Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Khalwat"

AMP - Pengakuan mengejutkan dilontarkan Jelita (bukan nama sebenarnya). Siswi SMP yang nyambi jadi PSK itu mengatakan, pria dengan ekonomi mapan menjadi pelanggan pemuas nafsu dari kalangan pelajar.

Jelita melihat dari pengalaman rekan-rekannya yang nyambi jadi PSK. Jelita sendiri juga masuk dalam lingkaran prostitusi pelajar tersebut.

”Setahu saya yang sering cari anak SMP itu, ya mereka yang sudah tua, dan kelas bos semua,” ungkap Jelita pada Radar Sampit (JPNN Group), Kamis (26/5) kemarin.

Menurutnya, itu terjadi karena tarif PSK yang masih duduk di bangku SMP cukup mahal. Karena itu, pria hidung belang yang dompetnya tipis tak bisa membayar para PSK tersebut.

Di sisi lain, Jelita mengaku terjerumus ke dunia hitam itu karena rayuan teman. ”Awalnya sih memang menakutkan, karena di situ yang dikenalkan banyak yang sudah tua-tua. Tapi lama-lama sudah biasa saja,” ujarnya.
(JPNN)

May 22, 2016 ,
AMP - Sepasang muda-mudi ditangkap warga saat sedang mesum di sebuah rumah tepatnya di Desa Blang Teurakan, Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara, Sabtu, (21/5) malam sekitar Pukul 20.30 WIB. Pasangan mesum tersebut kemudian diarak ke Meunasah setempat dan diceburkan ke dalam Bak Wudhu.

“Kami curiga ada anak gadis di rumah seorang warga, lalu kami pantau dan gerebek. Saat itu keduanya tertangkap basah sedang asyik bermesraan di atas ranjang,” ujar Junaidi,seorang pemuda setempat.

Dari informasi yang dihimpun AJNN, pelaku laki-laki bernisial Mz (18), sedangkan yang perempuan belum diketahui namanya, tapi mengaku berasal dari Sigli dan sudah sekitar tiga malam menginap di rumah Mz.

Kepala Desa Blang Teurakan, Kechiek Min kepada AJNN menuturkan, pelaku selama ini memang dikenal bermasalah di desanya. Bahkan, saat ditangkap dan diinterogasi warga, keduanya tampak santai –santai saja seperti tidak ada beban dan malu.

“Di rumah pelaku ada ibunya, tapi ibunya sendiri diancam tebas dengan parang, jika memberitahukan keberadaan perempuan tersebut di rumah mereka,” tambah Kechiek Min.

Sampai berita ini diunggah, kedua pasangan mesum tersebut masih diamankan warga di meunasah setempat, seraya menunggu kedatangan Polisi Wilayatul Hisbah.
(AJNN)

AMP - Istri seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat tertangkap berduaan di sebuah hotel wisat di kawasan Peunayong, Banda Aceh. Di kamar itu, NA--sebut saja begitu--berduaan, tidak dengan suami ataupun muhrimnya.

"Perempuan berprofesi sebagai pegawai negeri sipil. Sedangkan prianya, HT, berprofesi sebagai wiraswasta,” kata Kepala Bidang penegakan Syariat Islam di Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh, Evendi A Latief, di kantornya, Senin (15/2).

Penangkapan ini berawal dari peran keluarga NA, Jumat malam lalu. Karena mencurigai hubungan ini sejak lama, mereka membuntuti NA saat berada di Banda Aceh. Keluarga juga mengikuti NA sampai ke hotel. Hanya berselang 15 menit setelah kedua pelaku berada dalam kamar, keluarga memaksa masuk ke dalam kamar dan mendapati mendapati NA bersama HT.

Keluarga lantas menghubungi WH Banda Aceh. Saat ini, NA dan TH berada dalam penahanan WH Kota Banda Aceh. WH juga meminta keterangan dari keluarga pelaku sebagai saksi. Kepada petugas, mereka tak bisa berkilah. Keduanya mengaku melanggar syariat Islam dan kini menghadapi hukuman cambuk karena melanggar pasal dalam qanun jinayah. [AJNN]

Ilustrasi
AMP - Pasukan Wilayatul Hisbah (WH) Kota Lhokseumawe, Minggu (14/2/2016) malam berhasil menangkap tiga pasangan mahasiswa-mahasiswi yang sedang duduk berduaan di kawasan waduk.

Ketiga pasangan yang merupakan warga Aceh Utara tersebut berinisial Mu berpasangan dengan Ir, Fu berpasangan dengan De dan Sy berpasangan dengan Wi.

Kasi Ops WH Kantor Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, Alkhalidi Dosty, menyebutkan, pada malam tersebut, pihaknya sedang melakukan razia rutin.

Sehingga saat memasuki kawasan waduk, yakni sekitar pukul 21.30 WIB, pihaknya melihat ketiga pasangan tersebut sedang duduk berpasangan dengan kondisi cahaya remang-remang.

"Bahkan diantara mereka ada yang berpelukan," ujar Alkhalidi.

Melihat kondisi tersebut, maka pihaknya langsung menjaring ketiga pasangan mahasiswa tersebut dan membawa mereka ke Kantor Satpol PP dan WH Lhokseumawe.

"Sesampai di kantor mereka langsung kita bina. Selanjutnya membuat pernyataan tidak mengulangi lagi," ujarnya.
Ditambahkan, usai membuat surat pernyataan, mereka pun dibebaskan kembali.(*)

Serambinews.com

AMP - Hasil penelitian yang dilakukan Badan Pemberdayaan Perempuan Aceh (BP2A) menemukan kawasan Darussalam merupakan tempat paling banyak ditemukan perilaku penyimpangan seks bebas mahasiswa Aceh.

Selain itu, BP2A juga menemukan perilaku s3ks bebas ini juga merambah anak remaja yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Manager Kasus BP2A, Endang Setianingsih mengatakan perilaku menyimpang ini disebabkan beberapa faktor. Faktor utama adalah kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh orang tua. Demikian juga kurangnya

diberikan pembinaan, baik pembinaan akhlak maupun aqidah.

"Orang tua berperan penting agar anaknya tidak terjerumus ke dalam free sex, banyak orang tua membiarkan lepas anaknya saat jauh darinya," kata Endang di Aceh,

Lanjutnya, faktor teknologi juga menjadi pendorong seseorang melakukan perilaku penyimpangan ini. Endang mencontohkan, saat ini sudah ada perangkat seluler yang bisa menonton berbagai film, sehingga banyak di antara mereka ingin mencoba apa yang dilihat.

"Banyak yang melakukan itu suka sama suka, ini sangat memprihatinkan, mereka pacaran, lalu melakukan itu," tegasnya.

Dosen Psikologi Harapan Bangsa ini meminta kepada Pemerintah Aceh agar menerapkan syariat Islam tidak tanggung-tanggung. "Ingin mencegahnya, terapkan syariat Islam secara kaffah, jangan setengah-setengah," imbuhnya.

Darussalam merupakan pusat indekos mahasiswa Aceh karena ada dua kampus ternama. Di antaranya ada kampus Universitas Syiah Kuala dan Universitas Islam Negeri Ar-raniry (UIN Ar-raniry). 

Pasangan non-muhrim ini diperiksa diruang penyidik di kantor Satpol PP WH, Meulaboh
AMP - Sepasang kekasih tertangkap basah sedang berhubungan badan di sebuah wisma di Meulaboh, Aceh Barat. Mereka kemudian diserahkan kepada petugas, dan terancam hukuman cambuk 100 kali.

Namun, hukuman ini baru akan dijatuhkan jika perbuatan sepasang kekasih ini terbukti di pengadilan. "Tersangka terancam hukuman cambuk 100 kali jika nanti di pengadilan terbukti melakukan zina. Untuk membuktikan, harus ada saksi empat orang," kata Kasatpol PP WH Meulaboh, Ika Suharnas Adli, kepada wartawan, Jumat (29/1/2016).

Menurut Suharnas, sepasangan laki-laki dan perempuan non-muhrim itu ditangkap tangan tengah melakukan hubungan badan pada Kamis malam saat digerebek oleh pemilik wisma.

Setelah ditangkap basah, mereka diserahkan ke Kantor Satpol PP WH untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Mereka ditangkap pemilik wisma, Kamis malam, saat digerebek di kamar. Menurut pemilik wisma, mereka tengah melakukan hubungan suami istri. Tadi siang diserahkan ke kantor," katanya.

Satu pasangan berinisial IS merupakan warga Kabupaten Nagan Raya dan berprofesi sebagai sales sepeda motor.

Ia mengaku bahwa mereka telah menjalin kasih selama satu bulan.
Sementara itu, pasangan IS adalah ML, warga Aceh Barat yang bekerja sebagai kasir di wisma tersebut.

Keduanya mengaku kepada petugas telah melakukan hubungan badan sebanyak enam kali.

"Yang perempuan memang bekerja sebagai kasir wisma tersebut, sementara yang laki-lakinya sales sepeda motor.

Mereka telah lama dicurigai oleh pemilik wisma melakukan perbuatan mesum di dalam kamar sehingga tadi malam digerebek pemilik wisma," papar Suharnas.***

Sumber     :     tribunnews.com

AMP - Siswi MTs berinisial AA, 13, menjadi korban pemerkosaan pada Jumat malam (13/11). Gadis asal Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih,

 Siswi MTs berinisial AA, 13, menjadi korban pemerkosaan pada Jumat malam (13/11). Gadis asal Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, itu digagahi tiga pemuda secara bergantian di tengah tegalan Desa Palokloan, Kecamatan Gapura.

Modus yang digunakan pelaku yaitu mengajak korban jalan-jalan dan membeli pentol.

Kemudian, korban diper-kosa di tegalan sepi oleh HS, 17, ED, 17, warga Desa Aengmerah, Kecamatan Batuputih dan PA,17, warga Desa Lanjuk, Kecamatan Manding.

Seperti dikutip dari Radar Madura (JPNN.com Group), awalnya korban kenal dengan HS, 17, lewat telepon. Setelah berkomunikasi agak lama, pada Jumat siang HS mengajak AA keluar malam untuk membeli pentol.

Karena tidak ada firasat apa-apa, AA mengiyakan ajakan HS untuk jalan-jalan. Sesuai kesepakatan, HS menjemput AA ke rumahnya pukul 19.00 pada Jumat malam (13/11). Saat menjemput AA, HS tidak sendirian. Dia datang bersama ED, temannya.

Saat jalan-jalan, AA mengajak HS membeli bakso di Desa Aengmerah, Kecamatan Batuputih. AA mengajak berhenti di salah satu warung bakso, tapi HS menolak. Dia beralasan, Bakso Poje di Pasar Gapura lebih enak.

AA pun hanya mengikuti keinginan HS dan ED. Sebelum tiba di Pasar Gapura, HS dan ED berhenti di pinggir jalan Desa Palokloan, Kecamatan Gapura. Keduanya mengajak AA turun dari sepeda motor.

Begitu AA turun dari sepeda motor, kedua pelaku (HS dan ED) menyeret AA ke tengah tegalan yang gelap. Saat itu, HS dan ED memerkosa AA secara bergantian. Setelah keduanya puas, HS memanggil PA untuk bergabung. PA pun langsung menyalurkan nafsu birahinya terhadap AA.

”Korban sempat memberontak, tetapi tidak mampu melawan para pelaku. Akhirnya, hanya bisa pasrah dan menangis,” kata tetangga korban yang tak mau menyebutkan nama.
Usai menyalurkan nafsu bejatnya, HS mengantar AA pulang ke rumahnya. Setibanya di sekitar rumah AA sekitar pukul 22.30, HS dicegat aparat desa dan warga. Mereka mencegat HS karena curiga dengan gerak-gerik pelaku.

Setelah diinterogasi, HS akhirnya mengaku bahwa telah menyetubuhi AA bersama dua temannya. Mendengar pengakuan itu, warga langsung menyerahkan HS ke Mapolsek Batuputih agar diproses secara hukum.

Kepala Desa (Kades) Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, Santoso mengungkapkan, korban sudah menolak untuk melayani nafsu pelaku. Namun karena mendapat ancaman, akhirnya korban menuruti keinginan tiga pelaku.

Bahkan, saat pelaku mau menyentuh tubuhnya, korban sempat memberontak dan berusaha mengambil handphone (HP)-nya. Dia berniat menelepon orang tuanya, tapi HP itu malah dirampas oleh pelaku.

”Maklum, korban masih anak-anak,” kata Santoso kepada wartawan kemarin (14/11).

Oleh karena itu, Santoso meminta polisi tidak hanya menahan HS. Tetapi, juga menangkap dua teman HS, yakni ED dan PA agar mempertanggungjawabkan perbuatan bejat mereka.

Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Hasanudin membenarkan, pihaknya telah menerima laporan terkait kasus pemerkosaan di bawah umur dari warga. Bahkan, polisi sudah mengamankan satu pelaku yaitu HS.

”Dua pelaku lain masih dalam pengejaran. Kasus ini akan kami tangani sampai tuntas,” katanya.

Sementara itu, polisi mengamankan barang bukti (BB) berupa celana dalam AA. Di celana dalam tersebut ditemukan bekas bercak darah perawan korban.

Akibat perbuatannya, lanjut Hasanudin, pelaku bisa dijerat pasal pidana pemerkosaan terhadap gadis di bawah umur. Ancaman hukumannya 9 tahun penjara. ( meranginekspres )

AMP - Puluhan Status Media Sosial memposting sikap kritisnya terhadap kehadiran salah satu lokasi wisata alam di Kabupaten Bener Meriah Aceh Tengah,” Jambo Khop” diduga kuat tempat tersebut kerab digunakan sebagai area maksiat oleh muda-mudi.

Faceboker, selain memposting sejumlah fakta hasil investigasinya atau kesaksiannya terhadap aktifitas penzinaan di lokasi wisata tersebut, juga memposting gambar bentuk dan area lokasi wisata dimaksud.

Salah satu Faceboker yang menulis sejumlah kesaksiannya melalui status dinding yang diposting pada Rabu 22 Juli 2015, menjelaskan dalam tulisanya itu, bahwa lokasi wisata alam “Jambo Khop” terletak di bawah jurang, dilintasan jalan Bireun –Takengon.

Sejumlah gebuk yang dibangun berbentuk jamur, disinyalir kerab digunakan oleh muda mudi yang berkunjung kesana, sementara gubuk tersebut sangat kecil dan terkesan tertutup.

Pemilik akun Face Book “Martunis LSK,” menyebutkan aktifitas lokasi wisata dimaksud sangat tertutup dari berbagai informasi, termasuk terkait pemilik lokasi setempat.

Menurut dia, aktifitas maksiat di Lokasi wisata itu tidak hanya dilakukan oleh masyarakat setempat, tapi diduga juga melibatkan ratusan muda-mudi bermesum ria di sana.

“ Pengunjung tidak hanya warga setempat, tetapi juga tamu dari berbagai kabupaten/kota yang sengaja dating kesana berpasang-pasangan,” kata Martunis melalui pesan ruang yang diterima atjehdaily.com.

Kecuali Martunis LSK, sejumlah media publikasi atau blogspot, juga turut mempublikasi dugaan tersebut, dan mengharapkan pihka terkait segera turuntangan.

Salah satu media sosial berdomen blogspot, juga sempat merilis sebuah tulisan dengan judul “ Wisata Esek-Esek di Pedalaman Aceh,” dalam tulisnanya penulis sempat mendiskripsikan bentuk tempat berteduh yang dipersiapkan pengelola, dan dinilai tidka pantas untuk lokasi wisata di Provisi Aceh yang sudah berstatus Syariat Islam.

Tulisan terssebut diposting pada tanggal lapan Juli 2013 silam, namun hingga saat ini lokasi wisata yang diduga turut dilindungi itu, belum muncul kepermukaan, sehingga aktifitas maksiat disana diduga masih berlangsung hingga saat ini.[LG]

Ilustrasi
AMP - Fakta memilukan terungkap dari hasil survei Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Gorontalo terhadap siswi SMP. Pasalnya, sebanyak 62,7 persen siswi SMP di Gorontalo pernah melakukan hubungan intim.


Dari survei yang dilakukan terhadap 4.500 responden itu juga ditemukan fakta bahwa 97 persen remaja aktif menonton film dewasa. Sedangkan sebanyak 93,7 persen siswi SMP pernah ciuman.

“Yang mengejutkan lagi, 21,2 persen di antaranya pernah aborsi,” ujar dokter dari BKOW Gorontalo Sulianti Otto kepada Radar Gorontalo beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, penanganan pergaulan bebas tak bisa diserahkan sepenuhnya pada pemerintah. Orang tua, masyarakat hingga sekolah pun diminta aktif menangani masalah tersebut.

"Orang tua harus menjadi sahabat anak. Komunikasi yang sehat serta keterlibatan orang tua dalam pengambilan putusan, bisa menjadi tindakan pencegahan bagi anak agar tidak ikut terjerumus dalam perilaku seks bebas," ujar Sulianti. [jpnn]

Ilustrasi
AMP - Personel Wilayatul Hisbah atau polisi syariat mengamankan 21 laki-laki dan perempuan muda yang diduga melanggar syariat Islam di sebuah hotel berbintang di Kota Banda Aceh.

Kepala Satuan Pol PP dan WH Yusnardi di Banda Aceh, Kamis, mengatakan, mereka diamankan dalam sebuah penggerebekan Kamis (17/12) dini hari, antara pukul 02.00 hingga pukul 04.00 WIB.

"Mereka diamankan di tiga kamar di sebuah hotel berbintang di Kota Banda Aceh. Mereka diamankan karena laki-laki dan perempuan tidur dalam satu kamar," kata Yusnardi.

Yusnardi menyebutkan saat penggerebekan dalam satu kamar ditemukan enam pasangan, satu kamar lagi dua pasang, dan kamar lagi ada empat laki-laki dan satu perempuan.

"Dari tiga kamar itu, satu di antaranya ditemukan barang bukti berupa minuman keras. Malam itu juga, 21 terduga pelanggar syariat Islam digelandang ke Markas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh," kata dia.

Yusnardi menyebutkan saat ini sembilan perempuan muda dan 12 pria muda tersebut masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik WH. Jika ada bukti, mereka bisa dijerat qanun jinayat atau pidana Islam.

Status mereka, kata Yusnardi, ada yang mahasiswa, ada juga yang sudah bekerja. Mereka umumnya warga luar Kota Banda Aceh yang tinggal kos di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

"Mereka beralasan menginap di hotel karena telat pulang ke kos. Ada juga yang mengaku diajak kawan. Ada juga yang mengaku merayakan ulang tahun kawan," ungkap Yusnardi.

Yusnardi mengatakan, penyidik WH masih memintai keterangan para terduga pelanggaran syariat Islam tersebut guna melengkapi berkas perkara.

"Penyidik masih memeriksa para terduga pelanggaran syariat Islam tersebut. Biar penyidik yang menentukan pasal apa yang mereka langgar, apakah khalwat atau mesum atau khamar atau minuman keras seperti yang diatur qanun jinayah," kata Yusnardi.[antaranews.com]

Ilustrasi
AMP - Sungguh malang nasib El (16) seorang siswi SMA di Kota Serang yang diperkosa beramai-ramai oleh 8 orang pria bejat. Akibat perbuatan jahanam itu, El kini hamil dan dipecat dari sekolahnya. 

Peristiwa nahas itu terjadi pada bulan Agustus 2015 lalu. Saat itu, korban dibujuk Om (18) untuk datang berkumpul di kediamannya di Kampung Jengkol, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Awalnya di rumah Om ada belasan orang, termasuk salah satunya pacar korban. Menjelang magrib, pacar korban dan rekan-rekan Om pamit pulang. Namun entah kenapa El tetap tinggal di sana.

Om pun kemudian mengajak korban ke rumah rekannya di daerah Kota Serang. Sampai di rumah rekannya, Om membeli semacam pil eksimer. Sebuah obat yang bertujuan untuk mengurangi gejala gangguan kejiwaan.

Setelah membeli obat tersebut, Om mengundang tujuh orang rekannya datang ke tempat itu. Tujuh orang yang semuanya masih berusia remaja tersebut bernisial, Rf (17), Jl (17), Sp (20), Iw (20), Fs (19), KK (20), Bs (19).

Mereka lalu membawa korban dengan sepeda motor menuju belakang sekolah dasar di Kampung Jengkol, Kota Serang. “Secara bergantian pelaku menyetubuhi korban,” kata kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang Inspektur Polisi Satu (Iptu) Rezki Parsinovandi, Jumat (4/12).

Sayangnya, kasus ini baru terbongkar pada 14 November lalu ketika keluarga korban melapor ke Polres Serang. Selisih waktu yang sangat lama ini lantaran korban ketakutan bercerita ke orang lain mengenai tragedi yang menimpanya.

Korban baru bercerita setelah kehamilannya sudah tak bisa disembunyikan lagi. Apalagi, ketika itu sekolahnya juga melakukan tes urine dan menemukan bahwa El dalam kondisi hamil.

“Awalnya korban tidak mengaku. Karena didesak oleh bibinya, barulah mau cerita, korban diperkosa 8 orang,” ujar Rezki.

Menurut Rezki, pihaknya sudah melakukan visum terhadap korban dan memeriksa saksi-saki. Bahkan beberapa tersangka yakni Rf, Iw, Jl, dan Sp telah diringkus. Sementara, empat pelaku lain, termasuk Om yang jadi otak perbuatan bejat tersebut.  masih dalam pencarian.

“Mereka dijerat Pasal 81 ayat (1) dan (2) jo Pasal 82 ayat (1) UU No 35 tahun 2014,” pungkas Rezki. [JPNN]

Pasangan ABG yang Berhasil di tangkap dan Interogasi Oleh Kasi Hubungan Antar Lembaga Satpol PP & WH Erni Kurnia Sari Dewi, SH
Calang - Petugas Satpol PP dan WH patroli rutin dengan arah tujuan rekreasi pulau resam,setelah ba'da zuhur,namun sebelum sampai di pulau resam terlebih dahulu menyisir tempat rekreasi lhok gleumpang,
 
Disana terlihat ada dua buah sepeda motor,namun terdapat satu pasang sedang bakar ikan,namun karena merasa curiga angota Satpol PP dan WH menanyakan sepeda motor milik siapa kepada pasangan tsb,pasangan tersebut menjawab punya pasangan lain (kawan)mereka,yang juga berpasangan,mereka menunjuk sekitar 50 meter jarak ke arah pasangan yg satu lagi,dan benar saja,anggota kami menemukan pasangan tersebut tengah berkhalwat akhirnya di tangkap,dan di bawa ke kantor satpol pp dan wh sekitar pukul 15.00,namun masih dlm proses penyelidikan kasus ini. Yang Pria Berinisial NI (22th) Asal Lageun, Desa Sawang Kec. Setia Bakti dan Wanita inisial RA (21th) asal krueng sabee. Keduanya sudah di tahan di kantor satpol PP WH.[Kabar Aceh]

Ilustrasi
AMP - Kerja keras polisi memecahkan misteri pembunuh Dian Milenia Triesna Afiefa alias Nia September lalu membuahkan hasil. Tersangka yang mengakibatkan tewasnya siswi SMAN 1 Batam, Kepri itu ditangkap polisi Jumat (30/10/2015). Dia ditangkap di rumahnya RW 09 Taman Pesona Indah, Tanjunguncang, Batam.Tersangka berinisial WZ ditangkap saat akan pergi kerja.

Informasi yang diperoleh Batam Pos (Riau Pos Group), WZ tidak bisa lagi mengelak karena polisi punya barang bukti yang akurat.Rambut kemaluan tersangka yang ditemukan pada mayat korban hasilnya identik saat tersangka menjalani tes DNA. Selain rambut kemaluan korban, hal lain yang membuktikan adalah keterangan saksi-saksi yang melihat pria yang mencegat korban memiliki sepatu dan jaket yang sama.

Sebelumnya, WZ pernah diamankan, namun dilepas kembali sambil menunggu hasil uji lab DNA dia untuk dicocokksan dengan DNA rambut kemaluan yang ditemukan di tubuh Nia. Selama dilepas, polisi tidak begitu saja membiarkan WZ bebas. Polisi terus memantau pergerakannya hingga hasil uji lab DNA keluar. WZ pun akhirnya dibekuk kembali, Jumat (30/10/2015).

Kapolda Kepri Brigjen Arman Depari, mengatakan WZ sudah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu dikatakannya saat berada di di Mapolresta Barelang.

Arman mengatakan dari hasil kerja tim yang dibentuk dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan barang bukti, pelaku pembunuhan Nia mengerucut kepada WZ.Untuk menangkap WZ, sambung Arman pihaknya sudah mengumpulkan sebanyak 74 barang bukti dan 20 saksi.[K24]

Ilustrasi
Lhoksukon - 15 tahun, siswi salah satu SMA di Matangkuli, Aceh Utara, mengaku telah disetubuhi sebanyak lima kali oleh kekasihnya, BRN, 21 tahun, yang dikenal melalu telepon acak nomor.

“KNH mengaku pertama kali disetubuhi oleh kekasihnya pada pertengahan September 2015, di salah satu kios kosong yang ada di Gampong Parang Sikureung, Matangkuli,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi, melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi kepada portalsatu.com, Kamis, 22 Oktober 2015.

Kepada petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), KNH mengatakan, peristiwa itu bermula saat dia memutuskan pergi dari rumah setelah bertengkar dengan ibunya. Kala itu dia menghubungi BRN dan meminta diantarkan ke rumah salah satu kerabat KNH.

Permintaan ini dipenuhi oleh BRN. Dia kemudian membawa KNH jalan-jalan dan akhirnya singgah di salah satu kios kosong di Gampong Parang Sikureung. Setelah dibelikan nasi bungkus, KNH pun bercerita kepada BRN tentang alasannya pergi dari rumah.

“Setelah saja jelaskan, tiba-tiba BRN memegang bahu saya dan mencoba mencium saya. Kala itu saya menghindar. Lalu BRN berkata ‘main kita’ dan langsung membuka celana jeansnya dan hanya tersisa celana boxer. BRN kembali berkata ‘ayolah dek kita main, nanti kalau hamil abang akan tanggung jawab’. Hingga akhirnya kami melakukan hubungan intim layaknya suami istri,” kata petugas mengutip keterangan KNH.

KNH kembali mendatangi BRN di Parang Sikureung pada Kamis, 15 Oktober 2015. Saat itu, perempuan tersebut juga meninggalkan rumah karena ribut dengan keluarga.

“Saya datang menjumpai BRN yang sempat marah dan berkata ’ngapain kau ke sini’. Saya bilang mencari dirinya untuk tanggung jawab. Kala itu BRN membawa saya ke kios yang sama dan kami kembali berhubungan intim. Saya pun bermalam di kios itu bersamanya,” kata KNH.

KNH kemudian mengatakan dirinya minta pulang ke rumah pada Jumat, 16 Oktober 2015 malam. Namun sang kekasih tidak mengizinkannya. Ketika itu, menurut KNH, kekasihnya sempat mengambil sebilah parang dan mengayunkan parang tersebut ke arahnya.

“Saya sangat takut dan menangis. Kemudian ia merayu saya hingga akhirnya kami kembali berhubungan intim. Sabtu malam selanjutkan kami pun berhubungan lagi. Sebelum berhubungan intim yang pertama pada pertengahan September, kami baru berpacaran dua hari,” kata petugas masih mengutip keterangan KNH.

Tepat pada Selasa 20 Oktober 2015, kasus itu terungkap setelah KNH bertemu dengan ibunya saat sedang berada di rumah temannya yang ada di Simpang Mulieng, Kecamatan Syamtalira Aron.

“Ketika saya berada di rumah teman, tiba-tiba ibu datang menjemput. Saya ditanyai kemana saja selama lima hari pergi dari rumah. Saya ceritakan saya pergi bersama BRN dan menginap bersama di kios,” kata KNH kepada petugas.

Sementara itu, BRN yang ditemui portalsatu.com di Polres Aceh Utara mengatakan, kisahnya bersama KNH dimulai dari telepon ‘acak nomor’. Ia juga mengaku telah merajut kasih lebih dari dua bulan.

“Awalnya saya iseng tekan nomor asal-asalan di handphone. Saat telepon diangkat, saya langsung matikan. Ternyata saya ditelepon balik dan akhirnya kami berkenalan via seluler dan berlanjut pacaran,” ujarnya.
BRN mengaku terkejut saat dilaporkan telah menculik KNH. “Saya tidak pernah menculiknya. Dia datang ke saya curhat sedang cek cok dengan keluarganya, lalu kami menginap di kios. Saya pun tidak ada paksa dia,” kata BRN sambil menangis.[Portalsatu]

Ilustrasi
Matang Kuli – Burhan (21) pemuda asal Kecamatan Matangkuli Aceh Utara, Kamis (22/10) sore, ditangkap polisi, karena diduga menggarap gadis ABG yang masih berstatus siswi, berinisial KNH (15), asal Kecamatan Matangkuli. Burhan ditengarai melakukan perbuatan itu setelah mengisap sabu-sabu.

Insiden itu terjadi saat siswi itu menginap di kios tersangka Burhan yang tak lain sepupunya pada 15 - 18 Oktober 2015 lalu.

Informasi yang diperoleh, pada 20 Oktober keluarga siswi itu melaporkan ke Polsek Matangkuli anaknya telah menghilang yang semula diduga diculik. Sebab KNH yang masih kelas satu SMA itu, sudah lima hari tidak pulang ke rumahnya. Namun, belakangan terungkap, ia tinggal di sebuah kios di kawasan Matangkuli bersama Burhan yang baru dua bulan kenal dekat.

Burhan kepada polisi mengaku mengenal KNH itu berawal ketika hendak menghubungi temannya dengan mengggunakan handphone. Namun, ia salah menekan nomor HP temannya tersebut, tapi saat itu ia belum sempat berbicara dengan KNH, karena langsung dibatalkan panggilan, setelah menyadari nomor yang ditekannya itu salah. Tapi KNH menelepon balik dirinya, dan setelah berkenalan kemudian berlanjut sampai menjalin hubungan spesial.

Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi, Jumat (23/10) menyebutkan, kasus itu awalnya ditangani Polsek Matangkuli. Namun, karena korban terhitung masih anak-anak, lalu dilimpahkan ke Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Reskrim Aceh Utara. “Setelah mendapat cukup bukti, polisi langsung menangkap pria itu di kios tersebut,” katanya. 

Menurut Kasat Reskrim, selama menghilang dari rumahnya siswi itu menginap di kios Burhan. Di kios itulah keduanya ditengarai melakukan hubungan layaknya pasutri.

Ditambahkan Kasat Reskrim, untuk proses selanjutnya, tersangka sudah diserahkan ke Satuan Nakorba untuk dikembangkan dari tersangka mendapatkan barang bukti sabu-sabu tersebut. “Dalam kasus ini polisi juga memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk sepupu tersangka, selaku pemilik kios tersebut,” katanya.(prohaba)

Ilustrasi
AMP - Sejumlah pekerja seks komersial (Lonte_Red) yang biasa menjajakan diri di kawasan Jalan Pase Baru, Lhokseumawe mengaku selalu membawa kondom, baik di tas kecil yang dibawanya atau di kantong celana yang dikenakannya.

Persiapan itu  dilakukan agar dalam memberikan "pelayanan", baik PSK atau lelakinya bisa merasa lebih aman. Namun, yang lebih penting menurut pengakuan salah satu penjaja seks di kawasan itu, penggunaan kondom penting agar tidak hamil. Sebab ada juga yang mengaku masih duduk di bangku SMP.

“Kalau hamil bisa repot, saya nggak mau lagian masih sekolah. Banyak teman saya yang hamil, jadi kacau semuanya,” ungkap gadis asal Cunda, Lhokseumawe.

Para PSK di kawasan ini memang tampak lebih muda, segar, berbadan bagus serta berparas cantik dengan usia antara belasan tahun hingga sekitar 30 tahunan. Mereka terbiasa menawarkan diri dengan harga lebih mahal, dan dianggap sebagai PSK kelas menengah di kawasan Kota Lhokseumawe.

Bermodalkan sepeda Handphone Android, mereka juga akan tampak lebih 'kece' dalam mencari pelanggan. Selain untuk memudahkan menghindar dari razia petugas, tentunya.

Prostitusi di kawasan ini memang tidak terlalu vulgar seperti halnya praktik prostitusi pinggir jalan di kota - kota lainnya. Meski begitu, dalam semalam mereka mengaku bisa memberikan pelayanan yang kepada empat hingga lima lelaki "hidung belang".

Kalau cowoknya ganteng bolehlah nggak pakai Kondom, nanti saya punya cara sendiri biar aman.

Rata-rata dari mereka mengaku selalu meminta pelanggan untuk menggunakan kondom yang sudah mereka bawa. Namun memang bisa saja ada perjanjian lain antara keduanya. “Kalau cowoknya ganteng bolehlah nggak pakai, nanti saya punya cara sendiri biar aman,”ungkapnya sambil tertawa lebar.

Terjun ke dunia prostitusi bagi gadis ini memang bukan tanpa sebab. Ia mengaku nekat menjual diri untuk membantu keluarganya meringankan biaya sekolah. Ia sendiri mengaku sudah relatif lama terjun ke dunia malam, setelah dikenalkan oleh salah seorang temannya.

Jika beruntung, bisa saja mendapatkan lelaki kaya yang mengajaknya menikmati malam di hotel berbintang. Tentu dengan tarif yang berbeda. Dalam mencari pelanggan, ia bisa juga sendirian ataupun melalui teman-temannya. (jurnalobservasi.ga)
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget