Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Terkini"

Perekrutan tenaga kontrak di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh diduga sarat kecurangan dan tidak transparan. Pasalnya dalam pengumuman kelulusan, banyak nama-nama yang awalnya tidak lulus, kemudian muncul kembali namanya di pengumuman akhir kelulusan.
Diduga Ada Peserta Siluman Lulus Tes di RSUDZA
Direktur Pusat Kajian Analis Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat (PaKAR) Aceh, Muhammad Khaidir mengatakan indikasi kecurangan dapat dilihat dari pengumuman peserta lulus, banyak nama-nama siluman yang muncul.

"Peserta yang tidak lulus psikotes, tapi tiba-tiba namanya ada di daftar peserta lulus tahap akhir," katanya

Bahkan, kata Khaidir, jumlah peserta yang diduga siluman dalam seleksi pegawai rumah sakit provinsi itu mencapai belasan orang.

"Berdasarkan penelusuran kami jumlahnya belasan orang, yang terdiri dari beberapa jurusan, seperti D-III Analis dan D-III Keperawatan," katanya.

Dia menduga, munculnya nama-nama tersebut karena adanya pihak-pihak tertentu yang bermain dalam seleksi tenaga kontrak itu.

"Kami minta panitia seleksi untuk menjelaskan kepada publik terkait adanya nama-nama siluman itu, agar tidak muncul penilaian negatif kepada panitia," katanya.

Apabila terbukti adanya kecurangan, kata Khaidir, pihaknya meminta aparat hukum dan gubernur selaku kepala Pemerintahan Aceh mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Bagaimana kinerja rumah sakit akan bagus jika tenaga medis yang direkrut bukan karena kemampuan, tapi karena ada faktor lainnya," katanya.

Sebelumnya, RSUDZA membuka penerimaan tenaga kerja untuk 500 orang dengan berbagai jurusan. Pengumuman tersebut disampaikan melalui website rumah sakit tersebut.

Hingga berita ini diunggah, AJNN belum mendapat konfirmasi dari penitia seleksi maupun pihak rumah sakit
sumber: ajnn.net

Tidak ada yang menyangka, MD, 21 tahun, gadis cantik asal Desa Seumatang Muda Itam, Kecamatan Peureulak, Kab. Aceh Timur, menjadi penjaja barang haram narkotika jenis sabu.
Jadi Pengedar Sabu, Gadis Cantik Asal Peureulak Diamankan Polisi
Rupanya, perbuatan gadis ayu berkulit putih dan tinggi badan semampai itu telah lama tercium oleh pihak kepolisian. MD pun akhirnya ditangkap oleh petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Timur di kediamannya.

Di samping penangkapan MD yang bertindak sebagai pengedar itu, petugas juga ikut mengamankan rekan prianya yakni MJ, 20 tahun, warga Desa Kuala Bugak, Kecamatan Peureulak, Kab. Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto, SIK, M.Hum, melalui Kasat Narkoba AKP Rustam Nawawi kepada Klikkabar.com mengatakan, pihaknya telah lama mengintai gerak gerik MD. Dan, awal pekan kemarin MD akhirnya berhasil diringkus bersama dengan satu tersangka pemakai yang kebetulan berada di rumahnya.
�Kita berusaha melakukan pengembangan, tapi upaya kita masih belum membuahkan hasil,� ujar AKP Rustam Nawawi, Sabtu, 4 Maret 2017.

Sementara itu, tambahnya, dari penangkapan kedua tersangka, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti antara lain 6 paket sabu berukuran kecil, dua buah alat hisap, 1 timbangan digital, 2 buah gunting dan sejumlah uang tunai hasil penjualan sabu.
�Kedua tersangka bersama seluruh barang bukti kini telah diamankan di Mapolres Aceh Timur guna penyelidikan lebih lanjut,� tutup AKP Rustam Nawawi.
sumber: klikkabar.com

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud terkejut dengan banyaknya jumlah masjid di Indonesia. JK yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia itu menyebutkan ke Raja Salman bahwa Indonesia memiliki 800 ribu masjid yang tersebar di seluruh Tanah Air. 
Raja Salman Sangat terkejut Ternyata Indonesia punya 800 Ribu Masjid
"Saya bilang saya Ketua Dewan Masjid, 800 ribu masjid di sini, terkejut dia," kata JK usai melepas keberangkatan Raja Salman ke Brunei Darussalam di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (4/3). 

JK mengatakan terkejutnya Raja Salman itu terjadi saat dirinya melakukan pertemuan di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Jumat (3/3) siang. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menambahkan, delegasi Arab Saudi yang mendampingi Raja Salman juga terkejut mengetahui banyaknya jumlah masjid di Indonesia.  "Semua terkejut," katanya. 

Raja Salman lalu bercerita ke JK dengan menyebutkan bahwa Arab Saudi memiliki banyak masjid pula. Raja Salman, kata JK, menilai Indonesia dan Arab Saudi banyak memiliki persamaan. 

"Dia masjid besar, kita masjid banyak, hampir sama maknanya," tegasnya.

Dalam kesempatan bertemu Raja Salman, JK juga menyampaikan rasa terimakasihnya sebagai penganut muslim karena Raja Salman telah cukup baik menjadi penjaga dua kota suci, Mekkah dan Madinah. [msh]
sumber: merdeka.com

Didampingi Wakapolri Komjen Syafruddin, Dubes Kerajaan Arab Saudi di Jakarta, Usamah bin Abdulah Asyuaibi, mengungkap alasan Rajanya memilih berlibur ke Bali bersama pangeran dan rombongan kerajaan.
Ternyata ini Alasan Raja Salman Pilih Bali jadi Destinasi Liburan
Dikatakan Usamah bin Abdulah Asyuaibi, bukan soal keamanan yang jadi pilihan Raja Arab Saudi memilih Bali. 

"Raja sangat yakin dan percaya akan jaminan keamanan yang diberikan oleh Polri dan TNI tidak hanya di Bali tetapi di seluruh wilayah di Indonesia ini. Serta kegembiraan rakyat Indonesia juga sangat membuat raja senang," kata Usamah bin Abdulah Asyuaibi, Sabtu (4/3) di Nusa Dua Bali.

Lalu apa yang jadi alasan memilih Bali? Kata dia Raja sangat suka laut. Keindahan laut di Bali sudah lama ingin ia saksikan sendiri. Karenanya selama di Bali, lanjutnya dimungkinkan akan lebih banyak menghabiskan waktunya di sejumlah pantai di Bali.

"Laut Bali sudah lama jadi keinginan raja untuk di kunjungi. Laut Bali sangat lepas, semua keindahan laut di Bali sudah lama diketahuinya dan ingin dikunjunginya," bebernya.

Dirinya tidak bisa menyebutkan laut mana saja yang akan dikunjungi oleh orang nomor satu di Arab Saudi ini.

"Saya tidak tau kemana saja Raja kami akan berkunjung. Namun hanya menyebut sangat ingin melihat laut di Bali, hanya itu," singkatnya.

Sementara itu, Komisaris Jendral Syafruddin menegaskan akan tetap menjamin keamanan selama liburan rombongan raja Arab Saudi, lima hari di Bali.

Orang nomor dua di tubuh Polri ini juga menegaskan tidak ada penutupan akses jalan umum selama tour rombongan.

"Kita tetap berikan pengamanan, tanpa mengganggu aktifitas masyarakat. Tidak penutupan jalan dan tidak ada penutupan lokasi yang dikunjungi. Tetapi kita tetap berikan pengawalan dan penjagaan," tutup Wakapolri. 
sumber: merdeka.com

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur H. Rizza Ali Faizin menilai ceramah Khalid Basalamah menjelek-jelekkan aliran tertentu. Hal itulah yang tidak diinginkan GP Ansor karena tindakan semacam itu menimbulkan permusuhan di masyarakat.
Ini Penyebab Ceramah DR Khalid Basalamah Ditolak di Sidoarjo
Menurut dia, terkait pengajiannya sendiri, GP Ansor tidak mempermasalahkan. Karena GP Ansor, termasuk warga NU juga melakukan pengajian. Namun, pengajian yang berisi mengkafirkan orang tanpa klairifikasi, sangat disesalkan.

"Yang kami sayangkan adalah penyampaian dan materinya itu cenderung mendiskreditkan aliran tertentu. Di NU dan Ansor itu selalu terbiasa klarifikasi atau tabayun. Sedangkan Khalid Basalamah itu menyatakan ini kafir, haram dan lain sebagainya. Bahkan untuk pemanggilan Sayyidina untuk Nabi Muhammad juga tidak diperbolehkan olehnya," kata Rizza.

Rizza menegaskan, setiap ceramah yang disampaikan Khalid itu selalu menimbulkan kebencian, menjelek-jelekkan pihak tertentu dan provokatif. Bahkan, Khalid sendiri juga selalu mendapatkan penolakan dari berbagai pihak di setiap daerah di Indonesia ketika ia hendak mengisi acara pengajian.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Muh Anwar Nasir, sebelumnya sudah mengingatkan panitia agar Khalid Basalamah tidak dihadirkan, karena ada penolakan. Namun, Anwar juga tidak melarag karena negara sudah menjamin semua warga untuk melaksanakan kegiatan agama. Ketika ada reaksi penolakan dan atas dasar keamanan, agar acaranya ditunda dulu.

"Ke depan, kami akan melakukan silaturahim lebih baik lagi agar tidak terjadi hal yang sama karena miskomunikasi," pungkasnya.

Sekadar diketahui, anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Sidoarjo, Jawa Timur, melakukan aksi penolakan dan meminta pemateri pengajian, Khalid Basalamah tidak melanjutkan ceramahnya. Khalid Basalamah saat itu sedang ceramah pada acara tabligh akbar yang diadakan Takmir Masjid Shalahuddin di wilayah Gedangan Sidoarjo, Sabtu, 4 Maret 2017.

Sekadar diketahui juga, Khalid Basalamah dalam sebuah pengajiannya yang dishare di YouTube tidak membolehkan membaca surah Yaasin yang ditentukan pada tiap malam Jumat. Menurut dia, hal semacam itu tidak diajarkan Nabi Muhammad SAW. Sebuah ibadah harus ada dalilnya. Ia juga menyebutkan dalam shalat itu tidak mesti menggunakan lafal �ushalli�. Selain itu, kata �sayyidna� tidak semestinya disematkan kepada Nabi Muhammad SAW karena tidak ada dalilnya. Padahal semua itu telah menjadi kebiasaan di kalangan Muslim Indonesia.

Penulis: Moh Kholidun/Abdullah Alawi
sumber: http://portalpiyungann.blogspot.co.id/2017/03/ini-penyebab-ceramah-dr-khalid.html

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto berkomentar mengenai dukungan warga jakarta dalam mendukung Ahok. 
Prabowo : Masyarakat Jakarta Yang Pilih Ahok Adalah Orang Bodoh
Menurutnya hanya kebodohan warga jakarta dalam memilih pemimpin lah yang bisa membuat Ahok jadi Gubernur atau adanya kekuatan besar yang secara masif memaksakan demi kepentingan mereka di jakarta.

Sejarah telah menjelaskan siapa dan bagaimana perjalanan suram Ahok dalam menuju hawa nafsunya untuk berkuasa. Keberuntungan itu ia peroleh pun hasil dari numpang bersama Jokowi sebagai wagub.

Ahok di untungkan dengan terpilihnya Jokowi menjadi Presiden dan secara aturannya memang seharusnya cagublah yang menggantinkan posisi gubernur di saat ditinggalkan oleh Jokowi.

Jelas Ahok terangkat menjadi gubernur adalah karena Numpang dengan Jokowi bukan karena dia yang mencalonkan diri menjadi gubernur.

Tepatnya Gubernur Cipratan Jokowi Atau Dapat Durian runtuh saja. Seandainya saat ini Ahok menjadi Gubernur menurutnya ini sebuah kebodohan yang berlebihan dari warga jakarta

�Logikanya masyarakat Jakarta kan gak kebangetan bodohnya ya.�ucapanya melalui facebook
Berikut postingan lengkap pada wall pribadinya:

�buat saya sangat ANEH�
bila ahok yang saat pilkada

di Bangka Belitung tidak terpilih
di Sumut gagal nyalon
di Jakarta numpang Jokowi

lalu BISA TERPILIH jadi wakil gubernur, dan jadi gubernur karena Jokowi jadi presiden.
lalu (amit-amit) bila nanti dia bisa jadi gubernur, itu mungkin karena :

masyarakat Jakarta lebih bodoh daripada masyarakat Babel dan Sumut, atau KARENA ADA KEKUATAN BESAR, yang ingin memaksakan kepentingannya di Jakarta. Bahkan di Indonesia.

Sumber: http://www.funesia.net/2017/02/prabowo-masyarakat-jakarta-yang-pilih.html

Di tengah semarak kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz ke Indonesia, 1-9 Maret 2017, ternyata Indonesia juga kedatangan tamu seorang dai kelas dunia.
Ini Sejumlah Jadwal Ceramah Zakir Naik di Indonesia
Dia adalah Dr Zakir Abdul Karim Naik atau lebih dikenal dengan nama Dr Zakir Naik. Zakir merupakan seorang pembicara Muslim India, dan penulis hal-hal tentang Islam dan perbandingan agama.

Di Jakarta, Zakir Naik bertemu dengan sejumlah ulama, antara lain Pimpinan Majelis Az-Zikra, Ustaz Muhammad Arifin Ilham. �Subhanallah walhamdulillah, hari ini Allah pertemukan Arifin dengan hamba pilihan-Nya  yang menjadi wasilah jutaan manusia masuk Islam. Beliau adalah ulama kelas dunia, kanda Ustaz Dr Zakir Naik, 52 tahun,� kata Ustaz Muhammad Arifin Ilham kepada Republika.co.id, Kamis (2/3).

Di laman Facebook-nya, Ustaz Arifin Ilham mengungkapkan, Zakir Naik akan memberikan khutbah jumat di Masjid Az Zikra. Kemudian kembali pada Ahad (5/3) untuk memberikan Taushiyah Zikir Akbar mulai 07.00 pagi. Setelah itu dilanjutkan siaran langsung TV ONE  pada program Damai Indonesiaku mulai pukul 15.00 � 17.00 di Masjid Az Zikra Sentul Bogor. �Semoga Allah selalu memberkahi persahabatan dan harakah da�wah kita�aamiin,� tulisnya.(republika)
Sumber: RedaksiIslam.com

Sudah menjadi rahasia umum jika King Saud University di menjadi salah satu kampus terbaik di dataran Arab Saudi. Tak hanya punya reputasi bagus, kampus yang terletak di Kota Riyadh ini juga merupakan almamater bagi sejumlah anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi.
Tahukah Kamu ? Habib Rizieq Kuliah & Lulus Cumlaude di Kampus Top Arab Saudi
Mencetak banyak tokoh Islam, ternyata Habib Rizieq menjadi bagian keluarga besar dari King Saud University. Pasalnya, dia pernah kuliah di sana pada program sarjana, yakni mengambil Jurusan Studi Agama Islam (Fikih dan Ushul).

Dilansir dari beragam sumber, pria yang memiliki nama lengkap Muhammad Rizieq Shihab tersebut awalnya kuliah di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) pada 1983. Namun, baru setahun menempuh studi, Rizieq mendapat tawaran beasiswa dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk kuliah di Arab Saudi.

Kesempatan itu pun tak dibuang sia-sia. Selama empat tahun, Ketua Front Pembela Islam (FPI) itu menempuh pendidikan di King Saud University. Pada 1990, Habib Rizieq dinyatakan lulus, lengkap dengan predikat cumlaude.

Secara keseluruhan, Habib Rizieq menghabiskan waktu di Arab Saudi selama tujuh sampai delapan tahun. Sebab, usai lulus dia tak langsung pulang ke Tanah Air, melainkan sempat mengajar dahulu di sebuah sekolah di Riyadh. Pria kelahiran 24 Agustus 1965 itu baru kembali ke Indonesia pada 1992. Diketahui, dia juga pernah kuliah untuk mengambil S-2 dan S-3 di Universitas Antar-Bangsa Malaysia.

Sejak kecil, Habib Rizieq sendiri sudah rajin belajar mengaji. Meski ditinggal sang ayah ketika usianya masih 11 bulan, ibunya yang berprofesi sebagai penjahit pakaian dan perias pengantin tetap memperhatikan pendidikannya. Selama menempuh studi, sosok ulama yang memiliki banyak pengikut ini tidak dididik di pesantren, dan menempuh pendidikan formal di sekolah.

Berbekal ilmu yang dimilikinya, Habib Rizieq pernah menjadi kepala sekolah Madrasah Aliyah Jamiat Khair sampai 1996. Dia juga mulai mengabdi ke masyarakat dengan menjadi penceramah di berbagai majelis dan masjid. Hingga akhirnya alumnus King Saud University ini mendeklarasikan berdirinya FPI pada 17 Agustus 1998, dan menjadi salah satu tokoh Islam yang dikenal, termasuk berbagai kontroversi yang dihadapinya.
Sumber: okezone

Dalam prosesi penyambutan Raja Salman bin Abdul Aziz oleh Presiden Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (1/3/2017), ada sosok pendek berkacamata tanpa peci yang rambutnya tersisir rapi, berminyak.
Banyak yang Tidak Tahu, Penerjemah Raja Salman Ternyata Alumni Aksi Bela Islam
Banyak yang tidak tahu, laki-laki bertubuh pendek ini memiliki ilmu yang luas. Beliau terpilih sebagai penerjemah antara Raja Salman dan Presiden Jokowi. Dan ternyata, beliau alumni Aksi Bela Islam.

Namanya Muchlis M Hanafi. Jebolan doktoral Universitas Al-Azhar ini terlihat selalu berada di tengah-tengah antara Presiden Jokowi dan Raja Salman sejak pesawat kerajaan Arab Saudi mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3/17).

Muchlis yang termasuk salah satu pejabat di Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an di Kementerian Agama ini ditunjuk istana kepresidenan sebagai penerjemah resmi untuk memperlancar komunikasi antara Presiden Joko Widodo dengan Raja Salman.

Muchlis juga menjabat sebagai Ketua V (Urusan Eksternal) Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) periode 2016-2021. Kawan karib Ketua Umum PBNW, TGH Muhammad Zainul Majdi yang juga Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) ini belum lama didaulat sebagai khatib shalat Jumat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB.

Ia juga memimpin majelis ilmu tentang tafsir Alquran yang memang rutin digelar usai shalat Jumat di masjid kebanggan warga NTB. Menariknya, Muchlis dan gubernur TGH Zainul Majdi juga terlihat bersama-sama turun saat Aksi Bela Islam 411 di Jakarta.
(Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi (kacamata hitam), dalam Aksi Bela Islam 411 di Jakarta)
(Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi (kacamata hitam), dalam Aksi Bela Islam 411 di Jakarta)
Dua tokoh ini dikenal sebagai sahabat, sama-sama tercatat sebagai penghafal Alquran dan jebolan doktor Ilmu Tafsir Alquran di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Sumber: Sumber: http://portalpiyungann.blogspot.co.id/2017/03/siapa-sangka-banyak-yang-tidak-tahu.html

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tidak hadir saat Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al Saud memberikan pidato di gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Kuasa hukum Habib Rizieq, Kapitra Ampera menjelaskan bahwa ketidakhadiran Habib Rizieq dikarenakan sedang dalam kondisi sakit.
Inilah Alasan Habib Rizieq Tidak Hadiri Pidato Raja Salman Di DPR

�Beliau sakit. Saya kurang tahu sakit apa,� ujarnya dalam sebuah wawancara di televisi sesaat lalu, Kamis (2/3).

Ditegaskan Kapitra bahwa Habib Rizieq sebenarnya sudah bersiap untuk hadir ke DPR. Undangan dari dewan bahkan sudah diterima pada Senin (27/2) malam.
�Undangan sudah diterima Senin malam. Beliau juga sudah kita rencanakan untuk hadir,� pungkasnya.

Raja Salman pada siang hari ini menyampaikan pidato di gedung DPR RI. Sejumlah undangan mulai dari pejabat negara, mantan pejabat negara, elit partai, hingga ulama menjadi tamu undangan.
Setelah mengunjungi DPR, Raja Salman bertolak ke Istana Merdeka untuk bertemu dengan pimpinan ormas di Indonesia. Termasuk, melakukan prosesi penanaman pohon kayu besi di halaman istana.
Selain di DPR, Habib Rizieq juga tidak nampak dalam pertemuan Raja Salman di Istana. [ian
sumber: http://suaramuslim.co

KENAPA saya harus menyatakan kalimat kasar Tuan Rumah Yang Bodoh? Karena kita benar-benar kehilangan etika pergaulan diplomatik dengan menghadirkan Ahok sebagai bagian dari tim penyambut Raja Salman di Bandara Halim Perdanakusuma. Faktanya Ahok itu terdakwa. Buktinya persidangannya sedang berlangsung. Jadi jangan berkilah soal belum keluar putusan hukum tetapnya. Kita tidak punya etika pergaulan sama sekali ketika menyodorkan kehadiran terdakwa dalam sebuah pertemuan antar negara. Bodoh luar biasa.
Raja Salman Yang Santun Serta Tuan Rumah Yang Bodoh
Bahwa protokol penyambutan menyatakan harus dihadiri oleh gubernur setempat, maka dengan mudah jika ada kendala bisa digantikan oleh wakil gubernur. Tidak perlu memaksakan diri bahwa harus Ahok hadir di situ. Dan ini kejadian kedua yang buruk luar biasa setelah Ahok dan Presiden Jokowi duduk bersama dalam mobil kepresidenan. Bukan persoalan bahwa Jokowi dan Ahok berteman sangat baik, tapi norma kenegaraan tetap harus dijaga. Ini bukan kegiatan pribadi yang terserah gue mau ajak siapa.

Ini juga yang menjelaskan sekali lagi kenapa Ahok wajib dibebastugaskan sementara selama masa persidangannya. Untuk memudahkan berbagai protokol kenegaraan baik yang bersifat lokal, nasional dan internasional agar tidak kehilangan kehormatan dan kepantasan gara-gara dihadiri seorang terdakwa.

Harus diingat ini bukan spesifik ke Ahok, tapi berlaku secara umum. Karena kegiatan kenegaraan harusnya seluruhnya merupakan kegiatan-kegiatan positif. Tidak patut dihadiri atau bahkan sampai diresmikan oleh orang yang sedang dalam catatan hukum yang sedang berjalan.

Di sisi lain harusnya kita, khususnya Presiden Jokowi, malu dan minta maaf sebesar-besarnya kepada Raja Salman karena memaksa beliau secara tak langsung untuk menyalami seorang terdakwa penista Agama Islam. Seseorang yang kalau di negara Saudi Arabia, jangankan bisa bersalaman dengan Sang Raja, direspon maafnya secara tertulis saja belum tentu.

Raja Salman sangat arif. Dia tidak mau menepis tangan Ahok atau membuang muka dari Ahok. Dia tentu sangat menghormati hubungan baik Saudi Arabia dengan Indonesia. Dia tentu saja tidak mungkin merusak hubungan baik 250 juta penduduk Indonesia dengan 30 juta penduduk Saudi hanya gara-gara Jokowi ngotot menyodorkan kehadiran seorang terdakwa seperti Ahok dalam seremoni resmi.

Tentu kita berharap DPR yang mengambil peran untuk mengingatkan Presiden Jokowi bahwa ada fatsun-fatsun politik yang wajib dihormati dan dibangun dalam proses formal bernegara. Tapi apa masih bisa kita berharap kepada DPR yang bahkan meloloskan Hak Angket tentang status Ahok saja tertatih-tatih? [***]
Penulis adalah alumni ITB, mantan aktivis mahasiswa, pemerhati politik nasional.

Sumber: http://suaramuslim.co

Sekitar 13 ribu mahasiswa di Hong Kong meluapkan kemarahan mereka dengan menggelar demo anti-China di jalan. Mereka memprotes penolakan pemerintah China untuk memberikan demokrasi penuh kepada rakyat Hong Kong.

Para aktivis mengatakan protes mahasiswa besar-besaran ini menandai dimulainya kampanye pembangkangan sipil terhadap China.

Sekitar selusin mahasiswa bergegas menemui pemimpin Hong Kong, Leung Chun. Leung bergegas pergi, sedangkan petugas keamanan memaksa mahasiswa pulang dan memicu bentrokan.

�Ini adalah peringatan atas tindakan Anda yang sudah sangat menganggu,� kata soorang petugas polisi melalui pengeras suara. Tapi para demonstran mengabaikan peringatan itu.�Hong Kong milik kita!,� teriak para demonstran.

Leung dalam konferensi pers mengatakan bahwa pemerintah telah memberikan perhatian terhadap tuntutan mahasiswa untuk menggelar Pemilu tahun 2017.�Tapi atas kebijakan Beijing, perlu ada perbaikan demokrasi pada keadaan saat ini,� katanya.

Namun, seorang aktivis berteriak menentang Leung. �Anda dapat melihat bahwa ia tidak berniat berdialog dengan mahasiswa," kata Alex Chow, Ketua Federasi Mahasiswa Hong Kong, seperti dikutip AFP, Selasa (23/9/2014).

Chow mengancam ada eskalasi protes jika Leung menolak untuk berbicara dengan mahasiswa dalam waktu 48 jam. 
sumber: international.sindonews.com

Tidak disangka oleh Parman (46) Satpol PP kota Surabaya ini, mendapati anak nya sendiri pada saat melakukan Razia di sebuah hotel, menurut informasi yang di dapat Anak nya Yani (19) sedang menyewa sebuah KAMAR HOTEL dengan teman lelakinya bernama Bandy (24)
Satpol PP Di Tertawai TIM Nya Karena Mendapati Anaknya Sendiri Saat Razia Di Hotel
Baru saja mengambil kamar, malah di grebek oleh ayah kandung nya sendiri yang bertugas sebagai Satpol PP di kota tersebut, saat di grebek ia menemukan anak nya Yani dan Bandy sedang duduk di kamar, namun Parman yang kaget melihat anak nya sendiri berduaan dengan pacar nya, mengamuk dan mengancam Bandy teman pria anak nya untuk segera menemui nya di rumah nya.

Saat Parman marah dan mengajak anak perempuan nya untuk kembali kerumah, Yani malah tidak menurut kepada bapak nya, dan bersikeras ingin tetap bersama pacar nya.

Bapak yang emosi pun langsung menggendong anak perempuan nya tersebut dan di bawa keluar dari KAMAR HOTEL.

Melihat perlakuan Parman dan anak nya Yani, terlihat seperti foto di atas teman-teman Parman yang bertugas sebagai rekan kerjanya Tim satpol PP pun tidak bisa menahan tawa, Yani di gendong layak nya anak kecil yang tidak menurut kepada ayah kandung nya.

Saya tidak menyangka dan kaget sekali bertemu anak saya di hotel, atas perbuatan Yani dan Pacar nya tersebut, mungkin akan secepatnya saya dan orang tua Bandy akan bertemu, untuk menjaga tidak terjadinya fitnah dan akan membicarakan atas kelakuan anak mereka secara kekeluargaan "tutur Parman, saat ditanyai wartawan.

Sumber : tribunkota.com

ACEH TAMIANG - Seorang oknum anggota Polisi Resor Aceh Tamiang ditangkap Polisi Sektor Besitang diduga menggunakan narkoba di Hotel Besitang, Sumatera Utara, Jum'at (27/1) malam.

Gunakan Narkoba, Oknum Polisi Aceh Tamiang Ditangkap Bersama Perempuan

Menurut informasi yang diterima AJNN , oknum polisi yang belum diketahui identitasnya tersebut ditangkap bersama seorang perempuan di dalam salah satu kamar Hotel Besitang. Dari oknum polisi tersebut ditemukan barang bukti narkoba jenis ineks.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Yoga Prasetyo melalui Kasat Narkoba Inspektur Satu Polisi Wijaya Yudistira Putra yang dihubungi AJNN, Sabtu (28/1) membenarkan ada oknum Polres Aceh Tamiang yang ditangkap.

"Benar, seorang oknum polisi dari Satuan Lantas ditangkap Polisi Sektor Besitang di Hotel Besitang bersama perempuan. Menurut informasi saya dapat ditemukan barang bukti narkotika jenis ineks," kata Iptu Wijaya.

Menurut Iptu Wijaya, yang bersangkutan sudah pernah diingatkan oleh atasan, namun tidak pernah digubris alhasil ditangkap.

Namun Wijaya mengaku tidak mengetahui identitas oknum polisi tersebut. Pasalnya ia belum lama bertugas sebagai Kasat Narkoba Polres Aceh Tamiang.

"Untuk indentitas oknum tersebut saya belum tahu, karena saya belum lama bertugas di Aceh Tamiang," ujarnya.
Sumber : Ajjn

Menterian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia, Wiranto mengunjungi Aceh, Jum�at 27 Januari 2017.
Wiranto mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) sekira pukul 10.00 WIB disambut Plt Gubernur Aceh, Mayjen TNI Soedarmo dan sejumlah pejabat lainnya.
Kunjungan kerja ke Aceh, Wiranto Gelar Pertemuan Tertutup dengan Pemerintah Aceh
Setelah istirahat beberapa saat di ruang VIP Bandara SIM, rombongan Menkopolhukam selanjutnya menuju Gedung Serbaguna di Komplek kantor Gubernur Aceh.
Dengan diringan rombongan yang dikawal ketat oleh pihak kepolisian, Wiranto tiba di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh pada pukul 10.20 WIB.

Di sana, Wiranto menggelar rapat tertutup dengan Pemerintah Aceh. Belum diketahui apa yang dibahas dalam rapat itu.
Menurut pantauan Klikkabar.com, rapat tersebut berlangsung tertutup dari awak media. Sejumlah wartawan hingga saat ini masih menunggu di luar ruangan sembari menunggu selesainya rapat.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menangkap tiga orang dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (25/1) siang kemarin. Salah satunya adalah pejabat Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar.

Patrialis Akbar Ditangkap di Hotel Kawasan Esek-esek Bersama Perempuan

Informasi dihimpun, Patrialis ditangkap di sebuah hotel di daerah Taman Sari, Jakarta Barat. Lokasi di Taman Sari Jakbar sendiri dikenal sebagai lokasi �merah� atau esek-esek. Bahkan, Sumber internal menyebut turut pula seorang wanita dalam OTT itu.

Saat dikonfirmasi hal tersebut, Juru Bicara KPK Febri Diansyah masih enggan bersuara. "Kami belum mendapatkan informasi lengkap tentang hal tersebut. Masih kita pastikan terlebih dahulu. Perkembangannya akan kami sampaikan segera," kata Febri saat dikonfirmasi, Kamis (26/1).

OTT diduga terkait dengan suap menyuap guagatan judicial riview di MK. Ketiganya telah diamankan KPK untuk dilakukan proses pemeriksaan intensif selama 1x24 jam. �Terkait dugaan tindak pidana suap masih proses pemeriksaan," ujar sumber internal KPK.

Selain itu, KPK juga menyita uang dan dokumen dalam OTT tersebut.  

Sumber: http://www.jawapos.com/read/2017/01/26/105069/patrialis-akbar-ditangkap-di-hotel-kawasan-esek-esek-bersama-perempuan

Seorang anggota polisi Bintara Pam Obvit Sat Sabhara Polres Labuhanbatu Bripka Riduan Limbong dipukul anggota TNI AD yang bertugas di Kompi Senapan C 126 Rantaurapat Kopral Satu (Koptu) Suyadi. 

Koptu Suyadi biasa mangkal dan menjaga kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu. Akibat pemukulan itu, korban mengalami luka memar, serta bengkak pada wajah dan bibirnya. 

Berdasar informasi yang dihimpun, pemukulan terjadi di depan pintu gerbang Kantor Kejaksaan Negeri Labuhanbatu. Saat itu, Bripka Riduan Limbong ingin mengambil STNK kendaraan milik seseorang di kantor Kejari Rantauprapat. 

Namun, Koptu Suyadi yang tidak ada kaitan dengan surat tilang tersebut merasa emosi, dan over akting hingga meninju wajah korban sebanyak dua kali, pada Senin 27 Juni 2016. 

Saat itu, Koptu Suyadi sedang berada di pos pejagaan pintu gerbang masuk kantor Kejari Labuhanbatu. Bripka Riduan Limbong mendapat informasi barang bukti STNK yang ingin diurusnya berada di tangan satpam Kejari Labubantau bernama Dodi.

Mendapat info tersebut, Bripka Riduan Limbong menghampiri piket satpam untuk mempertanyakan surat tilang tersebut. Saat itu, di pos tersebut juga berjaga salah seorang anggota TNI lainnya.

Dipukuli Tentara, Anggota Polisi Lari Ketakutan Mengadu ke Polres

Selanjutnya, Dodi membisikkan kepada Koptu Suyadi bahwa Bripka Riduan Limbong datang hendak mengurus tilang dengan marah-marah.

"Si Dodi (satpam) melaporkan sama Si Aseng, kalau saya marah-marah mau ngurus tilang," kata Bripka Riduan Limbong, kepada wartawan, Selasa (28/6/2016).

Ridwan mengatakan, mendapat laporan itu Koptu Suyadi langsung marah-marah, serta memerintahkan satpam untuk mengancam membunuh anggota Polres Labuhanbatu itu. "Sudah bunuh saja," ungkap Limbong, menirukan ucapan Koptu Suyadi kala itu.

Mendengar ancaman yang diucapkan Koptu Suyadi, Bripka Riduan Limbong langsung mencoba meredakan situasi dengan memperkenalkan diri. "Masa abang gak kenal samaku bang. Aku Limbong bang, dari polres," sebut Riduan. 

Tetapi bukannya meredakan oknum TNI tersebut, malah dia langsung melontarkan kata-kata kurang senang. "Jadi kalau dari polres kenapa rupanya," ujar Koptu Suyadi, sambil meninju wajah Bripka Riduan Limbong.

Menurut korban, setelah mendapatkan pukulan telak di wajahnya, dia mencoba merangkul Koptu Suyadi untuk mempertanyakan mengapa bisa terjadi seperti itu. Tanpa sempat menerima jawaban, Koptu Suyadi kembali melayangkan pukulan kedua. 

Pukulan kedua itu mengenai telak wajah Bripka Riduan Limbong dan membuatnya langsung lari ketakutan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menandatangani surat perintah untuk melarang kedatangan pengungsi Suriah dan imigran muslim masuk ke Amerika Serikat. Dia juga memerintahkan untuk segera membangun dinding perbatasan dengan Meksiko.

Trump Larang Pengungsi Suriah dan Imigran Muslim Masuk ke Amerika Serikat

Trump memerintahkan permintaannya tersebut segera dilaksanakan pekan ini.

Dilansir dari koran The Independent, Rabu (25/1), Trump rupanya tengah memperketat akses imigran, pengungsi dan beberapa pemegang visa dari Irak, Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman. Dikutip dari laporan Reuters, perintah Trump ini termasuk dengan pelarangan administrasi imigran dari semua negara sampai Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keamanan Dalam Negeri mencapai tahap akhir proses pemeriksaan.

Direktur eksekutif nasional Dewan Hubungan Amerika-Islam Nihad Awad mengecam media yang memberikan laporan mengenai permintaan imigrasi Trump.

"Keputusan ini tidak akan membuat negara kita lebih aman, namun justru akan membuat semakin menakutkan dan kurang terbuka," kata Awad.

Pada masa kampanyenya, Presiden Trump berjanji akan menutup semua perbatasan AS dengan Meksiko. Dia juga mengatakan tidak akan membiarkan imigran muslim masuk ke negaranya.

Putra Sulung Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama, Nicholas Sean membantah dirinya yang pernah melontarkan imbauan agar warga Jakarta tak memilih ayahnya dalam Pilkada DKI tahun 2017.

Nicholas disebut melarang warga agar tak memilih Ahok karena takut ayahnya itu dipenjara karena sedang tersandung kasus dugaan penistaan agama.

"Saya tidak pernah mengatakan hal seperti itu," kata Nicholas di Posko Relawan Ahok- Djarot, Rumah Lembang, Jakarta, Rabu (25/1).

Nicholas menegaskan dirinya mendukung ayahnya untuk kembali menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Dia bahkan mengatakan siap berjuang untuk Ahok dan Djarot agar kembali berkiprah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

"Ayah saya adalah orang yang baik. Dan saya selalu memberikan dukungan untuknya. Perjuangan belum selesai," ujarnya.

Berikut pernyataan Nicholas Sean yang beredar di media sosial yang ditegaskan telah dibantah oleh anak sulung Ahok tersebut;

"Saya Nicholas Sean Putra, anak Cahya Purnama (Ahok). Kami sayang papa, kami ingin selamatkan papa agar tidak masuk penjara. Jadi tolong jangan pilih papa kami lagi jadi gubernur DKI. Kami sekeluarga serius. Kami lebih senang papa damai bersama kami di rumah. Sekali lagi kami mohon jangan pilih papa kami jadi gubernur DKI Jakarta. Terima kasih."

sumber:
https://www.merdeka.com/politik/beredar-di-medsos-anak-ahok-minta-ayahnya-tak-dipilih-di-pilgub-dki.html

Jejaring media sosial Cina, Weibo tengah dihebohkan dengan beredarnya sebuah video Durasi video 45 detik itu menjadi viral, karena memperlihatkan kelakuan vulgar seorang oknum dosen yang tengah melakukan adegan layaknya suami istri dengan mahasiswinya di ruang kelas.

Heboh! Video Dosen dan Mahasiswa Mesum di Kelas Beredar di Medsos

Tindakan tidak patut antara guru dan murid itu, berlangsung di sebuah ruangan kosong. Parahnya, perbuatan tidak senonoh tersebut dilakukan pada siang hari.

Seseorang yang tidak diketahui identitasnya, diam-diam mengambil gambar dengan kamera pixel rendah, dari jendela bagian luar. Adegan tersebut diambil di salah satu ruang kampus di Changzhou, Universitas di Cina.

Dalam video tersebut tergambar jelas, si murid tanpa busana sedang berada di atas meja, sementara gurunya masih memakai pakaian.

Dilansir dailymail, Minggu (22/5), sejak beredarnya video itu di Weibo, pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan pihak kampus. Oknum dosen dan mahasiswi dalam video itu disebut telah dipanggil.

Pihak kampus berjanji akan memberi sanksi tegas berupa pemecatan, karena keduanya telah melanggar etik lembaga pendidikan.

Sementara komentar beragam disampaikan masyarakat.�Perilaku dosen ini sangat bodoh. Bagaimana bisa dia melakukan itu di ruang kelas dan siang hari pada muridnya,� kata salah satu komentator.
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget