Halloween Costume ideas 2015
Latest Post

AMP – Z (28) warga Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, diamankan ke Polsek Julok atas kasus pencabulan anak dibawah umur pada Kamis (29/6/2017).

Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, AKP Parmohonan Harahap mengungkapkan, peristiwa tersebut bermula saat M (15) warga Lhokseumawe pada hari Sabtu, 24 Juni 2017 berangkat dari Banda Aceh menuju rumah pamanya di wilayah Julok yang mana sebelumnya antara M dengan pelaku sudah berkenalan melalui Facebook selama dua bulan dan dilanjutkan dengan berbagi nomor handphone dan sampai pada akhirnya mereka berdua sepakat untuk bertemu.

“Setibanya di wilayah Julok, pelaku menjemput M di Desa Lhok Seuntang dan diajaknya jalan-jalan. Namun usai mereka jalan-jalan, M tidak diantar kembali ke rumah pamanya melainkan dibawa pulang ke rumah pelaku di wilayah Ranto Peuereulak dan selama Bunga bersama pelaku, mereka melakukan hubungan badan” terang AKP Parmohonan Harahap pada minggu (2/7/2017).

Lebih lanjut Kasat Reskrim Polres Aceh Timur mengatakan, Setelah kurang lebih lima hari tidak pulang – pulang, akhirnya M kembali kerumah pamannya di wilayah julok, sesampainya disana ia menceritakan kejadian yang menimpa dirinya. Tidak terima anaknya diperlakukan sedemikian rupa oleh pelaku, Ibu korban kemudian membuat laporan ke Polsek Julok.

“Polsek Julok kemudian berkoordinasi dengan kami (Satreskrim Polres Aceh Timur) yang selanjutnya kami lakukan penangkapan terhadap pelaku” Terang Kasat Reskrim.(Red)

AMP - Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Halimatus Sakdiah yang meninggal dunia di Malaysia, Jumat (30/6) sore, sekitar pukul 16.00 waktu setempat, ternyata bukan merupakan warga Aceh Utara.

Pada pemberitaan sebelumnya, Direktur Gerakan Aceh Nusantara(GAN) Ikhsan Nurdin, mengatakan Halimatus Sakdiah, merupakan warga Dusun perdamaian lll, Gampong Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

"Saya sudah konfirmasi suami Halimatus Sakdiah, cuma paspornya yang beralamat di Kota Lhokseumawe. Suaminya itu yang beralamat di Tambon Baroh. Halimatus merupakan warga asli Rantau Prapat Sumatera Utara," kata Ikhsan Nurdin, Minggu (2/7).

Menurut informasi dari suami korban, kata Iksan, Halimatus sudah selesai dimandikan dan dikafankan. Tadi pagi jenazah sudah diterbangkan dari bandara KLIA menuju Kuala Namu Sumatera Utara.

"Jenazah Halimatus akan diantar ke rumah orang tuanya Rantau Prapat Sumatera Utara serta akan dikebumikan di sana," kata Iksan.

Abu Bakar mengatakan biaya pemulangan jenazah berasal penggalangan yang dilakukan oleh Grup Anak Rantau Aceh Malaysia (GARAM) sekitar RM 5000, atau sekitar Rp 15 juta.[Sumber:Ajnn]

Barang bukti ganja kering yang digagalkan pengirimannya oleh petugas Kantor Pos Banda Aceh. Foto: Ist
AMP - Petugas Kantor PT. Pos Indoensia Kota Banda Aceh berhasil mengagalkan upaya pengiriman dua kardus narkotikan jenis ganja dengan berat 46 kg, Sabtu (1/7), sekitar pukul 14.20 WIB.

Informasi yang diterima AJNN, petugas Pos Banda Aceh sekitar pukul 14.12 WIB, menerima dua buah kardus paket ukuran besar yang bertuliskan Kopi Asli Ulee Kareng dari pengirim Mukhlis.

Sesuai dengan protap jasa pengiriman, apabila ada jumlah besar pengiriman wajib dilakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan jenis barang yang akan dikirim untuk menghindari barang-barang seperti narkotika.

Setiap pengirim wajib menunjukkan identitas/KTP pengirim. Usia dilakukan proses admistrasi, pengirim langsung meninggalkan loket pengiriman. Selanjutnya petugas seperti biasa melakukan pemeriksaan.

Setelah dibuka kardus, ditemukan paket berukuran sedang yang dibungkus dalam kertas poil warna hitam dan putih/silver. Karena paket tersebut terlihat mencurigakan, pihak petugas membuka salah satu bungkusan tersebut dan ditemukan ganja kering siap edar.

Selanjutnya, manager pengiriman PT. Pos menghubungi petugas narkoba Polda Aceh. Diketahui pengirim barang haram itu tertulis Taufiq, alamat Banda Aceh, dan penerima Wardi, alamat Kali Langse 191 RT/RW 001/002, Kel. Gajah Mangkur, Semarang Jawa Tengah. Sementara penanggung jawab pengirim adalah Mukhlis, Dusun Keucik Musa Rima Jeuneu, Kec. Peukan Bada, Kab. Aceh Besar.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni dua kardus ukuran besar masing-masing berisikan 34 bungkus, dengan rincian 12 bungkus kantong poil warna hitam, 28 bungkus kantong poil warna silver. Total keseluruhan 68 bungkus.

Saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak Sat Narkoba Polda Aceh, dan dilakukan pengejaran terhadap penangggung jawab pengirim. Namun hingga berita ini diunggah, AJNN belum mendapatkan konfirmasi dari Polda Aceh.[Sumber: AJNN]

Kilicdaroglu, second right, is marching from Ankara to an Istanbul to protest the conviction of one of his party's lawmakers [AP]
AMP - President Recep Tayyip Erdogan criticised Turkey's main opposition party over its protest march launched after a party deputy got 25 years in prison for espionage.

Republican People's Party (CHP) leader Kemal Kilicdaroglu began the march after the jailing of CHP lawmaker Enis Berberoglu, who was jailed for leaking information on the transportation of arms to Syria.

Speaking at his Justice and Development (AK) Party's provincial meeting in the capital Ankara, Erdogan said: "If you are launching a march for terrorists and for their supporters, something which you have never thought about doing against terrorist groups, you can convince no one that your aim is justice."

Erdogan accused the party of acting with terrorist groups and forces that incite such groups against Turkey.

"This situation, which anyone who in their right mind can see clearly, is part of traps set up in Syria, Iraq, the Gulf, and Europe against our country," he added.

Kilicdaroglu intends to complete the 450-kilometre walk from Ankara to Maltepe prison in Istanbul, where Berberoglu is being held, in 24 days.

Marching without party insignia and simply a sign with the word "justice" in Turkish, he has been followed by thousands every day and plans to end the march on July 9 with a mass rally outside the prison.

Kilicdaroglu is being accompanied by CHP deputies and supporters, as well as family members.

Berberoglu was convicted of revealing state secrets by passing images to Cumhuriyet daily of Turkish intelligence trucks en route to Syria in January 2014.

He is the first CHP deputy to be imprisoned in recent years. Around a dozen lawmakers from the Peoples' Democratic Party (HDP) are currently jailed, most awaiting trial over alleged links to the PKK.

In May 2016, parliament voted to strip lawmakers facing trial of their parliamentary immunity. |
Source: News agencies

Pasukan Turki dan kendaraan tempurnya di pangkalan militer di Doha, Qatar. Foto/REUTERS/Qatar News Agency
AMP - Duta Besar (dubes) Arab Saudi untuk Turki Walid Al-Khuraiji mengatakan bahwa pangkalan militer Turki di Qatar memperumit. Dia menyampaikan harapan Riyadh agar Ankara bersikap netral dalam krisis Qatar.

”Setiap kekuatan regional salah jika mereka berpikir bahwa intervensi mereka akan menyelesaikan masalah ini, dan kami mengharapkan kekuatan ini untuk menghormati tatanan regional yang ada untuk menyelesaikan masalah darurat,” kata Al-Khuraiji dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Turki, Daily Sabah.

”Kami berharap Ankara akan tetap tidak memihak demi menjaga hubungan baik dengan semua negara Teluk,” ujarnya. ”Ketika Ankara berpihak pada Doha, dia kehilangan netralitasnya.”

”Membawa tentara asing dari negara-negara regional, dan (kendaraan) lapis baja, adalah eskalasi militer, Qatar akan menanggung konsekuensinya,” lanjut dia.

“Arab Saudi tidak memiliki keraguan tentang motif Turki dan kekhawatiran Ankara akan keamanan dan stabilitas kawasan ini,” imbuh dia.

Diplomat Riyadh ini menambahkan bahwa keterlibatan militer regional tidak akan menyelesaikan masalah, namun justru akan menambah kompleksitasnya.

Dia juga membenarkan bahwa Kerajaan Arab Saudi menolak tawaran Presiden Tayyip Erdogan yang ingin membangun pangkalan militer Ankara di Riyadh.

”Arab Saudi tidak bisa membiarkan Turki membangun pangkalan militer di negara ini. Ankara tahu betul bahwa kerajaan tidak memerlukannya dan bahwa angkatan bersenjata Saudi dan kemampuan militer mereka berada pada tingkat yang terbaik,” papar Al-Khuraiji, yang dikutip Sabtu (1/7/2017).

Pasukan Saudi, sambung dia, baik di dalam maupun di luar negeri termasuk yang bergabung dengan Pangkalan Udara Incirlik di Turki untuk memerangi terorisme dan melindungi keamanan kawasan merupakan pasukan terbaik.

Sehubungan dengan daftar tuntutan yang dikeluarkan oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir terhadap Qatar sejak pekan lalu, dia hanya berpesan kepada Doha untuk berhenti mendukung terorisme.(Sindo)

AMP - Said Marliansyah (50), pencari kerang yang hilang terseret arus Krueng Cangkoi, di Desa Runding, Kecamatan Johan Pahlawan, pada Kamis (29/6), ditemukan telah meninggal dunia, Sabtu (1/7).

Said Marliansyah (50), merupakan warga Desa Kampung Belakang, kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Korban hilang terseret arus saat mencari kerang bersama istrinya di sungai Kuala Cangkoi Desa Runding, Kecamatan Johan Pahlawan.

Koordiantor Badan Search Nasional (Basarnas) Pos Meulaboh, Dwi Hetno Iswara, mengatakan korban ditemukan telah meninggal dunia di tengah laut dengan jarak 12 mil dari Kuala Meulaboh, tepatnya di Desa Suak Semaseh, Kecamatan Samatiga.

“Tadi siang sekitar pukul 13.00 WIB, kami mendapat informasi dari nelayan ada mayat terapung di tengah laut. Kami kemudian langsung bergerak ke lokasi,” kata Dwi Hetno.

Ia mengungkapkan korban baru berhasil dievakuasi oleh tim pencari yang terdiri dari Basarnas Pos Meulaboh, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, kepolisian, TNI dan juga masyarakat sekitar pukul 15.30 WIB.

Diketahuinya jenazah yang mengapung itu merupakan Said Marliansyah setelah dilakukan konfirmasi pada keluarga korban.

"Dari postur tubuh memang itu Said Marliansyah, dan celana yang digunakan korban. Tubuh korban sudah mulai kembung, tapi masih bisa ditandai karena postur tubuh serta pakaian korban," ungkapnya.

Usai ditemukan, korban langsung dibawa kerumah duka yang beralamat di Babussalam, Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.(AJNN)

AMP - Seorang warga Desa Paya Bieng ,Kecamatan Jangka yang diketahui bernama Abdullah(38), Kamis 29 Juni 2017 lalu berhasil diciduk oleh jajaran Polsek Jangka Bireuen.

Polisi menangkap Abdullah lantaran mencuri sepeda motor jenis Yamaha Mio Soul bernomor Polisi BL 6495 milik seorang warga Jangka Alue, Zulkarnain saat diparkir di tepian pantai Jangka.

Kapolsek Jangka, Eka Jumadi saat dikonfirmasi media ini, Sabtu,(1/7/2017), membenarkan hal tersebut.  “Ya, benar tersangka sudah kita amankan di Mapolsek untuk pengusutan lebih lanjut,” katanya menjawab LintasGAYO.co.

Dijelaskan, pemilik kenderaan kaget setelah melihat sepeda motornya tak ada diparkiran. Setelah itu, petugas parkir langsung menghubungi Polsek Jangka. “Sejak adanya laporan itu, anggota langsung bergerak mencari keberadaan sepeda motor curian tersebut. Dari keterangan seorang juru parkir di Pantai Jangka, dia ada melihat sepeda motor yang dibawa oleh Abdullah tanpa menunjukkan nomor tiket parkir yang disediakan, sehingga kami berkesimpulan pencurinya mengarah kepada ybs,” kata Kapolsek.

Mengetahui hal itu, warga bersama aparat langsung mendatangi rumah Abdullah di Paya Bieng. “Sesampai disana, benar sepeda motor milik Zul ada ditumah tersangka, langsung Abdullah kita amankan,” tandas Kapolsek Jangka. [lintasgayo.co]

Halimatus Sakdiah ketika dirawat di Hospital Kuala Lumpul. Foto: Ist
AMP - Halimatus Sakdiah, warga Aceh, Dusun perdamaian lll, Gampong Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, meninggal dunia karena menderita penyakit paru-paru basah, Jumat (30/6) sore, sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Direktur Gerakan Aceh Nusantara(GAN) Ikhsan Nurdin, mengatakan Halimatus Sakdiah meninggal di Hospital Kuala Lumpur (HKL) Malaysia. Ia juga telah menghubungi KBRI di Malaysia untuk membantu upaya pemulangan jenazah tersebut.

"Alhamdulillah KBRI akan bantu untuk penerbitan surat/dokumen yang diperlukan untuk pemulangan jenazah," Iksan Nurdin.

Untuk biaya pemulangan ke Aceh, Iksan Nurdin mengaku akan berusaha mencari donatur agar jenazah bisa dipulangkan ke Aceh.

"Kami mendesak Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh utara untuk segera mungkin membantu tanggulangi biaya pemulangan jenazah," katanya.(AJNN)

AMP - Team Gabungan Resmob Subdit III Jatanras dan Bko Brimob Polda Aceh, Sat Reskrim Aceh Besar dan Sat Intelkam Aceh Besar meringkus Diauddin alias Udin Gajah Keng (40) merupakan eks Kombatan GAM yang berdomisili di Gampong Paya Keureuleuh, Leumbah Seulawah, Aceh Besar. Sabtu 01 Juli 2017 sekitar pukul 05.00 WIB. Diauddin ditangkap diduga telah menganiaya istrinya dan sempat mengancam tembak dengan menggunakan pistol.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / 77 / VII / 2017 / SPKT Polda, tgl 01 Juli 2017. Tentang tindak pidana kekerasan / penganiayaan sebagaimana dimaksud dalan pasal 44 Undang-undang RI No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan kekerasan dalam rumah tangga yang di Rillis oleh kepolisian Udin ditangkap di rumahnya karena menganiaya Zurina yang merupakan istri pelaku.

Peristiwa itu terjadi akibat Zurina minggat dari rumah karena sudah tidak tahan dengan perilaku yang bersangkutan. Minggatnya Zurina terjadi pada Jumat (30/6/2017) sekitar pukul 21.00 WIB. Ia “eksodus” ke rumah abang kandungnya di Gampong Beurandeh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.

Tidak lama Zurina sampai, Udin Gajah Keng pun menyusul. Ia memaksa Zurina pulang sembari mengacungkan pistol. Saat melakukan pemaksaan Udin memukul istrinya dengan gagang pistol. Melihat suaminya kalap, Zurina tambah ketakutan. Udin pun tak tinggal diam, ia mengancam tembak Zurina, bila berani melapor ke polisi. Namun, bersama abang kandungnya, Zurina akhirnya melaporkan ke aparat berwajib di Polda Aceh.

Mendapat laporan, polisi dari tim gabungan pun bergerak. Usai melakukan pemantauan, Udin pun diringkus di rumahnya pada subuh. Ia kemudian ditahan di Ditreskrimsus Polda Aceh.

Dalam penangkapan itu, polisi ikut menyita 1 pucuk pistol FN kaliber 9 x 19 mm. Peluru kaliber 9 x 19 mm 47 butir. Peluru kaliber 9 x 17 mm 8 butir dan peluru kaliber 7,62 mm 1 butir.[Red]
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget