Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Inspiratif"

AMNews - Berseksi-seksi di dunia dan tersiksa-siksa di akhirat, menyakitkan sekali bukan? Maka tutuplah auratmu wahai muslimah…jangan kau tampakkan keindahan yang menjadi kelebihanmu sebagai makhluq terindah Allah hanya untuk mengejar kata “SEKSI”.

Keinginan untuk terlihat seksi memang sah-sah saja, tetapi kamu harus tahu kapan, dimana, dan untk siapa. Sebab, keindahan tubuhmu hanya berhak dilihat untuk orang yang benar-benar halal memilikimu kelak.

Dan tidakkah kamu merasa rugi saat kau tampilkan tubuh seksimu, namun mata liar dan pikiran lelaki yang bukan muhrim hanya menjadikanmu tontonan gratis?, apakah kau tak pernah merasa marah saat lelaki yag bukan muhrim terkadang menghinamu dengan melecehkan kehormartanmu sebagai wanita dengan sikap dan perilaku yang menghinakan?

Ayolah ukhti…sadarilah, bahwa dirimu sungguh sangat berharga, jadi sudah sepantasnya kamu menjaga dirimu tetap berharga sebagai seorang wanita, dan saking begitu berharganya dirimu Allah memberimu aturan agar kau menjaga auratmu sehingga tak terlihat oleh mereka yang bukan muhrim.

Dengarkanlah Aturan Allah Yang Telah Dihaturkan Kepadamu Sebagai Seorang Muslimah, Yaitu Tutuplah Keindahanmu Dengan Hijab

Maka dari itu dengarkanlah aturan Allah yang telah dihaturkan kepadamu sebagai seorang muslimah, yaitu tutuplah keindahanmu dengan hijab. Jangan sesekali kau tampakkan keindahanmu itu kepada orang-orang yang memang tidak berhak melihatmu.

Ingatlah bahwa Allah begitu menyayangimu, sehingga Ia pun sangat tidak rela jika kau sampai teledor membuka auratmu kepada sembarang orang, sebab Allah ciptakanmu sebagai perhiasan dunia yang indah bukan untuk menjadi bahan hinaan, tetapi untuk dihormati dan dihargai.

Jangan Kau Tampakkan Keindahanmu, Sebab Keindahanmu Adalah Mahkota Terindah Bagimu Yang Sudah Sepantasnya Kau Jaga
yoyahijab.com

Jangan kau tampakkan keindahanmu, sebab keindahanmu adalah mahkota bagimu, maka memang sudah sepantasnya kamu jaga dengan baik dan bijaksana. Dan ingat, mahkotamu bukan hanya terletak pada kepalamu, sebab tak sedikit dari kita yang mengatakan bahwa mahkota seorang perempuan terletak pada rambutnya yang panjang, sehingga tak sedikit dari kita yang hanya menutup kepalanya, namun tidak pada tubuhnya.

Sering kita temui para wanita hanya menghijabi kepalanya, namun tidak bagian tubuhnya, alias tetap memakai baju yang seadanya dan menampakkan separuh keindahannya, oleh karena itu saat sudah menutup aurat dengan hijab lakukanlah dengan sungguh-sungguh sebab mahkota wanita adalah terletak pada sekujur tubuhnya.

Jangan Kau Hinakan Dirimu Hanya Karena Tidak Bisanya Kau Menjaga Nafsu, Sebab Indah Itu Bukanlah Yang Terlihat Murah, Tapi Yang Tertutup Mahal

Jangan kau hinakan dirimu hanya karena tidak bisanya kau menjaga nafsu, sebab indah itu bukanlah ia yang terlihat seksi dengan murahnya, tetapi ia yang selalu tertutup rapi dengan mahalnya iman dan ketaatan.

Maka, tidak usah mengingini yang aneh-aneh seperti halnya ingin terlihat mempesona seperti mereka yang memang selalu tampil seadanya, apalagi yang menjadi kiblat nafsumu adalah seseorang yang memang tidak beragama muslim, sebab agama kita tentu tidaklah sama peraturannya denganya.

Cukup kau fahami saja, bahwa Allah begitu menyayangi kita, sehingga ia tetapkan peratuaran dalam islam sedemikian rupa agar kita sebagai seorang wanita tetap selalu terjaga kehormatannya.

Mahalkan Kualitas Dirimu Dengan Muru’Ah Yang Kau Miliki, Agar Tetap Menjadi Terindah Dari Yang Terindah Dunia Sepanjang Masa

Mahalkan kualitas dirimu dengan muru’ah yang kau miliki, agar kau tetap menjadi terindah dari yang terindah dunia sepanjang masa. Hiasilah dirimu dengan rasa malu dan akhlaq mulia mempesona, sebab jika kau terus-terusan menjaga dirimu dengan beberapa hal tersebut, maka sudah pasti kau takkan bisa melupakan kasih sayang Allah, yang memberimu aturan untuk tetap terjaga kehormatanmu dengan menutup auratmu.

Siksa Allah Memang Tidaklah Nampak Di Dunia, Maka Jangan Terlena Untuk Mengumbar Aurat Hanya Karena Untuk Terlihat Seksi Dan Cantik
Dan perlu kita ingat dan terus menerus kita sadari, bahwa siksa Allah memanglah tidak terlihat di dunia ini, maka jangan terlena untuk mengumbar aurat hanya karena untuk terlihat seksi dan cantik.

Namun, meski siksa Allah tidak terlihat saat ini, tetapi alasan mengapa Allah menyuruh kita menutup aurat sudah ditampakkan dengan jelas, yaitu agar kita tidak dilecehkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. [wajibbaca.com]

AMP - Ibu tak akan mengenal kata letih, tak pernah mengeluh apalagi merasa malu. Berkorban demi anaknya bukanlah hal yang sulit bagi seorang ibu. Apapun ia lakukan demi kebahagiaan anak-anaknya, meskipun itu harus ditukar dengan nyawanya sendiri.

Beberapa kisah seorang ibu yang rela berkorban demi anaknya mengharukan ini akan membuat kita semua menyadari, betapa luar biasanya kasih sayang seorang ibu. Agar suatu saat, kita menjadi orang hebat, orang yang berguna dan mampu berdiri tegak menghadapi tantangan. Yuk, kita simak kisah mengharukan berikut ini.

1. Pelukan Ibu Yang Melindungi Anak Dari Gempa Bumi
kisah seorang ibu yang berkorban demi anaknyaTim evakuasi gempa di Jepang, tiba-tiba dikejutkan dengan suara rintihan anak di antara reruntuhan bangunan yang terkena gempa. Setelah membongkar reruntuhan, mereka menemukan sesosok wanita sedang memeluk anak kecil dengan tubuh yang terbujur kaku. Wanita itu diketahui adalah seorang ibu yang memeluk anaknya untuk melindunginya dari gempa.

Nyawa sang anak memang berhasil diselamatkan, namun tidak dengan sang ibu. Ketika tim evakuasi membuka selimut sang anak, mereka mendapati sebuah ponsel yang berisi pesan singkat dari ibunya pada menit-menit terakhir menjelang ajal.

“Nak, jika kamu bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa ibu sangat menyayangimu”. Seketika mereka semua yang membaca pesan tersebut tak mampu membendung air mata. Ternyata dahsyatnya gempa bumi tak pernah bisa melunturkan kasih sayang seorang ibu, seperti kisah ibu yang bernama Zho Hanjun, 37 tahun ini. Jasadnya diketemukan sedang memeluk putranya dan melindunginya dari reruntuhan atap rumah. Anak tersebut pingsan dan berhasil diselamatkan

Sumber:trendingterkini24

INSPIRADATA. Adzan, ia adalah penanda waktu Shalat telah masuk. Panggilan Allah bagi hambanya, agar segera bercengkrama denganNya melalui Shalat.
AMP - Lantunan Adzan, bagi kita selaku Muslim, mungkin sudah tak asing lagi. Namun bagi Morgan Freeman–aktor dan sutradara pemenang Academy Award–itu merupakan salah satu suara yang baginya paling indah di dunia.

“One of the most haunting and beautiful sounds in the world, is the muslim call to prayer,” demikian puji Morgan, sebagaimana disarikan dari laman Ilmfeed.

“Salah satu suara yang paling  indah di dunia adalah panggilan muslim untuk berdoa (Adzan-red).”

Berikut video percakapan Morgan Freeman mengenai kekaguman serta rasa penasarannya terhadap Adzan. [inspiradata.com]

AMP - Pada zaman pemerintahan Khalifah Syaidina Umar bin Khatab, ada seorang panglima perang yang disegani lawan dan dicintai kawan. Panglima perang yang tak pernah kalah sepanjang karirnya memimpin tentara di medan perang. Baik pada saat beliau masih menjadi panglima Quraish, maupun setelah beliau masuk Islam dan menjadi panglima perang umat muslim. Beliau adalah Jenderal Khalid bin Walid.

Namanya harum dimana-mana. Semua orang memujinya dan mengelu-elukannya. Kemana beliau pergi selalu disambut dengan teriakan, “Hidup Khalid, hidup Jenderal, hidup Panglima Perang, hidup Pedang Allah yang Terhunus.” Ya! beliau mendapat gelar langsung dari Rasulullah SAW yang menyebutnya sebagai Pedang Allah yang Terhunus.

Dalam suatu peperangan beliau pernah mengalahkan pasukan tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Padahal pasukan muslim yang dipimpinnya saat itu hanya berjumlah 46.000 orang. Dengan kejeliannya mengatur strategi, pertempuran itu bisa dimenangkannya dengan mudah. Pasukan musuh lari terbirit-birit.

Itulah Khalid bin Walid, beliau bahkan tak gentar sedikitpun menghadapi lawan yang jauh lebih banyak.

Ada satu kisah menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sangat sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.

Pada suatu ketika, di saat beliau sedang berada di garis depan, memimpin peperangan, tiba-tiba datang seorang utusan dari Amirul mukminin, Syaidina Umar bin Khatab, yang mengantarkan sebuah surat. Di dalam surat tersebut tertulis pesan singkat, “Dengan ini saya nyatakan Jenderal Khalid bin Walid di pecat sebagai panglima perang. Segera menghadap!”

Menerima khabar tersebut tentu saja sang jenderal sangat gusar hingga tak bisa tidur. Beliau terus-menerus memikirkan alasan pemecatannya. Kesalahan apa yang telah saya lakukan? Kira-kira begitulah yang berkecamuk di dalam pikiran beliau kala itu.
Sebagai prajurit yang baik, taat pada atasan, beliaupun segera bersiap menghadap Khalifah Umar Bin Khatab. Sebelum berangkat beliau menyerahkan komando perang kepada penggantinya.

Sesampai di depan Umar beliau memberikan salam, “Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat?”

“Walaikumsalam warahmatullah! Betul Khalid!” Jawab Khalifah.

“Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?”

“Kamu tidak punya kesalahan.”

“Kalu tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?”

“Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik.”

“Lalu kenapa saya dipecat?” tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya.

Dengan tenang Khalifah Umar bin Khatab menjawab, “Khalid, Anda itu jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah Anda pimpin, dan tak pernah satu kalipun Anda kalah. Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjung Anda. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan Anda. Tapi, ingat Khalid, Anda juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong. Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu. Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini Anda saya pecat. Supaya Anda tahu, jangankan di hadapan Allah, di depan Umar saja Anda tak bisa berbuat apa-apa!”

Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang Ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar. Sambil menangis belaiu berbisik, “Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku!”

Bayangkan Sahabat Populer, jenderal mana yang berlaku mulia seperti itu? Mengucapkan terima kasih setelah dipecat. Padahal beliau tak berbuat kesalahan apapun. Adakah jenderal yang mampu berlaku mulia seperti itu saat ini?

Hebatnya lagi, setelah dipecat beliau balik lagi ke medan perang. Tapi, tidak lagi sebagai panglima perang. Beliau bertempur sebagai prajurit biasa, sebagai bawahan, dipimpin oleh mantan bawahannya kemaren.

Beberapa orang prajurit terheran-heran melihat mantan panglima yang gagah berani tersebut masih mau ikut ambil bagian dalam peperangan. Padahal sudah dipecat. Lalu, ada diantara mereka yang bertanya, “Ya Jenderal, mengapa Anda masih mau berperang? Padahal Anda sudah dipecat.”

Dengan tenang Khalid bin Walin menjawab, “Saya berperang bukan karena jabatan, popularitas, bukan juga karena Khalifah Umar. Saya berperang semata-mata karena mencari keridhaan Allah.”

***

Sebuah kisah yang sangat indah dari seorang jenderal, panglima perang, Pedang Allah yang Terhunus. Kita bisa mengambil banyak hikmah dari kisah ini. Betapa rendah hati Sahabat Nabi yang mulia ini. Beliau penuh kemuliaan, punya jabatan, populer, dan tak pernah berbuat kesalahan. Namun, ketika semua itu dicabut beliau sedikitpun tak terpengaruh. Beliau tetap berbuat yang terbaik. Karena memang tujuannya semata-mata hanya mencari keridhaan Allah SWT.

Semoga beliau dimuliakan di sisi Allah SWT, amin.

Sumber: bacaanpopuler.com

Foto: naskahkuno.wordpress.com
DIDIRIKAN seorang ulama asal Baghdad, Fairus Al Bagdadi pada masa Kesultanan Iskandar Muda tahun 1625 Masehi. Dayah (Pesantren) Teungku Chik Tanoh Abee di Kecamatan Seulimuem, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, merupakan salah satu pesantren tertua di Asia Tenggara yang. Saat itu, ulama asal Negeri 1001 Malam ini hijrah ke Aceh dan menyebarkan agama Islam bersama tujuh saudaranya.***

Semula, Dayah Teungku Chik Tanoh Abee didirikan hanya berupa surau kecil di Data Sigeupoh, sekitar empat kilometer dari lokasi Dayah Teungku Chik Tanoh Abee saat ini.

Selain digunakan sebagai tempat menyebarkan ilmu agama, juga dijadikan sebagai tempat eksekusi hukuman cambuk bagi masyarakat yang melanggar ketentuan syariat Islam pada masa itu. Seiring berjalannya waktu, dayah yang semula berada di Data Sigeupoh ini, akhirnya dipindahkan ke kawasan perkampungan warga.

Dayah yang telah mampu mencetak berbagai santri yang tersebar di berbagai pelosok ini pernah dipimpin oleh sejumlah ulama lain setelah pendirinya kembali ke negaranya saat memasuki usia tua. Namun, dayah ini mencapai puncak kejayaan pada masa pimpinan Syeikh Abdul Wahab yang lebih dikenal dengan Teungku Chik Tanoh Abee. Sehingga, dayah tersebut lebih dikenal dengan sebutan Dayah Teungku Chik Di Tanoh Abee.

Selain sebagai tempat pembentukan karakter ulama, semasa kepemimpinan Teungku Chik Tanoh Abee, dayah ini juga dijadikan tempat berkumpulnya ulama Aceh seperti Teungku Chik Di Tiro dan beberapa ulama lainnya untuk bermusyawarah dan mengatur strategi melawan kolonial Belanda,” terangnya. Setelah meninggal Teungku Chik Tanoh Abee pada tahun 1894, dayah yang berjarak sekitar 42 kilometer ke arah timur Kota Banda Aceh atau sekitar tujuh kilometer ke pedalaman sebelah utara Ibukota Kecamatan Seulimuem, dikelola secara turun temurun.

Dari Syeikh Abdul Wahab, kemudian diteruskan kepada Syeikh Muhammad Sa’id. Dari Muhammad Sa’id, pesantren ini diurus oleh Syeikh Muhammad Husen, kemudian Teungku Muhammad Ali. Hingga kemudian jatuh kepada Teungku Muhammad Dahlan atau yang lebih dikenal Abu Dahlan Tanoh Abee.

Semasa kepemimpinan Abu Dahlan, yakni pada tahun 1984 hingga 2007, dayah ini kembali mencapai puncak kejayaan. Ribuan santri dari berbagai pelosok menuntut ilmu di dayah tersebut. Tak sedikit di antara santri dari Dayah Tgk. Chik Tanoh Abee yang telah mendirikan pondok pesantren sebagai wadah memanfaatkan ilmu yang didapatnya.

Setelah Abu Dahlan meninggal dunia pada tahun 2007, dayah ini dikelola oleh istrinya atau santri. Sehingga, kalangan masyarakat di sana kerap memanggilnya “Ummi”. Dalam mengelola dayah, Ummi dibantu oleh menantunya, Teungku Ridwan Tanoh Abee.

***

Tgk. Haji Muhammad Dahlan Al-Fairusi Al-Bagdadi yang mendirikan Dayah Tanoh Abee pada tahun 1627 M. Dia merupakan ulama generasi kesembilan dari keturunan langsung Syech Fairus. Syech Fairus sendiri adalah seorang ulama Sunni yang memiliki asal-usul dari Baghdad dan menjadi pengembang Islam di Aceh melalui tarekat Shattariyyah yang diajarkannya.

Dalam konteks perkembangan tarekat Shattariyyah di Aceh secara keseluruhan, alur silsilah yang dikembangkan keturunan Syech Fairus ini tergolong unik karena tidak melalui Syech Abdurrauf Ali al-Jawi—yang dianggap sebagai khalifah utama tarekat Shattariyyah di Aceh khususnya dan di dunia Melayu-Indonesia umumnya.

Dalam naskah Shattariyyah karangan Teungku Muhammad Ali, yang merupakan orangtua dari Abu Dahlan disebutkan bahwa, Abu Dahlan mengambil baiat tarekat Shattariyyah dari Syech Abdul Wahab dan kemudian secara berurutan mengambil baiat dari Syech Muhammad As‘ad Tahir, dari Syech Muhammad Said Tahir, dari Syech Mansur Badiri, dari Syech Mula Ibrahim al-Kurani, dari Syech Ahmad al-Qushashi, dan seterusnya sampai kepada Nabi Muhammad Saw (Fakhriati 2006). Umumnya, sebelum sampai kepada Syech Mula Ibrahim al-Kurani dan Syech Ahmad al-Qushashi, nama Abdurrauf Ali al-Jawi selalu disebut dalam hampir semua silsilah tarekat Shattariyyah yang dijumpai di dunia Melayu-Indonesia.

Kini, Abu Tanoh Abee telah tiada, namun masih terngiang pesan yang diucapkannya pada Agustus 2005 lalu: khazanah naskah yang telah lama dipeliharanya seyogyanya dijaga bersama!

Dulu, ia memang cenderung protektif terhadap naskah-naskah tersebut, sehingga tidak sembarang orang bisa mendapatkan informasi berkaitan naskah-naskah yang menjadi koleksi dayahnya. Ini semata karena amanat dari kebanyakan sanak famili yang menghibahkan naskah-naskah tersebut yang tidak menginginkan terlalu banyak pihak "mengganggu" pusakanya. Selain itu, karena pengalaman pahit adanya tangan-tangan jahil yang tidak bertanggungjawab ketika diberi kesempatan untuk mengakses naskah-naskah.

Namun, setelah ia melihat kenyataan musnahnya sebagian khazanah budaya Aceh di tempat lain akibat gempa dan tsunami, dan menyadari betapa rentannya kertas yang digunakan sebagai alas naskah itu, ia pun sadar bahwa berbagai upaya pemeliharaan naskah-naskah warisan leluhur tersebut harus dilakukan bersama-sama. Abu Dahlan sempat memperlihatkan koleksi naskahnya kepada mereka yang berkunjung ke dayahnya, bahkan koleksi naskah yang tersimpan di kamar pribadinya sekali pun.***
 
Sumber: Modusaceh.co

Ilustrasi
AMP - Lebih murah dari pelacur, lebih rendah dari pelacur, bahkan dianggap lebih gampangan dari pelacur. Ada 'Perempuan Aceh' yang seperti itu. Bahkan sepertinya mulai banyak.

Padahal serumpun besar bunga jelita Aceh ini ada yang dibekali dengan kecerdasan melebihi laki-laki. Mereka menjelajahi bilabong di Australia. Menjejakkan kaki di praire Amerika. Mereka tergelak gembira dalam selebrasi intelektual di depan gerbang Arc de Triomphe Paris.

Dan dengan sama gempitanya mereka jadi pelacur.
Mereka berteriak gembira menuntut dibenarkan telanjang di depan orang banyak, atas nama modernisasi. Mereka yang menggunakan kecerdasannya ambil jalan putar, menggugat kewajiban berhijab dengan tuduhan arabisasi.

Seolah kalau melenggang dengan busana yang mencetak belahan bokong dan dada mereka adalah simbol kebebasan dan kecerdasan perempuan. Padahal dulu kita perempuan bersusah payah dari terbelakang dan telanjang ataupun semi telanjang, meningkatkan nilai perempuan sebagai penopang peradaban yang dinilai karena kecerdasan, keanggunan, dan kesabarannya. Bukan karena payudara yang dipampang atau pinggul yang digoyang.

Aku terkesima melihat perempuan aceh yang dulu dikenal karena ketangguhan dan harga dirinya, sekarang banyak yang bangga jadi pelacur. Bahkan lebih murah dari pelacur.

Karena pelacur, harus dibayar untuk disentuh, diraba, digerayangi. Sedangkan mereka, boleh diraba, boleh disentuh, boleh digerayangi, boleh dinikmati, gratis. Cukup dengan kata aku cinta padamu, aku akan menikahimu, engkaulah bulan bintangku. Lalu tahun ini tubuhnya disentuh laki-laki ini, tahun depan dibelai laki-laki lain.

Tolong katakan. Harga diri apa yang kalian teriakkan dengan cara melacur begitu.

Bagaimana menjamin keturunan kalian bila rahim yang seharusnya kita banggakan malah menampung bayi tak berdosa, yang lahir instant, tanpa tahu nasab jelasnya. Lalu dimasa depan justru jatuh cinta dan menikah secara halal, tapi tak sangka kasihnya adalah saudari seayah. Yang ayah ibunya terperangah ketika jumpa, tapi tak bisa bicara karena aib bertahun-tahun disembunyikan.

Aku, jauh dari sempurna. Hijabku belum benar. Masih salah dan belajar. Tapi aku tahu, tubuh ini, jiwa ini, berharga. Karena diciptakan langsung oleh Tuhan. Terlalu berharga untuk diobral. Dalam diriku juga menyandang kehormatan perempuan hebat seperti Tjut Nja' Dhien, Pocut Bahren, Malahayati, Sultanah Safiatuddin.

Mungkin kamu, yang merasa bangga jadi murahan. Diciptakan di supermarket atau pabrik, jadi kelasnya boleh diobral.

"Padahal kami ajari dia mengaji, kami ajari dia agama. Tapi dicorengnya marwah ayah dan mamaknya." Menangis ibu itu saat pengajian tadi pagi. Aku dan yang lain terdiam tak tahu harus berkata apa. Ini kejadian kedua tahun ini. Kejadian pahit anak tetangga yang lain, yang walaupun tidak hamil tapi sudah 'melakukan', yang pacarnya yang kabur pulang ke kampungnya, yang kini diburu dan dibawa kembali dengan penuh marah oleh ayah juga abang si gadis, masih belum selesai. 

Mudah untuk memberi nasihat atau kata-kata manis. Yang sabar mak. Ini Ujian Tuhan mak. Jangan sedih, mak. Atau malah menambah beban dengan kesan seakan peduli. Aduh kenapa bisa begitu. Itulah anak sekarang, hana dijaga marwah orang tua. Dan kata lain sejenisnya.
Banyak kita yang memilih menutup mata. Seolah Aceh kita tercinta, Serambi Mekah ini masih seperti dulu. Padahal penyakit moral dan perilaku berakhlak busuk mulai menggerogoti. Postinganku sebelumnya, yang dicaci maki karena bahasanya dianggap tak menghargai, adalah realitas, yang sebenarnya semua orang tua melihat sendiri. Gaya pergaulan membuat perempuan diperlakukan sangat murah. Gaya pacaran yang bebas. Lihat saja menempelnya badan berbalut baju ketat tapi berjilbab, yang semakin banyak.

Kalau keluar malam, tak susah mencari bukti. Lihat di tempat-tempat seperti Rex Peunayong, atau warung-warung burger pinggir jalan, yang naik motor keliling kota, atau yang diupload foto mesra di facebook, hari minggu di pantai-pantai. Semakin banyak jumlahnya.

Bahasa yang kasar, bukan, aku tak punya pilihan selain menulis yang tegas, tak bermanis-manis. Lembut sudah tak berhasi. Maka kutampar dengan keras. 

Dan banyaklah yang marah. Ada pula yang menuntut pembuktian ilmiah, data statistik. Seolah berita di koran dan apa yang bisa dilihat setiap hari tidak cukup menjawab.

"Banyak yang lebih suka menutup mata, dari pada melihat kenyataan. Bahwa sekarang pergaulan bebas di Aceh semakin parah. 
Dan dengan tak peduli, kita malah membiarkannya jadi berkembang."

Ku tuliskan saja sedikit yang dengan gampang beritanya bisa dicari, lalu kalian yang masih bilang tak ada, silahkan pergi sendiri ke Mahkamah Syar'iyah dan Dinas Syariat Islam, ambil datanya, buktikan sendiri.

  1. Wilayatul Hisbah (WH) atau Polisi Syariat Islam mengamankan lima pelaku khalwat atau mesum di dua tempat terpisah di Kota Banda Aceh. (link)
  2. “Pasangan terduga khalwat ini diamankan di sebuah salon di kawasan Peunayong, Banda Aceh,” kata Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh Ritasari Pujiastuti melalui Kepala Seksi Penegakan Hukum dan Undang-undang Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh Evendi A Latief di Banda Aceh, Kamis (23/10), dilansir dari Merdeka.(link)
  3. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) menangkap basah sepasang remaja sedang mesum di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (29/6) (link)
Itu semua di tahun 2015. Dan sebenarnya masih banyak lagi. Tapi hal yang bisa didapat informasinya dengan mudah ditolak dengan berkelit bahwa sumbernya koran murahan. Bukan soal koran apa semata, lihatlah faktanya. Kalau ada menyebutkan institusi seperti Dinas Syariat Islam, tentu bisa di periksa kebenarannya. (maaf kalau judul linknya agak nakal, oplah mereka memang ditingkatkan dengan jenis judul begitu)

Koran bertiras besar semacam serambi tentu tidak ingin berita begitu saja yang memenuhi halaman-halamannya. Tapi itu adalah hal yang terjadi. Di tanah Aceh tercinta. Dan kita lebih memilih seolah itu tak ada.

Tanyakan pada lembaga perlindungan perempuan, dan akan muncul angka yang mencengangkan tentang kejahatan seperti perkosaan, dan sejenisnya. Dan angka itu meningkat terus. Semakin tinggi.

Pada tahun 2008, ada 92 kasus perceraian akibat pernikahan dini di Mahkamah Syar'iyah Aceh. Sedangkan dari data Mahkamah Syar’iyah Takengon, sepanjang tahun 2014 lalu tercatat ada 32 kasus perkara Dispensasi Kawin (DK) atau pernikahan dibawah umur, sedangkan pada tahun ini hingga memasuki awal Mei 2015 sudah ada 14 kasus yang sama. Begitu rilis dari Radio Republik Indonesia (RRI). Ini RRI bukan koran yang dianggap murahan.

Sampai kapan kita akan terus menutup mata. Coba lihat, ku kutip dari media nasional kelas atas. 

Berdasarkan hasil investigasi The Foundation Kita dan Buah Hati pada 2015, Aceh menduduki peringkat pertama pelecehan seksual terhadap perempuan di Indonesia pada 2014. Banda Aceh adalah daerah dengan angka pelecehan seksual tertinggi di Aceh.

Menurut Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan di Aceh 2013-2014 oleh Balai Syura Ureung Inong Aceh (BSUIA) bekerja sama dengan Jaringan Pemantau Aceh (JPA) 231 dan Pusat Studi Wanita Universitas Islam Negeri (PSW UIN) Ar-Raniry Banda Aceh pada 2015, angka kekerasan seksual terhadap perempuan berupa pemerkosaan terus meningkat di Aceh. Pada 2013, terjadi 42 kasus dengan rentang usia korban 6-18 tahun dan 52 kasus dengan rentang usia korban 26-40 tahun 2014.

Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Aceh pada 2014, angka pelecehan seksual terhadap anak terus meningkat di Aceh, yakni 278 kasus pada 2009, 311 kasus tahun 2010, dan 468 kasus pada 2011-2012. (sumber. Kompas)
 
Dari bertambahnya perilaku mesum dikalangan masyarakat yang pelakunya kian beragam, pekerja, pegawai negeri, pejabat,  ibu rumah tangga, mahasiswa sampai remaja. Hingga kekerasan dan pelecehan seksual yang meningkat, dan terus meningkat. Mungkin dipengaruhi oleh pergaulan bebas, sehingga godaan seksual juga naik, dan ketika penyaluran tidak ditemukan, berubah menjadi kekerasan dan paksaan.

Memang angkanya masih kecil, tapi terus meningkat. Begitu juga sikap dan pergaulan yang semakin bebas lepas mengerikan. Aku masih belum lupa video yang beredar di sosmed, tentang dua gadis yang bertengkar dipasar memperebutkan seorang laki-laki, di Aceh pula.

Sedikit demi sedikit, perlahan-lahan jadi semakin banyak. Kita masih juga menutup mata. Tersebut nama daerah kita Aceh kita langsung marah. Kita masih saja tertidur dalam nama besar Aceh di masa lalu. Kita menolak melihat kenyataan. Lalu mendadak kita tersadar, semua sudah hancur, terlambat

Sumber: darakeumala.blogspot.co.id

AMP - Beberapa waktu lalu, publik sempat dibikin heboh dengan kemunculan berita tentang seorang pria Indonesia bernama Bayu Kumbara yang berhasil mempersunting seorang wanita cantik jelita asal Inggris, bernama Jennifer Brocklehurst.

Usai berita tersebut tersebar luas, ternyata banyak pria ganteng yang tiba-tiba jadi sewot dan merasa ‘nyesek’ abis.

Meski terbilang berpenampilan biasa-biasa saja ternyata Bayu berhasil memikat hati Jennifer yang terbilang cantik.

Fakta Menarik Tentang Pria di Indonesia
Faktanya, berbanggalah para pria di Indonesia karena memiliki kulit yang disebut-sebut berwarna seksi yakni sawo matang. Ternyata ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wanita-wanita dari luar negeri untuk mencari pasangan (suami) dari Indonesia.

Bahkan beberapa wanita percaya, ada 5 kota di Indonesia yang konon katanya merupakan kota-kota penghasil pria ganteng di Indonesia. Berikut kota-kota tersebut:

1. Aceh
Pria Aceh tak hanya sekadar berwajah ganteng. Aceh terkenal sebagai kota penghasil cowok ganteng dengan ilmu agama yang kuat. Sopan dan berwibawa jadi nilai plus kalau kamu sampai punya pasangan pria dari Aceh.

2. Padang
Banyak cowok-cowok ganteng yang dilahirkan dari kota yang merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatera Barat ini.
Bahkan sebagian besar dari mereka berhasil wara-wiri di dunia hiburan tanah air, seperti misalnya Herjunot Ali sampai yang belakangan sering bikin banyak gadis betah berlama-lama nonton televisi, Aliando Syarif.

Kulit kuning langsat khas Indonesia, serta wajah melayu yang kental jadi modal utama untuk eksis di televisi.

3. Manado
Manado selama ini memang dikenal sebagai gudangnya cewek-cewek cantik dengan kesempurnaan fisik yang nggak terbantahkan lagi.

Banyak cowok-cowok yang bahkan rela merantau ke kota di utara pulau Sulawesi ini demi bisa mendapatkan calon istri yang cantik sempurna.

Tak hanya gudangnya wanita cantik, Manado juga pusat lahirnya pria-pria ganteng. Banyak aktor-aktor ganteng dengan kualitas akting mumpuni yang berasal dari Manado. Seperti misalnya Marcellino Lefrandt, Benjamin Joshua, Randy Pangalila dan Chef Juna.

4. Yogyakarta
Jogja kota istimewa dan punya banyak julukan. Dari mulai kota budaya, kota batik, kota gudeg, kota bakpia, kota seni, dan juga kota penghasil cowok-cowok ganteng.

Jogja terkenal dengan pria-pria ganteng dengan sifat lembut, ramah, sopan, serta berwibawa.

5. Bandung
Berbicara tentang kota penuh pesona ini, selama ini Bandung disebut sebagai Paris van Java ini memang terkenal sebagai surganya produk pakaian.

Tak hanya para mojang dan jajakanya saja yang cantik-cantik dan ganteng, mereka pun terbilang sangat modis dalam cara berpakaian, makannya tak heran jika orang Bandung itu disebut kreatif.

Meski begitu, pada kenyataanya semua manusia diciptakan Tuhan dengan kesempurnaan yang maha dahsyat, pasalnya ketampanan seseorang jika tidak diiringi dengan hati yang bersih serta tindakan yang baik maka dipastikan hanya akan timbul kesombongan yang luar biasa. [Tribunnews]

AMP - Kita sudah sering mendengar berita tentang para hacker top dunia dengan kemampuan mereka yang luar biasa, ada yang mampu meretas data FBI, data bank, perusahaan-perusahaan besar sampai data penting pemerintahan, misalnya saja Kevin Mitnick, Linus Torvalds, Robert Tappan Morris dan masih banyak lagi hacker lain dengan nama yang sudah mendunia. 

Tapi tahukah anda bahwa ada seorang hacker asal Aceh yang sangat ditakuti oleh negara-negara lain? Dia adalah Saiful Amri. Saiful berbeda, dia tidak hanya mampu meretas data bank, pertahanan negara atau hanya sekadar meretas situs milik presiden saja, yang mampu dilakukan olehnya lebih dari itu, dia mampu untuk langsung meretas satelit. Tentu saja keahliannya itu dalam dunia hacker menjadi pembicaraan banyak negara di luar sana, pria kelahiran 19 April 1998 ini bahkan sering diundang sebagai pembicara dalam pertemuan hacker internasional. 

“Kalau mau saya bisa saja mengontrol internet di seluruh Indonesia,“ kata Saiful dalam interview nya dengan Deutsche Welle, sebuah stasiun televisi dan radio di Jerman. Saiful adalah seorang hacker Indonesia asal Pidie dengan reputasi mendunia, sering menghadiri acara di Torino, Berlin, Paris, Amsterdam bahkan Krakow untuk menjadi pembicara dalam pertemuan hacker internasional yang membahas tentang sistem keamanan, dia bahkan mempraktekan cara bagaimana dia bisa meretas satelit. Tetapi yang lebih membanggakan lagi bagi Indonesia, 

Saiful bukanlah seorang hacker kriminal yang sengaja meretas satelit untuk kepentingan pribadinya, dia melakukannya karena pada tahun 2012, Saiful pernah menjadi pembicara tentang isu keamanan satelit. Dari hal tersebutlah, Saiful mencoba untuk mempelajari sistem dan proses kerja satelit yang akhirnya dia dapat menguasainya. Tidak hanya sekedar mengubah arah satelit, Saiful bahkan mampu menggeser satelit yang dia targetkan, misalnya saja satelit China yang pernah menjadi uji coba baginya karena permintaan dari negara China langsung untuk menguji pertahanan satelit mereka, 

Saiful menggeser posisinya hingga membuat kliennya itu kualahan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Saiful selajutnya dijadikan acuan sebuah topik pembicaraan dalam acara Black Hat Security Conference di Washington pada bulan Januari 2013 silam.

Sumber: kompasiana.com

AMP - Untuk terus bisa mengasihi seseorang dengan  kesabaran  adalah sesuatu yang susah dilakukan. Kasih sayang adalah rasa yang timbul dari hati yang tulus untuk mencintai, mengasihi, serta memberikan kebahagian sepenuhnya.

Perasaan sayang akan terjadi, jika kita mengenal dekat dengan seseorang. Seperti dalam keluarga kasih sayang sangat dibutuhkan, baik kasih sayang orang tua kepada anak ataupun sebaliknya.

Kata kasih sayang akan tak bermakna jika tidak diimbangi dengan perbuatan. Seperti cara wanita berbaju kuning yang satu ini, yang sedang menggendong ayahnya.

Roda memang berputar, jika dulu sang ayah sering menggendongnya waktu kecil kini saatnya ia yang menggendong sang ayah yang tidak mampu berjalan karena umur.

Sungguh inspiratif caranya mengasihi sang ayah terutama untuk anak-anak yang lebih memilih meninggalkan orang tua mereka di usia tua dan membiarkan orang lain merawat orang tua mereka.

Dalam serangkaian foto bersama yang dibagikan ke media sosial Facebook, wanita ini terlihat tulus melakukan kegiatan tersebut, dengan tersenyum lebar saat sedang menggendong dan selesai memandikan sang ayah.

Penulis:
Christyana Caroline
 
Dikutip: liputan6.com
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget