Halloween Costume ideas 2015
Latest Post



Denpasar (kabarsatu) --Seperti yang dilakukan Partai Nasional Demokrat (NasDem) Bali. Mereka akan mengerahkan 5.000 orang ke Jakarta dalam aksi damai �Kita Indonesia� pada 4 Desember 2016 mendatang. Sementara tokoh Desa Adat Sesetan akan menggelar Dialog Kebangsaan, Minggu (27/11) hari ini di Desa Sesetan, Denpasar Selatan.

Ketua DPW NasDem Bali, Ida Bagus Oka Gunastawa, Sabtu (26/11) kemarin mengatakan aksi damai 'Kita Indonesia" digagas Forum Kebangsaan Indonesia yang di dalamnya adalah partai pendukung pemerintah, elemen masyarakat, dan relawan. "Ini aksi damai anak bangsa, relawan, tokoh masyarakat yang tergabung dalam forum kebangsaan," ujar Oka Gunastawa yang kemarin tengah menyiapkan rapat persiapan keberangkatan ke Jakarta.

Oka Gunastawa menegaskan aksi ke Jakarta menggunakan 100 bus dengan peserta sekitar 5.000 orang dari kader NasDem dan para pengurus di seluruh level. "Kami tegaskan dan garisbawahi ini bukan aksi demo. Apalagi aksi mengimbangi aksi 2 Desember. Kami akan aksi pada 4 desember. Sekali lagi bukan demo," ujar Oka Gunastawa yang kemarin didampingi Bendahara DPW NasDem Bali yang juga Korwil NasDem Badung, I Gusti Bagus Eka Subagiartha.

Dalam aksi kebangsaan nanti peserta dari Bali akan bergabung dengan peserta dari seluruh Indonesia. "Kami akan menunjukan wujud keanekaragaman Indonesia. Dari ujung timur sampai ujung barat. Dari Sabang sampai Merauke akan menggelar aksi "Indonesia Kita. Kami prihatin dengan situasi kebangsaan kita. Makanya aksi ini aksi damai yang merekatkan kembali kita dalam bingkai NKRI," tegas Oka Gunastawa. Teman-teman dari Bali akan berangkat langsung menggunakan 100 bus dan akan tiba di Jakarta 4 Desember," pungkas politisi asal Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Karangasem ini.

Sementara di Desa Adat Sesetan, Denpasar Selatan akan menggelar aksi dialog kebangsaan, Minggu (27/11) siang ini. Penyarikan Desa Adat Sesetan, Dudik Mahendra mengatakan krama Desa Sesetan mencermati situasi kebangsaan saat ini dengan situasi politik yang mempengaruhi persatuan dan kesatuan dan NKRI, sehingga berkeinginan merajut dan menguatkan Pancasila, UU Dasar 1945, NKRI dan Kebhinekaan. "Kami di Desa Sesetan berinisiatif mengadakan dialog kebangsaan untuk mendukung tetap utuhnya NKRI," tegas Dudik Mahendra.

Dudik mengatakan Desa Seesetan terdiri dari keberagaman dan kemajemukan sehingga di Desa Sesetan mampu menyulam kemajemukan lebih erat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. "Deklarasi damai sebagai anak bangsa akan digelar di kantor Lurah Sesetan," tegas Dudik Mahendra.nusabali.[kabarsatunews.com]

Jakarta - Sembilan orang tersangka teroris kelompok Abu Nusaibah yang menyusup dalam demonstrasi 4 November lalu sudah merencanakan aksinya dengan matang. Namun rencana teror yang menunggu kelengahan polisi itu bisa digagalkan. 

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, setelah bentrok antara massa dan aparat keamanan terjadi pada Jumat (4/11), sekitar pukul 19.30, Abu Nusaibah memerintahkan WS dan UA untuk mengumpulkan 8 orang kelompok Hawariyun di Masjid Al-Fatah, Menteng, Jakarta Pusat.

"Pengakuan tersangka, mereka bergerak berkumpul di Masjid Al-Fatah dari rumah masing-masing, tidak ikut demo di siang harinya, karena mereka akan memanfaatkan jika situasi rusuh," kata Boy kepada detikcom, Senin (28/11/2016).

Mereka yang diminta hadir itu berkumpul di halaman masjid sekitar pukul 20.00 WIB. Sementara di dalam Masjid ada Abu Nusaibah, SU, dan IA. Abu Nusaibah keluar dari Masjid Al-Fatah pukul 20.30 WIB lalu memerintahkan WS membagi menjadi dua kelompok. 

Kelompok pertama dipimpin AF untuk bergerak ke Penjaringan, Jakarta Utara, sebab kerusuhan telah terjadi di lokasi itu. Sementara kelompok kedua dipimpin oleh Abu Nusaibah bergerak dan bergabung dengan massa di DPR. 

"Tugas dan tujuannya adalah, agar berhadapan langsung dengan aparat keamanan dalamchaos dan mencari kelengahan aparat keamanan untuk merebut senjata api atau apabila ada senjata yang jatuh segera ambil," ujar Boy.

Berdasarkan keterangan salah satu tersangka, mereka tidak langsung bergabung dengan massa setiba di Penjaringan. Melainkan langsung menyusup ke barisan di belakang polisi untuk mencari kelengahan aparat. 

"Namun bentrok sudah berhasil dikendalikan oleh aparat keamanan. Kemudian, kelompok 1 pimpinan AF yang di Penjaringan berpindah menuju DPR RI untuk bergabung bersama massa," terangnya.

Tim Densus 88 Antiteror kemudian berhasil menangkap sembilan orang yang terlibat dalam perencanaan teror itu. Kesembilan orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu ditangkap di Bekasi dan Jakarta. Mereka berinisial S alias AN, A, RS, DA, WW, IA, F, Z, AS. 

"Secara umum mereka terdeteksi sebagai pemuda yang melakukan baiat, langsung ke pimpinan ISIS," ujar Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (26/11) lalu. (Detikcom)

SuaraNetizen.com - Kecantikan seorang Halima Aden (19) sudah membuatnya dijagokan untuk menang di kontes Miss Minnesota Amerika Serikat.

Gadis berdarah Somalia dan Amerika Serikat itu akan menjadi kontestan pertama dalam ajang tersebut yang mengenakanhijab dalam kesehariannya.

Bila menang, dia juga akan mewakili Minnesota dalam ajang kompetisi Miss USA.

Halima bahkan tetap bersikukuh menutup auratnya dalam fase bikini.

Ia mengenakan burkini, atau baju pantai tertutup yang dirancang untuk wanita muslim.

Yang mengejutkan, bukannya membuat warga Minnesota mencemoohnya, ia malah kebanjiran simpati dan pujian.

Banyak penonton ajang itu yang memberi standing ovation.

Selama ajang bikini, Halima pun mendapat sambutan paling ramai dan berisik.

Aden, yang tak pernah ambil serta di ajang kecantikan sebelumnya, memutuskan ikut Miss Minnseota untuk mematahkan stereotipe negatif soal wanita muslim di Amerika.

"Kecantikan itu tidak bisa dideskripsikan dengan satu kata. Kecantikan punya banyak wajah, kisah, dan latar belakang yang berbeda, dan sangat penting untuk menampilkan semuanya," kata Halima.

Sayangnya, keluarga Halima sebenarnya menentang keputusannya untuk ambil bagian dalam kontes ini.

Ibu Halima, mengatakan ia seharusnya fokus dalam pendidikannya. (Tribunnews)



Ciamis (kabarsatu) �Peserta Aksi Bela Islam III Terpaksa harus jalan kaki menuju jakarta.Hal ini mereka lakukan karena adanya tekanan dari pihak penguasa terhadap perusahaan Autobus untuk tidak boleh membawa peserta aksi 212 ke jakarta menggunakan bus Antar provinsi.Dengan ancaman pencabutan izin trayek mereka jika terbukti membawa peserta aksi 212 ke jakarta.

Semangat juang yang begitu kental di hati mereka para pejuang dari ciamis.Tidak di bolehkan menggunakan bus ,jalan kaki pun di lakukan menuju jakarta.Subhanallah Begitu tulusnya hati mereka demi agama mereka.

Semangat perjuangan mereka pun mendapat apresiasi dari seluruh umat muslim kecuali para munafikun saja yang tidak suka dengan perjuangan mereka.Sebagai bentuk persaudaran bahwa islam itu satu, ibaratkan tubuh satu sama lain saling melengkapi dan berfungsi sebagai mana masing-masing organ tubuh itu sendiri.





�Saya terharu dengan perjuangan mereka�kata ibu Vera  salah satu penyumbang makanan setengah menangis terlihat tetasan air mata di wajah ibu tersebut

Dukungan dari seluruh umat islam untuk merekapun di lakukan dalam berbagia cara kususnya untuk mereka yang tak bisa ikut kejakarta.Dan masyarakat yang dilalui oleh pejuang Ciamis ini menyiapkan makanan dan minuman dengan suka rela tanpa diminta.

�Indahnya mereka Memperjuangkan Keadilan Didasari Hati Yang terdalam...
Selamat Berjuang Sahabat" Semoga Allah Ta'alla berikan pahala yang berlipat� Ucap Nurhanyani salah satu masyarakat yang ikut menyediakan makanan  dan minuman buat pejuang Ciamis dengan bangga (29/11/2016).

Semoga perjuangan mereka di mendapatkan ridho dari Allah dan memberikan perlindungan kesehatan untuk mereka .Amin.[kabarsatunews.com]

SuaraNetizen.com, JAKARTA - Sebuah foto Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bikin heboh dunia maya.

Foto itu kali pertama diunggah oleh akun jejaring sosial Facebook dengan nama Jack pada 24 November silam ke grup 'BERANDA TOLAK JOKOWI DAN AHOK'.

Di keterangan foto tersebut, Jack menuliskan status bernada provokatif seperti ini:

Biar foto yang berbicara..
Atas ketidakadilan yang terjadi di Indonesia.
Acara minum-minum MIRAS bersama akibat sering gaul dengan Ahok.

Hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Dalam foto itu, terlihat Ahok--sapaan karib Basuki--tengah duduk di meja makan bersama Kapolri, dan satu orang lainnya.

Mereka terlihat menunjukkan ekspresi tertawa, entah apa yang mereka bincangkan.

Namun, di atas meja makan tersebut, ada sejumlah hidangan dan sejumlah botol berwarna hijau yang disebut oleh Jack sebagai minuman keras.

  

Usut punya usut, botol di atas meja yang dikira berisi minuman beralkohol itu ternyata adalah air mineral dengan merek Equil.

Tak pelak, status Jack tersebut menjadi bulan-bulan para pengguna media sosial, terutama di Facebook dan Twitter.

Seperti komentar yang dilontarkan pengguna Twitter bernama @imanlagi.

"PR gubernur DKI terpilih: mengurangi kesenjangan sosial yg masih tinggi. Misal: ada orang yg ga pernah liat Equil," cuit @imanlagi.

Ada pula netizen dengan akun @goodmoaning yang menyindir dengan nada sinisme.

"mohon maaf nih saya memang dari kampung tapi saya tau botol hijau itu equel air mineral doang di indomaret alfamart banyak," kicau @goodmoaning.

Sementara, netizen akun @supermomo memiliki komentar menyebut para hater sudah dibutakan oleh kebencian.

"Equil itu bukan barang umum, nggak semua orang pernah makan di tempat yang menjual Equil. Wajar kalo ada yang nggak tau. Ditambah sama aura kebencian. Yaudah. Kelar," kicau @supermomo. (Tribun)

SuaraNetizen.com - Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen terang-terangan menyebut kekuatan besar di balik Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam menyokongnya dalam gelaran Pilgub DKI 2017.

"Pasti para taipan, yang buat pulau reklamasi. Apartemen itu nanti aksesnya hanya untuk orang China daratan," kata Kivlan saat diskusi di Markas HMI, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Kivlan bahkan tak segan menyebut nama-nama serta perusahaan-perusahaan swasta yang berdiri di belakang Ahok.

"James Riyadi, Tommy Winata, Grup Astra, Grup Podomoro. Banyak yang punya uanglah," katanya.

Tak mau disebut asal tuduh, Kivlan menyampaikan analisisnya.

"Di Pulau Nias nelayan tidak bisa masuk melaut. Begitu juga nanti di pulau reklamasi. Sama seperti di perumahan-perumahan ada satpam, orang asing tidak boleh masuk," ungkapnya.

Oleh sebab itu, dia mendukung aksi untuk mendesak agar Ahok segera dipenjara. Lewat aksi 212 nanti, Kivlan berharap Ahok bisa dihukum atas perbuatannya.(inilahcom)

SuaraNetizen.com � Ulama kondang Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym, memastikan diri untuk turun dalam Aksi Bela Islam Jilid III pada 2 Desember 2016 mendatang.okezone

Aa Gym berharap melalui aksi unjuk rasa yang juga disebut Aksi 212 tersebut, aparat penegak hukum dapat menegakkan hukum secara adil, terutama dalam hal kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ia mengatakan, proses hukum semestinya tidak pandang bulu. Ia berharap melalui aksi tersebut Ahok dapat diperlakukan sebagaimana penista agama lainnya, tanpa adanya perbedaan apalagi sampai diperlakukan secara istimewa.

"Saya harap (Ahok) tetap diperlakukan seadil-adilnya, sebagaimana anak bangsa yang lain, tidak dibeda-bedakan," kata Aa Gym di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 28 November 2016.

Aa Gym juga menaruh harapan untuk aksi 2 Desember 2016 mendatang agar bangsa Indonesia belajar menyikapi segala persoalan. "Mudah-mudahan keadilan segera nyata. Tegak di bumi ini," ujarnya

Selain itu, untuk menyelesaikan masalah tersebut, Aa Gym menilai diperlukan tiga semangat, yaitu semangat persaudaraan, semangat mencari solusi dan semangat untuk sukses bersama. Ketiganya perlu disikapi agar bangsa Indonesia tetap bersatu.

"Jangan sibuk sebagai musuh, jangan hanya mempermasalahkan masalah tapi bagaimana mencari solusi terbaik dan semangat sukses bersama," ucapnya menambahkan. (VIVA.co.id)

SuaraNetizen.com � Ustaz Yusuf Mansyur mengaku sempat menangis, setelah polisi melakukan kesepakatan dengan para ulama dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI soal aksi 2 Desember, yang akan dipenuhi dengan ritual agama.

Ustaz Yusuf mengatakan, hal itu menjadi bukti bahwa tidak ada pertentangan antara ulama dan penegak hukum.

"Saya kemarin, sempat meneteskan air mata. Enggak ada perselisihan antara ulama danumara," kata Yusuf dalam program �Apa Kabar Indonesia Pagi� di tvOne, Selasa 29 November 2016.

Hal ini, kata dia, harus disyukuri bersama. Namun, dia menyadari bahwa sebelumnya ada proses yang cukup panjang hingga kesepakatan ini terjadi.

"Masyarakat juga melihat gesture tubuh ulamanya juga tersenyum. Muka-muka bahagia," kata dia lagi.

Ustaz Yusuf juga mengingatkan bahwa kesepakatan aksi damai, salat, dan zikir bersama di Monas nanti, tidak akan menolerir aksi-aksi yang ingin menunggangi dan melakukan provokasi. Namun, potensi provokasi harus dihindari para jemaah yang akan hadir dalam aksi damai. (VIVA.co.id)

Dr. Aviliani

Yogyakarta (kabarsatu) --Selain menyatakan perlunya peningkatan daya saing melalui sertifikasi produk dan tenaga kerja, para Ekonom PP ISEI mengingatkan adanya ancaman besar di era MEA. Ancaman itu adalah masuknya jutaan tenaga kerja asing bersertifikat ke Indonesia. Ancaman ini dirasa sangat nyata, mengingat investor asing yang nanti masuk ke Indonesia memasukkan tenaga kerjanya ke dalam satu paket perjanjian kerjasama investasi.

Dalam acara penutupan Konferensi Internasional Federasi Asosiasi Ekonomi Asean (Federation of Asean Economic Association/FAEA) ke-41 di Yogyakarta, Jumat (25/11/2016), Ekonom Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, Dr. Aviliani, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia.

Menurutnya, saat ini di negara China terdapat 400 juta pengangguran yang bisa menjadi ancaman, karena mereka mengarah untuk bekerja ke Indonesia. Apalagi, tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia itu adalah tenaga kerja terlatih atau terampil (skilled labour). Sedangkan tenaga kerja Indonesia yang ke luar negeri mayoritas bukan yang terlatih.

Ancaman masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia, lanjut Aviliani, menjadi ancaman yang nyata, karena ke depan perusahaan luar negeri yang masuk menjadi investor di Indonesia sudah satu paket, yaitu investasi dan tenaga kerja.

Selain itu, Aviliani juga mengatakan, hal yang perlu diamati adalah tenaga kerja asing yang terlatih bisa mengerjakan lima pekerjaan sekaligus, sedangkan tenaga kerja Indonesia hanya bisa mengerjakan satu pekerjaan saja, sehingga produktivitas tenaga kerja asing tersebut memang lebih tinggi.

Dengan adanya ancaman itu, Aviliani mengatakan, perlu segera melakukan sertifikasi tenaga kerja Indonesia di semua sektor. Pasalnya, kata Aviliani, dari 128 juta angkatan kerja di Indonesia, saat ini hanya 5 persen saja yang sudah tersertifikasi.

"Sementara itu, kebanyakan tenaga kerja Indonesia di luar negeri saat ini bukan tenaga kerja yang terlatih atau bersertifikat, sehingga tidak termasuk dalam perjanjian Asean," tegasnya.

Terkait tenaga kerja asing yang bisa menjadi ancaman bagi Indonesia itu, Edy Suandi Hamid menambahkan,  Indonesia memang menjadi negara yang mempunyai daya tarik bagi para pekerja asing. Di tahun 2013 saja, katanya, tenaga kerja dari Malaysia di Indonesia ada sebanyak 4.942 orang.

"Indonesia berada di peringkat keenam di dunia sebagai negara yang paling diminati oleh tenaga kerja asing," pungkas Edy.cendana.[kabarsatunews.com]
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget