Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Perang"

Polda di Papua telah meminta bantuan personel TNI untuk membantu menyelesaikan 'penyanderaan' sekitar 1.300 warga di Timika.
AMP - Tentara Nasional Indonesia (TNI) membuka semua opsi untuk menyelesaikan 'penyanderaan' sekitar 1.300 warga di Papua, dari pendekatan lunak hingga tegas jika memang diperlukan.

"Kami tentu mengantisipasi semua kemungkinan, kami ikuti perkembangan di lapangan, kami ikuti semua informasi tentang apa yang dilakukan kelompok (yang melakukan penyanderaan) tersebut," kata Kapuspen TNI, Mayjen TNI Wuryanto, saat dihubungi BBC Indonesia, hari Jumat (10/11).

Saat ditanya apakah TNI juga akan melakukan tindakan tegas jika diperlukan, Wuryanto mengatakan, "Pasti. Mudah-mudahan sih dengan cara-cara yang soft (lunak atau persuasif) semuanya bisa diselesaikan."

Sebelumnya, Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan pihaknya ingin persoalan 'penyanderaan' di dekat lokasi operasional perusahaan tambang Freeport di Tembagapura, Mimika, Papua, ini diselesaikan tanpa kekerasan.

Dalam wawancara dengan para wartawan di Jakarta, panglima TNI mengatakan aparat keamanan akan mengutamakan keselamatan warga sipil.

Hingga Jumat belum ada titik temu untuk menyelesaikan 'panyanderaan' warga di Tembagapura.

Polda Papua sudah meminta bantuan tokoh-tokoh agama dan masyarakat setempat untuk 'membujuk' para pelaku agar membiarkan warga meninggalkan lokasi tersebut, tetapi ditolak mentah-mentah.

Aparat keamanan menyebut penyanderaan dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata, namun sejumlah pihak meyakini mereka berasal dari kelompok Organisasi Pembebasan Papua (OPM).

Perwakilan Tentara Pembebasan Nasional OPM, Hendrik Wanmang, mengatakan pihaknya tak tertarik melakukan perundingan.
'Tidak menduduki desa'

Dalam wawancara dengan kantor berita Reuters, Wanmang mengatakan pihaknya tidak menduduki desa. Menurut Wanmang, 'tidak ada satu tentara OPM yang ditempatkan di desa-desa tersebut'.
Hak atas foto Reuters
Image caption Suasana aksi protes di dekat perusahaan tambang Freeport di Timika pada Agustus 2017.

"Kami tak bisa berbaur dengan masyarakat, itu hanya akan membahayakan mereka," kata Wanmang.

Namun ia memperingatkan bahwa pihaknya tak menjamin keamanan pegawai Freeport atau aparat keamananan. "Kami berperang dengan polisi, TNI, dan Freeport," katanya.

Kepolisian Indonesia meyakini bahwa aksi kelompok bersenjata itu lebih dilatari motif kriminal ketimbang murni politik.

Juru bicara Polda Papua, Suryadi Diaz mengatakan pelaku ingin mengganggu aktivitas Freeport.

Namun tudingan ini dipertanyakan pegiat Komite Nasional Papua Barat (KNPB), organisasi yang mengkampanyekan secara damai aspirasi pemisahan Papua dari Indonesia.

"Mereka melakukannya karena ideologi, karena mereka mau berdiri sendiri. Bukan karena minta kesejahteraan...," kata Kepala komisariat diplomasi pusat KNPB, Warpo Wetipo kepada BBC Indonesia.

Terjadi insiden kekerasan dengan berbagai skala di Papua sejak daerah ini resmi masuk menjadi wilayah Indonesia melalui mekanisme referendum PBB -yang lebih dikenal dengan sebutan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera)- pada 1969.

Ketidakpuasan atas proses referendum 1969, dugaan pelanggaran HAM, dan 'ketidakadilan ekonomi' mendorong beberapa kelompok di Papua mengkampanyekan referendum ulang atau pemisahan Papua dari Indonesia.

Pemerintah di Jakarta menegaskan bahwa masuknya Papua sebagai bagian dari Indonesia sudah final.

Presiden Joko Widodo berjanji memberi perhatian yang lebih besar ke Papua.

Ia antara lain telah membebaskan sejumlah tahanan politik dan menggencarkan pembangunan infrastruktur di pedalaman Papua.(BBC)

Milter Filipina terus menggempur Marawi yang dikhawatirkan akan dijadikan wilayah kekuasaan ISIS di Asia Tenggara. (REUTERS/Romeo Ranoco)
AMP - Chico Usman terkejut ketika orang-orang yang mengenakan penutup wajah dan membawa senapan serbu memasuki Marawi, kota berpenduduk mayoritas muslim dengan populasi 200 ribu orang di Filipina.

Mereka memasuki kota tersebut secara tiba-tiba pada 24 Mei. "Semua orang kaget dan melarikan diri ke rumah," ujarnya.

Suara baku tembak dan pertempuran pun menggema hingga keesokan harinya.

Setidaknya 103 orang telah tewas dalam perang antara kelompok teror ISIS dan tentara di kota yang berada di bagian selatan Mindanao itu. Presiden Rodrigo Duterte pun menerapkan darurat militer.

Kini, bendera hitam kelompok teror ISIS yang menyalahgunakan kalimat 'la ilaha ilallah' atau 'tiada Tuhan selain Allah' berkibar di hampir seluruh penjuru kota, kata Usman.

Dia diwawancarai CNN di dekat Saguiaran, kota kecil di pinggiran Marawi, tempat pengungsian sementara para penduduk kota yang kini dikepung militan Islamis itu.

Bentrok antara pasukan pemerintah dan para militan merenggut nyawa 19 warga sipil, 11 anggota militer dan empat orang polisi hingga Minggu (28/5), kata juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina (AFP).

AFP juga mengonfirmasi 61 militan tewas dalam pertempuran.

Dalam insiden terpisah, delapan orang lain yang sempat disangka melarikan diri ke luar kota ditemukan tewas di sebuah lembah.

CNN Phillipines melaporkan sejumlah saksi mata menyebut para korban diminta untuk membacakan doa-doa Islam dan mereka yang gagal bakal dibawa oleh kelompok bersenjata. Filipina adalah negara mayoritas Katolik, meski Mindanao mempunyai populasi Muslim yang signifikan.

Pertempuran di kawasan ini terjadi setelah pasukan militer meluncurkan operasi memburu Isnilon Hapilon, pimpinan militan Filipina yang disebut sebagai pemimpin ISIS Asia Tenggara.

Terkepung, dia pun meminta bala bantuan darurat dari kelompok Maute, militan lokal yang telah menyatakan berafiliasi terhadap ISIS.

Kemudian mereka berdatangan ke Marawi dalam jumlah ratusan orang, membakari bangunan, menculik sandera dan tak segan bertempur dengan pasukan pemerintah.

Meski sejumlah kelompok radikal dan kriminal berbasis keagamaan telah aktif di daerah perbatasan antara Filipina-Malaysia-Indonesia itu selama bertahun-tahun, serangan blak-blakan seperti ini membuat para pengamat khawatir ISIS berhasil melebarkan sayap ke Asia Tenggara.

"Apa yang terjadi di Mindanao sudah bukan lagi pemberontakan warga Filipina. Ini sudah menjadi invasi oleh teroris asing," kata Jaksa Agung Muda Jose Calida. "Mereka ingin membuat Mindanao menjadi bagian kekhalifahan."

Meski ISIS belum mendeklarasikan wilayah dari kekhalifahannya di Asia Tenggara seperti yang mereka lakukan di Libya dan Arab Saudi, banyak analis meyakini hal tersebut hanya soal waktu.

Pengaruh ISIS telah menyebar di seluruh penjuru Asia Tenggara beberapa tahun belakangan. Lebih dari 60 kelompok telah berbaiat kepada Abu Bakar al-Baghdadi, kata Rohan Gunaratna, kepala International Centre for Political Violence and Terrorisme Research.

Serangan di Kampung Melayu yang menewaskan tiga orang polisi pekan lalu adalah salah satu contoh kasusnya. Meski dilakukan oleh warga lokal, Kepolisian mencurigai serangan itu terkait dengan ISIS.

Sementara di Malaysia, enam terduga militan, termasuk seorang yang diduga penyelundup senjata ISIS, diciduk petugas khusus Divisi Anti-Teror pekan lalu. Sejumlah serangan di kawasan pun diatribusikan pada kelompok teror tersebut.

Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) memperingatkan, sementara ISIS telah memperdalam kerja sama antarkelompok ekstremis di Asia Tenggara, sebagian besar upaya penegakan hukum dan kontra-terorisme masih dilakukan dalam skala nasional.

"Masalah geografis dan kedaulatan, klaim teritorial dan politik kawasan ... sepertinya menghambat kerja sama regional," kata analis Jasminder Singh dan Mihammad Haziq Bin Jani dalam laporan akademis tahun lalu.

Jika tidak ada aksi yang diambil, kata mereka, kawasan ini berisiko menjadi versi Asia Tenggara dari perbatasan Afghanistan dan Pakistan.--sebuah risiko yang terutama sangat mengancam Mindanao.[CNN]

Sebuah ledakan menghantam bus yang membawa tentara Turki, beberapa orang diyakin tewas. Foto/Reuters
ANKARA - Sebuah ledakan menghantam bus yang membawa tentara pulang bertugas dan warga sipil di dekat sebuat universitas di pusat kota Kayseri, Turki. Diyakini sejumlah orang tewas dan terluka akibat ledakan tersebut.

Sumber-sumber keamanan dan media lokal menyatakan ambulans segera dikirim ke lokasi ledakan. "Ada yang tewas dan terluka akibat ledakan," kata sumber di rumah sakit setempat saat dikonfirmasi, tetapi tidak mengungkapkan jumlah korban seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (17/12/2016).

Kantor berita Turki Dogan menurunkan laporan yang menyatakan ledakan tersebut terjadi ketika bus melewati sebuah mobil yang diyakini telah dipasang bahan peledak. Sedangkan penyiar NTV melaporkan ledakan terjadi di dekat halte bus di kampus Erciyes University di Kayseri.

Serangan ini terjadi tepat seminggu setelah serangan bom kembar di luar stadion sepak bola Istanbul. Serangan bom yang dilakukan oleh gerilyawan Kurdi itu menewaskan lebih dari 40 orang dan melukai lebih dari 100 orang.

Turki menghadapi beberapa ancaman keamanan termasuk efek domino dari perang melawan ISIS di Suriah utara. Turki adalah anggota dari koalisi pimpinan AS yang memerangi kelompok militan tersebut. Mereka juga menghadapi serangan dari militan Kurdi, yang telah melakukan pemberontakan selama tiga dekade menuntut otonomi yang sebagian besar terjadi di wilayah tenggara Turki. (Sindonews)

AMP - Solusi atas pembantaian kaum Muslim di Rohingya, Myanmar adalah dengan melakukan jihad. Tanpa jihad, kehormatan kaum Muslimin akan terus diinjak-injak rezim militer dan kaum Budha di sana. Meskipun sebelum itu, upaya diplomasi tetap dilakukan dengan meminta pemerintah dan kaum Budha Myanmar menghentikan tindakan keji mereka.

"Kalau secara diplomasi pemerintah tak peduli, maka kami minta orang-orang Rohingya untuk menyiapkan anak-anak muda di sana untuk membuka (wilayah). Saatnya para mujahidin dunia berdatangan, (wilayah) sudah terbuka," kata pengurus DPP Front Pembela Islam (FPI) Ustad Jakfar Shidiq dalam Majelis Taqarrub Ilallah dan Temu Pembaca Suara Islam ke-33 di Masjid Baiturahman, Jl Sahardjo, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5/2013).

Selain Ustad Jakfar, hadir dalam acara yang dipandu Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath itu Ketua Umum DPP Gerakan Reformis Islam (GARIS) H Chep Hernawan dan Sekjen Komite Advokasi Muslim Rohingya-Arakan (KAMRA) Ustad Bernard Abdul Jabbar.

Menurut Ustad Jakfar, saat ini telah siap 1000 pemuda Islam untuk masuk ke Rohingya membela saudara-saudara mereka yang terbantai. Hal ini dilakukan supaya kaum agama lain tidak lagi menindas umat Islam.

Untuk mempersenjatai lengkap seribu orang itu, kata Ustad Jakfar, diperlukan dana setidaknya Rp10 miliar. Dana itu akan dihimpun dari umat Islam yang peduli terhadap nasib umat Islam Rohingya. "Saya yakin sampai Ramadhan Rp10 mliyar itu akan terkumpul," katanya mantap.

Rencana ini, lanjut Ustad Jakfar, disampaikan oleh FPI secara terang-terangan dan terbuka kepada umat Islam. Sebab jika dilakukan tertutup justru akan dimanfaatkan Densus 88 untuk menterorisasi umat. "Jangan sampai dimanfaatkan oleh Densus 88. Kita dipojokin lagi," katanya.

Supaya tidak dianggap melanggar hukum Indonesia, rencananya semua peralatan jihad akan dibeli di luar Indonesia. "Tujuannya suapaya mereka (Myanmar) gentar, kalau kita betul-betul menekan. Sebab kalau tak ada AS, siapa sih Myanmar?," pungkasnya.

Sumber : Muslimina
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget