Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Khusus Aceh"

Panitia solidaritas gampong kubu iswandi disaksikan geuchik gampong kubu marjuni budiman saat menyerahkan bantuan kepada keluarga korban gempa pidie di jaya,sabtu (17/12/2016)

AMP- Gempa Skala 6,5 Skala Richter yang terjadi di Pidie Jaya bukan saja menghancur puluhan bangunan rumah serta masjid serta bangunan fasilitas umum lainnya.

Bahkan ratusan nyawa melayang dalam musibah gempa di Pidie Jaya dan ratusan lainnya luka-luka dirawat dirumahsakit.

Sebagai wujud perhatian,solidaritas serta rasa saling merasakan satu sama lainnya,warga gampong Kubu Kec. Sawang Kabupaten Aceh Utara  menyalurkan sumbangan bantuan warga gampong kubu kepada korban bencana gempa di Trienggadeng, Pidie Jaya,Sabtu (17/12/2016).

Salahsatu panitia penggalangan dana bantuan warga gampong kubu,Iswandi mengatakan penyerahan bantuan  secara lansung kepada warga gampong kubu kepada korban gempa pidie adalah wujud perhatian dan solidaritas warga kubu sesama warga aceh.
“ Bantuan ini kita serahkan lansung dari rumah ke rumah keluarga korban gempa agar sumbangan masyarakat kami di gampong kubu,sawang Aceh utara benar-benar tepat sasaran dan lansung dapat di manfaatkan oleh korban gempa “,ungkap iswandi kepada Reporter saat penyerahan sejumlah sembako dibawah tenda pengungsian dan rumah korban gempa di Trienggadeng,pidie jaya.

Dari amatan reporter,sejumlah barang makanan serta barang kebutuhan lainnya yang diangkut menggunakan mobil pick up lansung dibagikan ke setiap rumah keluarga korban gempa pidie jaya.

Semua sumbangan yang diberikan oleh warga gampong kubu yang terkumpul baik berupa beras dan barang-barang kebutuhan hidup lainnya disalurkan lansungkan lansung oleh panitia penggalangan sumbangan untuk korban bencana gempa pidie jaya.

Dalam penyerahan bantuan tersebut juga turut hadir Geuchik Gampong Kubu,Sekdes Tgk. Salahuddin,Teungku Imum Jauhari,Kepala Dusun Tringgadeng dan sejumlah aparatur perangkat desa lainnya. (Statusaceh.net)



AMP- Keputusan rapat di Aula MPU Aceh tadi malam, berlangsung sengit dan sempat memanas seketika antar pihak Huda dan WALI NANGGROE,FADA dan GUBERNUR. Sehingga keputusan rapat ditunda.

Namun pihak HUDA dan FADA memiliki titik terang dari perumusan masalah Hotel Hermes, seperti yang disampaikan ketua HUDA Abu Mudi (Waled Hasanul) Hermes akan dicabut izin operasional serta penyitaan gedung, ini akan berlangsung selama Hotel Hermes mengakui terbuka dalam penyebaran Agama Kristen di Aceh.

Atau secara garis besar juga keras Pihak Huda akan mengusir dan mengeluarkan Pemilik Dan Joiner Hotel Hermes dari Aceh. Dan tidak diizinkan untuk kembali ke Aceh, baik itu berwisata atau hal-hal lain di Aceh.

Kemudian dijawab Oleh WALI NANGGROE, " Kita tidak bisa mencabut izin operasional hotel hermes sembarangan, itu semua ada undang-undangnya, dan dalam Qanun Wali juga tertera, tidak sembarang pencabutan sepihak tanpa izin yg sah dari wali".

Sebelum Wali Nanggroe menyelesaikan pembicaraan-nya, langsung dipotong Oleh Pihak Huda, lagi-lagi Abu Mudi ketua Huda yang berbicara.

"Selama Aceh Sudah Damai dari masa komplik antara GAM dan NKRI, saya pernah mendengar adanya Wali Nanggroe, secara ringkas pikiran bodoh saya ini menjawab. Wali yang berarti Bapak dari negara, sedangkan bapak Negara itu raja atau presiden.

Dan kita Aceh sudah memiliki presiden yang letaknya dipusat ibu kota jakarta, jika Wali Nanggroe dianggap sebagai raja diaceh, anda dari keturan Iskandar Muda? Atau anda Ulama Besar diaceh ini? Sudah ada berapa murid anda atau asuhan anda yang telah menjadi Ulama dan Mendirikan Pendidikan Islam di Aceh.

Mungkin tidak ada disekitaran kami yang hadir disini, jadi saya tidak pernah menganggap ada bapak negara di aceh ini. Hukum kami lebih kuat dibanding Hukum Undang-undang yang anda buat, kami berdasar AL-Qur'an, Hadist, Ijma' dan Qiyas Ulama 4 Mazhab. Bukan berdasarkan Nafsu dunia sperti yang anda sampaikan diatas" wali duduk dan terdiam.

Kemudian ditegaskan kembali Oleh Ulama Huda, sekarag giliran Waled Nu dan Abu Paya Pasie, dengan nada dan inti serupa namun ada sedikit tambahan dari Abu Paya Pasie "Kami juga punya tentara jika dibandingkan GAM, TNI, Polri digabung jadi satu pasukan. Tentunya masih banyak tentara kami.

Maka dari itu sebelum Istana Wali dan Gubernur dibanjiri para jihadis kami beri waktu 2 Hari dari sekarang, dulu kami para Ulama mendukung penuh pergerakan GAM untuk memperjuangkan Syari'at Islam di aceh, tapi sekarang kami sudah muak dan bosan melihat petinggi-petingi GAM (Partai Aceh) yg telah memiliki jabatan dipemerintahan.

Mereka rakus dan berkhianat, dalam hukum yang mereka perjuangkan kemarin yaitu syari'at Islam. Akan di matikan bagi orang-orang berkhianat, bagaimana dengan mereka yang khianat apakah kami matikan sekarang?"

Acaman keras dari Pihak Huda dan Fada menggegarkan hati pihak pemerintahAceh. Sehingga pemerintah aceh tidak bergeming satu suarapun, rasa takut dan malu mengitari pikirannya.

Aceh hancur karena pikiran pemerintah yang tidak lagi sejalan dengan para Ulama, dari rapat itu dapat kita lihat bagaimana jarak antara Ulama dan Pemda aceh.

Dan untuk sementara rapat ditunda dan akan dibuka kembali pukul 08:15 esok hari senin tgl 21/04/2014 tempat Aula Raya MPU Aceh Banda Aceh. Dokumen Banda Aceh 21/04/2014 lalu.(serambimekkah)

homo


Langsa - Dicurigai sedang berbuat mesum, dua orang laki-laki berinisial RA (18) dan KF (28) ditangkap warga di Gampong Labuhan Kuede, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur.

"Pasangan sesama jenis tersebut ditangkap warga di sebuah salon pada Rabu malam (7/9) sekitar pukul 24.00 WIB," kata Kapolres Langsa AKBP Iskandar melalui Kapolsek Sungai Raya, Iptu Raja Bangsawan, Jumat malam (09/09/2016).

Kapolsek menjelaskan, RA tercatat sebagai warga Gampong Alue Bugeng Petir berstatus pelajar, sementara KF tercatat sebagai warga Gampong Seuneubok Jalan dan berstatus pekerja salon.

Setelah ditangkap warga, kata Kapolsek, kemudian warga melaporkan kepada pihaknya. Mendapat laporan tersebut selanjutnya anggotanya mendatangi lokasi dan mengamankan mereka ke Mapolsek.

"Berdasarkan pengakuan kedua anak remaja tersebut kepada kami, mereka telah melakukan mesum (hubungan badan) di salon tersebut sebelum ditangkap warga," ujar Kapolsek.

Kasus tersebut, lanjut Kapolsek sudah diselesaikan secara adat oleh perangkat Gampong di Mapolsek Sungai Raya. Perangkat Gampong dan keluarga pelaku mesum sepakat menyelesaikan secara adat dengan cara ?memotong satu ekor kambing sebagai pembersihan nama gampong yang telah dinodai oleh mereka.

"Selain minta di pontong kambing, perangkat gampong juga meminta supaya salon tempat mereka berbuat mesum di tutup, dan permintaan tersebut sudah dipenuhi," pungkas Kapolsek.


sumber : AJNN

juragan samsuardi


Nagan Raya
- Kader partai Aceh yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRK Nagan Raya, Samsuardi alias Juragan, menghimbau seluruh masyarakat Nagan Raya agar ikut membantu memenangkan pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid dalam Pilkada Aceh 2017.

Hal itu disampaikan Juragan dalam orasi politiknya pada acara peresmian posko pemenangan Muzakir Manaf-TA Khalid di Nagan Raya, Selasa (06/09/2016) siang.

Menurut Juragan, jika Mualem mengalami kekalahan dalam Pilkada 2017, maka rakyat Aceh tidak akan punya harga lagi, bahkan akan lebih rendah dari harga kotoran manusia.

"Begeuteupeu le mak-mak lon, ureung syik meutuwah yang meubahgia, ban mandum geutanyoe beutasadari, nyoe kepentingan Aceh seluruh jih. (Para ibu-ibu, para orang tua saya yang berbahagia, semua kita harus menyadari, ini kepentingan Aceh secara keseluruhan)," ujar Juragan.

"Meunyo meunang Mualem, meunang Aceh, meunyo talo Mualem, talo rakyat Nagan Raya dan rakyat ban sigom Aceh bandum. (Kalau Mualem menang (di Pilkada 2017), maka menanglah Aceh. Kalau Mualem kalah, maka ini adalah kekalahan untuk rakyat Nagan Raya dan kekalahan seluruh rakyat Aceh," imbuhnya.

Juragan menambahkan, "Pateh jeut han jeut. Nyan singoh meunyo kon, neutoh ek bak kubu lon. Meuhai yum ek singoh ngen yum geutanyoe meunyo talo Mualem. (Boleh percaya boleh tidak. Kalau yang saya ucapkan ini salah, boleh buang kotoran di kuburan saya. Kalau Mualem kalah, maka harga diri kita akan lebih rendah daripada harga kotoran manusia)".

Masih berpidato dalam bahasa Aceh, Juragan mengatakan, kalau Mualem menang, maka kemana pun rakyat Aceh pergi masih dihargai.

"Tapi kalau Mualem kalah, semuanya tidak akan tentu arah. Lebih-lebih orang- orang yang terlibat dalam perjuangan. Boleh percaya boleh tidak, terserah. Silakan pikir dan hayati masing-masing apa yang saya sampaikan ini," ujarnya.

Oleh sebab itu, menurut Juragan, Partai Aceh harus bisa memenangkan Pilkada kali ini, sehingga kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dapat lebih terjamin ke depan.


via SI



mualem


Suka Makmue - Sosok ulama yang merupakan mantan tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang hadir dalam Perdamaian MoU Helnsinki, Abon Taleb menyebutkan jika Muzakir Manaf (Mualem) kalah dalam Pilkada Aceh di tahun 2017 mendatang, ia memastikan perdamaian yang selama ini telah terwujud di Aceh dipastikan tak akan selamat.

Abon Taleb beralasan, jika mantan panglima kombatan GAM ini tak memimpin Aceh ke depan di pemerintahan, maka ada sekitar 80 ribu lebih mantan kombatan di Aceh dipastikan tak akan ada pimpinan yang menaungi kesejahteraan mereka.

"Saya sampaikan kepada intelijen TNI/Polri yang hadir dalam pertemuan ini, silahkan tulis pidato saya ini. Kalau Mualem kalah di Pilkada, maka saya pastikan perdamaian Aceh takkan bertahan," kata Abon Taleb yang hadir dalam peresmian Posko Pemenangan Muzakir Manaf-TA Khalid di Nagan Raya, Selasa (06/09/2016) sore.

Ia juga meminta kepada semua pihak untuk tidak merongrong Partai Aceh (PA) dengan memecah belah dari dalam di partai tersebut.

Menurutnya, keberadaan partai PA di Aceh adalah bagian dari perdamaian yang harus terus terwujud dan tak lagi ada konflik bersenjata.

via SI


zaini



Banda Aceh � Menjelang pesta demokrasi serentak yang akan dilaksanakan di provinsi Aceh, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, mengingatkan agar setiap pasangan calon gubernur, wali kota hingga bupati untuk saling hormat antara satu dengan yang lain.

Saat peringatan 11 tahun perjanjian damai Aceh di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, kemarin, selain mengisahkan kilas balik detik-detik perdamaian Aceh, Gubernur turut menyinggung tentang pemilihan kepala daerah serentak (Pilkada) serentak 2017.

�Kita bekerja keras untuk mensukseskan Pilkada sehingga mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. Juga atas nama gubernur, saya mengharapkan supaya pihak-pihak yang maju dalam pilkada ini saling memberi hormat kepada yang lain, bukan menghina antara satu dengan yang lain,� kata Zaini Abdullah.

Selain itu Zaini meminta, seluruh pihak saling menahan diri sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Kasus semisal intimidasi dan pemukulan bahkan pembunuhan jangan sampai terjadi kembali di Aceh.

Berkaca pada Pilkada di Aceh 2012 lalu, kasus intimidasi bahkan pembunuhan terjadi sepanjang perhelatan pemilihan kepala daerah saat itu. Bahkan Komisi Independen Pemilihan (KIP) hingga lima kali membuat jeda Pilkada atau lebih dikenal dengan istilah cooling down untuk mendinginkan suasana. �Karena kekerasan tidak akan membawa hasil yang sebaik-baiknya. Semoga tidak terjadi kasus kekerasan di Aceh, Insya Allah,�tegas Zaini.


sumber : okz

mualem


Banda Aceh - Ketua Mualimin Eks Tripoli, Zulkarnaini Hamzah alias Tgk Ni menyampaikan bahwa semua orang Aceh wajib memenangkan calon gubernur/wakil gubernur Aceh dari Partai Aceh, Muzakir Manaf-TA Khalid pada Pilkada 2017.

�Semua orang yang makan dan minum di Aceh wajib menangkan Mualem,� katanya saat memberikan sambutan pada acara deklarasi kandidat kepala daerah dari Partai Aceh di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Sabtu (13/08/2016).

BACA JUGA : Juru Kampanye PA : Yang Tidak Dukung PA, Haram Terima Beras Gratis
Dia mengatakan, apabila selama ini ada kader Partai Aceh yang berbeda pendapat atas penetapan calon dari Partai Aceh, katanya, mulai sekarang harus menerima.

�Jika dulu ada selisih paham, sekarang jangan lagi. Menangkan kandidat di masing-masing kabupaten kota. Jika Rapai Pase sudah bersuara, Partai Aceh menang,� ujarnya.

Oleh sebab itu, dia berharap agar semua kader untuk bersatu padu memenangkan pasangan calon yang diusung Partai Aceh. �Mari kita bersatu padu untuk memenangkan Partai Aceh di masing-masing kabupaten,� pungkas Tgk Ni.

BACA JUGA : Yang Tidak Pilih PA, Akan Kita Usir Dari Aceh

sumber : LN

mayat bayi di nagan raya


Nagan Raya - Masyarakat Nagan Raya mendadak heboh dengan penemuan mayat bayi yang diprediksi berumur lima bulan. Bayi malang itu diletakkan di pinggir jalan Nasional Jeuram�Beutong, Kawasan Keude Neulob Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Senin (8/8). Diperkirakan bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap.

Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi melalui KBO Reskrim Ipda Zuhatta mengatakan, bayi tersebut ditemukan di sekitar dekat jembatan kawasan Keude Neulob, oleh warga yang hendak pergi kerja sekitar pukul 06.00 WIB.

"Berdasarkan keterangan dokter, bayinya dibuang belum lama dan diperkirakan umur sekitar lima bulan," katanya.

Selain itu, kata Zuhatta pada saat ditemukan kondisi bayi terbungkus dengan plastik warna putih, ari�ari bayi sudah di luar bungkusan. Untuk kepentingan penyelidikan, bayi langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Nagan Raya.

"Diketahui bayi memiliki panjang 27 centi meter serta berat 500 gram. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui orang tua yang tega membuang bayi tersebut," ungkapnya.


sumber : AJNN

cambuk di beurawe


Banda Aceh - Ketika pelaksanaan eksekusi hukuman cambuk sedang berlangsung di halaman Masjid Furqan, Gampong Beurawe, Banda Aceh ada sejumlah penonton berteriak meminta agar Haji Bakri Usman (HBU) dicambuk. Penonton bahkan ada yang memanjat pagar meminta HBU segera dieksekusi cambuk seperti orang lain.

Setiap kali pihak Kejaksaan memanggil terpidana yang hendak dieksekusi, lagi-lagi penonton berteriak agar HBU juga dicambuk. �Haji Bakri pajan dicambuk, cambuk Haji Bakri, beu ade hukum (Haji Bakri kapan dicambuk, cambuk Haji Bakri, hukum harus adil-red),� teriak salah seorang warga di luar halaman Masjid Furqan.

HBU dikenal selama ini sebagai tokoh masyarakat yang berasal dari Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, hingga sekarang tidak dijatuhi hukuman apapun. Padahal beberapa tahun lalu, HBU tertangkap basah melakukan perbuatan tercela di sebuah hotel di Banda Aceh.

�Waktu itu Kota Banda Aceh moratorium hukum cambuk, makanya HBU saat itu tidak kita cambuk,� kilah Kepala Satuan Polisi PP-Polisi Syariat Banda Aceh, Yusnardi usai cambuk di Banda Aceh menjawab permintaan warga, Senin (01/08/2016).

Kendati demikian, pihaknya akan mencoba mempelajari kembali kasus tersebut dan akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan, apakah masih bisa diproses atau tidak.

�Kita akan lakukan koordinasi kembali, pelajari kembali kasus tersebut. Akan tetapi harus diketahui, saat itu perangkat hukum kita belum lengkap, saat ini kami tidak bisa melakukan penahanan seperti sekarang,� pungkasnya.


sumber : habadaily

meninggal



Blang Kejeren - Rahman Aman Ali (40) warga Kendawi Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues (Galus), Senin (25/7) sekitar pukul 05.30 WIB, meninggal dalam perawatan di RSUD Blangkejeren. Pria itu sebelumnya dilarikan ke rumah sakit, Minggu (24/07/2016) malam, sejenak dihantam dengan double stic oleh Sahabat (25), yang tak lain tetangganya.

Adapun pemukulan itu di awali dari pengaduan istri Sahabat, yang mengaku sering diganggu oleh Rahman. Kasus itu kini dalam penanganan pihak Polres Gayo Lues, termasuk Sahabat yang kini juga telah diamankan di Mapolres Galus.

Rahman dianiaya oleh Sahabat, ketika tersangka merangsek ke kediaman korban yang juga rumah mertuanya. Saat itu di rumah Rahman berkumpul sanak familinya, karena sedang dilangsungkan rapat keluarga, menjelang pesta perkawinan.

Disebut-sebut, korban Rahman yang telah memiliki anak dan istri itu, juga punya hubungan kekerabatan dengan tersangka Sahabat. Tersangka mengaku jika selama ini sering mendapat laporan bahwa korban sering menyambangi rumahnya, saat dirinya tak di rumah.

Terakhir ia dilaporkan oleh istrinya Surni (20), bahwa korban mengganggu sang istri, Minggu (24/7) sekira pukul 12.00 WIB. Yang membuat tersangka emosi, usai mengganggu istrinya, korban tertawa-tawa.

Tersangka mengaku saat datang ke rumah korban, ia sempat disuruh duduk dan ditawarkan minuman oleh istri korban. Namun ia tak peduli dan langsung menghajar korban Rahman dengan tongkat ganda alias double stic, hingga korban tersungkur.

Pihak keluarga lalu meringkus Sahabat yang berprofesi sebagai tukang becak bermotor dan menyerahkannnya ke polisi. Sementara korban dilarikan ke rumah sakit. Belakanmgan, korban Rahman meninggal dunia dalam perawatan intensiv.

Kapolres Galus AKBP Bhakti Eri N, mengatakan, tersangka pemukulan dan penganiayaan, Sahabat (40) telah diamankan di Mapolres Galus dan dilakukan pemeriksaan.

�Kasus pemukulan dan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia itu sedang dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut, bahkan polisi sudah memeriksa dan memintai keterangan saksi sekitar 10-an warga setempat,� tambah Kapolres melalui KBO Reskrim Polres Galus.


sumber : prohaba


jambret di lhokseumawe



Lhokseumawe � Dua orang pemuda pelaku jambret Ismail Bin Syarifuddin (22), dan Maimun Syahputra (20) babak belur dihajar massa setelah gagal menjambret tas milik Nurhayati (32), di lintasan jalan nasional Medan-Banda Aceh, Sabtu (23/07/2016).

Korbannya, Nurhayati, merupakan tenaga honorer asal Desa Blang Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Sementara itu, dua pelaku itu merupakan warga Desa Rangkileh, dan Desa Reudep, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara.

Peristiwa tersebut diawali ketika Nurhayati baru saja pulang dari tempat kerjanya di Kota Lhokseumawe menggunakan sepeda motor seorang diri. Sampai di jalan Medan � Banda Aceh tepatnya Desa Menasah Manyang, Kemukiman Kandang, korban dipepet oleh dua pelaku dan berhasil menarik tas milik korban.

Usai dijambret, korban berteriak minta tolong serta mencoba mengejar pelaku hingga memasuki pemukiman warga. Namun, pelaku terjebak di jalan karena tak mengetahui jalan untuk kabur. Tak menyerah, para pelaku pun kemudian mencoba loncat ke salah satu kolam milik warga untuk berusaha kabur.

Rencana tersebut tak berhasil, warga dengan cepat langsung menangkap pelaku. Amuk massa pun tak terhindarkan. Warga yang sudah emosi langsung melayangkan pukulan kepada kedua pelaku. Tak lama kemudian, aparat kepolisian datang untuk mengamankan pelaku yang sudah babak belur.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Yasir membenarkan kejadian tersebut. �Untuk saat ini pelakunya sudah kami amankan di Mapolres. Sementara korban sedang kami mintai keterangan lebih lanjut,� ujar Yasir.

Selain itu, kata Yasir pihaknya juga sudah mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku jambret. Namun untuk tas korban belum diketahui sebab menurut keterangan korban telah jatuh dikolam ikan pada saat melarikan diri. "Kejadian tadi sekitar pukul 11.40 WIB. Tas korban jatuh ke kolam ketika pelaku mencoba kabur," ungkapnya.


via AJNN

sheila on 7


Banda Aceh - Kabar gembira datang dari grup band papan atas Indonesia asal Yogyakarta, Sheila on 7. Untuk pertama kalinya, band yang beranggotakan Duta, Brian, Eross, dan Adam ini akan menggelar konser perdananya di kota Banda Aceh pada tanggal 30 Juli mendatang.

Band yang mulai populer di akhir tahun 90an itu akan manggung di Taman Budaya Banda Aceh dalam konser yang bertajuk The Light of Aceh. Hal ini disampaikan oleh Ivan Haeqal selaku Project Director konser yang dimotori oleh Creativindo dan Delta Intermedia.

"Ya, memang Sheila On 7 telah mengatakan kesiapannya untuk tampil di The Light of Aceh atau Cahaya Aceh tanggal 30 Juli mendatang. Ini pasti akan seru, karena ini perdana Sheila On 7 konser di Aceh," kata Ivan dalam sebuah sambungan telepon.

Dalam konser Sheila on 7 nanti, Duta CS telah menyiapkan 12 lagu andalan mereka. Dalam konser ini, ada dua band lokal yaitu Inverno Band dan Gerry Voice yang akan tampil sebagai band pembuka.

Ivan juga menambahkan bahwa dalam konser nanti panitia akan memisahkan penonton laki-laki dan wanita. Hal ini dilakukan karena panitia tak mau melanggar aturan yang berlaku di Aceh. Meski begitu, Ivan menjamin hal tersebut tak akan mengurangi keseruan Sheila Genk untuk berpesta dengan idola mereka.

"Seperti diketahui, Aceh merupakan daerah syariat Islam di Indonesia. Karena hal itu kami akan memisahkan penonton laki-laki dan perempuan saat konser berlangsung. Kami tidak akan melanggar aturan yang berlaku di Aceh," ujar Ivan.

 
sumber : merdeka





Banda Aceh � Bekas Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC) Kabupaten Pidie yang berinisial YS (47), ditangkap bersama perempuan yang berinisial MA (28), yang merupakan istri sah orang lain. Kejadian tersebut terjadi di Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, sekitar pukul 23.30 WIB, Selasa malam (19/07/2016).

Selain Ketua DPC Partai Demokrat Pidie, YS juga merupakan bekas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie. Dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berhasil didapatkan, YS beralamat di Gampong Dayah Caleue Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie. Sedangkan pasangannya berinisial MA (28) beralamat di Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Keduanya digerebek oleh warga setempat di rumah tempat perempuan tinggal yang beralamat di jalan Mujahidin, Lorong Dua, Desa Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Penggerebekan tersebut berawal adanya kecurigaan suami MA yang sering mendapatkan laporan kalau istrinya berselingkuh. MA sendiri sedang dalam proses cerai dengan suaminya.

Informasi yang dilansir dari AJNN, usai dipergoki warga, YS dan MA langsung dibawa oleh anggota Polsek Kuta Alam ke kantor geuchik setempat. Namun saat sedang menuju kantor geuchik, YS sempat melarikan diri dengan cara meloncat dari atas sepeda motor petugas.

�Saat sampai di depan Kantor Geuchik Lamdingin, pelaku loncat dan melarikan diri. Kemudian terjadi pengejaran oleh Babin Kamtibmas Polsek Kuta Alam, dan pelaku dapat diamankan kembali,� terang Kapolsek Kuta Alam AKP Syarif Panirogo SIK.

AKP Syarif Panirogo juga mengatakan, ketika ditangkap pasangan tersebut masih dalam pakaian utuh. �Masih dugaan lah. Karena pakaian masih rapi. Pengakuan mereka tidak berbuat apa-apa,� ungkap Syarif.

Selain itu, Syarif menambahkan, dari keterangan pelaku dan saksi keduanya diketahui masih memiliki pasangan masing-masing, dan masih ada ikatan pernikahan yang sah.

Syarif menyebutkan suami sah pelaku juga berencana akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. "Kami siap menerima laporan apabila suami berencana akan membawa ke jalur hukum. Tapi kami juga menunggu proses selanjutnya dari WH Kota Banda Aceh," ujarnya.

Usai diamankan di kantor geuchik setempat, keduanya dibawa petugas ke kantor Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, sesaat sebelum dibawa petugas, pelaku sempat dihakimi oleh warga, karena pelaku dianggap telah mengcoreng nama baik gampong setempat.

Lokasi kejadian juga sempat didatangi oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal dan Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh Yusnardi. Juga Kapolsek Kuta Alam serta puluhan masyarakat yang datang melihat langsung pelaku.


sumber : AJNN.net





Nagan Raya � Seorang lelaki paruh baya beristri berinisial SG (39), warga Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya, ditangkap oleh pihak Polres Nagan Raya. Penangkapan SG terkait atas laporan istrinya sendiri RH (37), dengan tuduhan dugaan melakukan pencabulan terhadap adik iparnya, sebut saja Bunga (14).

Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi melalui Kasat Reskrim AKP Muhayat Effendie, mengatakan pelaku ditangkap pada Senin (11/07/2016) malam, di salah satu warung yang berada di kampungnya.

�Pelaku kami amankan atas dasar laporan istrinya sendiri, dengan dugaan melakukan pencabulan terhadap adik iparnya, yaitu adik kandung dari pelapor,� kata Muhayat.

Saat dimintai keterangan, kata Muhayat, pelaku sering memberi keterangan berbelit-belit sehingga dicurigai kebenaran terhadap adanya pelecehan yang dilaporkan oleh istrinya sendiri.

"Ketika membuat laporan, sang istri mengaku pernah memergoki pelaku sedang melakukan pelecehan seksual terhadap korban," ungkapnya.

Muhayat menjelaskan, dugaan pelecehan sudah beberapa kali dilakukan oleh pelaku terhadap adik iparnya, dan yang terakhir dipergoki istrinya terjadi pada 26 Juni 2016 lalu.

�Kasus ini masih kami dalami dan pelaku masih diamankan," ujarnya.

Atas perbuatan tersebut, pelaku sendiri terancam dijerat dengan pasal 76 E jo pasal 81 Undang�Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang�Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman diatas lima tahun penjara.


sumber : AJNN

bus mewah di aceh


Banda Aceh � Dalam menyambut hari raya Idul Fitri, kegiatan mudik sepertinya sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Ada yang menggunakan kendaraan pribadi, dan ada juga yang memilih tipe transportasi umum seperti bus.

Bagi mereka yang mudik dari Aceh, sangat tak sulit memilih angkutan umum, karena ada sederet bus supermewah berupa jet bus dengan desain dan interior yang mewah siap memanjakan pemudik.

Salah satunya adalah bus double decker atau bertingkat, Sempati Star. Bus yang digadang-gadang sebagai transportasi darat terbaik di Indonesia itu melayani trayek Banda Aceh-Medan. Bus ini menjadi salah satu favorit pemudik di Aceh.

Interior bus mewah ini cukup memanjakan para penumpang. Kursiya luas dan empuk lengkap selimut serta bantal kecil yang lembut. Ada juga LCD untuk tiap penumpang dan lampu warna-warni yang temaram dalam bus sehingga membuat penumpang tetap nyaman.

Bus bertipe The New Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 ini terdiri dari dua kelas. Tingkat satu supereksklusif dan tingkat dua kelas eksklusif. Lantai atas sendiri terdapat 34 kursi dengan penyangga kaki, bantal, serta selimut. Selain itu mini-LCD terpasang di tiap-tiap bagian atas kursi, persis serupa pesawat kelas bisnis. Ada audio system yang bisa dinikmati selama perjalanan.

�Beda dengan bus yang lain, kalau seperti ini sudah seperti berada di dalam pesawat. Ada LCD-nya, jadi enggak bosan selama di jalan nanti,� kata Aini, seorang penumpang Bus Sempati Star Double Decker, saat ditemui Okezone di Terminal Terpadu Banda Aceh, Senin (04/07/2016).

Sementara itu lantai bawah hanya tersedia empat kursi. Fasilitas yang cukup mumpuni membuat pemudik benar-benar seperti berada di pesawat kelas bisnis.

�Kalau seperti ini sudah seperti kelas bisnis di pesawat nih,� kata Ari, penumpang bus lainnya yang hendak mudik ke Medan, Sumatera Utara.

Fasilitas lain dimiliki bus itu adalah karaoke, layar datar besar di depan tiap penumpang, serta minibar untuk lantai bawah. Sehingga walaupun harga tiket bus ini mahal, penumpang tak segan merogoh koceknya.

Selain itu di sisi pinggir kursi yang berbatasan langsung dengan dinding bus, terdapat port USB, headset, serta beberapa tombol lain.

�Kalau harga memang agak mahal, saya jalan ke Medan harganya Rp500 ribu. Biasanya sekira Rp200-an kalau naik bus biasa. Katanya harga itu sudah dinaikkan sementara 20 persen selama jelang Lebaran,� kata seorang penumpang bernama Rizki.

Harga satuan per kursi untuk bus ini lebih tinggi daripada menggunakan bus biasa. Bila lantas bawah hingga menyentuh angka Rp500 ribu per kursi. Lantai atas sedikit ekonomis yakni Rp300 ribu per kursi.

Bus double decker juga dilengkapi dengan toilet di belakang penumpang lantai dasar. Di samping toilet berdiri tangga yang menghubungkan antara lantai pertama dengan atas. Bus ini bisa melaju dengan kecepatan 150 kilometer per jam tanpa mengusik kenyamanan penumpang di dalamnya.

Selain bertingkat, ada bus eksklusif lain di Aceh yang tak kalah seru. Misalnya bus tronton dan patas lainnya dengan interior dan desainnya yang di atas rata-rata, full-AC, dan lengkap fasilitas wifi. Tinggal pilih saja busnya, ada Sempati Start, Kurnia, Anugerah, Pelangi, Putra Pelangi, PMTOH, Harapan Indah, Royal, dan lainnya.


via okezone

abu paloh gadeng

Aceh Utara - Salah satu ulama asal Aceh, Abu Mustafa Paloh Gadeng atau yang kerap di sapa Abu Paloh Gadeng mengatakan kekuatan politik yang resmi di Aceh adalah kekuatan politik Partai Aceh (PA).

Hal ini disampaikan oleh ulama Aceh tersebut di hadapan rombongan Ketua Gerindra Aceh yang juga calon Wakil Gubernur Aceh, Teuku Al Khalid, beserta rombongan yang bersilaturahmi ke Dayah Abu Mustafa Paloh gadeng di kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Pertemuan sekitar pukul 11:00 WIB siang pada Senin (27/06/2016) di kediaman Abu Paloh Gadeng, sebelum rombongan bertolak menuju kota Langsa.

�Kekuatan politik yang resmi di Aceh adalah kekuatan partai PA,� tegas Abu Paloh Gadeng.


sumber : lintasnasional


warga sri langka dan zaini



Aceh Besar - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah alias Doto Zaini mengunjungi warga Sri Lanka etnis Tamil yang terdampar di Pantai Lhoknga, Sabtu (11/06/2016) lalu. Kunjungan orang nomor satu Aceh tersebut untuk melihat langsung kondisi para pencari suaka itu, Jumat (17/06/2016).

Dalam kunjungan itu, Doto Zaini juga menyerahkan sejumlah bantuan baik makanan dan peralatan lainnya. Abu Doto datang ke lokasi didampingin oleh Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi dan beberapa kepada Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) lainnya.

Doto Zaini sempat berbincang dengan salah seorang perempuan warga Sri Lanka. Anehnya, para pencari suaka itu malah meminta kapal baru kepada Pemerintah Aceh. Alasannya, kapal yang mereka tumpangi sudah tak layak lagi berlayar.

"Mereka minta kapal baru kepada saya. Katanya kapal yang sekarang sudah banyak rusak dan tidak layak lagi berlayar," kata Zaini Abdullah mengulangi ucapan warga Sri Lanka itu.

Pemerintah Aceh, kata Abu, sudah memperbaiki mesin kapal yang dinyatakan rusak. Permintaan bahan bakar sebanyak tujuh ton juga sudah dipenuhi oleh Pemerintah Aceh.

"Semua sudah kami penuhi. Apabila cuaca mendukung, warga Sri Lanka akan segera ditarik ke perbatasan laut Indonesia," ungkap Abu Doto.


sumber : AJNN

ilustrasi
ilustrasi 


Banda Aceh � Tim satuan Wilayatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh mengamankan sepasang kekasih non-muhrim di belakang Hotel Medan, Gampong Peunayong Kecamatan Kuta Alam pada Selasa (14/06/2016) malam kemarin.

Wanita yang diamankan berinisial Mur (26), warga asal Gampong Alue Kiran Kecamatan Seunodon Aceh Utara. Mur merupakan pekerja di sebuah laundry di Lamteumen Barat. Sedangkan pasangan prianya berinisial Isw (26) merupakan warga Desa Bagok Panah Dua Kecamatan Darul Aman Aceh Timur, sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan.

Kasi Penegakan Syariat Islam Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh Evendi A Latief menyebutkan, pasangan kekasih itu terlebih dahulu diamankan warga sekitar pada pukul 20.00 WIB. Kemudian petugas menjemput pelaku pada pukul 23.00 WIB, setelah petugas piket menerima laporan penangkapan pasangan tersebut.

�Sekitar pukul 23.00 WIB kita jemput dari lokasi, dan berdasarkan pengakuan pelaku, mereka duduk berduaan dan sempat bermesraan,� kata Evendi, Kamis (16/06/2016).

Dikatakan Evendi, pihaknya hanya melakukan pembinaan dan memanggil orang tua pelaku. Keduanya juga diharuskan wajib lapor selama tiga kali.

Mur dan Isw telah melanggar Pasal 23 ayat (1) mengenai Khalwat Jo. Pasal 25 ayat (1) mengenai Ikhtilath dalam Qanun No 6/2014 tentang Hukum Jinayat.

cabuli

 

Aceh Timur - Polisi menciduk F bin Z. Pria berusia 40 tahun ini merupakan warga Alu Bu, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur. F ditangkap atas dugaan pencabulan terhadap Bunga (bukan nama sebenarnya), remaja putri berusia 14 tahun, Senin lalu sekitar pukul 20.30 WIB.

�Kami amankan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat Desa Alue Itam, Kecamatan Peudawa,� kata Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu, Selasa (14/06/2016).

Kata Budi, awalnya pelaku mengenali korbannya melalui komunikasi via ponsel, beberapa bulan lalu. Kebetulan, Senin lalu, Bunga berkunjung ke rumah neneknya di Alue Itam. Saat itulah pelaku menjemput Bunga dan membawanya ke perkebunan sawit di Desa Teumpeun.

�Saat itu lah korban dicabuli oleh tersangka,� kata Budi.

Kejadian ini lantas dilaporkan Bunga kepada keluarganya. Mereka memasang perangkap dan menjadikan Bunga sebagai umpan. Bunga meminta F menjemputnya kembali ke rumah nenek.

Di lokasi, polisi dibantu dengan sejumlah warga dengan sabar menanti sampai F datang dan langsung menangkap pria hidung belang itu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pihak kepolisian pun langsung memboyong pelaku ke kantor Polres Aceh Timur. �Saat ini pelaku diamankan dan diproses terkait dugaan pencabulan anak di bawah umur,� pungkas Budi.


sumber : AJNN

imigran srilanka


Banda Aceh - Kapal berbendera India yang mengangkut puluhan imigran Srilanka menolak untuk meninggalkan perairan laut Lhoknga, Aceh Besar, Minggu (12/06/2016) sore.

Padahal mesin kapal yang sebelumnya dilaporkan rusak telah diperbaiki, di samping bahan bakar minyak (BBM) ditambah, makanan dan minuman serta makanan kecil lainnya telah disuplai kepada imigran, tapi kapal tujuan Pulau Christmas, Australia itu tetap menolak meninggalkan perairan Aceh.

Dari informasi yang berhasil di himpun, penolakan itu dikarenakan mereka meminta penambahan BBM sebanyak 7 ton. Padahal sebelumnya Muspida Aceh Besar bersama Muspika Lhoknga dan instansi terkait lain sudah memberi BBM sebanyak satu ton ditambah 15 kardus mi instan, minuman mineral serta makanan lainnya sebagai stok bagi para imigran Srilanka itu selama menempuh pelayaran ke tujuannya.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Suprihasto menyebutkan sore kemarin Muspida Aceh Besar bersama para pihak terkait meminta bantuan kapal milik PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) dipinjamkan untuk menyuplai bantuan BBM serta bahan makanan.

Setelah semua proses itu dilakukan, akhirnya kapal pengangkut imigran itu pun berlayar. Tapi, imigran itu kembali ke lokasi semula tempat mereka labuh jangkar dan tak mau berlayar kembali ke pulau Christmas Australia.

Adapun kapal berbendera India itu mengangkut 44 penumpang, yaitu 20 perempuan dewasa, 15 laki-laki dewasa, dan 9 anak-anak asal Srilanka terdampar di wilayah perairan Indonesia, tepatnya di Laut Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (11/6) sekitar pukul 10.00 WIB.

sumber : SI
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget