacam ini jelas kafir. Sebab, seperti dikatakan oleh Sayyid Muhammad al-Maliki, orang yang meyakini bahwa Allah adalah Tuhan Yang Mahaesa, tapi ia tidak mengakui kerasulan Nabi Muhammad saw, orang ini belum Islam. Soalnya rukunnya iman itu kan iman kepada Allah, para rasul, kitab suci, malaikat, hari akhir dan qadha-qadar.

Namun demikian, Syiah secara umum nggak seperti itu.

Beberapa orang  Syiah di Indonesia membantah bahwa Syiah membenci Shahabat, shalat tiga waktu dan al-Qur�annya berbeda?

Itu bagian dari taqiyyah (menyembunyikan keyakinannya jika kondisinya tidak memungkinkan). Memang, para �kiainya� Syiah menyuruh pengikutnya untuk taqiyyah pada saat kelompok mereka masih kecil. Mereka menyuruh agar ajaran Syiah yang bertentangan dengan Ahlussunnah jangan sampai dibuka di hadapan orang lain.


Sumber: Buletin SIDOGIRI, edisi 19/Tahun II/Jum. Tsaniyah 1428

Ilustrasi
Menjelang Kiamat Semua Umat Muslim Sejati Akan Dimatikan Oleh Allah SWT Dengan Asap Lembut yang Berhembus dari Yaman. Siap Tidak Siap, Kuatkan Iman dan Taqwa.

Kiamat merupakan hari yang sangat dahsyat di mana Allah subhaanahu wa ta�aala taqdirkan terjadinya kehancuran total seluruh alam atas kehendak-Nya sendiri. Allah subhaanahu wa ta�aala yang menciptakan segala sesuatu berhak dan tentunya Maha Kuasa untuk menghancurkan semuanya. Pada hari itu gunung-gunung akan diterbangkan seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran. Bintang-bintang pada berjatuhan, unta-unta bunting ditinggalkan alias tidak diperdulikan, binatang-binatang liar dikumpulkan sedangkan lautan dipanaskan.

Sungguh, peristiwa berlangsungnya kiamat merupakan peristiwa yang sangat menakutkan dan menggoncangkan jiwa manusia. Bila kita cermati ayat-ayat Al-Qur�an yang menggambarkan peristiwa kiamat, maka kita akan segera melihat pemandangan yang sangat mengerikan. Kita tidak bisa bayangkan bagaimana manusia bisa selamat dari peristiwa tersebut. Dan memang, tidak ada yang bakal selamat dari kejadian kiamat. Hari tersebut merupakan puncak kehancuran alam raya dunia fana ini.

Berbagai kehancuran alam yang terjadi di masa lalu sepanjang sejarah manusia seringkali digambarkan Al-Qur�an sebagai bentuk azab Allah subhaanahu wa ta�aala kepada kaum-kaum terdahulu yang membangkang kepada para Nabi utusan Allah �alaihimus-salaam. Oleh karenanya, peristiwa kiamat bisa dikatakan sebagai puncak azab bagi manusia yang tersisa di saat itu. Dan hal ini selaras dengan keterangan Nabi Muhammad shollallahu �alaih wa sallam dalam haditsnya di mana dikatakan bahwa peristiwa kiamat hanya menimpa orang-orang yang jahat.

�Kiamat tidak akan berlangsung kecuali menimpa atas orang-orang yang paling jahat.� (HR Muslim 5243)

Lalu di mana keberadaan orang-orang beriman alias kaum muslimin saat kiamat terjadi? Berdasarkan hadits-hadits shohih, Nabi Muhammad shollallahu �alaih wa sallam mengatakan bahwa sebelum kiamat terjadi saat tanda-tanda besar mulai bermunculan, maka begitu sudah dekat sekali menjelang terjadinya kiamat Allah subhaanahu wa ta�aala akan mendatangkan sebuah angin sejuk yang menyebabkan setiap orang beriman menemui ajalnya saat tersentuh angin tersebut. Sebab Allah subhaanahu wa ta�aala tidak akan mengizinkan kiamat terjadi ketika masih ada kaum beriman di muka bumi walau seorangpun.

Baca Juga

�Sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta�aala akan mengutus suatu angin yang lebih lembut dari sutera dari arah Yaman. Maka tidak seorangpun (karena angin tersebut) yang akan disisakan dari orang-orang yang masih ada iman walau seberat biji dzarrah kecuali akan dicabut ruhnya.� (HR Muslim 1098)

Setelah Allah subhaanahu wa ta�aala mencabut nyawa semua orang beriman, termasuk orang yang di dalam hatinya terdapat sedikit keimanan, Allah subhaanahu wa ta�aala mendatangkan kiamat sebagai balasan atas kekufuran dan kemusyrikan yang dilakukan manusia yang masih hidup di muka bumi. Demikianlah yang dijelaskan hadits Rasulullah Muhammad shollallahu �alaih wa sallam.

Rasulullah bersabda: �Kemudian Allah melepaskan angin dingin yang berhembus dari Syam. Maka tidak seorangpun dari manusia yang beriman kecuali dicabut nyawanya� sehingga yang tersisa hanya manusia jahat yang tidak memiliki keimanan. Mereka tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk hingga syetan muncul dan berkata: �Mengapa kalian tidak memenuhi seruanku saja?� Mereka menjawab: �Apa yang kalian perintahkan pada kami?� Syetan memerintahkan kepada mereka untuk menyembah berhala. Maka merekapun mengikuti saran tersebut. Sedangkan mereka berada dalam kehidupan yang serba berkecukupan, kemudian ditiuplah sangkakala (hari kiamatpun datang).� (HR Muslim 14/175)

Maka, saudaraku, marilah kita menjaga ni�mat yang paling istimewa ini, yakni ni�mat iman dan Islam di dalam dada kita hingga akhir hayat tiba. Marilah kita beristiqomah dalam iman dan Islam, sebab kita tidak tahu kapan persisnya Allah subhaanahu wa ta�aala datangkan angin yang akan mencabut nyawa setiap mu�min tersebut. Tapi suatu hal yang pasti, marilah kita berdoa semoga ketika Allah subhaanahu wa ta�aala taqdirkan angin itu berhembus kita tidak termasuk yang dibiarkan hidup sehingga harus mengalami hari dahsyat kiamat.


�Ya Allah, yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku dalam ketaatan kepadaMu.� (HR Muslim 13/119)



Islam telah lama masuk ke bumi Papua sejak ratusan tahun yang lalu, hal ini terbukti dengan masih ada peninggalan-peninggalan ajaran Islam yang dipegang erat-erat oleh suku-suku di Papua sebagai sebuah hukum adat.

Di sebuah wilayah antara Sorong dan Papua terdapat sebuah suku di pinggir pantai, kebanyakan di wilayah itu muslimin, namun mereka tak ada lagi yang mengajarkan Islam hingga turun temurun, mereka muslim tapi tak tahu agama Islam.

Mereka sudah tidak kenal syahadat, mereka hanya mengenal satu ajaran adat, yaitu tak boleh makan babi, padahal babi adalah santapan yang masyhur di Irian, mereka menganggap itu hukum adat, padahal itu hukum Islam, dan kepala suku mempunyai satu barang yang dikeramatkan, ia adalah sebuah kotak yang menyimpan pusaka turun temurun yang dipegang oleh kepala suku dari generasi ke generasi, mereka tak tahu benda apa itu.

Baca Juga

Ketika mulai banyak para nelayan muslimin yang datang, mereka minta sebidang tanah pada kepala suku untuk musholla, maka kepala suku mengizinkan, lalu mereka berkunjung kerumah kepala suku, dalam sambutan hangat itu kepala suku menunjukkan pusaka yang disimpan ratusan tahun dan diwariskan dari datuk datuknya.

Habib Munzir al Musawa di Papua, Ketika kotak itu dibuka, maka para nelayan Muslim pun kaget dan bertakbir, ternyata isinya adalah Alqur�an yang sudah sangat tua Subhanallah. Mereka ternyata sejak berabad abad sudah muslim, namun karena mungkin tak ada para dai dai pengganti, maka ajaran Islam pun hilang dan tak lagi dikenali, tinggallah pusaka yang diwasiati turun temurun itu yang ada pada mereka, ternyata ia adalah Kitabullah, Alqur�anulkarim.

Maka kepala suku ini pun kembali memeluk Islam, tak lama kabar sampai kepada Koramil dan kecamatan yang camat dan Danramil adalah Nasrani, mereka memanggil kepala suku itu dan mendampratnya habis habisan karena telah memberi sebidang tanah untuk muslimin membangun Musholla.



Kepala suku dipaksa untuk mengusir mereka dan kepala suku tetap pada pendiriannya, maka kepala suku itu ditelanjangi hingga hanya celana dalamnya yg disisakan, lalu ia disiksa dan dicambuki dengan kulit ikan pari, Ikan pari terkenal dengan kulitnya yang penuh duri tajam yang beracun, kepala suku tetap tidak mau merubah keputusannya, ia tetap ingin mempertahankan pusaka Alqur�an dan tak mau mencabut izin untuk pembangunan mushalla. Subhanallah
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget