Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Hiburan"

AMNews - 20 Orang anak di Semarang terindikasi gangguan mental akibat kecanduan game yang diunduh melalui gawai. Gangguan mental yang mereka alami bervariasi mulai kehilangan fokus berjalan hingga kecenderungan mengurung diri terlalu lama di dalam rumah.

"Jadi rata-rata orangtua mengeluh adanya perubahan perilaku anak-anak di lingkungan rumah. Ketika ditegur, si anak berontak dan langsung marah tidak terkendali, ada juga prestasi di sekolah merosot drastis. Ini yang dikawatirkan mereka," kata Wakil Direktur RSJD Amino Gondohutomo Semarang, Erlina Rumanti di Semarang, Kamis (20/6).

Dia menyebut sejak dua bulan terakhir pihaknya banyak menerima laporan dari sejumlah orang tua yang mengeluh adanya perubahan perilaku anak-anak mereka di rumah akibat kecenderungan bermain game online.

Oleh karena itu, beberapa anak dibawa ke Rumah Sakit Gondohutomo Amino untuk menjalani pemeriksaan terapi.

"Yang paling banyak usia 19 tahun ke bawah, banyak faktornya mulai terbelit masalah ekonomi karena pengangguran, faktor keluarga," jelasnya.

Apalagi, WHO resmi memasukkan perilaku kecanduan game ke dalam versi terbaru International Classification of Diseases (ICD) Internasional.

"Perilaku yang adiktif seperti bermain game lebih dari tiga jam, saat ini telah didefinisikan dalam gejala gangguan mental. Ini juga sesuai apa yang disampaikan oleh WHO," tuturnya.

Pihaknya menyarankan kepada orangtua yang menemukan gejala gangguan mental tersebut supaya segera memeriksakan anaknya ke rumah sakit. "Pemeriksaan dini, supaya bisa menanggulangi penyakit yang menjurus lebih serius," tutup Erlina.[Merdeka.com]

Jakarta Gempa berkekuatan 6,5 skala richter kembali mengguncang Aceh. Tentu ini membuat kaget Teuku Wisnu, lantaran hampir seluruh keluarganya masih menetap di sana.

Ketakutan pun merayap di hati Teuku Wisnu. Bayangan tsunami yang pernah terjadi pada 2004 lalu pun singgah. Namun ia bersyukur keluarganya tak mengalami luka-luka atau pun meninggal dunia.

Dalam salah satu tayangan infotainment, suami Shireen Sungkar ini mengungkapkan bahwa kondisi rumahnya tak mengalami keretakan atau roboh. Hanya ada beberapa barang yang pecah.

"Paman cerita kalau gempanya terasa banget di rumah. Gempa susulan juga terjadi beberapa kali," ujar Teuku Wisnu.

Sementara, dalam akun Instagramnya, Teuku Wisnu memohon agar saudara-saudaranya di Aceh dapat perlindungan Allah SWT dengan mengunggah foto kehancuran bangunan masjid.

"ACEH KEMBALI DIGUNCANG GEMPA, TERINGAT MENCEKAMNYA TSUNAMI 2004
Rabu, 7 Desember 2016, pagi-pagi dapat kabar Aceh diguncang gempa bumi dengan kekuatan 6,5 SR. Akibatnya, banyak bangunan roboh, korban luka-luka dan tidak sedikit yang meninggal dunia. Kerusakan paling parah di daerah Pidie Jaya," tulisnya sebagai keterangan foto.

Teuku Wisnu pun menceritakan peristiwa lalu, "Gempa Aceh ini mengingatkan saya tentang kejadian tsunami 2004 silam. Saat itu, Aceh porak poranda. Setelah diguncang gempa, kemudian menyusul air laut meluap ke daratan dengan arus yang sangat besar.
Saat itu saya berada di Jakarta, tetapi papa mama tinggal di Aceh, tepatnya di daerah Sigli. Papa memang asli dari Aceh, dan kebetulan waktu itu dinas di tanah kelahirannya. Mama ikut menemani papa disana. Mendengar kabar adanya tsunami, saya panik. Mencoba menghubungi papa dan mama disana tetapi tidak bisa. Ingin tahu kabar disana bagaimana, karena sangat khawatir."

Para netizen pun langsung memberikan doa kepada Teuku Wisnu melalui kolom komentar, seperti pemilik akun @azizahrt menulis, "Smg keluarga selalu dlm lindungan Allaah." Pemilik akun @nina_tresnawati menulis, "Semoga diberi ketabahan."

Sedangkan akun @andifitramiranty juga menambahkan, "Aamiin ya Allah , semoga semua diberi kekuatan , ketabahan , dan selalu dalam lindungan Allah SWT." (liputan6.com)

AMP - Prestasi gemilang perempuan cantik kelahiran Lhokseumawe, Aceh, ini tentu saja membuat banyak orang terkesan.

Namun di antara sekian banyak pujian yang dialamatkan kepadanya, ada juga cacian-cacian yang ditujukan kepadanya.

Hal ini setidaknya terlihat dari akun Instagram Ariska yang memposting gambarnya saat mengenakan bikini di atas panggung.

Saat mengunggah gambar itu, Rabu (26/10/2016), akun @ikapertiwi menulis caption : Yang terbaik untuk Indonesia. Semoga dilancarkan semuanya. Wish me Luck.

Sejak foto itu diunggah, ribuan komentar pun muncul untuk mengucapkan selamat.

Akun @dianainamarlina misalnya, menulis komentar : Congratulations mba....bangga bener aq...sehat selalu insyaAllah.

Sementara akun @veradays_world menulis : Selamat ya, sukses terus. Terimakasih sudah membuat nama indonesia semakin terdengar

Tetapi di tengah banjir pujian, ada pula akun-akun yang mencela karena menganggap bikini yang dipakai Ariska sama sekali tidak sesuai dengan adat ketimuran dan tidak sesuai agama.

akun @la2454 misalnya, menulis : Mau berprestasi ko NGORBANIN AGAMA DAN HARGA DIRI, mendingan ga usah ikutan, carilah prestasi di bidang lain yang halal da berkah.

@mebers_dala_08: Hanya untuk kemenangan kau umbar auratmu??? Tanda tanda kiamat.

Sementera akun @heru_rosaria menulis: Mudah2an juara di dunia dan di akhirat juga!

Tentu saja, bertebarnya komentar-komentar memuji dan komentar sinis, menimbulkan perdebatan antara pengguna Instagram yang mengomentari gambar tersebut.
 
Sumber : Ig Kabaraceh

AMP - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe menolak rekomendasi konser musik  dua band papan atas Indonesia D’Masiv dan J-Rock yang akan digelar di Lapangan Sudirman, Lhokseumawe, Sabtu (15/10) sekitar pukul 16.00 Wib.

Konser ini digelar oleh salah satu perusahaan rokok ternama Indonesia melalui Event Organizer (EO) CV Mahesa Promotama pada tanggal 29 September 2016 pihak EO telah memasukan surat rekomendasi izin. Namun, pihak MPU Lhokseumawe telah mengeluarkan surat penolakan pada tanggal 30 September 2016 yang lalu.

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe, Tgk. Asnawi Abdullah, mengatakan, menyangkut hal ini MPU tidak dapat memberikan rekomendasi kegiatan keramaian yang bersifat hiburan rakyat (Konser musik).

Menurutnya, ini bertentangan dengan Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Nomor 12 Tahun 2013 tentang seni budaya dan hiburan lainnya pandangan islam.

“Kalau kegiatan berupa konser musik tidak ada rekomendasi dari kita MPU, itu merupakan serangkaian acara yang tidak sesuai dengan syariat islam,” kata Tgk. Asnawi Abdullah, Jumat (14/10).

Pelita8

AMP - Mendengar nama Apache13 tentu mengingatkan kita kepada suku Apache di Amerika yang kini telah punah. Namun apa pula Apache13 itu? Nazar Shah Alam selaku kepala suku, Sabtu (8/10/216) menjelaskan panjang lebar tentang Apache13.

“Apache13 adalah sebuah pemerintahan musik yang lahir secara prematur pada tahun 2013. Mulai dikenal setelah sering mengisi acara hiburan mahasiswa di kampus-kampus, warung kopi, dan aksi peduli sosial. Musiknya orisinil dan baru, beraliran folk, ska, dan fun musik. Namun, mereka sering menyebutnya aliran Apache,” terang Nazar.

Apache13 didirikan oleh Nazar Shah Alam dan Ikram Fahmi. Kemunculan Apache13 disebabkan oleh kebosanan terhadap perkembangan musik Aceh yang menurut mereka begitu-begitu saja.
Mereka juga membuat aturan ketat, yaitu menciptakan lagu sendiri dan mengharamkan plagiat dalam hal dan bentuk sekecil apa pun.

“Apache13 konsisten membuat lagu dengan lirik yang renyah dan musik yang ringan. Hal inilah yang membuat pendengar lebih mudah menerima Apache13,” katanya.

Apache13 terdiri dari 5 personil yang mereka sebut suku; yaitu Nazar Shah Alam (vokal), Ikram (perkusi), Amek (gitar), Teuku Munawar (lead gitar), Dharma Putra (Bass).

Sejauh ini Apache13 sudah menyelesaikan proses rekaman album perdana mereka di bawah manajemen Tanda Seru Production dan IMMusic. Di dalamnya berisi sepuluh lagu. Adapun yang sedang hits di kalangan anak muda saat ini adalah lagu “Bek Panik”. Berikut ini liriknya:

Putoh cinta nyan biasa
Patah hate ka teunte na
Tapi bek teuba-ba dalam susah
Harus beudoh, beu-meuubah, meulangkah

Manusia kon jih sidroe
Mantong rame dalam bumo
Gadoh sidro na siploh dro
Mantong rame makhluk jomblo

Bek kapike hana laen
Seubab jodoh ka teunte na
Bek panik, bek panik
Yang ka jioh bah le jioh
Yang golom na bek kapreh troh

Bek panik, bek panik
Nyoe ka pisah mita ganto
Bek harap bak ureung sidro
Bek panik


Nah, bagaimana lirik lagu tersebut? Keren kan? Ya lagunya jenaka, mengulik hati, “nakal”, rancak nan optimis. Tentu Bek Panik hanya satu di antara berbagai lagu Apache13 yang menarik untuk disimak karena kekuatan lirik, musik yang mantap dan pasti original, bukan jiplakan.

Ingin kenal lebih jauh dengan personil Apache13? Berikut profilnya.

Nazar Shah Alam (Vokal)
Selain menjadi vokalis, ia juga tercatat sebagai penulis sastra, pembaca hikayat dan puisi, dan desainer. Di Apache13 ia disebut “kepala suku” yang bertanggung jawab penuh terhadap lirik lagu. Dia sedang mengurus surat bebas playboy demi meyakinkan orang tua adek itu tentang cintanya yang seputih salju.

Ikram Fahmi (Perkusi)
Bertanggung jawab atas semua ketukan musik di Apache13, sebagai pendiri ia dianggap “kepala suku II”. Selain sibuk di Apache13, ia juga sangat rajin membantu ibu serta mengurus beberapa anak kucing miliknya.

Amek Barli (Gitar)
Sejak bergabung dan dipercaya menjadi gitaris, ia selalu bertugas menulis lirik yang telah diciptakan, menjaga data, dan mencatat aturan-aturan di Apache13. Amek masih kuliah dan rajin bekerja sebagai penjual keripik di depan Barata.

Teuku Munawar (Leadgitar)
Mahasiswa tingkat akhir di kampus besar Aceh yang rajin merawat waktu tidurnya. Dia tercatat sebagai leadgitar tetap Apache13 setelah sebelumnya keluar masuk suku.

Dharma Putra (Bass)
Dipanggil Dhapu sejak bergabung di Apache13. Selain memetik bass di Apache13 dia sedang rajin-rajinnya kuliah S2 di Unsyiah. Paling rajin shalat dan setia dengan adek itu.

AMP - Siapa tak kenal Apa Lambak. Seniman Aceh yang banyak digemari karena karya-karyanya yang jenaka. Pria berperawakan mirip orang India dikenal sukes sebagai pemain seni lawak dengan kawan-kawannya di Apa Lambak Group. Ia juga sukses membuat film ber-genre komedi dan ratusan lagu ciptaannya sendiri.

Namun siapa sangka, karya Apa Lambak tidak hanya dinikmati di kalangan orang Aceh atau lokal saja. Karyanya justru mendapat sambutan luar biasa di tingkat nasional. Beberapa waktu lalu, dua lagu ciptaannya dibeli dan diaransemen ulang ke dalam bahasa Indonesia. Tak tanggung-tanggung, dua lagu ini dinyanyikan oleh artis ibu kota.

Karya lagunya yang diaransemen ulang untuk lebih dipopulerkan itu bukan tanpa dasar. Ini merupakan hasil kesungguhannnya dalam menciptakan karya yang berkualitas. Apa Lambak telah membuktikan, Aceh juga punya seniman kreatif. Tidak selamanya menjiplak karya orang dari seberang.

Apa Lambak, ditemui AJNN beberapa hari lalu mengatakan, salah satu lagunya yang diaransemen di bawah PT Graha Tramedica International itu berjudul Artis Lamborgini. Hasil aransemen dari lagunya yang berjudul Cinta Bang Lambak.

“Dua lagu yang diaransemen itu merupakan ciptaan saya sendiri. lirik serta nadanya saya yang buat, kemudian dinyanyikan artis ibu kota di Jakarta,” kata Apa Lambak yang juga merupakan sarjana hukum itu.

Dikatakan, lagu yang sudah diaransemen ulang itu, dikomersilkan untuk mengaaet donasi untuk membantu penderita kanker di suleuruh Indonesia. Di bawah asuhan Ratu Gifana, yang dikenal dengan julukan The Queen of Cancer Indonesia.(Ajnn)

July 03, 2016 ,
Nagan Raya – Rencana konser Cita-Citata dan sejumlah artis lokal Aceh yang direncanakan berlangsung di Lapangan Bola Kaki, Simpang Peut, kecamatan Kuala kabupaten Nagan Raya pada Selasa 12 Juli 2016 kembali mendapat kecaman keras.

Setelah sebelumnya, FPI Nagan Raya dan HADRAH Aceh menolak dengan tegas konser yang disponsori oleh PT. Bintang Toedjoe tersebut. Kali ini, 25 Ormas dan Lembaga dayah yang tergabung dalam FOKUS Islam (Forum Komunikasi untuk Syariat Islam) Nagan Raya mengeluarkan pernyataan sikap bersama terkait rencana tersebut sebagaimana rilis yang diterima oleh redaksi media aceHTrend.co pada Minggu (3/7/2016).

“Apabila acara ini dipaksakan, kami akan memobilisasi massa di seluruh Nagan Raya untuk membubarkan konser tersebut” ujar Sayid Muchsin Alaydrus selaku Jubir FOKUS Islam Nagan Raya.

23 Ormas dan Lembaga yang tergabung dalam FOKUS Islam Nagan Raya tersebut adalah: Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Nagan Raya, Front Pembela Islam (FPI) Nagan Raya, YARA Nagan Raya, KMPA, FOPKRA, SURA, IPELMASRA, Dayah NUDI Babah Kreung, Dayah Darul Ulum, Dayah Syarif Shalihiyah, Dayah Darul A’tia, Dayah Kuba Blang Baro, Dayah Bustanul Jannah, Dayah Babul Asfar, Dayah Darul Hikmah, Dayah Babul Hidayah Muslim, Dayah Al Ikhlas, Panti Asuhan Nagan Raya, Perwakilan MPTT Nagan Raya, IPELMASAT, IPMB, IPMS, IPELMASDAM dan H.TR. Idris selaku Tokoh Masyarakat Kuala.

Dari rilis yang diterima redaksi, FOKUS Islam Nagan Raya menyampaikan 6 poin penyataan sikap bersama:

1. Meminta kepada Pemkab dan MPU Nagan Raya dalam secepatnya mengeluarkan surat rekomendasi pencabutan izin acara Konser,
2. Kepada pihak Pantia dan EO acara, kami minta supaya jangan terlalu memaksa kehendak akan ajang maksiat ini,
3. Kami minta kepada pihak manajemen Cita Citata dan PT. Bintang Toedjoe sebagai sponsor utama acara ini, untuk mengurung niatnya Konser di Nagan Raya. Apabila tidak maka kalian akan siap menerima resikonya,
4. Apabila acara tetap dilaksanakan, maka kami dari pihak yang tergabung dalam FOKUS akan siap memobolisasi massa baik dari daerah maupun luar daerah Nagan Raya, untuk terjun lapangan membubarkan acara konser ini pada hari H, dan
5. Kami juga siap berjihad apabila ada perlawanan dari pihak Panitia, dan apapun resikonya diluar tanggung Jawab kami.
6. Demikian sikap ini kami pertegaskan kembali.

Pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Jubi FOKUS Islam Nagan Raya, Sayid Muchsin Alaydrus tersebut ditutup dengan dua kutipan ayat Al Quran yang berbunyi: Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.”(QS. Al Maaidah:35) dan “Belum datangkah waktunya bagi orang-orang beriman untuk tunduk hati mereka guna mengingat Allah. Serta tunduk kepada kebenaran yang telah turun kepada mereka. Dan janganlah mereka seperti orang-orang sebelumnya yang telah turun Al Kitab kepada mereka. Kemudian berlalu masa yang panjang atas mereka. Lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Qs. Al-Hadid: 16).[acehtrend.co]

AMP - Setelah terbilang sukses di belantika musik di Aceh – sekarang penyanyi dan komedian Zuhdi yang lebih dikenal dengan Bergek sedang menggerap sebuah film di Banda Aceh.

Film tersebut menceritakan tentang kisah-kisah inspiratif yang diangkat melalui kisah nyata perjuangan Bergek dalam meniti karir maupun cintanya yang tak kesampaian.

Melalui film tersebut, penggemar Bergek akan disuguhkan kisah-kisah sedih, suka, duka hingga  juga bisa tertawa terpingkal-pingkal dengan kehadiran Mahyuddin yang lebih dikenal dengan Udin Pelor, komedian yang sudah melalangbuana di dunia komedian Aceh.

Kehadiran Udin Pelor, selain memberikan pencerahan dari sisi religi - memberikan pesan-pesan yang positif selaku ayah Bergek. Udin Pelor juga memberi warna lain dengan tingkah lucu dan kocaknya.

Film ini juga dibintangi oleh artis dan bintang-bintang baru di Aceh. Zuhdi berperan sebagai aktor utama, dalam film ini dia berperan sebagai Bergek. Lalu ada Rahma Novi Yanti berperan sebagai Novia dan Cut Rianda Zuhra sebagai Zuhra.

Sedangkan aktor pendukung lainnya adalah Muhammad Isya berperan sebagai Pele. Dia merupakan kawan akrap Bergek, kemanapun pergi Bergek mereka selalu bersama, baik suka maupun duka.

Manager Bergek, Iwan Setiawan mengatakan, saat ini Bergek bersama rumah produksi Zhet Production dan di bawah binaan Halteks Studio sedang menggarap film tersebut. Film yang diangkat dari kisah nyata ini yang mengisahkan sejarah sejatinya Bergek  dengan judul “Bergek The Movie”.

"Kami mengangkat film ini dari kisa nyata perjuangan Zuhdi (Bergek) pada saat mencoba bangkit meniti karir dalam dunia hiburan di Aceh," kata  Iwan Setiawan, Minggu (29/05/2016).

Saat ini, katanya, Bergek bersama kru lainnya sedang menyelesaikan suting di beberapa lokasi di Banda Aceh. Rencananya, film ini akan beredar pada pertengahan bulan Ramadan ini.[] Habadaily.com

AMP - Anggota DPR Aceh yang juga Ketua Fraksi Partai Aceh, Kautsar Muhammad Yus, menyatakan kegalauannya atas kondisi Aceh terkini, terutama soal pelarangan pementasan seni seperti yang menimpa penyanyi yang sedang naik daun,, Ady Bergek. Seperti diketahui, setelah dilarang manggung di Aceh Barat pada 3 April lalu, kini giliran Walikota Lhokseumawe yang melarang konser yang rencananya akan digelar pada 10 April 2016 di Punteut, Lhokseumawe.

Seperti diketahui kedua kepala daerah itu sama-sama punya hubungan dengan Partai Aceh. Bupati Aceh Barat,alias Haji Tito didukung oleh Partai Aceh dalam Pilkada 2012. Sementara Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya adalah kader Partai Aceh.

Kautsar Muhammad Yus khawatir keputusan yang diambil oleh dua koleganya itu dapat berdampak buruk terhadap hubungan Aceh dengan dunia internasional. Berikut adalah tulisan selengkapnya yang diunggah di akun Facebook miliknya.

Dua hari yang lalu saya baca The Jakarta Post dalam penerbangan pulang dari Jakarta ke Banda Aceh. Menurut Wali Nanggroe, koran ini bacaan para duta besar negeri sahabat -termasuk duta besar yang tak terlalu mengerti bahasa Inggris-, pelaku bisnis internasional dan nasional. Koran tersebut dibaca orang2 terpandang untuk menterjemahkan Indonesia.

Sesampai di darat, saya klik google, mencari berita dimaksud. Banyak media besar internasional memberitakan hal tersebut.

Saya meletakkan perasaan saya pada pembaca internasional. Saya merasa perasaan mereka persis seperti saya ketika membaca berita ekstrim di Pakistan, Afghanistan dan Afrika. Tentu kesan tak menarik terhadap negeri-negeri itu membekas di kepala. Tidak hanya sampai disitu, kita akan menilai masyarakat di negeri-negeri itu keras dan tak bersahabat. Meski sebenarnya berita tersebut tak sepenuhnya mewakili perasaan penduduknya. Sayapun akan berpikir lima kali untuk berkunjung ke negeri-negeri demikian meski dengan tiket dan akomodasi gratis.

Kini saya melihat berita "ngeri" itu hadir di Aceh. Hanya lantaran tafsir kita tentang agama. Tafsir yang tak boleh dibantah oleh siapapun, karena yang membantahnya akan dicap kafir, sekuler, liberalis dan bentuk stigma lainnya.

Saya ikut bersedih ketika anak muda seperti Bergek yang penuh kreatifitas dilarang manggung dimana-mana di Aceh, hanya lantaran ilustrasi mesum yang kadung terpatri di pikiran orang-orang dewasa Aceh.

Kita sedang membangun "Suriah Kecil" di Aceh.

Saya tahu, berkata seperti ini tidak populer. Dan bagi politisi seperti saya akan punya dampak sendiri. Pikiran ini tidak mewakili pikiran Fraksi Partai Aceh meski saya menjadi Ketua disana. Status ini mewakili kebenaran yang saya yakini, bahwa saya seperti mampu melihat kedepan apabila kebijakan ini terus menerus kita praktekkan di Aceh kita seperti sedang membangun tembok-tembok besar, kita seperti sedang mengasingkan diri dari komunitas yang dulu pernah kita perjuangkan supaya menjadi sahabat-sahabat untuk Aceh.

Mari kita merenung sejenak, tidak menjadikan agama sebagai alasan utama yang menutupi alasan setan lain tentang kenapa kita harus berkuasa, tentang kenapa kita harus menang dalam setiap Pemilu dan Pilkada. Jangan sampai tujuan-tujuan kecil selalu akan mengorbankan tujuan-tujuan besar.

Terima Kasih, Jangan lupa makan makanan sehat.[http://suksesyahud.blogspot.co.id]

AMP - Mohon maaf karena saya punya sudut pandang yang berbeda dengan para pembela Bergek.

Menurutku, keputusan Wali Kota Lhokseumawe yang kemudian menentang penyelenggaraan konser tersebut karena kesalahan Bergek sendiri. Wali Kota memberikan izin kepada band Geisha untuk menyelenggarakan konser di kota ini. Tapi untuk Bergek tidak. Kenapa? Karena Bergek gak punya wajah ngademin macam Momo Geisha. Berarti salah Bergek sendiri kenapa punya wajah seperti itu. Bukan salah Wali Kota.

Lantas bagaimana dengan band-band atau para penyanyi pria yang pernah konser di Lhokseumawe, bukankah wajah mereka juga beda jauh sama Momo Geisha? Untuk menjelaskannya, mari kita kembali ke bulan lalu. Pada Maret lalu, sebuah media cetak ternama di Sumatera Utara memuat satu berita berjudul "Oknum Pejabat Lhokseumawe Pelanggan Tetap Waria". Artikel tersebut mengabarkan bagaimana pejabat di kota ini sering menggunakan jasa pelepasan hasrat seksual yang disediakan para waria di indekos, rumah pribadi, bahkan beberapa hotel di Lhokseumawe.

Artinya, Bergek pun gagal membangkitkan selera pejabat-pejabat gay di Lhokseumawe. Ari Lasso pernah konser di sini. Dan Ari Lasso, penyanyi yang bertanggal lahir sama seperti saya itu, bukan seorang gay. Tapi setidaknya pejabat-pejabat gay di sini bisa berpegangan tangan sama dia. Mereka suka ada penyanyi ganteng datang ke kotanya. Apakah Bergek tidak ganteng? Ganteng! Tapi ganteng kualitas lokal. Bukan nasional.

Jadi, penyebab Bergek dicekal di sana-sini karena salah dia sendiri gak punya tampang yang bikin "horny" para pemegang otoritas. Oleh karena itu, jika Bergek ingin kariernya selamat, mulai sekarang perlulah ia mengajak khalayak untuk mencari pemimpin politik yang mengapresiasi seni secara hakiki, tanpa melihat wajah, disokong militer atau tidak, dan kemampuannya memberi uang sogok untuk mendapatkan izin konser. Sebelum itu, Bergek juga perlu mengapresiasi karya seni orang dengan tidak menjiplaknya.

Begitu. Tulis
Bisma Yadhi Putra

AMP - Dibanding rekannya Suaidi Yahya yang Walikota Lhok Seumawe, Walikota Banda Aceh lebih pintar.

Untuk warga yang mengecam konser Bergek, Illiza menampakkan kepeduliannya dengan memberi sanksi pada panitia konser yang telah lalai.

Sedang untuk penggemar Bergek? Illiza juga peduli. Bergek diterima dengan ramah di kantornya (28/3).

Penggemar mana yang tidak senang, walikotanya ternyata ngefans juga pada idola mereka?

SOLUSI ILLIZA

Dua kejadian tadi menunjukkan betapa saktinya walikota Banda Aceh menyikapi dilema.
Konser Bergek yang menjadi buah simalakama bagi walikota Lhokseumawe ternyata hanyalah buah pencuci mulut saja bagi Illiza.
Solusi Illiza untuk kasus bercampurnya penonton laki-laki dan perempuan di konser Bergek di Banda Aceh (12/3) segera meningkatkan popularitasnya. Yang pro maupun yang kontra sama-sama terpuaskan. Dan Illiza pun boleh berharap. Elektabilitasnya akan semakin meningkat untuk pilkada 2017.

SOLUSI SUADI

Kamis (7/4) Wali Kota Lhokseumawe mengeluarkan surat pembatalan konser Bergek. Jika melarangnya hanya semata untuk tujuan politik, Suadi Yahya harus berguru pada Illiza.
Andi Masta KOMPAS.com - Masriadi Sambo
Sejauh ini belum ada alasan kuat Suadi melarang konser tersebut. Menurut panitia, mereka sudah mengantongi berbagai kelengkapan perizinan, mulai dari Polres hingga MPU. Membatalkannya sama artinya Suadi tidak percaya pada instansi yang bertugas mengurusi hal tersebut.

PERAN DKA

Seketika itu pula sikap Suaidi menyadarkan kita akan fungsi Dewan Kesenian Propinsi Aceh (DKA). Lembaga yang dibentuk pemerintah Aceh untuk mengurusi masalah-masalah seperti ini.(hikayataceh.com)
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget