Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Kisah Nyata"



Di sebuah gubuk yang berukuran 2 x 3 meter, hidup seorang nenek yang sudah 20 tahun ditelantarkan oleh anak�anaknya sendiri yang berjumlah enam orang.

Meskipun begitu ia begitu merindukan dan ingin bertemu dengan putra sulungnya yang bernama Agus. Dilansir dari Sindonews, Kamis (21/07/2016), nenek bernama Rubisah ini menjelaskan tentang keadaannya yang ditinggalkan sendirian oleh keenam anaknya.

�Saya tinggal sendirian di rumah. Anak�anak saya ada enam orang, dua orang perempuan dan empat orang laki�laki. Tidak ada yang peduli dengan saya,� ucap nenek Rubisah.

Hingga saat ini ia tidak mengetahui keberadaan anak�anaknya dan ditelantarkan selama puluhan tahun oleh mereka. Nenek Rubisah pun hidup dalam kesepian setiap hari.

Sebelumnya sang nenek tinggal bersama�anak�anaknya di Pulo Brayan Medan. Akan tetapi setelah itu mereka semuanya pindah ke Lubuk Pakam.

�Waktu di Medan, kami sama semua. Anak�anak saya pun masih ada. Tetapi setelah itu kan sudah dewasa semua, jadi pergi tidak tahu kemana. Lama�lama saya tinggal sendirian. Makanya saya ke Lubuk Pakam ini, sama keluarga abang saya,� tuturnya.

Meski tinggal bersama abang kandungnya, ternyata nenek Rubisah tidak mendapatkan tempat tinggal yang layak. Ia hanya mendapatkan sebuah gubuk semi permanen berukuran 2 x 3 meter.

Guna menghidupi dirinya, nenek Rubisah menjadi pembantu rumah tangga di salah satu rumah warga Cina.

Baca Juga

Setelah ditelantarkan 20 tahun, ia tetap saja rindu dengan anak-anaknya, terlebih kepada anak sulungnya.

�Saya mau jumpa sama anak saya yang pertama. Suratnya sudah sampai belum ya? Rindu sama anak�anak saya. Tetapi saya tidak tahu dimana mereka sekarang, mereka sudah meninggalkan saya tiba�tiba,� kenangnya.

Gubuk yang ditinggali nenek Rubisah berada di antara pohon yang tumbuh liar serta diapit oleh dua buah bangunan. Kini untuk makan sehari�-hari, nenek ini pun meminta pemberian tetangganya yang juga masih saudara.

Sementara abang kandung nenek Rubisah yang bernama Johari mengatakan bahwa entah apa penyebabnya hingga anak�anak adik kandungnya tersebut tidak menengok sama sekali.

�Saya tinggal di rumah sendiri. Iya, adik saya ini pun tinggal sendirian di rumahnya. Anak�anak adik saya ini sudah tidak mau lagi menengok, makanya sendirian. Tidak ada yang mau datang. Tidak tahu alasannya apa,� ungkapnya.

Adapun kelurahan Lubuk Pakam telah mendata nenek Rubisah guna mendapatkan bantuan nantinya. �Kami selalu peduli dalam memberikan bantuan karena kelurahan telah mendata nenek Rubisah ini,� pungkasnya.



Semoga anak�anak nenek ini bisa segera sadar dan menengok orang tuanya yang telah mengandung dan membesarkan mereka dengan kasih sayang. Aamiin


Sebagai seorang anak kita disuruh Allah SWT untuk berbakti pada kedua orang tuanya sampai akhir hayat kita. Meskipun Ibu mendapat banyak kelebihan, namun tetap kewajiban untuk berbakti pada kedua orang tua. Terlebih orang tua kita sudah memasuki usia lanjut. Untuk diketahui, orang tua yang sudah lanjut usia memang sangat sensitif dengan segala hal. Ini merupakan sudah semestinya terjadi, karena pada saat lanjut usia sifatnya layaknya seperti anak-anak.

Jangan sampai karena sifat orang tua kita demikian, sebagai anak tidak pernah memperlakukannya lebih layak. Ingatkah kita, bagaimana orang tua, Ibu dan Ayah menjaga dan merawat anak-anaknya sewaktu kecil hingga dewasa. Jangan sampai menjadi anak durhaka, pasti azab Allah akan menghampiri.

Kisah ini bukanlah dongeng dari seberang lautan, kisah ini benar-benar terjadi di salah satu kota di Indonesia tepatnya di Kota Surabaya. Berikut kisah Kakek 99 tahun tetap menjadi pendayuh becak karena ditelantarkan anak-anaknya.

Beliau bernama Mbah Atim, warga Cerme-Gresik dan tinggal di Surabaya. Sekarang usia beliau 90 tahun. Beliau bukan pengemis, beliau tukang becak tapi tidak ada yang mau pake jasa beliau. Biasanya beliau mangkal pada malam hari di Jl. Kedungdoro Surabaya depan PHD.

Baca Juga

Kalau pagi siang beliau mangkal di Jl. Mawar- Surabaya di daerah itu, di depan warung nasi atau rumah mewah. Sehari-hari beliau tidur di becak, dan ada tas besar bersama beliau. Saya tidak sanggup membayangkan bagaimana jika beliau ingin buang air besar dan kecil.

Kemdian yang bertanya tersebut menawarkan makanan, namun kakek itu menolaknya. Namun karena dipaksa beliau menerimanya. Semoga saya banyak rezeki untuk bantu orang seperti bapak atau orang lain yang membutuhkan, semoga Bapak sehat panjang umur dan semoga anak-anak Bapak pada sadar semua atas kesalahannya, Amiin. Begitu ucap orang yang berbincang dengan kakek tersebut.

Ada apa dengan anak Kakek ini, berikut penuturan antara sang kakek dengan yang bertanya :

Rumahnya dimana Pak ? Di Cerme tapi diambil anak saya.

Kalau di Surabaya tinggal dimana Pak? Ya di Cerme, kalau di Mojokerto ada anak yang kaya, tapi ya begini.

Saya sudah tua minta doanya saja biar sehat panjang umur. Kaya gak bisa.

Kenapa dengan anaknya Pak ? Ya gitu anak-anak KECIL DIBESARKAN kok begini sekarang, nelangsa saya. (Dan yang bertanyapun menangis).

Semoga Kakek tersebut diberikan kesabaran, ketabahan dan selalu diberikan kesehatan oleh Yang Maha Kuasa, Amiin.

Sangat miris memang, hal seperti ini banyak terjadi di kota-kota besar. Dimana anak-anaknya yang sudah kaya raya tidak segan-segan menelantarkan orang tuanya atau menempatkan orang tua dipanti asuhan, naudzubillah. Dimanakah akal sehat anak yang seperti ini. Apakah mereka berpikir bisa senang dan hidup bahagia, tunggu balasan dari Allah yang lebih menyakitkan.


Sahabat, semoga kisah ini bisa  menjadi renungan dan pelajaran bagi kita semua. Jangan sampai teledor dan tidak memperhatikan kondisi dan keadaan orang tua sendiri. Sungguh azab Allah yang sangat pedih datang menghampiri kita. Meskipun di dunia kita masih kaya dan tidak berbakti pada orang tua. Itu hanya kekayaan sesaat yang diberikan Allah dengan murka-Nya. Jika memang anak-anak dari Kakek ini membaca semoga mereka segera memohon maaf pada orang tuanya serta memohon ampunan pada Allah SWT.
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget