Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Bireuen"

Rutan Bireun dan Karutan Sigli Irfan 
AMP- Di era kolonial belanda maupun jepang orang menyebutnya penjara, yang kemudian bertransformasi menjadi Lembaga Pemasyarakatan (lapas) atau Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Setiap mereka yang melanggar hukum tetap akan memasuki dan merasakan kehidupan didalam lapas sebagai konsekwensi atas setiap perbuatannya yang melanggar hukum.

Disamping sebagai tempat menjadikan efek jera bagi si pelaku kejahataan lapas/rutan juga berfungsi sebagai tempat pembinaan bagi pelaku kriminal,narkoba maupun koruptor agar kelak bila tiba saatnya masa pidananya selesai dapat kembali hidup normal ditengah masyarakat.

Namun tujuan dan fungsi lapas maupun rutan di Aceh jauh panggang dari api,betapa tidak bagi sebagian pimpinan lapas/rutan yang biasa disebut dijajaran Kanwilkumham adalah Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka.UPT) menjadi lahan mengais rezeki,lahan bisnis serta menjadi objek menimbun harta kekayaan.

Berbagai cara dan upaya akan dilakukan oleh seorang kalapas maupun karutan di Aceh untuk dapat mendapatkan uang tambahan di luar gaji pokok maupun kesejahteraan yang telah diberikan oleh negara kepadanya.

Salahsatu contoh,oknum Karutan Sigli Irfan Riandi yang juga mantan Kepala Rutan Bireun,oknum karutan ini nekad memberikan kebebasan ataupun fasilitas tidak perlu menjalani hukuman didalam rutan kepada seorang napi asal yang penting dapat memenuhi permintaannya.

Salahsatu contoh,Milin warga Matang Glumpang Dua,Bireun terpidana 11 tahun penjara dalam kasus narkoba yang tak lain adalah napi bos narkoba yang diduga masih aktif melakukan bisnis haramnya.

Menurut informasi napi bos narkoba ini menyerahkan uang senilai 200 juta sesuai permintaan irfan yang saat itu masih menjabat Karutan bireun,kompensasi yang didapatkan oleh milin yakni tidak lagi menjalani masa pidana didalam rutan,hingga saat serahterima jabatan karutan bireun milin tidak pernah muncul meski namanya masih tercatat sebagai napi penghuni rutan bireun.

Beberapa pekan sebelum oknum karutan irfan dipindah tugaskan menjadi karutan sigli, Zulfikar alias apachek bin Afifuddin teripidana  8 tahun penjara dalam kasus narkoba,tidak jauh berbeda dengan napi sebelumnya. 

Informasi diterima oleh AMP napi ini menyerahkan uang 40 juta kepada oknum karutan bireun,kompensasi yang didapat napi tersebut yakni asimilasi bodong, dimana napi apachek ini dipindahkan ke rutan sigli namun diketahui belakang napi ini turun ditengah jalan hingga kini napi apachek tidak pernah diketahui rimbanya.

“ Saya tahu pasti karena yang serahkan uang untuk pak irfan itu saya,setelah saya berikan uang itu baru dikasih keluar napinya bang “,ujar sumber BPN yang mengaku ikut menyerahkan uang untuk pengeluaran salahsatu napi tersebut,Jum’at (3/3/2017).

Masih banyak lagi napi yang mendapatkan tiket kebebasan dari oknum karutan sigli irfan,berbagai skenario juga dilakonkan atau dimainkan olehnya  jika adanya kebocoran pada publik maupun pimpinannya di Aceh ataupun Jakarta terkait tidak beradanya napi didalam rutan. 

Mulai alasan napi telah dipindahkan ke rutan maupun lapas lainnya di Aceh,asimilasi bodong dengan jaminan seorang anggota polisi ataupun anggota TNI sampai dengan mengembalikan napi tersebut ke rutan yang bermasalah dengan melibatkan oknum pejabat kanwilkumham aceh untuk meyakinkan tidak adanya pelanggaran yang dilakukannya.

Semua skenario yang melibatkan sejumlah pejabat pemasyarakatan di Aceh dan Jakarta oknum karutan irfan tidak segan-segan mengeluarkan sedikit uangnya untuk para pejabat pemasyarakatan di kanwilkumham aceh dan Jakarta yang mau membantu menutupi pelanggaran ataupun kesalahan dirinya.

Tak sedikit tim kanwilkumham Aceh dan tim dari jakarta yang datang untuk melakukan pemeriksaan atas pelanggaran yang dilakukannya,dirinya mampu menyelesaikannya tanpa mendapat sanksi apapun dari pimpinan kemenkumha maupun Ditjen PAS Jakarta.

Dari hasil laporan serta penelusuran yang dilakukan oleh BPN,dalam rentan waktu sejak irfan menjabat karutan bireun sebanyak 20 orang napi raib dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Bukan saja di bireun, saat ketika menjabat kepala rutan sigli,hal yang sama juga dirinya praktekkan namun hingga saat ini tidak satupun dari pimpinan kemenkumham yang memberikan sanksi kepada oknum karutan sigli ini.

M. Nazar bin Jafar terpidana 10 tahun dalam kasus  narkoba  salahsatu napi pindahan dari lapas pulau jawa yang  saat ini tercatat sebagai napi rutan sigli dimana rutan sigli saat ini dipimpin oleh irfan.

Napi M. Nazar bersama belasan napi lainnya diketahui tidak berada didalam rutan sigli sejak sebulan belakangan ini,. 

Menurut informasi,napi m.nazar dipindahkan ke rutan sigli pada Senin 23 Januari 2017 hanya berada dua hari menjalani hukuman di rutan sigli,hari ketiga hingga hari ini napi m. Nazar tidak pernah lagi terlihat didalam rutan sigli.

“ Banyak bang napi tidak ada didalam rutan sigli,semenjak pak irfan jadi karutan sigli gampang keluar ataupun mau pulang,yang penting ada uang,disini ada napi pindahan dari jawa nazar Cuma dua hari didalam,sekarang tidak pernah masuk lagi kedalam “,ungkap salahsatu napi rutan sigli yang ditemui oleh AMP sedang berada disalahsatu warung di kota sigli,Sabtu (4/3/2017).

Hingga berita ini di lansir pihak Kanwilkumham Aceh maupun Kemenkumham Jakarta belum melakukan pemeriksaan dan memberi tindakan tegas kepada oknum karutan sigli atas semua pelanggaran yang telah diperbuatnya sejak menjadi karutan bireun hingga menjabat karutan sigli,Pidie.

Berikut daftar nama-nama napi yang raib dirutan bireun saat kepala rutan dijabat oleh irfan,diduga semua napi yang menghilang dari rutan ini rata-rata telah memberikan uang mulai puluhan hingga ratusan juta kepada irfan yang kala itu kepala rutan bireun.

1.Milin bin Anwar kasus Narkoba Hukuman 11 Tahun Bebas 23 Januari 2019.

2.Ridwan bin Abubakar kasus Narkoba Hukuman 6 tahun

3.Supriadi bin Yunus kasus narkoba hukuman 6 tahun bebas juli 2019.

4.Zulfikar bin Afifuddin kasus narkoba hukuman 8 tahun bebas 18 juli 2024.

5.Safriadi bin Abdullah kasus narkoba hukuman 6 tahun bebas 16 mei 2022.

6.M. Saladin Akbar kasus Korupsihukuman 4 tahun bebas oktober 2019.

7.Munir bin Yusuf kasus Korupsi hukuman 1 tahun bebas september 2017.

8. Nurdin kasus korupsi,terakhir di informasikan telah dipindahkan ke rutan sigli. (TSA)


Ribuan Warga Jeunieb Raya Terlihat sedang mendengarkan orasi politik Islam

Seuramoenews.com, Jeunieb - Tusop dr. PUR mulai Terhitung dihari ketujuh masuknya periode masa kampanye bagi para calon kepala daerah di seluruh indonesia, salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bireun periode 2017-2022.

Tu Sop mengadakan acara kampanye terbuka di Gampong Lancang Raya kecamatan jeunieb kabupaten Bireun, 05/11/2016.

Acara yang dihadiri ribuan masyarakat tersebut berlangsung khidmat dan tertib, sesuai dengan Misi dan Visi politik Tu sop-dr Pur yang menganut sistem politik santun. 

Menurut pantauan Seuramoenews.com, acara kampanye pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bireuen yang satu ini terkesan sangat unik dan tergolong langka. 

Bagaimana tidak, baru kali ini masyarakat Aceh di suguhkan dengan model kampanye yang didalamnya terselip banyak ilmu agama.

Bahkan yang sangat membuat hadirin terkesan dan meurasa "teulom-lom", (Ketangihan), dipenghujung acara tersebut seluruh masyarakat yang memadati lapangan Gampong Lancang Raya dihanyutkan dengan lantunan zikir yang dipandu oleh Tgk.Khalili M. Johan (Pimpinan LPI Mujibulhaq Al 'Aziziyah Jeunieb) dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

Dalam acara Tersebut, Tu sop dan dr Pur menyampaikan Beberapa visi dan misi mereka mencalonkan diri menjadi bupati Bireun periode 2017-2012. Tusop sempat menyampaikan beberapa sanggahan secara halus tentang fitnah yang selama ini menghujati beliau dan pasangannya.

Penulis Tgk. Mohd Rijal
Editor HyM


Seuramoenews.com, Jeunieb - �Bagi orang beriman, dunia tidak diciptakan sebagai tempat berbangga-bangga dengan segala pujian dan sanjungan dari orang-orang disekeliling kita. Tetapi dunia adalah medan perjuangan untuk menggapai keridhaan-Nya yang harus dimenangkan walaupun harus mengarungi lautan fitnah, celaan dan cemoohan dari seluruh manusia di muka bumi sekalipun. Maka jangan pernah panik saat dihujani fitnah. Jangan goyah saat diterpa celaan dan cemoohan. Karena sebaik dan sesempurna apapun seorang manusia, tetap saja ia tidak akan pernah pernah disukai oleh semua orang�

Begitulah pesan Tgk H. M. Yusuf Abdul Wahab, sosok yang oleh para santri biasa disapa Ayah Sop, kepada para santrinya dalam pengajian rutin di dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Ba�da Ashar, Minggu, 30 Oktober 2016. Pengajian yang diikuti oleh santri-santri senior dan dewan guru Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb ini mengkaji salah satu kitab agung karya Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin.

Lebih lanjut sosok yang oleh masyarakat luas biasa dipanggil Tu Sop Jeunieb ini juga mengingatkan bahwa dunia ini tidak akan pernah steril dari fitnah memfitnah. Sejak era Rasulullah saw hingga sekarang, virus ini selalu membayang-bayangi umat. Terlepas dari kronis tidaknya. Yang jelas ia selalu ada.

�Jangankan diera kita yang sudah begitu jauh dari era terbaik dalam perjalanan umat, yaitu era Rasul dan Sahabat, pada era Rasulullah saja fitnah memfitnah ini sudah ada. Bahkan Rasulullah saw sendiri kerap menjadi sasaran fitnah kaum jahiliyah yang merasa terganggu dengan kehadiran Rasul membawa misi ilahiyah. Jika Rasulullah saja difitnah, mengapa kita harus panik saat difitnah. Bukankah kita hanya manusia biasa yang sangat jauh dari kesempurnaan yang dimiliki Rasulullah?�, tanyanya menegaskan.

Terkait persoalan fitnah, Ayah Sop menyakinkan, bahwa sejatinya fitnah sama sekali tidak berbahaya bagi yang terkena fitnah, tetapi ia sangat beresiko bagi yang melakukannya. Fitnah tidak akan mampu merubah yang baik menjadi buruk. Kebaikan akan bernilai kebaikan walupun manusia sepakat mengatakannya kejahatan. Dan yang buruk tetap saja buruk walaupun semua manusia bersepakat mengatakannya baik.  

�Maka dari itu, kita harus tetap komit pada kebaikan walau sedang berada dalam pusaran fitnah. Hadapi fitnah dengan senyum. Balaslah fitnah itu dengan memanjatkan doa kepada Allah agar mereka yang terjebak didalamnya insaf dan kembali ke jalan yang lurus. Jangan panik menghadapi fitnah sehingga menyeret kita dalam perilaku yang sama jahatnya. Apalagi membalas fitnah dengan caci maki. Sebab jika demikian dimana bedanya kita dengan mereka?�, ajar sosok yang pernah belajar pada Syeh Sayed Muhammad Ali, Mekkah Al-Mukarramah ini.

dikutip dari tusop.com

Foto Udara di Ambil dengan menggunakan Drone Phantom 4 

Masjid merupakan tempat pencerahan dan ibadah. Karena itu, masjid tak boleh dikotori oleh pihak tak bertanggungjawab yang rawan memecah belaah umat atau digunakan untuk menebar fitnah yang cenderung sebagai politik hitam.

#Politik_Fitnah_Lam_Mesjid_Usai_Shalat
Curahat Hati seorang yang lagi One The Way Dari Matang Geulumpangdua, hendak menuju Sigli, Tepatnya jam 12.16 WIB, tiba di Sebuah Mesjid Imum Syafi'i yang terletak di Desa Blang Me Timu Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen.

Setelah saya melakukan Ibadah shalat Zuhur , saya langsung merebahkan badan saya karna capek, sekitar 2 menit saya istirahat di dalam Mesjid, terdengar sebuah rekaman audio yang berasal dari sebuah Hanphone Android, yang sedang mereka dengar.

Pantaun Admin Jarak 10 meter dari mereka, saya melihat tingkah lakunya yang duduk bersamaan sekitar 8 orang, terlihat persis mereka-mereka adalah para pendukung si Pulan karna dari salah satu oknum (meu upatnya), menggunakan Peci Merah yang berlambang salah satu Partai, 

Sekitar 2 jam lebih mereka makan daging, semua yang terekam dalam ulee lon mandum fitnah, mereka memutar suatu rekaman saya yakin sebagian pembaca seuramoenews tau isi rekamannya, 

Sungguh Bangsatnya, Sungguh Biadapnya Mereka, Sungguh Munafiknya Mereka, 
Memfitnah di dalam Mesjid.

Email dikirim oleh Irawan 
Penerima @Redaksi

pemuda desa sangso 

Tari Rabbani Wahed adalah sebuah seni tari sufi yang berasal dari Samalanga, Bireuen, Aceh. Tarian yang mengajarkan tentang tauhid, agama, serta kekompakan melalui gerakan energik ini diciptakan oleh T. Muhammad Daud Gade. Tarian Sufi yang dimulai dengan mengikuti syair dari tarian Meugrob dan memiliki lebih dari 30 gerakan yang diawali dengan melakukan Rateb du'ek (duduk) dan Ratep deng (berdiri) ini merupakan pengembangan dari tarian Meugrob yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu di Aceh.

Asal-muasal tari Rabbani Wahed sudah ada sejak ratusan tahun sebelumnya. Tarian ini dimainkan di mushola-mushola dan dipertunjukkan ke khalayak ramai pada hari besar Islam, seperti hari raya Idul Fitri, pembagian zakat fitrah, Maulid Nabi, bulan Ramadhan, acara panen dan hajatan lainnya, yang dibawakan oleh murid-murid Muhammad Saman.


Kini tarian hanya dimainkan sebagai warisan budaya, yang dihidupkan kembali oleh Daud Gade pada tahun 1990, setelah hampir hilang tergerus zaman di masa kolonial Belanda dan pascakemerdekaan Indonesia. Saya mempopelerkan kembali pada tahun 1990 Pada tahun itu, Gubernur Aceh Ibrahim Hasan mengeluarkan sebuah surat edaran menyerukan agar kesenian Aceh yang semakin memudar untuk dilestarikan kembali. Tidak berapa lama kemudian, Dawod Gade langsung merespon surat edaran tersebut. Kala itu ia adalah seorang kepala desa (keuchik) Sangso, Samalanga. Beliau kemudian mengumpulkan beberapa pemuda yang ada di gampongnya. Ditempat itu, ia kemudian mengemukakan ide spontan yang ada dalam pikirannya. Dalam 14 hari, semua gerakan Rabbani Wahid selesai disusun,dan kini diilanjutkan oleh generasi demi generasi

Sumber :www.ajnn.net 
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget