Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Editorial"

AMNews - Hutan Geureudong Pase Termasuk kedalam Hutan Lindung Kawasan Ekosistem Leuser berstatus hutan lindung berdasarkan hukum Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) 26/2006 dan Peraturan Pemerintah 26/2008, Hutan yang di perjual belikan berada di Kawasan Desa Pulo Meuria, Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara.

Hutan tersebut kini sudah di perjual belikan oleh Oknum Kepala kepada PT. Rencong Mas dan PT Kaye Adang, Penjualan tersebut Cuma bemodalkan SKT dari Kepala Desa yang merupakan Oknum Penjual Belikan Lahan tersebut.

Kalau hal ini terjadi, akan terjadi ekspolitasi besar-besaran seperti pembabatan hutan masal, peningkatan penebangan ilegal, kematian satwa langka seperti Macan, Badak, Gajah, dan Orangutan Sumatra. Tapi lebih dari itu, ini akan merusak ketersediaan dan kualitas air serta menciptakan banyak bencana alam seperti banjir dan tanah longsor bagi komunitas Aceh

Petisi ini meminta Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo Kementrian Kehutanan dan Plt Gubernur Aceh ir. Nova Iriansyah, Polda Aceh, Polres Kota Lhokseumawe untuk menghentikan potensi penjualan Hutan dan Juga kehancuran hutan terbesar di kecamatan Geureudong Pase. Kami juga meminta dunia internasional, yang selama ini telah mendukung konservasi dan perlindungan hutan Aceh untuk membantu dengan dukungan teknis dan finansial untuk menghentikan perusahaan PT Rencong Mas dan PT, Kaye Adang membabat hutan dengan alasan apapun, termasuk jual beli lahan secara ilegal yang di lakukan oleh Oknum Kepala.

Saya salah seorang Masayarakat Geureudong Pase Kabupaten Aceh Utara juga meminta kepada Mabes Polri, Polda Aceh untuk menangkap oknum yang menjual belikan hutan yang masuk kedalam Hutan Lindung Kawasan Ekosistem Lauser serta memproses secara hukum PT. Rencong Mas, dan PT. Kaye Adang yang telah menebang kayu dan membuka lahan tersebut.

Dugaan jual beli lahan hutan lindung di Desa Pulo Meuria, Kecamatan Geureudong Pase Kabupaten Aceh Utara. Setelah ditelusuri, dari pemantauan area lokasi lahan tersebut sebagian masuk ke Hutan Lindung sehingga sangat berdampak terhadap masyarakat Geureudong Pase.,

Sejak setahun ini telah terjadi jual beli lahan yang di duga melanggar hukum  di Desa Pulo Meuria Kecamatan Geureudong Pase, Penjualan lahan tersebut Cuma berdasarkan SKT yang di keluarkan Oleh Oknum Kepala Desa.

Informasi yang saya dapat, Oknum Kepala Desa juga ikut mengurus semua dalam hal jual beli lahan hutan lindung tersebut, sehingga banyak lahan yang di jual semua nya berdasarkan SKT yang di keluarkan oleh Oknum Kepala Desa tersebut.

Sudah ratusan hektar lahan hutan yang di jual oleh Oknum Kepala Desa tersebut tanpa mempedulikan dampak lingkuhan terhadap Masyarakat Geureudong Pase, padahal hutan tersebut sudah masuk kedalam Kawasan Hutan Lindung.

Hutan tersebut di jual Kepada dua perusahaaan, pertama PT Rencong Mas, dan PT Kaye Adang, Penjualan Kepada PT Rencong Mas Tersebut yaitu hutan yang masuk dalam Kawasan Hutan Lindung, sementara PT Kaye Adang itu malah sudah masuk kedalam kawasan hutan Desa.

PT Rencong Mas sudah mulai menebang kayu yang masuk kedalam hutan Lindung, bahkan kayu besar- besar pun sudah di tandai untuk di tebang.

Selain membabat hutan produktif tersebut, PT Rencong Mas dan PT. Kaye Adang sudah membuka lahan yang sangat luas, sehingga sangat berdampak negatif bagi keberlangsungan satwa liar serta Masyarakat Geureudong Pase.

Kini Masyarakat Geureudong Pase merasa was was, jika hujan turun, karena di khawatirkan akibat hutan sudah gundul, maka akan secara tiba tiba berdampak banjir.

Saya sangat mengharapkan dukungan kawan – kawan semuanya yang peduli terhadap dampak lingkungan akibat pembukaan lahan secara brutal dan Kecamatan Geureudong Pase Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh.

Saya mau ajak kalian minta Gubernur Aceh untuk menghentikan pembabatan hutan tersebut. Saya Minta juga Presiden Jokowi untuk memerintahkan Kepolisian untuk menangkap pelaku yang menjual Hutan tersebut. Biar tidak terjadi dampak akibat hutan sudah gundul di Kecamatan Geuureudong Pase, dan di tempat lainnya. [change.org]

Ilustrasi
AMNews - Hujan baru saja reda, jarum jam menunjukkan waktu tengah malam. Suhu udara terasa dingin hingga menusuk tulang. Seorang putri remaja duduk sembari mengutak-atik ponsel di sudut sebuah kafe di Kota Lhokseumawe, Aceh.

Seharusnya tengah malam begini, anak dara itu tidak lagi berkeliaran. Tapi ia bukan dara biasa. Ia sengaja mangkal di situ, mencari penghasilan dengan menggaet pria hidung belang.

Jangan bayangkan gadis itu memakai pakaian seksi. Ia mengenakan celana jeans agak ketat dipadu kaos lengan panjang, dan rambutnya tertutup jilbab. Terlihat sama seperti perempuan Aceh pada umumnya, hanya saja ia menggunakan celana jeans.

Sebut saja namanya Rindu (bukan nama sebenarnya). Ia sering dibawa lelaki hidung belang ke kamar hotel di pusat Kota Medan, Sumatera Utara.

Rindu bercerita kepada Tagar, mereka yang menggunakan jasa syahwatnya biasanya lelaki berusia dewasa dengan dompet tebal. Tarifnya minimal Rp 2 juta.

“Biasanya aku komunikasi melalui Facebook dan WhatsApp, melakukannya di Medan. Tidak pernah di Aceh, agar tak ada yang tahu, sehingga rahasia tetap terjaga,” ujar Rindu.

Bukan alasan itu saja. Tujuan lain menggunakan layanan jasa syahwatnya di Medan karena kondisinya lebih aman apabila dilakukan di hotel berbintang, dan apabila dilakukan di Aceh bisa saja nantinya akan kena cambuk.

Tidak Puas dengan Suami

Kasih (bukan nama sebenarnya). Perempuan berambut pirang ini tinggal di Kabupaten Aceh Utara. Ia memiliki suami dan anak. Pada tahun ini anaknya memasuki pendidikan di perguruan tinggi.

Kasih menjalani pekerjaan sebagai pekerja seks komersil (PSK) online selama dua tahun terakhir. Biasanya ia menggaet tamu dengan menggunakan aplikasi jejaring sosial Facebook dan WhatsApp. Setelah ada kesepakatan, komunikasi berlanjut melalui telepon.

Ia bercerita, terjun ke dunia gelap ini pada awalnya karena tidak mendapatkan kepuasan seksual dari suami. Berikutnya ia melakukannya untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

“Saya tidak mendapat kepuasan saat berhubungan intim dengan suami, makanya saya menjalani ini. Selain itu supaya bisa mendapatkan uang lebih, untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Kasih.

Mereka yang menggunakan jasa Kasih pada umumnya adalah pria yang tinggal di Kota Medan. Mereka bertemu di salah satu hotel di Kota Binjai, Sumatera Utara. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga rahasia tamu jangan sampai ketahuan istrinya.

Saat pergi untuk melayani lelaki hidung belang yang memesannya di Kota Binjai, Kasih mengatakan kepada suaminya, ia pergi untuk bekerja di rumah temannya selama beberapa hari.

Sekali memberikan layanan seksual, Kasih mendapatk uang Rp 2 juta, kadang kadang ada yang memberinya Rp 5 juta.

Kasih yakin suami tidak mencurigainya sama sekali karena ia sangat rapi menyimpan rahasia pekerjaannya tersebut. Apalagi anak-anaknya, sama sekali tidak tahu pekerjaannya seperti itu.

Ia juga mengaku melayani pria hidung belang lokal yang ingin menggunakan jasanya. Namun dia lebih suka dibawa ke wilayah Binjai, karena menurutnya lebih terjamin keamanannya.

    Saya tidak mendapat kepuasan saat berhubungan intim dengan suami, makanya saya menjalani ini. Selain itu supaya bisa mendapatkan uang lebih, untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kasih juga melayani pria hidung belang di rumah kawannya di kawasan Aceh Utara. Teman wanitanya itu telah bersuami, hanya saja suaminya sedang bekerja di Malaysia.

Untuk melakukan praktik syahwat di rumah tersebut, pelanggan lokalnya harus membayar Rp 200 ribu untuk satu jam, dan biaya jasa Rindu sebesar Rp 300 ribu untuk satu jam. Apabila ingin memperpanjang waktu layanan, harga tersebut tinggal diakumulasikan saja.

“Rumah ini cukup aman, karena orang tahu kawan saya itu punya suami, hanya saja kerja di Malaysia. Lagian pula di rumah itu ada anak-anaknya juga, jadi orang tidak curiga kalau kita bawa laki-laki,” tutur Rindu.

AMP - Teror 'hantu kojek' sempat santer terdengar di Kabupaten Bireuen, Aceh, di akhir 2012. Cerita hantu yang tak tentu juntrung-nya itu pernah membuat warga di kabupaten yang berjuluk 'Kota Juang' resah.

Aktivitas jaga malam gencar dilakukan saat itu, demi menyikapi teror sang hantu yang disebut-sebut beberapa kali mengusili warga. Warga juga mempersenjatai diri mereka dengan senjata tajam ketika melakukan ronda.

Saat itu, lazim ditemukan sekelompok orangtua dan pemuda berkumpul di Jambo Jaga (pos siskamling) pada malam hari. Teror hantu kojek juga mendapat sorotan dari kepolisian dan pemerintah setempat.

Polres Bireuen sempat dibuat kewalahan oleh banyaknya laporan dan permintaan dari warga agar polisi mengungkap teror hantu tersebut. Bupati Bireuen saat itu, H Ruslan Daud, meminta warga agar tetap tenang dan tidak terpancing isu hantu kojek.

Kapolres Bireuen, AKBP Yuri Karsono, bahkan menurunkan sejenis tim pemburu hantu, untuk mengungkap benar tidaknya teror yang tersebar di beberapa desa yang ada di pesisir Kecamatan Jangka dan Kutablang itu.

Menurut informasi yang ditelusuri Liputan6.com, hantu kojek muncul selepas salat magrib. Hal ini pula yang menyebabkan anak-anak tidak berani keluar rumah untuk mengaji. Ada juga warga yang memilih tidur di rumah saudara dan tetangga, karena rumahnya berada di pelosok. Warga takut rumahnya disatroni hantu kojek.

"Saya saat itu masih kelas satu sekolah menengah kejuruan. Saat itu, ketika sedang megah-megahnya hantu kojek, katanya hantu itu bisa berdiri di atas batang cabai, dan pohon pisang. Kisah kojek katanya dimulai saat ada warga yang sakit," tutur Rizki (21) kepada Liputan6.com, Selasa (4/12/2018).

Banyak cerita yang beredar mengenai bentuk dan rupa dari sosok hantu kojek. Sebagian mengatakan ia berupa pria yang hampir setengah telanjang. Ada juga yang mengatakan, hantu tersebut suka menjelma menjadi seekor kucing atau hadir dengan sosok mirip perempuan.

Hantu kojek dipercaya menyerang dan menggigit manusia untuk diisap darahnya. Hantu ini disebut-sebut suka memangsa anak perawan dan balita. Ketika dikejar, dia sulit ditangkap mata telanjang, karena bisa menghilang secepat kilat.

Seseorang yang enggan disebutkan identitasnya, kepada Liputan6.com menceritakan. Saat itu, Senin, 8 Oktober 2012, dini hari, hantu Kojek beraksi di salah satu rumah warga Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka. Warga sempat mengepung lokasi yang diduga sebagai tempat bersembunyi hantu tersebut.

"Ketika kami berhasil mengepung lokasi yang dicurigai, warga tidak menemukan hantu kojek dan hanya menemukan seekor kucing jantan warna hitam. Matanya tajam sekali," kata AY.

Selain di Kuala Ceurape, heboh hantu Kojek juga dirasakan masyarakat tiga desa lainnya di Kecamatan Jangka, yakni Desa Ceurape, Desa Pante Pisang, dan Desa Ulee Ceu.

Menggigit Leher dan Menghisap Darah

Sebelum teror hantu Kojek terjadi di Kabupaten Bireuen, Kabupaten Pidie sudah lebih dulu digerayangi oleh berbagai cerita hantu kojek menyerang warga. Itu terjadi pada 2009 silam.

Warga Desa Geunteng Timur dan warga Desa Paya Linteueng, Kecamatan Bate dibuat resah oleh serangkaian cerita berselimut gaib yang tersebar saat itu. Sebuah media cetak kala itu, bahkan secara eksklusif menulis kisah yang dialami secara langsung oleh dua orang korban hantu kojek.

Saat itu, NM, salah seorang santri pesantren terkenal sedang beristirahat di rumahnya. Ketika sedang rebahan sambil memegang telepon genggam, seekor kucing hitam berjalan ke arahnya. Belum lagi hilang penasarannya sama kucing itu, sesosok berjubah hitam merangkulnya dari belakang lalu menggigit leher NM.

Gadis itu berusaha melawan dengan membaca ayat-ayat Alquran. Akhirnya, sosok yang dipercaya adalah hantu kojek itu melepas gigitan dan menghilang. NM mengaku trauma. Ia yang sebelumnya tidak percaya kalau hantu kojek ada, akhirnya percaya.

Digigit hantu kojek juga dialami oleh FR. Dirinya mengaku disatroni hantu tersebut dalam wujud mirip perempuan berperawakan tinggi besar dan mengenakan jubah hitam. Sosok itu, kata FR, adalah jelmaan kucing warna hitam. Ketika itu FR diserang dan digigit di bagian leher.

Beruntung, setelah sekian lama bergumul dan adu jotos dengan sang hantu, FR, selamat setelah dia mengedor-ngedor pintu rumah tetangganya. Baik NM dan FR, sama-sama mengaku mendapat luka bekas gigitan setelah kejadian.

Hantu kojek di Bireuen ataupun Pidie, keduanya diyakini berkaitan erat dengan praktik ilmu hitam yang sedang dilakukan oleh seseorang. Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Pidie, saat itu, Mukhtar Wahab, dengan tegas menyuruh warga membunuh mahluk jelmaan itu jika bertemu. | Liputan6

Dome of The Rock di kompleks Masjid Al-Aqsa. (Reuters/Eliana Aponte/File Photo)
AMP - Masjid Al-Aqsa menjadi salah satu masjid suci umat Islam, selain Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Masjid tersebut berada di Yerusalem Timur, wilayah Kota Tua. Al-Aqsa turut menjadi saksi dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.

Masjid yang memiliki kubah berwarna perak itu berdiri di kompleks Al-Haram Asy-Syarif di area seluas 14 hektare. Di kompleks tersebut, terdapat Dome of The Rock, yang diyakini sebagai tempat pijakan Nabi Muhammad dalam perjalanan Isra Mikraj. Nah, masjid The Dome of The Rock inilah yang sering disangka sebagai Masjid Al-Aqsa.

Bangunan suci tersebut menjadi sumber konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Salah satu pemicu konflik adalah adanya pergerakan dari kaum Yahudi untuk beribadah di kompleks suci tersebut. Yahudi menyebut kompleks Al-Haram Asy-Syarif sebagai 'Temple Mount' atau Bukit Suci.

Berikut ini fakta-fakta tentang Masjid Al-Aqsa yang dirangkum detikcom dari berbagai sumber:

1. Jadi Tempat Pijakan Nabi Muhammad untuk Isra Mikraj

Umat muslim meyakini, Nabi Muhammad singgah di Masjid Al-Aqsa dalam perjalanan Isra Mikraj menuju langit. Tempat pijakan tersebut berbentuk batu yang kini terdapat di Dome of The Rock.

Nabi Muhammad pergi Mikraj menggunakan Buraq dan melaksanakan perintah Allah SWT untuk menjalankan salat. Selain itu, diyakini batu tersebut merupakan tempat Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih Nabi Ismail.

Dalam sejumlah hadis juga disebut Masjid Al-Aqsa menjadi masjid istimewa karena menjadi kiblat pertama umat Islam.


2. Terdiri dari Beberapa Masjid

Banyak orang mengira di kompleks Al-Haram Al-Syarif hanya terdapat Masjid Al-Aqsa. Banyak pula yang menyebut Dome of The Rock sebagai Masjid Al-Aqsa.

Faktanya, selain Al-Aqsa, di kompleks tersebut terdapat beberapa masjid, yaitu Masjid Qibly, Masjid Buraq, dan Masjid Marwan.

3. Kubah Batu Pertama yang Dibangun dalam Sejarah Islam

Dome of The Rock menjadi kubah pertama yang dibangun dalam sejarah Islam. Bangunan itu dibangun oleh Khalifah Umayyah Abdul Malik bin Marwan.

Penambahan lapisan emas pada kubah dilakukan pada masa pemerintahan Ottoman.

4. Jadi Tempat Sampah

Ternyata pada masa kependudukan Romawi, kompleks Al-Aqsa pernah menjadi tempat pembuangan sampah. Ketika itu umat Yahudi tidak diperbolehkan tinggal di kota tersebut. Setelah Umar bin Khatab berhasil membebaskan kota dari Romawi, barulah Umar menyingkirkan sampah-sampah itu dengan tangan sendiri.

Umar juga memperbolehkan kembali umat Yahudi kembali ke Yerusalem setelah berabad-abad diasingkan. (Detik)

AMP - Kemenangan besar diraih Turki Usmani dalam Pertempuran Kosovo yang terjadi pada 15 Juni 1389 itu. Dinasti Utsmaniyah pimpinan Sultan Murad I memenangkan perang melawan pasukan koalisi yang berkekuatan 60.000 tentara gabungan dari beberapa kerajaan Kristen yang terdapat di kawasan Balkan.
 
Sang sultan memang tidak terlibat langsung dalam peperangan itu. Namun, ia selalu memantau perkembangannya melalui laporan para jenderalnya. Ketika sudah dipastikan bahwa musuh telah kalah dan menyerah, Sultan Murad I segera menuju area pertempuran keesokan harinya.

Kendati menang, korban jiwa dari pihak Utsmaniyah tidak kalah banyak dengan jumlah tentara salib yang tewas. Mayat-mayat bergelimpangan di medan perang yang berlokasi di tanah lapang yang luas berjarak sekitar 5 kilometer di sebelah barat Prishtina, ibukota Kosovo, itu (Robert Elsie, Historical Dictionary of Kosovo, 2010:155).

Ketika Sultan Murad I sedang berkeliling medan perang untuk mendoakan para prajuritnya yang gugur, mayat seorang tentara Serbia tiba-tiba bangkit. Rupanya, ia pura-pura mati. Prajurit musuh tersebut menyerah dan menyatakan ingin masuk Islam.

Orang Serbia itu memohon agar diizinkan mencium tangan sang sultan. Murad I yang sedang terbawa perasaan pun memerintahkan kepada para pengawalnya untuk melepaskan penjagaan agar calon mualaf itu bisa mendekat untuk bersalaman dengannya.

Terjadilah peristiwa tragis itu tanpa bisa dicegah karena berlangsung sangat cepat. Saat bersimpuh di hadapan sultan yang berjarak sangat dekat, prajurit musuh itu secepat kilat mencabut pisau beracun dan menusukkannya ke perut Murad I (John Fine, The Late Medieval Balkans, 1994:410). Sang sultan pun wafat beberapa saat berselang.

Sultan yang Disayang Tuhan

Sultan Murad I punya julukan terkenal, Hudavendigar. Istilah ini berasal dari bahasa Persia, “Khodavandgar”, atau yang berarti “orang yang disayang Tuhan”. Hudavendigar dilahirkan di Sogut atau Bursa, salah satu kota di wilayah yang saat ini menjadi negara Turki, pada 29 Juni 1326.

Murad adalah putra Urkhan Ghazi atau yang bergelar Sultan Orhan I. Uniknya, ia lahir dari perkawinan Sultan Orhan I dengan Nilufer Hatun, putri seorang pangeran dari Bizantium atau Kekaisaran Romawi Timur, yang tidak lain adalah salah satu seteru terbesar Kesultanan Utsmaniyah dalam Perang Salib (Heath W. Lowry, Nature of the Early Ottoman State, 2012:37).

Menggantikan sang ayah yang wafat tahun 1362, Murad dinobatkan menjadi sultan ke-3 sejak Dinasti Utsmaniyah dideklarasikan sebagai kesultanan pada 1299. Sultan Murad I alias Hudavendigar dikenal sebagai sosok yang jenius, piawai meracik taktik, sekaligus seorang pemimpin yang konsisten menyebarkan dakwah Islam di wilayah-wilayah taklukan kerajaannya.

Kesultanan Utsmaniyah di bawah kendali Hudavendigar berhasil menguasai kawasan Anatolia atau Asia Kecil yang merupakan area pertemuan antara benua Asia dan Eropa, meskipun harus bersinggungan dengan Kekaisaran Bizantium dengan pusatnya di Konstantinopel (kini Istanbul) karena jarak yang relatif tidak terlalu jauh.

Tahun 1365, pasukan Utsmaniyah sukses merebut Adrianopel dari Bizantium, kota yang sangat strategis dan terpenting setelah Konstantinopel. Sultan Hudavendigar lalu memindahkan ibukota kerajaannya dari Bursa ke kota yang kelak dikenal dengan nama Edirne ini (Reinhard Stewig, Proposal for Including Bursa, the Cradle City of the Ottoman Empire, 2004:11). Selanjutnya

AMP - Matahari bersinar terik saat pasukan Amr bin Hisyam alias Abu Jahal nyaris berhadapan dengan pasukan Muslimin yang terhalang bukit di Lembah Badar. Tanah yang sebelumnya basah oleh hujan kini mengeras terkena panas. Menyulitkan langkah Amr dan pasukannya mendaki gundukan-gundukan bukit terjal berbatu. Namun amarah Amr sudah diubun-ubun. Pada 12 Maret 624 Masehi itu, dalam peristirahatan sehari menjelang perang, Amr bersumpah di hadapan sekitar 1.000 orang Quraisy Mekkah untuk menghabisi Muhammad dan pengikutnya.

“Demi Tuhan! Kita tak akan kembali sampai kita tiba di Badar. Kita akan menginap tiga hari di sana, menyembelih unta-unta, berpesta dengan minum anggur dan gadis akan bermain untuk kita. Orang-orang Arab akan mendengar bahwa kita telah datang dan akan menghormati klan Thalib pada masa yang akan datang,” kata Amr.

Kebencian Abu Jahal terhadap Muhammad dan kaum muslim sudah muncul sejak Nabi menerima dan menyebarkan wahyu pertama. Baginya, ajaran baru Muhammad bukan hanya keluar dari pakem budaya warisan nenek moyang, tapi juga menyinggung eksistensi Abu Jahal sebagai tokoh Quraisy Mekkah.

Intimidasi dan penganiayaan terhadap Nabi meningkat setelah Abu Thalib, paman sekaligus pelindung beliau, wafat pada 619. Suatu hari ketika Nabi tengah berjalan-jalan di Kota Mekah, seorang anak muda Quraisy melemparkan kotoran kepada beliau. Saat tiba di rumah Fatimah, anak perempuan Nabi yang masih kecil menangis melihat perlakuan yang dialami ayahnya. Nabi lantas berusaha menenangkan gadis kecil kesayangannya.

“Jangan menangis gadis kecilku. Karena Tuhan akan melindungi ayahmu”. Kalimat itu kemudian ditambahkan oleh Nabi untuk dirinya sendiri. “Quraisy tak pernah memperlakukan aku seburuk ini ketika Abu Thalib masih hidup,” tulis Karen Armstrong dalam Muhammad Sang Nabi: Sebuah Biografi Kritis (1991).

Hijrah

Puncaknya, pada September 622, dalam satu pertemuan yang melibatkan para pemuka Quraisy, Abu Jahal mengusulkan pembunuhan terhadap Nabi. Agar tak menciptakan dendam di keluarga bani hasyim (klan Nabi), Abu Jahal meminta setiap pemuda berpengaruh yang ada di bani-bani Quraisy turut terlibat. Dengan begitu, setidaknya setiap bani akan bertanggung jawab memberikan uang ganti darah yang memuaskan keluarga Bani Hasyim. Di sisi lain, Bani Hasyim juga tidak akan mungkin menuntut balas kepada mayoritas bani Quraisy.

Namun, persekongkolan itu telah diketahui Nabi melalui malaikat Jibril. Secara cerdik, Nabi hijrah meninggalkan rumahnya bersama Abu Bakar menuju Yastrib (Madinah). Di saat yang sama, ia mengizinkan Ali mengisi tempat tidurnya untuk mengecoh para pemuda Quraisy yang telah mengepung rumahnya.

Mayoritas penduduk Madinah menyambut kedatangan Nabi dengan hangat. Hal ini ditandai dengan kesempatan saling melindungi antara kaum muslim, Yahudi, dan suku-suku di Yastrib melalui Piagam Madinah. Piagam Madinah menandai fase awal Islam sebagai pemersatu. “Bukannya pemecah belah,” tulis Armstrong.

Meski demikian, hal ini bukan berarti konflik dengan Quraisy Mekkah reda sama sekali. Kaum Muhajirin (penduduk Mekkah muslim yang ikut hijrah) mengalami kesulitan-kesulitan mencari nafkah di Madinah. Sehingga banyak dari mereka yang menggantungkan hidup kepada kaum Anshar (penduduk Madinah yang telah memeluk Islam).

Saat itulah turun wahyu Surat Al Hajj ayat 39-40 yang mengizinkan Nabi bersama pengikutnya memerangi orang yang memerangi mereka. Ini ayat Alquran yang berisi perintah jihad.

Dengan nada yang simpatik, Armstrong berpendapat perintah jihad dalam Alquran memiliki makna yang lebih luas dari sekadar perang suci. Jihad, menurutnya, memiliki makna yang kaya sebagai perjuangan moral, spiritual, serta politik untuk menciptakan masyarakat adil dan sejahtera tanpa penindasan sebagaimana perintah Tuhan.

“Ada banyak kata Arab yang berarti perang seperti harb (war), sira’ah (combat), ma’arakah (battle), atau qital (killing) yang dengan mudah (bisa) digunakan Alquran jika perang merupakan cara pokok muslim mencapai keberhasilan,” katanya, menyindir kritikus Islam di Barat yang menyebut Islam agama doyan berperang.

Setelah wahyu tentang jihad turun, Nabi bersama kaum Muhajirin menerapkan ghazwu atau serangan demi bertahan hidup yang biasa dilakukan masyarakat Arab nomaden. Ghazwu menyasar kafilah dagang Quraisy Mekkah dengan berfokus pada upaya mengambil harta benda, hewan ternak, dan hasil dagang seraya menghindari jatuhnya korban jiwa.

Namun, serangan-serangan yang dimulai sejak 623 ini kerap mengalami kegagalan. Ini karena umat Islam memiliki sedikit sekali informasi mengenai waktu dan rute perjalanan musuh. Sehingga tidak ada kerugian dan korban yang jatuh di pihak lawan.

Pada September 623, Nabi memutuskan untuk memimpin langsung penyerbuan terhadap rombongan dagang yang dipimpin Ummayah—orang yang pernah menyiksa Abu Bakar. Lagi-lagi usaha menyergap kafilah yang membawa 2.500 unta itu mengalami kegagalan.

Pada Januari 624, insiden serius terjadi pada akhir bulan Rajab yang dianggap suci. Kala itu, satu dari tiga orang pedagang Quraisy Mekkah yang sedang berkemah di lembah Nakhlah (antara Mekkah dan Thaif) tewas terkena panah pasukan Abdullah bin Jahsy dalam sebuah misi ghazwu. Peristiwa ini dengan segera menimbulkan kemarahan dan dendam di kalangan Quraisy Mekkah. Bagi mereka, hal ini bukan saja ancaman keamanan, tapi penghinaan terhadap keyakinan masyarakat Arab yang menyucikan bulan Rajab dari peperangan.

Nabi sendiri juga tak menyangka misi yang ia perintahkan bakal menimbulkan korban jiwa. Namun, beliau tidak ingin menyalahkan Abdullah sepenuhnya. Betapapun, penindasan yang dilakukan Quraisy Mekkah kepada kaum muslim dengan cara mengeluarkan mereka dari sukunya merupakan kejahatan yang lebih serius dan melanggar nilai-nilai bangsa Arab. Di sisi lain Nabi tampaknya juga ingin “menyelesaikan” kepercayaan bulan-bulan suci masyarakat Arab yang merupakan bagian dari sistem penyembahan berhala. SELANJUTNYA


AMP- Percaya maupun tidak percaya namun fakta menyatakan jika di rutan sigli adalah istananya para napi koruptor dan narkotika.

Di Rutan sigli para terpidana korupsi dan bandar narkotika mendapat fasilitas bebas menghirup udara segar serta berkeliaran keluar kota sigli, baik untuk melakukan bisnis apapun itu maupun untuk tidur dirumah sendiri.

Dengan dalih izin menjenguk keluarga serta menyerhkan uang mulai puluhan hingga ratusan juta untuk karutan untuk mendapatkan fasilitas kebebasan berada di luar rutan.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang napi kasus narkotika yang menghuni rutan sigli,dirinya kerap berada diluar rutan sigli bahkan tetap menjalankan bisnis haramnya saat berada diluar rutan setelah dirinya memenuhi permintaan dari oknum karutan yakni memberikan uang ratusan juta rupiah sebagai kompensasi.

“ Saya sering diluar, bisa dihitung pakai jari berada didalam rutan,kecuali saat ada pemeriksaan kami disuruh pulang ke rutan entar usai pemeriksaan ya keluar lagi,kan kami sudah beri uang ratusan juta untuk karutannya “,ungkap salahsatu napi yang mendapat fasilitas kebebasan berada diluar rutan sigli.

Bukan saja fasilitas keluar masuk rutan saja di sediakan dim rutan sigli namun disini juga di sediakan fasilitas menghilang yakni napi yang memiliki hukuman tinggi akan mudah menghilang secara terang-terangan dihadapan petugas setelah menyerahkan sejumlah uang kompensasi untuk oknum karutan sigli.
Saat pemulangan 15 napi dari rutan sigli ke rutan
Bireun
Salahsatunya yakni M. Nazar napi bos narkoba ini sebelumnya dipindahkan dari lapas pulau jawa ke lapas narkotika langsa namun entah bagaimana dapat terjadi baru beberapa hari menjalani hukumannya di Lapas narkotika langsa napi M. Nazar ini dengan mudah dipindahkan ke rutan Sigli.

Namun belum satu minggu dipndahkan ke rutan sigli anehya sang napi bos narkoba ini lansung dengan mudah dapat berkeliaran diluar rutan,terakhir napi M. Nazar tidak lagi terlihat di rutan sigli setelah mendapatkan izin keluar secara ilegal dari oknum karutan sigli.

Belakangan terdengar informasi dari mulut ke mulut para penghuni serta petugas rutan napi M. Nazar kembali tertangkap oleh aparat kepolisian di pulau jawa saat melakukan transaksi narkoba.(Tim)

AMP - Seorang lelaki nampak sangat menikmati tarikan rokok yang dilinting dengan kertas rokok.

Aromanya itu yang “tidak tahan” soalnya sama dengan aroma rokok ganja. “Maaf bang, jika aromanya mengganggu,” kata Uun, di sebuah warung kopi, Kamis (23/3) sore.

Rokok yang sedang menari di lekuk jemarinya bukanlah rokok ganja, tapi rokok dengan tembakau hijau made in Gayo.

Tembakau hijau Fayo adalah tembakau linting yang mempunyai warna kehijauan dengan aroma yang khas ganja dan rasa yang smooth saat lintingan tembakau di hisap. Tembakau ini berasal dari pulau sumatera tepatnya di Aceh Gayo.

Warna hijau pada tembakau disebabkan masih muda, daun tembakau muda ini di jemur pada saat cuaca mendung atau di malam hari.

Tembakau linting ini lalu disimpan di wadah yang kedap udara dan di daerah tertentu di campur dengan humidifier agar kualitas rasa dan kelembapan tembakau tetap terjaga.

Menurut Uun, harga satu ons tembakau hijau sekitar Rp 50-80 ribu rupiah. Sama seperti rokok ganja, mengisap rokok bakong hijau juga terletak pada seni melintingnya.

Hanya saja, untuk menjaga kesehatan sangat dianjurkan untuk hidup bebas dari merokok apalagi sampai berganja. [Sumber: acehtrend.co]

AMP - Sebuah kisah nyata tentang pertemanan datang dari seorang pengusaha yang sudah mempunyai banyak cabang minimarket. Saat itu ia ingin menghadiri undangan reuni SMP.

Rasa kangen ingin bersilaturahmi sudah kuat, k kuat, karena puluhan tahun tak bertemu membuat ia tak sabar ingin segera datang dalam acara tersebut.

Iapun melontarkan keinginannya kepada sang istri. Namun sang istri kurang setuju. Istrinya tam melarang suami bertemu teman lamanya, namun sang istri punya pengalaman pada moment reuni kini dijadika  untuk ajang pamer.

Tapi pria ini tidak percaya. Kalaupun memang demikian pasti tidak dengan teman-temannya.

Tibalah tanggal dan hari undangan reuni tersebut. Sang suami pun berangkat dengan izin istrinya. Namun tumbuh rasa penasarannya. Ia pun tak naik mobil, hanya bawa motor dan memakai kaos biasa.

Sesampai disana tak ada yang berbeda. Waktu yang begitu lama telah mempertemukan teman-teman SMP nya, dan saling mengingat masa lalu, hingga tiba-tiba saling bercerita tentang kehidupan, istri, anak dan usaha yang digeluti saat ini.

Ada yang menjadi manager di sebuah perusahaan ternama, ada yang sukses dengan bisnis warisan orang tua dan mertuanya. Dari sekian banyak yang diceritakan, pria ini merasa senang semua temannya sudah sukses. Tibalah dia ditanya, bagaimana kerja dan usaha yang ia jalani.

Iapun menjawab hanya mempunyai tempat dipinggir jalan yang ia gunakan untuk berjualan buah, dari hasilnya pun sudah cukup untuk kebutuhan hidup.

Namun apa kata temannya? “Wah, hidupmu nggak asik banget, ya…!” kata si A.

Kemudian si B pun menimpali, “Tenang aja…., ini nanti kami semua yang bayar kamu nambah lagi lah, biar pernah makan enak…”.

Tak sampai disitu si C berkata, “Kasihan kamu, habis ini kita karaoke, biar aku yang traktir…”

Mendengar perkataan teman-temannya yang pongah, hatinya pun pedih. Teman-temanya yang dulu sudah berubah. Iapun ingat akan nasehat istrinya. Pria ini pun melanjutkan makan dan mengikuti acara demi acara reuni tersebut.

Hingga kemudian, selesailah acara tersebut. Dan akhirnya ia pamit pulang, tapi sebelum itu ia ke kasir untuk membayar semua makanan dan minuman tadi.

Teman-temanya yang pergi ke kasir heran, saat akan membayar tagihan. Kasir bilang, semua tagihan telah dilunasi pria berkaos tadi. Mereka pun kaget mendengarnya

Pamitlah pria ini, dan menolak untuk diajak karaoke.

“Terimakasih atas pertemuannya kawan-kawan, aku pulang dulu, mungkin lain kali sa kali saja kita bertemu lagi”

“Kok, kamu bayar semua tagihan, janganlah kita kan teman, bagilah-bagilah” teman-teman saling bersahutan.

“Ah, nggak apa-apa, uangku masih cukup kok,” katanya sambil berpamitan

Akhirnya pria ini pergi dengan kesedihan hatinya, bukan karena telah mengeluarkan uang banyak karena mentraktir temannya. Tapi karena harta semua temannya berubah. [Radarislam/ Wb]

MENYEBUT dirinya Umm Abdullah, seorang Muslimah asal Inggris yang mengenakan cadar. Suatu hari ia sedang bepergian dengan menggunakan kereta di Inggris. Saat di perjalanannya, ia mendapatkan catatan dari seorang wanita asing melalui secarik kertas. Tentu saja hal itu membuatnya terkejut.

Dalam postingan di akun Facebooknya, @Umm Abdullah menjelaskan bagaimana ia melihat seorang wanita asing yang duduk tepat di seberangnya. Ia terus menatapnya. Sebagai seorang wanita Muslim yang memakai cadar, ia mengatakan sudah biasa bila orang-orang menatap kepadanya. Mungkin karena cadarnya, tetapi dia bilang tidak keberatan. Itu mungkin bukan hal aneh di tengah islamophobia di Inggris dan Eropa secara umum.

Wanita asing yang tak dikenalnya itu duduk di depannya, selalu menghindari kontak mata, tetapi berusaha mencuri pandangan. Ia memalingkan wajah ketika Umm Abdullah menatapnya. selanjutnya

DARUL Qur’an Indonesia di Jalur Gaza menggelar workshop manajemen pengelolaan lembaga. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas aspek manajerial kelembagaan, termasuk  mengkaji  masalah atau tantangan yang dihadapi. Workshop  ini diikuti oleh para pengelola/pembina, dan segenap guru penghapal di Darul Qur’an.

Darul  Qur’an  yang membina dan mencetak para penghapal Qur’an ini telah beroperasi sejak tiga tahun lalu dengan dukungan  dana dari rakyat Indonesia. Kehadiran Darul Qur’an di Jalur Gaza, sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril rakyat Indonesia terhadap penderitaan rakyat Palestina yang hidup dibawah pendudukan dan blokade Israel sejak belasan tahun lalu.

Ketua Cabang Darul Qurán Abdillah Onim atau yang akrab disapa dengan “Bang Onim” selaku Ketua Cabang Darul mengatakan, workshop ini  diadakan dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja para pembina, dan kualitas pembelajaraan bagi para siswa, sesuai rencana yang telah disusun.

Bang Onim mengajak, semua pihak untuk meningkatkan kinerja dan tetap mematuhi aturan dan mekanisme yang sudah ditetapkan. Dia menegaskan, bahwa aktivitas di Darul-Qur’an ini semata-mata dalam rangka mencari ridha dan pahala dari Allah.

Dalam pemaparannya terkait manajemen pengelolaan Daru Qur’an Ir Jum’ah El-Najjar menjelaskan, pentingya untuk menanamkan pemahaman tentang kecintaan belajar Alquran, demikian pula mengajarkannya. Dia juga menjelaskan, urgensi kerja yang bersifat sukarela dalam bidang ini. Dia menekankan, perlunya bagi semua pihak untuk belajar dari pengalaman negara-negara Islam lainnya, khususnya dalam masalah kedisiplinan, dan penerapan akhlak yang mulia.

Konsepsi  dan tujuan

Salah seorang pembina puteri di Darul Qur’an, Ustazah Maryam El-Barsy mengatakan, sesungguhnya tugas mencetak generasi penghapal adalah tugas yang sangat mulia, di tengah pengaruh negatif kemajuan teknologi seperti televisi, dan situs-situs jejaring sosial. “Dan kita persembahkan jiwa raga kita ini untuk berkhidmat kepada Al-Quran.”

El-Barsy kemudian membahas mengenai konsep pembelajaran Alquran dan jenis-jenisnya, serta meminta pihak pengelola untuk membuka kelas khusus bagi mereka yang ingin mendapatkan sanad dalam ilmu Al-Quran.

Dia menjelaskan, tujuan pembelajaran Alquran melalui sistem halaqah (Kelompok), untuk melahirkan generasi qur’ani yang berakhlak, memahami ilmu Al-Quran serta cara membacanya melalu ilmu qira’ah yang beragam.

Dia juga membahas syarat-syarat yang harus dimiliki oleh para guru (penghapal Quran) baik dari aspek personality, kecakapan keilmuan, dan keterampilan mengajar. [Sumber: Republika]

AMP - Seorang lelaki lajang berumur 30-an, sebut saja namanya Didi, awal kerap ditanya ihwal klasik "kapan kawin" setiap lebaran. Didi selalu punya jawaban untuk pertanyaan itu untuk menunjukkan bahwa ia acuh-tak-acuh, misalnya: "Nanti, kalau Israel dan Palestina bisa hidup damai di dalam satu negara."

Namun, sebenarnya, ia tidak mau menggadaikan keutamaan berpikir dengan kehidupan rumah tangga yang, dalam kata-katanya sendiri, “prosaik.”

Jawaban alternatif lain dari Didi adalah sebaris kalimat yang dia (dan banyak orang lainnya) percaya berasal dari filsuf Yunani, Sokrates: “Apa pun yang terjadi menikahlah. Jika kamu menikahi perempuan yang baik maka hidupmu akan bahagia, tapi jika kamu menikahi perempuan brengsek, setidaknya kau akan jadi filsuf”.

“Dan saya,” sambungnya, “tak perlu pasangan brengsek untuk jadi filsuf.”

Petikan aslinya lebih metaforis. Teks Symposium hanya memacak kalimat “…penunggang kuda yang paling ahli, tak pernah memelihara kuda jinak.”).

Kutipan tersebut bisa berlaku buat laki maupun perempuan untuk menjalani kehidupan paripurna sebagai intelektual: orang-orang yang malang dalam kehidupan pribadinya lebih banyak berpikir—dan kehidupan berpasangan, dalam pelbagai bentuknya, seringkali memang jadi sumber masalah.

Kenyataannya, Sokrates memang menikah dan sebelumnya sudah menjadi filsuf. Xanthippe, istrinya, ia nikahi karena satu alasan: perempuan itu terkenal cerdas, bertemperamen tinggi, jago debat, sehingga kalau ia bisa bersilat lidah dengan Xanthippe, niscaya ia pun bisa adu bacot dengan seantero penduduk Athena.

Tapi, bisakah kemungkinan lain terjadi: menjadi pemikir, intelektual, atau filsuf tanpa perlu "pasangan brengsek" seperti dikatakan Didi?

Sejarah menjawab bisa, dengan nada optimis.

Khazanah intelektual Barat punya daftar panjang pemikir dan ilmuwan yang jadi bujangan seumur hidup: Leonardo da Vinci, Copernicus, Newton, Hume, Descartes, Leibniz, Voltaire, Spinoza, Pascal, Immanuel Kant, Nikolai Tesla, dan banyak lagi.

Sains, etika, pengetahuan modern—dari empirisisme, rasionalisme, hukum gravitasi, prinsip negara hukum, hingga listrik dan komputer—sebagian berasal dari buah pikiran orang-orang yang memilih jalan pedang untuk terus seorang diri sepanjang hayat. Baca selanjutnya

Salah satu adegan dalam film Lawrence of Arabia. Foto/Columbia Pictures
AMP - Pada 1910, Tom lulus dengan nilai memuaskan dari Jesus College. Ia belajar sejarah dan agama di perguruan tinggi yang dinaungi Universitas Oxford di Inggris itu. Tesisnya berjudul The Influence of the Crusades on European Military Architecture to the End of the 12th Century menunjukkan betapa Tom menyukai topik perang salib yang mempertarungkan dua kubu utama: Kristen dan Islam.

Thomas Edward (T.E.) Lawrence memang dibekali ilmu agama yang cukup kuat. Sejak kecil, Tom sangat aktif dalam berbagai kegiatan religi dan kerap menjadi pengiring mazmur kudus di gereja dekat rumahnya yang kini dikenal dengan nama Gwynedd, Wales, di wilayah Britania Raya.

Siapa sangka, orang British tulen ini nantinya menjadi sosok yang sangat berpengaruh dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Arab dari penguasaan Kesultanan Turki Ottoman. Terlepas dari bagaimana cara dan upaya yang dilakukan Tom alias Lawrence, ia adalah salah satu penyebab utama pecahnya Revolusi Arab yang pada akhirnya berujung pada kemunculan kerajaan Arab Saudi.
Mengakrabi Tanah Arab
Lawrence sudah mengenal Timur Tengah sejak usia 22 tahun. Pada tahun terakhir dekade pertama abad ke-20, ia berlayar ke Beirut yang sekarang menjadi ibukota Libanon. Lawrence menguasai berbagai bahasa asing, termasuk Prancis, Jerman, Latin, Yunani, Arab, Turki, Suriah, dan masih banyak lagi, yang membuatnya cukup mudah diterima di berbagai negeri yang dikunjunginya.

Sebagai lulusan sejarah, Lawrence mula-mula bekerja sebagai arkeolog di beberapa negara di kawasan Timur-Tengah hingga Afrika Utara. Dilibatkan oleh para ahli dari British Museum, ia beberapa kali terlibat proyek penggalian benda-benda bersejarah di Suriah, juga di Mesir, sampai mendekati 1914.

Perang Dunia I yang dimulai sejak 28 Juli 1914 menyeret Lawrence ke persoalan yang lebih serius. Sebelum perang meletus, ia diminta militer Inggris dari Imperium Britania untuk melakukan observasi di Gurun Negev (Najib). Padang pasir di wilayah Israel dan Palestina itu memang merupakan jalur strategis, dan segala informasi tentangnya akan sangat berguna bagi Inggris.

Gurun Negev menjadi akses utama tentara Turki Ottoman jika hendak melakukan serangan. Kekhalifahan Turki Ottoman adalah penakluk jazirah Arab saat itu. Hampir semua wilayah di Timur Tengah berada di bawah penguasaannya, dan Inggris atau Britania Raya tentunya punya kepentingan di situ, selain keterlibatannya di Perang Dunia I.

Tanah Arab waktu itu masih dihuni oleh klan-klan yang justru saling berperang satu sama lain. Yang terbesar adalah Bani Hasyim yang juga klan sang Nabi Muhammad. Klan Hasyim ini menjadi penguasa di Mekkah dan Madinah (atau Hejaz). Sedangkan Klan Saud atau Bani Saud berkuasa di Najd, yang masih berada di kawasan Arab Saudi sekarang.
Memuluskan Ambisi Barat
Bagi Inggris, Bani Hasyim yang memimpin Hejaz sangat penting. Dalam situasi krusial Perang Dunia I, penguasa Hejaz adalah Sharif Hussein yang diangkat sebagai Emir (atau Gubernur) Mekkah oleh Turki pada 1909. Tanpa campur tangan Inggris sekali pun, kerajaan-kerjaan di jaziarah Arab sebenarnya sudah mulai tidak nyaman dengan status mereka sebagai bawahan Kekhalifahan Ottoman di Turki.

Salah satu penyebabnya adalah kemunduran Ottoman yang dianggap dipicu oleh penetrasi kebudayaan modern. Terkepung oleh kemajuan Eropa, Ottoman memang mulai menyurut pengasuh dan ketangguhannya. Salah satu usaha untuk memperkuat Ottoman adalah memulai pendekatan modern dalam berbagai bidang, dari pendidikan hingga persenjataan. Inilah yang membuat Ottoman, dipandang dari Arab, menjadi dekaden karena dianggap mulai menjauhi nilai-nilai Islam.

Diperumit oleh kemunculan sentimen nasionalisme Arab, maka cikal bakal perlawanan bangsa Arab kepada Ottoman pun kian tak terbendung. Dan Inggris, sebagai lawan Ottoman di Perang Dunia I, melihat hal itu dengan jeli. Inggris, bersama Prancis, menganggap menghapus pengaruh Turki di jazirah Arab sebagai keniscayaan jika ingin memperluas kekuasaan dan pengaruh di Timur Tengah.

Benih-benih terhadap Turki Ottoman sudah muncul sejak 1915. Pada bulan Maret tahun itu, Sharif Hussein mengirimkan anaknya yang bernama Faisal untuk bergabung dengan Jami’yah Arabiyah Fatat. Ini adalah gerakan di Suriah yang bertujuan menggalang kekuatan untuk melawan pemerintahan Turki Ottoman (Weldon Matthews, Library of Middle East History, Volume 10, 2006:15).

Peluang ini pun tidak disia-siakan oleh Inggris. Diutuslah Lawrence untuk menemui Sharif Hussein. Lewat Lawrence, Inggris menjanjikan sebagian besar wilayah Arab akan menjadi milik Sharif Hussein jika ia segera mengumumkan perlawanan terhadap Turki Ottoman. Inggris juga siap membantu dana perang dan persenjataan lengkap (Pascal Menoret, The Saudi Enigma: A History, 2005:81).

Tapi, Inggris rupanya sudah menyiapkan strategi lain. Iming-iming untuk Sharif Hussein itu sebenarnya cuma akal bulus belaka supaya Inggris memperoleh tambahan kekuatan untuk melawan Turki Ottoman.

Tanpa sepengetahuan Sharif Hussein, Inggris pada 1916 itu juga meneken Perjanjian Sikes Piccot dengan Prancis. Isinya, wilayah Arab nanti akan dibagi dua. Inggris mendapatkan Irak, Yordania, Haifa (Israel), dan sekitarnya, sementara Prancis diberi Suriah dan Libanon. Adapun sebagian besar wilayah Palestina akan berada dalam kontrol bersama (Gordon Martel, A Companion to International History, 2008:134).

Selain itu, Inggris juga menandatangani Perjanjian Balfour yang isinya memberikan hak kepadaYahudi internasional untuk mendirikan negara zionis di Palestina jika Turki Ottoman sudah dikalahkan. Hal ini diberikan Inggris karena kaum zionis berhasil membujuk Amerika Serikat membantu Sekutu melawan kubu Jerman di Perang Dunia I.
Pecah-Belah Timur Tengah
Pada 16 Oktober 1916, Lawrence atas perintah Inggris menemui tiga putra Sharif Hussein yaitu Ali, Abdullah, dan Faisal. Lawrence berusaha mendekati secara personal anak-anak sang emir, terutama Faisal, yang dinilai sebagai calon terbaik untuk memimpin Revolusi Arab.

Di sinilah peran krusial Lawrence bermain. Ia benar-benar membaur dengan kehidupan orang Arab agar bisa menarik hati Faisal dan saudara-saudaranya. Lawrence mempelajari Islam, sering menghadiri majelis kajian agama, dan menerapkan tradisi muslim seperti berpakaian Arab atau mengucapkan salam (Claire Chambers, Britain Through Muslim Eyes, 2015).

Lawrence pun akhirnya terlibat dalam banyak insiden melawan Turki Ottoman yang terjadi berbagai tempat. Ia menjadi penasihat militer kepercayaan Faisal. Pengaruh Lawrence amat strategis sehingga orang-orang Arab segan dan mendengar saran-sarannya dengan penuh kepercayaan.

Dibantu persenjataan oleh Inggris, dan dikawani oleh Lawrence, militer Hejaz memperoleh rentetan kemenangan atas Turki Ottoman dalam peperangan sepanjang tahun 1916-1918. Peran Lawrence tidak hanya di Mekkah atau Madinah saja, ia juga menjadi aktor kemenangan di berbagai tempat lain, termasuk Suriah dan Mesir. Salah satunya adalah Pertempuran Damsyiq yang berhasil merebut Damaskus dari penguasaan Turki Ottoman.

Lawrence pula yang dengan cerdiknya mengusulkan agar orang Turki dibiarkan melakukan pengepungan Medinah agar militer Arab bisa merusak jalur kereta api yang menghubungkan Turki dengan Hejaz. Jalur yang dibangun untuk memudahkan, terutama, perjalanan haji dari Turki ini sangat strategis karena menjadi alat transportasi logistik tentara Turki. Begitu jalur kereta bisa dirusak dan diganggu, kekuatan Turki pun pelan-pelan merosot.

Seluruh pasukan Turki Ottoman akhirnya berhasil dipukul mundur pada 27 September 1918. Itu berarti, misi Inggris (bersama Prancis) untuk menguasai Jazirah Arab hampir pasti tercapai, berkat andil besar Lawrence, yang segera pulang ke Inggris setelah tugasnya selesai.

AMP - Media sosial dihebohkan dengan penampakan manusia kerdil yang di temukan oleh pemotor trail di hutan pedalam aceh. dalam video tersebut terlihat sosok manusia kecil tanpa berpakain dengan tongkat kayu di tangan berlari ke semak-semak begitu melihat para pemotor trail.

Sosok tersebut di duga suku mante yaitu suku yang mendiami hutan aceh. pada 18 desember 1987 harian kompas sempat menulis artikel tentang keberadaan suku mante. seperti yang di ungkapkan oleh ' Gusnar efendy' seorang pawang hutan bahwa suku maante hidup di pedalaman Lokop Aceh timur, Di juga pernah bertemu dengan mereka(suku mante) di hutan-hutan oneng, rikit gaib, pintu rimba kabupaten aceh tengah dan aceh tenggara.

"Umumnya suku Mante tinggal di gua-gua, celah gunung, dan pinggiran sungai, lembah " kata Gusnar efendi seperti yang di kutip harian kompas edisi 18 desember 1987 lalu.

Suku mante ini memiliki ciri-ciri berbadan kerdil dengan panjang 90 cm sampai 1 meter , sebagian dari mereke berte-lanjang dan memiliki rambut panjang terurai sampai pantat.

Tubuh merekan berotot dan kasar memiliki wajah persegi dengan dahi bentuk balok. hidung pesek, kedua alis mereka bertemu di pangkal hidung dan mereka berkulit yang cerah.

Di kutip dari wikipedi suku mante merupakan etnis tertua dan bersam suku lainnya merupakan cikal bakal etnis-etnis yang mendiami aceh saat ini.

di lansir dari berbagai sumber, (Dikutip: uctalks.ucweb.com)

AMP - Pernahkah anda mencari tahu tentang latar belakang Joko Widodo alias Jokowi yang sesungguhnya ? Tahukah Anda siapa dia 2 – 30 tahun lalu? Tiba-tiba saja, tanpa banyak diketahui oleh rakyat banyak, nama Jokowi mendadak tenar, populer dan disanjung-sanjung oleh kelompok tertentu.

Mengapa Media Massa terutama TV secara gegap gempita mencitrakan Joko Widodo? Tapi tidak pernah sedikitpun mengulas tentang Oey Hong Liong?

Oey Hong Liong, siapa yang kenal Oey Hong Liong? China solo ini memang selalu ditutup-tutupi media massa. Dia tidak lain adalah ayah kandung Joko Widodo.

Ternyata mantan walikota Solo ini selain keturunan china, ternyata yang lebih parah adalah menjadi antek China. Jokowi bersahabat akrab dengan para Hoakiau (China Perantauan di Asia Tenggara).

Bahkan dana kampanye Gubernur DKI terakhir juga didanai dari para Hoakiau yang mayoritas adalah para Konglomerat hitam tersebut.

Tahukah anda, bahwa menjelang Pilgub DKI lalu ada ratusan anak muda tiap hari bekerja di sebuah gedung di kawasan TB Simatupang? Lantas, apa kerja mereka?

Mereka tergabung dalam Jokowi-Ahok Social Media Volunteers (JASMEV) atau yang dalam bahasa kita berarti Relawan Sosial Media untuk Jokowi-Ahok, dengan koordinatornya adalah Kartika Djumadi. Operasi mereka di dunia maya, melalui status dan komentar di facebook, twitter, dan kolom-kolom komentar berbagai media daring.

Media massa milik orang china dan kafir, baik berupa TV, radio, media cetak, apalagi daring (online) secara gila-gilaan setiap hari bahkan setiap detik memberitakan kiprah Jokowi.

Banyak media terkemuka seperti detik.com, kompas.com, dan lainnya, dalam setiap harinya menurunkan puluhan berita aktivitas Jokowi dan pernyataan-pernyataannya yang “”Lugu”” dan “”Sederhana”” itu.

Jika ada pernyataan tokoh yang mengkritik, serta mereka akan bereaksi. sebut saja mantan Ketua Umum Muhammadiyah Amin Rais yang habis dibully setelah berkomentar negatif tentang Jokowi. Bagi mereka Jokowi pantang dikritik demi target mereka hingga Jokowi menjadi RI-1

James Riadi jokowi clintonDan ada satu lagi Konglomerat China Kafir pemilik Lippo Group yang aktif  mendirikan 1000 sekolah Kristen sebagai praktik terselubung KRISTENISASI melalui bangku pendidikan. Salah satu contoh korban kristenisasi melalui sekolah kristen ini adalah PAULUS CAHYONO, pelawak yang dikenal dengan sebutan: CAHYONO, namun Alhamdulillah beliau tersadar dan kembali pada fitrah Islam.

Adapun konglomerat china kafir pemilik Lippo group pendiri 1000 sekolah kristen ini adalah James Riyadi, yang juga pemilik koran Suara Pembaharuan, masih tetap terus berusaha menunjukkan dirinya tetap eksis dengan ide Awie (Jokowi) sebagai Presiden 2014.

Dan, donatur utama mereka, Gerombolan Cina Kristen Hoakiau ini sangat berbahaya. Setelah mereka menguasai 70% perekonomian nasional dan sejumlah TV Swasta terkemuka, kini giliran mereka ingin menguasai negara melalui PINTU BEBERAPA PARTAI POLITIK.

Tak heran jika TV terkemuka milik China Kafir ini habis-habisan mencitrakan Jokowi agar Jokowi yang 100% China ini menjadi RI-1. Jika hal ini sampai terjadi, maka tidak menutup kemungkinan di masa depan Presiden NKRI berasal dari keturunan China Kristen dan NKRI menjelma menjadi SINGAPURA KE DUA, dimana meski mayoritas Indonesia adalah 88% Muslim tapi pemerintahan dan kebijaksanaanya dikuasai oleh K A F I R.

Maka dari itulah para konglomerat China Kafir Hoakiau ini sangat benci sekali pada KPK, karena dengan adanya KPK maka langkah mereka sedikit terhambat, tidak bisa “”MELOBY”” dan “”MELICINKAN”” gerak mereka menyuap pemerintah untuk keuntungan dan bahkan merampok uang rakyat.

Kita ambil contoh saja banyak sekali china kafir Hoakiau ini merampok dana BLBI yang totalnya mencapai 560 Trilyun !!! Sehingga utang pokok dan bunga 80 Trilyun ini DIBAYAR OLEH RAKYAT, MEMAKAI UANG RAKYAT MELALUI APBN sampai 2032.

Dan sebagian kecil yang sangat kecil dari rampokan itu digunakan untuk mengatur & mengendalikan NKRI

Contoh: US$.25 Juta digelontorkan untuk bantuan tahap awal kepada Calon Pemimpin Keturunan China yaitu Jokowi-Ahok dalam PilGub DKI

Dan setelah itu bantuan tahap ke dua sebesar US$.20 Juta untuk menjaga popularitas Jokowi-Ahok dengan bekerja sama dengan Media Massa yang notabene adalah mayoritas milik China Kafir juga

Mengapa para Konglomerat Hitam Hoakiau ini masih peduli & ikut campur siapa yang menjadi penguasa RI?

1. Karena Mereka ingin kembali kemari untuk merampok lagi
2. Indonesia merupakan surga bagi para perampok berkedok bisnisman & konglomerat hitam
3. Kekayaan alam, pasar yang luar biasa besar, 270Juta Penduduk
4. Lemahnya penegakan hukum, pejabat yang mayoritas dapat disuap adalah merupakan kombinasi yang indah untuk “MERAMPOK UANG RAKYAT”

Salah satu bukti kebencian 25 Buron BLBI Hoakiau Kafir kepada KPK adalah KPK mulai mengambil alih kasus BLBI yang sudah “DIHENTIKAN” selama 10 tahun lebih ini. Dan KPK memulai dengan memanggil Kwik Kian Gie

Jika diperhatikan, banyak sekali sekarang caleg berbagai partai berlandaskan demokrasi yang mengusung China Kristen Kafir menjadi caleg mereka, JIKA ANDA MENCOBLOS MEREKA, MAKA INI AKAN BERALAMAT MASALAH TIADA AKHIR.

Stanley Bernard Greenberg (Yahudi AS), konsultan Politik, Pllster, ahli strategi pemenangan Pemilu – PilPres berada dibelakang suksesnya rekayasa

Dahulu kita semua tahu bagaimana kebijaksanaan Presiden Soekarno terhadap para China kafir ini, namun mengapa semua itu justru dilanggar oleh putrinya sendiri? Malah Kwik Kian Gie dijadikan Mentri Perekonomian?

Lalu Zhang Wan Xie, atau Basuki Indra atau Basuki Tjahja Purnama atau AHOK yang mantan mafia dan koruptor di BelTim pun diusung oleh salah satu Putri Bung Karno menjadi Pejabat di Ibukota NKRI???

Bahkan investor dari China pun ditinggal oleh AHOK saat rapat dan rapat berlanjut seolah-olah investor dari China memimpin rapat dan memerintah ini dan itu kepada pemerintah anggota rapat lain

Sekedar tambahan, Jokowi ini disamping pernah melakukan ritual syirik saat memandikan mobil Esemka agar menyajikan sesajian sebagai tumbal agar dapat menolak bala dan mendatangkan rejeki serta kemudahan, ternyata Jokowi selama menjabat sebagai Gubernur pun tidak pernah mengujungi Majelis Taklim, menemui ulama, apalagi mendengar masukan dari ulama.

Jokowi tidak pernah berkomitmen terhadap Islam dan tidak pernah berhubungan dengan komunitas Islam. Bahkan Jokowi tidak pernah membangun Masjid meski sebelumnya sudah berjanji akan mendirikan masjid, yang ada malah AHOK merubuhkan Masjid tanpa permisi pada rakyat sekitar, apalagi ulama.

Maraknya pencitraan media massa ini persis saat SBY hendak jadi Presiden, Mentri Pertahanan Amerika mengunjungi SBY tapi tidak mengunjungi Mega yang saat itu masih jadi presiden???

Dan usai itupun segenap media massa seolah digerakkan untuk mengangkat SBY hingga SBY menjadi presiden, tapi apa hasilnya setelah SBY menjadi presiden???

Yang terjadi nyata adalah: Nazaruddin, Angelica Sondakh, Anas Urbaningrum, Ibas, Boediyono, Sri Mulyani, dll.

Perlu diketahui bahwa untuk iklan kurang dari 1 menit, harga yang perlu dibayar adalah sekitar lima juta rupiah. Lalu berapa kali iklan ditayangkan dalam 1 hari? dan berapa hari iklan itu keluar terus menerus?

Apalagi ini tidak hanya muncul dalam iklan, tapi berita utama, seluruh media TV, koran, Radio, bahkan dalam acara khusus yang durasinya lebih dari 1 jam. Berapa dana yang dikeluarkan?

Sumber: Islam Terbukti Benar

DIALOG APA KARYA DENGAN WARTAWAN TBC NEWS

Wartawan (W)
APA Karya (AK)

W    : Peuhaba Apa lawet nyoe
AK   : Alhamdulillah haba get

W    : kiban meunurot droeneuh Pilkada dan pasca Pilkada di Aceh kalinyoe?
AK   : meunurot lon pada umum jih Pilkada seluruh daerah di aceh berjalan dg jujur, aman dan tertib walaupih na insiden lagei di kec peukan baro pidie.

W     : peu insiden nyan Apa?
AK   : anggota PPK di kneuk olah form C1... di beudeh pendukung kandidat laen di cutiet sige sapo ka payah tameng UGD!

W     : ooo meunaan... man meunurot droeneuh paken sampe na PPK di kecamatan yg nekat maen curang lageinyan...
AK    : hehehehe... nyan ka troe dipajoh diekeuneuk muntah baksot han mungken le dan na kandidat gubernur yg ka panik atawa hana siap talo... mental awaknyan siap meunang tapi hana siap talo, meunye bahasa lawetnyoe dikheun hana kesatria!

W     : tapi di peugah le adi laweung na kejanggalan kiban pendapat droeneuh!
AK    : hai kiban cara kejanggalan... peu dipeugah lempapnyan bohku ih!

W      : dipegah le adi laweung na yg janggal dan kecurangan!
AK    : meunye meunan haba... bah kukhem siat....... hehehehehe... beh kiban cara curang... KIP propinsi ata di peuduek le awaknyan, KIP kabupaten dan kota ureung dipeuduek le awaknyan, PPK dikecamatan ureung dipeuduek le awaknyan... troh bak PPS digampong ureung yg direkomendasi le awaknyan!

W     : oooo menan Apa... man peu cit yg beutoi meunurot droeneuh!
AK    : uroenyoe awaknyan merasa janggal karena hanjeut di olah sapeu, celah utk peubuet curang ka ubit, seubab PPK dikecamatan dikumiet dan di awasi 24 jeum oleh pendukung2 kandidat yg laen... asai na dikeuneuk olah dilantak saja! lagei kejadian baroe di kec peukan baro pidie! PPK di seuop le pendukung abu syik!
peu janggal bohyah dih... nyan keuhnyan lagei lon peugah yg janggal!

W     : na isu lom menye talo Muzakir manaf, aceh nyoe prang lom... nyan chi neu komen bacut!
AK   : hehehe... awaknyan cit ka sokmok... ka panik istilah jameun nyoe... nyan yg pah keudeh u jalan kakap lampriek ta intat!

W     : nyoe serius Apa lon tanyong bek neu meukra... nyoe gawat bak hi!
AK    : beh ka nyoe serius cit lon peugah! meuye awak si manah di jak peukaru aceh gara2 talo PILKADA nyan berarti awaknyan ka pungo atawa ka keunong sawan bui!
meunye bit dipeukaru aceh gara2 hana didukong le rakyat untuk duek ke geubernur nyan lon siap ku impor senjata lom u aceh!

W     : berarti droeneuh mendukung untuk peukaru aceh cit apa?
AK    : ken meunan... lon dan bansa aceh yg laen akan bloe senjata untuk ta bagi2 tiep2 rumoh, SIKREK AK-47/KK utk bela droe meunye di ancam le awak yg ka pungo nyan!

W     : man kiban ngen TNI-POLRI... peu di bri idin?
AK    : soai dibri idin atau han nyan urusan dilikot! man adak jeut bek sampe di jak peukaru aceh gara2 talo PILKADA... nyan rakyat aceh sep brat bungeh! kaleuh awai ta meu prang yg na hase cit aneuk yatim ngen inong jada... yg na asai ka toe Pilkada limong thon sige meukat bintang beuleun ngen UUPA... "demi agama ngen UUPA" nyan sabe dipeugah bak rakyat! dipike le awaknyan rakyat aceh uroe nyoe manteng bangai lagei awaknyan!

W     : bacut treuk Apa lon tanyong, droeneuh sebagai kandidat cagub nyoe ken ka talo... kiban ka neuteurimong droeneuh talo lam PILKADA?
dan meunurot droeneuh soe yang layak kalinyoe jeut keu gubernur aceh!
AK   : Ooo lon santai manteng... tanyoe harus sportif... nyan ka lon teurimong ngen lapang dada... sebab memang awaknyan hanapat olah kalinyoe!
dan gubernur yg layak utk aceh kalinyoe meunurot lon IRWANDI-NOVA nyan layak... tarmizi karim layak cit cuma dit perolehan suara... nyoe demokrasi pilihan na bak rakyat aceh bek ta jak ancam2 atawa intimidasi... rakyat ka glak keu ureung2 set... muka2 set... yg na le cit janji, meusaboh tan troh!

W     : kajeut meunye meunan Apa, lon kalon droeneuh pih ka seumeungeup peu hana neu eh beuklam?
AK   : beh digata peu nyan ta tanyong... kiban ta eh awai2 that inong muda that manteng! hehehe...

W     : oke lah Apa lon lakei idin keuneuk jak u Banda siat keuneuk wawancara ngen Mualem - TA.Khalid! bek sang2 berita lon memihak salah saboh kandidat!
AK   : jeut... nyan beu get2 kateumanyong bak mualem... bek ditampa keuh euntreuk... jih sep juah, ngen manok meuaneuk leubeh juah jih!

W     : get apa!
AK   : nyan hase wawancara ngen mualem bek teuwe ka kirem bak WA lon beh!
W     : jeut apa!
AK   : Ngon awak keumala bek ka meu ayang

Dikutip dari salah satu pengguna Facebook

Foto: towardsthehumancity
AMP - Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung, mengatakan, kebangkitan Islam terlihat ketika para pemuda berbondong-bondong memenuhi masjid untuk solat shubuh berjamaah.

“Terutama pemuda di Bandung harus mempunyai semangat untuk tunaikan semangat berjamaah di masjid,” kata Ridwan Kamil dalam siaran persnya seperti dikutip dari Antara News, usai shalat shubuh berjamaah di Masjid Besar Ujung Berung, Bandung, hari Ahad (12/2/2017) kemarin.

Kang Emil, begitu panggilannya, menuturkan, shubuh merupakan salah satu waktu optimal untuk menyampaikan pesan karena menurutnya ketika shubuh otak manusia belum termanipulasi oleh hal-hal negatif.

“(Shubuh) Fokus untuk menerima pesan ketimbang siang hari, karena setelah siang otak kita akan terbagi fokus sesuai dengan kegiatan kita masing masing,” ucap Kang Emil.

Ia menerangkan kepada jama’ah, bahwa segala sesuatu perbuatan harus dilandaskan oleh niat, dan setiap niat harus dilandaskan untuk beribadah .

“Segala sesuatu berdasarkan niat, hidup itu perjuangan segala sesuatu harus berdasarkan ibadah,” kata Ridwan Kamil

Ia pun berpesan kepada jamaah yang hadir di masjid tersebut agar senantiasa bermanfaat bagi manusia lainnya atau minimal dapat menyenangkankan bagi sesama.

“Sebaiknya-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya, kehadirannya dirindukan, kedatangannya dinantikan,” demikian Kang Emil. []

Sumber: islampos.com

AMP -Tidak sedikit umat Islam yang mengucapkan selamat natal. Fenomena itu ditangkap oleh Dr Zakir Naik. Ia menjelaskan mengapa mengucapkan selamat natal dilarang. Ia pun kemudian membuat sayembara, jika ada yang bisa menjawab pertanyaannya, ia siap masuk Kristen.

“Ketika Anda mengucapkan selamat natal, sebenarnya Anda telah melakukan pengakuan (na’udzubillah) bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melahirkan seorang anak pada 25 Desember. Biarkan kami mengoreksi mereka ketika Anda mengucapkan selamat natal kepada teman kristiani. Anda memberikan pengakuan. Anda memberikan kesaksian bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melahirkan seorang anak pada 25 Desember,” kata Dr Zakir Naik menjelaskan.

Lalu, apa sayembara dari Dr Zakir Naik?

“Jika natal tiba, tanyakan saja kenapa Anda merayakan natal, mereka akan menjawab bahwa ini adalah kelahiran Jesus. Siapa itu Jesus? Mereka menjawab, Jesus adalah Tuhan yang Maha Kuasa. Langsung saja Anda memulai dakwah: tak ada satu pun pernyataan yang jelas di seluruh Alkitab bahwa Jesus sendiri berkata ‘aku adalah tuhan dan sembahlah aku’. Jika ada seorang Kristen yang bisa menunjukkan aku bagian manapun di alkitab, pernyataan yang jelas di seluruh alkitab, pernyataan yang jelas bahwa Jesus mengatakan bahwa aku adalah tuhan dan sembahlah aku, maka saya siap masuk Kristen.”  (Tarbyh)

A general view shows smoke rising from buildings in Aleppo’s southeastern al-Zabdiya neighbourhood following government strikes on December 14, 2016.
Shelling and air strikes sent terrified residents running through the streets of Aleppo as a deal to evacuate rebel districts of the city was in danger of falling apart.
/ AFP / STRINGER (Photo credit should read STRINGER/AFP/Getty Images)
AMP - Perang akhir zaman yang disebut sebagai al Malhamah al Kubra merupakan sebuah pertempuran paling dahsyat yang pernah terjadi di muka bumi antara pasukan kaum beriman melawan kaum kafir, antara pasukan yang dipimpin oleh Imam Mahdi melawan Dajjal. Dikarenakan kedahsyatannya, pembantaian berakhir dengan korban yang sangat besar di kedua belah pihak. Bahkan kaum kafir sampai merilis film berjudul “Armagedon” yang merupakan gambaran perang akhir zaman versi mereka.

Dari Abu Hurairah ra., telah bersabda Rasulullah Saw.,

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga bangsa Romawi sampai di A’maq atau Dabiq. Kedatangan mereka akan dihadapi oleh sebuah pasukan yang keluar dari kota Madinah yang merupakan penduduk bumi yang terbaik pada masa itu. Apabila mereka telah berbaris (dan berhadap-hadapan untuk berperang), bangsa Romawi akan menggertak: “Biarkan kami membuat perhitungan dengan orang-orang kami yang kalian tawan (maksudnya adalah bangsa Romawi yang telah masuk Islam)!” Mendengar gertakan itu, kaum muslimin menjawab: “Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kalian mengusik saudara-saudara kami!”

[HR. Muslim]

Dabiq adalah nama sebuah kampung yang berjarak empat farsakh dari Kota Halb (Aleppo), termasuk dalam distrik ‘Azaz. Ghuthah adalah sebuah daerah di negeri Syam yang dikelilingi oleh gunung-gunung yang tinggi, sungai-sungai, dan hutan yang lebat. Di kawasan inilah terletak Kota Damaskus.

Ada beberapa faktor yang berkemungkinan menjadi penyebab dipilihnya wilayah tersebut sebagai basis pertahanan pasukan Romawi, antara lain:

    Wilayah A’maq dan Dabiq (Aleppo), sekalipun masuk di wilayah Damaskus, namun keduanya merupakan wilayah yang berbatasan dengan negara Turki yang juga dekat dengan hulu sungai Eufrat dan Tigris. Posisi yang dekat dengan wilayah perairan merupakan posisi strategis dalam sebuah pertempuran yang bersandar pada kekuatan senjata manual.

Hal itu sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw. dalam peperangan Badar, saat itu kaum muslimin berahasil menguasai terlebih dahulu sumber-sumber mata air Badar. Ada sebuah riwayat lemah yang dibawakan oleh Nu’aim bin Hamad tentang perang A’maq ini: “Bangsa Romawi (Eropa-Amerika) tidak akan membiarkan tepi pantai (saluran air) pada hari-hari perang besar, kecuali akan mereka kuasai.”

    Pilihan wiayah yang berbatasan dengan Turki juga merupakan posisi strategis bagi pasukan Romawi. Dalam hal ini, meskipun mayoritas penduduk Turki adalah muslim, namun secara resmi Turki (pemerintahannya) adalah negara sekuler yang lebih berafiliasi pada Barat Romawi. Turki sendiri telah berupaya untuk diposisikan sebagai bagian dari Uni Eropa daripada masuk di wilayah Timur Tengah. Dalam posisinya yang seperti itu, maka keberadaan mereka mirip seperti Bani Quraizhah yang sudah diikat perjanjian untuk tidak memerangi kaum musslimin, akan tetapi mereka justru berkhianat dan bergabung dengan koalisi Quraisy dalam perang Khandaq. Inilah barangkali yang menjadi salah satu penyebab ditaklukkannya Turki-Konstatinopel oleh Imam Mahdi dan kaum muslimin pasca perang al Malhamah al Kubra. Mereka telah berkhianat kepada kaum muslimin dengan memberikan bantuan dan fassilitas termasuk logistiknya untuk pasukan koalisi Romawi dalam memerangi kaum muslimin.

    Dengan memerhatikan dari sudut pandang geografis yang ada, wilayah A’maq dan Dabiq adalah tempat yang paling memungkinkan bagi pasukan Romawi untuk menyerang kaum muslimin. Nampaknya ia menjadi salah satu faktor utama bagi pasukan Romawi karena mereka tidak lagi memiliki energi yang cukup dan persenjataan modern untuk menyerang kaum muslimin di wilayah yang lebih jauh dari tempat itu. Juga wilayah tersebut adalah yang paling memungkinkan untuk ditempuh dengan pasukan infanteri maupun pasukan berkuda mereka (tidak ada wilayah laut/perairan yang menghalangi pasukan mereka untuk sampai di dekat markas kaum muslimin). Ditambah bahwa selama masa yang dibutuhkan untuk sampai ke wilayah tersebut, pasukan Romawi mendapatkan fasilitas dan bantuan dari pihak Turki. Juga jika sewaktu-waktu pasukan mereka harus mundur dalam menghadapi al Mahdi dan kaum muslimin, dengan sangat mudah mereka berlindung di wilayah Turki dan meminta bantuan dari mereka.

    Wilayah A’maq dan Dabiq merupakan wilayah yang masuk dalam negara Damaskus. Dalam hal ini, negeri Basyar Asad itu kelak akan menjadi benteng pertahanan kaum muslimin yang terpenting. Imam Mahdi dan pasukannya akan menjadikan negeri Damaskus (Ghuthah) sebagai pusat pertahanan mereka. Hal itu sebagaimana yang telah dinubuwatkan dalam hadits shahih, bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda:

“Sesungguhnya kota tempat berkumpulnya kaum muslimin pada hari berkecamuk perang yang sangat sengit adalah di Ghuthah dekat sebuah kota yang dinamakan Damaskus, yang termasuk kota terbaik negeri Syam.”

[HR. Abu Dawud]

Ghuthah adalah sebuah daerah di negeri Syam yang dikelilingi oleh gunung-gunung yang tinggi, sungai-sungai, dan hutan yang lebat. Di daerah inilah terletak Kota Damaskus.

Bahkan Rasulullah Saw. secara tegas menyebutkan kehebatan pasukan Damaskus yang akan menghadapi pasukan Romawi ini. Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda:

Jika telah terjadi banyak peperangan besar (di akhir zaman), Allah akan mengeluarkan sebuah pasukan mantan budak dari Kota Damaskus. Mereka adalah bangsa Arab yang paling baik kuda dan persenjataannya. Allah akan meneguhkan agama ini melalui perantaraan mereka.

[HR. Ibnu Majah]

Dengan melihat faktor di atas, tampaknya menjadi semakin beralasan jika Romawi akan menyerang kaum muslimin di wilayah tersebut. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa peperangan ini adalah perang eksistensial yang sangat menentukan. Perang di A’maq dan Dabiq ini merupakan perang yang mempertaruhkan harga diri, masa depan, dan peradaban masing-masing. Jika kaum muslimin menang, maka hancurlah peradaban Barat untuk selama-lamanya yang mustahil rasanya untuk bisa bangkit kembali dari keterpurukannya. Dalam hal ini, pasukan Romawi barat juga melihat bahwa pusat komando dan kekuatan kaum muslimin terletak di wilayah Damaskus. Maknanya, jika mereka berhasil mengalahkan kaum muslimin di negeri tersebut, maka dengan sangat mudah mereka akan menundukkan kaum muslimin di negeri-negeri lainnya. Hal ini mirip seperti yang dijanjikan oleh pasukan Ahzab saat mereka mengerahkan lebih dari 10.000 pasukan untuk menggempur Kota Madinah dan mengepungnya dari seluruh penjuru. Pasukan Ahzab berasumsi bahwa jika Muhammad dan kaum muslimin berhasil dikalahkan dalam peperangan ini, maka akan tamatlah riwayat kaum muslimin dan tidak akan bangkit untuk selama-lamanya.

Hal serupa juga yang akan menginspirasi pasukan Romawi hingga mereka mengerahkan seluruh kekuatan mereka dengan melibatkan 80 bendera yang masing-masing bendera terdiri dari 12.000 pasukan terlatih. Jumlah yang sangat luar biasa besarnya ini (960.000 personil hingga mendekati satu juta orang) adalah untuk yang pertama kalinya terjadi di akhir zaman. Kehebatan dan kedahsyatan pasukan Romawi ini sempat menggentarkan kaum muslimin yang belum pernah terjadi dalam peperangan sebelumnya. Saking dahsyatnya kekuatan pasukan Romawi ini, sehingga Rasulullah Saw. menggambarkan bahwa pada peristiwa itu akan banyak terjadi kegoncangan (kemurtadan) pada kaum muslimin. Bagaimana tidak, mereka akan menghadapi 960.000 pasukan terbaik Romawi dengan persenjataan lengkap dan persiapan yang matang? Bahkan nubuwat beliau juga menyebutkan di tiga hari pertama peperangan sudah sepertiga umat Islam yang gugur sebagai syuhada, sementara sepertiga lainnya lari meninggalkan medan perang. Kelompok inilah yang dinyatakan tidak akan diterima taubatnya (Allah tidak memberinya taufiq untuk bertaubat). Beliau Saw. menjelaskan,

“Dalam pertempuran itu akan terjadi kegoncangan yang sangat (keraguan hati). Kaum muslimin membentuk sebuah pasukan perintis berani mati yang tidak akan kembali kecuali setelah mendapat kemenangan. Terjadilah pertempuran dahsyat (dari pagi hari hingga sore), sampai akhirnya datang malam menghentikan peperangan mereka. Kaum muslimin dan bangsa Romawi kembali ke kemah-kemah mereka, tanpa ada pihak yang meraih kemenangan.

Seluruh anggota pasukan berani mati umat Islam tersebut ternyata terbunuh di medan laga. Maka kaum muslimin kembali membentuk sebuah pasukan perintis berani mati, yang tidak akan kembali kecuali setelah mendapat kemenangan. Terjadilah pertempuran dahsyat (dari pagi hari hingga sore), sampai akhirnya datangnya malam menghentikan peperangan mereka. Kaum muslimin dan bangsa Romawi kembali ke kemah-kemah mereka, tanpa ada pihak yang meraih kemenangan.

Seluruh anggota pasukan berani mati umat Islam tersebut ternyata terbunuh di medan. Kaum muslimin pun  kembali membentuk sebuah pasukan perintis berani mati, yang tidak akan kembali kecuali setelah mendapat kemenangan. Terjadilah pertempuran dahsyat (dari pagi hari hingga sore), sampai akhirnya datang waktu malam menghentikan peperangan mereka. Kaum muslimin dan bangsa Romawi kembali ke kemah-kemah mereka, tanpa ada pihak yang meraih kemenangan.

Seluruh anggota pasukan berani mati umat Islam tersebut ternyata kembali terbunuh di medan laga. Maka pada hari ke-4, kaum muslimin yang tersisa maju ke kancah pertempuran dengan ganas, sehingga akhirnya Allah mengalahkan bangsa Romawi. Pasukan Romawi terbunuh dalam jumlah yang sangat banyak yang belum pernah dialami sebelumnya. Begitu banyaknya yang terbunuh, sehingga apabila ada burung yang melewati kawasan pertempuran mereka, maka burung itu akan mati sebelum meninggalkan mereka (akibat bau busuk bangkai yang bertebaran). Satu sama lain yang masih hidup pun menghitung jumlah keluarganya yang terbunuh di medan laga. Ternyata dari 100 orang saudara, hanya seorang saja yang masih bertahan hidup. Maka harta rampasan perang mana yang bisa mendatangkan kebahagiaan? Harta warisan mana lagi yang harus dibagikan?

Kemenangan di Tangan Umat Islam

Nubuwat Rasulullah Saw. dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim menyebutkan bahwa peperangan yang amat dahsyat itu akhirnya dimenangkan oleh kaum muslimin. Kaum muslimin berhasil mengalahkan pasukan bangsa Romawi dengan kemenangan yang menakjubkan. Hal itu sebagaimana yang tersirat dalam nash berikut, “Maka terjadilah pertempuran antara kedua pasukan. Sepertiga pasukan Islam akan melarikan diri dari medan pertempuran, maka Allah tidak akan mengampuni mereka (memberi mereka taufiq untuk bertaubat) untuk selama-lamanya. Sepertiga pasukan Islam yang lain akan terbunuh, dan mereka adalah sebaik-baik orang yang mati syahid di sisi Allah. Sepertiga pasukan Islam lainnya akan memenangkan peperangan, tanpa mendapatkan fitnah (bencana atau kesesatan) sedikitpun selamanya.” [HR. Muslim]

Bagaimana Kemenangan itu Diperoleh?

Satu hal yang menakjubkan adalah, bagaimana—jalan ceritanya—hingga kaum muslimin akhirnya bisa memenangkan pertempuran melawan pasukan komando Romawi? Sebab, di samping nubuwat Rasulullah Saw. tentang besarnya jumlah pasukan Romawi yang hampir satu juta personil, pasukan Romawi Bani Ashfar yang dihadapi oleh kaum muslimin dalam al Malhamah al Kubra ini adalah pasukan yang sangat tangguh dan terampil. Mereka adalah para prajurit komando yang memiliki keunggulan dalam banya hal: strategi, fisik dan mental. Belum lagi jumlah personil, logistik, dan peralatan yang besar.

Tidak kita pungkiri bahwa kelompok umat Islam yang menghadapi pasukan besar Romawi dalam al Malhamah al Kubra jelas adalah orang-orang yang istimewa. Mereka adalah orang yang memiliki kualitas iman, akhlak, dan mental yang lebih unggul dari pasukan Romawi. Mereka adalah orang-orang yang berani mati demi membela kaum muslimin. Mereka adalah orang-orang yang hanya mengenal satu tekad, tidak pulang sebelum menggapai kemenangan. Dan terbukti dalam tiga hari pertama peperangan, seluruh barisan terdepan umat Islam gugur sebagai syuhada’. Bahkan perbandingan yang gugur dengan yang selamat adalah 99 : 1. Rasulullah Saw. juga bersaksi bahwa pada zaman itu mereka termasuk manusia terbaik di muka bumi ini dengan sabda beliau “yang merupakan penduduk bumi yang terbaik pada masa itu”. Beliau bersaksi bahwa mereka yang gugur adalah “para syuhada’ yang paling mulia di sisi Allah”. Beliau bersaksi bahwa pasukan terdepan yang mereka utus untuk memata-matai pergerakan Dajjal adalah ‘Mereka pada waktu itu adalah sebaik-baik prajurit berkuda di muka bumi”.

Sumber: Fatiah al-Adani, Abu. Negeri-Negeri Akhir Zaman. 2013. Jawa Tengah: Granada Mediatama. (Sumber: eramuslim.com)

Pasukan Inong Balee Gerakan Aceh Merdeka
AMP - Untuk memulai ceritaku ini, aku perlu mengambil 11 (sebelas) tahun menyiapkan nyali dan mengembalikan keberanianku. Selama ini, aku tak pernah mau menceritakannya kepada siapa saja, termasuk saudaraku. Tapi, entah kenapa aku tersentuh dan merasa percaya kepada mereka yang ada di PENA ini.

Aku sudah pertimbangkan matang-matang dan selama 1 (satu) tahun lebih, daku memperhatikan posting berita mereka (PENA-red). Dimana, aku anggap sangat membela rakyat kecil, sebab itu ku berani menghubungi salah satu Pengurus PENA. Dan, ada juga yang aku temui langsung di salah satu Gampong di Wilayah Acheh Timur.

Kefanatikkan aku terhadap GAM semakin membesar dari hari kehari, sehingga walaupun banyak duka yang menimpa diriku, tak perduli asal bisa bersama pasukan GAM, berjuang untuk Memerdekakan Aceh. Sebegitu fanatiknya terhadap GAM maka banyak hal yang aku rasakan dan menjadi pengalaman hidup yang tak pernah terlupakan.

Karena aku ditugaskan di kota, maka bisa leluasa berteman dengan banyak anggota TNI. Mereka sering datang ke rumahku untuk bertamu dan kadang sering aku suguhkan teh atau kopi. Dan, kucoba bertanya tentang pasukan mereka dan kekuatan mereka.

Sebenarnya tugas yang diberikan kepadaku adalah sangat mudah, hanya dengan mendatangi pos-pos TNI dan lihat senjata apa saja yang digunakan, serta melihat berapa personil yang berada di pos tersebut. Setiap kali aku pulang dari pos mereka, aku meminta hadiah atau tanda mata yaitu peluru aktif.

Selama 1 (satu) tahun lamanya aku melaksanakan tugas tersebut dan bisa mengumpulkan kurang lebih 573 butir peluru berbagai jenis. Tapi bak kata pepatah, sepandai pandai tupai melompat, pasti jatuh juga ke tanah. Itulah yang terjadi terhadapku, diakhir tahun 2002, tepatnya saat aku berada di Pos Yonif 141 Sriwijaya Palembang.

Ketika itu aku disuruh TNI untuk melihat salah seorang tawanan yaitu anggota GAM, dan ternyata orang itu tak lain adalah abang sepupuku sendiri. Betapa marahnya TNI itu samaku, dengan kemarahan mereka, maka aku ditendang dan ditampar bertubi. Kemudian aku dimasukkan kedalam sel tahan dan disanalah mereka memperlakukan aku semau mereka.

Kesucian yang telah kusimpan sekian lama, dan sebagai perempuan tentu itulah sebagai marwahku kelak, kalau aku mempunyai suami, tapi dihari itu sirna semuanya. Dikarenakan aku pingsan, jadi tidak tahu entah berapa ramai yang telah merengut keperawanku dan tentunya akupun sudah tak perduli lagi dengan apa yang terjadi.

Ketika aku sadar, ternyata sudah berada disebuah kamar di Puskesmas Blang Teupat. Aku sempat bertanya kepada seorang pekerja disana, tentang siapa yang telah mengantarkanku. Dia dia menjawab bahwa aku telah diantara oleh pasukan TNI.

Setelah aku sembuh, maka dijemput oleh orang suruhan Penasehat GAM Wilayah Pase dan dibawa ke Barak GAM di Wilayah Jungka Gajah. Sesampainya disana aku dilayani apa adanya, karena memang keadaan yang memang harus demikian adanya.

Disela-sela keheningan seorang Panglima berkata sesuatu kepadaku. “Adoe Nyoe Keuh Perjuangan, Gob laén Nyaweung- Nyaweung Hana Lee, Droe Keuh Syukur Manteung Udeep”. Tapi dia kan tidak tahu bagaimana dengan masa depanku, dan akupun tidak mau menceritakan panjang lebar, tentang kejadian di dalam sel tahanan itu.

Aku hanya menitiskan air mata dan berdoa kepada Allah SWT agar aku diberikan ketabahan untuk menghadapi semua apa yang telah terjadi terhadap diriku. Seperti yang Panglima katakana “ini adalah risiko perjuangan”, maka akupun tak menyesali apa yang telah terjadi terhadap diriku.

Selanjutnya aku kuatkan hati dan semangat untuk terus bertahan hidup. Walau bagaimanapun aku bertahan, namun aku tak mampu menipu diriku sendiri, dari hari kehari aku terus dihantui oleh perasaan takut dan trauma. Sehingga membuat aku sangat frustasi dengan keadaan sekelilingku. Maka aku memutuskan dan minta izin untuk hijrah ke Malaysia.

Di Negeri Melayu itulah, aku mencoba untuk bangkit dan berlari mengejar apa yang telah hilang dari diriku selama ini. Disana juga aku menemukan seorang pemuda yang telah menerimaku apa adanya. Dan, kami dikaruniai dua “cahaya mata”, belahan jiwa.

Tapi memang di dunia ini tak ada yang pasti, dan tak ada jaminan untuk memiliki apa yang ada pada kita untuk selamanya. Pada 2010 akupun memutuskan untuk meninggalkan Kota Kuala Lumpur yang penuh dengan duka dan suka. Aku menjejakkan kaki kembali ke Tanoh Endatu yang berstatus Daerah Otonomi Khusus dibawah penjanjian MoU Helsinki.

Sesampainya aku di kampung, masih banyak mata memandang dengan lirikan aneh dan mulut–mulut yang menyuarakan suara sumbang. Pun begitu aku tetap tegar menghadapi kehidupan ini. Tak lama kemudian aku bekerja disebuah Door Smeer. Walaupun aku bekerja sebagai pembasuh motor, tapi aku tak merasa minder, setidak tidaknya aku tak "memakan" harta dan uang rakyat.

Mereka yang mengajak aku dulu bergabung dengan GAM kini telah menjadi Bupati dan ada yang sudah bekerja di DPRK. Mungkin mereka tidak mengenal diriku lagi, tapi aku masih tetap kenal dengan muka mereka sampai kapanpun. Sedih sekali hatiku melihat kehidupan Rakyat Aceh, yang dulu dijanjikan kebahagiaan kepada mereka.

Merekalah yang telah bersusah payah membekali kita waktu berada di hutan, merekalah yang ”theun tapak” (kenak sepak) disaat konvoi TNI datang menyisir gampong-gampong. Aku sendiri tak membutuhkan bantuan dari mereka yang semenjak dahulu bergabung dengan GAM. Karena aku masih kuat untuk berdikari. Tapi apa yang kuharapkan adalah agar mereka jangan lupa dengan rakyat yang sangat susah mencari sesuap nasi.

Kenapa mereka sudah lupa kepada saudara yang membantu mereka dikala mereka susah dahulu, kenapa mereka bisa menelantarkan anak-anak yatim dan janda yang sangat membutuhkan uluran dan bantuan dari mereka yang dulunya mengatas namakan perjuangan untuk rakyat. Kini setelah dapat pangkat dan jabatan, semuanya hilang arah, mereka seperti telah buta dan tuli dengan alam sekeliling mereka.

Kadang aku ingin meludahi dan manampar muka mereka dikala mereka mengumbar janji lagi, ketika ada maunya, tapi aku berpikir lagi, kemarahanku itu takkan mengembalikan kesucianku yang telah diregut oleh ”PERJUANGAN”.

Akhir kataku, maafkan aku...ibu, ampunkan aku...ayah, mungkin aku telah mengecewakan kata izinmu dulu ketika aku pamit mau berjuang untuk membebaskan Tanah Aceh dan membahagiakan Rakyat Aceh. Ampunkan aku...saudaraku yang seagama dan sebangsa yang ada di Aceh, aku belum bisa membahagiakan kalian.

Apa yang kuharapkan agar kedepan kita lebih cerdas dan lebih tahu lagi siapa yang kita pilih sebagai Pemimpin kita dan Wakil kita. Agar kita tidak dijadikan sapi perah oleh orang-orang yang mengatasnamakan perjuangan untuk mencapai cita-cita mereka.

Terimakasih juga kepada Team PENA yang telah sudi meringankan beban di dada ini, luapan hati ini telah kalian dengarkan. Harapanku semoga PENA bisa mendengar jeritan bathin dari yang lain juga. Karena jeritan seperti ini lebih sakit kalau tak ada yang mau mendengarnya. Salam sukses untuk PENA dan Teamnya.(PENA News |)
Salam
PUTROE MUDA
Pasukan Inong Balèe
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget