Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Pendidikan"

AMNews - Setyono Djuandi Darmono atau orang mengenal dengan sebutan S.D. Darmono menyebut, pendidikan agama tidak perlu diajarkan di sekolah. Agama cukup diajarkan orangtua masing-masing atau lewat guru agama di luar sekolah.

“Mengapa agama sering menjadi alat politik? Karena agama dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Di sekolah, siswa dibedakan ketika menerima mata pelajaran (mapel) agama. Akhirnya mereka merasa kalau mereka itu berbeda,” kata Darmono usai bedah bukunya yang ke-6 berjudul Bringing Civilizations Together di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Tanpa disadari, lanjut chairman Jababeka Group ini, sekolah sudah menciptakan perpecahan di kalangan siswa. Mestinya, siswa-siswa itu tidak perlu dipisah dan itu bisa dilakukan kalau mapel agama ditiadakan.

Sebagai gantinya, mapel budi pekerti yang diperkuat. Dengan demikian sikap toleransi siswa lebih menonjol dan rasa kebinekaan makin kuat.

“Siswa harus diajarkan kalau mereka itu hidup di tengah keanekaragaman. Namun, keanekaragaman dan nilai-nilai budaya itu yang menyatukan bangsa ini, bukan agama,” tegasnya.

Kalau agama yang dijadikan identitas, lanjut Darmono, justru akan memicu radikalisme. Ketika bangsa Indonesia hancur karena radikalisme, belum tentu negara tetangga yang seagama bisa menerima.

“Kita harus jaga bangsa ini dari politik identitas (agama). Kalau negara ini hancur, yang rugi kita sendiri. Memangnya kalau kita pindah ke negara lain yang seagama, kita bisa diterima, kan tidak. Makanya rawatlah negara ini dengan nilai-nilai budaya, bukan agama,” bebernya.

Dia menyarankan Presiden Joko Widodo untuk meniadakan pendidikan agama di sekolah. Pendidikan agama harus jadi tanggung jawab orang tua serta guru agama masing-masing (bukan guru di sekolah). Pendidikannya cukup diberikan di luar sekolah, misalnya masjid, gereja, pura, vihara, dan lainnya.

“Kalau mau merawat persatuan dan kesatuan bangsa, itu harus dilakukan. Cuma saya melihat presiden tersandera oleh berbagai macam kepentingan politik. Jika ini tidak diubah, sampai kapan pun agama akan dijadikan alat politik indentitas,” tandasnya. (JPNN)

AMP - Kamu pasti sering banget membaca berbagai kasus yang pelakunya masih di bawah umur. Entah itu tindakan begal, tindak pembunuhan, hingga kelakuan pelajar yang tidak hormat kepada guru. Namun, dengan alasan mereka masih di bawah umur, mereka tidak mendapatkan hukuman yang setimpal. Akibatnya, malah banyak pelajar yang makin kurang ajar kepada guru. Kayak beberapa pelajar ini nih. Mereka malah menjadikan guru mereka sebagai objek mesum.

Amp - Sebanyak 30 anak suku Sulu dari kelompok bersenjata Filipina Abu Sayaaf menjalani program pendidikan di Yayasan Sukma Bangsa (YSB) Aceh yang didirikan Surya Paloh.

"Sekolah Sukma (YBS) tidak hanya mendidik anak Aceh tapi puluhan anak dari Filipina Selatan," kata komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Hafid Abbas di Jakarta Jumat (7/4/2017).

Hafid menuturkan, program pendidikan tersebut sebagai bagian dari diplomasi kebudayaan saat pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf pada tahun lalu.

Hafid menggelar napak tilas di Konigstedt Manor (Government House) Helsinki, Finlandia, yang diketahui sebagai lokasi perundingan damai antara perwakilan pemerintah RI dan para tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang difasilitasi mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari.

Acara itu dihadiri pendiri YSB Surya Paloh, Ketua YSB Rerie Lestari Moerdijat, Direktur Akademik YSB Ahmad Baedowi dan Juha Christensen yang pernah terlibat aktif sebagai penghubung perundingan antara pemerintah RI dengan GAM.

Direktur Akademik YSB Baedowi menyebutkan, Surya Paloh sebagai tokoh penyusun strategi pembebasan sandera kelompok Abu Sayyaf melalui diplomasi kebudayaan.

Baedowi ditugaskan Paloh untuk mencari informasi di Filipina untuk membebaskan WNI yang menjadi tawanan kelompok Abu Sayyaf.

Menurut Baedowi, Paloh yakin tidak seluruh warga Mindanao yang menjadi basis kelompok Abu Sayyaf "angkat senjata" ke hutan dan masih ada yang tinggal di pedesaan.

Baedowi memasuki daerah tersebut untuk mencari informasi kepada warga Mindanao yang di pedesaan.

"Selama dua pekan saya menjadi guru di Mindanao akhirnya bisa masuk ke markas Abu Sayyaf pada awal Mei 2016, " ujar Baedowi.

Saat itu terjadi negosiasi pembebasan WNI yang menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf melalui diplomasi kebudayaan dan pendidikan dengan cara mendidik anak anggota Abu Sayyaf di YSB.(antara)

Bagi orang tua dan orang-orang yang berada di sekitarnya atau yang memiliki adik /saudara bungsu agar dapat memperhatikan dan memaklumi beberapa hal karekteristik atau sifat yang lazim dimiliki oleh Anak Bungsu, sebagai berikut :

- Suka cuek, tapi sebenarnya hatinya peduli,
- Inginnya diperhatikan & dimengerti,
- Imajinatif,
- Tidak suka didikte,
- Orang yang detail,
- Punya rasa empati yang tinggi,
- Pemaaf dan tak cepat marah,
- Sensitif tapi hatinya lembut,
- Ramah dan mudah bergaul,
- Suka jadi tempat curhat temannya,
- Tidak pilih-pilih dalam berteman,
- Kebiasaan si Bungsu tidak sombong,
- Bisa diandalkan bila diberikan tanggung-jawab,
- Ogah meminta maaf duluan & maunya dibujuk,
- Bukan pendendam tapi sangat menyimpan memori,
- Meski bungsu (paling muda) tapi sebenarnya berjiwa dewasa,
- dll. 

(Admin)

loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget