Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Ulama"


Seuramoenews.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gerindra, H Ahmad Muzani SSos, Ketua DPD, Ir TA Khalid MM yang juga Calon Wakil Gubernur Aceh bersilaturrahmi dengan ratusan santri Dayah Darul Munawwarah, Kuta Krueng, Kecamatan Bandardua, Pidie Jaya, 08/11/2016.

Dalam pertemuan tersebut, Pimpinan dayah Darul Munawwarah, Tgk Usman Ali (Abu Kuta Krueng), meminta pemerintah Indonesia untuk menghukum Ahok yang telah menista Al-Quran terkait surat Al Maidah ayat 51.
Kepada pemerintah, kami meminta supaya Ahok itu dihukum sesuai aturan,� pinta Abu Kuta.
Permintaan menghukum Ahok juga ikut dibacakan Abu Kuta Krueng dalam doa sebelum pertemuan tersebut berakhir.
Acara tersebut juga dihadiri, H Said Mulyadi SE, MSi yang juga wabup setempat, Ketua MPD, Tgk HM Nurhasballah, pemuka agama dan sejumlah tokoh masyarakat.[serambinews.com]


Ribuan Warga Jeunieb Raya Terlihat sedang mendengarkan orasi politik Islam

Seuramoenews.com, Jeunieb - Tusop dr. PUR mulai Terhitung dihari ketujuh masuknya periode masa kampanye bagi para calon kepala daerah di seluruh indonesia, salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bireun periode 2017-2022.

Tu Sop mengadakan acara kampanye terbuka di Gampong Lancang Raya kecamatan jeunieb kabupaten Bireun, 05/11/2016.

Acara yang dihadiri ribuan masyarakat tersebut berlangsung khidmat dan tertib, sesuai dengan Misi dan Visi politik Tu sop-dr Pur yang menganut sistem politik santun. 

Menurut pantauan Seuramoenews.com, acara kampanye pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bireuen yang satu ini terkesan sangat unik dan tergolong langka. 

Bagaimana tidak, baru kali ini masyarakat Aceh di suguhkan dengan model kampanye yang didalamnya terselip banyak ilmu agama.

Bahkan yang sangat membuat hadirin terkesan dan meurasa "teulom-lom", (Ketangihan), dipenghujung acara tersebut seluruh masyarakat yang memadati lapangan Gampong Lancang Raya dihanyutkan dengan lantunan zikir yang dipandu oleh Tgk.Khalili M. Johan (Pimpinan LPI Mujibulhaq Al 'Aziziyah Jeunieb) dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

Dalam acara Tersebut, Tu sop dan dr Pur menyampaikan Beberapa visi dan misi mereka mencalonkan diri menjadi bupati Bireun periode 2017-2012. Tusop sempat menyampaikan beberapa sanggahan secara halus tentang fitnah yang selama ini menghujati beliau dan pasangannya.

Penulis Tgk. Mohd Rijal
Editor HyM



Seuramoenews.com - NTB, Beredarnya foto Gubernur NTB, Tuan Guru M Zainul Majdi, dalam aksi Bela Islam Jilid II di Jakarta pada hari ini menuai pujian. Sikap yang diambil sang gubernur dinilai cukup tegas dalam menyikapi polemik dugaan penistaan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
.
Kepala Biro Humas dan Protokol Sektda Pemprov NTB Yusron Hadi membenarkan hal tersebut. Kata Yusron, aksi pria yang dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) tersebut merupakan sikap pribadi sebagai umat Islam. "Iya (disana), seperti yang ada di foto. Tapi itu sebagai pribadi," katanya kepada republika.co.id di Mataram, Jumat (4/11).
.
Tampak dalam foto tersebut, TGB berjalan dengan gagahnya dengan mengenakan pakaian berwarna putih dalam empat pose. Termasuk saat melayani poto bersama dengan warga.
.
Sebelumnya, TGB yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (NW) mengembalikan persoalan tersebut kepada pribadi masing-masing dalam tubuh NW terkait aksi Bela Islam. Ia hanya meminta, warga NW yang ikut dalam aksi tersebut tidak membawa atribut NW.
.
"Jadi itu betul-betul diserahkan kepada pribadi masing-masing, tentunya kita bernegara dan berbangsa yang baik, taat hukum, dan menghormati satu sama lain," ujarnya di kantor Pemprov NTB, Kamis (3/11) kemarin.
.
Disinggung apakah NW akan mengeluarkan larangan kepada anggotanya untuk tidak berangkat ke Jakarta, TGB menjawab dengan singkat. "Tidak perlu dilarang, sudah mengerti semua, InsyaAllah," katanya menambahkan. [republika.co.id]


Seuramoenews.com - Aceh, Ulama Kharismatik Aceh Abu Usman (Abu Kuta Krueng), 

Beliau adalah Guru Kita tercinta, juga memimpin Yasin, di konplek Dayah Darul Munawarah Kuta Krueng.

Dengan Kasat Wabil Khusus, supaya Allah memberikan kemudahan, kemenangan kepada para pejuang islam untuk menghancurkan Kafir yang telah menista Al-Qur'an.

Dalam Aksi Demo Bela Islam 4 November 2016, bak'da shalat Jum'at dini hari

Wahai Mujahidin Fi Sabilillah jangan gentar Do'a orang mukmin bahkan ulama-ulama Allah mendoakan kalian semua.

Islam tidak mencari musuh, namun islam tidak akan mudur disaat bertemu musuh.

ALLAHUAKBAR...ALLAHUAKBAR...


Seuramoenews.com - Aceh, 30.000 Laskar FPI Provinsi Aceh yang sudah terlatih siap berangkat ke DKI Jakarta melawan Ahok yang melecehkan dan menghina Allah.   �Selama ini para laskar FPI Aceh belum pernah menggunakan keahlian yang telah mereka miliki karena musuhnya belum nyata.   
Laskar FPI Aceh, Siap Perangi Ahox, si Penista Agama

Sekarang musuh telah nyata dan perlu diperangi untuk menghilangkan fitnah terhadap Islam yang dilontarkan Ahok, Gubernur DKI. Kami siap berangkat ke Jakarta, memang Ahok belum bertaubat,� sebut Ketua FPI Lhokseumawe, Aceh Muslim At Thahiry kepada Wartawan, Jumat (7/10).      

Kata Muslim, Ahok kafir harbi yang wajib diperangi, karena dia telah menyatakan sebagai musuh Islam lewat komentar disampaikannya selama ini. Ahok dengan terang-terangan telah menghina Alquran dan itu sama dengan menghina Allah Swt.   

Salah satunya menyebutkan surat Almaidah ayat 51, tentang Allah melarang muslim memilih pemimpin di luar muslim, bohong, �Dalam Alquran, Allah dengan jelas menyebutkan untuk memerangi kafir harbi hingga tidak ada lagi fitnah terhadap Islam,� sebutnya.    

Sebelum batas kesabaran umat muslim Indonesia habis, Ahok diminta segera bertaubat dan memohon maaf kepada seluruh umat muslim di dunia. Setelah itu, Ahok harus mundur dari jabatan dan harus digugurkan dari calon gubernur DKI periode 2017-2022.    

Pasalnya, Ahok telah melanggar undang-undang tentang penistaan agama. Selain itu, Ahok kata Muslim, mengalami penyakit psikologis hingga berani merongrong Pancasila.   

Jika tuntutan FPI Aceh tidak digurbis Ahok, maka dengan terpaksa ke 30.000 mujahidin FPI Aceh akan berangkat ke Jakarta membawa api guna melawan peninsta agama tersebut,� kata Muslim At Thahiry. [beritasore]

Abi Nas Saat Menyampaikan isi kitab Al-Ahkam Asulthaniyyah.

Seuramoenews.com - Dalam politik islam klasik, para ulama kita sudah banyak menelurkan mengenai berbagai konsep kenegaraan dengan sangat cemerlang. 

Setiap politisi dari partai tertentu, selalu memiliki konseptor politik yang jelas dan terarah. Di antara ulama Ahlu Sunnah Waljamaah yang kitab politiknya sangat terkenal Imam Mawardi dengan kitabnya Al-Ahkam Asulthaniyyah.

Kitab ini sangat fenomenal, karena mengupas persoalan politik secara detail. Tidak hanya masalah pengangkatan pemimpin, syarat pemimpin, hak dan kewajiban pemimpin, 

Namun juga membahas mengenai struktur pemerintahan serta hak dan kewajiban semua pemangku kebijakan. Lebih dari itu, buku ini juga membahas mengenai berbagai sumber keuangan negara.

Kitab ini ditulis dengan sangat sistematis dan mudah dipahami. Meski sudah sekian abad berlalu, naun membaca buku ini, seakan kita sedang membaca kitab politik kontemporer. 

Dengan kitab ini, kita dapat membadingkan ide politik Islam klasik, dengan ide politik yang berkembang dari para pemikir Barat.


Seuramoenews.com, Jeunieb - �Bagi orang beriman, dunia tidak diciptakan sebagai tempat berbangga-bangga dengan segala pujian dan sanjungan dari orang-orang disekeliling kita. Tetapi dunia adalah medan perjuangan untuk menggapai keridhaan-Nya yang harus dimenangkan walaupun harus mengarungi lautan fitnah, celaan dan cemoohan dari seluruh manusia di muka bumi sekalipun. Maka jangan pernah panik saat dihujani fitnah. Jangan goyah saat diterpa celaan dan cemoohan. Karena sebaik dan sesempurna apapun seorang manusia, tetap saja ia tidak akan pernah pernah disukai oleh semua orang�

Begitulah pesan Tgk H. M. Yusuf Abdul Wahab, sosok yang oleh para santri biasa disapa Ayah Sop, kepada para santrinya dalam pengajian rutin di dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Ba�da Ashar, Minggu, 30 Oktober 2016. Pengajian yang diikuti oleh santri-santri senior dan dewan guru Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb ini mengkaji salah satu kitab agung karya Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin.

Lebih lanjut sosok yang oleh masyarakat luas biasa dipanggil Tu Sop Jeunieb ini juga mengingatkan bahwa dunia ini tidak akan pernah steril dari fitnah memfitnah. Sejak era Rasulullah saw hingga sekarang, virus ini selalu membayang-bayangi umat. Terlepas dari kronis tidaknya. Yang jelas ia selalu ada.

�Jangankan diera kita yang sudah begitu jauh dari era terbaik dalam perjalanan umat, yaitu era Rasul dan Sahabat, pada era Rasulullah saja fitnah memfitnah ini sudah ada. Bahkan Rasulullah saw sendiri kerap menjadi sasaran fitnah kaum jahiliyah yang merasa terganggu dengan kehadiran Rasul membawa misi ilahiyah. Jika Rasulullah saja difitnah, mengapa kita harus panik saat difitnah. Bukankah kita hanya manusia biasa yang sangat jauh dari kesempurnaan yang dimiliki Rasulullah?�, tanyanya menegaskan.

Terkait persoalan fitnah, Ayah Sop menyakinkan, bahwa sejatinya fitnah sama sekali tidak berbahaya bagi yang terkena fitnah, tetapi ia sangat beresiko bagi yang melakukannya. Fitnah tidak akan mampu merubah yang baik menjadi buruk. Kebaikan akan bernilai kebaikan walupun manusia sepakat mengatakannya kejahatan. Dan yang buruk tetap saja buruk walaupun semua manusia bersepakat mengatakannya baik.  

�Maka dari itu, kita harus tetap komit pada kebaikan walau sedang berada dalam pusaran fitnah. Hadapi fitnah dengan senyum. Balaslah fitnah itu dengan memanjatkan doa kepada Allah agar mereka yang terjebak didalamnya insaf dan kembali ke jalan yang lurus. Jangan panik menghadapi fitnah sehingga menyeret kita dalam perilaku yang sama jahatnya. Apalagi membalas fitnah dengan caci maki. Sebab jika demikian dimana bedanya kita dengan mereka?�, ajar sosok yang pernah belajar pada Syeh Sayed Muhammad Ali, Mekkah Al-Mukarramah ini.

dikutip dari tusop.com

Guru Muda Tgk Khalilullah Seorang Haafidz Al-Quran 30 Juz

Innaa lillaahi Wa Innaa Ilaihi Rajiuun telah pulang ke rahmatullah guru kita tercinta, sahabat kita tercinta karena Allah, ustadz Kholilullah bin Raudhi dalam musibah yg insyaAllah penuh rahmat Allah, menghadap Allah bersama 6 ikhwan beliau dalam perjalanan pulang da'wah dari pulau Siemeulu Sinabang Aceh.
Masya Allah usia beliau masih muda 23 tahun, seorang haafidz, hafal Alqur'an 30 juz, dan guru para penghafal Alqur'an di pesantren Darus Salam Labuhan Haji Aceh Selatan.
Semua guru dan santrii mengenal almarhum imam tampan lahir bathin, karena memang beliau imam favorit yangg tampan, yg disenangi semua jamaah, para guru dan santri karena kesyahduan dan keindahaan qiraatnya.
Rendah hati, santun, murah senyum, dan mudah akrab pada siapapun, namun memiliki kepribadiaan yang kuat dalam Tafaqquhu Fiddiini, khasnya seorang yg haafidz.
Kini beliau menghadap Allah dari pulang dalam perjalanan da'wah fiisabilillah, pulang menghadap KEKASIHNYA Robbul Jali yang KalamNya dihafalnya. Dan itu sesuai dengan nama almarhum Kholiilillah yang berarti kekasih Allah.
Selamat bertemu Kekasihmu, guru kami tercinta.
"MasyaAllah demi Allah abang cemburu padamu ya adikku tercinta Kholiilullah, engkau haafidz, engkau menghadap-Nya saat terindah dalam perjalanan da'wah di JalanNya...Uhibbukum Fillah ya Kholiilullah". Ucap
K. H. Muhammad Arifin Ilham
Allhumma ya Allah, ampunilah seluruh dosa almarhum guru kami, terimalah disisiMu sebagai kekasihMu, dan masuklah almarhum dalam keridhoan SyurgaMu...aamiin

Guru kita, Tgk. H. Nuruzzahri (Waled Samalanga
Seuramoenews.com - Tidak akan berjaya seorang pelajar yang hanya meneguk ilmu dari gurunya tanpa menjadikan akhlak dan tingkah laku gurunya sebagai penopang ilmu yang ia miliki. Pada diri guru yang alim tersimpan akhlak luhur yang harus dipedomani. 

Imam Zakaria Al-Anshari salah seorang ulama Syafi'iyah yang sangat alim, beliau dikenal sebagai Imam Syafi'i kecil pada masanya karena kedalaman ilmu fikih yang dikuasai, sehingga para ulama Syafi'iyah ada yang berujar, "Jangan pernah mengaku diri kita sebagai pengikut Mazhab Imam Syafi'i jika belum membaca kita 'Asnan Mathalib' karya Imam Zakaria Al-Anshari!"

Pada diri Imam Zakaria terdapat akhlak yang luhur. Beliau sangat menghargai makanan, setiap makanan yang dimakan selalu habis dilahap, tidak ada sedikitpun yang dibuang. Bahkan sejarah mencatat, ketika mengajar di Kota Suq Jum'ah Kota Kairo, setiap sepertiga malam.

Imam Zakaria Al-Anshari selalu bangun mengintip tempat sampah yang ada di sekitarnya untuk mencari kulit bitthih (buang semangka) yang dibuang orang. Apabila beliau menemukan kulit semangka dalam tempat sampah yang masih tersisa isinya, beliau mengambilnya, kemudian dibawa pulang ke kediamannya untuk dicuci, lalu dimakan olehnya sisa-sisa itu.

Akhlak Imam Zakaria sering aku temukan pada teman-teman dari Hindia yang belajar di Al-Azhar. Agar isi buah semangka itu tidak ada yang terbuang, mereka selain menggunakan pisau untuk mengupasnya juga menggunakan sendok untuk mengkerok semua isinya untuk dimakan.

Guru kita, Tgk. H. Nuruzzahri (Waled Samalanga demikian. Setiap duduk makan dengannya, aku selalu memperhatikan piring beliau makan. Sejauh yang aku lihat, setiap melahap makanan, beliau tidak pernah meninggalkan sisa sedikitpun dari makanannya yang terbuang. Rahimahumullah yang Maulana.

Penulis : Abdul Hamid M Jamil
Editor : HyM
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget