Halloween Costume ideas 2015
Latest Post

AMP - Gempa bumi berkekuatan 9,2 skala Richter dan disusul tsunami maha dahsyat meluluhlantahkan Aceh pada 26 Desember 2004 lalu.

Peristiwa menyeramkan itu mengakibatkan lebih dari 170 ribu orang tewas, jutaan rumah hancur, dan menghancurkan kehidupan masyaraka pesisir Samudra Hindia.

Lalu, pernah terpikirkan kenapa gempa dan tsunami raksasa itu bisa terjadi?

Sejumlah peneliti internasional mencoba mengungkapkannya dan berhasil menemukan bukti baru penyebab terjadinya peristiwa menyeramkan itu.

Ekspedisi pengeboran laut dilakukan pada tahun 2016 lalu untuk menemukan jawabannya. Riset gempa itu dikerjakan oleh tim peneliti dari University of Southampton dan Colorado School of Mines dan bagian dari International Ocean Discovery Program (IODP).

Dalam ekpedisi itu kapal riset Joides Resolution mengambil sampel untuk pertama kalinya, seperti sedimen dan bebatuan dari lempeng tektonik laut yang ada di zona subdiksi Sumatera.

Lisa McNeill dari University of Southampton, yang merupakan koordinator ekspedisi riset mengatakan Tsunami Samudra Hindia pada 2004 dipicu oleh gempa yang luar biasa kuat dengan daerah pecah yang luas.

"Kami ingin mengetahui apa yang menyebabkan gempa dan tsunami besar itu terjadi. Ada apakah ada kemungkinan hal itu terjadi juga di wilayah yang punya sifat geologi serupa," kata McNeill, dilansir Science Daily, Minggu (4/6).

Tim riset gempa memusatkan penelitian pada proses dehidrasi mineral yang ada di bawah dasar laut, yang terletak di zona subdiksi. Karena biasanya proses dehidrasi mineral mempengaruhi tingkat sebuah gempa.

Tim mengambil sampel di dasar laut sedalam 1,5 km. Kemudian mereka mengukur komposisi sendimen dan sifat kimia, termal, dan fisik.

Peneliti menemukan sendimen di dasar laut tekikis dari pegunungan Himalaya dan dataran tinggi Tibet. Lalu sendimen mengalir ke sungai-sungai dan akhirnya menuju laut.

Sendimen itu sangat tebal sehingga mencapai suhu tinggu dan menyebabkan terjadi dehidrasi sempurna saat berada di zona subduksi.

Hal itu menciptakan bahan yang sangat kuat, dan menyebabkan gempa tergelincir ke permukaan patahan subduksi yang lebih besar. Dan itu yang menyebabkan gempa terjadi sangat kuat di tahun 2004.

Hasil riset tentang sampel sedimen yang ditemukan di dasar laut ini telah diterbitkan di jurnal Sciences dalam makalah baru yang penulisannya dipimpin oleh Andre Hupers dari MARUM-Center for Marine Environmental Sciences di University of Bremen.(arah.com)

AMP - Kyai Amal Fatullah Zarkasyi, salah satu putra dari KH. Imam Zarkasyi, pendiri Pondok Modern Gontor, menceritakan ulang bagaimana kisah ayahnya yang tertangkap PKI saat mencoba mengungsi dengan kyai dan santri-santri Gontor. Ia mendapatkan kisah ini langsung dari Kyai Imam Zarkasyi.

"Saya belum lahir, tapi ceritanya jelas bagi saya," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (30/9).

Saat PKI menguasai Madiun, menurutnya, sudah banyak pondokan yang terkena sapuan bersih PKI dengan membunuh para kyai dan santrinya. Kemudian giliran Gontor, para kyai dan santri mengungsi, termasuk KH. Imam Zarkasyi ikut mengosongkan pondok.

"Cuma jalan yang kita tempuh dikuasai PKI. Jadi mau ke Tengglarek jalannya keliru, di situ akhirnya ditahan," papar Kyai Zarkasyi.

Ia melanjutkan, bahwa saat itu Putra Bahari itu akan dibantai, hanya tinggal menunggu komando, nyawa pun akan mudah melayang. Akhirnya para kyai, guru, dan santri dipindahkan dari Sukoi, daerah gunung Ponorogo, menuju kota Ponorogo oleh PKI.

"Dari situ ditahan di masjid Muhammadiyah, dikelilingi oleh bom dan meriam, yang moncongnya itu sudah dihadapkan ke masjid," jelasnya.

Saat situasi semakin genting, datang pasukan Hizbullah yang dipimpin oleh Kyai Yusuf Hasim yang berasal dari Tebu Ireng dan tentara Siliwangi mengelilingi pasukan PKI. Pada saat itu, jumlah tentara tidak begitu banyak, hanya saja mereka menggunakan taktik untuk menggertak pasukan PKI.

"Di mana-mana tembakan dibunyikan, padahal orangnya ngga terlalu banyak. Akhirnya PKI itu lari dari sekeliling masjid," katanya.

Setelah kejadian tersebut, para kyai dan santri Gontor dapat terbebas dari sandraan PKI yang mengancam membunuh dari luar masjid.(Republika)

Panglima TNI Gatot Nurmantyo (Foto: Aria Pradana/kumparan)
AMP - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyerahkan keputusan soal pelibatan TNI dalam upaya pemberantasan terorisme kepada proses yang masih dijalankan DPR dan pemerintah. Menurut dia, undang-undang mengenai terorisme saat ini memang harus direvisi. Sebab, UU tersebut tidak efektif dalam memberantas terorisme.
"Saya tidak mau berandai-andai karena hukumnya belum jelas. Tapi saya katakan alangkah bodohnya bangsa ini kalau masih menggunakan undang-undang yang sekarang ini," ujar Gatot seusai menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (1/6).

Menurut dia, Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (UU Terorisme) awalnya dibuat untuk mempermudah dan mempercepat penyelidikan dan penyidikan kasus Bom Bali. Tapi, kata dia, UU tersebut memberikan ruang bagi teroris untuk berkembang. 

"Jadi kalau kita masih menggunakan undang-undang seperti itu, kita tinggal tunggu saja teroris akan berpesta di sini karena tempat paling aman di sini," ujarnya. 

Panglima beralasan hukum yang berlaku saat ini hanya mengatur penindakan setelah ada kejadian. Padahal seharusnya hukum yang diberlakukan juga mengatur pencegahan terhadap aksi teror.
[Baca juga: Pembahasan RUU Terorisme di Buka Puasa Jokowi dan Pimpinan DPR]
"Karena menggunakan hukum material setelah ada kejadian, baru diadakan penyelidikan. Seharusnya hukum formal, delik formal yang dilakukan," kata Gatot.
"Kalau undang-undang yang sekarang ini kan pidana setelah berbuat baru diperiksa deliknya material bukan formal," lanjut mantan KSAD itu.

Menurut dia, jika undang-undang saat ini tidak direvisi, maka yang akan terjadi di Asia Tenggara adalah persaingan bom.
"Padahal Asia Tenggara bukan ISIS. Di Filipina Selatan tinggal dekat (pindah) ke sini. Jadi, kalau masih undang-undang yang seperti itu, tunggu saja mereka berpesta di sini. Kita persaingan bom saja di sini," tutup mantan Pangkostrad itu. (kumparan)

Ilustrasi
AMP -  Seorang istri warga Gampong Blang Jambe, Kecamatan Julok, Aceh Timur diduga tega mengkhianati suaminya sendiri dengan berselingkuh yang berujung mesum dengan pria lain saat anak-anaknya tertidur lelap dirumahnya sendiri. Sabtu malam (03/06/17).

Nurhayati, warga setempat berprofesi Ibu Rumah Tangga (IRT) terpaksa diboyong ke Meunasah Desanya untuk jebur alur (sungai kecil_red)  oleh puluhan pemuda dan warga setempat setelah kedapatan berselingkuh berujung mesum dikamar rumahnya dengan Saifuddin warga Tanjung Tok Blang, Kecamatan Julok, Aceh Timur.

Aksi haram keduanya diketahui warga setelah seorang warga mengetahui ada laki-laki parubaya masuk kerumah Nurhayati pada sekitar pukul 21.00 wib, disisi lain warga hanya mengetahui suami Nurhayati sedang berada di Banda Aceh untuk bekerja mencari sesuap nasi untuk anak istrinya.

Melihat kejadian tersebut, pemuda dan warga Blang Jambe langsung mengintai aksi bejat keduanya, hingga pukul 23.00 wib, pengintaian warga setempat membuahkan hasil, keduanya ditemukan sedang mesum berduaan dikamar ketika anak pelaku sedang tertidur lelap.

Anehnya, saat digerebek warga, Nurhayati sebagai tuan rumah Desa setempat berkilah sudah bercerai dengan suami pertamanya sebut saja IR  dengan memperlihatkan surat lafadh talak yang hanya ditandangani oleh Nurhayati dan suaminya IR.

Ironisnya lagi, untuk membuktikan IR sudah pisah dengan istrinya, seorang warga setempat menghungi IR, dalam mengakuan suami sah Nurhayati tersebut dirinya baru beberapa hari meninggalkan rumah untuk bekerja ke Banda Aceh, bahkan pada hari megang menjelang ramadhan beberapa hari lalu dirinya mengaku sempat pulang untuk mengantar daging untuk anak istrinya.

"Pengakuan suaminya Nurhayati itu belum menceraikan dirinya, dan selama ini keluarga mereka aman-aman saja, kan aneh jika ternyata siperempuan itu mengaku sudah talak dengan suaminya" Ungkap warga yang tidak mau namanya dipublikasikan.

Tidak mau tertipu, pemuda dan warga setempat langsung membawa kedua pelaku khalwat tersebut ke Meunasah untuk dimandikan dengan air payau yang kemudian setelah polisi datang kelokasi kejadian keduanya diboyong ke Mapolsek Julok untuk mempertanggung jawabkan perbuatan haram keduanya. (Radar).

Ilustrasi
AMP - Di saat umat muslim berlomba-lomba memperbanyak ibadah di bulan suci Ramadan, dua pasangan ini justru melakukan tindakan yang dilarang agama.

Mereka diduga mesum hingga akhirnya digerebek warga.

Kasatpol PP/WH Pidie Iskandar mengatakan, dua pasangan non muhrim tersebut kini sudah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

"Diserahkan masyarakat kemarin," kata Iskandar kepada BERITAKINI.CO, Kamis (1/06/2017).

Dua pasangan yang diserahkan warga tersebut masing-masing MH (25) laki-laki asal Kecamatan Keude Lung Putu bersama Mur (35) wanita beranak satu asal Kecamatan Kembang Tanjong.

Mereka kedapatan sedang berbuat mesum di sebuah tempat usaha perabot di Kecamatan Glompang Baro, Pidie.

"Dua pasangan ini diserahkan warga ke Kapolsek setempat, kemudian diamankan Satpol PP dan WH Pidie," kata Iskandar.

Pasangan lain yang serahkan warga adalah AG (21) pria asal Kuala Simpang dan pasangan mesumnya HR (23) warga Kecamatan Delima.

Mereka ditangkap warga sekitar pukul 21.30 WIB di sebuah toko di kawasan Keuniree, Pidie.

"Hasil pemeriksaan kami, pasangan ini sudah melakukan hubung4n int1m layaknya suami-istri dan bahkan adegan hubung4n int1m tersebut juga diabadikan dengan kamera selularnya," kata Iskandar.

Keduanya, tambah Iskandar, sudah diamankan di lokasi terpisah, pasangan yang di amankan di Kecamatan Glumpang Baro dikurung di sel markas Satpol PP/WH dan pasangan lainnya diamankan di Polres Pidie.

"Satu pasang lainnya mereka langsung ditangani Reskrim Polres Pidie karena terlibat membuat konten porno," tambah Iskandar.[beritakini.co]

AMP - Sebanyak 10 tentara Filipina tewas dan delapan lainnya cedera akibat terkena tembakan serangan udara militer Filipina saat hendak menyerang kelompok teroris Maute di Marawi.

Menteri Pertahanan negara itu pada Rabu, 31 Mei 2017 mengatakan insiden itu terjadi ketika militer Filipina melancarkan operasi besar-besaran membebaskan Kota Marawi di wilayah selatan negara itu dari militan yang terkait dengan ISIS.

"Sekelompok tentara kita terkena serangan sendiri. Sepuluh maut dan delapan terluka," kata Menteri Pertahanan, Delfin Lorenzana, seperti dilansir BBC, Kamis 1 Juni 2017.

"Kadang-kadang ketika perang, koordinasi tidak dilakukan dengan baik sehingga kita menembak anggota sendiri," katanya tanpa merinci kapan insiden itu terjadi.

Militer Filipina menggunakan kombinasi operasi militer darat dan serangan helikopter untuk mengusir pemberontak yang menawan beberapa daerah di Marawi selama delapan hari.

Sebelumnya, Juru bicara militer, Brigadiar Jenderal Restituto Padilla sudah menguasai 90 persen Kota Marawi setelah delapan hari pertempuran dan telah menyebabkan 89 militan Maute tewas.

Menurut Padila, 19 orang sipil dibunuh militan Maute dan menegaskan serangan udara tepat oleh militer tidak menyebabkan seorang pun warga sipil tewas.

Dia mengatakan, 21 anggota keamanan, terutama tentara tewas dalam pertempuran menjadikan jumlah keseluruhan 129 orang dan sekitar 176.920 orang telah mengungsi.

Pemerintah memperkirakan sekitar 1.000 warga masih terjebak di daerah pertempuran yang dikuasai militan dan pasukan keamanan sedang berusaha menyelamatkan mereka. Pada Selasa, 30 Mei 2017, sekitar 1.000 warga yang terperangkap, berhasil dibawa keluar.

Kelompok Maute melancarkan serangan di kota Marawi pada 23 Mei, mendorong Presiden Rodrigo Duterte untuk menempatkan seluruh Mindanao di bawah darurat militer selama 60 hari.(Tempo)

AMP - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menolak pendirian partai lokal di Aceh. Presiden PKS Tifatul Sembiring menyampaikan beberapa dalih sebagai alasan bagi partai berasas Islam itu melakukan penolakan.

Dikutip dari buku, Perdamaian: Yang Beriktiar, Yang Menentang, ditulis oleh Otto Syamsuddin Ishak dan diterbitkan oleh ACSTF, 2008, Tifatul (dimuat Tempo Interaktif, 17 Juli 2005) mengatakan “Sekarang sudah ada 24 partai. Bagaimana posisi mereka (parlok-red) itu tidak mudah… Kita sudah punya undang-undang (yang mengatur partai politik) Tidak mudah untuk menghasilkan peraturan perundangan terkait partai lokal… Harus dikaji aspek operasional, legal, ekonomi dan lain-lain… Kita harus antisipasi bagaimana daerah-daerah lain akan merespon ”

Selain PKS, suara penolakan juga diketengahkan oleh PDIP. Dalam rapat DPP yang dipimpin oleh Megawati di Lenteng Agung, Sekjen partai, Pramono Anung menyampaikan “Parati politik lokal bertentangan dengan UU 31/2002… Kepengurusan partai politik tingkat nasional berkedudukan di ibukota negara… Kalau dibolehkan, akan timbul efek domino ke daerah lain yang ingin memperjuangkan separatisme.” Seperti yang dikutip dari Kompas, 18 Juli 2005.

Klausul partai lokal semakin gencar dibicarakan pada Helsinki V yang berlangsung dari 12 sampai 17 Juli 2005. Pihak Gerakan Aceh Merdeka tetap mengajukan klausul partai lokal sebagai syarat untuk diteruskan proses perundingan. Di pihak RI, pada perundingan Helsinki tahap V ini diwakili oleh Hamid Awaluddin,Sofyan Djalil, Farid Wajdi Husain, Usman Naskah dan I Gusti Agung Wesaka Pudja.

Dari pihak GAM,hadir sebagai perunding yaitu Malik Mahmud, Zaini Abdullah, Bachtiar Abdullah, Nur Djuli dan Nurdin Abdul Rahman.

Ragam upaya penolakan terhadap kehadiran partai lokal, tidak membuat GAM surut. Pihak GAM semakin keras melakukan ancaman akan memboikot perundingan damai. Hasilnya, dalam MoU Helsinki yang diteken pada 15 Agustus 2005, dan kemudian dalam UU Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh, partai lokal dimasukkan. [Sumber: acehtrend.co]

Kisah Imam Bukhari dan Uang Seribu Dinar.

Sebelum kita simak kisah ini ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu seberapa banyak uang 1000 dinar itu:

1 dinar = 4,25 gram emas murni
1000 dinar = 4.250 gram = 4.25 kg emas murni…

Jika 1 gram emas murni seharga Rp. 500.000 berarti:

1000 dinar= 4.250 × 500.000

Hasilnya: 2,125,000,000 ( dua milyar seratus dua pulu lima juta)

Uang yang sangat banyak sekali……

___________________________________

Sekarang mari kita simak kisah berikut ini:

Disebutkan oleh al-Imam Abdus Salam al-Mubarakfury dalam kitab Shirah al-Imam Al-Bukhari:

Bahwasanya Imam Bukhari pernah sekali mengarungi lautan di masa beliau masih menuntut ilmu, pada waktu itu beliau membawa uang 1000 dinar (dua milyar rupiah lebih) dan ini merupakan harta yang sangat banyak

Kemudian datanglah kepada beliau salah seorang dari awak kapal, lelaki tersebut menampakkan kecintaan dan kesukaan kepada sang Imam, dia selalu berusaha mendekat dan duduk dengan beliau…ketika Imam Bukhari melihat kecintaan dan kesetiaan lelaki tersebut dan saking akrabnya sampai2 beliau memberitahukan kepada lelaki tersebut tentang 1000 dinar yang beliau bawa di kapal.

Kemudian pada suatu hari lelaki tersebut bangun dari tidurnya kemudian dia menangis, merobek-robek bajunya dan memukul-mukul wajah dan kepalanya…ketika manusia melihat keadaan lelaki tersebut maka mereka bingung dan terheran2…maka mereka mendatanginya dan menanyakan sebab musababnya…

Lelaki tersebut akhirnya berkata, “Aku memiliki kantong yang berisi 1000 dinar akan tetapi kantong itu lenyap dariku.”

Maka akhirnya orang2 mengadakan pemeriksaan satu persatu pada semua penumpang kapal, di saat seperti itu, Imam Bukhari mengeluarkan kantong dinarnya secara sembunyi-sembunyi lalu beliau melemparkannya ke Laut, pemeriksaan terus berlangsung sampai ke beliau dan sampai usai, akan tetapi para pemeriksa tidak menjumpai apapun. Maka para pemeriksa kembali ke lelaki tersebut dan mencelanya habis-habisan.

Ketika orang-orang turun dari kapal, lelaki tersebut mendatangi Imam Bukhari dan berkata, “Apa yang kamu lakukan dengan kantong dinarmu?”

Imam Bukhari menjawab, “Aku melemparkannya ke Laut.”

Lelaki tadi berkata, “Bagaimana engkau bisa bersabar atas hilangnya harta yang banyak darimu???”

Imam Bukhari berkata kepadanya:

“Wahai orang bodoh, sesungguhnya aku telah menghabiskan seluruh umur dan hidupku untuk mengumpulkan hadits2 Rasulullah saw, dan seluruh dunia telah mengetahui ketsiqqohanku (kredibilitasku dalam meriwayatkan hadits), maka bagaimana mungkin aku menjadikan diriku menjadi bahan tuduhan sebagai seorang pencuri??

Apakah mutiara berharga (yaitu: tsiqqoh dalam periwayatan hadits) yang mana aku habiskan umurku untuknya aku korbankan hanya karena uang yang sedikit???

Masya Allah….Semoga Allah merahmati Imam Al-Bukhari.

Beliau melakukan itu bukan demi nama baik dan harga dirinya akan tetapi demi menjaga keotentikan agama, karena beliau adalah lambang dari Hadits Nabi saw….jika beliau tertuduh sebagai pencuri..maka hilanglah nilai validitas hadits yang beliau kumpulkan.

Demikianlah sikap wara’ para ulama’, dunia tidak ada artinya bagi mereka dibandingkan Ilmu hadits.

Akhukum fillah: Fadlan Fahamsyah

Kisah ini diambil dari kitab:

سيرة الإمام البخاري للإمام عبد السلام المباركفوري، م 1

*Kepada kaum muslimin di bulan penuh berkah ini, mari kita panjatkan doa-doa dalam sujud kita untuk para habaib, ulama dan pejuang di jalan Allah yang kini terzhalimi semoga selalu dalam lindungan Allah swt..Aamiin.

fb Ustadz Aidil Heryana

AMP - Safari Ramadhan 1438 H yang diselenggarakan di Kodam IM, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi ibu Ketua Darma Pertiwi berkesempatan berbicara langsung kepada penemu listrik kedondong Naufal Raziq bocah asal Aceh, Kota Langsa, Rabu 31/5/2017.

Naufal Raziq merupakan salah satu bocah yang menemukan sumber listrik dari pohon kedondong. Walau hanya bocah Kelas 3 Madrasah Tsanawiyah Negeri, tapi dia adalah penemu energi listrik dari pohon kedondong (Spondias Dulcis Forst).

Naufal Raziq menyampaikan kepada Panglima TNI, bahwa untuk menghasilkan energi listrik (pada pohon kedondong), pohon itu dipasangi rangkaian yang terdiri pipa tembaga, batangan besi, kapasitor dan dioda.

Putra pertama dari tiga bersaudara pasangan Supriaman dan Ny. Deski mengatakan kepada Panglima Gatot Nurmantyo, dari pohon kedondong itu, bisa menghasilkan daya sebesar 0,5–1 Volt per elektroda ”jelas Naufal Raziq.

Arus listrik yang dihasilkan sangat bergantung kepada kadar keasaman pohon tersebut. Oleh karena itu melalui beberapa evaluasi dan perbaikan, penemuan pohon listrik itu telah mampu menerangi puluhan rumah di Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Kota Langsa, untuk pencahayaan lampu pada malam hari “ujarnya kepada Panglima.

Ini memang tidak datang begitu saja. Bahkan tidak hanya dari sekolah. Dukungan sang ayah sangat membantu dalam percobaannya tersebut. Naufal merupakan kisah sukses sinergi antara Pertamina dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang memberikan solusi bagi permasalahan yang ada. Ini perlu dicontoh oleh daerah-daerah lain di Indonesia.(rubernews.com)
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget