Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Internasional"

AMNews - Beberapa pihak menilai, pemerintah Indonesia hingga saat ini belum bersikap tegas terhadap China yang mengklaim Natuna berdasarkan nine dash line dan traditional fishing right. Hal ini dikait-kaitkan dengan ketergantungan Indonesia pada China, termasuk salah satunya utang luar negeri.

Insiden masuknya kapal-kapal nelayan asal China yang dikawal kapal coast guard yang masuk ke perairan Natuna secara illegal, membuat hubungan Indonesia – China beberapa hari terakhir ini panas dingin.

Terkait Masuknya kapal-kapal Negeri Tirai Bambu di Zona Eksklusif Ekonomi (ZEE) Indonesia di perairan Natuna membuat berang pihak Indonesia. Melalui Kementerian Luar Negeri, pemerintah Indonesia telah mengirim nota protes resmi dan memanggil Dubes China untuk Indonesia di Jakarta.

Dikutip dari kompas.com, data statistik utang luar negeri Indonesia (SULNI) yang dirilis Bank Indonesia (BI) periode terbaru, per September 2019 menurut negara pemberi kredit, utang Indonesia yang berasal dari China tercatat sebesar 17,75 miliar dollar AS atau setara Rp 274 triliun (kurs Rp 13.940).

Utang Indonesia terhadap China posisinya meningkat tipis dibandingkan per Agustus 2019 yang mencatatkan utang sebesar Rp 17,09 miliar dollar.

Memang, China dalam beberapa tahun belakangan telah menjadi salah satu negara penyumbang terbesar untuk Indonesia atau berada di posisi keempat.

Sedangkan negara pemberi kredit terbesar Indonesia masih ditempati Singapura dengan jumlah pinjaman sebesar 66,49 miliiar dollar AS, disusul Jepang 29,42 miliar dollar AS, Amerika Serikat 22,46 juta dollar AS. Total keseluruhan utang luar negeri Indonesia per September 2019 sebesar 202,31 miliar dollar AS.

Utang Indonesia terbagi dalam utang pemerintah sebesar 194,35 miliar dollar AS dan utang yang berasal dari Bank Indonesia tercatat 2,78 miliar dollar AS. Sementara utang luar negeri yang berasal dari sektor swasta yang dicatat Bank Indonesia yakni 198,49 miliar dollar AS.

Pertumbuhan utang Indonesia dipengaruhi oleh transaksi pembayaran neto utang luar negeri. Dari data SULNI utang luar negeri adalah posisi utang yang menimbulkan kewajiban membayar kembali pokok atau bunga utang kepada pihak luar negeri atau bukan penduduk baik dalam valuta asing maupun rupiah dan tidak termasuk kontinjen.

Yang termasuk dalam pengertian utang luar negeri adalah surat berharga yang diterbitkan di dalam negeri yang menimbulkan kewajiban membayar kembali kepada pihak luar negeri atau bukan penduduk.

Mengenai konflik Natuna, sebelumnya pemerintah Indonesia melalui Kemenlu memanggil Duta Besar China di Jakarta dan menyampaikan protes kerasnya. “Kemlu telah memanggil Dubes RRT di Jakarta dan menyampaikan protes keras terhadap kejadian tersebut. Nota diplomatik protes juga telah disampaikan,” demikian Kemenlu memberikan pernyataan.

Dubes China telah mencatat protes yang dilayangkan untuk segera diteruskan ke Beijing. “Dalam pertemuan kemarin, Dubes RRT akan menyampaikannya ke Beijing,” kata Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, seperti dilansir Kompas.com.

Hal ini dinilai pun penting agar hubungan bilateral kedua negara tetap berjalan dengan baik dan saling memberikan keuntungan. Wilayah ZEE ditetapkan oleh United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).

Baik Indonesia maupun China merupakan bagian dari itu sehingga harus saling menghormati wilayah kedaulatan satu sama lain. “Menegaskan kembali bahwa Indonesia tidak memiliki overlapping jurisdiction dengan RRT (China). Indonesia tidak akan pernah mengakui 9 dash-line RRT, karena penarikan garis tersebut bertentangan dengan UNCLOS sebagaimana diputuskan melalui Ruling Tribunal UNCLOS tahun 2016,” kata Kemenlu.

Kemenlu pun akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti TNI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Badan Keamanan Laut (Bakamla). Upaya ini dilakukan untuk menegakkan hukum di ZEE Indonesia. Dugaan masuknya kapal China ke wilayah Perairan Natuna juga ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Sumber: Kompas.com

AMNews - The assassination of Iranian general Qassem Soleimani has ushered in another turbulent decade for the Middle East. United States President Donald Trump's decision to greenlight the assassination of the head of the Quds Force, the paramilitary wing of Iran's Islamic Revolutionary Guard Corps, is for all practical purposes a "declaration of war" with far-reaching implications for the region, especially Iraq.

US attempts to portray Soleimani as a master terrorist leader, like say, the Islamic State of Iraq and the Levants's (ISIL, or ISIS) Abu Bakr al-Baghdadi is wrong and misses the big picture. Soleimani may have been controversial, even a bloody "shadow commander", but he served at the pleasure of Iran's supreme leader, Ali Hosseini Khamenei, to protect and expand the regime's interests in the Middle East. The killing of Soleimani is an attack on the Iranian state.

So why did the US resort to his assassination, why now and what is its endgame?
 
The Trump calculus

Several people in Trump's close circle like former national security advisors, Michael Flynn and John Bolton, and "unofficial advisors" like Israel's Benjamin Netanyahu and Saudi Crown Prince Mohammed Bin Salman, have all incessantly urged him to act militarily against Iran and push for regime change.

But for three years, Trump chose to ignore their advice, insisting that the US does not seek war with the Islamic republic. Instead, he slapped Tehran with tough sanctions aimed at crippling its economy, containing its regional ambitions and forcing it back to the negotiations table to sign another deal - a "Trump deal". 

So, what changed?

Well, basically, the Trump administration realised its "maximum pressure" policy has failed. It may have hurt Iran but it did not isolate or deter a bellicose Iranian leadership.

Iran's proxy attack on the US embassy in Baghdad earlier this week was a rude reminder of the humiliating 1979 takeover of the US embassy in Tehran that demoralised the Carter administration and the 2012 attack on the US diplomatic compound in Benghazi that bruised the Obama administration.

The Trump administration, which feared a repeat of this scenario in Baghdad, claims its response was meant to safeguard American lives from future attacks, not start war with Iran. Or, according to the sceptics, it was meant to safeguard the Trump presidency by deflecting attention from the impeachment during an election year.

Either way, the assassination is a clear departure from the policy of sanctions, showing Trump's readiness to use US military might as much as its economic power.

Actions speak louder than words.
 
Iran's strategy

From the outset, the Islamic republic rejected Trump's abandonment of the nuclear deal and the imposition of sanctions as unacceptable bullying, and refused to sit by idly while US sanctions blocked the country's vital oil exports, crippled its economy and bankrupted its military.

Tehran expanded its proxy attacks on US assets and allies in the area, including recent attacks on tankers in the Gulf and Saudi oil installations, leading up to this week's attack on US positions in Iraq.

Tehran has also cultivated new strategic alliances with Russia and China, joining the two for war games in the Gulf of Oman in late December.

The assassination is not going to change any of these policies; in fact, it will merely accelerate them.

If history is any guide, Iran will absorb the attack at first and avoid an all-out war with far superior US military forces. Trump may have challenged Khamenei for a duel, but the supreme leader prefers fighting in the shadows.

So, respond, he will. His options are plentiful and his timetable is open-ended. This includes assassinations, covert operations, low-intensity warfare and oil and maritime disruptions in the Gulf region.

In other words, more of the same - much more.

This will especially be the case in Iraq, where Iran has long exploited US failure and retrenchment in order to shore up its allies and clients and increase its strategic leverage against the US.

And it may well do that again.

Vying for Iraq

Contrary to conventional wisdom and apocalyptical scenarios of World War III starting, the assassination of Soleimani may well prove to be Trump's ticket out of Iraq, just as the assassination of Abu Bakr Al-Baghdadi was his ticket out of the Syrian conflict. This fits in perfectly with his desire for strategic redeployment in the Middle East to extract US troops and civilians from the local hotspots and provide the Pentagon with greater freedom to act against its enemies. This means more drone attacks, special forces operations and guided missile strikes with minimum risk for US personnel.

It is nothing new for the US, which redeployed out of Lebanon following the 1983 bombing of the US Marine barracks, and pulled out of Somalia after the 1993 attack on US troops. Similarly, it is planning a withdrawal from Afghanistan.

Of course, Iraq is different. It is a far bigger deal for the US after it invested billions of dollars and lost thousands of lives trying to keep hold of the country over the past 16 years.

But as a businessman come statesman, Donald Trump is guided by a golden business rule that says: do not throw good money after bad, regardless of pride, oil or partners.

The question is: will Iran exploit this US tendency for retrenchment, or encourage its propensity for war?

Either way, Iraq and the rest of the divided Arab world will continue to suffer as a result, in accordance with the old Swahili proverb: when elephants fight and when they play, it is the grass that gets crushed. | aljazeera.com

AMNews - Tembok Berlin, sebuah simbol global pemisah Timur dan Barat, perang antara komunisme dan kapitalisme. Tembok ini didirikan oleh kediktatoran Republik Demokratik Jerman (DDR), atau lebih dikenal dengan nama Jerman Timur, pada 1961.

Dikelilingi oleh perbatasan beton dan kawat berduri yang dijaga ketat sepanjang 155 kilometer, warga di Berlin Barat hidup bebas ditengah DDR komunis, berbeda dengan warga di Jerman Timur yang selama beberapa dekade selalu memandang penuh kerinduan ke arah Barat yang rasanya tidak terjangkau, berharap suatu hari nanti dapat melarikan diri.

Namun, semua berubah dalam sekejap pada 9 November 1989, ketika kebijakan perjalanan Jerman Timur yang baru, diumumkan melalui konferensi pers yang disiarkan langsung di TV pemerintah. Undang-undang itu mengumumkan bahwa semua warga Jerman Timur dibebaskan bepergian ke Barat dan langsung berlaku usai diumumkan. Setelahnya, ribuan orang berlarian ke perbatasan di jantung kota Berlin, yang baru akan dibuka beberapa jam kemudian.

Foto-foto perayaan warga di kedua sisi perbatasan tersebar di seluruh dunia, menandai akhir dari pemisahan Jerman. Kurang dari setahun setelahnya, yaitu pada 3 Oktober 1990, negara yang sebelumnya terbagi menjadi Timur dan Barat setelah Perang Dunia II, akhirnya kembali bersatu. Tidak bisa dimungkiri bahwa peristiwa bersejarah ini hanya dimungkinkan terjadi atas persetujuan pemenang Perang Dunia II, yaitu Sekutu Barat - AS, Inggris dan Perancis, dan Uni Soviet.

Selanjutnya

Peta wilayah Palestina dan Israel dari masa ke masa yang pernah disiarkan MNSBC tahun 2015. Foto/Tangkapan layar YouTube/MNSBC
AMNews - Negara "Palestina Baru" telah direncanakan berdasarkan kesepakatan baru antara Israel, Hamas dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Dalam rancangan perjanjian itu, negara anyar tersebut harus membayar kepada rezim Zionis untuk perlindungan terhadap agresi internasional.

Dokumen rancangan kesepakatan itu telah bocor dan disiarkan stasiun televisi Al Mayadeen yang berbasis di Lebanon pada hari Senin (16/12/2019).

Di bawah kesepakatan itu, sebuah negara anyar bernama "Palestina Baru" akan dibuat di Tepi Barat dan Jalur Gaza, kecuali untuk wilayah yang sudah ditempati oleh Israel. Yerusalem akan dibagikan oleh Israel dan "Palestina Baru".

Menurut laporan Al Mayadeen yang dikutip Senin (17/12/2019), proyek tersebut telah disetujui oleh Amerika Serikat, Uni Eropa dan negara-negara Teluk Persia. Negara-negara tersebut diperkirakan akan mengalokasikan sekitar USD30 miliar dalam lima tahun ke depan untuk pembentukan negara baru.

Masih menurut laporan itu, hanya polisi yang akan diizinkan untuk membawa senjata di negara "Palestina Baru", dan Israel akan melindungi negara anyar itu dari agresi asing, asalkan "Palestina Baru" membayar perlindungan semacam itu kepada Israel.

Hamas nantinya sepenuhnya akan dilucuti, tetapi para anggotanya akan menerima gaji bulanan. Hamas, organisasi militan Palestina yang menguasai Jalur Gaza, telah "dikunci" dalam konflik berkepanjangan dengan Israel.

Pemerintah Otoritas Palestina yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas dan Hamas belum berkomentar atas bocornya dokumen rancangan negara anyar itu. Pemerintah Israel juga belum berkomentar

Awal bulan ini, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS menyetujui resolusi yang menegaskan kembali dukungannya pada solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina. Resolusi itu juga menentang aneksasi sepihak oleh Israel.

Presiden AS Donald Trump telah mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Tak hanya itu, Trump juga mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel. Dataran Tinggi Golan adalah wilayah Suriah yang diduduki Israel sejak Perang Enam Hari 1967.

Pada bulan November, Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan bahwa Washington tidak menganggap pemukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki sebagai tindakan ilegal. Keputusan itu bertentangan dengan hukum internasional dan kebijakan AS sebelumnya terkait dengan permukiman tersebut.[SINDOnews]

Asiye Abdulaheb
AMNews - Ancaman pembunuhan terhadapa Asiye Abdulaheb datang bertubi-tubi. Itu terjadi karena dia menyebarkan dokumen rahasia pemerintah Tiongkok tentang kamp detensi Uighur.

Perempuan Uighur 46 tahun yang kini tinggal di Belanda tersebut mengungkapkan kisahnya kepada harian Belanda de Volksrant untuk melindungi keluarganya.

“Saya bisa mengatasi tekanan ini. Tetapi, saya takut sesuatu terjadi pada anak-anak saya dan ayah mereka,” ujarny.

“Kami tidak bisa tidur. Kami butuh perlindungan lebih. Publikasi memberi kami perlindungan,” tambahnya.

Dalam salah satu surat, Abdulaheb diancam bakal berakhir di tempat sampah depan rumahnya.

Abdulaheb mengungkapkan bahwa dirinya mendapat dokumen rahasia yang berisi 24 halaman itu musim panas ini.

Seluruh dokumen tersebut sudah disimpan di laptopnya. Dia tidak mengungkap sosok yang memberikannya. Yang jelas, tugasnya adalah menyebarkan informasi tersebut agar dunia tahu apa yang terjadi di Xinjiang.

Selama ini pemerintah Tiongkok mengklaim warga Uighur masuk kamp secara sukarela. Tetapi, versi dokumen yang tercantum pada 2017 itu tidak demikian.

Di dalamnya terungkap detail bagaimana kamp tersebut dijalankan. Mulai pengawasan di kamar mandi hingga sistem mata-mata berteknologi tinggi yang digunakan untuk mengidentifikasi warga Uighur.

Terdapat sekitar satu juta warga Uighur di kamp-kamp detensi tersebut. Petugas mencuci otak mereka agar menjadi murtad atau keluar dari agamanya.

Tiongkok sempat menyangkal dokumen tersebut, namun akhirnya mengakuinya. Mereka menyebut kamp itu sebagai tempat reedukasi untuk mencegah radikalisasi. [pojoksatu.id]

Mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi, mengenakan jumpsuit merah yang menandakan dia telah dijatuhi hukuman mati, mengangkat tangannya di dalam kandang terdakwa di ruang sidang sementara di akademi kepolisian nasional, di pinggiran timur Kairo, Mesir, Sabtu, 18 Juni. 2016. Amr Nabil/AP
AMNews - Presiden Mesir Muhammad Mursi (Mohammed Morsi) meninggal dunia pada Senin (17/6/2019) saat menjalani proses persidangan. Mursi adalah presiden Mesir pertama yang dipilih secara demokratis. 

The Guardian menulis, Mursi adalah tokoh senior Muslim Brotherhood (Persaudaraan Muslim), yang kini dilarang oleh pemerintah Mesir. Ia tengah menjalani persidangan atas tuduhan espionase. Ia pingsan lalu meninggal di tempat. 

“Setelah [hakim memutuskan] kasus ini ditunda, dia pingsan lalu meninggal. Jasadnya kemudian dibawa ke rumah sakit,” kata salah seorang sumber sebagaimana dilansir The Guardian

Pada Mei 2015, Muhammad Mursi tersingkir, dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan. Dakwaannya berlapis, mulai dari penahanan dan penyiksaan para pendemo, membocorkan rahasia negara, berkomplot dengan kelompok asing bersenjata, hingga kabur dari bui (yang dia lakukan bersama anggota Hamas dan Hizbullah pada 2011). 

Sejak kudeta Juni 2013, ia dikurung dalam penjara berkeamanan ketat di Iskandariyah. November 2016 lalu, Pengadilan Tinggi Mesir membatalkan putusan hukuman mati tersebut. Jaksa mengatakan, laki-laki berusia 67 tahun ini, dinyatakan meninggal ketika tiba di rumah sakit Kairo. Penyebab kematian Mursi masih dalam proses penyelidikan. 

Untuk sementara, tidak terlihat bekas luka pada bagian tubuhnya. Namun, Muslim Brotherhood menuduh pemerintah melakukan pembunuhan terhadap Mursi, dengan cara memperlakukannya dengan buruk di penjara. Muslim Brotherhood juga mengajak seluruh Mesir untuk mengadakan pemakaman nasional untuk Muhammad Mursi. 

“Kami mendengar gedoran di kaca penjara oleh para teman sekamarnya, dan mereka meneriakkan bahwa Mursi telah meninggal,” kata Osama El Helw, pengacara Mursi. 

Sementara itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan turut menanggapi berita kabar kematian Mursi. 

“Sejarah tak akan melupakan tirani yang menyebabkan kematian [Mursi], dengan memenjarakan dan memperlakukannya dengan buruk,” katanya. 

Mursi memenangkan pemilu demokratis pertama di Mesir pada 2012 dengan perolehan suara 51,7 persen, usai revolusi Mesir yang berlangsung sejak 2011. Namun, beberapa tahun memerintah, Mursi dikudeta oleh pasukan militer masif yang memprotes kepemimpinannya. 

Mursi berkuasa selama satu tahun tiga hari. Ia digulingkan pada 3 Juli 2013 oleh kombinasi protes jalanan dan kudeta militer. Sebulan kemudian, 14 Agustus, ribuan pendukung Mursi turun ke jalan memprotes kudeta. 

Militer merespons dengan membantai sekitar 1500 pemrotes hanya dalam satu hari. Peristiwa ini kelak dikenal sebagai Pembantaian Rabaa. Pada 3 Juli 2013, dia dikudeta dan digantikan oleh Presiden saat ini, Abdel Fattah el-Sisi. Dia menjadi tahanan rumah sebelum dijebloskan ke penjara.

Asap disertai pijaran api membubung dari salah satu gedung di Gaza ketika jet tempur Israel menyerang sebagai bentuk balasan setelah roket menghantam Tel Aviv pada Senin (25/3/2019).
AMP - Gaza saat ini berada di ambang "bencana kemanusiaan" dengan satu juta warga Palestina terancam kelaparan, demikian peringatan PBB.

Adapun pejabat PBB mengungkapkan, anggaran Badan Pengungsi Palestina (UNRWA) bakal habis "dalam waktu sebulan" dan berada dalam situasi darurat untuk mendapat dana tambahan.

Dilaporkan The Independent Kamis (9/5/2019), sekitar 2.000 orang di Gaza yang ditembak oleh pasukan Israel juga terancam kehilangan anggota badannya akibat krisis dana di UNRWA.

Setiap tahun, UNRWA butuh setidaknya 1,2 miliar dollar AS, sekitar Rp 17,2 triliun, untuk mempertahankan sekolah, fasilitas medis, maupun program pangan.

Selain itu, dana itu juga diperuntukkan sebagai dukungan finansial bagi 5 juta pengungsi Palestina di Gaza, Tepi Barat, Suriah, Lebanon, serta Yordania.

Musim panas lalu, UNRWA harus memohon tambahan dana di negara Eropa dan kawasan Teluk setelah AS, donatur terbesar mereka, memutuskan memangkas dana.

Akibatnya, UNRWA menderita defisit sampai 440 juta dollar AS atau sekitar Rp 6,3 triliun.

Tanda adanya dana segar, hantaman paling parah bakal berada di Gaza, kantong sepanjang 40 km yang menjadi rumah bagi 12 juta orang dan obyek Israel dan Mesir selama 12 tahun.

PBB menyatakan setidaknya dibutuhkan 20 juta dollar AS, sekitar Rp 287,3 miliar, untuk mencegah krisis layanan kesehatan yang sedang terjadi di sana.

Direktur Kantor UNRWA di Washington Elizabeth Campbell berkata, skenario terburuk adalah mereka tidak akan bisa memberi makan setengah dari populasi di Gaza.

"Kami harus menutup sekolah, orang-orang tidak akan bisa mendapatkan layanan kesehatan dari kami. Selain itu kami juga harus merampingkan pegawai," ujarnya.

Setelah Otoritas Palestina (PA), UNRWA merupakan pemberi kerja terbesar di Gaza.

Campbell memperingatkan dampak ketidakstabilan Gaza juga bakal mengancam Israel.

"Kalian (Israel) akan mendapatkan bencana besar kemanusiaan yang bisa menyebar dengan cepat di seluruh wilayah. Kami sangat khawatir dengan imbas keamanannya," ujarnya.

Pernyataan Campbell juga didukung Koordinator Kemanusiaan PBB di Palestina Jamie McGoldrick yang menuturkan warga Palestina yang terkena tembakan Israel juga terancam.

Ada sekitar 29.000 warga Palestina yang menderita luka tembak ketika bentrok dengan pasukan Israel dalam aksi protes di perbatasan sepanjang tahun.

Kebanyakan dari mereka menderita luka di bagian bawah tubuh.

"Mereka sangat membutuhkan rekonstruksi tulang sebelum rehabilitas sendiri," terang McGoldrick.

Tanpa adanya dana untuk melaksanakan prosedur operasi, McGoldrick memperingatkan warga Palestina yang menderita luka tembak bakal diamputasi.

Sementara itu, Program Pangan Dunia PBB memutuskan memotong bantuan bagi 193.000 orang di Gaza dan Tepi Barat pada 2019 ini karena kendala yang sama seperti UNRWA.

Sumber: bangkapos.com

Gaza - Seorang warga Palestina tewas ditembak Israel dalam bentrokan baru di perbatasan timur Rafah, jalur Gaza selatan. Korban bernama Abdullah Abd al-Aal (24) itu ditembak di bagian perut.

Hal itu disampaikan oleh juru bicara kementerian kesehatan Palestina sebagaimana dilansir dari AFP, Sabtu (11/5/2019). Korban ditembak dalam protes pertama sejak serangan mematikan pada pekan lalu.

Diketahui, 13 demonstran lainnya ditembak selama demonstrasi di berbagai tempat sepanjang perbatasan yang pecah.

Sementara itu, seorang juru bicara militer Israel mengatakan sekitar 6 ribu orang ikut dalam demonstrasi itu. Para pengunjuk rasa menyerukan agar Israel mengakhiri blokade Gaza selama lebih dari satu dekade.

Demonstrasi minggu ini dipandang sebagai ujian utama untuk gencatan senjata yang disepakati antara para penguasa Islamis Hamas dan Israel.

Selama dua hari, 25 warga Palestina terbunuh termasuk setidaknya sembilan militan, bersama dengan empat warga sipil Israel. Perjanjian gencatan senjata diumumkan oleh faksi Palestina Senin pagi. [Detik.com]

AMP - Taliban Afghanistan menyerang lebih dari selusin pos pemeriksaan selama enam jam di provinsi Kandahar, Afghanistan selatan. Serangan itu menewasan 22 polisi dan mencederai 15 lainnya, seperti dikatakan oleh beberapa pejabat. Serangan terjadi saat militan membunuh delapan tentara di barat dalam sebuah pemberontakan.

Beberapa pejabat mengatakan pasukan pemerintah berhasil membunuh 45 gerilyawan dan melukai 35 lainnya. Selain itu, tidak ada pos pemeriksaan yang berhasil dikuasai dalam serangan semalam.

"Pasukan kita melawan sampai mereka mendapat bala bantuan dan dukungan udara. Taliban dikalahkan," kata Zia Durrani, juru bicara kepala polisi Kandahar seperti dilansir dari Reuters, Selasa (14/11/2017).

Taliban mengatakan kepada wartawan lewat aplikasi WhatsApp bahwa mereka membunuh 43 polisi dan anggota milisi. Mereka juga mengklaim menghancurkan 13 kendaraan lapis baja.

Namun, kelompok pemberontak sering membesar-besarkan korban di medan perang.

Taliban, yang berjuang untuk mengembalikan pemerintahan Islam setelah digulingkan pada tahun 2001 oleh pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS), juga menyerang Bala Boluk, di provinsi barat Farah. Serangan tersebut menewaskan delapan tentara dan melukai tiga lainnya, menurut pemerintah provinsi.

Kontrol atau pengaruh pemerintah terhadap negara tersebut telah turun sampai di bawah 60 persen, turun enam persen dari tahun lalu, menurut Inspektur Jenderal untuk Rekonstruksi Afghanistan.[Sindo]

AMP – Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, telah memperingatkan bahwa serangan Israel yang mencolok terhadap Masjid Aqsha dan perangnya di Yerusalem akan membangkitkan bara api di bawah abu dan menyalakan kembali intifadah Yerusalem (pemberontakan).

“Pergesekan disebabkan oleh agresi Zionis terhadap Masjid Al Aqsha dan Yerusalem akan menghantui para pemimpin musuh dan memicu tindakan kepahlawanan baru, insyaallah,” juru bicara Brigade Abu Obeida menyatakan di halaman Twitter-nya.

Dilansir PIC pada Sabtu (22/7/2017), pembatasan yang dilakuakn Israel baru-baru ini terhadap Muslim untuk masuk ke Masjid Al-Aqsa telah memicu protes kemarahan di wilayah Palestina dan mendorong pemuda Palestina untuk bentrok dengan pasukan Israel guna membela situs suci Islam mereka.

Diketahuhi, ratusan orang Palestina mengalami luka-luka ketika pasukan keamanan dan militer Israel menyerang demonstrasi pro-Aqsadi Yerusalem, Tepi Barat dan Jalur Gaza.[islampos]

Sedikitnya 3 warga Palestina tewas dalam bentrokan dengan tentara pendudukan Israel di dekat Masjid Al-Aqsa. Foto/Istimewa
AMP - Kuartet Timur Tengah, yang terdiri dari Rusia, Amerika Serikat, Uni Eropa dan PBB, menyatakan keprihatinannya mengenai eskalasi di Yerusalem. Begitu bunyi pernyataan bersama yang dikeluarkan kuartet tersebut.

"Utusan Kuartet Timur Tengah dari Federasi Rusia, Amerika Serikat, Uni Eropa dan PBB sangat prihatin dengan meningkatnya ketegangan dan bentrokan kekerasan yang terjadi di dalam dan sekitar Kota Tua Yerusalem," bunyi pernyataan itu.

"Mereka sangat mengutuk tindakan teror, mengungkapkan penyesalan mereka atas semua nyawa yang tidak bersalah yang disebabkan oleh kekerasan tersebut, dan berharap untuk segera melakukan pemulihan terhadap yang terluka," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Sputniknews, Minggu (23/7/2017).

Pada hari Jumat, tiga warga Israel terbunuh dalam serangan menusuk di sebuah rumah di pemukiman Yahudi Neve Tsuf. Pada hari yang sama, tiga orang Palestina terbunuh dan ratusan lainnya terluka di Yerusalem.

Sementara di seberang Tepi Barat bentrokan terjadi saat demonstrasi menentang keputusan Israel untuk memasang detektor logam di gerbang menuju Bukit Bait Suci, di mana masjid Al-Aqsa, masjid ketiga paling suci bagi umat Islam berada. Menurut laporan media, di beberapa titik pemeriksaan di Kota Tua Yerusalem, polisi Israel membatasi pintu masuk ke Bukit Bait Suci untuk pria berusia di bawah 50 tahun.

"Memperhatikan kepekaan tertentu seputar tempat-tempat suci di Yerusalem, dan kebutuhan untuk menjamin keamanan, utusan kuartet menyerukan agar semua orang menahan diri dari tindakan provokatif dan berupaya memperbaiki situasi," begitu pernyataan kuartet Timur Tengah.

Mereka juga menekankan bahwa kekerasan akan memperdalam ketidakpercayaan dan pada dasarnya tidak sesuai dengan pencapaian resolusi damai konflik Israel-Palestina.

Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas pada hari Jumat mengumumkan pembekuan semua kontak dengan Israel terkait kekerasan di Yerusalem. Beberapa negara regional, termasuk Turki dan Yordania, mengecam tindakan pemerintah Israel dan meminta Tel Aviv untuk melanjutkan akses bagi umat Islam ke masjid Al-Aqsa.

AMP - Jadwal kegiatan Raja Arab Saudi Faisal bin Abdulaziz Al Saud pada 25 Maret 1975 adalah menyambut delegasi dari Kuwait. Dalam acara kenegaraan resmi di Riyadh ini, Sang Raja direncanakan akan menjamu tetangganya di bagian majlis Dewan Kementerian, tempat ia biasa menerima kunjungan dari rakyatnya. Hari itu keponakan Raja Faisal, Faisal bin Musaid, juga terlihat di tempat penyambutan delegasi.

Delegasi dari Kuwait dipimpin oleh Abd al-Mutalib al-Kazimi, Menteri Minyak Kuwait. Sebelum bertemu dengan Raja Faisal, al-Kazimi bertemu dengan Menteri Minyak Arab Saudi Ahmed Zaki Yamani. Yamani memberitahu bahwa Raja Faisal akan tiba di kantor pukul 10.25 tepat. Yamani menegaskan bahwa Raja Faisal adalah orang yang disiplin. Sambil setengah bergurau, ia meminta al-Kazimi untuk memantau jam tangannya. Tepat di waktu yang Yamani sebutkan, Raja Faisal benar-benar muncul di tempat perjamuan. Kala itu ia hanya dikawal oleh satu pengawal.

Yamani pamit kepada rombongan delegasi Kuwait untuk mendatangi Raja Faisal, lalu terlihat berbisik-bisik sebentar. Kru televisi sudah merekam segala yang terjadi sejak sebelum rombongan dari Kuwait datang. Termasuk saat Faisal bin Musiad menyalami salah satu delegasi dari Kuwait yang pernah saling bertemu di Colorado.

Semua terlihat normal. Hingga pada pukul 10.32, saat Raja Faisal berjabat tangan dengan jajaran kementerian Kuwait, Faisal bin Musaid tiba-tiba mengeluarkan senjata api jenis revolver dari jubahnya dan menembak Raja Faisal dari jarak dekat.

Peluru pertama mengenai kepala Raja Faisal, di dagu dan sebagian melukai telinga. Raja Faisal segera jatuh ke lantai, sementara Faisal bin Musiad masih menembakkan senjatanya beberapa kali, tapi kebanyakan mengenai tembok. Pengawal Raja Faisal berusaha merebut senjata dari tangan Faisal bin Musiad dengan mengarahkannnya ke udara. Rombongan pengawal kerajaan lain terburu-buru memasuki tempat kejadian perkara dan mengamankan Faisal bin Musiad dengan cara diikat.

Salah seorang pengawal berupaya untuk menghabisi nyawa Faisal bin Musaid dengan sebilah pedangnya. Namun ia mundur setelah Yamani berteriak agar nyawa Faisal bin Musaid diampuni.

Raja Faisal yang dalam kondisi kritis segera dilarikan ke rumah sakit. Ia bisa sampai dengan nyawa masih melekat di tubuh. Raja Faisal sempat membisikkan sesuatu di tengah napasnya yang makin berat: agar Faisal bin Musiad jangan dieksekusi mati. Dokter bedah terbaik di rumah sakit tersebut telah berusaha maksimal, namun takdir berkata lain. Raja Faisal mangkat di hari itu juga.

Balas Dendam Pangeran Bengal
Seperti ditulis dalam buku King Faisal: Personality, Faith and Times karya Alexei Vassiliev (2016) yang memuat detail pembunuhan tersebut, beragam teori konspirasi muncul. Terutama di hari-hari usai acara pemakaman Raja Faisal. Publik mereka-reka apa yang membuat sang pelaku begitu nekad. Terlepas dari itu semua, rakyat Arab Saudi jelas marah. Demi tegaknya keadilan, wasiat sang raja pun dikesampingkan.

Siang hari tanggal 8 Juni 1975, Faisal bin Musaid dipancung di depan ribuan rakyat Arab Saudi di Riyadh. Saudaranya, Bandar, yang dituduh turut berkonspirasi dalam pembunuhan itu, dipenjara selama satu tahun sebelum dibebaskan.

Laporan awal di pengadilan, sebagaimana tertera dalam buku The Book of Assasins: A Biographical Dictionary from Ancient Times the Present karya George Fetherling (2001), menjelaskan bahwa Faisal bin Musaid adalah orang yang tak waras. Saat ia dipindahkan ke sebuah penjara di Riyadh, ia dianggap cukup waras untuk mengikuti pengadilan. Pengadilan kala itu langsung memutuskan bahwa Faisal bin Musaid bersalah dan dijatuhi hukuman mati.

Keyakinan bahwa jiwa Faisal bin Musaid tak stabil hingga bisa membunuh dikaitkan dengan rekam jejaknya sebagai pecandu narkotika dan dendam pribadinya kepada Raja Faisal. Sebelum terjadi pembunuhan, Faisal bin Musaid baru saja pulang dari luar negeri. Ia adalah saudara termuda dari Khalid bin Musaid, pangeran Arab Saudi yang terbunuh 10 tahun sebelumnya akibat mendalangi penyerangan ke stasiun televisi Riyadh. Ia menempuh studi di Amerika Serikat, negara kawan Arab Saudi untuk urusan dagang minyak.

Sayang, Faisal bin Musiad bukan tipe mahasiswa berprestasi. Ia bahkan sempat pindah kampus lebih dari sekali. Rekam jejak di luar kampus juga termasuk buruk. Saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Colorado di tahun 1969, Faisal bin Musaid pernah ditangkap aparat kepolisian setempat sebab turut berkonspirasi dalam penjualan obat-obatan terlarang.

Ia juga pernah terlibat dalam setidaknya satu kali perkelahian di bar. Otoritas Arab Saudi selalu berusaha keras agar Faisal bin Musaid tak dipenjara. Saat beberapa kali ke Beirut, ia juga ketahuan berkumpul dengan para pecandu narkotika. Saat pulang ke Arab Saudi di tahun 1971, Raja Faisal melarangnya pergi ke luar negeri. Tujuannya tentu saja agar Faisal bin Musaid tak mempermalukan keluarga kerajaan lebih jauh lagi.

Sebagaimana dipaparkan dalam arsip Daily News, sejumlah media di Beirut kala itu menawarkan sejumlah penjelasan mengapa serangan itu terjadi. Salah satu yang mendukung teori balas dendam pribadi adalah koran Al Bayraak. Koran ini mengkalim ada sumber dari Saudi yang berkata bahwa Raja Faisal melarang Faisal bin Musaid meninggalkan negara itu karena penggunaan alkohol yang berlebihan dan konsumsi obat-obatan selama ia berada di luar negeri.

Koran Beirut lain, An-Nahar, melaporkan bahwa Raja Faisal telah mengabaikan protes terhadap kurangnya uang saku $3.500 per bulan yang diterima oleh Faisal bin Musaid, sehingga akhirnya ia nekad. Ada juga kemungkinan bahwa upaya pembunuhan itu adalah taktik untuk meruntuhkan tahta Wangsa Saud, karena Faisal bin Musaid dijadwalkan akan menikahi putri Saud (Putri Sita) di minggu yang sama.

Reformis yang 'Berbahaya'

Teori lain yang dipaparkan An-Nahar mengungkapkan bahwa pembunuhan tersebut sudah direncanakan jauh-jauh hari dan sejumlah media Arab menyatakan bahwa pembunuhan itu dilakukan atas perintah dan arahan dari Badan Intelijen Pusat AS, CIA. Di sisi lain, Raja Faisal sangat pro-kemerdekaan Palestina, dan tentu saja sepaket dengan sikap anti terhadap pendudukan ilegal Israel. Israel, sebagaimana diketahui, disokong penuh oleh AS.

Usai PBB mengeluarkan resolusi pemecahan wilayah Palestina untuk pendirian Israel, Faisal kala itu mendesak ayahnya, Raja Abdulaziz, untuk memutus hubungan dengan AS. Namun, ayahnya tak merealisasikan keinginan itu sebab Arab Saudi sedang berhubungan dagang dengan AS. Sebelum Raja Faisal naik tahta, kekuasaan berada di saudara laki-lakinya Raja Saud bin Abdulaziz Al Saud. Saud adalah raja yang penuh skandal, salah satunya skandal keuangan yang merugikan baik negara maupun kerajaan.

Setelah Saud digulingkan karena tak kompeten, Faisal yang menggantikannya mulai 2 November 1964 segera tancap gas untuk membuat kebijakan-kebijakan luar negeri yang pro-Palestina. Ia menyerukan agresi militer melawan Israel untuk membela Al-Quds (Yerussalem) dan menghentikan pemekaran wilayah Israel. Semangat ini disambut baik oleh Mesir dan Suriah. Ketiganya kemudian membentuk koalisi militer melawan Israel yang disokong AS.

Koalisi ini pada awalnya berada di atas angin. Pasukan ketiga negara mampu menguasai arena pertempuran apalagi setelah sukses memukul mundur pasukan Israel dari Syam. Namun, semuanya berubah saat mereka berencana mamasuki wilayah Israel. AS tiba-tiba mengumumkan ancaman penyerbuan ke Mesir jika serangan itu benar-benar diwujudkan. Mesir takut, dan sang Presiden Gamal Abdul Naser terpaksa menarik pasukannya.

Raja Faisal marah besar. Ia tak memedulikan segala intimidasi dan menyerukan perang ekonomi dengan AS, yakni dengan cara mengembargo ekspor minyak Arab Saudi ke AS. Sikap tegas ini tak ditanggapi dengan semarak oleh negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (N.A.T.O) yang mendukung AS. Mereka khawatir kena embargo juga. Dampak dari embargo itu tak main-main. Sektor industri dan transportasi AS lumpuh dan perekonomiannya kacau hingga memicu krisis berkepanjangan.

Selain diingat sebagai pemberani, Raja Faisal juga dikenal sebagai seorang reformis yang membawa banyak perubahan bagi rakyat Arab Saudi. Ia memodernisasi negaranya dengan banyak kebijakan baru yang tak pernah dikeluarkan raja sebelumnya. Salah satunya adalah menggalakkan program penghapusan budak dengan cara membeli seluruh budak di Arab Saudi memakai uang pribadinya. Sejak saat itu perbudakan dilarang di Arab Saudi.

Raja Faisal juga melakukan penyederhanaan gaya hidup keluarga kerajaan dan melakukan penghematan kas kerajaan dengan menarik 500 mobil mewah Cadillac milik istana. Dana dari hasil program itu, salah satunya, dialihkan untuk pembangunan sumur-sumur raksasa hingga sedalam 1.200 meter sebagai tambahan sumber air rakyat untuk dialirkan pada lahan-lahan tandus di semenanjung Arab.

Ada banyak lagi kebijakan berbasis reformasi dan modernisasi yang mengubah wajah Arab Saudi dan menjadi pondasi yang diletakkan serta diteruskan hingga Raja Salman yang kini berkuasa. Barangkali kecuali satu hal: sikap berani menentang agresi militer Israel plus negara adidaya di belakangnya.

Baca juga artikel terkait RAJA ARAB SAUDI atau tulisan menarik lainnya Akhmad Muawal Hasan. (tirto.id - awa/msh)

Layanan pers Pasukan Pertahanan Israel mengatakan, ini adalah respon atas serangan yang datang dari wilayah Golan terhadap wilayah Israel. Foto/Istimewa
AMP - Sebuah helikopter militer Israel dilaporkan menembaki basis tentara Suriah yang berada di Dataran Tinggi Golan. Tidak diketahui apakah ada korban dari sisi pasukan pemerintah Suriah dalam serangan ini.

Menurut media Suriah, Al Mayadeen yang mengutip sumber lokal, disebutkan serangan Israel menargetkan basis militer di kota Al-Baas. Sumber itu mengatakan, pasukan pemerintah Suriah di al-Baas berjuang melawan teroris dari kelompok Jabhat Fatah al Sham, yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhat al-Nusra.

Aksi penembakan ini dibenarkan oleh pihak militer Israel. Layanan pers Pasukan Pertahanan Israel mengatakan, ini adalah respon atas serangan yang datang dari wilayah Golan terhadap wilayah Israel.

"Pasukan Israel menembaki sebuah pos pasukan pemerintah Suriah, setelah wilayah utara dari dataran tinggi Golan yang dikendalikan oleh Israel ditembaki dari arah Suriah," kata layanan pers Pasukan Pertahanan Israel, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (9/2).

Layanan pers itu kemudian mengatakan, mereka sebenarnya tidak mengetahui apakah penembakan dari wilayah Suriah itu disengaja, atau tidak. Karena bukanlah hal baru adanya moritr atau rudal yang secara tidak sengaja jatuh di wilayah Israel, saat terjadi pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok teroris di wilayah Golan.(Sindone)

SuaraNetizen.com - Kecantikan seorang Halima Aden (19) sudah membuatnya dijagokan untuk menang di kontes Miss Minnesota Amerika Serikat.

Gadis berdarah Somalia dan Amerika Serikat itu akan menjadi kontestan pertama dalam ajang tersebut yang mengenakanhijab dalam kesehariannya.

Bila menang, dia juga akan mewakili Minnesota dalam ajang kompetisi Miss USA.

Halima bahkan tetap bersikukuh menutup auratnya dalam fase bikini.

Ia mengenakan burkini, atau baju pantai tertutup yang dirancang untuk wanita muslim.

Yang mengejutkan, bukannya membuat warga Minnesota mencemoohnya, ia malah kebanjiran simpati dan pujian.

Banyak penonton ajang itu yang memberi standing ovation.

Selama ajang bikini, Halima pun mendapat sambutan paling ramai dan berisik.

Aden, yang tak pernah ambil serta di ajang kecantikan sebelumnya, memutuskan ikut Miss Minnseota untuk mematahkan stereotipe negatif soal wanita muslim di Amerika.

"Kecantikan itu tidak bisa dideskripsikan dengan satu kata. Kecantikan punya banyak wajah, kisah, dan latar belakang yang berbeda, dan sangat penting untuk menampilkan semuanya," kata Halima.

Sayangnya, keluarga Halima sebenarnya menentang keputusannya untuk ambil bagian dalam kontes ini.

Ibu Halima, mengatakan ia seharusnya fokus dalam pendidikannya. (Tribunnews)



Oleh: Ust. Zulfi Akmal
(Al Azhar, Cairo)

Bila kita baca berita koran, Israel itu awalnya sengaja membakar tumbuhan di sebagian daerah Palestina dengan tujuan untuk memperluas lagi wilayah rampasannya dan mendirikan pemukiman baru.

Tapi takdir Allah, api membesar sampai keluar dari penguasaan mereka. Ibarat anak kecil main korek api, akhirnya terjadi kebakaran besar. Dan si bocah cuma terplongo melihat ulahnya sendiri. Kemudian

teriak-teriak menangis minta tolong.

????????????? ??? ????????? ???????? ?????????? ? ????? ??????? ????????? ?????????? ?????? ?????????? ? ?????? ??????????? ?????? ??????? ????????????? ? ?????? ?????? ????????? ??????? ?????????? ? ?????? ?????? ????????? ??????? ??????????

"Karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu." (QS Fathir[35]: 43)

Maha benar Allah dengan segala firmanNya.pyg[kabarsatunews.com]



Israel (kabarsatu) --Kebakaran masih terus melanda wilayah Israel hingga hari ini, minggu (27/11/2016) dan semakin meluas.

Terhitung, sejak mulai kejadian kebakaran pada hari Senin (22/11/2016) waktu setempat, berarti ini sudah hari enam Israel diselimuti kobaran api.

Dari pemilik akun Facebook Abdillah Onim di Palestina memberikan kabar kondisi kebakaran yang terjadi dan semakin meluas.

Ia kerap memposting beberapa kondisi di sana.Terbaru, ia mengabarkan kalau hingga saat ini api masih menyelimuti sebagian besar wilayah Israel.

Ia memposting sebuah foto seseorang sedang memadamkan api.Foto itu diambil dengan background kobaran api yang membara di sebagian besar wilayah Israel.

Ini yang ia tulis pada postingannya:

"Maha kebakaran masih menyelimuti Israel,Media Israel: Pagi ini 12 Warga Israel dikota Halamesh dekat Ramallah korban kebakaran 3 diantaranya luka bakar kritis dan 1000 kepala keluarga harus kosongkan kota Halamesh Israel".

Kobaran api yang terus menjalar diwilayah israel Tak pelak lagi menghancurkan salah satu gudang sejata milik negara tersebut.Jika Apibertambahbesar dan dalam waktu dekat israel akan lumpuh total.tribunews.com.[kabarsatunews.com]

Berikut Vidio Ledakan salah satu gudang sejata Israel yang di lalap Api


loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget