Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Seleb"

Aceh Bicara,Ijal Motomera Akan Hiasi Album Perjuangan "Suet Baje Gob Bloe"
Ijal Motomera
ACEH UTARA - Siapa yang tidak kenal dengan Ijal Motomera, Sosok pemuda Kelahiran Muara Batu Kabupaten Aceh Utara yang namanya melambung setelah sukses memerankan sosok Play Boy di Album Suet Baje Jih Bloe, kini pemuda kelahiran 05 September 1986 itu berada di Barisan Balee Seumike Aneuk Nanggroe (BESAN), sebuah lembaga untuk memenangkan Calon Gubernur Aceh H. Muzakir manaf - Ir. H. TA Khalid, MM yang di usung Partai Aceh.

Kini, Lawat Duet Ayu Kartika tersebut akan menghiasi album perjuangan "Suet Baje Gob Bloe" yang akan di garap oleh Tim kamoe Sajan Cek Mad (KSC) dan Buloh Teknisi.

Album perjuangan itu di garap sebagai langkah untuk mengkampanyekan Calon Gubernur Aceh H. Muzakir manaf - Ir. H. TA Khalid, MM dan Calon Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib dan Fauzi Yusuf (Sidoem Peng) lewat media VCD dalam bentuk lagu - lagu yang akan mengisahkan perjuangan dan mengajak masyarakat untuk mendukung Calon Kandidat yang di usung oleh Partai Aceh.

Ketua Tim KSC, Musfendi AR mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang dalam proses pembuatan musik untuk beberapa lagu yang akan di rilis dalam album itu.

"Ada beberapa lagu yang akan kita rilis nantinya, diantaranya Suet Baje Gob Bloe, Angke Mualem, Kamoe Sajan Cek Mad, Cek Mad Jilid 2, Puwoe Bendera, dan beberapa lagu lainnya", kata Musfendi.

Musfedni juga mangatakan bahwa selain untuk mengkampanyekan calon kandidat yang di dukung, pembuatan album tersebut juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya. (Suhelmi/Ody)



Headline7,Nyan Hai, Rambut Di Cukur, Gaya Bergek di Tempat Rehabilitasi
Gaya Bergek
Sebuah foto di Facebook yang di unggah oleh akun Luka Setiya memperlihat gaya Bergek dengan rambut pendek yang telah di cukur.

Foto itu di unggah pada selasa, 04 oktober 2016.

Foto Bergek yang menebarkan senyum amnisnya terlihat sangat bahagia, gaya kocak nya belum hilang.

dikabarkans ebelumnya,  Artis Aceh yang sedang naik daun dengan tembangnya Boh Hatee Gadoh, Bergek dikabarkan sedang menjalani rehabilitasi penyalahgunaan narkoba.

Koordinator Program Ayomi (Aceh Youth Fimily), Karimuddin M Isa, SH mengatakan, �Dia sudah dirawat lebih kurang satu bulan dan diantar oleh keluarganya sendiri, kami sangat mengapresiasi sikap Bergek dan keluarganya yang lebih cepat mengantisipasinya, sehingga dapat membantu kesembuhan lebih cepat,� ujarnya kepada Klikkabar.com. Selasa 20 September 2016.
Ia berharap Bergek tidak lagi menggunakan narkoba kedepannya, karena hal itu dapat berefek negatif untuk kesehatan dan masa depan karir Bergek sebagai penyayi dan komedian

Pria yang sudah sembilan tahun bergeliat di Dunia Kesehatan Remaja dan Narkoba ini juga mengharapkan kepada generasi muda yang lain agar dapat meniru sikap jiwa besar Bergek, untuk segera meminta direhabilitasi jika positif menggunakan Narkoba.

�Tidak ada kata terlambat dalam hidup ini, yang ada hanyalah penyesalan selalu datang terlambat, pengalaman kami banyak dari saudara-saudara kita yang pernah menjalani rehabilitasi di rumah binaan kami, dari remaja anak masyarakat biasa sampai ke anak anak pejabat, dan Alhamdulillah sampai sekarang mereka sudah bisa berkarya dan menemukan kehidupan baru bagaikan dilahirkan kembali,� lanjut pria yang akrab disapa Karim Laweung ini.

Menurutnya, hanya butuh waktu 4 sampai 6 bulan, mereka sudah Allah berikan kesembuhan ujar Karim Laweung yang saat ini aktif Di KPAD (Komisi Penanggulagan Aids Daerah Aceh) dan Ayomi ini, kami ikut mendoakan agar adinda Bergek Allah berikan kesembuhan yang cepat dan bisa beraktifitas seperti biasa.

Ia juga mengapresiasi sikap penyanyi yang juga komedian Aceh Zuhdi Bergek dan keluarganya yang dalam sebulan ini mau menjalani Rehabilitasi candu Narkoba di Yayasan Tabina Aceh Lhokseumawe. Informasi Bergek direhabilitasi menyebar luas di dunia media sosial dan di Berita Online, �hal ini dianggap wajar wajar saja mengingat penyanyi yang sedang populer dan naik daun lewat Album Boh Hate Gadoeh Ini sedang jadi Idola Remaja dan Anak muda di Aceh,� tutupnya.

Juna/klikkabar

Penampilan Joel Keudah di panggung utama Piasan Seni 2016 di Taman Sari, Banda Aceh. @Habadaily.com
Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha
bagi-bagi nomor HP
sibok habeh hana pre-pre

Itulah penggalan syair lagu milik Joel Keudah, pengamen jalanan sukses asal Aceh, saat mengisi acara Piasan Seni 2016 di Taman Sari, Banda Aceh, Minggu (02/10/2016) kemarin. Lirik dalam bahasa Aceh itu memiliki arti, "bagi-bagi nomor HP, selalu sibuk tanpa henti."

Dulunya dia kerap bernyanyi satu kafe ke keafe lainnya di Banda Aceh. Profesi ini dilakoni setelah gagal bekerja di bengkel karena jadwal terlalu padat, waktu salat pun tak sempat hingga memutuskan untuk keluar dari pekerjaan itu.

Malam itu, jam menunjukkan pukul 22.00 WIB. Ribuan pengunjung arena Pameran Pembangunan dan Piasan Seni 2016 telah memadati panggung utama. Bahkan berdesak-desakan hingga mendekat ke depan panggung.

Saat pembawa acara menyebutkan nama Joel Keudah, suara teriakan pun menggema. Penonton paling depan melambaikan tangan sembari bernyanyi penggalan lagu 'Cewek Matre'.

Wajar saja, ada banyak penonton sudah hafal dengan lirik lagu diciptakan dirinya sendiri. Sebelum dia bertemu dengan produsernya, syari yang dia nyanyikan sudah terlebih dahulu beredar di Youtube.

Selain itu, Banda Aceh dikenal dengan 1001 warung kopi, juga sering disinggahi pria kelahiran Bireuen 19 tahun silam untuk mengamen. Dia juga menjadi idola pengunjung di warung kopi. Tak sedikit, saat dia mengamen merekamnya dan diunduh ke youtube maupun media sosial lainnya.

Zulkhaidi, begitulah nama lengkapnya pada malam itu menggunakan kaos putih, jas abu-abu muda dan stelan celana jeans ketat serta sepatu. Dia pun langsung menyapa penonton, pengunjung pun menyambut musisi jalanan yang sudah merilis dua single ini dengan tepuk tangan dan teriakan histeris.

Kehidupan ini memang seperti roda berputar. Kadang bisa berada di atas dan bawah. Berkat ketekunan, konsistensinya dalam dunia seni musik membuahkan hasil manis. Dia akhirnya dilirik produser musi di Aceh.

Perjuangannya bukan dibilang mudah dalam menjalani kehidupan. Pahit getir telah dia lewati, meskipun usianya masih muda. Dia pernah harus bekerja sebaai buruh kasar, sebagai asisten tukang potong kayu hutan di gunung, hingga pengangkut kayu dari hutan dengan jarak tempuh dengan sepeda motor selama 5 jam perjalanan.

"Itu sebelum saya ke Banda Aceh, dulu waktu masih di kampung," kata Joel Keudah.

Saat diwawancara merdeka.com mengenai kehidupannya, dia sempat terdiam tanpa bisa. Tanpa disadari, air matanya berlinang. Dia mengaku kerap sedih teringat masa-sama sulitnya bersama dengan ayahnya semasa masih hidup.

"Bapak meninggal tahun 2013 silam karena sakit asma," ucapnya singkat sembari menunduk dan menyapu air mata.

Linang air mata itu bukan tanpa alasan. Dia menceritakan kepedihan hidup bersama ayahnya tinggal di sebuah gubuk ukuran 2 x 2 meter di kebun jagung. Gubuk itu jauh dari perkampungan, jaraknya sekitar 5 Km. Di situlah sejak 2011 hingga Bapaknya meninggal. Apalagi dia tinggal dan merawatnya sendiri.

Saat itu, dia masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hampir saja dia tidak bisa tamat SMP. Meskipun harus mengurus Bapaknya dan mencari nafkah untuk mengobati orang tuanya, dia tetap bertekad untuk selesaikan SMP. "Saya bekerja seperti itu untuk membeli obat Bapak," jelasnya.
Karena kondisi kesehatan ayahnya semakin memburuk, dia bahkan memutuskan untuk berhenti melanjutkan sekolah. Dia lebih memilih mengurus ayahnya lantaran sakitnya semakin parah. Hingga pada awal tahun 2013, ayahnya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit umum di Kabupaten Bireuen.

Medio Februari 2016 lalu, dia akhirnya memutuskan hijrah ke Banda Aceh. Tekadnya hanya satu, hendak mengubah nasib dan mencari pekerjaan lebih bagus.

"Di Banda Aceh saya sempat bekerja di bengkel selama 2 minggu, lalu saya keluar, karena kerja di bengkel itu waktu salat aja gak sempat, setelah keluar saya mengamen untuk menutupi kebutuhan hidup," jelasnya.

Untuk menutupi kebutuhannya, Joel Keudah mulai menjadi musisi jalanan. Hampir tiap sore dan malam, dia mendatangi tiap kafe menghibur pengunjung. Hasilnya, di mendapatkan penghasilan Rp 100.000 sampai Rp 150.000.

Setelah sekian lama menjadi musisi jalanan. Sampai juga karyanya ke telinga seorang produser lagu Aceh, Dedek KTB. Dari situ, nasibnya berubah.

"Saya bertemu dengan Bang Dedek pertengahan Agustus 2016 lalu, saya diajak untuk masuk rekaman. Saya pun sangat senang dan langsung menerima tawaran itu," imbuhnya.

Dia akhirnya merilis dua single ciptaannya sendiri, yaitu Cewek Matre dan Rindu. Dia sudah masuk dapur rekaman duet bersama dengan Cut Zuhra, artis lokal Aceh yang telah menghiasi dunia hiburan musik di Aceh. "Waktu pertama masuk rekaman, saya sempat sakit dua hari, saya syok baru itu pertama," terangnya

Sumber: habadayli

The Praak Band
Grup band lokal Aceh, The Praak Band malam ini akan menghibur warga Banda Aceh di panggung utama pagelaran Pameran Pembangunan dan Piasan Seni 2016 yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh, Selasa (04/10) di Taman Bustanussalatin (Taman Sari) Banda Aceh.

The Praak Band adalah grup band komedi Aceh nantinya akan membawa tiga lagu terbarunya. Diantaranya adalah Raja Praak, Duek Doeng dan Suka-Suka. Ketiga lagu itu semuanya merupakan hits terbaru mereka yang sudah dirilis lewat laman youtube.com.

�Insya Allah malam ini kami akan tampil dan menghibur masyarakat pada  Piasan Seni di Taman Sari,� Kata Pele, Vokalis The Praak Band.

Pele mengatakan, mereka akan tampil dengan gaya baru dan akan berkolaborasi dengan penabuh rapa�i dari komunitas seni Universitas Syiah Kuala.

�Kami akan tampil spesial nanti malam, kami nanti berkolaborasi dengan alat musik tabuh rapa�i, kami juga sudah mempersiapkan tiga lagu terbaru kami,� kata Pele.  

Pele juga mengaku, The Praak Band masih tergolong muda dalam belantika musik Aceh. Namun, mereka berharap masyarakat Aceh bisa menerima seluruh karyanya. Sekaligus dapat menghibur pecinta musik lewat lirik-lirik lagu yang kocak disertai lawakan segar yang mampu mengocok perut.

Band ini berisikan personel  Pele (vokalis), Ebone (Lead Guitar), Yuda (Drummer) dan Irvan (Bass)
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget