Halloween Costume ideas 2015
Latest Post

AMP - CALON gubernur Aceh dari jalur independen, Zakaria Saman angkat bicara terkait laporan tentang kepemilikan desain spanduknya yang dipersoalkan Partai Aceh (PA). Pria yang akrab disapa Apa Karya ini menegaskan, tidak ada yang salah dengan desain baliho miliknya. Apabila PA mempersoalkan bentuk desain atributnya, Apa Karya menegaskan akan melawannya, hingga ke pengadilan.

“Peu yo meunyoe menang Apa Karya, takot didrop karena rahasia awak nyan bandum tateupeu. Meunyo Mualem takot talo, gabong mantong dengan lon. Woe bak ureung syik, sebab yang peugot PA lon. (Apa takut kalau menang Apa Karya, takut ditangkap karena semua rahasia mereka saya ketahui. Kalau Mualem takut kalah, gabung saja dengan saya. Pulang ke orang tua, sebab yang bentuk PA saya),” kata Apa Karya ketika dikonfirmasi Serambi, Kamis (1/12).

Apa Karya menyatakan bahwa bentuk desain garis bukan diambil dari bendera PA, tetapi bendera GAM yang merupakan bendera rakyat Aceh. Apa juga menegaskan, dalam butir-butir MoU Helsinki dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA) menyebutkan bahwa perjuangan GAM diteruskan melalui partai lokal. Menurutnya, yang dimaksud partai lokal dalam UUPA itu, bukan hanya PA saja.

“Ingat ya, yang bentuk PA saya. Sedangkan garis-garis tersebut bukan milik PA tetapi milik GAM. Apakah GAM milik mereka? Kalau dibilang dia GAM, saya lebih dulu GAM. Saya sejak tahun 1977 sudah GAM, sementara orang itu masih main debu saat itu. Saya minta mereka untuk berdiam diri saja, begitu juga dengan saya,” tegas cagub nomor urut 2 yang berpasangan dengan T Alaidinsyah ini.

Mantan menteri pertahaan GAM ini mengatakan hanya menginginkan pilkada mendatang berlangsung aman dan demokratis. Tidak ada intimidasi dan pemaksaan terhadap masyarakat saat memilih. “Kalau mereka menang ambil untuk mereka. Kalau menang kami, mereka harus ikut bersama kami. Tetapi kalau dipaksakan, saya sampaikan kepada panwaslih agar memutuskan (laporan PA) berdasarkan hukum, tapi jangan sampai seperti hukum belah bambu,” katanya.

Mantan Tuha Peuet PA ini juga menantang PA untuk memperkarakan persoalan ini hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ia optimis PA kalah dan meminta partai yang dipimpin mantan kombatan itu dibubarkan. “PA bubarkan saja, gara-gara PA pecah semua orang. Tapi MoU Helsinki dan UUPA tidak boleh diubah karena itu perjanjian antara RI dan GAM. Jadi kalau dipaksakan akan kita permalukan PA, bubarkan saja,” ujar dia.

Apa Karya menambahkan, KIP Aceh sejak awal tidak mempersoalkan desain spanduk yang diajukan pihaknya. Karena memang tidak ada aturan yang dilanggar. Menurutnya, yang tidak boleh dicantumkan dalam alat peraga kampanye berdasarkan aturan KPU, adalah memasang foto presiden, wakil presiden, ataupun wali nanggroe pada foto kandidat. Dikatakannya, PA sudah ditegur oleh Panwaslih karena memasang foto Wali Nanggroe almarhum Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

“Saya tidak diberi spanduk pun boleh, tapi mereka juga tidak diberi. Biar saya bawa-bawa stiker saja ke gampong-gampong. Bagi saya, tidak ada spanduk tidak ada persoalan, saya tidak merasa dirugikan. Cuma mereka harus ingat bahwa garis bendera itu tidak ada urusan dengan Partai Aceh, tapi itu garis bendera GAM. Kalau dibilang PA milik mereka, itu milik Apa Karya. Tapi kenapa saya keluar dari PA, karena orang itu sudah membuat maksiat, bila perlu lapor ke polisi biar saya luruskan,” tukas Apa Karya.(Serambinews)


Berita Polhukam - Aksi provokasi dilakukan seorang pria mabuk di sekitar pintu timur Monas tempat dilaksanakan Aksi Bela Islam III untuk mengawal kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama.

Pria yang belum diketahui identitasnya itu diamankan oleh anggota Polisi Militer di dekat kawasan pintu timur Monas, Jakarta Pusat, Jumat 2 Desember 2016. Sebelumnya, pria itu mengancam dan mengusir sejumlah peserta aksi dengan menggunakan golok.

Pria yang dalam keadaan mabuk itu langsung menjadi bulan-bulanan massa. Petugas yang melihat langsung mengamankan dia. Petugas sempat kesulitan saat membawa pelaku dari pintu timur untuk diserahkan ke polisi. Massa terus berupaya untuk menghakimi pria itu.

Galuh salah satu saksi mata mengatakan, dia bersama sejumlah peserta aksi yang sedang duduk, tiba-tiba didatangi pria yang dalam kondisi mabuk itu dan mengancam dan meminta warga yang ada di Monas untuk bubar dan pulang. Pria itu membawa dua botol miras dan menenteng golok di tangan kanannya.

"Saya duduk diusir, �lu jangan duduk di sini, pergi sana. Jangan di sini�. Dia minum, bawa minuman dua botol. Dia bawa golok," kata Galuh di kawasan monas, Jakarta Pusat, Jumat 2 Desember 2016.

Aksi ini memicu kemarahan warga yang ada di sekitar pintu timur, beberapa dari mereka yang merasa kesal langsung memukili pria itu.

"Dia ngusir saya sambil bawa golok. Ketahuan sama peserta lainnya. Ada barang buktinya, dua botol. Golok juga ada. Banyak yang diancam, bukan saya sendiri. Tadi banyak yang diancam," ujarnya.




Sumber: suaranetizen.com | metro.news.viva.co.id

AMP - Sebuah selebaran di kertas A4 yang mengatasnamakan Tim Pemenangan Partai Aceh mengimbau kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai kontrak untuk memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati, Irfan TB dan Tgk Yusri untuk Kabupaten Aceh Jaya dan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dan TA Khalid untuk Gubernur Aceh pada Pilkada 2017 mendatang.
 
Terkait hal itu, Juru Bicara Partai Aceh Aceh Jaya, Muhajir membantah hal tersebut. Menurutnya selebaran tersebut bukan dari pihak mereka, itu merupakan ulah dari pihak-pihak yang mengprovokasi Partai Aceh.

“Hana beutoi nyan (tidak benar itu). Itu hanya provokasi yang tidak suka dengan Partai Aceh,” kata Muhajir kepada AJNN melalui selular, Kamis (1/12).

Dikatakan Muhajir, memang di Kabupaten Aceh Jaya, Partai Aceh menjadi partai penguasa. Lantaran eksekutif merupakan dari Partai Aceh, dan anggota legislatif sebanyak 50 persen dari Partai Aceh. Tetapi bukan berarti Partai Aceh bertindak semena-mena untuk melanggar aturan yang sudah dibuat.

“Memang eksekutif dari PA dan legislatif 50 persen dari PA, tapi tidak semena-mena PA bertindak untuk melanggar hukum yang sudah dibuat, hana beutoi nyan,” tegas Muhajir.

Adapun isi dari selebaran tersebut adalah :

1. Kami mohon kepada seluruh pengawai negeri sipil, baik pegawai kantor, guru, dan pegawai kontrak wajib memilih pasangan dari Partai Aceh (pasangan Drs. T Irfan TB dan Tgk Yusri) ingat jika tidak mengindahkan seruan ini maka akibatnya tanggung sendiri.

2. Untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur juga diwajibkan memilih dari Partai Aceh yaitu pasangan (Muzakir Manaf dan Ir. TA. Khalid) bila tidak mematuhi akibatnya juga tanggung sendiri.

3. Untuk PNS dan pegawai kontrak dilarang keras untuk menghadiri/mengikuti kampanye yang bukan dari Partai Aceh, apabila kedapatan ingat.

4. Dilarang menggunakan embel-embel yang bukan warna merah, ingat warna kuning (Golkar) dilarang keras bagi pegawai untuk memakainya karena warna kuning adalah lawan Partai Aceh.
Selebaran tentang imbauan PNS dan tenaga kontrak wajib pilih calon dari Partai Aceh. Foto: Ist
Sumber: ajnn.net

Kivlan Zein
AMP - Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri segera mencopot Kapolda Metro Jaya karena telah melakukan penangkapan terhadap delapan tokoh masyarakat menjelang berlangsungnya aksi Bela Islam III, Jumat (2/12/2016).

Aksi penangkapan ini adalah wujud arogansi dan kesewenang-wenangan Kapolda Metro Jaya yang sangat bertolak belakang dengan sikap Kapolri yang intens melakukan pendekatan dan dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat menjelang aksi damai 212,” demikian rilis Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane yang diterima Islamic News Agency (INA), Jumat (2/12).

Menurut IPW, terkait penangkapan ini Kapolda Metro Jaya tidak punya dasar hukum yang jelas dalam menangkap kedelapan tokoh itu.

“Apalagi jika Polda Metro Jaya menangkap mereka dengan alasan telah melakukan upaya makar yang tolak ukurnya tidak jelas secara hukum,” tulisnya.

Menurut Neta, seharusnya Kapolda Metro Jaya segera menangkap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai sumber masalah dan bukan menangkap kedelapan tokoh.

“Secara nyata Ahok sudah melakukan penistaan agama hingga dinyatakan sebagai tersangka. Akibat ulah Ahok sudah terjadi kegaduhan dan kekacauan yang membuat Polri kerepotan. Eskalasi kamtibmas memanas,” tulisnya.

Tindakan Kapolda Metro Jaya ini terlalu mengada-ada dan bisa menimbulkan kegaduhan politik, tulisnya. IPW mendesak Kapolri segera mencopot Kapolda Metro Jaya dan segera membebaskan kedelapan tokoh tersebut agar situasi politik ibukota tidak semakin panas.

Juga putri Bung Karno yang juga adik Megawati, Racmawati Soekarnoputir, ditangkap di kediamannya, jam 05.00. Ratna sarumpaet ditangkap di kediamannya, jam 05.00. Sri Bintang Pamungkas, ditangkap di kediamannya di Cibubur.

Berdasarkan informasi yang diperolah INA, aktivis yang sudah ditangkap dan ditangani Krimum Polda Metro Jaya adalah; Ahmad Dhani (Dijerat pasal 207 KUH) dan ditangkap di Hotel San Pasific, Eko (pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 KUHP) di rumahnya Perum Bekasi Selatan, Adityawarman (Pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 KUHP) ditangkap di rumahnya), Kivlan Zein (pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 KUHP) ditangkap di rumahnya Komplek Gading Griya lestari Blok H1 -15 jalan pegangsaan dua, Firza Huzein (pasal 107 jo 110 KUHP jo 87) ditangkap di Hotel San Pasific, jam 04.30). (*/arrahmah.com)

Selama ini, sekitar 230 ribu etnis Rohingya sudah berada di Bangladesh. (Reuters/Mohammad Ponir Hossain)
AMP - PBB melaporkan setidaknya 10 ribu orang dari etnis Muslim Rohingya telah tiba di Bangladesh setelah melarikan diri dari Myanmar untuk menghindari kekerasan oleh militer di negara bagian Rakhine.

“Berdasarkan laporan dari berbagai lembaga kemanusiaan, kami memperkirakan mungkin telah ada 10 ribu orang yang datang dalam beberapa minggu ini,” ujar Vivian Tan, juru bicara Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Bangkok, Thailand, seperti diktuip AFP, Rabu, (30/11).

Sementara itu, sekitar 30 ribu orang Rohingya terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat kekerasan yang masih terus dilakukan oleh tentara Myanmar di wilayah Rakhine sejak awal Oktober lalu.

Akibat situasi yang tidak kondusif di wilayah perbatasan itu, otoritas Bangladesh meningkatkan patroli pengawasan untuk membendung jumlah pengungsi Rohingya yang berupaya masuk ke negara itu.

“Situasi seperti ini cepat berubah sehingga jumlah pendatang dari Myanmar ke Bangladesh bisa jauh lebih banyak lagi,” kata Tan.

Tan mendesak pemerintah Bangladesh untuk mengizinkan etnis Rohingya masuk ke negara itu untuk berlindung.

“Kami siap mendukung pemerintah Bangladesh untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang efektif bagi orang-orang yang membutuhkan perlindungan internasional,” katanya.

Sementara itu, pemimpin komunitas Rohingya di Bangladesh, Abu Ghalib, menyatakan sekitar 3 ribu warga Rohingya lainnya juga terdampar di sebuah pulau di dekat Sungai Naf yang membatasi kedua negara.

Ghalib memaparkan bahwa para warga Rohingya itu telah terdampar selama kurang lebih sepekan tanpa pasokan makanan dan kebutuhan yang cukup.

Sejauh ini, belum ada bantuan signifikan diberikan kepada para pendatang Rohingya di perbatasan Bangladesh itu. Otoritas Bangladesh khawatir pemberian bantuan akan memperbesar jumlah etnis Rohingya yang datang ke negara itu.

Selama ini, sekitar 230 ribu etnis Rohingya sudah berada di Bangladesh. Sebagian dari mereka berstatus ilegal, sementara 32 ribu lainnya telah terdaftar secara resmi sebagai pengungsi.

Namun, Kepala UNHCR di Bangladesh, Shinji Kubo, mengatakan bahwa gelombang pendatang Rohingya sekarang ini sangat membutuhkan bantuan dengan segera. Ia menuturkan, para pendatang ini nekat menyeberang perbatasan lantaran mengalami pengalaman yang mengerikan di Myanmar.

Beberapa pengungsi yang sempat diwawancarai AFP mengklaim bahwa tentara Myanmar melakukan pembakaran rumah, pemerkosaan, penyiksaan, bahkan pembunuhan etnis minoritas Muslim di sana.

“Musim dingin semakin dekat. Banyak yang khawatir akan kesejahteraan mereka di sini,” kata Kubo.

Hingga saat ini, pemerintah Myanmar membantah seluruh klaim dan dugaan pelanggaran HAM tersebut. Otoritas Myanmar menyebutkan bahwa militer Myanmar hanya memburu para "teroris" yang melakukan serangan ke pos-pos polisi pada Oktober lalu.

Para jurnalis asing dan penyelidik independen juga dilarang memasuki wilayah Rakhine untuk menginvestigasi kejadian yang sebenarnya terjadi di sana. (CNN)

AMP - Sejumlah organisasi massa (ormas) dan lembaga lain menggelar salat Jumat bersama di Masjid Almarkaz, Makassar, Jumat (2/12/2016). Hal tersebut digelar sebelum massa melakukan aksi unjuk rasa bela islam jilid III di Lapangan Karebosi dan Anjungan Pantai Losari.

Dalam aksi 212 di Makassar, beberapa massa juga melakukan penggalangan dana untuk etnis Rohingya di Myanmar. Penggalangan dana itu digelar di pintu masuk Masjid Almarkaz.

Menurut Koordinator Pengumpulan Dana, Arianto. Pengumpulan dana untuk muslim Rohingya telah dilakukan sebelum-sebelumnya. Dan yang saat ini dilakukan

"Ini yang kedua kalinya, sebelumnya minggu lalu juga kita menggelar penggalangan dana. Alhamdulikah ada sekitar lima juta yang kita dapatkan," ungkap Arianto dari Badan Bantuan Sosial dan Kemanusiaan (Babussamai).

Kelanjutan dana yang dikumpulkan tersebut, kata Arianto, akan dikumpulkan bersama badan amal lainnya yang bisa menyalurkan ke warga muslim Rohingya.

"Nanti akan kita gabungkan kepada organisasi lainnya yang bisa menyalurkan dana-dana yang kita kumpul," tambahnya.


Mudhiatulfata.net - Ratusan anggota ormas Sahabat Aceh (SA) juga turut hadir dalam aksi bela islam jilid 3 yang membaur bersama para peserta lainnya di Jakarta. Aksi bela islam ini merupakan bagian daripada ibadah apalagi seperti menggelar sajadah untuk beristigosah, berzikir bersama dan berdoa demi kebaikan negera dan bangsa.

�Alhamdulillah saat ini Kami telah berada di Jakarta sejak kemarin yang datang bersama dengan sejumlah aktivis lain dari Banda Aceh melalui pesawat terbang,� ujar ketua SA, Tgk Evendi saat menghubungi mudhiatulfata.net, via mesenger, (Kamis, 2/12/2016).

Tgk Evendi (sampng kanan) bersama anggota SA dan FPI Aceh baru tiba di Jakarta kemarin Rabu (1/12)
Menurut Tgk Evendi (Vendi Jaya) yang didampingi sekjennya Tgk Ahmadi mengatakan bahwa SA bersama dengan sahabat-sahabat seperjuangan lain dari Aceh, kini telah bergabung dengan saudara-saudara umat islam yang datang dari berbagai penjuru nusantara hendak mengikuti aksi bela islam 212.

�In sya Allah, pagi ini Kami akan mengikuti kegiatan zikir dan doa bersama untuk negeri ini dari pagi hingga usai acara,� cetus Vendi.



Bersama siap peduli agama dan bangsa

Tgk Evendi SA bersama guru Tu Bulqaini, Tgk Tarmizi dan sahabat-sahabat seperjuangan

Sebagai sebuah organisasi kepemudaan islam Aceh, SA merupakan persatuan antar Santri dan Mahasiswa Aceh, siap maju ke publik sebagai sahabat-sahabat yang peduli terhadap isu sosial keagamaan bersama dengan sahabat-sahabat dari ormas lainnya di Aceh. [admin]

Baca juga :
Subhanallah.. Tekad Mulia Pemuda Aceh Ini, Jual Mobil Kesayangan Demi Mengikuti Bela Islam 212


Berita Polhukam - Dhani mengaku ada seseorang yang mengaku dari Polda Metro Jaya mencari dirinya. Hal tersebut terjadi di hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta. Dalam akun twitternya Bos Republik Cinta Manajemen itu menuliskan sesuatu yang sangat mengejutkan. 

"Malam ini di depan kamar di hotel Sari Pan Pasifik, orang mengaku dari Polda mencari saya. #ADP," tulis mantan suami Maia Estianty itu dalam akun Twitternya. 

Bukan hanya itu, Dhani juga menuliskan orang yang mengaku dari Polda Metro Jaya tersebut ingin mendobrak pintu kamar hotel yang ditempatinya. 

"Mau mendobrak kamar saya... #ADP," sambung Dhani. 

Hingga saat ini, Dhani belum bisa dimintai komentarnya mengenai hal tersebut. Sedangkan melalui akun Twitternya, Dhani tidak lagi melanjutkan apa yang terjadi. 

Sedangkan di pihak lain, rilis yang beredar di kalangan wartawan menyebutkan Dhani menjadi salah satu orang yang dijemput untuk dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. 

Sumber: hot.detik.com

AcehBicara.com, Aksi Damai 212, Puluhan Ribu Orang Putihkan Silang Monas
Suasana peserta aksi 2 Desember. �2016 AcehBicara.com

AcehBicara - Puluhan ribu peserta aksi memadati empat ruas silang Monas sejak pagi tadi. Mereka hendak mengikuti acara doa bersama yang digelar di lapangan Monas.

Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000Pantauan merdeka.com, massa terus berdatangan. Nyaris semua mengenakan pakaian serba putih. Selain mengibarkan merah putih, mereka juga membawa bendera bertuliskan Tauhid berwarna hitam dan putih. Sebagian tampak membacakan salawatan sambil berjalan, Jumat (2/12).

Ada juga yang membawa poster bertuliskan 'Tangkap dan Adili Ahok'. 

Di jalan Silang Monas, sejumlah peserta sudah tampak menghamparkan sajadah karena tak bisa maju lagi ke Monas. Sementara sebagian masih mencoba berdesak-desakkan menuju pusat kegiatan acara.

Rencananya aksi hari ini akan diisi dengan doa bersama dan ceramah dari berbagai ulama dan habib. [ Merdeka.com ]
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget