Halloween Costume ideas 2015
Latest Post

AMP - Diduga menjual nasi di siang hari, petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, menggerebek satu kios di Jalan AMD, Bathoh, Banda Aceh, Selasa, (06/06/17).

Aksi penggrebekan itu, membuat jalan macet, karena  ramai warga yang ingin menyaksikan penangkapan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, beberapa petugas Satpol PP dan WH Banda Aceh, terlihat masih memeriksa intensif penjual dan pembeli nasi itu di kios yang digerebek itu.(modusaceh)

AMP - Selain membentuk tim penyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah juga membentuk tim sekretariat, untuk membantu kelancaran penyusunan RPJM Aceh 2018-2022.

Adapun nama-nama tim sekretariat ini yakni, drh. Masa M., M.Si, Mahdalena, M.Pd, Yunia Shofiasti, S.T., M.T, Deny Ardiansyah, Amd, Nopri Zally Adha, S.P dan Rini Mukhtar.

Berdasarkan SK, beberapa tugas tim sekretariat ini, diantaranya mempersiapkan dan memfasilitasi kebutuhan tim penyusun RPJM, mempersiapkan bahan-bahan rapat dan membuat rumusan kerja.

Selain itu, tim ini juga bertugas melaksanakan administrasi keuangan dan tata usaha operasional tim penyusun RPJM, serta memberikan laporan perkembangan kerja secara berkala dan laporan akhir pelaksanaan tugas kepada ketua, wakil ketua, dan sekretaris tim penyusun RPJM 2018-2022.

Diberitakan sebelumnya, tim penyusun RPJM pasangan Irwandi-Nova diketuai mantan Sekda Aceh T. Setia Budi, dibantu Teuku Said Mustafa sebagai wakil, serta Elly Sufriadi, S.Si., M.Si sebagai Sekretaris.

Tim ini dibagi menjadi enam bidang, meliputi Bidang Kesejahteraan Sosial, Pendidikan dan Kebudayaan, Pembangunan Berkelanjutan, Ketahanan dan Pangan, Reformasi Birokrasi dan Sistem Informasi, dan Bidang Pertumbuhan Ekonomi.(AJNN)

AMP - Tim opsnal narkoba Polres Langkat mengamankan dua terduga kurir ganja, Selasa (6/6/2017).

Mereka adalah Mirza (20) warga Desa Manetunong, Kecamatan Muarabatu, Kabupaten Aceh Utara. Lalu  Cut Mutia (35) warga Desa Sorek, Kecamatan Pangkalankuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Kasat Narkoba Polresta Langkat AKP Supriadi Yantoto mengatakan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang menyatakan terdapat penumpang bus dari Aceh menuju Medan membawa ganja.

Selepas Subuh, polisi melakukan pemeriksaan bus di jalur penghubung Aceh- Medan. Sekitar pukul 07.00 WIB, polisi memeriksa bus Putra Pelangi BL 7546 AA di Desa Kualabegumit, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

Dari bus tersebut, polisi menemukan 30 bal berlakban coklat berisi ganja. Narkotika tersebut disimpan di tas koper hitam merk Polo Ben dan ransel coklat merk Polo Speed.

"Sekira pukul 07.00, bus melintas dan kita hentikan. Saat pemeriksaan para penumpang, dari pelaku yang duduk di bangku nomor 1C kita temukan barang bawaannya berisi gànja," ungkap Kasat Narkoba Polresta Langkat AKP Supriadi Yantoto, Selasa siang.

30 menit berselang, pihaknya mengamankan Cut Mutia yang menjadi penumpang bus Sempati Star BL 7452 AA. Dari pelaku, polisi menyita 24 bal berlakban coklat berisi ganja yang disimpan di tas koper coklat merek Polo Tokyo.

"Pelaku masih menjalani pemeriksaan, kita juga meminta keterangan para saksi. Keduanya akan melakukan tes urine. Kita juga sedang melakukan pengembangan jaringan pelaku dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melengkapi BAP," tutupnya.(Kompas)

AMP - Kejadian menghebohkan terjadi di Metro. Di tengah bulan suci Ramadan, seorang oknum pejabat di Pemerintah Kota Metro digerebek warga karena diduga berselingkuh.

PNS berinisial BR yang diketahui menjabat sebagai Kepala Bagian di Pemkot Metro itu digerebek dengan SM, wanita bersuami yang telah memiliki dua anak.

Penggerebekan terjadi di Jalan Tabuhan Gang Mbetek, RT 05 RW 01, Banjarsari, Metro Utara, Sabtu (3/6) sekitar pukul 01.30 WIB.

Peristiwa penggerebekan itu berlangsung dramatis. Warga yang mengetahui BR mendatangi rumah SM pada tengah malam melakukan pengintaian.

Menunggu sekian lama tak kunjung pulang, warga yang telah ramai berkumpul mengetuk rumah kontrakan SM.

"Warga sudah ramai. Akhirnya baik-baiklah kita ketuk dulu. Yang buka pintunya SM. Pas ditanya ada laki-laki atau nggak yang masuk, awalnya nggak ngaku," beber Reza, warga setempat, Minggu (4/6).

"Karena penasaran, digeledah. Ketemulah laki-laki ini lagi tiduran di kamar," imbuhnya.

Ketua RT 05 Edy Saputra menjelaskan, BR diketahui datang bertamu sejak pukul 23.30 WIB.

"Ngakunya sih main. Tapi, kok pintu ditutup. Motor langsung dimasukin. Pas di dalam, kami lihat (BR) lagi duduk. Ini katanya sudah sering ke sini ternyata," jelas Edy.

Menurut Edy, sebelumnya warga diminta suami SM, yang bekerja di perusahaan pengeboran minyak, untuk mengawasi gerak-gerik sang istri.

Sebab, lokasi kerjanya jauh, suami SM hanya dapat pulang ke rumah sebulan sekali.

"Suaminya ninggalin KK sama KTP, minta saya ngawasin. Jadi mulai dipantau sejak lima hari lalu. Kontrakan itu ditempatin dari Maret," kata dia.

"Waktu digerebek, BR malah janjiin mau kasih berapa saja kalau beritanya nggak nyebar," imbuhnya.

Meski ditawari uang, warga bergeming.

"Warga tidak ada yang mau. Jadi langsung kami serahkan ke babin untuk di bawa ke polsek," tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan atau sikap dari Pemkot Metro terkait oknumnya yang ditangkap warga karena dugaan melakukan hubungan gelap.

Begitu pula dari Inspektorat yang telah dihubungi awak media.

Diserahkan ke Polres

Polsek Metro Utara membenarkan adanya oknum pejabat Pemkot Metro yang diamankan warga lantaran diduga berbuat asusila.

Kepala Polsek Metro Utara Ajun Komisaris Indriyanto mengatakan, warga telah menyerahkan sepasang pria dan wanita yang bukan suami istri itu ke mapolsek setempat.

Sayangnya, Indriyanto tak memberikan pernyataan lebih lanjut, karena kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

"Kalau pengakuannya, BR ini main ke rumah SM. Kemudian ada warga yang ngegerebek," terang Indriyanto, Minggu (4/6).

"Pengakuannya belum melakukan hubungan suami-istri," imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk kepentingan penyidikan, kasus tersebut akan diserahkan ke Polres Kota Metro.

"Untuk keterangan lebih lanjutnya, nanti silakan ke polres," terangnya.[Trb]

Foto: flickr.com
AMP - Diduga membawa narkoba jenis sabu-sabu, Mahdi (43), mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) atau akrab disapa Panglima Mahdi, Sabtu malam (3/6/2017), tewas diterjang peluru panas aparat kepolisian Polda Sumatera Utara.

Selain Mahdi ada pelaku lainnya yaitu, Zahri (39) warga Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Dia  juga tewas ditembak. Satu-satunya pelaku selamat, Ridwan (43) penduduk Banda Alam langsung diamankan ke Polda Sumut.

Kontributor MODUSACEH.CO di Medan melaporkan, dari kawanan ini disita sabu-sabu lima kilogram, senjata genggam pendek, 13 unit ponsel dan Honda Jazz BK 38 DI. Jasad keduanya hingga Minggu (4/6/2017) sore masih berada di RS Bhayangkara Medan. "Seluruh narkoba itu mereka bawa ke Medan untuk diserahkan kepada seseorang," ungkap Rycko.

Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel menjelaskan, pelaku disergap di jalan tol Belmera, Tanjungmulia, Medan Deli ketika mengendarai mobil Honda Jazz bersama dua temannya. "Saat disergap yang bersangkutan menodongkan pistol kepada anggota, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur. Dia ini eks kombatan GAM," kata Rycko di RS Bhayangkara Medan, Minggu (4/6/2017).

AMP - Satu unit Mopen L300 mengalami kecelakaan dan masuk sawah, setelah menghantam mobil Grand Livina di Jalan Medan-Banda Aceh, kawasan Cot Puuk, Gandapura, Kabupaten Bireuen, Senin (5/6/2017) sekira pukul 10.40 WIB.

Pascakejadian, 1 dari 8 penumpang Mopen L 300 dilaporkan mengalami luka-luka dan kini telah dirawat di Rumah Sakit Umum Bireuen.

Menurut informasi yang diperoleh GoAceh, sebelum peristiwa itu terjadi, mobil penumpang L300 yang meluncur dari arah Medan itu, sempat menghantam spion mobil Grand Livina yang melaju dari Banda Aceh.

"Mobil Grand Livina mengalami ringsek bagian samping belakang dan sempat terseret beberapa meter dari badan jalan setelah dihantam L300," sebut sejumlah warga di kawasan itu.

Sementara L300 juga mengalami kerusakan di bagian muka serta ban bagian depannya meledak sehingga mobil masuk dan “mendarat” di areal persawahan warga.

Hingga saat ini, kasus laka lantas tersebut telah ditangani pihak Satlantas Polres Bireuen.(Goaceh.co)

AMP - Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Rycko Amelza Dahniel akhirnya diganti oleh Irjen Paulus Waterpau. Rotasi dan mutasi jabatan terjadi di tubuh Polri sesuai dengan Surat Telegram Kapolri bernomor ST/1408/VI/2017 tanggal 2 Juni 2017.Dalam telegram tersebut ada 109 pejabat di tubuh Polri yang dimutasi. Selanjutnya Irjen Rycko Amelza Dahniel bakal menjadi Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol).

Walau hanya 9 bulan menjabat Kapolda Sumut, tapi Umat Islam Sumut sangat terkesan dan kagum dengan kepemimpinan dan keadilan Pak Rycko Amelza Dahniel. Hal yang paling berkesan adalah saat Kapolda Sumut ikut memberi sambutan dalam Aksi Bela Islam di Medan Sumut yang juga dihadiri Habib Rizieq Shihab pada 28 Desember 2016.

Bagaimana sambutan dan penghormatan Kapolda Sumut pada Habib Rizieq. Saat itu dalam sambutannya Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan Habib Rizieq adalah Imam Besar Umat Muslim Indonesia.

Atas mutasinya ke tempat baru, Umat Islam Sumut menyampaikan penghormatan:

Dear Bapak Rycko

Hanya 9 bulan engkau bersama kami Walau sebentar, tapi begitu berkesan dan membekas di hati kami.

Engkau begitu sabar dan telaten mendengarkan kami. Engkau teguh memegang amanah dan kepercayaan ummat. Tidak pernah ada kerusuhan selama engkau menjabat. Kami pun menghormatimu hingga tak pernah kami ayal bersebrangan. Karena engkai bisa tegak di atas keadilan.

Semoga bapak dapat lebih sukses lagi kelak. Dan tetaplah dekat dengan Allah agar hidup kita selamat. Kami yakin, HATIMU BERSAMA KAMI.

3 Juni 2017 *** -[goaceh.co]

AMP - Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi Inspektorat Aceh tentang hibah dan barang untuk program pemberdayaan ekonomi rakyat, tahun anggaran 2013. Sedikitnya dari 23 kabupaten-kota, 15 daerah yang menerima bantuan boat 40 GT dari Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh.

Dari 15 kabupaten-kota itu, jumlah anggaran yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2013 lalu, senilai Rp 86 miliar lebih oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh.

Nah, sebagai penerima bantuan tersebut, untuk Kabupaten Pidie, yaitu Kelompok Nelayan Tuah Rezeki. Kelompok nelayan ini, dijabat sebagai Ketua Iskandar dan bendahara Wahyudi.

Kemudian Kelompok Nelayan Kuta Malaka, Ketua Zainal Abidin dan Bendahara Ilyas Hs. Kelompok Nelayan Beumakmu, Ketua Sulaiman B dan bendahara Tgk. Zulfadhli.

Lalu Kabupaten Biuruen, penerima bantuan kelompok Nelayan Lumba-Lumba, Ketua Supri Daud alias Boing. Kelompok nelayan Laut Malaka, Ketua Zainuddin Jafar. Kelompok nelayan Samudra Jaya, ketua M. Nasir.

Masih Kabupaten Bireuen, kelompok Nelayan Putra Laut, Ketua Darkasyi Nurdin.

Kelompok Nelayan Buleun Trang, Ketua Hanafiah Basyah. Kelompok Nelayan Camar Laot, Ketua Mulyadi. Kelompok Nelayan Tuna Bahari, Ketua Azhari.

Kelompok Nelayan Wasee Laot, Ketua Rusli Arifin. Kelompok Nelayan Putri Duyung, Ketua Tarmizi Isya. Selanjutnya, Kota Lhokseumawe, penerima bantuan, kelompok nelayan samudera, Ketua Sofyan. Kelompok Nelayan Samudera Pasifik, Ketua Syahri.

Aceh Timur, Kelompok Nelayan Hikmah Laot, Ketua M. Aiyub. Kelompok Nelayan Aneuk Neulayan, Ketua M. Basyir dan sekretaris Baihaqi. Kelompok Nelayan Rezeki Po, Ketua Baihaqi.

Kota Langsa, Kelompok Nelayan Navigasi, Ketua Murdani. Kelompok Nelayan Pampus, Ketua M. Efendi. Untuk Aceh Tamiang, Kelompok Nelayan Kumat Sue Gata, Ketua Abdullah.

Berikutnya Kota Banda Aceh, Kelompok Nelayan Aneuk Kutaraja Laot, Ketua Zulfikar. Kelompok Nelayan  Reseuki Laot, Ketua Diansyah. Kelompok Nelayan Bungong Jaroe, Bendahara Marzuki.

Kabupaten Aceh Besar, Kelompok Nelayan Daerah I-XXII, Ketua Fakhri, Bendahara Mukhtar Abdullah. Kelompok Nelayan Daerah II-XXVI, Ketua Jailani dan anggota Ridwan Jailani. Kelompok Nelayan Daerah IV-XXV, Ketua M. Ziadi dan anggota Abdullah, Mawardi Usman.

Kabupaten Aceh Selatan, Kelompok Nelayan Laot Sabilun Najah, Ketua T. Raja Edi. Kelompok Nelayan Bintang Timur, Ketua Herman. Kabupaten Aceh Singkil, Kelompok Nelayan Hamzah Fansuri, sekretaris Iskandar.

Kabupaten Aceh Barat Daya, Kelompok Nelayan Laot Tgk. Lhok Pawoh, anggota Suparman. Kelompok Nelayan Samadera Padang Meurante, Ketua Rusmadi.

Kemudian Kabupaten Nagan Raya, Kelompok Nelayan Nagan Raya Marine, Ketua Said Usman. Kabupaten Aceh Barat, Kelompok Nelayan Peukat Aceh, Ketua Ramsi Barmi. Kelompok Nelayan Aneuk Nanggroe, Ketua Jauhari.

Kabupaten Aceh Jaya, Kelompok Nelayan Radja Nanggroe, Sekretaris Zainadir. dan Terakhir Kota Sabang, Kelompok Nelayan Aneuk Nanggroe Pulo Sabang, Ketua Saifullah dan anggota Zakaria, Basri.(modusaceh)

Barang bukti yang diamankan polisi dari tersangka/Foto: Jefris Santama/detikcom
AMP - Polisi menembak mati dua bandar narkoba di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dari tangan pelaku, polisi menyita 5 kilogram sabu, sepucuk senjata pistol dan satu unit mobil Honda Jazz hitam.

"Dua bandar narkoba ditembak mati karena melawan petugas Ditres Narkoba Polda Sumatera Utara," kata Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel kepada wartawan di RS Bhayangkara Medan, Minggu (4/6/2017).

Kedua pelaku yang ditembak mati yakni Mahdi alias Panglima Mahdi dan Zahri. Panglima Mahdi diketahui merupakan mantan GAM. Sementara, seorang lainnya berhasil ditangkap yakni Ridwan.

Irjen Rycko menerangkan, penindakan tersebut dilakukan pada Sabtu (3/6) malam di Jalan Tol, Tanjung Mulia, Medan. Saat itu, mobil yang dikemudikan pelaku ini sebelumnya dari Besitang, Kabupaten Langkat dan menuju Medan.

Petugas yang mendapat informasi tersebut kemudian melakukan pengejaran. Saat akan ditangkap, para pelaku melawan menggunakan senjata api.

Petugas yang mendapat ancaman itu kemudian menembak mati dua orang bandar narkoba tersebut. Sementara, seorang lagi berhasil ditangkap.

"Bandar narkoba yang ditembak mati ini merupakan bandar narkoba yang ke-12 dan ke-13. Yang ditembak mati ini karena melawan petugas. Polda Sumatera Utara terus berkomitmen untuk memberantas narkoba," ujar Irjen Rycko.

Sementara itu, pada Sabtu (6/5) petugas Ditres Narkoba Polda Sumut juga mengungkap peredaran narkoba di Medan. Total barang bukti yang disita yakni 9,94 kilogram. Dalam penindakan itu, polisi menangkap 4 pelaku yakni Mursalin, Abdul Jalil, Sulfan dan Zulkifli.(Detik.com)
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget