Halloween Costume ideas 2015
Latest Post

Ilustrasi
AMP - Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di kantor Camat Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara diringkus karena memiliki narkotika jenis sabu. Tersangkanya adalah Mus (35), warga asal Gampong Geulumpang VII, kecamatan itu.

Informasi yang dihimpun GoAceh, tersangka diringkus oleh jajaran Polsek Lhoksukon di kawasan persawahan Gampong Geumata, Kecamatan Lhoksukon sekitar pukul 02.30 WIB, Jumat (31/3/2017) kemarin. Di tangan tersangka, polisi turut mengamankan sabu sebanyak satu paket.

"Kita menangkap Mus setelah kita peroleh informasi dari masyarakat bahwa di kawasan persawahan Gampong Geumata sering dijadikan lokasi transaksi narkotika," kata Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata, melalui Kapolsek Lhoksukon, Iptu Hendra Gunawan Tanjung, Sabtu (1/4/2017).

Dikatakan, saat ini tersangka bersama barang bukti sudah diamankan di Polsek Lhoksukon untuk proses penyelidikan lebih lanjut.(Goaceh.co)

AMP - Warga Desa Lawe Kersik Kecamatan Bukit Tusam Aceh Tenggara (Agara) mendadak heboh Sabtu, 1 April 2017 sekira pukul 03.30 Wib dini hari. Pasalnya, rumah salah seorang warga bernama Endim ludes terbakar.

Kepala BPBD Agara Ramadhan ST melalui Kabid Pemadam Wahyu Hidayat kepada LintasGAYO menyatakan dalam insiden ini tidak ada korban jiwa.

Informasi yang dihimpun media ini, kebakaran diduga dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK).

Lain itu, informasi berkembang pembakaran itu dikait-kaitkan dengan penikaman terhadap mantan Bupati Agara 2002-2006, Armen Desky, sehari sebelumnya.

Belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak berwajib, namun beberapa orang anggota keluarga Endim diamankan oleh pihak berwajib guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Sementara itu, korban penikaman Armen Desky sedang menjalani perawatan di salahsatu rumah sakit di Medan Sumatera Utara. [lintasgayo.co]

AMP - Penemuan bayi berjenis kelamin perempuan hebohkan warga Gampong Asan, Kemukiman Ara Bungkok, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (1/4/2017) sekira pukul 08.00 WIB.

Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sengaji melalui humas Polres, membenarkan penemuan bayi malang itu.

Informasi penemuan bayi itu pertama kali ditemukan oleh Yani, 18, warga setempat tergeletak di semak-semak tanggul sungai Asan. Kemudian, Yani melaporkan penemuan bayi itu kepada Keucik Asan AB, Amiruddin U, 53.

Setelah mendapat laporan terkait temuan bayi, lalu Keucik memberitahukan ke Mapolsek Lhoksukon dan selanjutnya Kecik bersama anggota Polsek turun ke lokasi untuk mengambil bayi tersebut dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Lhoksukon guna mendapat penanganan  medis. [Red]

AMP - Media sosial dihebohkan dengan penampakan manusia kerdil yang di temukan oleh pemotor trail di hutan pedalam aceh. dalam video tersebut terlihat sosok manusia kecil tanpa berpakain dengan tongkat kayu di tangan berlari ke semak-semak begitu melihat para pemotor trail.

Sosok tersebut di duga suku mante yaitu suku yang mendiami hutan aceh. pada 18 desember 1987 harian kompas sempat menulis artikel tentang keberadaan suku mante. seperti yang di ungkapkan oleh ' Gusnar efendy' seorang pawang hutan bahwa suku maante hidup di pedalaman Lokop Aceh timur, Di juga pernah bertemu dengan mereka(suku mante) di hutan-hutan oneng, rikit gaib, pintu rimba kabupaten aceh tengah dan aceh tenggara.

"Umumnya suku Mante tinggal di gua-gua, celah gunung, dan pinggiran sungai, lembah " kata Gusnar efendi seperti yang di kutip harian kompas edisi 18 desember 1987 lalu.

Suku mante ini memiliki ciri-ciri berbadan kerdil dengan panjang 90 cm sampai 1 meter , sebagian dari mereke berte-lanjang dan memiliki rambut panjang terurai sampai pantat.

Tubuh merekan berotot dan kasar memiliki wajah persegi dengan dahi bentuk balok. hidung pesek, kedua alis mereka bertemu di pangkal hidung dan mereka berkulit yang cerah.

Di kutip dari wikipedi suku mante merupakan etnis tertua dan bersam suku lainnya merupakan cikal bakal etnis-etnis yang mendiami aceh saat ini.

di lansir dari berbagai sumber, (Dikutip: uctalks.ucweb.com)

AMP - Polisi meringkus pembobol situs jual beli tiket online www.tiket.com, seorang remaja 19 tahun bernama Haikal.

Haikal diburu pihak kepolisian setelah mendapatkan keuntungan hingga Rp4,1 miliar dari situs yang dibobolnya.

Pihak tiket.com mengalami kerugian sebesar Rp4.124.000.982 karena pelaku meretas, mengambil serta menjual jatah deposito tiket pesawat pada server Citilink Indonesia..

Pihak Citilink juga mengalami kerugian sebesar Rp1.973.784.434 karena ada sejumlah orang yang membeli tiket dari sindikat peretas tersebut melakukan pembatalan dan refund.

Bagaimana bisa Haikal meretas situs jual beli tiket itu hingga mengeruk keuntungan?

Menurut ahli keamanan siber, Taufik Yahya, ada banyak kemungkinan cara yang digunakan Haikal untuk membobol situs www.tiket.com.

"Saya belum mengetahui pasti mengenai metode yang dipakai karena cukup banyak kemungkinan yang dapat dilihat dari suatu aktivitas peretesan," ujar Taufik kepada Tribun.

Taufik mencontohkan bahwa bisa saja Haikal memanfaatkan kerentanan atau vulnerability pada framework atau 3rd party modul component yang digunakan oleh situs tiket.com.

Ada kemungkinan dari sisi tiket.com sendiri yang rentan seperti belum membatasi penyaringan terhadap special character yang memungkinkan seorang penyerang untuk menarik konten di database dari halaman front end aplikasi (dikenal SQL Injection).

Umumnya dari hasil ini, seseorang dapat mempergunakan data untuk login ke halaman yang lebih tertentu (seperti halaman admin) atau dapat juga untuk mengambil data sensitif pengguna lain.

Namun Taufik menambahkan, bila ditarik dari kesimpulan tersebut, masih terlalu banyak hal yang dapat dijadikan dugaan karena tidak hanya SQL Injection yang dapat membuat seseorang berhasil memperoleh akses masuk.

"Masih cukup banyak model serangan lain," jelas Taufik.

Taufik juga mencontohkan kasus Yahoo, yaitu dengan mengirimkan sesuatu yang malicious (malware / halaman palsu dengan keylogger / lainnya) ke individu yang memiliki peranan di dalam sistem.

Yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan pencurian data setelah penyerang berhasil mengambil akun untuk mengambil alih komputer yang dipakai individu terkait atau sistem yang dikelola.(Trbn)

AMP - Seperti penuturan Tan Malaka, salah seorang perintis kemerdekaan Indonesia, dalam bukunya bertajuk Catatan-Catatan Perjuangan (1946-1948), pada waktu masih zaman penjajahan Belanda Tan Malaka suatu ketika pergi ke stasiun kereta api Manggarai, melihat beberapa lokomotip kereta api dan diesel yang mulanya dia sangka buatan Belanda. Ternyata buatan Amerika dan Jerman.

Dari situ Tan Malaka mendapat ilham. Ternyata Belanda di negeri kita cuma tukang mesin, bukan perancang atau pembuat mesin alias seorang industrialis kayak Inggris dan Amerika..

Dari situ Tan berkesimpulan Belanda yang menjajah kita, bukan sebagai negara yang sudah canggih industrinya. Melainkan cuma sebagai pedagang belaka. Istilah Tan Malaka, sekadar sebagai Tauke Kecil. Bukan negara berbasis industri yang berkemampuan mencipta seperti Inggris, Jerman, Amerika dan Jepang.

Inilah yang membentuk watak penjajahan Belanda di Indonesia. Sekadar merampok bahan bahan mentah dan bahan baku, membawanya ke negerinya, lalu menjualnya kepada negara negara industri yang jauh lebih mapan seperti Inggris dan Amerika.

Ketika membaca tulisan lama Bung Tan ini, saya sontak sadar bahwa sampai sekarang kita masih mewarisi watak sang penjajah, meskipun Belanda sudah hengkang secara fisik dari Indonesia.

Boleh jadi analisis Bung Tan pada 1946 lalu itu masih amat relevan hingga kini untuk menjelaskan betapa sifat dan bentuknya perekonomian Belanda pada perkembangannya telah mempengarhi sifat dan bentuk perekonomian Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga kini.

Apalagi sejak pertengahan abad ke-19, kapitalisme Belanda dan Kapitalisme Inggris semakin bertaut dan bersenyawa bersamaan dengan semakin banyaknya modal-modal Inggris yang ditanam di Indonesia. Penjajahan Belanda di Indonesia, salah satunya untuk membuka pintu Indonesia buat masuknya modal asing. Sehingga Belanda semakin terintegrasi ke dalam sistem kapitalisme global yang dikuasai Inggris dan Amerika Serikat.

Dengan begitu, Belanda sudah dari awal harus patuh pada skema kapitalisme global AS-Inggris yang melarang Belanda membuat kebijakan mendorong proses industrialisasi. Alhasil, semangat dan hasrat perindustrian itu tidak ada pada Belanda, sehingga semangat dan hasrat perindustrian juga tidak tumbuh di Indonesia selama Belanda menjajah Indonesia.

Maka itu tidak heran kalau Indonesia tidak pernah punya kapasitas untuk berproduksi secara mandiri meskipun kita melimpah sumberdaya alamnya. Bahkan sejak zaman penjajahan Belanda, di bumi Sulawesi Selatan mengandung besi. Di Kalimantan Timur, mengandung logam campuran seperti timah, aluminium dan bauxite. Seharusnya dengan modal bahan baku tersebut, sangat sempurna sebagai basis untuk membangun dan mengembangkan industri berat maupun ringan.

Sayangnya, semangat kruindenier, atau tauke kecil, masih hidup dalam cara pandang dan pola pikir para pebisnis dan pimpinan nasional kita. Akibat warisan penjajahan Belanda yang tidak didasari etos sebagai industrialis, melainkan etos pedagang kecil.

Selalu lebih mengutamakan hasil daripada proses. Lebih suka mengimpor produk dan barang-barang kebutuhan dari negara lain, daripada berproduksi atas dasar kemandirian. Ingin memperoleh sesuatu dengan mudah, tanpa mau berusah-payah apalagi berani mengambil resiko.(Aktual)

AMP - Setelah mendapat perawatan darurat di Rumah Sakit Umum (RSU) Nurul Hasanah Kutacane. Malam ini juga mantan Bupati Aceh Tenggara Haji Armen Desky dibawa ke Medan, Sumatera Utara, melalui jalan darat, untuk mendapatkan perawatan insentif.

Kerabat dekat Armen Desky pada MODUSACEH.CO menyebutkan, rencananya Armen Desky akan dirawat di Siloam Hospitals, Jalan Imam Bonjol No. 6, Medan. “Alhamdulillah Bang Armen sadar dan masih bisa bicara,” kata sumber media ini.

Seperti diwartakan sebelumnya, mantan Bupati Kabupaten Aceh Tenggara, Armen Desky kabarnya mengalami tusukan. Peristiwa itu terjadi di salah satu warung di kota tersebut. (baca: Armen Desky Ditusuk Warga di Warung Kopi). Kontributor MODUSACEH.CO di Kutacane melaporkan. Kejadian itu sekitar pukul 15.50 WIB. Armen Desky  ditikam orang tak dikenal di sebuah Warkop Gemston Kota Kutacane. Akibatnya, Armen Desky dilarikan ke RSU Nurul Hasanah Kutacane.

Peristiwa berdarah itu terjadi, setelah shalat Jumat, Haji Armen Desky melakukan ziarah ke makam orang tuannya di Desa Mbarung. Lalu, dia melanjutkan pergi ke Bank BNI Cabang Kutacane. Sebelum waktu shalat Ashar atau sekira pukul 15:40 WIB, dia minum kopi di Kafe Gamestone  bersama tiga rekannya. Nah, ketika azan berkumandang,  Armen Desky dan tiga rekannya, bersiap-siap untuk Shalat Ashar karena mesjid hanya berjarak sekitar 30 meter.

Saat hendak masuk mobil, tiba-tiba Armen Desky ditikam dari belakang dan samping. Akibatnya, dia mengalami tiga luka di bagian punggung dan satu di samping perut, di bawah jantung. Saat itu, pelaku menggunakan pisau belati. Usai mengeksekusi, pelaku melarikan diri dan berhasil kabur setelah lopat atau berboncengan dengan rekannya yang sudah menunggu sekitar 100 meter dari tempat kejadian perkara. Itu sebabnya, ada dugaan, pelaku telah berencana.

Saat ini, Armen Desky masih dirawat di RSU Swasta Nurul Hasanah. Rencana akan dibawa ke Medan, Sumatera Utara. Dan saat ini, rumah sakit dipadati kolega, rekan serta sahabatnya, sementara TKP sudah diidentifikasi polisi.

Sumber lainnya menyebutkan, sebelum Armen datang ke kafe tersebut, menurut keterangan penjaga kafe tersangka dua orang tadi sudah tiba setengan jam sebelumnya. Ada dugaan sementara, motif pelaku karena kasus  sengketa tanah. Sebab, sehari sebelum tersangka sudah melapor karena dugaan kasus penganiyaan yang dilakukan Armen Desky Cs. Sejauh ini, pelaku sudah terdentifikasi oleh polisi dan sedang dilakukan pengejaran.

Armen Deski merupakan mantan Bupati Aceh Tenggara Periode 2001-2006. Selain itu, dia juga tercatat sebagai Dewan Pembina Pemuda Pancasila Aceh Tenggara dan Aceh. Saat menjadi Bupati, dia dikenal sebagai pimpinan daerah yang pemurah.[sumber: modusaceh.co]

AMP - Cendekiawan Muslim asal India Dr Zakir Abdul Karim Naik mengatakan untuk menjadi dai yang baik harus menguasai kitab suci Al Quran dengan baik.

"Harus punya dasar yang kuat yaitu Al Quran. Maka itu pentingnya penguasaan ayat," kata Zakir Naik dalam Silaturrahim dengan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, hari ini.

Zakir Naik selain seorang dai dan mubaligh, juga seorang penulis buku-buku keislaman dan perbandingan agama. Dokter medis itu sudah menjadi dai sejak 1991. Ia mendirikan Islamic Research Foundation (IRF) sebuah organisasi nirlaba yang memiliki dan menyiarkan jaringan saluran TV gratis Peace TV dari Mumbai, India. Ceramah-ceramahnya maupun debat tentang perbandingan agama bisa dengan mudah diakses melalui internet.

Dia menjelaskan, ada empat faktor untuk menjadi dai yang baik terutama dalam upaya menangkal upaya-upaya pengikisan akidah dari luar Islam.

Selain menguasai Al Quran, juga harus punya referensi dari kitab suci agama lain, serta memiliki penalaran yang baik dan harus berdasarkan ilmu pengetahuan.

"Ada 25 ayat yang harus kita hafalkan, jadi kunci, itu benar-benar harus dikuasai ketika berdakwah," tambah dai yang juga berprofesi sebagai dokter itu.

Dia menjelaskan, para pendakwah juga harus melakukan survei, ketika penceramah agama lain menggunakan ayat kitab suci mereka, maka dai harus benar-benar paham juga sehingga bisa melakukan upaya pencegahan.

"Ada 75-100 ayat yang dikutip misionaris. Untuk mengcounter kita juga ada 75-100 ayat bisa kita counter. Artinya kalau seorang dai bisa menghafal 100 ayat bisa mendakwah ke pemimpin tertinggi agama lain sekalipun," katanya.

Zakir Naik akan berceramah di lima kota di Indonesia yaitu di Bandung, Yogyakarta, Ponorogo, Bekasi dan Makassar sejak 1-10 April 2017. [Rima]

AMP - Perlucutan senjata kelompok pemberontak Pasukan Revolusioner Kolombia (Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia/FARC), yang rencananya berlangsung enam bulan, terus berlanjut. Anggota FARC menyerahkan ribuan senjata dan alat tempur lainnya kepada petugas internasional di sejumlah barak khusus.

FARC menandatangani perjanjian perdamaian dengan pemerintah tahun lalu guna mengakhiri konflik bersenjata terlama di wilayah Amerika Latin, Reuters melaporkan, kemarin.

Konflik di Kolombia menewaskan lebih dari 220 ribu orang dan menyebabkan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal, sejak FARC didirikan pada 1964. Di masa lalu, masyarakat Kolumbia banyak yang menyebut FARC sebagai Tentara Rakyat.

Senjata-senjata yang diserahkan kepada PBB akan disimpan di truk peti kemas yang aman.

Para pemberontak diharapkan sudah selesai menyerahkan seluruh persenjataan mereka pada Juni dan sekitar 8.000 senjata dijadwalkan akan didaftar pada pekan ini.

Anggota unit pemberontak Jacobo Arenas yang bergerilya di pegunungan provinsi Cauca merupakan bagian dari 6.900 petempur FARC yang meninggalkan barak rahasia yang sebelumnya mereka tinggali selama puluhan tahun. Mereka melintasi negeri dengan berjalan kaki, dengan perahu dan truk untuk mencapai 26 zona yang dipantau PBB.

Sejumlah wilayah tersebut akan menjadi tempat tinggal mereka setelah proses peradilan selesai. Persidangan akan menentukan apakah mereka akan menjalani hukuman khusus karena kejahatan perang atau menerima pengampunan.

Para mantan petempur juga akan berkumpul kembali dengan anggota keluarga ataupun kerabat mereka yang sudah lama hilang kontak, serta menebus kesalahan terhadap para korban.

Berdasarkan syarat-syarat yang tercantum dalam perjanjian perdamaian, FARC akan membentuk gerakan politik di Kolombia.

FARC muncul pertama kali dari kalangan petani yang mengangkat senjata 52 tahun lalu.

Pemimpin FARC mengungkapkan kekhawatiran soal kondisi di sejumlah barak, termasuk kurangnya toilet permanen serta berbagai fasilitas, seperti pusat kebugaran, ketika mereka mengatakan menyetujui kesepakatan.

Beberapa anggota FARC mengatakan kepada media setempat bahwa mereka tidak akan menyerahkan senjata sampai barak-barak itu lebih layak ditinggali bagi para petempur.

Pemerintah mengatakan pihaknya sedang mengupayakan penyelesaian fasilitas setiap barak sesegera mungkin. FARC juga bertanggung jawab atas pembangunan barak.

Media setempat melaporkan bahwa sejumlah petempur FARC kemungkinan akan tetap tinggal di wilayah barak setelah mereka dikerahkan untuk menjalankan kegiatan-kegiatan pertanian. (Rima)
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget