THAILAND ~ Pesta ulang tahun seorang TNI di Thailand ini mendadak viral, karena mengundang penari Erotis Terkenal asal Thailand, seperti yang kita lihat di foto tampak terlihat beberapa orang TNI yang terlihat senang melihat goyang hot sang biduan asal thailand yang hadir untuk perayaan ulang tahun sang TNI bernama Pi Pon Pram Roy (35).
Terlihat disini biduan seksi yang memiliki tatto di punggungnya tersebut menggoyangkan pinggul nya ke arah wajah para TNI, sehingga membuat para TNI meloncat-loncat karena gembira.
Tapi sayang pesta ini tidak berlangsung lama, baru dua jam penari Erotis asal Thailand ini berjoget, warga sekitar khusus nya ibu-ibu di lokasi tersebut langsung marah melihat goyang hot yang di lakukan oleh sang Biduan ini.Sang biduan wanita tersebut bergoyang dihadapan para tamu yang hadir hanya menggenakan CD dan Bra.Sehingga banyak dari para TNI tersebut yang mengabadikan moment tersebut.
Pi Pon Pram Roy TNI yang berulang tahun sempat marah karena pestanya di demo oleh masyarakat setempat yaitu tetangga nya sendiri, tetapi kemarahan Pon Pram Roy berhenti karena keadaan di pestanya semakin ramai oleh ibu2 yang tidak setuju kalau pestanya di gelar di tempat terbuka.
Kalau kamu mau pesta dan bawa penari telanjang silahkan, tetapi jangan di tempat terbuka, "Ujar salah satu warga yang marah melihat joget hot sang biduan.
Peristiwa G30S/PKI atau biasa disebut dengan Gerakan 30 September merupakan salah satu peristiwa pemberontakan komunis yang terjadi pada bulan september sesudah beberapa tahun Indonesia merdeka. Peristiwa G 30 S PKI terjadi di malam hari tepatnya pada tanggal 30 September tahun 1965. Dalam sebuah kudeta, setidaknya ada 7 perwira tinggi militer yang terbunuh dalam peristiwa tersebut.Partai Komunis saat itu sedang dalam kondisi yang amat kuat karena mendapatkan sokongan dari Presiden Indonesia Pertama, Ir. H Soekarno. Tidak heran jika usaha yang dilakukan oleh segelintir masyarakat demi menjatuhkan Partai Komunis berakhir dengan kegagalan berkat bantuan Presiden kala itu. Hingga sampai saat ini, peristiwa 30S PKI tetap menjadi perdebatan antara benar atau tidaknya PartaiKomunis Indonesia yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut.
SEJARAH PERISTIWA 30S PKI
Sebelum peristiwa 30S PKI terjadi, Partai Komunis Indonesia sempat tercatat sebahgai Partai Komunis terbesar di dunia tanpa harus dengan menghitung beberapa partai komunis yang tersebar di Uni Soviet dan Tiongkok.
Semenjak dilakukannya audit pada tahun 1965, hampir lebih dari 3,5 juta pengguna aktif yang bernaung dalam partai ini. Hitungan itupun belum termasuk dengan 3 juta jiwa yang menjadi kader dalam anggota pergerakan pemuda.
Disisi lain, PKI juga memiliki hak kontrol secara penuh terhadap pergerakan buruh, kurang lebih 3,5 juta orang lagi telah ada di bawah pengaruhnya. Belum sampai disitu, masih ada 9 juta anggota lagi yang terdiri dari gerakan petani dan beberapa gerakan lain, misal pergerakan wanita, pergerakan sarjana dan beberapa organisasi penulis yang apabila dijumlahkan bisa mencapai angka 20 juta anggota beserta para pendukungnya.
Masyarakat curiga karena adanya isu yang menyatakan bahwa PKI adalah dalang dibalik terjadinya peristiwa 30 September yang bermula dari kejadian di bulan Juli 1959, yang mana pada saat itu parlemen sedang di bubarkan dan Soekarno sendiri justru menetapkan bahwa konstitusi harus berada di bawah dekrit presiden.
PKI berdiri dibelakang dukungan penuh dekrit presiden Soekarno. Sistem Demokrasi Terpimpin yang diperkenalkan oleh Soekarno juga disambut denngan gembira oleh PKI. Karena dengan adanya sistem ini PKI diyakini mampu menciptakan sebuah persekutuan konsepsi Nasionalis, Agama dan Komunis yang kemudian disingkat dengan NASAKOM.
Peristiwa G30S PKI bermula pada tanggal 1 Oktober. Dimulai dengan kasus penculikan 7 jendral yang terdiri dari anggota staff tentara oleh sekelompok pasukan yang bergerak dari Lapangan Udara menuju Jakarta daerah selatan. Tiga dari tujuh jenderal tersebut diantaranya telah dibunuh di rumah mereka masing-masing, yakni Ahmad Yani, M.T. Haryono dan D.I. Panjaitan.
Sementara itu ketiga target lainya yaitu Soeprapto, S.Parman dan Sutoyo ditangkap secara hidup-hidup. Abdul Harris Nasution yang menjadi target utama kelompok pasukan tersebut, berhasil kabur setelah berusaha untuk melompati dinding batas kedubes Irak.
Meskipun begitu, Pierre Tendean beserta anak gadisnya. Ade Irma S. Nasution ditangkap tertembak tewas pada 6 Oktober oleh regu sergap. Korban tewas semakin bertambah disaat regu penculik menembak serta membunuh seorang polisi penjaga rumah tetangga Nasution. Abert Naiborhu menjadi korban terakhir dalam kejadian ini. Mayat Jenderal yang masih hidup dibunuh dan dibuang di Lubang Buaya tepat sebelah markas tersebut.
Sekitar 2.000 pasukan diterjunkan untuk menduduki sebuah tempat yang kini dikenal dengan nama Lapangan Merdeka, Monas. Walaupun mereka belum berhasil mengamankan bagian timur dari area ini. Sebab saat itu merupakan daerah dari Markas KOSTRAD pimpinan Soeharto.
Jam 7 pagi, Radio Republik Indonesia (RRI) menyiarkan sebuah pesan yang berasal dari Untung Syamsuri, Komandan Cakrabiwa bahwa G30 S PKI telah berhasil diambil alih di beberapa lokasi stratergis Jakarta beserta anggota militer lainnya. Mereka bersikeras bahwa gerakan tersebut sebenarnya didukung oleh CIA yang bertujuan untuk melengserkan Soekarno dari posisinya.
Tinta kegagalan tertulis dalam sejarah peristiwa G30S/PKI karena mereka melewatkan Soeharto yang mereka kira bujan seorang tokoh politik. Salah seorang tentangga beliau memberi tahu pada Soeharto tentang hilangnya para Jenderal serta penembakan yang terjadi pada jam setengah 6 pagi. Mendengar berita tersebut, Soeharto pun segera bergerak ke Markas KOSTRAD dan menghubungi anggota angkatan laut dan polisi.
Soeharto juga berhasil membujuk dua dari batalion pasukan kudeta untuk menyerah. Dimulai dari pasukan Brawijaya yang masuk ke dalam area markas KOSTRAD. Kemudian disusul dengan pasukan Diponegoro yang kabur menuju Halim Perdana Kusuma.
Kudeta ini juga gagal dikarenakan perencanaan yang kirang matang. Sehingga kondisi ini menyebabkan para tentara yang berada di Lapangan Merdeka kehausan akan impresi mereka untuk melindungi Presiden di Istana.
BERAKHIRNYA PERISTIWA G 30 S PKI
G 30 S PKI bisa berakhir pada jam 7 malam, pasukan pimpinan Soeharto berhasil mengambil alih atas semua fasilitas yang sebelumnya pernah dikuasai oleh G 30 S PKI. Jam 9 malam Soeharto bersama dengan Nasution mengumumkan bahwa sekarang ia tengah mengambil alih tentara yang pernah dikuasai oleh PKI dan akan tetap berusaha untuk menghancurkan pasukan kontra-revolusioner demi melindungi posisi Soekarno.
Soeharto melayangkan kembali sebuah ultimatum yang kali ini ditujukan khusus kepada pasukan di Halim. Tak berapa lama kemudian, Soekarno meninggalkan halim perdana kusuma untuk segra menuju ke istana presiden lainnya yang ada di Bogor. Ketujuh jasad orang yang terbunuh dan terbuang di Lubang Buaya pada tanggal 3 Oktober berhasil ditemukan dan dikuburkan secara layak pada tanggal 5 Oktober.
NAMA-NAMA PAHLAWAN REVOLUSI KORBAN KEKEJAMAN G30S PKI 1965
Peristiwa G30S PKI pastinya tidak lepas dari penculikan para petinggi-petinggi TNI AD saat itu. Mereka diasingkan dan dibantai tanpa belas kasihan di Monumen Lubang Buaya. Berikut nama-nama TNI yang mendapatkan gelar Pahlawan Revolusi pasca terjadinya pembantaian tersebut.
1. JEND. TNI ANUMERTA AHMAD YANI
Pria yang menjabat sebagai Komandan TNI AD ini lahir di Purwodadi pada 19 Juni 1922. Ahmad Yani dibunuh karena menentang keras adanya penerapan faham komunis di Indonesia. Sebelum dibunuh, ia diculik dari rumahnya. Kemudian dibantai bersama para petinggi TNI lainnya di Lubang Buaya.
2. MAYJEND. TNI ANUMERTA DONALD ISAAC PANDJAITAN
Beliau merupakan salah satu perintis dibalik lahirnya TNI. Dibantu dengan sekumpulan anak-anak muda lainnya, ia menggagas Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebelum TNI.
Suatu ketika para gerombolan PKI menyerbu rumah Donald Issac Pandjaitan. Mereka langsung membunuh ajudan beserta para pelayannya.
Seakan tahu jika detik-detik kematiannya tiba, Donald Isaac Pandjaitan menemui gerombolan tersebut dengan seragam militer atribut lengkap. Seketika itu ia langsung diberondong timah panas dan mayatnya dibuang di Lubang Buaya.
3. BRIJEND TNI ANUMERTA KATAMSO DARMOKUSUMO
Lahir di Sragen, 5 Februari 1923. Lain halnya dengan dua pahlawan revolusi di atas yang mayatnya dibuang ke Lubang Buaya, Brigjend Katamso kala itu sedang berada di Yogyakarta.
Beliau diculik dan dipukuli dengan menggunakan mortar motor. Dirasa telah meninggal, para anggota PKI kemudian memasukkan jasad beliau ke dalam lubang yang sudah dipersiapkan.
Kejadian tersebut berlangsung di wilayah Kentungan. Setelah beberapa hari proses pencarian, akhirnya jenazah beliau ditemukan pada 21 Oktober 1965.
4. LETJEND TNI ANUMERTA MAS TIRTODARMO HARYONO (MT HARYONO)
Beliau lahir di kota Pahlawan, Surabaya pada tanggal 20 Januari 1924. Letjend MT Haryono memiliki kemampuan berkomunikasi dalam 3 bahasa asing. Sama halnya dengan DI Pandjaitan dan tentara-tentara lainnya, beliau diculik lalu dibunuh di Lubang Buaya.
5. LETJEND TNI ANUMERTA SUPRAPTO
Terlahir di Purwokerto, 20 Juni 1920, beliau juga mengalami hal serupa dengan MT Haryono. Diculik lalu dibantai di Lubang Buaya. Letjen Soeprapto pernah berjasa dalam meredam beberapa pemberontakan PKI di wilayah-wilayah tertentu, seperti Medan dan Semarang.
6. KAPTEN ANUMERTA PIERRE TENDEAN
Dari sekian korban tentara korban G30 S PKI yang ada, Pierre Tendean adalah satu-satunya pahlawan revolusi yang tidak memiliki pangkat jenderal.Meskipun begitu, keberanian ajudan A.H. Nasution ini patut diacungi jempol dalam melawan pemberontak komunis.Dengan keberaniannya, beliau mengaku sebagai A.H. Nasution demi meloloskan ajudannya tersebut.
7. AJUN INSPEKTUR POLISI DUA ANUMERTA KS TUBUN
Lahir di Maluku Tenggara, 14 Oktober 1928. Beliau adalah satu-satunya perwira korban G30 S PKI yang bukan dari anggota TNI. KS Tubun adalah ajudan dari Johanes Leimena, Menteri kabinet Soekarno.Rumah pak Leimena berada di samping persis rumah Jenderal A.H. Nasution, kebetulan pada saat itu pak jenderal sedang menjadi target PKI.
Peristiwa itu berlangsung saat anggota PKI mengepung rumah pak Nasution. KS Tubun yang mendengar kejadian itu langsung melepaskan tembakan ke arah PKI. Sayangnya, beliau masih kalah jumlah dengan pemberontak.Sehingga KS Tubun tewas tetapi dibuang ke lubang buaya seperti pahlawan revolusi lainnya.
8. KOLONEL INFANTERI ANUMERTA R SUGIYONO MANGUNWIYOTO
Tentara yang lahir di Jogja tanggal 12 Agustus 1926 ini sempat menjadi korban penculikan PKI bersama Brigjen Katamso. Mereka dikubur dalam lubang yang sama, setelah itu mayatnya baru terlacak usai 20 hari kemudian.
9. MAYJEN TNI ANUMERTA SUTOYO SISWOMIHARJO
Beliau diculik dalam rumahnya, kemudian dibantai saat berada di Lubang Buaya. Awalnya, tentara yang lahir di Kebumen tanggal 23 Agustus ini dibujuk oleh para penculik dengan dalih dipanggil oleh Presiden RI, Soekarno.
10. LETJEN TNI ANUMERTA S. PARMAN
Berbeda dengan perwira lainnya, S. Parman merupakan tentara intel yang sebenarnya akrab dengan PKI. Sehingga ia tahu apa saja aktivitas rahasia partai komunis tersebut.
Meskipun dekat, ia justru menolak untuk memeluk faham komunis yang ditawarkan oleh anggota PKI tersebut. Alhasil, ia pun dimasukkan dalam nama-nama target pembunuhan PKI lantaran sudah mengetahui berbagai hal yang tersimpan rahasia.
Kakaknya, Ir. Sakirman yang pada saat itu menjabat sebagai petinggi PKI dengan kejam membantai adiknya sendiri S. Parman tepat di Lubang Buaya.
Kabar Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang diyakini pengikutnya memiliki kesaktian membuat tak hanya masyarakat luas namun juga pihak kepolisian tertarik untuk mencari tahu.Isu yang beredar di Probolinggo, Dimas Kanjeng Taat Pribadi, sekarang berada di Makkah dan yang ditangkap adalah jelmaannya.
Mendengar ada isu itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol RP Argo Yuwono, rupanya penasaran juga.Dia lantas mendatangi sel tahanan Polda Jatim dan mengecek keberadaan tersangka Taat Pribadi.
"Apa benar Anda berada di Makkah?," tanya Kombes Argo saat itu.
Tersangka Taat Pribadi yang menghuni sel khusus di tahanan Polda Jatim langsung menjawab. Tonton saat Taat Pribadi mengelabui pengikutnya bisa menggandakan uang:
"Siapa yang bilang begitu. Saya ada di sini (dalam tahanan)," ungkap tersangka, sebagaimana ditirukan Kombes Argo, 27 September 2016.
Tak hanya itu saja, Dukun yan menobatkan diri sebagai Raja Probolingo, Dimas Kanjeng Taat Pribadi, mengaku tidak bisa menggandakan uang seperti apa yang diperlihatkan dalam tayangan YouTube?Itu terungkap saat seorang petugas mendatangi tersangka Taat Pribadi ke sebuah ruangan.
"Taat, ini uangku Rp 5.000, gandakan jadi Rp 1 miliar," goda penyidik sembari menyodorkan uang pecahan Rp 5.000.
Tersangka Taat yang saat itu tengah duduk hanya melempar senyum. Lihat video saat Dimas Kanjeng mengepul uang hasil penipuan:
"Siapa yang bilang begitu. Saya tidak ngomong begitu," ujar Taat yang ditirukan seorang petugas. Lho, Anda katanya bisa menggandakan uang?" tanya petugas lagi.
"Yang ngomong kan bukan saya," elaknya lagi.
Isu Jelmaan
Sekadar diketahui, korban penggandaan uang dari berbagai wilayah di Indonesia bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.Mereka bertahan karena ada keyakinan yang ditangkap penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim bukan Taat Pribadi, tapi jelmaannya.
Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji, menegaskan bertahannya korban penggandaan uang menjadi problem sosial tersendiri di Probolinggo.
"Mereka kebanyakan berasal dari luar Jatim dan ada juga dari Makassar yang nilainya mencapai puluhan miliar," ujarnya beberapa waktu lalu.
Forpimda Jatim, kata kapolda akan membicarakan dampak sosial ini, mengingat ada yang dipakai makan di warung cuma tinggal Rp 2.000.Sesuai rencana, Forpimda berencana menggelar pertemuan untuk membahas penanganan anak buah atau korban penggandaan uang Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
"Kami sudah perintahkan Kapolres Probolinggo agar menggelar pertemuan dengan Forpimda setempat. Nanti sore saya juga akan bertemu Gubernur Jatim dan Pangdam untuk membicarakan korban Taat Pribadi," jelas Anton.
Apakah ajaran yang diajarkan Taat Pribadi di padepokan masuk kategori sesat? Anton mengaku belum bisa memastikan itu. Ia sudah koordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Probolinggo dan Jatim untuk menentukan sesat atau tidaknya.
"Yang perlu ditegaskan, pakai logika saja ya. Mana bisa uang digandakan, bagaimana nomor serinya," tegasnya.Hingga kini, penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim terus mendalami pembunuhan dua sultan (pengepul uang), Ismail Hidayat dan Abdul Gani.
Mayat Ismail ditemukan di dekat sebuah hutan di Tegal Siwalan, Probolinggo. Kondisi kedalaman makam hanya 1 meter hingga dieker-eker anjing kemudian ditemukan warga sekitar.Sementara mayat Abdul Gani, juragan batu mulia di Probolinggo ditemukan di bawah jembatan sungai di Wonogiri. Abdul
Gani dibantai anak buah Taat Pribadi di padepokan karena sebagai saksi kunci seorang profesor yang melapor ke Mabes Polri atas kasus penipuan.Ketika disinggung terkait penipuan dengan modus penggandaan uang, kapolda mengaku akan mengembangkan. Termasuk dugaan uang yang disimpan pada seseorang di Jakarta senilai Rp 1 triliun.
"Sekarang fokus pada pembunuhan dulu. Dugaan penipuan masih dikembangkan," tutur Irjen Anton Setiadji.
Merantau Group - Menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia nyatanya tidak membuat Joko Widodo (Jokowi) kehilangan waktu bersama keluarga tercinta. Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi baru saja terlihat menemani anak bungsunya, Kaesang Pangarep, berbelanja tripod di salah satu toko digital. Ya, tripod tentu jadi salah satu keperluan yang dibutuhkan puteranya ini. Sebab, Kaesang yang juga YouTuber Indonesia ini butuh tripod untuk menyangga kamera agar hasil videonya bagus.
Kaesang memang terkenal aktif di di media berbagi video, YouTube. Meski sibuk dengan kuliahnya di luar negeri, lelaki berkacamata ini tetap menyempatkan diri membuat berbagai video yang diunggah di akun YouTube miliknya. Tak butuh lama, Kaesang pun memiliki banyak penggemar. Bahkan beberapa waktu lalu, dia sempat mengajak sang ayah kolaborasi dalam vlog yang diunggahnya.
"Wah, habis ini Kaesang bakal bikin vlog belanja bareng RI 1, gile duetnya sama presiden," komentar @nidyaataa sebagaimana dilansir mabesajo.com dari Instagram, Minggu (25/9).
"Kaesang malakin presiden nih minta dibeliin kamera, ehehehe," tulis akun @aryatanya.
Kedekatan Jokowi dan anak bungsunya ini memang sering kali terlihat dalam berbagai kesempatan. Hal ini bukan kali pertamanya Jokowi menemani Kaesang berbelanja gadget. Sebelumnya pada tanggal 19 September 2016 lalu, Jokowi juga menemani anak tercintanya tersebut berbelanja laptop di Mangga Dua. Ini menjadi bukti jika Jokowi sangat mendukung potensi dan kegemaran sang anak menjadi YouTuber. Wah, salut deh sama kekompakan Kaesang dan Jokowi.
Tidak heran, banyak orang mencari informasi profil Chant Felicia, biodata lengkap Chant Felicia , Chant Felicia instagram, Chant Felicia youtube, Chant Felicia Kapanlagi, agama Chant Felicia, Chant Felicia Facebook, Chant Felicia Twitter, Chant Felicia Chantfelicia, Chant Felicia Model dan lain sebagainya.
Nama asli Chant Felicia adalah Ayu Larasati. Ia lahir di Bandung pada 19 Januari 1995. Kini Chant Felicia bekerja sebagai model dan aktris yang aktif sejak 2014 silam.
Siap yang tak kenal dengan model semok nan hot Baby Margaretha, ia kerap berpenampilan terbuka alias semok, terlebih Baby memiliki bentuk tubuh yang ideal. Namum berbeda dengan adiknya yang yang bernama Ayu Larasati, atau yang lebih dikenal dengan Chant Felicia.
Chant Felicia pun tak kalah semok dari kakaknya Baby Margaretha yang sudah lebih dulu terjun kedunia hiburan, namun seperti yang dikatakan gadis kelahiran Bandung 19 Januari 1995 itu bahwa dirinya enggan mengikuti jejak sang kakak dalam berpenampilan, menurutnya Semok itu tidak harus buka-bukaan.
Memang benar, Chant Felicia meski tidak tertalu terbuka namun tetap cantik, maklum sebagian dari bagian tubuh Chant ukurannya diatas rata-rata, sama seperti Baby yang memiliki ukuran Payudara yang boleh dibilang besar dan Semok.
Chant Felicia mulai dikenalkan ke dunia hiburan oleh kakaknya Baby Margaretha, ia sering diajak sang kakak untuk mengikuti syuting, berkat kecantikan dan keindahan tubuhnya, Wajah semok Chant pun pernah terlihat di majalah pria dewasa MALE MAGAZINE.
Chant pun semakin dikenal ketika menjadi presenter di acara �Wisata Malam� Trans7, Chant Felicia juga pernah membintangi film yang berjudul �Kuntilanak Ciliwung pada tahun 2014.
�Dunia adalah sebuah buku, dan mereka yang terus berdiam di rumahnya hanya khatam satu halaman saja.�
Kamu yang sedang merantau tentu setuju dengan kutipan di atas. Ya, momen perjalanan atau kesempatan menjelajah tempat-tempat baru memang menempa pribadimu. Berbagai pengalaman dan pelajaran bisa didapat saat kamu berani meninggalkan kampung halaman, pergi merantau ke kota lain atau negeri orang.Merantau untuk bekerja atau melanjutkan pendidikan bukanlah perkara sederhana. Banyak hal yang harus dipikirkan matang-matang sebelum akhirnya mantap memilih pergi. Di perantauan, berbagai tantangan pun sudah menanti untuk dihadapi. Dan keputusan inilah yang bisa jadi mengubah arah hidupmu. Membuat berbagai perubahan di setiap sisi kehidupanmu.
Tapi, adakah yang harus ditakutkan dari sebuah perubahan? Adakah yang perlu dirisaukan ketika kamu meninggalkan zona nyaman demi menjemput kesuksesan? Berbahagialah kalian yang pernah atau sedang berjuang di perantauan � kalian yang enggan menikmati hidup dalam kesia-siaan!
Selama ini, keluarga di rumah dan orangtua selalu membuatmu merasa cukup. Tapi hidup adalah perjalanan untuk menjadi lebih dari cukup.
keluarga yang membuatmu enggan merantau
Rumah dan kampung halaman adalah tempatmu tumbuh dan dibesarkan. Setiap sudut rumah dan kota tempatmu tinggal menyimpan kenangan yang tak mudah dilupakan. Enggan rasanya untuk meninggalkan teman, keluarga, dan segala romansa bersama kota tercinta. Selain itu, tinggal di rumah dengan pendampingan kedua orang tua membuatmu tak pernah merasa kekurangan. Segala kebutuhan dan berbagai fasilitas sudah baik-baik mereka sediakan.
Tapi, sampai kapan kamu bisa menikmati hidup yang seperti ini? Ketika segala kebutuhan sudah tercukupi, lalu merasa puas dan enggan menempa diri sendiri? Bukankah sebagai manusia dewasa kamu layak diuji dan mengembangkan diri? Menjalani hidup yang itu-itu saja dan malas pergi kemana-mana justru menjadikan kamu mentok. Tanpa sadar, kamu pun melewatkan berbagai kesempatan yang tak akan kamu tahu kapan akan datang lagi.
Wajar untuk berat hati jika selama ini kamu tak pernah tinggal sendiri. Tapi ingat sekali lagi: sehangat-hangatnya rumah, kamu lahir untuk dunia yang lebih megah.
tinggalkan zona nyaman, lihatlah dunia luar!
Pengertian zona nyaman adalah situasi atau kondisi ketika kamu nyaman dengan suatu keadaan, misalnya ketika kamu memilih tinggal bersama orang tua dan menjalani pekerjaan yang biasanya. Lantaran sudah merasa nyaman, kamu enggan melakukan sesuatu yang lebih daripada apa yang kamu punya saat ini. Kamu cenderung menikmati, tak mau berusaha jadi lebih baik karena sudah berpuas hati.
Rumah dan segala kenyamanan yang ditawarkan justru ibarat racun. Terus-terusan mengakrabinya sama halnya dengan bunuh diri. Saat mulai merasa nyaman dengan apa yang kamu miliki, segeralah beranjak meninggalkan zona nyamanmu. Salah satu cara yang bisa kamu pilih adalah pergi merantau. Di tempat baru nanti, kamu akan �dipaksa� untuk belajar hal-hal baru. Semakin berkembang dan meningkatkan kualitasmu sebagai seorang individu.
Tanah perantauan memang belum tentu memberikan rasa nyaman. Namun bukankah kesuksesan selalu bermula dari keraguan dan ketidaknyamanan?
tanah rantau menawarkan lebih banyak kesempatan
Pergi merantau bukanlah pilihan yang luar biasa. Toh di luar sana ada banyak orang yang melakukan hal yang sama. Seorang temanmu yang berasal dari Aceh sengaja merantau ke Jogja demi bisa kuliah di kampus impiannya. Sementara, teman sebangkumu di SMA akhirnya memilih bekerja di Malaysia lantaran berharap gaji yang tinggi dan kehidupan yang lebih baik.
Daripada daerah asal, tanah perantauan bisa jadi lebih banyak menawarkan kesempatan. Di Pulau Jawa misalnya, ada deretan nama-nama kampus ternama yang jadi tujuanmu menuntut ilmu. Di Malaysia atau Singapura misalnya, ada perusahaan-perusahaan besar yang menawarkan berbagai lowongan pekerjaan yang bisa kamu jajal. Selain itu, kota atau negara tujuan bisa jadi punya lebih banyak fasilitas yang menawarkan kemudahan bagi hidupmu.
Memang belum tentu tanah rantau itu akan nyaman bagimu. Bukan tak mungkin setiap minggu kamu begitu rindu untuk pulang ke rumah, hangat dalam dekap Ibu. Namun kamu pantang menyerah begitu saja. Bukankah setiap akhir yang manis selalu dimulai dengan keraguan, perasaan tak betah, dan ketidaknyamanan?
Hidup sendiri memaksamu menyerap ilmu dari segala penjuru. Pelajaran bisa didapat dari buku teks hingga tumpukan cucian dan sisa uang di dompetmu.
merantau = belajar mandiri
Terbiasa hidup berdampingan dengan keluarga dan teman-teman terdekat memang menyenangkan. Namun, sadarkah kamu bahwa ada sebagian dirimu yang nyatanya dirugikan? Ya, pendampingan keluarga dan teman-teman ternyata menjadikanmu tak bisa maksimal menempa diri sendiri. Perkara merapikan kamar dan menuntaskan seember cucian masih saja kamu serahkan pada ibumu. Setelah kalap berbelanja ada saja teman-teman dekat yang membantu masalah keuanganmu. Apakah pantas jika di usia dewasa kamu masih saja mengandalkan orang lain?
Ketika merantau, keadaan memang mengharuskanmu untuk hidup sendiri. Jauh dari keluarga dan teman-teman dekat justru menjadikanmu terlatih hidup mandiri. Perkara kebersihan kamar kos bisa kamu tangani. Kebutuhan makan 3 kali sehari juga bisa kamu cukupi. Selain itu, kesendirian kian melatihmu semakin mawas diri. Setiap keputusan dan sikap yang kamu ambil akan baik-baik dipikirkan akibat dan konsekuensinya.
Akrab dengan gaji yang terbatas atau uang kiriman yang serba pas, kamu pun paham: hidup hemat adalah sebuah bentuk perjuangan
hidup hemat = perjuangan
Ketika masih tinggal dengan orang tua, mungkin kamu tak perlu pusing memikirkan kebutuhanmu, soal makan misalnya. Bagaimana pun, orang tua tak akan keberatan menyediakan makan untuk anak-anaknya setiap hari. Saat rasa lapar menghampiri, kamu pun tak perlu repot mengkalkulasi isi dompet dan menimbang-nimbang perkara mau makan apa atau di mana.
Sementara, kamu mungkin akan merasa tempat perantauan terlalu kejam. Apalagi, saat harus mengakrabi gaji yang terbilang kecil atau uang kiriman orang tua yang pas-pasan. Betapa kamu harus berjuang menahan nafsu jajan atau keinginan untuk berbelanja. Segala kebutuhanmu pun harus serba diminimalkan demi bisa bertahan hingga akhir bulan.
Tapi, pengalaman ini setidaknya mengajarkanmu bahwa hidup hemat adalah sebuah keharusan. Paham rasanya hidup pas-pasan kamu pun tak lagi impulsif saat sedang punya banyak uang. Kamu mengerti betapa pentingnya menabung dan membagi penghasilan jadi beberapa bagian. Setelahnya, kamu pun semakin bijaksana mengatur keuanganmu sendiri.
Merantau membuatmu mengerti bahwa kebebasan yang kamu punya selalu datang sepaket dengan konsekuensinya
kebebasan tak lagi terdengar sederhana
Apa sih arti kebebasan menurutmu? Saat masih remaja, kamu mungkin merasa kebebasanmu direnggut ketika tak diijinkan keluar rumah saat Sabtu malam. Kamu kesal ketika tak diperbolehkan pergi camping dengan teman-teman sekelasmu. Kamu pun merasa tak terima ketika dilarang punya pacar oleh orang tua, sedangkan teman-teman sebayamu hampir semuanya sudah punya pasangan.
Ketika akhirnya hidup sendiri di perantauan, makna kebebasan tak lagi terdengar sederhana. Meski tak ada orang tua yang selalu mengawasi kegiatanmu sehari-hari, kamu justru tak mau bertindak seenaknya. Di usia dewasa, kamu mengerti bahwa segala yang kamu lakukan harus bisa dipertanggungjawabkan. Meski tinggal sendiri dan bebas melakukan apa saja, kamu akan baik-baik memilah mana yang pantas dan tidak pantas dilakukan.
Apakah pekerjaan itu memang cocok untukmu? Apa yang nanti bakal jadi tema skripsimu? Jauh dari keluarga, kamu dituntut mengandalkan naluri pribadi saat akan mengambil keputusan
belajar mengambil keputusan yang tepat di saat yang tepat
Dalam hidup, kita seringkali dihadapkan dengan berbagai pilihan. Tak jarang kita merasa bingung saat akan mengambil keputusan. Di saat inilah pendampingan orang tua dan teman selalu bisa diandalkan. Teman bisa jadi tempatmu berbagi cerita, sedangkan keluarga akan selalu siap menopangmu dalam segala kondisi.
Lepas dari segala kenyamanan dan dukungan sosial yang sebelumnya kamu punya, kamu pun akan terlatih untuk menggunakan instingmu. Ketika dihadapkan pada suatu pilihan, kamu akan lebih sering merenung dan bertanya pada diri sendiri � �apakah pilihanku sudah tepat? apakah segala sebab dan akibatnya sudah aku pikirkan masak-masak?� Selain itu, mengasah kepekaan atau insting membuatmu kian percaya diri menjalani setiap tantangan dalam hidup.
Meski jauh dari kampung halaman, perantauan bisa jadi tempatmu menemukan teman dan keluarga baru
bertemu teman dan keluarga baru
Manusia memang tak bisa lepas dari kehidupan sosial. Meski akhirnya meninggalkan keluarga dan teman-teman di kampung halaman, bukan berarti kamu harus hidup sendiri dan kesepian. Tempat perantauan pasti menawarkan kesempatan untukmu menemukan teman-teman dan keluarga baru. Mereka yang kamu jumpai di kampus, di kantor, atau di tempat kos pun bisa jadi teman atau bahkan keluargamu.
Mereka yang sering menginap di kos-mu lantaran harus mengerjakan tugas atau menemanimu belajar bersama. Mereka yang pintu kamarnya akan selalu terbuka menyambut kedatanganmu sepulang kerja. Mereka pula yang hingga larut malam mau mendengar keluh kesahmu seputar tugas-tugas kantor yang menyebalkan. Meski berasal dari daerah yang berbeda-beda, perantauan adalah tempat yang menyatukan kalian.
Pulang adalah saat yang paling dinantikan karena segala rindu yang lama tertahan bisa segera dituntaskan
merantau = rindu pulang ke rumah
Setelah pergi merantau dan jauh dari keluarga, kamu pun merasakan berbagai perasaan yang tak kamu sadari sebelumnya. Betapa tinggal sendiri membuatmu selalu merindukan suara ayah dan ibumu. Meski sering dibuat kesal, kehadiran kakak dan adik nyatanya selalu bisa menceriakan hari-harimu.
Ya, pulang adalah momen yang akan selalu kamu rindukan. Kamu yang sengaja menabung sejak jauh-jauh hari demi bisa pulang ke kampung halaman saat Hari Raya. Mengantre berjam-jam demi mendapat tiket bus atau kereta api tak akan seberapa terasa melelahkan.
Bisa pulang ke rumah dan kumpul bersama keluarga adalah sebuah kemewahan. Merantau membuatmu mengerti bahwa keluarga lah harta yang paling berharga � mereka yang bisa menerimamu dengan segala kekurangan dan kelebihan yang kamu punya.
Merantau memberimu kesempatan menjelajah tempat-tempat baru, setelahnya kamu pun akan menemukan sebenar-benarnya dirimu
temukan dirimu yang sebenarnya
Kadang, kamu tak baik-baik menyadari bahwa ada banyak hal yang selama ini membelenggu hidupmu. Lantaran terlena dengan zona nyaman, kamu tak bisa memaksimalkan kemampuan dan menemukan renjanamu. Terkungkung dengan pendapat orang-orang terdekat dan berbagai norma sosial bisa jadi menghambat dirimu untuk berkembang.
Merantau akan membuka matamu pada berbagai hal-hal baru. Menuntunmu menuju sesuatu yang benar-benar kamu inginkan selama ini. Menemukan apa yang sebenarnya jadi panggilan hidupmu. Pekerjaan atau profesi seperti apa yang kamu inginkan, bidang apa yang ingin kamu tekuni, atau hidup seperti apa yang ingin kamu jalani? Pertanyaan-pertanyaan ini akan terbayar lunas, terjawab tuntas ketika kamu berani melangkahkan kaki jauh dari rumahmu.
Apa kabar kalian yang sedang berjuang di perantauan? Apakah saat ini kesuksesan sudah berhasil digenggam, ataukah kalian masih harus jatuh bangun melanjutkan perjuangan? Apapun itu, semoga kamu tetap semangat menjalani hidupmu di perantauan, ya!