Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Hukrim"

ACEH TIMUR � Tim gabungan TNI/Polri melaksanakan sweeping guna mengantisipasi terjadinya bentrokan yang berkelanjutan antar timses cabup Aceh Timur, Senin, (2/1/2017).

Dalam melaksanakan sweeping yang dipimpin langsung Kapolres Aceh Timur  AKBP Rudi Purwantiyo, Sik. dan Dandim 0104 Aceh Timur  Letkol Inf Amril Isya Siregar, tim gabungan TNI/Polri mengamankan massa simpatisan Partai Aceh berjumlah sekitar 100 orang  yang melakukan perusakan Baliho pasangan Calon Bup/Wabup Atim dari Independent (Nektu/Polem), bertempat di Lapangan Voli Gampong Peulalu Kecamatan Simpang Ulim.

Kapolres menghimbau agar massa simpatisan Partai Aceh tidak lagi melakukan perusakan mobil, sepeda motor, Baliho dan spanduk pasangan Calon Bup/Wabup Atim dari Independent (Nektu/Polem).

Kembali ditegaskan kepada massa dari PA/KPA Atim, jika tetap ingin melakukan aksi pengrusakan mobil, sepeda motor, Baliho dan Spanduk pasangan calon Bup/Wabup dari Independent, maka Atim tidak bisa mengikuti Pilkada 2017 karena situasi yang tidak kondusif.

�Mari sama-sama kita menjaga proses Pilkada diwilayah Kabupaten Aceh Timur agar bisa berjalan aman dan damai,� himbau Kapolres.

Pantauan Atjehupdate.com dilapangan bahwa Dari hasil pemeriksaan, aparat gabungan TNI/Polri juga mengamankan 6 buah senjata tajam berupa parang dan pedang samurai dari mobil simpatisan PA.

Dalam razia tersebut aparat keamanan terpaksa melakukan tembakan ke udara sebanyak 6 (enam) kali guna menghentikan konvoi massa PA/KPA, sehingga konvoi massa KPA/PA langsung menghentikan kendaraannya.

Seluruh massa Simpatisan Partai Aceh yang terkena sweeping berjumlah 107 orang kemudian dinaikkan ke mobil Reo milik Polres Atim dan Yonif Raider 111/KB yang selanjutnya dibawa ke Mapolres Atim untuk diperiksa dan mengantisipasi terjadinya aksi lanjutan.[Red]



ACEH TIMUR � Insiden bentrok antara Partai Aceh (PA) versus timses Irwandi kembali berlanjut, infofmasi yang diterima oleh media Atjehupdate dilapangan, bahwa pada tanggal 01 Desember 2017 pukul 21.30 WIB telah terjadi keributan lanjutan antara pendukung Timses PA dan Massa dari Independent diwilayah Kab. Atim.

Adapun keributan antar Timses calon bupati tersebut berlanjut kembali pada pukul 19.00 wib, dimana massa dari PA yang berjumlah sekitar 200 orang menggunakan 40 unit mobil pribadi melakukan Konvoi keliling dibeberapa Kecamatan wilayah Kab. Atim dengan membawa senjata tajam (parang). Dari hasil pantauan dilapangan menjelaskan, kelompok massa PA bergerak melalui beberpa rute yang dimulai dari depan pusat pemerintahan Aceh Timur ke kota Idi Rayeuk.

Rombongan konvoi tersebut terus bergerak memutar ke desa Tanah Anoe Kec. Idi rayeuk menuju ke Kec. Darul Ikhsan (rumah Cabup. Hasballah alias Rocky), selanjutnya menuju ke Kecamatan Banda Alam (Keude Geurubak).

Massa PA yang melakukan konvoi itu bergerak sambil melakukan perusakan spanduk dan baliho milik pasangan Calon Bupati Atim dari Independent (Nektu/Polem), aksi mereka terutama di Ds. Tanah Anoe, Kec. Idi Rayeuk.

Selanjutnya, sekitar pukul 19.30 wIB, massa PA melakukan perusakan satu unit mobil minibus jenis Suzuki Apv BK 1307 RI di Desa Blang Siguci Kec. Idi Tunong Kab. Atim. Pada waktu yang bersamaan,massa Nek Tu - Polem berkumpul dan bersiaga di posko Kec. Idi Tunong, di depan rumah sdr. Salahuddin alias Intel Kodam (mantan Pang Sagoe 05 Idi).

Sekitar pukul 20.30 wib massa pendukung Independent melakukan perusakan satu unit mobil Honda jenis CRV berstiker PA nopol (?) yang sedang melintas didepan posko pemenangan di Jalan Medan-Banda Aceh Desa Kampung Kec. Idi Rayeuk Kab. Atim, selanjutnya mobil tersebut meninggalkan TKP menuju ke arah Langsa.

Hasil laporan yang diterima bahwa, pukul 21.00 wib sebagian massa PA masih berada diseputaran Kec. Banda Alam, sebagian besar berkumpul di rumah sdr. Hasballah alias Rocky.

Massa Independent kembali berkumpul di posko pemenangan Nektu/Polem Jalan Medan-Banda Aceh Desa Kampung Jalan Kec. Idi Rayeuk Kab. Atim pada pukul 21.00

Tidak hanya selesai sampai disitu, selanjutnya massa Independent berjumlah sekitar 150 orang dengan berjalan kaki melakukan perusakan terhadap spanduk dan baliho, serta Posko milik PA disepanjang jalan Medan-Banda Aceh Desa Kampung Jalan Kec. Idi Rayeuk Kab. Atim.

Aksi balasan terus dilakukan, pada sekitar 23.00 WIB, sejumlah massa PA (pendukung Rocky) melakukan pengrusakan di sekitar lorong kesehatan ds. Tanah Anoe, Kec. Idi Rayeuk, merusak spanduk dan baliho. Sdr. Thok (Tim Nek Tu) marah dan mengancam di hadapan kapolres dan Dandim akan melakukan aksi balasan apabila tidak segera ditindaklanjuti.

Kembali diinformasikan, kekerasan dan bentrokan antar massa timses ini mendapat tanggapan yang serius dari aparat keamanan, tercatat bahwasanya saat ini aparat keamanan TNI/POLRI sudah menyebar dibeberapa tempat guna mengarahkan kepada masing-masing pendukung agar tidak melakukan konvoi dan tindakan anarkis.

Sangat kita sayangkan, olehkarena hal ini sebenarnya tidak mesti terjadi, jikalau kedua belah pihak dapat lebih menahan diri, agar kondusifitas di kabupaten atim ini tetap terjaga,. Terlebih lagi para kandidat calon adalah tokoh yang menjadi panutan didaerah ini,plus dengan keberadaan Hasballah M.Thaib sebagai calon yang notabene adalah seorang Bupati (non aktif) kepala daerah hendaknya dapat menetralisir keadaan.

Selanjutnya, aparat keamanan TNI/POLRI melakukan pengamanan di posko pemenangan Nektu/Polem dan sepanjang jalan Medan Banda-aceh di Kab. Atim dan juga sepanjang jalan ke arah Keude Gerubak.


Dari informasi yang diperoleh Atjehupdate.com, saat ini Plt Bup Atim bapak Prof.Dr.Ir. H. Amhar Abubakar sedang dalam perjalanan dari Banda aceh menuju Atim.[Red] 

ACEH TIMUR � Panasnya suhu politik di Aceh timur telah menimbulkan terjadinya perusakan terhadap dua unit mobil yang mengangkut massa pendukung Paslon Gubernur-Wakil Gubernur Irwandi-Nova dan Paslon Bupati-Wakil Bupati Aceh Timur (Nektu-Polem) dengan Timses dari Partai Aceh (PA) di Gampong Teupin Jareng Kecamatan Idi Rayeuk, Minggu (01/01/2017).

Menurut pengakuan Ridwan alias Nawan yang merupakan timses PA/KPA mengatakan bahwa sekitar pukul 10.30 WIB, 3 unit mobil Timses Nektu-Polem yang membawa warga Gampong Teupin Jareng Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur, hendak menuju acara kampanye yang dihadiri Paslon Bupati-Wabup dan Paslon Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Gampong Alue Bu Kecamatan Peurlak Barat. Kemudian, ia berpapasan dengan rombongan timses tersebut.

�Pada saat berpapasan di jalan rombongan tidak mau memberikan akses jalan sehingga mobilnya banting stir sampai ke bahu jalan,� Ujarnya.

Karena merasa rombongan mau mencari keributan, Ridwan alias Nawan langsung turun dari mobilnya dan memukul dengan tangan kaca depan salah satu mobil jenis Double Cabin Nopol BL 17 FD yang mengangkut rombongan sehingga mengakibatkan kaca pada bagian depan pecah.

Setelah memukul kaca depan mobil jenis Double Cabin milik Simpatisan Nektu-Polem Ridwan alias Nawan langsung meninggalkan lokasi kejadian, sedangkan rombongan simpatisan Nektu-Polem juga langsung bergerak ke lokasi acara Kampanye Politik pasangan Cagub Aceh Irwandi Yusuf - Nova Iriansyah di Balai Umara Gampong Alue Bu.

Sementara itu, menurut pengakuan dari Iskandar (32), pada saat rombongan massa dari Gampong Teupin Jaring yang diangkut dengan Tiga Unit mobil hendak menuju ke tempat diadakannya acara temu ramah Paslon Bup-Wabup Atim Nektu-Polem dan Paslon Gub-Wagub Aceh Irwandi-Nova, Ridwan alias Nawan menyusul rombongan dengan mobilnya dari belakang.

Lanjutnya, ketika Nawan mendatangi rombongan langsung mengatakan kalau mau membawa massa dari Gampoeng Ds. Teupin Jaring harus meminta ijin terlebih dahulu kepadanya, jangan ada paksaan dari tim pemenangan membawa warga gampong tersebut ke acara paslon Bup-Wabup Atim dari jalur Independent.

Karena penyampaiannya tidak ditanggapi dan merasa tidak dihargai, Nawan lansung memukul kaca depan mobil yang dikemudikan Iskandar serta menendang bagian pintu samping mobil jenis Toyota Avanza warna putih Nopol BL 222 DF yang dikemudikan Yuswan Yusuf alias Abu Yuh (51).

�Setelah kejadian tersebut, kami langsung melanjutkan perjalanan ke Balai Umara tempat diadakan acara temu ramah,� jelasnya.

Mendengar peristiwa yang dialami Iskandar dan Abu Yuh, massa pendukung Irwandi dan Nektu langsung mencari Nawan ke Gampong Teupin Jareng untuk meminta pertanggungjawabannya.[Red]

IST

JAKARTA - Tim kepolisian menangkap Ridwan Sitorus alias Pius alias Iyus Pane alias Marihot Sitorus di Medan, Sumatera Utara. Pius Pane ditangkap saat turun dari bus ALS (Antar Lintas Simatera).

Dari foto yang didapatkan detikcom, Minggu (1/1/2017) Pius tampak mengenakan kaos warna abu-abu dan celana jeans. Dia mengenakan sandal.

Saat Pius ditangkap, dia tidak melakukan perlawanan. Pius ditangkap saat turun dari bus antar kota. Pius tangkap oleh tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Timur dan Polres Depok yang dipimpin oleh AKBP Sapta Maulana dan AKBP Hendy F Kurniawan.


Iyus Pane sebelumnya diburu polisi ke beberapa lokasi. Setelah di beberapa lokasi tempat persembunyiannya Iyus Pane tak ditemukan, polisi akhirnya mendapatkan informasi bahwa dia berangkat ke Medan menggunakan bus.

Tim kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Timur dan Polres Depok yang dipimpin oleh AKBP Sapta Maulana kemudian mengejarnya ke Medan. Polisi membuntuti bus yang ditumpangi oleh Iyus Pane.

Setelah tiga hari perjalanan darat, bus yang ditumpangi Iyus Pane akhirnya berhenti di pool bus ALS di Jl Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara. Saat itulah, Iyus Pane disergap.

Dengan ditangkapnya Iyus Pane ini, menuntaskan pencarian polisi terhadap komplotan perampok yang dipimpin oleh Ramlan Butarbutar. Sebelumnya, polisi juga menangkap Erwin Situmorang, Alfin Sinaga dan Ramlan Butarbutar.[Detik.com]


Ketiganya ditembak polisi di bagian kakinya karena melakukan perlawanan. Namun, Ramlan tewas karena kehabisan darah.[Detik.com]

IST
JAKARTA - Tim kepolisian berhasil menangkap Ridwan Sitorus alias Ius Pane alias Marihot Sitorus di Medan, Sumatera Utara. Iyus atau Pius Pane ditangkap saat turun dari bus ALS (Antar Lintas Simatera).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapn Iyus Pane tersebut.

"Iya ditangkap di pool bus ALS tadi pagi," ujar Argo saat dihubungi detikcom, Minggu (1/1/2017).

Iyus Pane sebelumnya diburu polisi ke beberapa lokasi. Setelah di beberapa lokasi tempat persembunyiannya Iyus Pane tak ditemukan, polisi akhirnya mendapatkan informasi bahwa dia berangkat ke Medan menggunakan bus.

Tim kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Timur dan Polres Depok yang dipimpin oleh AKBP Sapta Maulana kemudian mengejarnya ke Medan. Polisi membuntuti bus yang ditumpangi oleh Iyus Pane.

Setelah tiga hari perjalanan darat, bus yang ditumpangi Iyus Pane akhirnya berhenti di pool bus ALS di Jl Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara. Saat itulah, Iyus Pane disergap.

Dengan ditangkapnya Iyus Pane ini, menuntaskan pencarian polisi terhadap komplotan perampok yang dipimpin oleh Ramlan Butarbutar. Sebelumnya, polisi juga menangkap Erwin Situmorang, Alfin Sinaga dan Ramlan Butarbutar.


Ketiganya ditembak polisi di bagian kakinya karena melakukan perlawanan. Namun, Ramlan tewas karena kehabisan darah.[Detik.com]

IST
LANGSA � Tim gabungan Polres Aceh Timur bersama Densus 88 Anti Teror Mabes Polri berhasil meringkus 2 orang pelaku kasus pembunuhan terhadap Muchlisin (33) pada tanggal 06 Desember 2016 lalu di gampong Meunasah Ketapang Kecamatan Darul Aman Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (31/12/2016).

Kedua pelaku pembunuhan warga Gampong Kuala Idi Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur tersebut ditangkap di 2 lokasi berbeda, Wahyudin Bin Jali alias Tgk. Agam (36), warga Gampong Labuhan Keude Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Atim yang ditangkap di Gampong Seunebok Muku Kecamatan Idi Timur. Sedangkan Saipul Amri alias Sipon (43) warga Gampong Medang Ara, Kecamatan Nurussalam Kabupaten Atim ditangkap di rumahnya.

Dari hasil penangkapan terhadap Wahyuddin alias Tgk. Agam, tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 pucuk senjata api jenis pistol FN buatan serta amunisi 7 butir, alat hisap sabu (bong), satu unit sepeda motor jenis RX-king. Sementara barang bukti dari hasil penangkapan Saipul Amri alias Sipon berupa sabu-sabu yang disimpan didalam kotak rokok serta alat hisap (Bong).

Wahyudin Bin Jali alias Tgk. Agam merupakan DPO yang kabur dari tahanan Lembaga Pemasyarakatan terkait kasus penembakan terhadap anggota Polres Kota Langsa di Sungai Raya beberapa tahun lalu.

Saat ini barang bukti sudah diamankan di Mapolres Aceh Timur, sedangkan kedua tersangka menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa akibat luka tembak, karena keduanya saat dilakukan penangkapan berusaha melawan petugas.[Red]

LANGSA - Terkait pernyataan Iskandar, SE. Pejabat Pelaksana teknis Kegiatan (PPTK) bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kota Langsa tentang pelaksana kegiatan proyek pembuatan saluran jalan Rasyid Usman Gampong Alur Berawe Kecamatan Langsa Kota, dengan nomor kontrak 227/SPK/PL/APBK.P/CK2016 dan nilai kontrak sebesar Rp 199.700.000,- merupakan milik anggota Dewan Kota Langsa, menjadi titik awal untuk membongkar permainan dalam pelaksanaan proyek yang ada di bidang Cipta Karya.


Pernyataan Iskandar tersebut sangatlah bertolakbelakang dengan yang dikatakan Jubir, pemilik CV. Rawa Bangun saat dikomfirmasi Atjehupdate.com melalui telepon seluler, Kamis (29/12/2016).

Pada awalnya, Jubir yang merupakan kerabat dari Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya mengatakan bahwa ia tidak mengetahui pihak rekanan yang ingin menggunakan perusahaan miliknya, karena data perusahaannya berada di Dinas PU bidang Cipta Karya.

�Memang ada 4 orang yang sudah menelpon saya untuk minta ijin menggunakan perusahaan saya, tetapi mereka tidak menyebutkan bentuk kegiatannya,� akunya.

Tetapi Kemudian, Jubir juga mengakui bahwa perusahaan miliknya yang dipakai Iskandar untuk melaksanakan kegiatan proyek pembuatan saluran tersebut.

�Saya hanya dibayar 1 persen dari nilai kontrak oleh Iskandar,� terangnya.

Sementara itu, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kabid Cipta Karya, Samsul Bahri, ST. saat dikomfirmasi Atjehupdate.com, beberapa hari lalu di Rumahnya, mengatakan bahwa ia tidak mengetahui mengenai keterlibatan Iskandar, SE. sebagai Pelaksana dalam proyek pembuatan saluran tersebut, dan ia tidak pernah memerintahkan PPTKnya untuk menjadi pelaksana kegiatan itu.

�Sepengetahuan saya, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak boleh bermain proyek,� ujar samsul.

�Apabila seorang PPTK bidang Cipta karya bermain dalam proyek diluar tanggungjawab saya, karena itu saya akan cari tahu tentang keterlibatan PPTK saya,� pungkasnya.[Ad]


Langkah Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) melaporkan Habib Rizieq Syihab disikapi serius oleh Front Pembela Islam (FPI).

DPP FPI menjelaskan, apa yang dilakukan Habib Rizieq tidak bisa dikategorikan sebagai penistaan agama karena Habib Rizieq mendakwahkan ajaran tauhid kepada umat Islam di forum yang hanya dihadiri oleh umat Islam.

�Konteks ceramah Habib Rizieq tersebut adalah menjelaskan soal keharaman Muslim mengucapkan selamat Natal. Karena ucapan ini punya konsekuensi pada akidah. Menurut Habib Rizieq, walaupun Natal secara bahasa artinya Hari Kelahiran. Tapi secara Terminologi artinya Hari Lahir Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan. Sehingga ucapan "Selamat Natal" berarti "Selamat Hari Lahir Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan." Ini haram diucapkan oleh Umat Islam,� terang DPP FPI melalui akun Twitternya, Selasa (27/12/2016).

�Dalam tabligh itu pula, Habib Rizieq menjelaskan kepada Umat Islam yang hadir, bagaimana cara menjawab jika dapat ucapan "Selamat Natal" dari Umat Kristiani,� tambahnya.

Jawabannya, menurut Habib Rizieq, adalah Surat Al Ikhlas ayat 3: lam yalid wa lam yuulad (Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan).

DPP FPI menambahkan, penjelasan Habib Rizieq tersebut disampaikannya dalam kapasitas sebagai ulama Islam, dalam forum pengajian yang dihadiri oleh umat Islam pula.

�Lantas kenapa Mahasiswa Katholik tetiba menuduh Ulama Islam yang dakwahkan ajaran agama kepada umatnya sendiri sebagai penistaan?! Jika begitu, nanti Pendeta yang ajarkan tentang dogma Anak Tuhan kepada Umat Kristiani, bisa juga dianggap penistaan oleh Umat Islam. Kacau tidak?!� tandasnya.

�Apa mau pendeta-pendeta dilaporkan rame-rame oleh Umat Islam, karena dituduh ajarannya menista Islam?! Tentu itu tidak kita inginkan. Bisa kacau semua,� tegas DPP FPI. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Senin (26/12/2016) atas tuduhan penistaan agama Kristen.

"Pada ceramah beliau di Pondok Kelapa pada tanggal 25 kemarin yang menyatakan bahwa 'Kalau tuhan itu beranak, terus bidannya siapa?' dan di situ kita temukan banyak gelak tawa dari jemaat terhadap apa yang disampaikan dari Habib Rizieq tersebut. Jujur sebagai Ketua Umum PP-PMKRI, kami merasa terhina, merasa tersakiti dengan ucapan yang disampaikan oleh Saudara Habib Rizieq Shihab ini," kata Ketua Umum PP PMKRI Angelo Wake Kako  .[news.beritaislam]




Kedatangan tokoh-tokoh Pergerakan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) mengadukan Habib Rizieq Syihab ke ke Polda Metro Jaya, Senin kemarin (26/12) menimbulkan kemarahan banyak aktivis Islam.


"Kasus Habib bade dengan kasus Ahok. Kasus Ahok ini kan sebenarnya barter dari kasus-kasus korupsi Ahok yang tidak ditindaklanjuti KPK. Umat kan tahu KPK kini kan tunduk pada presiden," kata pemerhati politik Nuim Hidayat kepada Suara Islam, Selasa (27/12/2016).

"Jutaan umat Islam kemarin kumpul di Monas kan ingin Ahok ditahan. Karena Ahok harusnya sudah ditahan KPK karena kasus 30 miliar uang dari pengembang yang terang benderang mengalir ke teman-teman Ahok. Majalah Tempo sudah investigasi masalah itu dan KPK membiarkan Ahok berkeliaran,"terang master politik internasional dari Universitas Indonesia itu.

Bila Habib ditahan, karena kasus ceramah seperti ini, maka ribuan ulama dan pendeta harus ditahan.

"Lihatlah di video youtube pendeta Syaifuddin Ibrahim menjelek-jelekkan Nabi Muhammad. Dan saya yakin ratusan atau ribuan pendeta akan meyakinkan kepada umatnya bahwa Nabi Muhammad bukan Nabi. Alias mereka menjelek-menjelekkan Nabi Muhammad. Karena kalau mereka mengakui Nabi Muhammad, berarti agama mereka tidak benar," terang Nuim yang juga Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Depok.

Lebih lanjut Nuim menjelaskan bahwa beda antara Habib dan Ahok adalah dalam posisinya sebagai pembicara. Ahok berbicara menistakan Al Quran adalah sebagai gubernur dan dihadapan umat lain  (umat Islam). Sedangkan Habib mengkritisi ajaran Kristen sebagai ulama dan dihadapan umat sendiri, umat Islam.

Yang jelas, hikmah dari pengaduan PMKR ini umat Islam jadi melek politik. Selama ini banyak umat Islam yang menyangka Kristen Katolik tidak berpolitik. 

"Tokoh Kristen Katolik menunjukkan perlawanannya terhadap umat Islam. Tokoh-tokoh Islam mesti menyatukan diri dalam sikap politik. Bila berpecah, maka mereka terus akan meminggirkan umat Islam dalam politik, ekonomi dan berbagai bidang lainnya. Perlawanan PMKRI terhadap Habib Rizieq insya Allah akan menyatukan jutaan umat Islam di Indonesia," jelas penulis buku tentang politik Islam yang buku terakhirnya dicekal toko buku Gramedia di seluruh Indonesia.

Mereka lupa bahwa posisi Habib Rizieq saat ini bukan seperti tahun-tahun lalu. "Habib kini bukan sekedar Imam Besar FPI. Habib kini sudah jadi Imam besar jutaan orang dari berbagai ormas. Bila Habib ditahan, saya yakin jutaan umat Islam akan marah dan akan ada masalah serius dan menggemparkan di  Jakarta,"terang Nuim yang juga pengajar di Pesantren at Taqwa Depok.

Menurutnya, kalangan Katolik harusnya bersyukur. Karena mereka hidup damai di Indonesia yang mayoritas Islam dan negeri yang dimerdekakan oleh pahlawan-pahlawan yang mayoritas Islam.

"Lihatlah nasib umat Islam di negara Asean. "Di Filipina, Thailand dan Myanmar yang minoritasnya umat Islam dibantai dan ditindas," terang Dosen STID Mohammad Natsir ini .[tribunislam]



JAKARTA - Polisi telah menangkap 2 pelaku pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur. Namun, kedua pelaku lainnya masih dikejar polisi.

"Sudah (dua pelaku ditangkap)," kata Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan kepada detikcom, Rabu (28/12/2016).

Dua pelaku yang ditangkap polisi adalah Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang. Keduanya ditangkap di Tambun, Bekasi pada sekitar pukul 15.30 WIB.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun detikcom, ada 2 pelaku lainnya yang dikejar. Keduanya atas nama Yus Pane dan Sinaga.

Kejahatan para pelaku itu dilakukan pada Senin (26/12), namun baru diketahui pada Selasa (27/12). Ada 11 orang yang disekap para pelaku di kediaman Dodi di Jl Pulomas Utara No 7A.

Enam dari 11 yang disekap tewas, yakni Dodi Triono (59), Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amalia Calista alias Amel (teman anak korban), Sugiyanto alias Yanto (sopir) dan Tarso (40) (sopir).


Sedangkan 5 orang korban luka akibat penyekapan Pulomas yakni Emi (41), Zanette Kalila Azaria (13), Santi (22), Fitriani (23) dan Windy (23).[Detik.com]




ACEH UTARA- Aksi pengeroyokan dikabarkan terjadi di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Sabtu 24 Desember 2016. Tim sukses Partai Aceh dikabarkan terlibat cek cok dengan kader Partai Nasional Aceh (PNA) sehingga berujung pada pemukulan, demikian isu beredar dari sejumlah Group WhatsApp.

Dilansir Beritakini.co, Kasat Reskrim Polres Aceh Utara AKP Sofyan yang dihubungi membenarkan adanya insiden tersebut.

�Hanya insiden kecil, kami sedang di lapangan,� katanya saat dikonfirmasi, Sabtu malam 24 Desember 2016 melalui telepon seluler.

Sofyan enggan memberi informasi lebih lanjut. Namun, menurut dia, cek cok terjadi antara timses Partai Aceh dengan timses Fatar (Fakhrurrazi H Cut-Mukhtar Daud). �Sudah ya, kita sedang bekerja,� katanya.

Sementara informasi lain yang diterima menyebutkan,  peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB tadi. Sore itu, dua orang yang dikatakan sebagai kader PNA, masing-masing, Zainal Abidin dan Fadlon, sedang berada di posko PNA, di Desa Lubok Mane, Langkahan, Aceh Utara.

Tiba-tiba,  tiga unit mobil yang diduga dikendarai kader Partai Aceh, berhenti di sekitaran posko itu. Satu di antaranya jenis Toyota Avanza, dan dua lainnya adalah jenis double cabin.

Dari dalam mobil turun sejumlah pria yang dua di antaranya belakangan diketahui berinisial CO dan L. Keduanya dikabarkan adalah kader Partai Aceh

CO dan L menjumpai seseorang yang tengah berada di sebuah bendungan yang tak jauh dari posko. Pria itu diketahui sebagai Toke Jafar. Seorang lainnya berisial H datang dan duduk persis disamping posko PNA. H terlibat perbincangan dengan Fadlon.

Tak lama berselang, CO datang menghampiri mereka. Mereka terlibat perbincangan serius dan berakhir dengan cek-cok. CO kabarnya melepaskan tendangan ke arah Fadlon. Tak lama beberapa rekan CO datang dan ikut melepaskan pukulan.

Saat itulah seorang rekan Fadlon bernama Zainal Abidin mencoba untuk merekam kejadian tersebut. Tak ayal, Zainal Abidin juga menjadi sasaran pemukulan. Tak tahan dikeroyok, merekapun melarikan diri.

Politisi PNA Munawar Zainal yang dikonfirmasi mengaku telah mendapat informasi itu. Namun dia belum berhasil menghubungi pengurus PNA yang ada di Aceh Utara untuk mendapat informasi lebih lanjut.

Sedangkan pengurus PNA lainnya Lukman Age yang dikonfirmasi justru tak tahu menahu ihwal insiden itu.

Juru Bicara Partai Aceh Adi Laweung juga mengatakan hal serupa. �Saya akan cek kebenaran informasi itu,� katanya singkat.[The Global]
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget