Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Militer"


Berita Polhukam - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan bahaya terorisme yang jaraknya semakin dekat ke Indonesia. Menurut Gatot, ISIS telah memilih dan membangun kawasan Filipina Selatan sebagai home base di Asia Tenggara.

"Baik karena demografi, maupun ekonomi. Di Filipina Selatan bebas di sana. Bendera apa saja bisa. Masyarakat di sana juga siap," kata Gatot.

Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom

Hal itu disampaikannya dalam sambutannya di Seminar Nasional Preventive Justice dalam Antisipasi Perkembangan Ancaman Terorisme di Hotel Borobudur, Jakpus, Selasa (6/12/2016).


Kesiapan warga Filipina Selatan tersebut, kata Gatot, terindikasi dari banyaknya kegiatan penyanderaan di perairan Filipina Selatan. Hal itu menurut Gatot, menandakan penduduk sekitar tengah membangun infrastruktur.

Gatot mengatakan ISIS di masa mendatang tak lagi memfokuskan kegiatannya di Timur Tengah. Menurut Gatot ISIS yang lahir karena keperluan energi, mulai menyadari bahwa energi di wilayah Arab sudah mulai habis.


"Oleh karena itu bergeser ke energi hayati, yakni air dan pangan. Dan itu semua ada di sekitar ekuator. Oleh karena itulah wilayah Filipina Selatan dipilih oleh Islamic State," ujar Gatot.

Hal itu menjadi persoalan besar bagi Indonesia. Filipina Selatan berdekatan dengan pulau Kalimantan dan Sulawesi.

"Dekat dengan Tarakan, Poso dan wilayah-wilayah lain. Oleh karena itu kita harus waspada. Saya sudah berteriak-teriak selama enam bulan terakhir terkait hal ini. Islamic State bisa masuk ke Indonesia dari sana," kata Gatot.

Sumber: detik.com


Berita Polhukam - Menjadi prajurit Kopassus TNI AD merupakan impian banyak orang. Tak terkecuali Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. Saat minta izin ibunda untuk mendaftar masuk Akademi Militer, sang ibu mengizinkan. Namun permintaan ibunya, Gatot harus menjadi anggota RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat), nama Kopassus saat itu. Maklum, rumah ibunya di Cilacap dekat dengan pusat pendidikan Kopassus.

Selepas lulus Akmil tahun 1982, Gatot mencoba masuk Kopassus. Tapi ternyata takdir malah membawanya bertugas di baret hijau Kostrad nyaris sepanjang karirnya di TNI AD. Mimpi Gatot menjadi prajurit Kopassus tak pernah padam. Kesempatan itu datang saat dirinya menjadi orang nomor satu di Angkatan Darat tahun 2014. 

Gatot memanggil Danjen Kopassus, Mayjen Agus Sutomo dan menjelaskan maksudnya untuk mengikuti sekolah Kopassus. "Tidak usah ikut pendidikan Pak, nanti brevet kehormatan saja," begitu kira-kira kata Mayjen Agus Sutomo. Brevet dan baret kehormatan memang biasanya diberikan pada perwira tinggi dan para kepala staf.
Baca Juga: Ajaib..Kisah Pilot TNI Selamat Saat Helikopter Jatuh, 75 Jam Bertahan Tidak Makan dan Minum
Gatot menolak. Dia berkeras mau mendapat baret merah melalui jalur normal. Artinya melalui sekolah komando yang katanya bagai neraka di bumi itu. Baru sekali ada jenderal bintang empat mau mengikuti sekolah komando yang biasanya untuk para prajurit muda itu.

Tapi Gatot maju terus. Semua pendidikan yang harus ditempuh prajurit komando disikatnya. Dari gunung hutan sampai rawa laut. 

Menjadi siswa komando berarti melepaskan pangkat. Semua diperlakukan sama. Gatot pun merasakan direndam tengah malam di Danau Situ Lembang yang airnya sedingin es. Dia juga merasakan melempar pisau, melintas medan puluhan kilo meter dan mengikuti latihan Sandi Yudha.

Akhirnya dalam upacara yang khidmat di tepi Pantai Permisan Cilacap, Gatot dinyatakan lulus sebagai prajurit komando. Mayjen Agus Sutomo memasangkan baret merah dan menyematkan brevet komando di dada Gatot tanggal 2 September 2014. Usia Gatot saat itu 55 tahun.

"Bahwa yang namanya prajurit tidak ada bedanya antara prajurit dua dan jenderal. Saya bangga menjadi keluarga besar Kopassus. Sampai bertemu di medan pertempuran. Komando!" teriak Gatot di depan ratusan prajurit baret merah.

Gegap gempita para prajurit membalas salam dari Gatot. "Komando! Komando! Komando!" Gatot pun digendong dan diarak sambil bernyanyi Mars Baret Merah.

Setelah dilantik, masih dengan baret merah, baju belepotan lumpur dan muka coreng moreng, Gatot langsung terbang menuju makam orang tuanya. Dia Memberi hormat dengan takzim dan menyampaikan amanah ibunya puluhan tahun lalu telah terlaksana.

Baca Juga:



Sumber: merdeka.com


Berita Polhukam - ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2016 resmi digelar di Camp O'Donnell, Capas, Tarlac, Filipina. Para tentara dari 10 negara Asia Tenggara ini berlaga menjadi yang terbaik. AARM dimulai pada (21/11) lalu. 

Hingga hari ke 12 perlombaan, Sabtu (2/12) TNI AD telah berhasil memperoleh 13 medali emas, 9 perak dan 10 perunggu dari berbagai nomor lomba individu maupun beregu dan kokoh di puncak klasemen sementara perolehan medali.

Kontingen yang bersaing dalam lomba menembak se-Asean ini meliputi Malaysia, Thailand, Indonesia, Singapura, Vietnam, Brunei, Filipina, Laos, Myanmar, dan Kamboja. 

Acara menembak internasional ini akan mencapai puncaknya pada 7 Desember 2016 mendatang. Komandan Jenderal Angkatan Darat Filipina Letjen Eduardo M. Ano menjadi tamu kehormatan dan pembicara selama upacara. 

"Juara bukan dilahirkan. Untuk menjadi juara, seseorang harus memiliki mimpi dan kemauan," ujar Jenderal Ano.

AARM adalah kompetisi menembak tempur tahunan tentara-tentara ASEAN. Masing-masing negara menerjunkan para petembak terbaik di Angkatan Daratnya.

Pada perlombaan kali ini, Filipina selaku tuan rumah berusaha terus menempel ketat Indonesia. Di beberapa cabang mereka masih mengekor. Sebagai tuan rumah Filipina tentu punya beban mental untuk menjadi juara. 

"Prajurit Filipina akan menunjukkan keahlian menembak mereka," kata Komandan Pelatihan dan Doktrin Komando Brigadir Jenderal Aquino. 

Namun TNI AD tak bisa diremehkan. Dalam sebuah pertandingan tampak para prajurit TNI AD mendapatkan juara I, II dan III sekaligus. Alhasil, semua bendera yang dikerek adalah Sang Merah Putih disertai penghormatan dari seluruh kontingen.

Semoga TNI AD membawa pulang gelar juara umum kembali seperti yang sudah-sudah.

sumber: merdeka.com


Berita Polhukam - Anda semua Pasti Ingat semuanya, Penyerangan Kantor PDI Oleh Pasukan Megawati dan terbunuhnya 3 orang Pam Swakarsa oleh Satgas Pendukung Megawati...

27 JULI 1996

Dari Kisah ini akan ketahuan semua siapa pejabat saat itu.... Kalau tidak salah Pangdamnya saat itu adalah Sutiyoso. Seluruh Kopassus pun di Alarm siaga-1, baik yang di Cijantung, Solo, Serang dan Batujajar, setelah seluruh Pasukan berkumpul dan siap diberangkatkan ke Posnya Masing masing...

2 SSK pasukan diperintahkan untuk menjaga Istana Kepresidenan dan beberapa Obyek Vital di Jakarta, termasuk pasukan yang berada di Batujajar.... Jika Tidak Salah.. salah Satu Komandan SSK saat itu adalah Kapten Andika Perkasa (Menantunya Hendro Priyono) Entah siapa yang memulai penyerangan saat itu, yang jelas ada yang terbunuh....

Selama Mengamankan Istana, untuk menghilangkan kejenuhan Pasukan melakukan berbagai macam Olah Raga dan kegiatan lain, Patroli dan Jaga Malam dilaksanakan secara tertib... namanya Siaga tetap saja ada yang Kurang, Biasa....

Makan dari Dapur Lapangan, MCK tidak bisa terpenuhi seluruhnya... bahkan ada anggota yang mandi menggunakan air buangan AC yang ditampung di Ember. Pada suatu Pagi kira-kira Jam 06.00 WIB tiba-tiba Petugas Taman Istana berlari ke arah Pos Pom dan menyampaikan "08 (Kode utk Prabowo) sudah dipintu belakang Istana dan akan menghadap Presiden Soeharto....

Kami yang mendengar hal tersebut segera memberitahukan beberapa Perwira dan Unsur Komandan, tapi terlambat, Mobil Pak Parbowo sudah berada disebelah Kiri Istana dan Pak Prabowo pun turun berjalan dengan cepat, melihat kedatangan Pak Prabowo, Prajurit yang sedang terjaga segera ingin membangunkan 2 orang temannya yang sedang tertidur di Emperan Istana hanya beralaskan Matras tapi posisi Pak Prabowo sudah dekat, Prajurit tersebut berlari ke belakang memberitahukan Dantonnya di Belakang....

Ketika Dantonya datang dan memberikan Laporan kepada Pak Prabowo, tapi tidak digubris Oleh Pak Prabowo, Pak Prabowo terhenti tepat di depan 2 orang Prajurit yang tertidur di Emperan beralaskan Matras. Terlihat Pak Prabowo berjongkok dan mengelus Kepala Prajuritnya, tanpa dia membangunkan Prajuritnya yang terlelap, Dantonnya pun berinisiatif untuk membangunkan anggotanya tapi di larang oleh Pak Praboro "Biarkan dia Tidur, jangan dibangunkan" Kata Pak Prabowo... 

"Siapa yang bertanggung jawab pengerahan Pasukan disini ? dan seluruh unsur Komandanya menghadap saya di sini..."

Perintah Pak Prabowo "Siap dilaksanakan " jawab Dantonnya

He... Perwira, inikan Anggotamu, mengapa dia tidur di Emperan dan menggunakan Matras, apa kalian tidak di beri Velbet dan Tenda ?" tanya Pak Prabowo... "Siap, Velbet dan Tenda belum didukung oleh Kodam Jaya" Jawab Danyon... "Bukanya kalian BKO ke Kodam Jaya, mengapa mereka tidak mendukung?" "Siap Belum Tahu" Jawab Danyon. "Bagaimana makan kalian?" tanya Pak Prabowo "Siap dari Dapur Lapangan Kopassus" Jawab Danyon Mati Kutu, sialnya seluruh orang disitu sikap sempurna dan Kaku seperti Patung, 2 orang Prajurit yang tertidur tidak sedikitpun terbangun, bahkan tambah lelap. "Kamu Kontak Asop dan Aslog Kadam Jaya serta Dokter, suruh dia menghadap saya sekarang disini...!" perintah Pak Prabowo...

Pak Prabowo pun masuk kedalam ruangan, tapi memerintahkan agar 2 orang Prajuritnya jangan dibangunkan. Datanglah 2 Kolonel dengan tergesa gesa, nampak wajahnya sangat ketakutan luarbiasa....

kemudian dilaporkan ke Pak Prabowo, pejabat yang di Panggil siap Menghadap, Pak Prabowo keluar dari ruangan dan langsung menuju ke arah 2 Kolonel tersebut, "Kaliankan yang meminta Pasukan saya, mengapa mereka terlantar di Istana, mereka Makan, tidur dan MCK tidak Jelas, dimana tanggung jawab kalian, Kamu Tahu Prajurit ini Mahal, Berapa Uang Negara dan Rakyat dihabiskan untuk mendidik dan membentuk mereka? bukankah Orangnya menitipkan anak mereka ke kita untuk menjadi Pengawal Negara, mengapa mereka Bisa terlantar ?" "Siap, sedang kami siapkan..." 
Jawab salah satu Kolonel "Siapkan ? bukan kah mereka sudah berhari hari di sini, kamu jangan banyak alasan dan jangan pernah menyepelekan Prajuritmu, mereka siang Malam siaga, Patroli dan Kamu enak enakan di Kantor, kamu turun ke Lapangan cek Pasukan " tiba-tiba terdengar Suara "TRAK" stik pun Patah diiringi dengan Suara "SIAP...!"

Jawaban Klasik "Siap Salah...!"

"Mana Dokter?" Tanya Pak Prabowo "Siap Komandan" Jawab Dokter "Kamu Cek 2 orang Prajurit saya yang tidur itu, badan mereka Panas, sepertinya mereka demam" perintah Pak Prabowo Dokterpun membangunkan 2 orang Prajurit tersebut, Tampak 2 orang Prajurit tersebut terbengong bengong melihat Banyak orang melihat ke arah mereka termasuk Pak Prabowo, dan merekapun berdiri, seketika Ngantuknya hilang dan mengambil sikap sempurna....
setelah di cek, ternyata benar mereka Demam Panas dan segera di bawa oleh Tim Kesehatan untuk di Obati... "Kalian jangan sembrono, Cek anggota kalian jangan sampai mereka Sakit dan Kalian tidak tahu, dan saya tidak Mau Tahu, setelah saya menghadap, Tenda sudah berdiri, Mobil MCK sudah disini dan Velbet untuk mereka tidur sudah ada disini terserah bagaimana cara kalian, Barang barang itu sudah ada disini dan tergelar, jika tidak ada Velbet... Kamu Bawa Springbed kesini, Prajurit saya ini juga Manusia jangan diterlantarkan seperti ini....

"Siap dilaksanakan" Jawab Perwira hendak balik kanan Tiba-tiba Pak Prabowo menghentikan mereka "Tunggu dulu, mereka hanya dapat Makan dari Dapur Lapangan Kopassus kan, Mulai hari ini mereka Makan 6 kali satu Hari, Mereka Boleh Sarapan Pagi di Ruang Makan Pegawai Istana, sampaikan kepada Kepala Dapur Istana, untuk ULP dari Mabesad, Kodam Jaya dan Pemda DKI diuangkan saja serahkan kepada mereka, Utuh tanpa dikurangi satu Sen pun.."

"Siap Komandan " Perwira pun berhamburan dan Pak Prabowo masuk ke dalam Istana. Tidak sampai Dua Jam, Velbet pun datang masih terbungkus Plastik dan cukup untuk seluruh Prajurit yang melaksanakan Siaga di Istana, ketika Pak Prabowo keluar, seluruh nya sudah tergelar.....

"Kalian harus melaksankan perintah dengan serius jangan membijaksanai, Kita ini sama-sama mengabdi kepada Negara, porsinya sama yang membedakan hanya wewenang, Jangan kalian menggunakan Gaya Katak, ke atas menyembah dan menjilat, teman disamping kaliang singkirkan dan yang dibawah kalian injak injak" JANGAN GAYA KATAK...! Itulah sisi lain dari Pak Prabowo, Keras tapi mendidik, beliau sangat sayang dengan Prajuritnya dan Memanusiakan Manusia

Silahkan di share

sumber:  Special Force Indonesia | patriot-negeri.blogspot.com
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget