Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Tusop"


Ribuan Warga Jeunieb Raya Terlihat sedang mendengarkan orasi politik Islam

Seuramoenews.com, Jeunieb - Tusop dr. PUR mulai Terhitung dihari ketujuh masuknya periode masa kampanye bagi para calon kepala daerah di seluruh indonesia, salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bireun periode 2017-2022.

Tu Sop mengadakan acara kampanye terbuka di Gampong Lancang Raya kecamatan jeunieb kabupaten Bireun, 05/11/2016.

Acara yang dihadiri ribuan masyarakat tersebut berlangsung khidmat dan tertib, sesuai dengan Misi dan Visi politik Tu sop-dr Pur yang menganut sistem politik santun. 

Menurut pantauan Seuramoenews.com, acara kampanye pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bireuen yang satu ini terkesan sangat unik dan tergolong langka. 

Bagaimana tidak, baru kali ini masyarakat Aceh di suguhkan dengan model kampanye yang didalamnya terselip banyak ilmu agama.

Bahkan yang sangat membuat hadirin terkesan dan meurasa "teulom-lom", (Ketangihan), dipenghujung acara tersebut seluruh masyarakat yang memadati lapangan Gampong Lancang Raya dihanyutkan dengan lantunan zikir yang dipandu oleh Tgk.Khalili M. Johan (Pimpinan LPI Mujibulhaq Al 'Aziziyah Jeunieb) dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

Dalam acara Tersebut, Tu sop dan dr Pur menyampaikan Beberapa visi dan misi mereka mencalonkan diri menjadi bupati Bireun periode 2017-2012. Tusop sempat menyampaikan beberapa sanggahan secara halus tentang fitnah yang selama ini menghujati beliau dan pasangannya.

Penulis Tgk. Mohd Rijal
Editor HyM

Abi Nas Saat Menyampaikan isi kitab Al-Ahkam Asulthaniyyah.

Seuramoenews.com - Dalam politik islam klasik, para ulama kita sudah banyak menelurkan mengenai berbagai konsep kenegaraan dengan sangat cemerlang. 

Setiap politisi dari partai tertentu, selalu memiliki konseptor politik yang jelas dan terarah. Di antara ulama Ahlu Sunnah Waljamaah yang kitab politiknya sangat terkenal Imam Mawardi dengan kitabnya Al-Ahkam Asulthaniyyah.

Kitab ini sangat fenomenal, karena mengupas persoalan politik secara detail. Tidak hanya masalah pengangkatan pemimpin, syarat pemimpin, hak dan kewajiban pemimpin, 

Namun juga membahas mengenai struktur pemerintahan serta hak dan kewajiban semua pemangku kebijakan. Lebih dari itu, buku ini juga membahas mengenai berbagai sumber keuangan negara.

Kitab ini ditulis dengan sangat sistematis dan mudah dipahami. Meski sudah sekian abad berlalu, naun membaca buku ini, seakan kita sedang membaca kitab politik kontemporer. 

Dengan kitab ini, kita dapat membadingkan ide politik Islam klasik, dengan ide politik yang berkembang dari para pemikir Barat.


Seuramoenews.com, Jeunieb - �Bagi orang beriman, dunia tidak diciptakan sebagai tempat berbangga-bangga dengan segala pujian dan sanjungan dari orang-orang disekeliling kita. Tetapi dunia adalah medan perjuangan untuk menggapai keridhaan-Nya yang harus dimenangkan walaupun harus mengarungi lautan fitnah, celaan dan cemoohan dari seluruh manusia di muka bumi sekalipun. Maka jangan pernah panik saat dihujani fitnah. Jangan goyah saat diterpa celaan dan cemoohan. Karena sebaik dan sesempurna apapun seorang manusia, tetap saja ia tidak akan pernah pernah disukai oleh semua orang�

Begitulah pesan Tgk H. M. Yusuf Abdul Wahab, sosok yang oleh para santri biasa disapa Ayah Sop, kepada para santrinya dalam pengajian rutin di dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Ba�da Ashar, Minggu, 30 Oktober 2016. Pengajian yang diikuti oleh santri-santri senior dan dewan guru Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb ini mengkaji salah satu kitab agung karya Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin.

Lebih lanjut sosok yang oleh masyarakat luas biasa dipanggil Tu Sop Jeunieb ini juga mengingatkan bahwa dunia ini tidak akan pernah steril dari fitnah memfitnah. Sejak era Rasulullah saw hingga sekarang, virus ini selalu membayang-bayangi umat. Terlepas dari kronis tidaknya. Yang jelas ia selalu ada.

�Jangankan diera kita yang sudah begitu jauh dari era terbaik dalam perjalanan umat, yaitu era Rasul dan Sahabat, pada era Rasulullah saja fitnah memfitnah ini sudah ada. Bahkan Rasulullah saw sendiri kerap menjadi sasaran fitnah kaum jahiliyah yang merasa terganggu dengan kehadiran Rasul membawa misi ilahiyah. Jika Rasulullah saja difitnah, mengapa kita harus panik saat difitnah. Bukankah kita hanya manusia biasa yang sangat jauh dari kesempurnaan yang dimiliki Rasulullah?�, tanyanya menegaskan.

Terkait persoalan fitnah, Ayah Sop menyakinkan, bahwa sejatinya fitnah sama sekali tidak berbahaya bagi yang terkena fitnah, tetapi ia sangat beresiko bagi yang melakukannya. Fitnah tidak akan mampu merubah yang baik menjadi buruk. Kebaikan akan bernilai kebaikan walupun manusia sepakat mengatakannya kejahatan. Dan yang buruk tetap saja buruk walaupun semua manusia bersepakat mengatakannya baik.  

�Maka dari itu, kita harus tetap komit pada kebaikan walau sedang berada dalam pusaran fitnah. Hadapi fitnah dengan senyum. Balaslah fitnah itu dengan memanjatkan doa kepada Allah agar mereka yang terjebak didalamnya insaf dan kembali ke jalan yang lurus. Jangan panik menghadapi fitnah sehingga menyeret kita dalam perilaku yang sama jahatnya. Apalagi membalas fitnah dengan caci maki. Sebab jika demikian dimana bedanya kita dengan mereka?�, ajar sosok yang pernah belajar pada Syeh Sayed Muhammad Ali, Mekkah Al-Mukarramah ini.

dikutip dari tusop.com
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget