Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Sosial"

AMP - Penderita gangguan jiwa di Kota Lhokseumawe dihitung dari awal Januari hingga Oktober 2017 mencapai 226 orang. Terdiri dari 209 laki-laki dan 17 perempuan.

Kepala Dinas Kesehatan Lhokseumawe, Sayed Alam melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Helizar, Selasa (3/10/2017) kepada GoAceh mengatakan, kebanyakan dari penderita gangguan jiwa itu disebabkan penggunaan narkoba, stres, dan juga beberapa hal lainnya.

“Semua yang menderita gangguan jiwa masih usia produktif. Dari 226 orang tersebut, satu orang sudah dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ) Kota Banda Aceh,” katanya.

Helizar menambahkan, seluruh penderita gangguan jiwa tersebut, masih melakukan pengobatan rawat jalan di Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara.

Untuk data sebelumnya, dirinya tidak mengetahui berapa orang, karena berkasnya di KIA dan baru-baru ini dipindahkan ke P2P.

“Apabila ada keluarga atau saudara yang mengalami gejala gangguan jiwa, segera periksa ke Puskesmas dan akan dirujuk ke RSU Cut Meutia. Jika sakitnya parah, akan diberikan surat rujukan ke RSJ Banda Aceh,” imbuhnya.[Sumber goaceh.co]
Ilustrasi



ACEH SELATAN - SOS...!!! Amran, 42 tahun, warga Desa Malaka, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, saat ini memerlukan penanganan darurat setelah menderita sakit selama 3 tahun. Menurut adiknya, Sutrisno, abangnya saat berita ini ditulis sedang dalam kondisi kritis, situasi di rumahnya, tempat pasien dirawat oleh keluarganya, sudah ramai warga, menunggui pasien mengahadapi ajalnya tanpa keluarga ini mampu melakukan apa-apa.

"Kondisi Abang saya sudah kritis saat ini, jangankan makan, minumpun sudah tidak bisa, warga sudah ramai di rumah," urai Sutrisno dengan nada sedih kepada Redaksi KOPI via telepon selulernya.

Kondisi Amran, yang telah menderita sakit bertahun-tahun tanpa penanganan dari pihak terkait, itu diketahui saat Anggota DPD RI asal Aceh, Fachrul Razi, MIP yang didampingi Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menjenguk yang bersangkutan atas permintaan adiknya Sutrisno, kemarin Kamis, 22 Desember 2016. Keadaan pasien Amran yg merupakan anggota KPA (Komite Peralihan Aceh) sudah sangat memburuk, tubuhnya tinggal tulang berbungkus kulit.

Sutrisno menjelaskan lebih lanjut bahwa Amran menderita sakit kencing manis sejak lebih dari 3 tahun lalu. Selama menderita sakit itu, Amran belum pernah mendapatkan perawatan dari rumah sakit karena ketiadaan biaya pengobatan. "Hanya sekali ke Rumah Sakit Tapak Tuan (ibukota Aceh Selatan), dua tahun lalu, itupun hanya untuk memeriksakan kadar gula darahnya. Tidak bisa berobat karena tidak ada uang buat bayar rumah sakit," imbuh Sutrisno.

Dalam kebingungan keluarganya menghadapi situasi penyakit Amran yg amat kritis malam ini, Sutrisno memohon bantuan dari sesiapapun yg berkenan memberikan bantuan penanganan dan pengobatan abangnya itu. "Sampai saat ini, dari pihak pemerintah hanya abang (red: Ketum PPWI Wilson Lalengke) dan bang Fachrul Razi yg sudah datang menjenguk dan bantu. Saya amat berharap bantuan dari pemerintah dan siapapun untuk menolong kami mengobati abang saya," ujar Sutrisno lirih.

Sementara itu, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke langsung berkoordinasi dengan Ketua PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Daerah Aceh, Tengku Abdurrahman, untuk segera membantu memberikan pertolongan penanganan awal kepada Amran. Bagi semua pihak terkait diharapkan untuk sesegera mungkin melakukan tindakan penyelamatan pasien sebelum semuanya terlambat. Untuk komunikasi dan konfirmasi keluarga pasien, silahkan menghubungi Sutrisno di nomor kontak: +62 853-6063-1528 (AL).[LintasAtjeh.com]
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget