Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Nasional"

mantan menkeu: jokowi belum berhasil turunkan angka kemiskinan
Fuad Bawazier
 
JAKARTA - Pemerintahan Jokowi belum berhasil menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Ada memang penyerapan tenaga kerja setiap tahunnya tapi juga angkatan kerja baru juga meningkat.

Demikian disampaikan mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier,  di Jakarta.  �Setiap tahun sekitar satu juta tenaga kerja kita terserap dalam berbagai lapangan kerja,� terang Fuad.

Namun, lanjut mantan Dirjen Pajak ini, sekitar dua juta tenaga kerja baru lahir setiap tahunnya , sehingga ada sekitar satu juta tenaga kerja kita tidak terserap dalam lapangan kerja.

Mengutip keterangan FAO (Food and Agriculture Organization), badan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang menangani pangan dan pertanian, Fuad menjelaskan sebanyak 19,4 juta penduduk Indonesia masih kelaparan atau ketidakmampuan mendapatkan akses makanan.

Data FAO ini, kata Fuad, dipublikasikan tahun ini. �Jadi tidak benar kalau pemerintahan Jokowi berhasil menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran,� papar Fuad.

Menurut dia, sebenarnya duet Jokowi-Jusuf Kalla memiliki modal yang kuat dalam memperbaiki ekonomi Indonesia, khususnya dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

�Salah satunya adalah modal politik yang kuat, yakni mendapat dukungan politik dari DPR karena koalisi partai politik yang mendukung pemerintah lebih besar, dibandingkan dengan partai politik yang berada di luar pemerintah,� terang Fuad.

Ia mengatakan modal politik tersebut sangat berarti dalam menciptakan stabilitas politik, sehingga pada akhirnya dapat mendorong para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Namun di sisi, tambah Fuad, masih adanya hambatan investasi di Indonesia, khususnya menyangkut perizinan masih menjadi kendala untuk berinvestasi di Indonesia.

�Jadi berbagai paket kebijakkan ekonomi yang sudah dikeluarkan Presiden Jokowi masih ada yang hanya di atas kertas saja dalam pelaksanaannya. Sebab itu, Jokowi agar terus mengawasi langsung dalam praktiknya di lapangan atas paket kebijakkan tersebut,� terang Fuad. [poskotanews]

Aceh bicara, Lucu, Ada Gambar Wiro Sableng di Aksi 212
Ada Gambar Wiro Sableng di Aksi 212
Jakarta - Aksi damai hari ini diikuti lautan massa yang begitu banyaknya. Di tengah aksi tersebut, tiba-tiba ada seorang penyusup berbaju putih menenteng kapak sakti.

Usut punya usut, sosok pria gondrong itu adalah sang pendekar 212 Wiro Sableng. Tentu bukan Wiro Sableng yang sebenarnya yang ikut dalam aksi damai hari ini.

Foto yang beredar viral di media sosial itu dipastikan hanyalah rekayasa Photoshop. Namun kehadirannya cukup menghibur dan membuat tawa. 

"Subhanallah aksi damai hari ini berjalan hikmat. Tapi kenapa beneran ada wiro sableng?" tulis seorang pengguna Twitter sambil memajang foto rekayasa Wiro Sableng tersebut.

"Dari sekian banyak tweet yg aq baca, paling ngakak sama foto Wiro Sableng di antara massa #AksiSuperDamai212," tulis postingan berikutnya di Twitter juga.

"Wiro Sableng ikut jum'atan di Monas pake ajian "mak cling", hadirin gak ada yg bisa liat sosoknya," tambah yang lain.

Wiro Sableng memang identik sebagai pendekar 212. Adapun Wiro Sableng yang dijadikan rekayasa Photoshop di sini diperankan oleh aktor Ken Ken. (detik)



Jakarta (kabarsatu) -- Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian akan mengeluarkan instruksi ke Polda-Polda se-Indonesia, agar tidak melarang perusahaan transpostasi untuk mengangkut peserta aksi damai pada 2 Desember mendatang. Kapolri mengatakan, siapa pun boleh ikut dalam aksi di Jakarta, selama tidak melakukan tindakan-tindakan anarkistis.

"Besok saya akan melakukan video conference dan tentunya meminta seluruh jajaran agar PO (perusahaan otobus), perusahaan transportasi dapat mengangkut saudara-saudara kita," ujar Tito, Senin (28/11).

Tito melanjutkan, tidak ada larangan warga luar Jakarta ikut aksi pada 2 Desember mendatang. Asalkan, warga yang ingin ikut aksi di Jakarta, harus mengawali dengan niat yang tulus. Dengan harapan aksi unjuk rasa yang akan dilakukan pada (2/12) nanti dapat berjalan dengan super damai dan tidak menodai niat tulus tersebut dengan tindakan-tindakan anarkistis.

"Saya minta dengan niat yang tulus, karena (unras) dikemas dalam bentuk doa dan zikir, jangan sampai menodai niat tulus tersebut. I'tikad, komitmen dan janji dari penyelenggara dan tidak anarkistis agar betul-betul tercipta suasana yang super damai," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Habib Rizieq Sihab mengatakan, para peserta unras dari berbagai daerah tidak dapat pergi ke Jakarta. Alasannya karena para PO transportasi mendapatkan surat perintah dari Dishub dan Polri untuk melarang angkutannya mengantar para peserta unras ke Jakarta. 

"Kami tidak ingin ada lagi imbauan dari polisi di seluruh Indonesia yang menghalangi seluruh umat yang ingin ikut hadir. Termasuk perusahaan transportasi yang tidak melayani," ujar Rizieq di Gedung MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11).rep [kabarsatunews.com]



Jakarta (kabarsatu) --Kebakaran dahsyat di Israel tiba-tiba terjadi setelah beberapa hari pemerintah melaang adzan berkumandang. Kobaran api laksana neraka kecil di bumi. Tak kunjung padam.

Malah semakin membesar setelah angin kencang 'membantu'. Kabar terakhir menyebutkan, api semakin mendekati pangkalan militer Israel.

Segala upaya sudah dilakukan. Peralatan super canggih sudah dikerahkan. Api masih membara. Bahkan di jalanan kota di Israel.

Jika pemerintah Israel mau mengakui kesalahan dan membolehkan kembali adzan dikumandangkan, kebakaran pasti bisa reda.

Mungkin ada dari pembaca yang tidak meyakini jika suara adzan bisa menetralisir bencana. Tapi fakta yang terjadi sudah begitu banyak. 

Video berikut ini kami sajikan sebagai bukti, bahwa lantunan adzan bisa meredakan amarah alam.


yang menyaksikan peristiwa ini dibuat takjub oleh kekuasaan Tuhan. Bagaimana tidak, angin kencang yang terus menerus berhembus, tiba-tiba berhenti seketika ketika azan berkumandang.

Keterangan pemilik akun video menyebutkan, fenomena kejadian hujan disertai badai ini berlangsung di Desa Kotah, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang Madura, Jawa Timur.

Dalam video berdurasi 2:02 menit itu, beberapa orang tampak sedang berkumpul di teras sebuah rumah. Terlihat hujan disertai angin yang bertiup sangat kencang. Dahan pepohonan dan sebuah spanduk seolah terdorong oleh kekuatan tak terlihat ke arah kanan mengikut arus angin.

Warga yang menyaksikan terdengar tak henti-henti berdoa. Tampak pula seorang ibu mondar-mandir sambil menjerit ketakutan.

Seorang pria berjanggut yang mengenakan kopiah putih berinisiatif mengumandangkan azan di tengah kepanikan tersebut. Suaranya yang sangat merdu melunakkan amarah alam. Sementara yang lain terlihat masih dicekam rasa takut.

Ketika lafadz Haiyya alassolah, angin yang awalnya bertiup kencang mulai reda. Hingga adzan selesai dikumandangkan, badai yang begitu hebatnya berhenti. Masya Allah!didakwah [kabarsatunews.com]



Ciamis (kabarsatu) --Kita patut berterima kasih kepada para peserta aksi 212 dari Ciamis.Dari merekalah kita belajar makna perjuangan dan keikhlasan. Dari mereka pula kita belajar arti pengorbanan.

Ketika semua PO. Bus dilarang membawa peserta aksi, mereka tak patah arang. Semangat mereka tetap membara. Tak ada Bus, maka jalan kaki pun menjadi solusi.

Aksi jalan kaki menuju Jakarta ini membuka mata semua pihak. Membuat tersentak semua orang. Menyadarkan para pembuat kebijakan bhw ternyata arus itu begitu besar dan tak mungkin dibendung lagi.
Setelah kafilah para Mujahid Ciamis itu berangkat, tak berapa lama kemudian Kapolri mencabut larangan PO Bus utk mengangkut para mujahid itu.

Kemudian berbagai bus yang tadinya menolak, akhirnya menjemput para peserta aksi damai 212 itu.

Tercatat PO. Budiman, PO Doa Ibu, PO Merdeka, PO Aladin, TNI dll menjemput para peserta aksi itu untuk pulang kembali ke Ciamis terlebih dahulu. Dan sebagai bentuk permintaan maaf, mereka berjanji akan mengantarkan para peserta aksi itu ke Jakarta secara gratis. Mereka berencana berangkat ke Jakarta pada hari Kamis siang. Restarea [kabarsatunews.com]



Batam (kabarsatu) --Salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang III KH Abdul Ghofur Maimoen menyesalkan hujatan murtad terhadap Banser dalam menjaga gereja, padahal fikih Islam, penghormatan terhadap warga nonmuslim sudah selesai.

"Siapa yang berani mengatakan Sayyidina Umar murtad?" ujar pria karib dipanggil Gus Ghofur itu, di Batam Kepulauan Riau, Ahad (27/11).

Doktor Ushuluddin  Tafsir Universitas Al-Azhar, Mesir itu menegaskan, Sayyidina Umar ketika memimpin kekhalifahan tidak membakar gereja karena dalam fiqih Islam, umat Islam juga menjaga warga negara yang nonmuslim.

"Sayyidina Umar bin Khotob tidak merusak tempat ibadah nonmuslim. Siapa yang berani mengatakan beliau murtad. Kalau ada Banser menjaga gereja itu mengikuti fikih Islam dan juga Sayyidina Umar," kata dia pada peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III, digelar di Asrama Haji Batam Centre, Engku Putri, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Gus Ghofur menambahkan, di media sosial (medsos) banyak yang mencibir  Ansor dan Banser. Bahkan ada yang menghujat ketika Banser Riyanto yang menjaga gereja mati karena bom, bukan bersimpati.

"Saya salah satu pimpinan Banser. Kalau ada apa-apa dengan Banser, saya ikut bertanggung jawab. Apa yang dilakukan Banser dalam kerangka menjaga NKRI. Kalau kita bangga dengan Indonesia, itu tidak menjadi soal karena nabi-nabi juga melakukan itu. Anak turun Nabi Ibrahim melahirkan bangsa-bangsa besar, dan mereka bangga dengan bangsanya," ujarnya didamping Ketua Bidang Kaderisasi PP GP Ansor Ruchman Basori.

Islam, demikian Gus Ghofur lagi, disampaikan melalui Nabi Muhammad karena nabi memang hebat dan tahu rumusan masalah.

"Banser tidak akan lagi menjaga gereja jika ada jaminan kelompok radikal tidak lagi meneror gereja. Tapi sebaliknya, kalau teror terhadap gereja masih ada, maka Banser akan tetap menjaga gereja karena dalam fikih Islam itu sudah clear," pungkasnya pada kegiatan bertema Meningkatkan Transformasi dan Profesionalisme Banser dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa.[kabarsatunews.com]
NU Online
Sumber: nu.or.id



Denpasar (kabarsatu) --Seperti yang dilakukan Partai Nasional Demokrat (NasDem) Bali. Mereka akan mengerahkan 5.000 orang ke Jakarta dalam aksi damai �Kita Indonesia� pada 4 Desember 2016 mendatang. Sementara tokoh Desa Adat Sesetan akan menggelar Dialog Kebangsaan, Minggu (27/11) hari ini di Desa Sesetan, Denpasar Selatan.

Ketua DPW NasDem Bali, Ida Bagus Oka Gunastawa, Sabtu (26/11) kemarin mengatakan aksi damai 'Kita Indonesia" digagas Forum Kebangsaan Indonesia yang di dalamnya adalah partai pendukung pemerintah, elemen masyarakat, dan relawan. "Ini aksi damai anak bangsa, relawan, tokoh masyarakat yang tergabung dalam forum kebangsaan," ujar Oka Gunastawa yang kemarin tengah menyiapkan rapat persiapan keberangkatan ke Jakarta.

Oka Gunastawa menegaskan aksi ke Jakarta menggunakan 100 bus dengan peserta sekitar 5.000 orang dari kader NasDem dan para pengurus di seluruh level. "Kami tegaskan dan garisbawahi ini bukan aksi demo. Apalagi aksi mengimbangi aksi 2 Desember. Kami akan aksi pada 4 desember. Sekali lagi bukan demo," ujar Oka Gunastawa yang kemarin didampingi Bendahara DPW NasDem Bali yang juga Korwil NasDem Badung, I Gusti Bagus Eka Subagiartha.

Dalam aksi kebangsaan nanti peserta dari Bali akan bergabung dengan peserta dari seluruh Indonesia. "Kami akan menunjukan wujud keanekaragaman Indonesia. Dari ujung timur sampai ujung barat. Dari Sabang sampai Merauke akan menggelar aksi "Indonesia Kita. Kami prihatin dengan situasi kebangsaan kita. Makanya aksi ini aksi damai yang merekatkan kembali kita dalam bingkai NKRI," tegas Oka Gunastawa. Teman-teman dari Bali akan berangkat langsung menggunakan 100 bus dan akan tiba di Jakarta 4 Desember," pungkas politisi asal Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Karangasem ini.

Sementara di Desa Adat Sesetan, Denpasar Selatan akan menggelar aksi dialog kebangsaan, Minggu (27/11) siang ini. Penyarikan Desa Adat Sesetan, Dudik Mahendra mengatakan krama Desa Sesetan mencermati situasi kebangsaan saat ini dengan situasi politik yang mempengaruhi persatuan dan kesatuan dan NKRI, sehingga berkeinginan merajut dan menguatkan Pancasila, UU Dasar 1945, NKRI dan Kebhinekaan. "Kami di Desa Sesetan berinisiatif mengadakan dialog kebangsaan untuk mendukung tetap utuhnya NKRI," tegas Dudik Mahendra.

Dudik mengatakan Desa Seesetan terdiri dari keberagaman dan kemajemukan sehingga di Desa Sesetan mampu menyulam kemajemukan lebih erat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. "Deklarasi damai sebagai anak bangsa akan digelar di kantor Lurah Sesetan," tegas Dudik Mahendra.nusabali.[kabarsatunews.com]

Jakarta - Sembilan orang tersangka teroris kelompok Abu Nusaibah yang menyusup dalam demonstrasi 4 November lalu sudah merencanakan aksinya dengan matang. Namun rencana teror yang menunggu kelengahan polisi itu bisa digagalkan. 

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, setelah bentrok antara massa dan aparat keamanan terjadi pada Jumat (4/11), sekitar pukul 19.30, Abu Nusaibah memerintahkan WS dan UA untuk mengumpulkan 8 orang kelompok Hawariyun di Masjid Al-Fatah, Menteng, Jakarta Pusat.

"Pengakuan tersangka, mereka bergerak berkumpul di Masjid Al-Fatah dari rumah masing-masing, tidak ikut demo di siang harinya, karena mereka akan memanfaatkan jika situasi rusuh," kata Boy kepada detikcom, Senin (28/11/2016).

Mereka yang diminta hadir itu berkumpul di halaman masjid sekitar pukul 20.00 WIB. Sementara di dalam Masjid ada Abu Nusaibah, SU, dan IA. Abu Nusaibah keluar dari Masjid Al-Fatah pukul 20.30 WIB lalu memerintahkan WS membagi menjadi dua kelompok. 

Kelompok pertama dipimpin AF untuk bergerak ke Penjaringan, Jakarta Utara, sebab kerusuhan telah terjadi di lokasi itu. Sementara kelompok kedua dipimpin oleh Abu Nusaibah bergerak dan bergabung dengan massa di DPR. 

"Tugas dan tujuannya adalah, agar berhadapan langsung dengan aparat keamanan dalamchaos dan mencari kelengahan aparat keamanan untuk merebut senjata api atau apabila ada senjata yang jatuh segera ambil," ujar Boy.

Berdasarkan keterangan salah satu tersangka, mereka tidak langsung bergabung dengan massa setiba di Penjaringan. Melainkan langsung menyusup ke barisan di belakang polisi untuk mencari kelengahan aparat. 

"Namun bentrok sudah berhasil dikendalikan oleh aparat keamanan. Kemudian, kelompok 1 pimpinan AF yang di Penjaringan berpindah menuju DPR RI untuk bergabung bersama massa," terangnya.

Tim Densus 88 Antiteror kemudian berhasil menangkap sembilan orang yang terlibat dalam perencanaan teror itu. Kesembilan orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu ditangkap di Bekasi dan Jakarta. Mereka berinisial S alias AN, A, RS, DA, WW, IA, F, Z, AS. 

"Secara umum mereka terdeteksi sebagai pemuda yang melakukan baiat, langsung ke pimpinan ISIS," ujar Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (26/11) lalu. (Detikcom)

SuaraNetizen.com, JAKARTA - Sebuah foto Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bikin heboh dunia maya.

Foto itu kali pertama diunggah oleh akun jejaring sosial Facebook dengan nama Jack pada 24 November silam ke grup 'BERANDA TOLAK JOKOWI DAN AHOK'.

Di keterangan foto tersebut, Jack menuliskan status bernada provokatif seperti ini:

Biar foto yang berbicara..
Atas ketidakadilan yang terjadi di Indonesia.
Acara minum-minum MIRAS bersama akibat sering gaul dengan Ahok.

Hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Dalam foto itu, terlihat Ahok--sapaan karib Basuki--tengah duduk di meja makan bersama Kapolri, dan satu orang lainnya.

Mereka terlihat menunjukkan ekspresi tertawa, entah apa yang mereka bincangkan.

Namun, di atas meja makan tersebut, ada sejumlah hidangan dan sejumlah botol berwarna hijau yang disebut oleh Jack sebagai minuman keras.

  

Usut punya usut, botol di atas meja yang dikira berisi minuman beralkohol itu ternyata adalah air mineral dengan merek Equil.

Tak pelak, status Jack tersebut menjadi bulan-bulan para pengguna media sosial, terutama di Facebook dan Twitter.

Seperti komentar yang dilontarkan pengguna Twitter bernama @imanlagi.

"PR gubernur DKI terpilih: mengurangi kesenjangan sosial yg masih tinggi. Misal: ada orang yg ga pernah liat Equil," cuit @imanlagi.

Ada pula netizen dengan akun @goodmoaning yang menyindir dengan nada sinisme.

"mohon maaf nih saya memang dari kampung tapi saya tau botol hijau itu equel air mineral doang di indomaret alfamart banyak," kicau @goodmoaning.

Sementara, netizen akun @supermomo memiliki komentar menyebut para hater sudah dibutakan oleh kebencian.

"Equil itu bukan barang umum, nggak semua orang pernah makan di tempat yang menjual Equil. Wajar kalo ada yang nggak tau. Ditambah sama aura kebencian. Yaudah. Kelar," kicau @supermomo. (Tribun)

SuaraNetizen.com - Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen terang-terangan menyebut kekuatan besar di balik Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam menyokongnya dalam gelaran Pilgub DKI 2017.

"Pasti para taipan, yang buat pulau reklamasi. Apartemen itu nanti aksesnya hanya untuk orang China daratan," kata Kivlan saat diskusi di Markas HMI, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Kivlan bahkan tak segan menyebut nama-nama serta perusahaan-perusahaan swasta yang berdiri di belakang Ahok.

"James Riyadi, Tommy Winata, Grup Astra, Grup Podomoro. Banyak yang punya uanglah," katanya.

Tak mau disebut asal tuduh, Kivlan menyampaikan analisisnya.

"Di Pulau Nias nelayan tidak bisa masuk melaut. Begitu juga nanti di pulau reklamasi. Sama seperti di perumahan-perumahan ada satpam, orang asing tidak boleh masuk," ungkapnya.

Oleh sebab itu, dia mendukung aksi untuk mendesak agar Ahok segera dipenjara. Lewat aksi 212 nanti, Kivlan berharap Ahok bisa dihukum atas perbuatannya.(inilahcom)

SuaraNetizen.com � Ulama kondang Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym, memastikan diri untuk turun dalam Aksi Bela Islam Jilid III pada 2 Desember 2016 mendatang.okezone

Aa Gym berharap melalui aksi unjuk rasa yang juga disebut Aksi 212 tersebut, aparat penegak hukum dapat menegakkan hukum secara adil, terutama dalam hal kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ia mengatakan, proses hukum semestinya tidak pandang bulu. Ia berharap melalui aksi tersebut Ahok dapat diperlakukan sebagaimana penista agama lainnya, tanpa adanya perbedaan apalagi sampai diperlakukan secara istimewa.

"Saya harap (Ahok) tetap diperlakukan seadil-adilnya, sebagaimana anak bangsa yang lain, tidak dibeda-bedakan," kata Aa Gym di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 28 November 2016.

Aa Gym juga menaruh harapan untuk aksi 2 Desember 2016 mendatang agar bangsa Indonesia belajar menyikapi segala persoalan. "Mudah-mudahan keadilan segera nyata. Tegak di bumi ini," ujarnya

Selain itu, untuk menyelesaikan masalah tersebut, Aa Gym menilai diperlukan tiga semangat, yaitu semangat persaudaraan, semangat mencari solusi dan semangat untuk sukses bersama. Ketiganya perlu disikapi agar bangsa Indonesia tetap bersatu.

"Jangan sibuk sebagai musuh, jangan hanya mempermasalahkan masalah tapi bagaimana mencari solusi terbaik dan semangat sukses bersama," ucapnya menambahkan. (VIVA.co.id)

SuaraNetizen.com � Ustaz Yusuf Mansyur mengaku sempat menangis, setelah polisi melakukan kesepakatan dengan para ulama dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI soal aksi 2 Desember, yang akan dipenuhi dengan ritual agama.

Ustaz Yusuf mengatakan, hal itu menjadi bukti bahwa tidak ada pertentangan antara ulama dan penegak hukum.

"Saya kemarin, sempat meneteskan air mata. Enggak ada perselisihan antara ulama danumara," kata Yusuf dalam program �Apa Kabar Indonesia Pagi� di tvOne, Selasa 29 November 2016.

Hal ini, kata dia, harus disyukuri bersama. Namun, dia menyadari bahwa sebelumnya ada proses yang cukup panjang hingga kesepakatan ini terjadi.

"Masyarakat juga melihat gesture tubuh ulamanya juga tersenyum. Muka-muka bahagia," kata dia lagi.

Ustaz Yusuf juga mengingatkan bahwa kesepakatan aksi damai, salat, dan zikir bersama di Monas nanti, tidak akan menolerir aksi-aksi yang ingin menunggangi dan melakukan provokasi. Namun, potensi provokasi harus dihindari para jemaah yang akan hadir dalam aksi damai. (VIVA.co.id)

Dr. Aviliani

Yogyakarta (kabarsatu) --Selain menyatakan perlunya peningkatan daya saing melalui sertifikasi produk dan tenaga kerja, para Ekonom PP ISEI mengingatkan adanya ancaman besar di era MEA. Ancaman itu adalah masuknya jutaan tenaga kerja asing bersertifikat ke Indonesia. Ancaman ini dirasa sangat nyata, mengingat investor asing yang nanti masuk ke Indonesia memasukkan tenaga kerjanya ke dalam satu paket perjanjian kerjasama investasi.

Dalam acara penutupan Konferensi Internasional Federasi Asosiasi Ekonomi Asean (Federation of Asean Economic Association/FAEA) ke-41 di Yogyakarta, Jumat (25/11/2016), Ekonom Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, Dr. Aviliani, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia.

Menurutnya, saat ini di negara China terdapat 400 juta pengangguran yang bisa menjadi ancaman, karena mereka mengarah untuk bekerja ke Indonesia. Apalagi, tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia itu adalah tenaga kerja terlatih atau terampil (skilled labour). Sedangkan tenaga kerja Indonesia yang ke luar negeri mayoritas bukan yang terlatih.

Ancaman masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia, lanjut Aviliani, menjadi ancaman yang nyata, karena ke depan perusahaan luar negeri yang masuk menjadi investor di Indonesia sudah satu paket, yaitu investasi dan tenaga kerja.

Selain itu, Aviliani juga mengatakan, hal yang perlu diamati adalah tenaga kerja asing yang terlatih bisa mengerjakan lima pekerjaan sekaligus, sedangkan tenaga kerja Indonesia hanya bisa mengerjakan satu pekerjaan saja, sehingga produktivitas tenaga kerja asing tersebut memang lebih tinggi.

Dengan adanya ancaman itu, Aviliani mengatakan, perlu segera melakukan sertifikasi tenaga kerja Indonesia di semua sektor. Pasalnya, kata Aviliani, dari 128 juta angkatan kerja di Indonesia, saat ini hanya 5 persen saja yang sudah tersertifikasi.

"Sementara itu, kebanyakan tenaga kerja Indonesia di luar negeri saat ini bukan tenaga kerja yang terlatih atau bersertifikat, sehingga tidak termasuk dalam perjanjian Asean," tegasnya.

Terkait tenaga kerja asing yang bisa menjadi ancaman bagi Indonesia itu, Edy Suandi Hamid menambahkan,  Indonesia memang menjadi negara yang mempunyai daya tarik bagi para pekerja asing. Di tahun 2013 saja, katanya, tenaga kerja dari Malaysia di Indonesia ada sebanyak 4.942 orang.

"Indonesia berada di peringkat keenam di dunia sebagai negara yang paling diminati oleh tenaga kerja asing," pungkas Edy.cendana.[kabarsatunews.com]



Jakarta (kabarsatu) --Yusril Ihza Mahendra memberikan klarifikasi mengenai pemberitaan bahwa Yusril Ihza Mahendra menjadi pendukung Ahok. Yusril menyatakan bahwa media tertentu memelintir esensi ucapannya. � Yang saya benarkan adalah statemen bahwa Ahok masih bisa ikut Pilkada. Saya tidak membenarkan apa yang ditulis detik.com karena itu sudah persepsi dan tafsiran mereka�, tuturnya (28/11), dikutip dari laman Persis.

Terkait dengan UU Pilkada, Yusril menilai bahwa dirinya mengatakan hal yang benar meski itu pahit untuk didengar. Yusril membatasi diri bicara dari sudut hukum dan perundang-undangan agar tetap adil dan tetap berpegang pada hukum yang dihormati bersama. �Saya dukung dia tetap ikut pilkada. Cukup jelas pernyataan saya. Soal dugaan penistaan agama, hukum dan keadilan wajib ditegakkan�, lanjut Yusril.

Lebih lanjut Yusril mengatakan bahwa dirinya sudah berulangkali mengatakan pelanggaran terhadap hukum, mesti diproses dan ditegakan keadilan. �Dalam keyakinan saya, menegakkan syari�ah dalam konteks jinayat baik hudud maupun ta�zir hal itu adalah kewenangan negara, bukan kewenangan individu. Andai saya berhasil menangkap maling di rumah saya, saya tetap tidak berwenang melaksanakan jinayat (hudud) terhadap si pencuri�, ungkapnya.

Yusril menegaskan bahwa selayaknya para elit politik mesti mengedepankan sikap gentlemen. �Saya pribadi, kalau saya bertarung dengan seseorang atau dengan kelompok manapun, saya akan bersikap gentlemen. Pertarungan harus berlangsung secara adil dan fair. Sudah sering itu saya lakukan. Saya akan tetap jadi petarung sejati, insya Allah, sampai kapanpun. Mudah2an Allah meridhai saya. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan saya�, paparnya.

Yusril mengajak para tokoh Islam untuk jadi pemain, bukan menjadi mainan politik kelompok-kelompok tertentu. �Jangan mudah diprovokasi kelompok lain tanpa berpikir panjang, gampang dipecah belah dan diadu domba satu sama lain. Umat Islam disuruh jadi martir, tapi kalau sudah menang, mereka ditinggal dan kemudian dikuasai kelompok lain. Tidakkah umat Islam negeri ini mau memetik pelajaran dari sejarah dengan mengedepankan rasionalitas daripada emosi?�, pungkasnya.pekanews[kabarsatunews.com]

SuaraNetizen.com, Cianjur - Ribuan peserta Aksi Bela Islam Jilid III asal Cianjur, Jawa Barat, akan berangkat ke Jakarta dengan cara berjalan kaki. Hal ini menyusul adanya imbauan dari pihak kepolisian setempat agar perusahaan otobus (PO) tidak menyewakan bus kepada peserta aksi 2 Desember 2016.

Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI wilayah Kabupaten Cianjur Ahmad Yani mengatakan, kepolisian mengimbau kepada para pengelola PO untuk tidak menyewakan bus kepada massa yang akan menjadi peserta Aksi Damai Bela Islam Jilid III di Jakarta.

"Kemarin saya terima informasi terkait hal itu. Namun kami pun punya banyak cara untuk datang meski harus berjalan kaki sekalipun ke Jakarta," tutur Yani ditemui kediamannya di Cianjur, Senin (28/11/2016).

Yani menyayangkan sikap kepolisian tersebut. Ia berharap polisi bijak menyikapi persoalan ini. "Apapun upaya mereka, masyarakat tidak bisa dibendung, tidak bisa diberangus karena itu hak konstitusi untuk melakukan aksi damai," tegas dia.

Dia menyebutkan, ada sekitar 10 ribu umat Islam dari Kabupaten Cianjur yang sudah terdata dan siap berangkat ke Jakarta untuk bergabung dengan kaum muslim lain di Jakarta.

Sementara itu, salah seorang pengelola perusahaan otobus (PO) di Cianjur, Raja Husni Mubarok mengatakan, bagi peserta aksi yang akan menyewa bus harus ada surat izin dari pihak kepolisian.

"Sekarang harus ada surat izin terlebih dahulu dari aparat kepolisian," kata Husni.

Meski demikian, lanjut Husni, hingga saat ini belum ada satu pun pihak dari perwakilan aksi yang menyewa bus untuk mengangkut peserta aksi demo. "Kami sendiri tidak melarang selama armadanya masih tersedia," kata dia.

Meskipun membawa peserta aksi, pihaknya akan meminta pemesan agar selama dalam perjalanan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Ini dilakukan demi keselamatan para penumpang maupun bus yang digunakan. (Liputan6/SN)

SuaraNetizen.com - Belakangan beredar foto Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq, bersama sejumlah pengusaha tanah air. Salah satu foto diunggah oleh akun twitter@ratu_adil dan akun facebook@ratu.adil.indonesia.

Foto-foto itu menjadi viral dan menyebar dengan cepat di ranah media sosial (medsos). Salah satunya, menyebar lewat akun facebook @JRXSID dan akun twitter@ngetwitsendiri.

Dalam keterangan foto, akun @ratu_adilmenyebut Habib Rizieq mengaitkan pertemuan tersebut dengan Gubernur DKI Jakarta (non aktif) Basuki Tjahaja Purnama.

"Haiya. Lu olang Habib Lizieq ya? Bantu kita olang dong. Umat Islam suluh demo jatohin Ahok, ployek kita di-cut bos," tulisnya tertanggal 26 November 2016.

Celakanya, pemilik akun itu juga menyebut nama pengusaha Tomy Winata pada twitberikutnya. "Ya Allah. Agar Habib Rizieq sehat selalu untuk selamatkan bisnis Tommy Winata Cs yg dibabat Gub kafir. Amin ya Rabb," lanjutnya.

Cuitan tersebut secara tegas dibantah oleh Direktur Utama PT Telesindo Shop, Hengky Setiawan. Kebetulan, dalam foto tersebut memang terdapat dirinya.

"Bukan (Tomy Winata). Sebelah saya itu, Romy Winata, adiknya TW," kata Hengky melalui pesan singkatnya, Senin (28/11).

Menurut Hengky, foto tersebut sejatinya diambil sudah cukup lama. "Fotonya sudah hampir 2 taonan. Di vila teman pas ketemu," jelasnya.

Hengky menambahkan, tidak ada yang istimewa dari foto tersebut. Pertemuannya pun dilakukan secara tak sengaja.

"Kebetulan saya dan Romy ada di vila temen, ada temen bawa pak Habib kesana juga jadi ketemu, trus ada yang ngajak foto bareng," pungkas Hengky. (Beritasatu)

SuaraNetizen.com - Budaya asal njeplak komentar atau menulis di media sosial terus terjadi.

Setelah ada 3 netizen menghina KH Ahmad Musthofa Bisri atau Gus Mus di Rembang, kali ini giliran Facebooker di Gresik menghina Gus Mus sekalugus Gus Dur, nama populer Presiden KH Abdurrahman Wahid.

Pelakunya adalah Arik S Wartono, pemilik sanggar seni lukis Daun. Ia dilaporkan ke Polres Gresik terkait dugaan penghinaan terhadap tokoh agama, mantan presiden Republik Indonesia dan kyai melalui media sosial, Seniin (28/11/2016).

"Kami tetap lapor ke Polres Gresik terkait penghinaan terhadap tokoh agama, tokoh nasional KH Abdurrahman Wahid & kyai melalui media sosial," kata Ktua Gerakan Pemuda Ansor Gresik, Agus Junaidi, didampingi Sekretaris Ashadi Ihsan dan jajaran pengurus, Seniin (28/11/2016).

Ia menilai, tulisan Arik di media sosial mencanci maki, menghina dan mengejek tak hanya kyai, tokoh nasional namun juga mantan presiden yaitu Gus Dur. Arik S Wartono tercatat sebagai masyarakat Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik & tinggal di Perumahan Banjarsari, Kecamatan Cerme.

Sesuai bukti laporan GP Ansor, Arik menulis di Facebook, antara lain, "Lha iya, setan gusdur opo gusmus," dan NU lah yg sejak gusdur smpai hari ini selalu memecah belah umat Islam."

Ada lagi tulisannya, "NU kan memang bukan muslim maka sekalian saja bikin agama baru gabung syiah."

Terkait laporan itu, Arik datang ke kantor PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Gresik di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.

Ia meminta maaf kepada jajaran pengurus GP Ansor dan PCNU Gresik.

"Secara lngsg saya minta maaf.

Perkataan di media sosial itu memang saya yang membuat, tapi itu hanya pura-pura saja."
"Padahal niatan aku agar aku dibenci oleh ormas Islam. Aku mempunyai misi untuk mengembalikan lagi landasan negara Republik Indonesia ke Undang-undang Dasar 1945."

"Tidak lagi Undang-undang Dasar 1945 yang diamandemen. Sebab, cita-cita leluhur para pejuang ya di Undang-undang Dasar 1945 yang asli," kata Arik.

Menanggapi tindakan GP Ansor yang melaporkan ke Polres Gresik, Arik menanggapi dngn santai.

"Risiko perjuangan. Yang penting saya bisa menjelaskan perjuangan aku bersama para intelijen lain tentang cita-cita mengembalikan landasan negara Republik Iindonesia ke Undang-undang Dasar 1945 yang asli," katanya. Bandingkan pembelaan Arik dengan screenshot tulisannya di Facebook berikut ini.

Sementara, Kasat Rekrim Polres Gresik AKP Heru Dwi Purnomo mengatakan bahwa dari aduan warga terhadap dugaan ke-pada tokoh agama & kyai melalui media sosial di Facebook akan ditindak lanjuti. "Kami bakal konsultasi ke ahli hukum ilmu teknologi. Sebab pelaporan ini terkait Undang-undang Teknologi Informasi," kata Heru. (Tribunnews)



Jember (kabarsatu) --Lembaga Bahsul Masa'il Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LBM PCNU) Kabupaten Jember menyatakan, bahwa salat Jumat di jalan saat aksi demonstrasi 2 Desember 2016 diperbolehkan.

LBM adalah lembaga membahas masalah-masalah tematik terkait kehidupan sosial dan beragama di Indonesia dari sudut pandang hukum agama atau fikih. LBM NU Jember membahas masalah hukum salat Jumat di ruang musyawarah PCNU Jember, Sabtu (26/11/2016) kemarin.

Dalam surat resminya, Ketua Tim LBM PCNU Jember Muhammad Syukri Rifa'i menyatakan, pembahasan itu terkait dengan pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar NU KH. Said Agil Siradj bahwa salat Jumat di jalan raya tidak sah menurut mazhab Imam Syafi�i dan Maliki. 

Di sisi lain, LBM PBNU, seperti diberitakan NU Online pada tanggal 24 November 2016, memutuskan bahwa salat Jumat di jalan sah menurut mayoritas ulama kecuali Imam Malik, tetapi haram disebabkan mengganggu ketertiban umum dan membuat kemacetan.

Tak ingin masyarakat bingung, Tim LBM PCNU pun mengambil inisiatif pembahasan. Dari pembahasan tersebut diambil enam sikap. 

Apa saja? Pertama, fatwa hukum yang dikeluarkan PBNU tentang hukum salat Jumat di jalan tidak sesuai dengan momentum yang tepat dalam situasi saat ini, sehingga menimbulkan preseden buruk terhadap jam'iyah NU.

Kedua, fatwa hukum yang dikeluarkan PBNU harus didasarkan pada kajian mendalam dan komprehensif, sehingga tingkat akurasinya tidak diragukan. 

"Ketiga, bahwa kata 'abniyah' dalam bab salat Jumat di kitab-kitab fikih klasik bermakna pemukiman penduduk, bukan bangunan atau masjid, sehingga tidak tepat dijadikan alasan pelarangan salat Jumat di luar masjid," kata Syukri.

Keempat, mayoritas ulama yang terdiri dari mazhab Hanafi, Syafi'i, dan Hanbali sepakat bahwa salat Jumat tidak harus dilakukan di dalam masjid atau bangunan tertentu, selagi dalam area pemukiman penduduk.

Kemakruhan (boleh atau tidaknya) salat di jalan raya berlaku dalam konteks kondisi normal. ketika seseorang tiba-tiba salat di tengah jalan, sehingga mengganggu orang lain.

"Adapun dalam konteks demonstrasi 212 ketika jalan raya sudah diatur untuk digunakan para peserta demonstrasi dalam rangka menggunakan hak menyatakan pendapat, sebagaimana diatur dan dijamin konstitusi, maka unsur kemakruhan atau keharaman tersebut tidaklah terpenuhi," kata Syukri.

"Mengharamkan salat di jalan raya dengan illat mengganggu pengguna jalan berkonsekuensi pula pada pengharaman seluruh aksi demonstrasi, pawai, dan sejenisnya yang berarti juga menentang hak warga negara sebagaimana sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan," kata Syukri dalam surat resminya. beritajatimcom[kabarsatunews.com]



Jakarta (kabarsatu) --Peristiwa pengibaran bendera Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di acara groundbreaking smelter PT Wanatiara Persada di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (25/11) lalu, menuai kecaman.

Terlebih lagi, ukuran bendera berwarna merah dengan lima bintang keemasan itu lebih besar ketimbang ukuran bendera Republik Indonesia.

Menurut mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zein, berkibarnya bendera Tiongkok di tanah Indonesia, merupakan sebuah test case bahwa orang-orang Tiongkok daratan sudah hadir di Indonesia.

"Percaya atau tidak, Tiongkok daratan sudah siap take over Indonesia," kata Kivlan di PB HMI, Jakarta, Senin, (28/11).

Ia juga mengecam adanya tentara Tiongkok yang berpakaian lengkap sedang berbelanja di pusat perbelanjaan.

"Ini kan kedaulatan kita. Bendera sudah berkibar, itu menginjak-injak kedaulatan kita," tegasnya, seperti diberitakan RMOL.

Ia memberi contoh lain, yakni tentara Tiongkok yang sudah memasuki wilayah perairan Natuna dan membangun pangkalan militer.
Di sana mereka memperingatkan kepada siapa saja yang masuk ke wilayah klaim mereka untuk melaporkan terlebih dahulu ke pemerintah Tiongkok.

Lebih lanjut Kivlan memprediksi, Tiongkok saat ini akan seperti Inggris di abad 17 hingga 19 dan Amerika Serikat di abad 20 yang ingin menguasai dunia lewat perairan.

Dan kini hegemoni Tiongkok sudah mulai perlahan mencengkeram Indonesia.

Menurutnya, bangsa Indonesia harus belajar dari Singapura, yang dulunya diduduki oleh bangsa Melayu, kemudian terjadi kerusuhan Geylang di tahun 1966.

"Kira-kira begitu di Indonesia. Kalau tentara Tiongkok masuk ke sini, maka Tiongkok akan take over Indonesia," pungkasnya.jpnn.com[kabarsatunews.com]

SuaraNetizen.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan sejumlah penekanan ketika presenter Kompas TV Rosiana Silalahi mengajukan pertanyaan tajam kepadanya tentang kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI non aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Prabowo menyampaikan saat jadi tamu khusus di acara 'Rosi' sebuah program wawancara khusus dengan Prabowo Subianto malam ini di Kompas TV.

Dia mengatakan, langkah Jokowi sudah tepat saat dia berusaha meredam suasana tegang di DKI Jakarta saat video pernyataan Ahok yang diduga menista Agama Islam beredar luas, dengan mendatangi banyak tokoh ulama.

"Saya kira itu memang tugasnya seorang kepala negara, kepala pemerintah harus memelihara komunikasi politik dengan semua unsur," kata Prabowo.

"Sebenarnya segenting apa yang dihadapi bangsa ini?" tanya Rosi.

Prabowo menjawab, "Sebetulnya kita mengetahui ada keadaan khusus di ibukota saat ini, di mana gubernurnya, saudara Basuki Tjahaja Purnama yang dikenal sebagai Ahok telah melakukan sesuatu yang dirasakan oleh banyak kalangan, terutama umat Islam dan kalangan bawah sebagai suatu penistaan agama, dan ini membuat tegang."

"Kalau kita objektif, sebelumnya pun mungkin gaya bicara beliau dan sikap sikap beliau itu membuat sakit hati banyak kalangan. Apalagi ini masalah agama ya, di negara kita itu sesuatu yang sangat sensitif. Sejak kemerdekaan kita pun tahu, persoalan ras agama antargolongan atau SARA ini kan hal sensitif. Garis garis yang bisa menimbulkan perpecahan," lanjut Prabowo.(tri)

loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget