Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Religius"

AMP - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan para prajuritnya agar saat memimpin pasukan mereka mengutamakan kaidah-kaidah agama. Tak hanya itu, para pemimpin juga menurutnya harus bertutur kata yang halus seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.

“Dalam memimpin tentara harus mengutamakan kaidah-kaidah agama dan bertutur kata yang halus, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW,” kata Gatot seperti dikutip dari Republika Hari Kamis (8/6/2017).

Gatot kemudian mencontohkan perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, Jenderal Sudirman memimpin pasukannya dalam memimpin perang gerilya untuk merebut wilayah Yogjakarta dari penjajah Belanda dengan mengedepankan kaidah-kaidah agama.
“Makanya anak buahnya sering memanggil Pak Sudirman dengan sebutan Kyai. Hal ini dikarenakan Jenderal Sudirman merupakan seorang Santri, Guru Agama dan menjadi Kepala Sekolah dari organisasi keagamaan yaitu Muhammadiyah, yang selalu menjalankan Syariat Islam,” tegasnya.

Gatot kemudian menegaskan, sampai kapanpun TNI tetap bersatu dengan Rakyat dan para Ulama, termasuk para Santri.

“kebersamaan tersebut perlu dijaga demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta tetap melindungi keselamatan negara dan bangsa,”pungkasnya.[republika]

AMP - Ada upaya pemurtadan di Aceh Singkil melalui agama, ekonomi, pendidikan dan budaya. Tidak sedikit, para misionaris yang membeli tanah kemudian mendirikan banyak gereja dan undung-undung. Program Kristenisasi juga dilakukan melalui perkawinan.

“Di pekarangaan rumah mereka, ada yang memelihara babi. Belum lagi praktik rentenir yang diduga didanai gereja. Yang tak kalah meresahkan adalah keberadaan minuman keras (miras) atau tuak yang dianggap budaya masyarakat non Muslim,” ujar tokoh Islam Aceh Singkil, Tgk Zainal Abidin Tumengger kepada JITU,  belum lama ini.

Pertengahan Juni 2012 di Kabupaten Aceh Singkil sempat digemparkan dengan banyaknya buku penghinaan ajaran Islam yang disebar ke tempat-tempat rumah ibadah, seperti masjid, musholla, dan di jalan-jalan. Termasuk menyebarkan Bibel atau selebaran terkait Kristenisasi.

“Salah satu program Kristenisasi adalah inflitrasi budaya secara perlahan. Minum tuak, misalnya, dianggap budaya nenek moyang mereka, sehingga masyarakat muslim mengamini anggapan itu,” tambah Azwar, salah seorang warga Lipat Kajang, Aceh Singkil.

Misionaris di Aceh Singkil

Menurut catatan Aliansi Sumut Bersatu (ASB), Agama Kristen pertama kali masuk ke wilayah Aceh Singkil pada 1930 melalui seorang penginjil yang berasal dari Salak Pakpak Barat, bernama Evangelist I.W Banurea.

Pada 1932 Evangelis bekerjasama dengan perkebunan Socfindo mendirikan gereja, kemudian satu demi satu, desa-desa itu dikunjungi dan terbentuklah gereja-gereja. Sampai saat ini sudah sekitar 1.700 kepala keluarga atau sekitar 15.000 jiwa yang menganut agama Kristen di wilayah Aceh Singkil dan Sulubussalam.

Pertambahan jumlah pemeluk agama Kristen yang cukup signifikan ini mendorong pihak gereja untuk melakukan penambahan jumlah rumah ibadahnya sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan para umatnya dalam melakukan peribadatan.

Dalam penelusuran JITU, hampir di setiap kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil didominasi oleh Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD). 

Dahulu orang Pakpak tidak punya agama, mereka menganut animisme yang disebut Pelebegu, agama asal suku Batak sebelum kedatangan Islam dan Kristen ke tanah Batak. Agama Pelebegu dianuti oleh masyarakat Mandailing, Angkola, Karo dan Pakpak sebelum Islam, kemudian disebarkan ke seluruh Sumatera Utara. Di tanah Karo agama ini disebut Perbegu.

Malah dikatakan agama Pelebegu adalah perintis kepada agama Parmalim yang telah diasaskan oleh Sisingamangaraja XII dengan pelopornya Guru Somalaing. Kemudian, muncul aliran kepercayaan yang disebut Pambi.

“Kemudian datang penjajah yang menguasai perkebunan. Kedatangan suku Pakpak dari Bungus dan wilayah Sumut lainya kemudian membuat komunitas di Aceh Singkil. Masyarakat Pakpak datang ke Aceh Singkil diantaranya bermarga Tumengger dan Bancin. Di Aceh Singkil, mereka bekerja di kebun kelapa sawit, menetap hingga beranak pinak,” papar Tgk Zainal Abidin Tumengger, yang juga anggota Majelis Permuswaratan Ulama (MPU) Aceh Singkil.

Ketika Kristen masuk ke Aceh Singkil, misionaris membangun gereja dan mendatangkan pekerja non muslim ke sini. Sejak itulah Gereja GKPPD berkembang di Aceh Singkil. “Sucfindo, sebuah perusahaan kelapa sawit yang sebagian besar sahamnya milik Belgia, punya peran pembangunan gereja di Aceh Singkil ketika itu,” ujar Zainal.  

Dikatakan Zainal Abidin, di masa kolonial Belanda, hanya ada satu gereja di Aceh Singkil. Tapi kemudian, sejak Indonesia merdeka, bahkan diberlakukan syariat Islam di Aceh, keberadaan rumah ibadah Kristiani justru berkembang hingga 24 gereja (versi pemerintah), sedangkan masyarakat muslim Aceh mencatat terdapat 27 gereja.

Ingkar Janji Kaum Nasrani

Berdasarkan kesepakatan sebelumnya (tahun 2001), sebagai wujud toleransi umat Islam di Aceh Singkil, diperbolehkan berdiri satu gereja dan empat undung-undung. Tapi kemudian, kaum Nasrani tidak menepati janji. Undung-undung yang awalnya diperuntukkan untuk menampung puluhan orang saja, kemudian merehabilitasi bangunan fisiknya menyerupai gereja.

Yang jelas, sudah beberapa kali dilakukan penyegelan oleh Pemerintah Daerah Aceh Singkil (sejak 1979-2015). Rumah ibadah ilegal yang telah disegel pemerintah, secara diam-diam dibuka kembali oleh pihak Nasrani, dan digunakan untuk beribadah.

“Mereka kembali melakukan pelanggaran yang telah disepakati. Bahkan, secara bertahap, membangun rumah ibadah di tempat yang berbeda. Pelanggaran inilah yang diprotes masyarakat muslim Aceh Singkil," tandas Zainal.

Yang menjadi masalah sesungguhnya, kata Zainal, adalah tidak adanya peraturan yang bersifat permanen. Misalnya, ketika masyarakat meminta Pemkab untuk menertibkan rumah ibadah ilegal, Bupati kerap meremehkan tuntutan masyarakat muslim.  “Deadline waktu satu minggu untuk eksekusi, yang terjadi justru mengulur-ulur waktu.” [suara-islam.com}

AMP - Sebagian umat muslim yang tersebar di sepuluh kecamatan di Kabupaten Nagan Raya, Kamis (25/5/2017) mulai melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah.

Meski belum ada penetapan satu Ramadhan dari Kementerian Agama Republik Indonesia, namun ribuan masyarakat di wilayah ini telah menjalankan ibadah puasa.

Selain ibadah puasa, pada Rabu (24/5/2017) malam umat muslim di wilayah ini juga telah mulai melaksanakan ibadah shalat tarawih di setiap masjid khususnya di sebagian desa di Kecamatan Seunagan Timur.

Mujiburrahman, warga Seunagan Timur yang merupakan salah satu pengikut Ulama Kharismatik Habib Muda Seunagan kepada Serambinews.com mengatakan ibadah puasa yang dilaksanakan tersebut sesuai dengan dengan keputusan Abu Habib Qudrat yang merupakan pemegang amanah Abu Habib Muda Seunagan, sesuai dengan keputusan Hisab yang disampaikan ke masyarakat khususnya kalangan pengikut.

Menurutnya, ibadah puasa yang dilaksanakan ini selama 30 hari kalender di bulan suci Ramadhan. (Trb)

AMP - Pepatah "Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta" terbukti pula berlaku dalam pencarian jalan menuju hidayah. Itulah yang dialami seorang antrpolog nasrani, yang tertarik meneliti sholat.

Karena bukan seorang muslim, baginya sholat semata objek penelitian. Dorongan keilmuan dan keseriusannya meneliti, membuat dia menjalankan sholat demi untuk mengetahui apa yang dijalani umat muslim itu.

Dialah Leopold Werner von Ehrenfels, kelahiran Austria 28 April 1901, yang sejak kecil sangat tertarik dengan kajian dunia Timur khususnya soal Islam. Ketika berkunjung ke negara-negara Islam di Balkan dan Turki, Leopold ikut menunaikan sholat.

Baru pada 1927, dia akhirnya menyatakan diri masuk Islam dan mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf von Ehrenfels.

Pada 1932, Rolf mengunjungi India dan Pakistan. Di sinilah dia mendalami antropologi masyarakat setempat, khususnya kaitan perlakuan Islam terhadap kaum perempuan.

Rolf kemudian kembali ke negara asalnya. Namun pada 1938, Austria diduduki Nazi. Dia memutuskan kembali ke India dan bermukim di Hyderabad. Lama bermukim di India, Rolf akhirnya diangkat menjadi guru besar antropologi di Universitas Madras.

Rolf pun kemudian dikenal sebagai antropolog Islam terkemuka asal Eropa. Dikutip dari buku "Mengapa Kami Memilih Islam", dia mengatakan ajaran-ajaran Islam yang diwahyukan berangsur-angsur, menunjukkan bahwa agama-agama besar keluar dari hanya satu sumber.

Rolf juga menilai, Islam sebagai agama terakhir yang menyempurnakan agama-agama terdahulu, bukanlah sekedar doktrin keagamaan. Menurutnya, secara historis hal tersebut bisa dibuktikan melalui kajian akademik.(Arah.com)

AMP - Netizen bernama Alam Syah mengunggah sebuah video berdurasi 2:16 menit yang memperlihatkan seorang Biksu di Thailand sedang mengucapkan kalimat Syahadat.

Dengan dibimbing oleh seorang Ustadz, sang Bhiksu masih mengenakan jubah mengucapkan dua kalimat Syahadat Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah. Kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan maknanya dalam bahasa Thailand.

Sang Bhiksu yang merupakan Ketua Besar Sami Ya’la Thailand ini menjelaskan bahwa alasan mengapa akhirnya memeluk agama Islam adalah karena setelah mengkaji Islam, dirinya menemukan kehebatan Al-Qur’an.

“Alhamdulillah..Kemarin ketua besar sami ya’la thailand mengucapkan syahadat setelah mengkaji islam. Dia mengakui kehebatan alquran dan akhirnya masuk islam” tulis Alam Syah di akun Facebook pribadinya, jum’at (7/10/2016) .

Beriku ini video detik-detik sang Bhiksu mengucapkan Syahdat.(islamedia.id)

AMP - Jika tren-tren demografi saat ini berlanjut, Muslim dapat menjadi kelompok agama terbesar kedua di Amerika Serikat pada 2050, melampaui Yahudi, yang saat ini berada di posisi kedua, menurut lembaga penelitian Pew Research Center.

Muslim-muslim di AS memiliki tingkat fertilitas tertinggi dan usia rata-rata termuda di antara kelompok agama besar di negara tersebut, yang membantu mendorong pertumbuhannya, menurut Michael Lipka dari Pew Research Center.

Jumlah orang yang diidentifikasi sebagai Yahudi diperkirakan turun dari 1,8 persen pada 2010 menjadi 1,4 persen pada 2050.

Pada 2010, usia rata-rata Yahudi Amerika adalah 41 tahun, sementara usia rata-rata Muslim adalah 24, atau berbeda 17 tahun.

Selain itu, rata-rata Yahudi memiliki 1,9 anak per perempuan sementara angka untuk Muslim AS adalah 2,8, menurut Pew.

Pada sebuah survei tahun 2013, Pew menemukan bahwa lebih dari 22 persen Yahudi dewasa di AS menganggap diri mereka ateis, agnostik atau tidak berafiliasi dengan keyakinan apapun, namun masih mengidentifikasi diri sebagai Yahudi.

Pew tidak menyertakan orang-orang ini dalam populasi Yahudi.

Jika angka-angka yang diproyeksikan tersebut menyertakan kelompok Yahudi secara "etnis" atau "budaya" ini, mungkin populasi Yahudi yang terdefinisikan secara luas masih melampaui jumlah Muslim pada 2050.

Apapun perubahannya, secara keseluruhan, Amerika Serikat diperkirakan masih akan menjadi negara dengan mayoritas Kristen.

Pada 2010, lebih dari tiga perempat orang Amerika atau 78,3 persen teridentifikasi sebagai Kristen.
Namun semakin banyak orang Amerika menganggap diri mereka tidak berafiliasi dengan agama manapun, dan pada 2050, jumlah orang yang menganggap diri mereka Kristen diperkirakan akan turun sampai 66.4 persen.(Konfr)

UMMUL Mukminin Ummu Abdillah Aisyah binti Abu Bakr, Shiddiqah binti Shiddiqul Akbar, istri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau lahir empat tahun setelah diangkatnya Muhammad menjadi seorang Nabi.

Ibu beliau bernama Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Abdi Syams bin Kinanah yang meninggal dunia pada waktu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam masih hidup yaitu tepatnya pada tahun ke-6 H.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menikahi Aisyah dua tahun sebelum hijrah melalui sebuah ikatan suci yang mengukuhkan gelar Aisyah menjadi ummul mukminin, tatkala itu Aisyah masih berumur enam tahun.

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membangun rumah tangga dengannya setelah berhijrah, tepatnya pada bulan Syawal tahun ke-2 Hijriah dan ia sudah berumur sembilan tahun. Aisyah menceritakan, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menikahiku pasca meninggalnya Khadijah sedang aku masih berumur enam tahun, dan aku dipertemukan dengan Beliau tatkala aku berumur sembilan tahun. Para wanita datang kepadaku padahal aku sedang asyik bermain ayunan dan rambutku terurai panjang, lalu mereka menghiasiku dan mempertemukan aku dengan Nabi shallallahu alaihi wa sallam." (Lihat Abu Dawud: 9435). Kemudian biduk rumah tangga itu berlangsung dalam suka dan duka selama 8 tahun 5 bulan, hingga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam meninggal dunia pada tahun 11 H. Sedang Aisyah baru berumur 18 tahun.

Aisyah adalah seorang wanita berparas cantik berkulit putih, sebab itulah ia sering dipanggil dengan "Humaira". Selain cantik, ia juga dikenal sebagai seorang wanita cerdas yang Allah Subhanahu wa Taala telah mempersiapkannya untuk menjadi pendamping Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam mengemban amanah risalah yang akan menjadi penyejuk mata dan pelipur lara bagi diri beliau. Suatu hari Jibril memperlihatkan (kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam) gambar Aisyah pada secarik kain sutra berwarna hijau sembari mengatakan, "Ia adalah calon istrimu kelak, di dunia dan di akhirat." (HR. At-Tirmidzi (3880), lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi (3041))

Selain menjadi seorang pendamping setiap yang selalu siap memberi dorongan dan motivasi kepada suami tercinta di tengah beratnya medan dakwah dan permusuhan dari kaumnya, Aisyah juga tampil menjadi seorang penuntut ilmu yang senantiasa belajar dalam madrasah nubuwwah di mana beliau menimba ilmu langsung dari sumbernya.

Beliau tercatat termasuk orang yang banyak meriwayatkan hadis dan memiliki keunggulan dalam berbagai cabang ilmu di antaranya ilmu fikih, kesehatan, dan syair Arab. Setidaknya sebanyak 1.210 hadits yang beliau riwayatkan telah disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim dan 174 hadits yang hanya diriwayatkan oleh Imam Bukhari serta 54 hadits yang hanya diriwayatkan oleh Imam Muslim. Sehingga pembesar para sahabat kibar tatkala mereka mendapatkan permasalahan mereka datang dan merujuk kepada Ibunda Aisyah.

Kedudukan Aisyah di sisi Rasulullah
Suatu hari orang-orang Habasyah masuk masjid dan menunjukkan atraksi permainan di dalam masjid, lalu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memanggil Aisyah, "Wahai Humaira, apakah engkau mau melihat mereka?" Aisyah menjawab, "Iya." Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallamberdiri di depan pintu, lalu aku datang dan aku letakkan daguku pada pundak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan aku tempelkan wajahku pada pipi beliau." Lalu ia mengatakan, "Di antara perkataan mereka tatkala itu adalah, Abul Qasim adalah seorang yang baik."

Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakan, "Apakah sudah cukup wahai Aisyah?" Ia menjawab: "Jangan terburu-buru wahai Rasulullah." Maka beliau pun tetap berdiri. Lalu Nabi shallallahu alaihi wa sallammengulangi lagi pertanyaannya, "Apakah sudah cukup wahai Aisyah?" Namun, Aisyah tetap menjawab, "Jangan terburu-buru wahai Rasulullahshallallahu alaihi wa sallam, "Aisyah mengatakan, "Sebenarnya bukan karena aku senang melihat permainan mereka, tetapi aku hanya ingin memperlihatkan kepada para wanita bagaimana kedudukan Nabishallallahu alaihi wa sallam terhadapku dan kedudukanku terhadapnya." (HR. An-Nasai (5/307), lihat Ash Shahihah (3277))

Canda Nabi kepada Aisyah
Aisyah bercerita, "Suatu waktu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam datang untuk menemuiku sedang aku tengah bermain-main dengan gadis-gadis kecil." Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertanya kepadaku, "Apa ini wahai Aisyah." Lalu aku katakan, "Itu adalah kuda Nabi Sulaiman yang memiliki sayap." Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallampun tertawa. (HR. Ibnu Saad dalam Thabaqat (8/68), lihat Shahih Ibnu Hibban (13/174))

Suatu hari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berlomba lari dengan Aisyah dan Aisyah menang. Aisyah bercerita, "Nabi shallallahu alaihi wa sallam berlari dan mendahuluiku (namun aku mengejarnya) hingga aku mendahuluinya. Tetapi, tatkala badanku gemuk, Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengajak lomba lari lagi namun beliau mendahului, kemudian beliau mengatakan, "Wahai Aisyah, ini adalah balasan atas kekalahanku yang dahulu." (HR. Thabrani dalam Mujamul Kabir 23/47), lihat Al-Misykah (2.238) (Juft/inilah)

AMP - Assalamu'alaikum wr wb, Idul Adha atau dalam bahasa Arabnya adalah عيد الأضحى yang berarti hari raya Islam. Pada Hari Idul Adha adalah hari peringatan peristiwa Kurban, yaitu Ketika Nabi Ibrahim (Abraham), yang rela menyembelih anaknya yaitu Ismail untuk dikorbankan kepada Allah swt, kemudian pada saat hari H sudah siap Ismail pun sudah siap untuk disembelih oleh ayahnya yaitu Ibrahim dan akhirnya pada waktu pensembelihan tersebut Allah swt menggantikan Ismail dengan domba.

Tidak panjang lebar lagi infokyai akan mengulas tentang Sejarah Awal Mula Terjadinya Hari Raya Idul Adha, Pada Jaman Nabi Ibrahim AS peristiwa penyembelihan ini dimulai, awal mula ceritanya Nabi Ibrahim adalah nabi yang taat dan cinta sekali Pada Allah swt, hingga pada suatu hari Nabi Ibrahim mengurqurban 1000 ekor domba atau kambing, 300 ekorsapi, dan 100 ekor sapi atau unta, dari pengorbanan Nabi Ibrahim tersebut membuat banyak orang mengaguminya bahkan para malaikat terheran-heran, kagum akan pengorbanan Nabi Ibrahim kepada Allah swt.

Beliau berkata “Setiap apapun yang membuat aku dekat dengan Allah, maka tidak ada sesuatu yang berharga bagiku. Demi Allah, jika aku mempunyai seorang anak niscaya aku akan menyembelihnya ke jalan Allah. Jika itu bisa membuatku dekat kepada Allah”.

“Kurban sejumlah itu bagiku belum apa-apa. Demi Allah! Seandainya aku memiliki anak lelaki, pasti akan aku sembelih karena Allah dan aku kurbankan kepada-Nya,” kata Nabi Ibrahim AS, sebagai ungkapan karena Sarah, istri Nabi Ibrahim belum juga mengandung.

Seiring waktu terus berjalan dan berganti dari masa ke masa akhirnya Sarah menyarankan Nabi Ibrahim, untuk menikahi Hajar (ia adalah budaknya yang negro yang diperoleh Nabi Ibrahim AS dari Negara Mesri, Ketika dia berada di Daerah Baitul Maqdis), setelah itu Nabi Ibrahim AS berdoa kepada Allah SWT agar dapat dikaruniai seorang anak, dan doa Nabi Ibrahim pun dikabulkan Allah SWT.

Setelah dikabulkan doanya oleh Allah SWT, Nabi Ibrahim AS dikarunia seorang anak laki - laki yang tampan dan berbakti kepada Allah SWT dan kepada kedua orang tuanya, anak Nabi Ibrahim Tersebut bernama Ismail dari istri beliau Hajar Allah berfirman dalam Alqur’an pada Surat Ash-Shoffat 102: لسعىا معه بلغ فلما
Maka tatkala anak itu (Ismail) sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim

Dari Allah SWT mengabulkan doa Nabi Ibrahim tersebut mulailah cobaan untuk Nabi Ibrahim AS

Menurut sumber - sumber sejarah menceritakan Nabi Ibrahim AS umurnya pada saat itu mencapai umurnya perkiraan 90 - 99 tahun, dan pada umur Nabi Ibrahim AS yang sudah terbilang tua tersebut Nabi Ibrahim AS dikaruniai seorang anak laki - laki yaitu Ismail yang tampan dan sangat berbakti kepada Allah SWT serta kepada orang tuanya.

(QS.37:100) رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
"Ya Rabb-ku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh'."

(QS.37:101) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ
 "Maka Kami beri dia khabar gembira, dengan seorang anak yang amat sabar."

Arti nama Ismail artinya "Allah telah mendengar", dengan kegembiraan diberikan seorang anak oleh Allah SWT, Nabi Ibrahim mengatakan "Allah  mendengar doaku",  Ketika usia Ismail menginjak kira-kira 7 tahun dan ada pula sumber lainnya mengatakan 13 dan 15 tahun, jadi perkiraan umur Ismail pada saat itu adalah 7 - 15 tahun.

Pada Hari ke 8 Dzulhijjah atau pada hari Tarwiyah (artinya, berpikir/merenung), Nabi Ibrahim AS bermimpi ada seruan, “Hai Ibrahim! Penuhilah nazarmu (janjimu).” Untuk Tahu lebih lanjut tentang Janji Nabi Ibrahim Kepada Allah swt Baca di Sejarah Awal Mula

Di Hari Tarwiyah (artinya, berpikir/merenung) ini Nabi Ibrahim AS mulailah berpikir dan merenungkan arti dari mimpinya semalam tentang Penuhi Nazarmu (Janjimu), dari Malam Ke 9 Dzulhijjah atau pada hari Arafah (artinya mengetahui), dari Hari Arafah (artinya mengetahui) pada hari ke 9 Dzulhijjah Nabi Ibrahim berada di Tanah Arafah.

Nabi Ibrahim AS bermimpi lagi dengan mimpi yang serupa, maka, keesokan harinya, beliau bertekad untuk melaksanakan nazarnya (janjinya) itu. Pada Tanggal 10 Dzulhijjah ditetapkan Hari menyembelih kurban (yaumun nahr).

Dalam riwayat lain Nabi Ibrahim AS mengira bahwa perintah dalam mimpi sudah terpenuhi, Untuk mimpi yang kedua kalinya, beliau memilih unta-unta gemuk sejumlah 100 ekor untuk disembelih sebagai kurban. Tiba-tiba api datang menyantapnya, dan beliau mengira perintah dalam mimpinya itu telah terpenuhi.

Pada mimpi untuk ketiga kalinya, seolah-olah ada yang menyeru Nabi Ibrahim AS, “Sesungguhnya Allah SWT memerintahkanmu agar menyembelih putramu, Ismail.” Beliau terbangun seketika, langsung memeluk Ismail dan menangis hingga waktu Sholat Shubuh tiba

Untuk melaksanakan perintah Allah SWT tersebut, Nabi Ibrahim AS menemui istrinya terlebih dahulu yaitu Hajar (ibu Ismail).Nabi Ibrahim AS berkata, “Dandanilah putramu dengan pakaian yang paling bagus, sebab ia akan kuajak untuk bertamu kepada Allah.” Hajar Istri Nabi Ibrahim AS langsung mendandani Ismail dengan pakaian paling bagus serta meminyaki dan menyisir rambutnya Ismail.

Setelah didandani oleh Hajar, Ismail pun diajak oleh Nabi Ibrahim AS pergi menuju suatu tempat yaitu lembah di daerah Mina, Nabi Ibrahim AS membawa tali dan sebuah pedang yang tajam, Nabi Ibrahim AS membawa peralatan tersebut untuk mempersiapkan Ismail kehadapan Allah SWT dengan cara mengurbankan Ismail.


Di waktu - waktu tersebut Iblis pun sangat sibuk menggoda, Ismail yang melihatnya segera mendekati ayahnya yaitu Nabi Ibrahim AS.
“Hai Ibrahim! Tidakkah kau perhatikan anakmu yang tampan dan

berbakti kepada mu itu?” seru Iblis.
“Benar, namun aku Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk itu (menyembelihnya) *Ibrahim AS.

Iblis pun mempunyai siasat baru karena dia gagal menggoda Nabi Ibrahim AS, iblis pun menggoda Istri Nabi Ibrahim AS yaitu Hajar “Mengapa kau hanya duduk-duduk tenang saja, padahal suamimu membawa anakmu untuk disembelih?” goda Iblis.
“Kau jangan berdusta padaku, mana mungkin seorang ayah membunuh anaknya?” jawab Hajar.
“Mengapa ia membawa tali dan sebilah pedang, kalau bukan untuk menyembelih putranya?” rayu Iblis
“Untuk apa seorang ayah membunuh anaknya?” jawab Hajar balik bertanya.
“Ia menyangka bahwa Allah memerintahkannya untuk itu”, goda Iblis meyakinkannya.
“Seorang Nabi tidak akan ditugasi untuk berbuat kebatilan.

Seandainya itu benar, nyawaku sendiri (Nabi Ibrahim AS) pun siap dikorbankan demi tugasnya Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT yang mulia, dengan mengurbankan nyawa anakku yaitu Ismail, pengurbanan ini belum ada apa - apanya ! "Jawab hajar

Iblis pun gagal menggoda Hajar istri Nabi Ibrahim AS akhirnya iblis berambisi menggagalkan penyembelihan Ismail “Hai Isma’il! Mengapa kau hanya bermain-main dan bersenang-senang saja, padahal ayahmu mengajakmu ketempat ini hanya untuk menyembelihmu. Lihat, ia membawa tali dan sebuah pedang,” *Iblis
“Kau dusta, memangnya kenapa ayah harus menyembelih diriku?” jawab Ismail dengan keadaan heran.

“Ayahmu menyangka bahwa Allah memerintahkannya untuk itu” *kata Iblis meyakinkannya.
“Demi perintah Allah! Aku siap mendengar, patuh, dan melaksanakan dengan sepenuh jiwa ragaku, jika Ayahku Nabi Ibrahim AS Melaksanakan untuk menyembelihku” jawab Ismail .

Ketika Iblis gagal dengan tipu dayanya ia hendak merayu dan menggodanya dengan kata-kata lain kepada Ismail, akan tetapi Ismail ... Selanjutnya diSini

AMP - Sebanyak 20 pesantren di Indonesia disebut menjadi penyebar paham radikalisme. Data pesantren itu disampaikan oleh Ketua umum PBNU Said Aqil Siradj. Paham ini selangkah lagi menjadi gerakan terorisme yang mengancam NKRI. Oleh karena itu, kiai yang sempat mengenyam pendidikan agama di Timur Tengah selama 13 tahun ini meminta kepada pihak kepolisian untuk memantau 20 pesantren tersebut.

"Wahabi memang bukan teroris, tapi ajarannya ekstrem, selangkah lagi menjadi teroris. Saya minta kepada Pak Kapolri untuk memantau 20 pesantren yang menyebarkan paham wahabi," kata Said Aqil saat acara penandatangan Nota Kesepahaman serta Seminar Nasional ‘Penanganan Konflik Sosial dan Ujaran Kebencian atau Hate Speech’, di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Kamis (1/9/2016).

Said Aqil menjelaskan, hal yang dimaksud paham ekstrem adalah menyebut golongan lain di luar golongan tersebut bid'ah bahkan musyrik. "Mereka menyebut Maulid Nabi bid'ah, ziarah kubur syirik, perayaan haul syirik, semuanya masuk neraka. Kalau sudah begini boleh membunuh orang NU kan kerjanya syirik semua," tambahnya.

Ia menyebut beberapa fakta bahwa paham tersebut memicu terjadinya tindakan terorisme. Hal ini terungkap dari beberapa pelaku bom bunuh diri berasal dari pesantren paham wahabi. Contohnya, pelaku bom bunuh diri di Polresta Cirebon pelakunya adalah Saifuddin alumni dari Pesantren Assunnah di Desa Kali Tanjung, Kecamatan Graksan, Cirebon Selatan. Direktur pesantren itu bernama Salim Bajri Yusuf Ba'itsa. Syarifufin dari Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kuningan, Jawa barat juga pelaku bom Hotell Ritz Carlton.

"Kemudian Ahmad Yusuf dari Cirebon Timur pelaku bom Gereja Bethel di Solo adalah keluaran pesantren wahabi," katanya.

Said Aqil juga menjelaskan, semua pelaku bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, beberapa waktu adalah alumni dari pesantren beraliran wahabi seperti Afifi dari Subang, Dian Ali dari Tegal, Muazzam dari Desa Kedung Wungu, Kecamatan Karang Ampel, Indramayu. Ada lagi Abu Wardah, Santoso, Ali Gufron, dan Umar Patek yang mertuanya bernama Hisyam Bawazir, pemilik salah satu pom bensin di Pemalang, Jawa Tengah.

Di hadapan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, ia menyebut sejumlah pesantren yang beraliran wahabi dan penyebar paham radikalisme. "Selain Pesantren Assunnah, juga ada Pesantren Al Faruq di Jalan Danau Toba, Jember, Jawa Timur, yang Ketuanya bernama Amin Rojab, Pesantren Al Fitroh di Jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya, yang direkturnya bernama Ainul Harist," ungkapnya.

Selain itu ada Pesantren Umar bin Khattab di Mataram; Pesantren Assoffah di Lenteng Agung, Jakarta, yang diketuai oleh Maman Abdurahman dan pernah terlibat dalam pengeboman Hotel Atrium, akibatnya pernah dipenjara 1 tahun. Kemudian ada lagi Pesantren Ulil Albab di Bandar Lampung.

"Kami minta kepolisian mengawasi pesantren-pesantren itu karena menyebarkan paham wahabi di Indonesia," pungkasnya.

AMP - Anda melihat gambar Bunda Maria, sosok wanita yang diakui roh yang kudus oleh umat non Muslim ini tidak mengenakan hijab? Tentu tidak bukan! Mereka yang tidak beragama Islam pun diperintahkan untuk mengenakan hijab. Sebagaimana apa yang digunakan oleh Bunda Maria.

Hal ini tertuang dalam kitab Bibel, “Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala tidak berkerudung?” (1 Korintus 11: 13).

Dan kita sebagai Muslim lebih tegas lagi dalam memerintahkan hal ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan para perempuan muslim untuk mengenakan hijab. Di mana hijab itu berfungsi untuk menutupi auratnya.

Kita tahu Bunda Maria yang begitu diagungkan oleh umat non Muslim juga dimuliakan oleh kita, selaku umat Muslim. Karena kita percaya, Maryam adalah perempuan pilihan Allah yang diberi keistimewaan tersendiri. Jadi, sebagai muslimah pun, tak ada salahnya kita mengikuti apa yang ia lakukan, yakni berhijab.

Perintah hijab ini, bukanlah hanya untuk memenuhi ketentuan syariat saja. Hijab juga memiliki fungsi yang begitu berarti bagi muslimah. Di mana hijab digunakan untuk melindungi kehormatan dirinya, menjaga diri dari tindakan asusila, memberikan kesehatan yang baik pada kepalanya, dan mencerminkan kecantikannya.

Sungguh luar biasa pengaruh hijab ini bagi muslimah. Masihkah Anda ragu untuk berhijab? Bunda Maria saja berhijab, masa kita tidak! [
Islampos]

AMP - Sebanyak 3.000-an lebih calon jamaah haji asal Aceh menerima dana wakaf dari Habib Buja Al-Asyi. Masing-masing calon jamaah haji mendapatkan dana wakaf sebanyak 1.200 riyal (Rp 4,2 juta).

‘’Aset-aset harta wakaf berupa hotel-hotel di sekitar Masjidil Haram telah dikelola dengan baik. Hasil keuntungannya dibagi-bagikan kepada jamaah haji Aceh,’’ ungkap Abdurrahman bin Abdullah Al-Asyi, keturunan dari Habib Buja, saat acara penyerahan dana wakaf di Pemondokan 605 (Hotel Khulafaa), Syisyah, Makkah, Senin (29/8).

Acara dihadiri Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1437H, Ahmad Dumiyati Basori; Kepala Dinas Syariah Islam Aceh, Syahriyal Abbas; dan ratusan calon jamaah haji asal Aceh.

Abdurrahman mengatakan aset wakafnya tidak hanya berupa hotel-hotel. Ada juga asset yang berupa perkatoran. Selain itu ada juga beberapa rumah yang disewakan bagi para mukimin asal Aceh.

Abdurrahman tidak bisa mengatakan aset total dari dana wakaf yang sudah dikelola selama ratusan tahun tersebut. Namun, sebagai gambarannya adalah Hotel Ramada Dar Al Fayzeen yang terletak di Ajyad dekat Masjidil Haram.

‘’Hotel Ramada yang akan diruntuhkan, yang letaknya di Ajyad dekat Masjidil Haram itu asetnya 1,5 miliar riyal. Itu bukan karena bangunan fisiknya, tapi lokasinya yang strategis dekat Masjidil Haram,’’ kata Abdurrahman. ‘’Ada juga deposit 5 juta riyal di bank untuk bantuan mukimin.’’

Pemberian dana wakaf untuk jamaah haji Aceh sudah berlangsung sejak 1820. Dulu pembagiannya dalam bentuk pemberian sewa tempat tinggal dan makan selama jamaah haji Aceh menjalani proses rukun Islam kelima tersebut. Namun, sejak tahun 2006, pemberian dana wakafnya dalam bentuk uang.

Sementara, Ahmad mengatakan pemberian dana wakaf ini merupakan ladang pahala yang akan mengalir terus hingga hari Kiamat. Dia berharap hal tersebut bisa menjadi contoh bagi yang lainnya.

‘’Mudah-mudahan masyarakat Indonesia lainnya bisa mewakafkan tanah yang dikerjasamakan untuk kepentingan jamaah haji Indonesia dari wilayah lainnya,’’ kata Ahmad.

Rahda Adadi (63), jamaah haji asal Aceh, mengaku terharu dengan pemberian dana wakaf tersebut. Dia hanya bisa mendoakan semoga Allah SWT membalas semua kebaikan Habib Buja. (ROL)

TEHERAN – Sheikh Mohammed Nimer Zaghmout ketua Federasi Ulama Muslim Internasional di Palestina menjelaskan bahwa arus garis keras sekte Takfiri Wahabi itu datangnya dari setan, karena kejahatan yang telah dilakukan amat sangat keji bagi kemanusiaan, ia menekankan bahwa kelompok-kelompok radikal sama sekali tidak berhubungan dengan Islam. 
 
Sheikh Zaghmout dalam sebuah pernyataannya di sela-sela Konferensi persatuan Islam Internasional ke-29 di Teheran pada hari Minggu (27/12), dia mengungkapkan beberapa kejahatan terkait penghancuran kuburan para wali oleh kelompok-kelompok radikal itu, ia mengatakan bahwa semua itu merupakan bukti jelas akan begitu jauhnya arus Takfiri Wahabi dari ajaran Islam.
Dalam konteks yang sama, tokoh agama terkemuka Palestina itu meyebutkan beberapa kejahatan pembantaian yang dilakukan oleh kelompok Takfiri Wahabi ISIS di Irak, Suriah, Yaman dan Libya, ia menekankan bahwa gerakan ini tidak ada hubungan dengan Islam, mereka dengan sengaja membunuh warga Muslim Irak, Suriah, Yaman dan Libya, karena ingin mengalihkan perhatian terhadap masalah Islam yang pertama yaitu pembebasan Palestina dari cengkeraman musuh Zionis.
Ia melanjutkan bahwa Zionislah yang membangun kelompok-kelompok Takfiri, yang bertujuan untuk memukul Islam dan mengalihkan perhatian umat Islam dari isu-isu pembebasan Palestina dan Masjid al-Aqhsa, dia mengungkapkan penyesalannya atas apa yang telah dilakukan oleh beberapa penguasa Arab yang jelas-jelas memberikan dukungan kepada musuh yang menjajah dan merampas Palestina, dan melakukan transaksi perdagangan dengan mereka (Zionis). (salafynews.com)

AMP - Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq menilai tertangkapnya 177 jemaah haji asal Indonesia yang berangkat menggunakan paspor Filipina merupakan insiden yang memalukan. Ratusan calon jemaah asal Indonesia itu ketahuan pihak imigrasi Filipina menggunakan paspor negara yang kini dipimpin Rodrigo Duterte tersebut saat akan berangkat menuju Madinah, Arab Saudi pada Jumat (19/8).

Diduga, mereka mendapat paspor tersebut secara ilegal. "Sangat memalukan. Bagaimana mungkin ibadah yang sakral dilakukan dengan cara yang melanggar aturan," kata Maman saat dikonfirmasi pada Minggu (21/8).

Namun demikian, pihaknya meyakini ratusan jemaah tersebut merupakan korban penipuan pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Bahkan, ia menduga kejadian itu ulah mafia biro perjalanan.

"Pemalsuan paspor dan dokumentasi lain jadi indikasi bahwa mafia travel memainkan peran penting dalam kasus ini," ujar politikus PKB tersebut.

Karena itu, untuk mendalami kasus ini DPR akan memanggil Kementerian Agama dan Ditjen Imigrasi untuk dimintai penjelasan soal pemalsuan dokumen keimigrasian tersebut.

Ia juga meminta agar para jemaah lebih teliti dan cermat terhadap oknum travel atau perseorangan yang menawarkan jasa haji atau umroh. Apalagi dengan janji yang tidak rasional dan spekulatif.

"Kerinduan menunaikan ibadah haji jangan membuat jamaah kehilangan rasionalitas dan kewaspadaan," tambahnya.(jpnn)

AMP - Penerapan syariat Islam di Nanggrau Aceh Darussalam terus mendapat tantangan. Setelah Menteri Dalam Negeri yang bernama Tjahjo Kumolo mengancam akan memangkas Perda Aceh tentang jilbab, kini giliran Pastor Gilbert Lumoindong membuka bersuara.

2016,, Indonesia negara Pancasila masih berlakukan hukuman cambuk? mohon perhatian Bpk Presiden @jokowi,” kicau Pastor Gilbert Lumoindong melalui akun Twitter pribadinya @PastorGilbertL, pada hari Selasa (1/3/2016), sembari melampirkan sebuah tautan berita enam pemuda yang dihukum cambuk karena tertangkap sedang melakukan pesta miras di sebuah hotel.

“Hahahahaha Aceh tetap merupakan Indonesia khan??? Seru juga, kalau semua daerah membuat hukuman masing-masing,” cuitnya lagi melalui akun twitter.



Gilbert Lumoindong merupakan seorang Pastor yang cukup terkenal. ilbert Lumoindong aktif sebagai pengkhotbah di stasiun TV dan juga radio serta memimpin sekitar 18.000 jemaat yang tergabung dalam GBI Glow Fellowship Centre. Sumber: [Siyasa/Tarbiyah.net]

[video1 - Adzan Erdogan]

AMP - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumandangkan adzan Subuh di masjid didalam kompleks Istana Kepresidenan Bestepe, ibukota Ankara, Turki, Kamis (21/07/2016) pagi.

Seperti dilansir kantor berita Yeni Safak, setelah upaya kudeta yang gagal pada pekan lalu, Presiden Erdogan kembali ke Ankara pada hari Rabu untuk mengadakan pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional dan juga menggelar rapat kabinet.

Video Presiden Erdogan yang mengumandangkan adzan Subuh untuk pertama kalinya setelah gagalnya upaya kudeta yang menewaskan hampir 250 orang dan melukai lebih dari 1.500 orang, itupun menjadi viral.

Rekaman video amatir diambil oleh seseorang dengan kamera ponsel saat ia menuju masjid Millet yang berada dikompleks Istana Kepresidenan Turki, dan ternyata yang melantunkan adzan Subuh tersebut Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.



Stasiun TV Turki juga membahas tentang adzan Subuh Presiden Erdogan yang menggetarkan ini.

Saat sebuah stasiun TV swasta Turki (24 TV) sedang membahas seputar peristiwa Kudeta yang gagal, lalu presenternya menyebut pada narasumber, Hikmet Genc, bahwa mereka mendapatkan sebuah video viral dimana Erdogan terdengar melantunkan adzan di Subuh pagi hari pertama ia kembali ke Ankara pasca kudeta. Adzan ini di masjid kompleks kepresidenan Bestepe.

Lalu Hikmet Genc (narsum acara TV tsb) menyebut sambil terharu (yang intinya) bahwa adzan Subuh yang dikumandangkan Presiden Erdogan ini tak hanya sekedar panggilan Sholat, tapi juga panggilan dia (Erdogan) pada rakyat Turki bahwa fajar telah muncul mengakhiri malam gelap, dan rakyat harus bersiap-siap bangkit menyongsong kemenangan...

Hayya 'alash-sholah...
Hayyal 'alal falah....

Mari raih kemenangan...

Subhanallah.
... sungguh Erdogan adalah pemimpin umat ini meraih kemenangan dan kejayaannya kembali.

[video2 - Presenter TV membahas adzan Erdogan]

AMP - Dalam lawatannya terkini ke Afrika Timur, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali menyatakan bahwa dunia ini lebih besar dari sekedar lima (negara). Hal itu disampaikan oleh Erdogan yang mengecam hak veto lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB (UNSC).

“Dunia tidak bisa hanya diserahkan kepada inisiatif lima anggota tetap. Anda tidak bisa berada dalam situasi seperti ini terus menerus yang dibentuk saat kondisi dunia sedang mengalami Perang Dunia I, lalu memaksakannya untuk seluruh manusia,” kata Erdogan saat menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) pada hari Rabu (01/06) di Universitas Makerere, Uganda seperti dikutip Anadolu Agency.

Pada kesempatan itu Erdogan mempermasalahkan bagaimana Dewan Keamanan tidak memiliki anggota tetap dari negara-negara Afrika. Ia juga menyinggung tidak adanya perwakilan negara Muslim, “Adakah sebuah negara Muslim yang menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB, sementara ada 1,7 Miliar orang Islam yang hidup di seluruh dunia? Tidak ada. Keadilan macam apakah ini? (Dan) hukum macam apa ini?” imbuhnya.

Dewan Keamanan PBB yang tanggung jawab utamanya adalah menjaga keamanan dan perdamaian internasional memiliki 15 negara anggota, termasuk lima negara anggota tetap yang diberi hak veto terhadap setiap hasil resolusi apapun, yaitu Cina, Perancis, Inggris, AS, dan Rusia.

Negara-negara kelima anggota tetap DK itu sering menggunakan hak veto tersebut untuk melindungi kepentingan mereka sendiri atau kepentingan negara-negara sekutu mereka. Sebagai contoh terbaru, Erdogan mengkritik dibatalkannya resolusi PBB untuk Suriah oleh Rusia dan Cina.

Terkait dengan Turki, Erdogan menekankan hubungan Afrika dengan negaranya. “Kita percaya bahwa benua Afrika merupakan peluang bagi kebahagiaan, perdamaian, dan kesejahteraan bagi negara-negara Afrika,” pungkasnya.(tabayyunnews.com)

Empat warga asal Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut) resmi memeluk agama Islam di Masjid Baiturrahman, Lhokseumawe, Jumat (15/7/2016). [Serambi Indonesoa]
AMP - Sebanyak empat warga asal Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut) yang merupakan penganut Kristen Ortodok (Katolik), Jumat (15/7/2016) resmi memeluk agama Islam.
Prosesi pensyahadatan empat orang tersebut dilakukan Tgk H Nasrullah M Amin di Masjid Baiturrahman, Lhokseumawe.

Keempat orang tersebut, Yosep Andrean Dongoran LcTh (43) selaku Seikhul Injil Kristen Ortodok, dengan masuk Islam namanya menjadi Muhammad Yusuf Alfatih.

Sedangkan tiga lagi merupakan pengikutinya, yakni Nelson Sinaga (45) berubah nama menjadi Muhammad Husnuddin, Antonio Yuhanes (36) berubah nama menjadi Muhammad Yunus dan Maria Mahanta (47) berubah nama menjadi Mariam Marziah.(serambinews.com)

  1.  Rasulullah bersabda:
لا يكيد أهل المدينة أحد إلا انماع كما ينماع الملح في الماء
“Tiada seorang pun yg melakukan tipu daya (kejahatan) kepada penduduk Madinah melainkan dia akan lebur sebagaimana leburnya garam di dalam air.” (HR. Bukhari no: 1877)
Dalam riwayat Imam  Muslim Rasulullah:
لا يريد أحد أهل المدينة بسوء إلا أذابه الله في النار ذوب الرصاص،أو ذوب الملح في الماء. ”
“Tiada seseorang pun yg menghendaki ke atas warga Madinah dgn keburukan melainkan Allah akan meleburkannya dalam neraka sebagaimana leburnya timah, atau leburnya garam dalam air.”(Muslim no: 1363)
  1. Balasan terhadap yang menteror Madinah
Dari Sa`ib bin Khallad sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda:
“Barangsiapa yang menakut-nakuti penduduk Madinah niscaya Allah menjadikannya takut dan dia mendapatkan laknat Allah, Malaikat dan manusia semuanya. Allah tidak menerima taubat maupun tebusan darinya pada Hari Kiamat.” [HR Ahmad]
  1. Seperti menteror Rasulullah shallallahu alaih wa sallam
Dari Jabir bin Abdullah; Salah seorang pemimpin jahat datang ke Madinah. Ketika itu Jabir telah buta, maka dikatakan kepadanya ‘Sebaiknya engkau menyingkir daripadanya’.
 Jabir lantas berjalan dengan dipapah kedua anaknya hingga ia disandarkan, kemudian dia berkata;  “Celakalah orang yang menteror Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam “.  Lalu kedua anaknya atau salah satu dari keduanya berkata;  Wahai ayahku bagaimana dia bisa menteror Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam padahal beliau telah meninggal?  (Jabir bin Abdullah radliyallahu’anhuma) menjawab;  Saya mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:  “Barangsiapa yang menteror penduduk Madinah berarti ia telah menakut-nakuti sesuatu yang berada di antara kedua rusukku (hatiku).” (HR Ahmad).
 
hidayatullah.com

AMP - Seorang muadzin mengumandangkan Adzan Shubuh di Hagia Sophia Istambul Turki.  Kumandang Adzan untuk pertama kalinya sejak 85 tahun yang lalu ini dilaksanakan pada hari Jumat, 1 Juli 2016 dan bertepatan dengan malam 27 Ramadhan 1437 Hijriah.

Pada tahun 1935, presiden Turki kala itu Mustafa Kemal mengubah masjid Hagia Sophia menjadi museum dan menghentikan segala aktifitas keagamaan seperti Sholat.

Hagia Sophia pada awalnya dibangun sebagai basilika Kristen Ortodoks selama pemerintahan Kaisar Bizantium Justinian I pada 537 M. Kemudian diubah menjadi masjid setelah penaklukan kota Istanbul oleh Sultan Mehmet II pada tahun 1453.

Kumandang Adzan di Hagia Sophia bukan tanpa halangan, kaum sekuler Turki mengecam kebijakan Pemerintah Turki yang mengizinkan kumandang Adzan di Hagia Sophia.

Selain pihak sekuler, kecaman juga berasal dari pemerintah Yunani yang menganggap Pemerintah Turki tidak menghormati sejarah.

Meskipun mendapat kecaman dari pihak Sekuler, Pemerintah Turki tetap mengizinkan kumandang adzan di Haghia Sophia dan Umat Islam dapat beribadah didalamnya. [islamedia/mh]

AMP - Lagi-lagi Ustadz Wahhabi bernama Dr. Khalid Basalamah, MA atau  Khalid Zeed Abdullah Basalamah melontarkan ‘fatwa sesat’ melarang penggunakan kata “Sayyidina” untuk Nabi Muhammad SAW.

Menurut, doktor sesat lulusan S1 universitas Islam Madinah dan pernah mengambil S3 di universitas Tun Abdul Razzak (Malaysia) itu penggunaan “Sayyidina” berarti merendahkan derajat Nabi Muhammad SAW karena kata yang paling mulya adalah Nabi dan Rasul.

“Ini (kata Sayyidina) kalau diucapkan kepada Nabi Saw menurunkan derajat Nabi Saw, karena kata yang lebih mulya, lebih tinggi adalah Nabi dan Rasul.”, kata pria kelahiran Makassar, 1 Mei 1975 tersebut.

Khalid Basalamah juga mengajak umat Islam untuk meninggalkan penggunaan kata Sayyidina. “Kalau saran saya, dan kembali pendapat para ulama, lebih baik kata Sayyidina ditinggalkan dari Nabi Saw karena akan menurunkan derajat beliau SAW”, Clotehnya lagi.

Fatwa menyesatkan Khalid Basalamah itu dapat disaksikan di Videonya dengan durasi kurang lebih 6 menit disertai bantahan terhadap ustadz wahhabi tersebut.

Waspadai pemikiran sesat seperti Basalamah tersebut. Haqqu Ya Mubin.***

Sumber: dhiyaulhaq.com
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget