Halloween Costume ideas 2015
Latest Post

sumur tua eks pembuangan PKI. ©2017 Merdeka.com
AMP - Warga di lingkungan banjar Tegal Badeng, Kecamatan Negara, Jembrana di Bali sejak pagi pukul 10.00 WITA disibukan oleh prosesi penggalian sebuah sumur tua yang berada di lahan milik Nengah Astika, warga setempat.

Diduga di dalam sumur tua itu tempat pembuangan eks PKI yang dibunuh. Warga yang berdatangan meyakini hal itu lantaran banyak mendapat cerita seputar sumur tersebut.

Prosesi penggalian yang seharusnya bisa dilakukan sejak pagi, terpaksa harus ngaret lantaran saat menggelar ritual awal ada beberapa warga yang tiba-tiba histeris. Setelah prosesi upacara selesai, warga baru melakukan penggalian secara manual.

"Dari pawisiknya di sumur ini ada dibuang satu orang anggota PKI yang dibunuh, makanya dilakukan penggalian untuk dipindahkan ke tempat yang lebih layak dan diupacarai, ujar salah seorang warga, Minggu (28/5).

Sementara hingga siang tadi penggalian terhadap sumur tua dengan kedalaman lebih dari 10 meter masih berlangsung.

Menurut warga, jika nanti diketemukan rencananya tulang belulang tersebut dipindahkan ke Setra (kuburan) untuk dilaksanakan prosesi pengabenan dan dilakukan upacara pecaruan (pembersihan) di lokasi kebun milih Astika.

Setelah melalui proses penggalian beberapa lebih dari 5 jam, akhirnya tulang belulang yang diduga dari rangka eks anggota PKI berhasil ditemukan di dasar sumur tua.

Dari pengamatan di lokasi penggalian sumur, selain di temukan tulang belulang, juga di temukan linggis dan batu cukup besar.

Diduga alat tersebut digunakan untuk membunuh dan setelah tewas, mayat beserta linggis dan batu besar tersebut dibuang ke dalam sumur tersebut.

Tim Identipikasi Polres Jembrana juga turun ke lokasi temuan sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap tulang belulang yang ditemukan di dalam sumur tua tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai dikonfirmasi membenarkan telah ditemukannya tulang belulang dalam sumur tua yang digali oleh pemilik lahan. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan termasuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

"Sumur tua itu sudah dalam kondisi tertimbun dan oleh pemilik tanah digali kembali. Saat ini masih upaya penggalian, baru satu bentuk rangka yang berhasil diangkat, terang Yusak. [MDk]

AMP - Proyek pembangunan lansdcap Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang dibangun Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Zaini ABdullah dan Muzakir Manaf sudah selesai dilakukan dan diresmikan langsung Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang jugta merupakan Wakil Preisden RI, Jusuf Kalla.

Peresmian tersebut dilakukan pada Sabtu 13 Mei 2017 lalu. Namun peresmian masjid kebanggaan Rakyat Aceh itu tampaknya mengalami masalah, usai beredarnya gambar kawasan salah satu masjid termegah di Indonesia itu. Pasalnya, usai peresmian yang dilakukan Wapres JusuF Kalla, beredar foto tenda yang menyerupai tanda salib, dimana masyarakat Aceh sangat anti apabila kegiatan keagamaan dalam Agama Islam dihiasi dengan tanda-tanda agama lain.

Tak terimanya Rakyat Aceh terhadap berbagai bentuk tanda dan atribut agama lain termasuk tanda salib, tak lain karena Rakyat Aceh yang mayoritas penduduknya adalah muslim, tak ingin kesucian agama Islam harus dikotori dengan hal-hal berbau syirik, sehingga dikhawatirkan akan mendatangkan murka Allah.

Dari foto yang beredar di media sosial seperti Facebook, Instagram dan Whatsapp,

penampakan foto yang mirip dengan tanda salib tersebut sangat nyata saat dilihat melalui pantauan udara. Potret masjid Raya Baiturrahman itu tampaknya difoto langsung menggunakan alat berupa dron yang diterbangkan tinggi diatas kawasan masjid guna melihat keindahan masjid yang menjadi ikon penting di Aceh ini.

Amatan media Liputan Aceh, sejumlah nettizen menduga ada kelalaian dari petugas dan pemerintah dalam mengawasi hal-hal seperti ini. Nettizen pun berharap kedepan Pemerintah Aceh lebih peka terhadap hal-hal yang berbau syirik tersebut. “Dulu desain Kantor Gubernur yang berbentuk salib jika dilihat dari udara, kini ada di masjid Raya Baiturrahman. Kita harap pemerintah peka dalam hal-hal seperti ini,” ujar Ihsan salah satu pengguna akun media sosial Whatsapp. (liputanaceh.com)

Milter Filipina terus menggempur Marawi yang dikhawatirkan akan dijadikan wilayah kekuasaan ISIS di Asia Tenggara. (REUTERS/Romeo Ranoco)
AMP - Chico Usman terkejut ketika orang-orang yang mengenakan penutup wajah dan membawa senapan serbu memasuki Marawi, kota berpenduduk mayoritas muslim dengan populasi 200 ribu orang di Filipina.

Mereka memasuki kota tersebut secara tiba-tiba pada 24 Mei. "Semua orang kaget dan melarikan diri ke rumah," ujarnya.

Suara baku tembak dan pertempuran pun menggema hingga keesokan harinya.

Setidaknya 103 orang telah tewas dalam perang antara kelompok teror ISIS dan tentara di kota yang berada di bagian selatan Mindanao itu. Presiden Rodrigo Duterte pun menerapkan darurat militer.

Kini, bendera hitam kelompok teror ISIS yang menyalahgunakan kalimat 'la ilaha ilallah' atau 'tiada Tuhan selain Allah' berkibar di hampir seluruh penjuru kota, kata Usman.

Dia diwawancarai CNN di dekat Saguiaran, kota kecil di pinggiran Marawi, tempat pengungsian sementara para penduduk kota yang kini dikepung militan Islamis itu.

Bentrok antara pasukan pemerintah dan para militan merenggut nyawa 19 warga sipil, 11 anggota militer dan empat orang polisi hingga Minggu (28/5), kata juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina (AFP).

AFP juga mengonfirmasi 61 militan tewas dalam pertempuran.

Dalam insiden terpisah, delapan orang lain yang sempat disangka melarikan diri ke luar kota ditemukan tewas di sebuah lembah.

CNN Phillipines melaporkan sejumlah saksi mata menyebut para korban diminta untuk membacakan doa-doa Islam dan mereka yang gagal bakal dibawa oleh kelompok bersenjata. Filipina adalah negara mayoritas Katolik, meski Mindanao mempunyai populasi Muslim yang signifikan.

Pertempuran di kawasan ini terjadi setelah pasukan militer meluncurkan operasi memburu Isnilon Hapilon, pimpinan militan Filipina yang disebut sebagai pemimpin ISIS Asia Tenggara.

Terkepung, dia pun meminta bala bantuan darurat dari kelompok Maute, militan lokal yang telah menyatakan berafiliasi terhadap ISIS.

Kemudian mereka berdatangan ke Marawi dalam jumlah ratusan orang, membakari bangunan, menculik sandera dan tak segan bertempur dengan pasukan pemerintah.

Meski sejumlah kelompok radikal dan kriminal berbasis keagamaan telah aktif di daerah perbatasan antara Filipina-Malaysia-Indonesia itu selama bertahun-tahun, serangan blak-blakan seperti ini membuat para pengamat khawatir ISIS berhasil melebarkan sayap ke Asia Tenggara.

"Apa yang terjadi di Mindanao sudah bukan lagi pemberontakan warga Filipina. Ini sudah menjadi invasi oleh teroris asing," kata Jaksa Agung Muda Jose Calida. "Mereka ingin membuat Mindanao menjadi bagian kekhalifahan."

Meski ISIS belum mendeklarasikan wilayah dari kekhalifahannya di Asia Tenggara seperti yang mereka lakukan di Libya dan Arab Saudi, banyak analis meyakini hal tersebut hanya soal waktu.

Pengaruh ISIS telah menyebar di seluruh penjuru Asia Tenggara beberapa tahun belakangan. Lebih dari 60 kelompok telah berbaiat kepada Abu Bakar al-Baghdadi, kata Rohan Gunaratna, kepala International Centre for Political Violence and Terrorisme Research.

Serangan di Kampung Melayu yang menewaskan tiga orang polisi pekan lalu adalah salah satu contoh kasusnya. Meski dilakukan oleh warga lokal, Kepolisian mencurigai serangan itu terkait dengan ISIS.

Sementara di Malaysia, enam terduga militan, termasuk seorang yang diduga penyelundup senjata ISIS, diciduk petugas khusus Divisi Anti-Teror pekan lalu. Sejumlah serangan di kawasan pun diatribusikan pada kelompok teror tersebut.

Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) memperingatkan, sementara ISIS telah memperdalam kerja sama antarkelompok ekstremis di Asia Tenggara, sebagian besar upaya penegakan hukum dan kontra-terorisme masih dilakukan dalam skala nasional.

"Masalah geografis dan kedaulatan, klaim teritorial dan politik kawasan ... sepertinya menghambat kerja sama regional," kata analis Jasminder Singh dan Mihammad Haziq Bin Jani dalam laporan akademis tahun lalu.

Jika tidak ada aksi yang diambil, kata mereka, kawasan ini berisiko menjadi versi Asia Tenggara dari perbatasan Afghanistan dan Pakistan.--sebuah risiko yang terutama sangat mengancam Mindanao.[CNN]

AMP - Penangkapan mantan Kepala Staf Angkatan Udara India, Marsekal Shashindra Pal Tyagi itu menjadi puncak pengungkapan kasus korupsi 'choppergate'. Dia ditangkap Central Bureau of Investigation (CBI) bersama sepupunya bulan Desember 2016 lalu.

Kedua orang itu disangka menerima suap dan gratifikasi dalam pembelian 12 helikopter VVIP dari AgustaWestland. Departemen Pertahanan India sebelumnya sudah membatalkan pesanan helikopter AW101 tersebut.

Kasus helikopter ini mungkin selesai di India, tapi baru mulai di Indonesia. Awal mulanya pada penghujung tahun 2015 lalu, muncul wacana pengadaan helikopter kepresidenan. Nama yang muncul adalah AW101 dari AugustaWesland, perusahaan patungan Inggris dan Italia.

Hal ini menimbulkan polemik. PT Dirgantara Indonesia pun mengaku memiliki kemampuan untuk memproduksi heli VVIP dengan jenis EC-725. Kenapa harus mengambil dari luar negeri?

Presiden Jokowi kemudian menolak pengadaan helikopter kepresidenan. Jokowi menyebut kondisi negara belum memungkinkan untuk pengadaan helikopter kepresidenan.

Namun, anehnya Bulan Februari 2017, sebuah helikopter AW101 itu tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Jenisnya sudah bukan helikopter kepresidenan, tetapi helikopter angkut berat. Sumber merdeka.com menyebut helikopter tersebut sudah dibayar lunas.

Isu lain yang beredar soal helikopter AW101 yang dibeli TNI AU merupakan bekas India. Awalnya India memesan 12 unit AW101 pada 2010-2013. Namun gara-gara skandal korupsi terbongkar, baru tiga helikopter yang dikirim. Sisanya ada yang sudah dirakit, namun belum dikirim ke India. Helikopter inilah yang kemudian dibeli oleh Indonesia.

"Jadi belum pernah dikirim ke India. Helikopter AW101 yang dulu memang bagian dari pesanan untuk India tapi dibatalkan. Waktu itu varian 641. pihak pabrikan kemudian melakukan upgrade ke varian 646 untuk TNI AU," kata sumber tersebut.

Saat itu pihak Istana mengaku tak tahu. TNI AU juga mengaku tak paham. Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI juga angkat bahu soal pesawat ini.

Aroma korupsi dan kongkalikong tercium. Adalah Presiden Jokowi yang memerintahkan Panglima TNI mengadakan pengusutan.

"Presiden bertanya ke saya. Kira-kira kerugian negara berapa bapak panglima? Saya sampaikan ke presiden kira-kira minimal Rp 150 miliar. Presiden menjawab, menurut saya lebih dari Rp 200 miliar, bayangkan panglima sampaikan itu tapi presiden lebih tahu kan malu saya," kata Jenderal Gatot Nurmantyo di KPK, Jumat (26/5).

Gatot segera mengusutnya. Kepala Staf TNI AU yang baru, Marsekal Hadi Tjahjanto juga langsung diminta mengusut kasus yang jadi perhatian publik ini.

"Dengan bekerja cepat maka pada 24 Feb 2017, KASAU mengirimkan hasil investigasi. Dari hasil investigasi KASAU semakin jelas, ada pelaku-pelaku korupsi dan konspirasi," kata Gatot.

Dari laporan tersebut Gatot dan Hadi bergerak menggandeng KPK, BPK dan PPATK. Untuk mengelabui para tersangka, TNI juga sampai menyebut pengadaan helikopter tak bermasalah. Padahal ini disengaja oleh Gatot.

"Ini sebenarnya teknik untuk mengelabuhi para calon tersangkanya sehingga mereka enjoy. Ah tidak ada masalah," beber Gatot.

POM TNI dibantu KPK terus bergerak. Mereka menggeledah empat lokasi yakni PT Diratama Jaya Mandiri, rumah saksi di Bogor, rumah saksi di Sentul, dan sebuah kantor di Bidakara.

Selain itu, masih dalam rangkaian penyidikan pihaknya juga telah memblokir PT Diratama Jaya Mandiri sebesar Rp 139 miliar.

"TNI meningkatkan penyelidikan ke penyidikan. TNI sudah dapat informasi awal bahwa minimal ada penyimpangan mark up sekitar Rp 220 Miliar," tegas Gatot.

TNI juga telah menetapkan tersangka Marsma FA sebagai pejabat pembuat komitmen, Letkol WW sebagai pejabat pemegang kas dan Pelda SS sebagai staf pemegang kas. Diduga Pelda SS inilah yang membagikan sejumlah uang.

Gatot menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini. Tak menutup kemungkinan akan ada sejumlah pejabat lain yang terseret. Sama seperti choppergate di India.[Mdk]

Ilustrasi
AMP - Anggota Polsek Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, berhasil menangkap dua pelaku tindak pidana pemerasan dan pengancaman berinisial B (23) warga Gampong Bunien Simpang Tiga dan H (35) warga Gampong Lambideung, Minggu (28/5/2017) sekira pukul 23.30 WIB‎.

Kapolsek Simpang Tiga, Iptu Khairul, kepada wartawan, Senin (29/5/2017) mengatakan, penangkapan kedua pelaku berdasarkan laporan korban bernama Rizki Munandar (20) warga Gampong Sukon Kecamatan Simpang Tiga kepada Mapolsek Simpang Tiga.

Pada saat kejadian, korban bersama teman wanitanya, Yana Ramadhana (20), mahasiswi, warga Gampong Lampeudeu Baroh Tijue Kecamatan Pidie, sedang jalan-jalan dengan menggunakan sepeda motor dari Gampong Sukon menuju Lampedeu Tijue.

Setiba di Jalan Paleu dengan arah Bambi Gampong Cot Paleue Kecamatan Simpang Tiga, korban dihadang kedua pelaku.

“Kemudian pelaku mematikan sepmor milik korban dengan cara menarik kunci sepeda motor miliknya lalu meminta sejumlah uang,” ujar Khairul.

Lanjut Kapolsek, kemudian pelaku mengancam korban , bila tidak mau memberikan uang, maka korban tidak bisa melanjutkan perjalanan.

Dengan rasa ketakutan, akhirnya korban memberikan uang sebesar Rp100 ribu kepada pelaku berinisial F (20) warga Gampong Cot Paleue Kecamatan Simpang Tiga, Pidie.‎(Goaceh)

Postingan Instagram Paul Pogba saat menunaikan Ibadah Umroh. (https://www.instagram.com/paulpogba/)
AMP - Paul Pogba, pesepakbola termahal di dunia yang merumput bersama klub Inggris Manchester United, ternyata mengetahui Islam dari sang ibu. Menurut laman Independent dan Daily Mail, Paul Pogba mengenal dan menjadi Muslim yang taat berkat peran ibunya, Yeo Moriba, yang mendidik Paul bersama dua saudaranya yang juga berkarir sebagai pesepakbola yaitu Florentin Pogba (Saint-Etinne) dan Mathias Pogba (Sparta Rotterdam).

Paul yang lahir di Lagny-sur-Marne, Prancis, merupakan anak dari pasangan orang tua Antoine Pogba dan Yoi Moriba yang berdarah Republik Guinea. Paul memiliki kakak kembar, Florentin Pogba dan Mathias Pogba bermain untuk Timnas Republik Guinea, sedangkan Paul yang lahir di Prancis bermain untuk Timnas Les Bleus.

Paul Pogba mengatakan bahwa ibunya adalah inspirasinya. Ia dan dua saudaranya dibesarkan Yeo di Roissy-en-Brie, sebuah perkebunan dekat kota Paris. Kendati banyak pecandu obat terlarang di lingkungan itu, namun keluarga Pogba tetap bersih dan masuk akademi sepak bola.

Pada tahun lalu, Pogba direkrut Manchester United dari Juventus sebagai pemain termahal di dunia. Sebelum kepindahan itu, Paul Pogba menyebut ibunya sebagai "supermum" yang ikut membangun karirnya dan memiliki pengaruh besar atas kehidupannya. Walaupun bergelimang uang dan prestasi setelah mengantar Manchester United menjuarai Liga Europa usai mengalahkan Ajax di Stockholm pada pekan lalu, Pogba tetap menujukkan ketaatannya kepada Islam.

Pada Minggu (28/5) melalui akun Instagramnya, Pogba terlihat mengawali bulan Ramadhan tahun ini dengan menunaikan ibadah Umrah. Pada video dan foto yang diunggah, Pogba menuliskan "Hal terindah yang pernah saya lihat dalam hidup saya."(
Antaranews.com)

AMP - Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana.

Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji Hanibal Lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV.

Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan.

Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat anak-anak.

Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula?

Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak ini begitu, belum genap berusia tujuh tahun.Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar di daerah bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. Latar belakangnya karena si ayah enggan membayar uang ‘keamanan’ yang begitu tinggi.

Berita ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam esok harinya setelah ayahnya dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut. Bermodalkan pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya.

“Siapa yang bunuh ayah saya!” teriaknya kepada orang yang ada di tempat itu.

“Gue terus kenapa?” ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil disambut gelak tawa di belakangnya.

Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan pisau ke perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria berbadan besar itu jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke rumah setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke kantor polisi.

“Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!” ujar kepala lapas yang ikut menemani saya mewawancarai arif sambil tersenyum. Ternyata sejak di penjara dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga kali melarikan diri dari selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong ajaib.

Pelarian pertama dilakukannya dengan cara yang tak terpikirkan siapapun. Setiap pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput oleh mobil kebersihan. Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke dalam salah satu kantung sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil keluar dari penjara.

Pelarian kedua lebih kreatif lagi. Anak yang doyan baca ini pernah membaca artikel tentang fermentasi makanan tape (ingat lho waktu wawancara usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat informasi bahwa tape mengandung udara panas yang bersifat destruktif terhadap benda keras.

Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan tape uli dua kali dalam seminggu. Setiap disediakan tape, arif selalu berpuasa karena jatah tape itu dibalurkannya ke dinding tembok sel tahanannya. Hasilnya setelah empat bulan, tembok penjara itu menjadi lunak seperti tanah liat. Satu buah lubang berhasil dibuatnya. 2-0 untuk arif. Ia keluar penjara ke dua kalinya.

Pelarian ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible. Arif yang ditugasi membersihkan kamar mandi melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang berfungsi sebagai pegangan ember itu di simpan di dalam kamarnya. Tahu bahwa dirinya sudah diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat persembunyian paling aman sebelum memutuskan untuk kabur.

Ruang kepala Lapas menjadi pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun penjaga berani memeriksa ruang ini. Ketika tengah malam ia menyelinap keluar dengan menggunakan besi pegangan ember untuk membuka pintu dan gembok. Jangan Tanya saya bagaimana caranya, pokoknya tahu-tahu ia sudah di luar. 3-0 untuk Arif.

Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? Rupanya kepintaran itu masih berada di sebuah kepala bocah.Pelarian-pelariannya didorong dari rasa kangennya terhadap ibunya. Anak ini keluar dari penjara hanya untuk ke rumah sang ibunda tercinta. Jadi dari Lapas tanggerang ia menumpang-numpang mobil Omprengan dan juga berjalan kaki sekian kilometer dengan satu tujuan, pulang!

Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang juga seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif. Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa surat untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri.

“Ibu kepala Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif” tulisnya singkat.

Seorang anak cerdas yang harus terkurung dipenjara. Tapi, saya tidak lantas berpikir bahwa ia tidak benar-benar bersalah dan harus dibebaskan. Bagaimanapun juga ia telah menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya hanya berandai-andai jika saja, kebijakan bertindak cepat menangkap pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap si Arif) pastinya saat ini anak pintar dan rajin itu tidak akan berada di tempat seperti ini.Dan kreativitasnya yang tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain.

Sayangnya si Arif itu cuma anak pedagang sayur miskin sementara si preman yang dibunuhnya selalu setia menyetor kepada pihak berwajib setempat. Itulah yang namanya keadilan di negeri ini!

Sumber: kompasiana.xyz

AMP - Media sosial ramai membincangkan dugaan pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu adalah bekas anggota polisi.

Dalam postingan yang muncul di media sosial tersebar foto wajah eks anggota polisi di Polda Sumut, Rinton Girsang.

Foto salah satu potongan kepala diduga pelaku yang terpental di halte Transjakarta itu disandingkan dengan foto Rinton yang diduga mirip.

Namun polisi membantah dugaan tersebut.

“Saya tegaskan tidak ada hubungannya itu,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Iriawan di RS Polri, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017).

Dugaan pelaku mantan polisi itu seiring tersebarnya kekecewaan atas nasibnya yang tidak pasti usai diberhentikan dari kepolisian.
Polisi, lanjutnya sudah mengantongi nama yang diduga pelaku ledakan bom di Kampung Melayu.

Dua orang yang diduga pelaku bom itu diidentifikasi berinisial AS dan I, namun polisi masih menunggu cek DNA untuk memastikan kebenaran pelaku.

Kasus Girsang ini sempat viral beberapa waktu lalu, saat dia mengunggah video curhatannya tak lg bekerja untuk Polda Sumut.

Dia diberhentikan karena sakit, namun Girsang memohon agar tetap dipekerjakan.(pojoksatu)

Barang bukti ganja yang diamankan di Polda Riau. foto : riaupos/JPG
AMP-Fernando (27) warga asal Medan Sumatera Utara dibekuk Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. Dia nekat membawa 38 kilogram (kg) daun ganja kering ke Pekanbaru menggunakan angkutan bus. Ganja ini dikemasnya dalam travel bag, tas ransel dan kardus besar.

Penangkapan Fernando dilakukan, Rabu (24/5/2017) pukul 05.00 WIB di sebuah pol bus di wilayah Arengka II. Penangkapan dilakukan atas informasi yang diterima dari masyarakat terkait akan datangnya ganja dari Sumatera Utara (Sumut) ke Pekanbaru.

‘’Tim dari Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau yang mendapatkan informasi langsung mendatangi pol bus tersebut. Di sana tersangka didapati sedang berada di dalam bus,’’ kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo SIK seperti dilansir Riau Pos (grup pojoksumut) hari ini.

Aksi Fernando tergolong berani berada satu lokasi dengan barang haram yang di bawanya. Ini tergambar dari situasi saat dia ditangkap. Ketika itu, dia saat didatangi petugas sedang tidur-tiduran di dalam bus.

Bersamanya ada tas ransel berisi dua kilogram ganja. Diapun tidak berkutik, langsung ditunjukkannya barang bukti lainnya yakni satu travel bag dan beberapa kardus besar yang juga berisi ganja.

Saat ditangkap, Fernando sempat tidak mengakui ada ganja dalam barang yang dibawanya. Ini terdengar aneh karena pada tas yang disandangnya ditemukan langsung ganja. ‘’Dia mengaku dapat Rp2,5 juta untuk mengantar. Total barang bukti yang dibawanya hampir Rp50 juta,’’ imbuh Guntur.

Dia melanjutkan, hingga saat ini tujuan ganja itu dibawa memang ke Pekanbaru. Fernando kepada petugas mengaku disuruh mengantar pada orang berinisial D. ‘’Dia disuruh oleh orang dengan inisial L dari Sumatera Utara,’’ ungkapnya.

Terhadap Fernando dan jaringannya, Ditres Narkoba Polda Riau terang Guntur masih melakukan pendalaman. Hingga kini banyak hal yang belum diakui Fernando. ’’Dia mengaku baru sekali, tapi kami tidak langsung mempercayai itu. Kami masih terus mendalami jaringan yang terkait dengannya,’’ jelasnya.

Fernando sendiri kini terancam hukuman berat. Atas perbuatannya membawa narkotika jenis tanaman golongan I ini dia dijerat Pasal 114 Juncto Pasal 112 Undang-Undang (UU) Nomor 35/2009. ‘’Ancamannya hukuman penjara maksimal seumur hidup,’’ singkatnya.(JPG)
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget