Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Seniman"

AMP - Mohon maaf karena saya punya sudut pandang yang berbeda dengan para pembela Bergek.

Menurutku, keputusan Wali Kota Lhokseumawe yang kemudian menentang penyelenggaraan konser tersebut karena kesalahan Bergek sendiri. Wali Kota memberikan izin kepada band Geisha untuk menyelenggarakan konser di kota ini. Tapi untuk Bergek tidak. Kenapa? Karena Bergek gak punya wajah ngademin macam Momo Geisha. Berarti salah Bergek sendiri kenapa punya wajah seperti itu. Bukan salah Wali Kota.

Lantas bagaimana dengan band-band atau para penyanyi pria yang pernah konser di Lhokseumawe, bukankah wajah mereka juga beda jauh sama Momo Geisha? Untuk menjelaskannya, mari kita kembali ke bulan lalu. Pada Maret lalu, sebuah media cetak ternama di Sumatera Utara memuat satu berita berjudul "Oknum Pejabat Lhokseumawe Pelanggan Tetap Waria". Artikel tersebut mengabarkan bagaimana pejabat di kota ini sering menggunakan jasa pelepasan hasrat seksual yang disediakan para waria di indekos, rumah pribadi, bahkan beberapa hotel di Lhokseumawe.

Artinya, Bergek pun gagal membangkitkan selera pejabat-pejabat gay di Lhokseumawe. Ari Lasso pernah konser di sini. Dan Ari Lasso, penyanyi yang bertanggal lahir sama seperti saya itu, bukan seorang gay. Tapi setidaknya pejabat-pejabat gay di sini bisa berpegangan tangan sama dia. Mereka suka ada penyanyi ganteng datang ke kotanya. Apakah Bergek tidak ganteng? Ganteng! Tapi ganteng kualitas lokal. Bukan nasional.

Jadi, penyebab Bergek dicekal di sana-sini karena salah dia sendiri gak punya tampang yang bikin "horny" para pemegang otoritas. Oleh karena itu, jika Bergek ingin kariernya selamat, mulai sekarang perlulah ia mengajak khalayak untuk mencari pemimpin politik yang mengapresiasi seni secara hakiki, tanpa melihat wajah, disokong militer atau tidak, dan kemampuannya memberi uang sogok untuk mendapatkan izin konser. Sebelum itu, Bergek juga perlu mengapresiasi karya seni orang dengan tidak menjiplaknya.

Begitu. Tulis
Bisma Yadhi Putra

AMP - Dibanding rekannya Suaidi Yahya yang Walikota Lhok Seumawe, Walikota Banda Aceh lebih pintar.

Untuk warga yang mengecam konser Bergek, Illiza menampakkan kepeduliannya dengan memberi sanksi pada panitia konser yang telah lalai.

Sedang untuk penggemar Bergek? Illiza juga peduli. Bergek diterima dengan ramah di kantornya (28/3).

Penggemar mana yang tidak senang, walikotanya ternyata ngefans juga pada idola mereka?

SOLUSI ILLIZA

Dua kejadian tadi menunjukkan betapa saktinya walikota Banda Aceh menyikapi dilema.
Konser Bergek yang menjadi buah simalakama bagi walikota Lhokseumawe ternyata hanyalah buah pencuci mulut saja bagi Illiza.
Solusi Illiza untuk kasus bercampurnya penonton laki-laki dan perempuan di konser Bergek di Banda Aceh (12/3) segera meningkatkan popularitasnya. Yang pro maupun yang kontra sama-sama terpuaskan. Dan Illiza pun boleh berharap. Elektabilitasnya akan semakin meningkat untuk pilkada 2017.

SOLUSI SUADI

Kamis (7/4) Wali Kota Lhokseumawe mengeluarkan surat pembatalan konser Bergek. Jika melarangnya hanya semata untuk tujuan politik, Suadi Yahya harus berguru pada Illiza.
Andi Masta KOMPAS.com - Masriadi Sambo
Sejauh ini belum ada alasan kuat Suadi melarang konser tersebut. Menurut panitia, mereka sudah mengantongi berbagai kelengkapan perizinan, mulai dari Polres hingga MPU. Membatalkannya sama artinya Suadi tidak percaya pada instansi yang bertugas mengurusi hal tersebut.

PERAN DKA

Seketika itu pula sikap Suaidi menyadarkan kita akan fungsi Dewan Kesenian Propinsi Aceh (DKA). Lembaga yang dibentuk pemerintah Aceh untuk mengurusi masalah-masalah seperti ini.(hikayataceh.com)
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget