Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Headline"

AMP - Tapaktuan sangat terkenal dengan sebuah Legenda Tuan Tapa dan Putri Naga. Cerita tersebut sangat hidup didalam masyarakat disana. Cerita ini sangat mudah untuk dapat kita dengar dari A sampai Z. Adapun Legenda tersebut dibarengi dengan ornamen ornamen yang memiliki bentuk dan rupa seperti yang tersebut di dalam cerita tersebut. Ada baiknya saya ceritakan sedikit tentang Legenda Tuan Tapa dan Putri Naga itu.

” Alkisah, dizaman dahulu kala, di Aceh Selatan hidup sepasang naga . Sepasang naga ini, memiliki anak perempuan yang disebut Putri Naga atau Putri Bungsu. Putri ini cantik jelita.  Putri nan rupawan ini, menurut cerita didapat dari laut kepas disaat selesai badai dahsyat yang menenggelamkan sebuah kapal dari daratan cina.

Konon, pada saat itu, sepasang naga tersebut sedang menyusuri lautan yang bergelombang. Si Naga jantan tiba-tiba berhenti, tertegun memperhatikan sebuah titik hitam di tengah laut. Titik hitam itu menarik perhatiannya. Lamat-lamat titik hitam itu kian mendekat ke arah sang naga disebabkan oleh arus gelombang laut. Si Naga Jantan dan Betina terus memperhatikan titik hitam itu. Ketika titik hitam itu semakin mendekat, Sang Naga melihat adanya kayu pecahan dari sebuah kapal dan diantara kayu-kayu tersebut terdapat seorang bayi mungil tersangkut diatas kayu yang mengapung.

Bayi mungil ini terapung-apung dipermainkan ombak hingga akhirnya sepasang naga itu menolong dan mengasuhnya disarang mereka. Karena sepasang naga tersebut tidak mempunyai keturunan lalu bayi mungil itu mereka jadikan sebagai anak pungut dan diberi nama dengan Putri Bungsu atau lebih dikenal dengan nama Putri Naga. Syahdan, sepasang naga dan si putri bungsu mendiami sebuah daratan disekitar Desa Batu Itam (nama sekarang-red) Kecamatan Tapaktuan Aceh Selatan.

Memang pada masa itu memang sering terlihat masuknya kapal – kapal dagang dari negeri asing ke wilayah Aceh Selatan untuk membeli rempah-rempah yang tumbuh subur didaerah tersebut. Menurut cerita, nilam, cengkeh dan pala merupakan komoditi yang paling banyak terdapat di daratan Aceh Selatan, makanya lalu lintas perairan dikawasan itu cukup ramai.

Kembali kecerita, Sepasang naga itu sangat senang mendapatkan putri berbentuk manusia. Dengan suka cita sepasang naga tersebut mengasuh dan merawat si putri. Sementara itu, setelah selamat dan menepi kedarat orangtua kandung si Putri (asal dari cina –red) begitu sedih kehilangan buah hatinya setelah perahu mereka kandas dihempas badai dahsyat. Mereka berpikir bahwa anak perempuan kesayangannya sudah hilang tenggelam dalam laut, sehingga dengan perasaan pilu (menurut cerita) merekapun kembali kenegeri asal dengan menumpang kapal dagang lain.

Kedua Naga itu sangat menyanyangi putri pungut mereka. Bahkan, Naga betina selalu memeluk putri kecil itu dalam cengkeramnya agar tidak hilang. Layaknya anak-anak, Putri bungsu setelah sadar dari pingsannya, ketakutan dan menangis sejadi-jadinya begitu melihat sosok Naga yang menyeramkan. Walaupun sedih, sepasang naga tersebut berupaya agar Putri bungsu tidak merasa ketakutan dan mau menerima mereka sebagai keluarga barunya. Seiring waktu, Putri bungsu akhirnya menerima keadaannya dan bergaul dengan hangat dengan sepasang naga tersebut.

Saking sayangnya pada Putri Bungsu, naga jantan menciptakan tempat bermain nan indah di gunung itu. Mulai dari tempat pemandian si putri hingga tempat – tempat lainnya dipenuhi agar Putri Bungsu suka dan tidak pergi dari mereka. Semua Semua itu dilakukan agar Putri Bungsu betah tinggal bersama mereka.

Begitulah, sementara itu waktu terus bergulir. Putri Bungsu pun sudah merangkak remaja. Kedua ekor naga tersebut sangat memuji akan kecantikan Putri Bungsu. Matanya sedikit sipit, kulit yang putih serta pembawaannya yang anggun membuat sepasang naga makin sayang kepada Putri Bungsu. Mereka sangat memanjakan sang putri. Sementara itu, Putri Bungsu yang bertahun-tahun tinggal dan menetap bersama dua ekor naga dalam sebuah gua mulai merasa tidak betah. Berkali-kali dia meminta pada ‘orangtua asuhnya’ agar diperkenankan untuk melihat daratan dan melihat orang-orang, namun kedua naga tidak menyetujui. Dalam anggapan mereka, apabila si putri diizinkan keluar, maka kemungkinan untuk ditinggalkan sudah tentu ada. Itulah sebabnya Putri Bungsu tidak pernah dibawa ke daratan.

Hingga pada suatu hari, Putri Bungsu bertekat untuk segera meninggalkan kediaman orang tua asuhnya tersebut. Niat untuk melarikan diri ini pun dirancang dengan matang sehingga kedua naga yang cerdas itu tidak mengetahui. Hari demi hari terus berlalu, Putri Bungsu yang jelita semakin patuh pada aturan sang naga. Hal ini membuat sepasang naga yakin dan percaya bahwa si putri tidak akan meninggalkan mereka. Oleh karena itu, sering terlihat sepasang naga pergi mengarungi lautan dan meninggalkan Putri Bungsu sendiri di goa kediaman mereka.

Putri Bungsu bukanlah gadis yang bodoh. Walaupun sering ditinggalkan sendiri sehingga peluang untuk pergi terbuka, tapi demi menjaga kepercayaan sang naga kepadanya, dia membiarkan keadaan tersebut berlangsung. Bahkan, pada suatu hari ada terlihat sebuah kapal yang melaju agak dekat dengan kediamannya. Dalam hatinya merasa sangat gembira manakala terlihat olehnya manusia-manusia yang berpakaian rapi berdiri dianjungan kapal. Saat itu dengan berani, Putri Bungsu mulai sering menampakkan diri dipenggir goa agar kehadirannya disitu menjadi perhatian setiap kapal yang lewat.

Hingga pada ketika, disaat sepasang naga berpamitan untuk pergi agak lama sehingga harus meninggalkan sang putri sendirian digoa. Putri Bungsu sangat girang karena dalam kurun waktu tersebut, rencana untuk melarikan diri akan terlaksana. Begitulah, setelah puluhan kilometer naga berlalu, ada sebuah kapal berlayar dan kebetulan sudah menyaksikan keelokan sang putri dan nakhkoda kapal pun segera bersandar didekat pulau itu kemudian membawa Putri Bungsu berlayar. Biasanya, setiap kapal tidak berani dekat-dekat dengan pulau tersebut karena sering bertiup angin kencang dan sering membuat awak kapal sangat kerepotan menjaga agar tidak tenggelam. Hal ini disebabkan oleh ulah kedua naga itu yang tidak ingin tempat mereka didekati.

Setelah Sang Putri berlayar, ditempat lainnya, Naga betina merasa hatinya tidak nyaman sehingga memutuskan untuk kembali kekediaman mereka. Namun betapa bingungnya kedua naga itu karena keberadaan putri bungsu tidak terlihat. Seluruh sudut pulau itu mereka susuri namun Putri Bungsu sudah hilang. Naga Betina sangat sedih sementara itu naga jantan marah.

Akhirnya diputuskan untuk mencari Putri Bungsu dilautan lepas. Sasaran mereka adalah kapal-kapal yang lewat. Kebetulan dilautan terlihat sebuah titik hitam yang melaju dekat dengan sebuah pulau besar. Dengan segera kedua naga tersebut mengejarnya. Setelah mengintai, mereka melihat Putri Bungsu berada disana. Kedua naga sangat marah, mengira Putri mereka diculik manusia sehingga kapal dan seluruh penumpang menjadi terancam. Dengan ketakutan, seluruh penumpang kapal berteriak – teriak. Angin membawa teriakan mereka pada sebuah goa yang bernama Goa Kalam. Didalamnya terdapat seorang tua yang sedang bertapa. (Tidak ada keterangan yang jelas siapa nama sebenarnya dari tokoh ini-red). Orang tua ini disebut dengan Tuan Tapa. Tuan tapa yang mendengar jeritan dan teriakan ketakutan merasa tidak tentram. Lalu, Tuan tapa mengambil tongkatnya dan keluar dari goa. Dengan kesaktiannya, Tuan Tapa melihat dengan jelas ditengah lautan terjadi perkelahian antara sepasang naga dengan penumpang kapal.

Tanpa menunggu, Tuan Tapa kemudian merubah ukuran tubuhnya menjadi besar. (menurut cerita, laut didaerah Tapaktuan hanya sebatas pinggangnya -red). Setelah itu dengan pesat, Tuan Tapa menengahi perkelahian yang tidak seimbang itu. Namun sepasang naga yang sudah kalap berbalik menyerang Tuan Tapa. Karena terjadi gelombang besar akibat gerakan sepasang naga itu, Kapal pun terlempar jauh. Perkelahian antara sepasang naga dengan Tuan Tapa berlangsung seru. Bertubi – tubi kedua naga menyemburkan api dari mulutnya sementara ekor dan cakar mereka tidak ketinggalan menyerang. Begitulah, berkat kesaktian dari Tuan Tapa, semua serangan sepasang naga berhasil diredam.

Akibat perkelahian itu, Pulau besar yang berada ditengah laut pun hancur dan terpisah-pisah menjadi 99 buah (selanjutnya disebut dengan Pulau Banyak, pulau ini berada di kabupaten Aceh Singkil)

Hingga pada suatu ketika, Tongkat Tuan Tapa berhasil mengenai tubuh naga jantan sehingga hancur terberai. Darahnya memancar keluar, sebagian besar terpencar ke bagian pesisir dan membeku (Selanjutnya tempat dimana darah naga itu tumpah disebut dengan Desa Batu Sirah atau Batee Mirah). Sementara hati dan jantungnya juga tercampak kepesisir (daerah ini disebut dengan desa Batu Itam atau Batu yang menghitam -red). Naga Jantan mati dengan tubuh hancur.

Melihat pasangannya mati,  Naga betina ketakutan lalu melarikan diri.  Demi menghindar dari kematian, Naga Betina yang panik lari tanpa tujuan dan menabrak sebuah pulau lainnya sehingga pecah menjadi dua pulau (selanjutnya disebut dengan Pulau Dua, berada diwilayah laut Kecamatan Bakongan Timur Kabupaten Aceh Selatan).

Sementara itu, akibat dari pertempuran antara sepasang Naga dan Tuan Tapa, masih meninggalkan jejak berupa tongkat. Setelah dipugar, Tongkat itu, dipercayai sebagai tongkat Tuan Tapa.

Kemudian, Bagaimana nasib sang Putri? menurut cerita, Sang Putri akhirnya kembali hidup normal layaknya manusia dan hidup bahagia bersama kedua orangtuanya didaratan cina.

Dan Lagenda ini telah diperkuat dengan beberapa bukti yang telah ditinggalkan oleh Si Tuan Tapa berupa Tongkat dan Topinya yang berada di tengah laut Tapaktuan dan hanya bisa di lihat dari sebuah gunung yang bernama Gunung Lampu menjelang pasang sudah surut. Kemudian sebuah Tapak kaki dan makam Tuan Tapa yang ukurannya besar.

Begitulah sedikit cerita tentang Legenda Tuan Tapa dan Putri Naga dari Kota Tapaktuan menurut versi yang saya kumpul dari beberapa tokoh masyarakat Aceh Selatan. Banyak versi yang beredar didalam masyarakat. terlepas dari beragam versi tersebut semuanya tidak lain hanya ingin memperkenalkan bahwa inilah Kota Naga, Inilah Tapaktuan dengan legendanya yang hebat  agar generasi mendatang mengetahui tentang asal usul sebutan Kota Naga yang melekat dengan Kota Tapaktuan.

Keterangan gambar:

1). Batu Merah, 2). Batu Itam, 3).Makam Tuan Tapa, 4). Goa Kalam, 5). Alu Naga dan 6). Bekas Tapak kaki tuan tapa

*disunting kembali pada, 5 Januari 2014 tanpa merubah inti cerita , baca di SUMBER

AMP - Pemerintah Aceh Melalui Dinas Kesehatan memperluas program layanan kesehatan dengan kerjasama tripartit antara Dinas Kesehatan, yayasan Mission Aviation Fellowship (MAF) Aceh  dan RSZA yang disebut dengan Program Ambulance Udara.

Program Ambulance udara adalah pelayanan gawat darurat yang diberikan kepada pasien di rumah sakit kabupaten/kota di Aceh yang memerlukan penanganan lanjutan ke rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh, yang diterbangkan dengan pesawat udara tipe pesawat Cessna Caravan 208.

Ambulans udara ini bertujuan untuk meningkatkan layanan kesehatan, serta menghemat waktu tempuh bagi pasien emergensi yang membutuhkan layanan rujukan ke rumah sakit Provinsi Aceh. RSZA sebagai penentu awal apakah pasien rujukan tersebut layak di terbangkan dengan menggunakan pesawat udara. Dan juga RSZA yang berkewajiban dalam menugaskan team medis (dokter/perawat) yang akan mendampingi pasien selama dalam penerbangan.

Layanan ambulans udara ini telah dimulai pada tahun 2010 yang dikhususkan untuk masyarakat kabupaten Simeuleu. Mengingat kebupaten ini adalah daerah kepulauan, dan kategori transportasi sulit. Kurun waktu 2010-2011 masyarakat kepulauan sudah banyak yang terbantu untuk mendapatkan akses rujukan yang baik.

Tahun 2012-2016 program ambulans udara kembali di perluas untuk 5 kabupaten yaitu Simelue, Singkil, Subussalam, Gayo Lues dan Kota Cane di bawah tanggung jawab Dinas Kesehatan Provinsi.

Tahun 2017 Dinas Kesehatan kembali memperluas daerah jangakuan menjadi 13 Kabupaten yang memiliki landasan udara dan bandara terdekat. Diantaranya: Simelue, Singkil, Subussalam, Gayo Lues, Kota Cane, Blang Pidie, Tapak Tuan, Bener Meriah, Takengon, Lokseumawe, Loksukon, Meulaboh, Nagan Raya.

Namun tidak tertutup kemungkinan untuk daerah yang tidak memiliki bandara, tapi dilakukan dengan jalur darat menuju bandara terdekat baru kemudian dilakukan pemberangkatan oleh pesawat MAF dan diantar ke RSUZA.

Program ini berlaku untuk semua kalangan  dan gratis bagi pasien rujukan dari RSUD kabupaten/kota berdasarkan syarat yang telah ditetapkan. Adapun syarat pasien yang dievakuasi dengan menggunakan ambulans pesawat diantaranya harus transportabel (layak terbang sesuai analisis dokter), pasien gawat darurat dengan pendarahan hebat dan mengancam jiwa apabila tidak segera dirujuk.

Proses rujukan dengan menggunakan ambulans MAF ini diawalai dengan komunikasi rujukan dari RSUD kabupaten/kota ke RSUZA kemudian RSUZA akan menghubungi AMF untuk melakukan pemberangkatan pasien rujukan. Perjalanan ambulans udara ini  diawalai ambulans rumah sakit kabupaten/kota mengantar pasien ke bandara terdekat dengan kota tersebut dilanjutkan dengan evakuasi pasien dengan pesawat MAF menuju banda Sultan Iskandar Muda dan pasien akan diantar ke RSUZA dengan menggunakan ambulans P2KK Dinas Kesehatan Aceh. [LG]

Azhari Usman/MODUSACEH.CO
AMP - Diduga melakukan perbuatan tak senonoh, sejumlah warga Lamgapang menangkap pasangan non muhrim di sebuah kandang lembu warga Lamgapang, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Kamis dini hari, (18/05/17). Penangkapan itu bermula, saat warga menemukan sepeda motor yang di parkir di sudut lorong desa itu. Merasa curiga karena sepeda motor tanpa pemilik, warga berinisiatif mencari  pemilik motor itu diantara semak belukar. Hasilnya benar saja, dari kejauhan warga melihat pasangan berlainan jenis itu baru siap melakukan persetubuhan. "Karena kami ribut-ribut pasangan ini mungkin mendengar, makanya buru-buru mereka memakai celana," ujar Yusri warga Lamgapang pada MOSUSACEH.CO, Kamis, (18/05/17).

Selanjutnya, pasangan tadi langsung dibawa ke meunasah desa. Namun, sebelum sampai di meunasah, warga yang merasa kesal dengan ulah pasangan ini, memberi bugem mentah pada insan berlainan jenis ini. Saat itu juga, dimandikan dengan air comberan. "Sebenarnya ada dua pasangan, namun satu pasangan lagi berhasil kabur," ungkap Yusri.

Penyidik Satpol PP dan WH Aceh Marzuki membenarkan kejadian itu. Kata Marzuki sekira pukul 01.00 WIB, pihaknya menerima laporan dari masyarakat, bahwa di Desa Lamgapang telah ditangkap pasangan yang diduga telah melakukan hubungan layaknya suami istri. Selanjutnya, pihaknya langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan pelaku dari amukan warga. "Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami langsung mengamankan pelaku," jelas Marzuki pada MODUSACEH.CO di ruang kerjanya.

Dari pemeriksaan sementara, pasangan laki-laki berinisial FB merupakan warga Matang Gelumpang Dua, Bireuen, dengan pasangan perempuan Nur warga Blang Jurong, Kabupaten Aceh Utara. "Mereka mengakui telah melakukan hubungan layaknya suami istri, sebenarnya ada dua pesangan, namun satu pasangan lagi berhasil kabur saat diatangkap warga, tapi indentitas sudah kita ketahui," ungkap Marzuki. Kini, FB dan Nur ditahan di ruang tahanan sementara Kantor Satpol PP dan WH Aceh. "Kita akan terus kembangkan penyelidikan, dan secepatnya menangkap pasangan yang kabur itu," harap Marzuki.(ModusAceh)


Acehpol, PIDIE JAYA - Serambi Mekkah seakan-akan tidak lepas dari bencana gempa bumi. Gempa menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Tahukah anda bahwa setiap gempa memiliki makna teguran yang disampaikan oleh Sang Pencipta.


Gempa bumi merupakan tanda alam yang berbicara atas perilaku yang kita lakukan  di atas muka bumi ini. Tanda ini sebagai bentuk peringatan yang diberikan pada kita.






Menurut kepercayaan turun temurun dari zaman dahulu bahwa gampa yang terjadi pada bulan (Rabi�ul awal ) di siang hari maka akan banyak penyakit. 

Penyakit yang dimaksud adalah penyakit fitnah, penyakit batin, dan sebagainya, akan menimpa Aceh, apalagi sekarang memang Aceh sendiri dalam masa memilih pemimpin.


Dalam memilih pemimpin tak jarang dari salah satu kubu melempar klem-klem yang berbaur fitnah kepaa kubu lawan.

Bila gempa terjadi pada malam hari akan banyak hujan dan akan ada laut pasang, seperti yang kita lihat sekarang Pidie dan Pidie Jaya sudah lama terjadi musim kemarau, sebagian warga mengeluh karena air sumur kering.

Gempa yang terjadi hari ini sekitar jam 05:00 WIB posisi gempa di Pidie Jaya yang mana terjadi pada pagi hari atau antara Malam � Siang berarti potensi yang di gambarkan di atas bisa saja terjadi.

Tidak salahnya kita dengan terjadi musibah seperti ini kita bisa lebih mendekatkankan diri kita kepada pencipta dan untuk mengantisipasi bila kedepannya akan terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi.

Intinya kita harus mengintropeksi diri karena bala adalah suatu teguran bagi Kita dan juga diharapkan kepada masyarakat jangan panik mari sama-sama kita menjauhi dari yang membuat kita menjadi celaka sendiri.

Dikutip Dari Berbagai Sumber



PIDIE JAYA - Menurut data yang dikelurkan BMKG melaui  akub Twitter nya terjadi Gempa Mag: 6.4 Skala Ricter ,pada 07 December  2016 sekitar jam 05:03:36 WIB, Kedlaman gempat tersebut di perkirakan 10 Km, (18 km Timur Laut Kab-Pidie Jaya-Aceh )

Gempa ini membuat warga ketakutan dan juga saat gempa  listrik padam sekitar tiga puluh menit.



KEPADA pengguan toilet harusnya sangat waspada terhadap ular, kerena hewan melata yang satu ini dapa bersembunyi dimana saja, salah satunya seperti yang terjadi di Australia baru-baru ini.

Hewan melata ini bersembunyi di klosed toilet salah seorang warga yang berada di Australia, imbasnya saat sedang menggunakan klosed tersebut  warga Australia tersebut dipatok ular di bagian paha hingga harus di larikan ke Rumah Sakit setempat.

Baca Juga:



Jadi intinya saat menggunakan klosed sebaiknya anda harus menyiram air terlebih dahulu agar kejadian seperti ini tidak terjadi  hal ini juga  sebagai pencegahan dan tentunya klosed  yang kita gunakan juga bersih dari kuman yang hinggap di area tersebut.

Karena kita tidak dapat memprediksi hewan yang berbahaya ini tidak hinggap di toiled kita, karen Ular adalah salah satu hewan yang paling berbahaya dimuka bumi dan tentunya hewan yang satu ini cukup ditakuti oleh manusia karena bisanya yang beracun.

Memang sudah menjadi  lumrah bagi manusia akan takut jika melihat seekor hewan yang cukup berbahaya tak terkecuali ular.


Karena ini ular sendiri kadang tidak sengaja hinggap dan masuk kerumah kita dan hinggap di sekitar lingkungan jadi kita harus lebih waspada kepada binatang yang satu ini, karena tidak mungkin anda dan keluarga anda yang sangat anda sayang bisa jadi korban, jadi tidak salahnya kita barbagi cara ini ke keluarga kita 


Indonesia - Dua kontestan dari Grup A Piala AFF 2016-17, Thailand dan Indonesia  memastikan diri lolos ke babak Grub. Kepastian itu di dapat Indonesia  bertanding pada matchday ketiga Melawan Singapura beda halnya dengan Thailand yang sudah duluan memastikan lewat pada matchday kedua.

Indonesia berhasil mengalahkan Singapura  di Philipina dengan skor 2-1, kedua gol mereka dicetak oleh Andik Vermansyah dan Lilipaly sementara gol semata wayang dari Singapura dicetak oleh Amri. Sementara itu, Thailan bermain 2-1 melawan Pilipina sebagai tuan rumah.

Timnas Garuda Indonesia mengoleksi  4 poin dan tak bisa dikejar oleh tim-tim lain di Grup A. Artinya, indonesia  lolos sebagai Ranerup  grup. Sementara itu, Thailan lolos dengan sembilan poin.

Perolehan poin dan memastikan diri sebagai Jawara grub dengan menyapu semua kemenangan.

Di Grup B, Vietnam sudah dipastikan lolos sejak matchday ke dua setelah mereka mengalahkan Malaysia dan Myanmar.

AMP - Kasus kekerasan yang dilakukan militer Myanmar kembali dialami oleh warga Muslim Rohingya. Pada Selasa (25/10), seorang warga yang bernama Maung Maung mengatakan bahwa tentara Myanmar telah mendiskriminasikan warga Maungdaw, Provinsi Arakan.

“Kami menerima sejumlah seruan (pertolongan –red) dari warga Maungdaw beberapa hari terakhir. Mereka mengatakan bahwa tentara telah mendiskrminasikan mereka dan mengambil pengakuan secara paksa,” katanya.

“Mereka mengatakan, tentara membawa orang desa yang tidak bersalah untuk diinterogasi. Warga Rohingya kini juga tidak memiliki cukup makanan,” tambahnya kepada Anadolu Agency.

Hal yang sama juga dialami pengungsi Rohingya di daerah Kyetyoepyin. Seorang warga Warpaik yang berlindung di Kyetyoepyin mengaku sangat membutuhkan bantuan karena belum menerima bantuan apapun dari badan PBB maupun LSM lainnya.

“Tidak ada yang membantu kami di sini. Kami juga dibatasi untuk pindah ke desa-desa lainnya,” papar Aung Kyaw Min, nama warga tersebut, melalui sambungan telepon.

“Kami orang Rakhine berada dalam kesulitan. Tapi tidak ada badan PBB atau LSM yang ingin membantu kami,” pungkasnya.

Perlu diketahui, pemerintah  Myanmar memberlakukan Daerah Darurat Militer di wilayah Rakhine sepekan setelah serangan 9 Oktober yang menargetkan tiga pos polisi. Kendati belum diketahui identitas pasti para penyerang, pemerintah melakukan kampanye militer dan penangkapan di kampung-kampung Muslim.

Bahkan, pihak militer dan polisi Myanmar tanpa pandang bulu membunuh warga Muslim Rohingya, membakar dan menjarah rumah-rumah dan desa mereka, dengan dalih mencari penyerang. (kiblat)


Daftar 23 Kabupaten dan Kota Dengan Angka Kemiskinan Tertinggi Di Aceh Pada Priode 2015 sampai 2016.

Data Ini diambil dari data olah tim analisa IdeAS dan Publikasi Data dan Informasi Kemiskinan Kabupaen dan Kota 2015 (BPS RI)


Badan Pusat Statistik RI merilis Data dan Informasi Kemiskinan Kabupaten dan Kota Tahun 2015, diantaranya menyajikan data tentang angka kemiskinan di seluruh kab/kota di 34 provinsi seluruh Indonesia. Data dirilis pada Kamis 03 November 2016.

BACA JUGA:







Menurut Munzami Hs  Direktur IDeAS, Hasil analisa, dari data yang tertera diatas  menunjukkan tingkat kemiskinantertinggi  di Gayo Lues Tahun 2015 di Aceh dan Terendah Kota Banda Aceh . Dari dua puluh tiga kabupaten dan kota yang berada di Aceh.


 Seperti tertera di atas Gayo Lues menempati urutan pertama kabupaten termiskin di Aceh yaitu:

1. Gayo Lues 21,95 persen  
2. Aceh Singkil  21,72 persen
3. Bener Meriah  21,55 persen
4. Aceh Barat  21,46 persen
5. Pidie Jaya  21,40 persen

Seperti yang tertera diatas Lima kabupaten dan kota dengan tingkat kemiskinan terendah tahun 2015 yaitu; 

1. Banda Aceh (7,72) persen
2. Langsa (11,62) persen
3. Lhokseumawe (12,16) persen
4.Aceh Selatan (13,24) persen
5. Aceh Tamiang (14,57) persen 

Menurutnya, amatan IDeAS, selama periode 2014-2015, daerah dengan tingkat kenaikan kemiskinan terparah yaitu Aceh Singkil yang naik mencapai 3,95 persen, dimana tahun 2014 angka kemiskinan di Singkil hanya 17,77 persen dan tahun 2015 naik mencapai 21,72 persen.

Selanjutnya, daerah yang mengalami penurunan signifikan yaitu Aceh Barat yang mengalami penurunan angka kemiskinan sebesar 1,51 persen, dimana tahun 2014 angka kemiskinan di Aceh Barat 22,97 dan turun menjadi 21,46 di tahun 2015, namun Aceh Barat masih termasuk dalam 4 daerah termiskin di Aceh.


"Kita menyimpulkan bahwa masih ada 6 kabupaten yang memiliki tingkat kemiskinan cukup tinggi, di atas 21 persen, yaitu; Gayo Lues, Aceh Singkil, Bener Meriah, Aceh Barat, Pidie Jaya, dan Pidie. Kemudian 3 kab/kota masih di atas 20 persen yaitu; Simeulue, Subulussalam, dan Nagan Raya," kata Munzami.



Foto Istimewa Bergek

Acehpol - Bergek kini memang telah menjadi penyanyi top dan sukses di belantika musik Aceh. Ia punya karakter  humoris dan gaya yang khas dirinya dalam bermusik.Lihat saja bagaimana single terbarunya yang berjudul � Cinta Dabel dan singgel sebelumnya Boh Hate Gadoh,  meraih setiap puncak tangga lagu yang ada di Youtube dan terpopuler.

Baca Juga:





Hal lain dalam kesuksesnya dan sepak terjangnya bisa kita lihat dari saat pihak manajemen Bergek mengadkan konser, ribuan orang hadir untu menyaksikan . Ada yang membandingkan sebelumnya Bergek setingkat dengan Slipknot,  sebuah band beraliran Metal asal Ibu Kota Des Moines, Amerika Serikat  yang dibentuk pada bulan September 1995.

Foto SlipKnot

Kenapa begitu? Dikarenakan Pernah terjadi sebelumnya fenomena yang sama Panggung konser Bergek dibakar massa pada Minggu 06 Mei 2016. Hal Ini dikarenakan sejumlah massa kecewa Bergek tak kunjung hadir pada konser tersebut. Fenomena ini hanya terjadi dua kali di dunia yang pertama terjadi pada konser Slipnot dan yang kedua konser Bergek.


 Kesuksesan sebagai seorang penyanyi dan inspirasi telah mempengaruhi banyak orang di Aceh. Sekian, hal inilah yang membuatnya menjadi penyanyi yang fenomenal di abad-21 ini khususnya di Dunia belantika musik Aceh.



Ini Lah Tiga Alasanya Bergek   menjadi penyanyi yang fenomenal di abad-2

1. Bergek Memanfaatkan Bakatnya dengan Maksimal Dari Dulu Hingga Saat Ini

Kita semua pasti setuju bahwa Bergek adalah sosok yang berbakat. Tidak ada yang perlu diragukan dari hal ini, lihat saja kemampuan menyanyinya dengan suara yang menakjubkan tersebut dari masa dia masih penyanyi cilik hingga sekarang.

Dia  terus membuat pencinta musik terkagum-kagum dengan kemampuannya untuk terhubung dengan emosi manusia, Tidak hanya itu saja, ia juga memiliki bakat dalam ekting yang fenomenal. Mengetahui potensinya di bidang itu ia terus menggalih potensi tersebut menjadikannya Arti Aceh yang multi talenta antara menyanyi dan ekting.


Tidak ada yang meragukan bakat yang dimiliki Bergek. Terbukti dari berbagai pujian dan penghargaan dari fans  yang telah ia terima karena belum ada sebelumnya penyanyi Aceh yang sepopuler Bergek. Meski begitu, Bergek tetap rendah hati dengan pencapaiannya saat ini.

Hanya orang-orang  besar yang mampu tetap rendah hati, terutama ketika kesuksesan dan kepopuleran mereka terus meroket seperti yang dialami Bergek. Dia tampil sebagai sosok yang nyata, bukan selebriti supermodel yang seolah sulit untuk kita raih.



2. Ia Merasuk ke Dalam Hati Dengan Lagu-Lagunya

Tanpa perlu diragukan, Lagu Bergek  berhasil menarik sisi paling manusiawi kita. Ia mengandalkan lirik dengan kisah cinta yang begitu terasa jujur dan menyentuh.



Memang beberapa orang mengkritik liriknya yang dianggap menceritakan kisah pribadinya dan hal lain. Tapi yang harus kita ketahui banyak artis Aceh yang seperti dia dan mulai mengikuti alurnya tapi mengapa Bergek yang begitu fenomenal dan juga banya yang mengkritik.

Jawabannya simpel �Semakin tinggi pohon maka semakin kencang angin yang berhembus�

 Dia juga mampu menambahkan emosi yang lugas dalam musiknya yang jelas-jelas ia rasakan. Itulah mengapa lagunya terasa begitu murni dan jujur. Kita sudah terbiasa dengan gambaran artis atau selebriti yang terlihat begitu dibuat-buat. Apa yang dilakukan adalah sensasi untuk meraih popularitas sehingga kita sulit melihat karya atau kemampuan mereka.

Sebaliknya, Bergek  adalah sosok yang sangat-sangat normal dan biasa saja. Ia tidak peduli dengan hal-hal yang dibuat-buat dan palsu. Ia hanya fokus pada satu hal, yaitu lagunya. Hal inilah yang membuatnya begitu berbeda dari kebanyakan artis lainnya.

FOTO Istimewa Bergek Saat Konser

3. Begitu Mencintai Musik

Lebih dari segalanya, Bergek sangat mencintai musik dan karya-karyanya. Hubungan dengan penggemar yang ia bentuk dan cintanya yang murni terhadap musik terpancar dari setiap tindakan, tujuan dan pilihan yang ia ambil.



Masyarkat merespon dengan baik orang-orang yang memiliki kesungguhan seperti ini. Maka tidak heran jika ia akhirnya menjadi sosok yang menginspirasi, bahwa kita juga harus menunjukkan kesungguhan dan kecintaan kita terhadap apa yang ingin kita lakukan.

Sekian dan Terima kasih kepada pembaca setia Acehpol


#Acehpol


Siapa yang tak kenal dengan Ariel Tatum, artis cantik ini sebenarnya masih sangat muda dan tentunya dia dikaruniai tubuh yang begitu sexy. (Baca Juga: Ukuran Payudara Ariel Tatum Tiba-tiba Mengecil )

Berikut profil lengkap tentang Arie Tatum.

Lahir      8 November 1996 (umur 19)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaan           Aktris, penyanyi
Tahun aktif         2004 � sekarang
Hubungan           Damas Khalaf Jutary (adik)
Joice Erna (nenek)
Murry Koes Plus (kakek)
Orang tua            Rico Valentino Murry

Tatum Mathilda




Ariel Tatum lahir dari pasangan Rico Valentino Murry dan Tatum Mathilda. Ia mengawali debutnya sebagai model iklan Mobil Isuzu Panther pada saat berumur 10 tahun. Sejak saat itu Ariel mulai banyak membintangi beberapa iklan di televisi.



Tahun 2005 Ariel Tatum membintangi Film layar lebar bergenre drama musikal keluarga berjudul Ariel dan Raja Langit, disutradarai oleh Harry Dagoe Suharyadi. Film lain yang sudah dibintangi adalah Oh Baby (2008) dan Kawin Laris (2009).



Tidak hanya layar lebar saja, Ariel Tatum juga mulai memasuki dunia seni peran sinetron di Indonesia.





Setahun setelah debut pertama film layar lebarnya, tahun 2006 Ariel mulai membintangi sinetron Abadi Untuk Selamanya, diikuti dengan Cinderela Boy pada tahun 2007, Apa Ini Cinta pada tahun yang sama, Nikita pada tahun 2008, Rafika pada tahun 2009, Dia Bukan Anakku tahun 2010, Cinta Rock Star tahun 2013, dan yang sedang dan masih ditayangkan di televisi saat ini adalah Cinta Yang Sama.




Bakat akting Ariel Tatum ternyata diturunkan dari neneknya, Joice Erna yang menjadi guru akting pribadinya. Joice Erna merupakan aktris legendaris dengan segudang prestasi yang populer di era tahun 1980-an.




Ariel pun juga sudah mulai merambah dunia tarik suara. Pada tahun 2012 ia dipercaya untuk menjadi teman duet Ari Lasso dengan menyanyikan lagu berjudul Karena Aku Telah Denganmu, yang merupakan salah satu single dari album kompilasi ke-dua Ari Lasso. Dengan merambah dunia tarik suara ini makin mengangkat nama Ariel Tatum dideretan pesohor Indonesia sebagai artis multitalenta.









AMP - Makam Putro Neng yang terdapat di Gampong Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Aceh, saat ini perawatannya terbengkalai. Hal tersebut dikatakan penjaga makam,  Qamariah (70), kepada GoAceh, Minggu (9/10/2016).

Ia menyebutkan, selama ini pemko setempat mengabaikan pengurusan makam tersebut. Perlengkapan dan alat-alat untuk membersihkan makam tidak diberikan lagi. “Upah saya mengurus makam juga belum dibayar. Terakhir diberikan sebelum suami saya meninggal, sekitar tiga tahun yang lalu,” katanya.

Padahal, ia sudah mendapatkan SK yang dikeluarkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, untuk mengurus makam tersebut. Namun, tetap saja upahnya sama sekali tidak dibayar. “Geuchik gampong setempat juga tidak memperdulikan saya,” ucap Qamariah.

Baca: Kisah Racun di Kemaluan Putroe Neng yang Tewaskan 99 Pria

Kini kuburan tersebut ditumbuhi semak belukar. Terkadang, banyak ular melintas di sekitar makam, karena kondisinya yang tak terawat.

Belum lagi  banyaknya truk pengangkut barang yang sering berhenti di depan makam. “Banyak pengunjung dari luar daerah yang tidak tahu lokasi makam karena tertutupi oleh truk-truk tersebut,” ujarnya

Menurut Qamariah, makam Putro Neng merupakan salah satu tempat bersejarah di Indonesia. “Sudah ada sebelum Belanda menjajah. Jadi, sudah selayaknya kita semua mau menjaga makam tersebut,” tandasnya. [goaceh.co]

imigran srilanka


Banda Aceh - Kapal berbendera India yang mengangkut puluhan imigran Srilanka menolak untuk meninggalkan perairan laut Lhoknga, Aceh Besar, Minggu (12/06/2016) sore.

Padahal mesin kapal yang sebelumnya dilaporkan rusak telah diperbaiki, di samping bahan bakar minyak (BBM) ditambah, makanan dan minuman serta makanan kecil lainnya telah disuplai kepada imigran, tapi kapal tujuan Pulau Christmas, Australia itu tetap menolak meninggalkan perairan Aceh.

Dari informasi yang berhasil di himpun, penolakan itu dikarenakan mereka meminta penambahan BBM sebanyak 7 ton. Padahal sebelumnya Muspida Aceh Besar bersama Muspika Lhoknga dan instansi terkait lain sudah memberi BBM sebanyak satu ton ditambah 15 kardus mi instan, minuman mineral serta makanan lainnya sebagai stok bagi para imigran Srilanka itu selama menempuh pelayaran ke tujuannya.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Suprihasto menyebutkan sore kemarin Muspida Aceh Besar bersama para pihak terkait meminta bantuan kapal milik PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) dipinjamkan untuk menyuplai bantuan BBM serta bahan makanan.

Setelah semua proses itu dilakukan, akhirnya kapal pengangkut imigran itu pun berlayar. Tapi, imigran itu kembali ke lokasi semula tempat mereka labuh jangkar dan tak mau berlayar kembali ke pulau Christmas Australia.

Adapun kapal berbendera India itu mengangkut 44 penumpang, yaitu 20 perempuan dewasa, 15 laki-laki dewasa, dan 9 anak-anak asal Srilanka terdampar di wilayah perairan Indonesia, tepatnya di Laut Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (11/6) sekitar pukul 10.00 WIB.

sumber : SI

Banda Aceh – Belum dikibarkan bendera Bulan Bintang oleh Gubernur dan Ketua DPRA membuat YARA melakukan somasi. Menurut YARA yang bertindak atas nama Fachrurrazi dan Yudhistira Maulana, tidak dikibarkan bendera bulan bintang sama dengan tidak dilaksanakannya Qanun No 3 tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh oleh Gubernur dan DPR Aceh.

“Kami sebagai masyarakat Aceh yang membayar pajak untuk negara sangat kecewa terhadap Gubernur dan DPR Aceh yang tidak melaksanakan pengibaran bendera Bulan Bintang sebagai bentuk dari pelaksanaan Qanun Nomor 3 tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh, padahal penyusunan sampai pengesahan qanun tersebut telah menghabiskan anggaran negara yang cukup besar, tetapi mengapa setelah disahkan dan ditangdatangani oleh Gubernur dan DPR Aceh malah keduanya tidak melaksanakan qanun tersebut, beberapa anggota DPR Aceh pun dalam beberapa kali mengumbar bahwa qanun tersebut telah sah dan bendera akan di kibarkan di DPR Aceh yang telah mempersiapkan tiang benderanya di halaman DPR Aceh, tapi kenyataannya bendera tersebut tidak juga di kibarkan di halaman DPR Aceh, dan hal ini kami asumsikan bahwa Gubernur dan DPR Aceh hanya menggunakan anggaran negara untuk fasilitas yang tidak penting, dan ini sangat melukai hati masyarakat Aceh yang dalam taraf kehidupan ekonominya masih sangat miskin,” tulis YARA dalam suratnya.

Dalam surat yang ikut ditembuskan kepada Kapolda, Kejati dan Pandam IM itu YARA memberi waktu kepada Gubernur dan DPR Aceh agar segera melaksanakan qanun nomor 3 tahun 2013 yang telah di sahkan pada tanggal 25 Maret 2013 dengan mengibarkan bendera bulan bintang di halaman kantir Gubernur dan Kantor DPR Aceh paling lama satu minggu dari tanggal surat somasi ini. [Sumber: acehtrend.co]

http://www.acehmerdekapost.com/
AMP - Jalan menuju makam pahlawan Cut Meutia di ujung Krueng Keureuto, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, rusak parah.

Selain itu, kondisi makam tidak terawat dengan baik. Saat ini, kondisi jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Bahkan, dengan kendaraan roda dua pun jalan sulit dilalui.

Kondisi jalan berlumpur dan sebagian besar sudah longsor. Untuk menuju ke kompleks makam itu, pengunjung bisa menggunakan rute dari Desa Alue Bungkoh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara.

Jarak antara Alue Bungkoh ke makam Cut Meutia sekitar lima jam dengan berjalan kaki. Selain itu, tangga kayu dari kaki bukit menuju makam sudah sangat keropos sehingga dikhawatirkan patah.

Salah seorang warga di lokasi tersebut, Abu Bakar, meminta Pemerintah Aceh Utara memperbaiki jalan sepanjang tujuh kilometer menuju makam tersebut sehingga masyarakat yang berkunjung mudah untuk menuju makam itu.

"Selain itu, perlu diperbaiki pula kompleks makam. Jangan sampai makam pahlawan nasional itu dibiarkan begitu saja," ujar Abu Bakar kepada Kompas.com, Selasa (10/11/2015).

Dia menyebutkan, setiap tahun pihak kecamatan mengusulkan pembangunan jalan menuju makam tersebut.

Namun, sampai saat ini, belum ada realisasi pembangunan jalan menuju makam pahlawan nasional itu.

"Kita selalu bilang bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Ini dengan kondisi begini, apakah kita bangsa yang menghargai pahlawan," kata dia. [kompas]
http://www.acehmerdekapost.com/




AMP - Dalam keterangan Acehnese Australia Association (AAA),Teungku Sufaini Syekhi menyebutkan, mereka bertandang ke markas Din Minimi, Jumat 6 November 2015 hingga Minggu siang kemarin 8 November 2015 dan bertemu langsung dengan kelompok Din Minimi.

“Alhamdulillah Semua Pasukan mereka dalam keadaan baik-baik saja begitu juga dengan halnya tim kami, Alhamdulillah tim kami diperlakukan dengan sangat santun dan penuh rasa persaudaraan yang amat tinggi, mereka saudara-saudara kita orang baik-baik semua,” kata Teungku Sufaini Syekhi.

Ia menerangkan, dalam pertemuan tersebut banyak hal yang dibahas antara aktivis AAA dan Din Minmi Cs, termasuk tuntutan dan kekecewaan Din Minimi kepada Pemerintah Aceh saat ini. Dikatakan Teungku Sufaini, dalam pertemuan itu juga dibahas solusi terhadap kondisi keamanan Aceh.

“Kami atas nama lembaga dan sebagai salah satu juru bicara GAM Australia yang ikut kecewa pada kinerja pemerintah Aceh yang semakin runyam dan pada prinsipnya kami terus mempersatukan anak bangsa dari semua elemen tanpa kecuali termasuk saudara-saudara kita Din Minimi Cs,” katanya.

Ia juga mengajak semua pihak di Aceh untuk sama-sama menjaga perdamaian dan membangun Aceh bersama dalam persatuan dan kesatuan serta untuk memperjuangkan keadilan di Aceh yang bermartabat.

Aktivis AAA juga mengapresiasi semua pihak yang memiliki itikad baik untuk memberi solusi dalam penyelesaian setiap masalah di Aceh pasca perdamaian dengan langkah dialog.

“Kami apresiasi Din Minimi dan kawan-kawan yang membuka siap berdialog dengan siapa saja termasuk dengan Polda Aceh, Pangdam Iskandar Muda, dan Pemerintah Aceh dalam mencari penyelesaian secara damai. Dapat memberi solusi demi rakyat khusunya para kombatan, janda, anak yatim yang diperjuangkan Din Minimi,” kata Teungku Sufaini.

Dengan senjata lengkap dan sehelai bendera Bintang Bulan, Din Minimi bersama anggotanya menyempatkan foto bersama saat menerima kunjungan aktivis Acehnese Australia Association (AAA). Foto Din Minimi dan pasukan yang dikirim aktivis AAA, memperlihatkan kelompok Din Minimi berjumlah 13 orang dengan senjata dan seragam hitam, sebagian loreng. Pada data Exchangeable Image Format (Exif) terlihat foto direkam dengan HP BlackBerry 9300 pada pukul 14:09:48, 2015:11:07.[TRB]

AMP – Din Minimi kembali meminta polisi agar jangan terus-terusan menguber dirinya dan kelompoknya karena ia merasa  tidak berurusan dengan pihak kepolisian. Pihaknya hanya menuntut keadilan kepada Pemerintah Aceh.

“Jika kami ditangkap, apakah persolan Aceh seperti keberadaan anak yatim, janda dan fakir miskin pasca konflik akan selesai?” begitu ungkap Din Minimi kepada awak media via sambungan telepon, Selasa (10/11/2015).

Ia menyebutkan Pemerintah Aceh saat ini harus memikirkan bagaimana nasib para janda yang suaminya menjadi korban konflik hingga anak yatim yang tidak mengetahui kuburan ayahnya hingga kini. “Siapa yang akan bertanggung jawab terhadap korban-korban ini. Apakah perdamaian tidak wajib mereka rasakan?” ungkapnya lagi.

“Kami tetap akan melanjutkan perjuangan hingga Pemerintah Aceh mendengar tuntutan kami,” tegas Din Minimi, sapaan populer pria bernama lengkap Nurdin Ismail tersebut.

Din Minimi merupakan pimpinan kelompok bersenjata yang paling dicari oleh Polda Aceh dalam tiga tahun terakhir. Menurut laporan polisi, kelompok ini sudah beberapa kali melakukan aksi kriminal di wilayah Aceh Timur, bahkan polisi juga sudah beberapa kali terlibat kontak senjata dengan mantan kombatan GAM ini.

Insiden terakhir, polisi diserang dengan senjata api saat berusaha melepaskan sandera yang diduga ditahan oleh Din Minimi dan anak buahnya di wilayah pedalaman Pantee Bidari, Aceh Timur.

Hingga berita ini diturunkan, belum didapat keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Din Minimi terkait identitas dan motif penculikan serta nasib korban penculikan tersebut.

Sumber : atjehlink.com

AMP - Tim Achenesse Australia Association (AAA) yang dipimpin Tgk. Sufaini Syekhy selama tiga hari sejak Jumat hingga Minggu (6-8/11/2015), melakukan pertemuan dengan kelompok bersenjata Din Minimi di kamp persembunyiannya di wilayah pedalaman Aceh Timur.

Dalam pertemuan tersebut banyak hal yang dibahas dan didiskusikan, khususnya tentang kondisi Aceh dan secara khusus perihal kekecewaan kelompok paling dicari nomor wahid itu dalam bentuk perlawanan bersenjata termasuk kekecewan mantan kombatan lainnya terhadap kinerja Pemerintah Aceh.

Selain itu juga membahas segala persoalan untuk mencari solusi terhadap kondisi keamanan dan kondisi Aceh secara menyeluruh.

"Alhamdulilah semua pasukan mereka dalam keadaan baik-baik saja dan begitu juga halnya dengan tim kami diperlakukan dengan sangat santun dan penuh rasa persaudaraan. Mereka saudara kita, mereka orang baik-baik semua," kata Tgk. Sufaini Syekhy kepada lintasatjeh.com, Minggu (9/11/2015).

Selanjutnya, kami atas nama lembaga AAA dan sebagai salah satu mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang turut kecewa terhadap kinerja Pemerintah Aceh tetap dengan prinsip akan terus berupaya mempersatukan anak bangsa Aceh dari semua elemen tanpa terkecuali termasuk saudara-saudara kami kelompok Din Minimi.

Ia pun berharap saudara-saudara baik kelompok Din Minimi serta yang lainnya dan termasuk dari pihak Muspida Aceh untuk sama-sama menjaga perdamaian Aceh. Mari kita bangun Aceh bersama-sama dalam kesatuan dan persatuan serta memperjuangkan keadilan Aceh yang bermartabat.

Syekhy juga sangat mengapresiasi kepada semua pihak yang memiliki itikad baik dan memberi kontribusi dalam mendorong penyelesaian setiap permasalahan di Aceh dengan mengedepankan pola-pola dialog.

"Kami tidak lupa juga  mengapresiasikan kepada saudara kami Din Minimi yang siap membuka dialog dengan siapa saja termasuk dengan jajaran Kapolda, Pangdam Iskandar Muda dan Kabinda Aceh dalam mencari penyelesaian demi kepentingan rakyat Aceh khususnya para mantan kombatan, para janda dan anak yatim," pungkasnya. [LA]

AMP - Tim Gabungan Polres Aceh Timur kembali kontak tembak dengan kelompok Din Minimi di kawasan Desa Tualang Gedoeng Kecamatan Pantee Bidari Kabupaten Aceh Timur, Aceh pada pukul 08:30 WIB, Senin (2/11/2015).

Informasi yang berhasil di himpun HARIANACEH.co.id menyebutkan bahwa kelompok Nurdin Ismail alias Din Minimi saling baku tembak dengan Tim Gabungan Polres Aceh Timur dan Polres Aceh Utara ketika sedang melakukan patroli terhadap hilangnya dua orang warga Aceh Utara beberapa hari yang lalu, namun ketika memasuki wilayah Desa Tualangan Gedong tersebut tiba-tiba polisi Kelompok Din Minimi mengumbar tembakan ke arah mobil polisi yang sedang menuju target yang telah diketahui.


Akhirnya baku tembak tidak dapat dielakankan, hampir satu jam polisi dan kelompok Din Minimi kontak senjata hingga akhirnya reda dengan kaburnya para anggota kelompok yang paling dicari Polda Aceh.

Upaya penyelamatan pun gagal, namun polisi terus melakukan penyisiran kepedalaman Aceh Timur dengan cara berjalan kaki, akan tetapi upaya yang dilakukan Tim kepolisian belum berbuahkan hasil.


Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman SH SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Budhi Nasuha Waruhu SH kepada HARIANACEH.co.id mengungkapkan bahwa pihak tekah diserang oleh kelompok Din Minimi ketika sedang melakukan patroli pencarian Dua warga Aceh Utara yang hilang beberapa hari lalu yang diduga telah diculik oleh kelompok bersenjata itu.

“Tim kami telah diserang ketika berada di dalam Mobil hingga terjadinya kontak senjata, namun tidak ada korban pada saat kejadian tersebut,” ungkap Hendri.

Patroli yang dipimpin Waka Polres Aceh Timur Carlie Syahputra Bustaman SIK melibatkan setidaknya 32 anggota polisi Polres Aceh Timur dan 12 anggota Polres Aceh Utara yang melakukan penyisiran di kawasan pedalaman Aceh Timur.

Dalam kejadian tersebut polisi berhasil mengamankan satu orang berinisial Z yang diduga adalah salah satu anggota kelompok Din Minimi, Z ditangkap karena pada waktu bersamaan berada di kawasan tersebut.

Dua Mobil yang digunakan anggota polisi juga ditembaki oleh Kelompok Din Minimi, saat ini tersangka Z telah diamankan pihak Polres Aceh Timur guna penyelidikan lebih lanjut. [harianaceh]

Lhokseumawe - Tak habisnya sejumlah deretan kasus dan juga bekas peninggalan konflik yang dulu masih tersisa di Aceh, pasca insiden meledaknya 2 bom dan juga penemuan sejumlah senjata api, sekarang satu mortil aktif yang ditemukan warga saat menjaring ikan di perairan selat malaka.

Informasi yang dikutip dari portalsatu.com, Ibrahim, 56 tahun, nelayan di Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, menemukan satu mortir aktif saat menjaring ikan di perairan Selat Malaka, sekitar 2 mil dari pantai kawasan tersebut, Jumat, 30 Oktober 2015.

Informasi diterima portalsatu.com dari Geuchik Ujong Blang Teungku Basyir Husaini, awalnya Ibrahim bersama rekannya, Basri Harun, sekitar pukul 07.00 WIB pergi melaut untuk mencari ikan. Sekitar 2 mil dari pantai, mereka kemudian melempar jaringnya ke laut. Lalu, sekitar pukul 11.00 WIB tadi, Ibrahim mengangkat jaring ikan secara perlahan. Saat itu ia melihat ada sebuah benda seperti mortir dan langsung dievakuasi ke darat.

"Melihat benda tersebut, sejumlah warga memberitahukan temuan ini kepada Babinsa Koramil Banda Sakti," kata Teungku Basyir.

Informasi itu dibenarkan Kapolsek Banda Sakti Iptu Ramli Ishak bersama Danramil 16 Banda Sakti Kapten Arm Gunawan Supriyanto saat ditemui portalsatu.com di
Ujong Blang.

Menurut Iptu Ramli, awalnya masyarakat memberitahukan temuan tersebut kepada Babinsa Koramil yang diteruskan ke Danramil. Selanjutnya, Danramil bersama Kapolsek mengecek ke lokasi. "Mortir ini diperkirakan masih aktif," ujarnya.

Sekitar pukul 16.00 WIB tadi, mortir tersebut dievakuasi tim Penjinak Bom Detasemen B Brimob Polda Aceh, Jeulikat, Lhokseumawe, untuk diamankan.

Berdasarkan berita dilansir antaranews.com, nelayan Ujong Blang juga pernah menemukan mortir tersangkut pada jaring ikan di perairan laut sekitar 1,5 mil dari pantai desa itu, 13 Maret 2012. 

Usmani (40), nelayan penemu bahan peledak itu di Kota Lhokseumawe menyebutkan mortir tersebut tersangkut pada jaringnya ketika ia sedang mencari ikan di perairan pesisir pantai Selat Malaka, sekitar pukul 04.00 WIB.

"Mortir itu tersangkut di jaring, kemudian saya kembali ke daratan dan melaporkan adanya benda tersebut ke aparat TNI Kodim 0103/Aceh Utara di Lhokseumawe," kata Usmani seperti dikutip antaranews.com ketika itu.

Editor: Pak Gub
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget