Halloween Costume ideas 2015
Latest Post

AMP - Kabar mengenai sebuah kapal Tugboat Brahma 12 yang disandera kelompok milisi Islam di Filipina, Abu Sayyaf, langsung ditanggapi Anggota DPRD Sulawesi Utara, asal Daerah Pemilihan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sitaro dan Talaud, Marvel Dick Makagansa.

Tanggapan ini dilontarkan menanggapi permintaan pelaut Sangihe, Sulawesi Utara, yang mendesak pemerintah Indonesia bertindak menindaklanjuti informasi hilangnya kapal Tugboat Brahma 12.

Marvel, legislator dari PDIP ini, mendesak Kementerian Luar Negeri RI segera bertindak menyelesaikan masalah. Dia menyebutkan di kapal itu tak hanya warga berdarah Sangihe, tapi mereka merupakan warga negara Indonesia yang perlu mendapatkan perlindungan.

“Hasil konsultasi dengan teman-teman di Fraksi PDIP yang ada di Komisi I DPRD Sulut yang membidangi masalah hukum dan HAM, maka kasus ini akan menjadi prioritas untuk diselesaikan. Dan kami mendesak Kementerian Luar Negeri dan instansi terkait untuk sesegera mungkin bertindak menyelesaikan masalah ini,” ujar putra Bupati Sangihe, HR Makagansa ini, Senin, 28 Maret 2016.

Dia juga berharap semua kru, termasuk Kapten Peter Tonsen Barahama dalam kondisi sehat.  “Kita berdoa semoga semua kru kapal dan kapten dalam kondisi sehat,” katanya.

Sebelumnya, beredar informasi pada grup pelaut Indonesia di Facebook, mengenai hilangnya Kapal Tugboat Brahma 12, berbendera Indonesia. Kapal ini dilaporkan disandera Kelompok Abu Sayyaf pada Sabtu 26 Maret 2016.

© VIVA.co.id

AMP - Setiap kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) dikabarkan harus mendapatkan 25 ribu KTP untuk mendukung salah satu kandidat sebagai calon gubernur Aceh di pilkada 2016.
“Ini instruksi langsung. Setiap kepala dinas harus menyumbang 25 ribu KTP. Kamu boleh menulis, tapi jangan sebut nama saya,” ujar salah seorang Kepala SKPA, yang minta namanya dirahasiakan ini, di Banda Aceh, Senin 28 Maret 2016.
FullSizeRender (2)
Menurutnya, sejumlah kepala SKPA saat ini mulai digiring untuk memenangkan kandidat tertentu.
“Demikian juga saat Kunker di lapangan, harus ditemani. Kalau tidak akan dicopot. Ada lihat sendiri seperti pemberitaannya media massa hari ini,” ujarnya lagi.
Menyangkut hal ini, Kepala Biro Humas Setda Aceh, Frans Delian, yang dikonfirmasi mediaaceh.co via WhatshApp, membantah informasi tersebut.
“Engah ah. Ngeri x isunya,” tulis Frans.
“Engak lah… fitnah tuh,” tulis Frans lagi. (mediaaceh.co)

AMP - Pimpinan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Abu Wardah alias Santoso menjadi orang yang paling diburu aparat. Hingga saat ini Satgas Tinombala masih mengejar Santoso dan anak buahnya di Poso.

Dalam video eksklusif yang diperoleh merdeka.com, Santoso terlihat begitu lahap menyantap anoa. Dia memakai penutup kepala dan jaket. Rambutnya juga dibiarkan gondrong.

"Masya Allah lezat, nikmat daging anoa. Rizki dari Allah," kata Santoso.

Santoso sudah diburu sejak tahun 2007. Santoso juga sudah masuk dalam daftar Teroris Global oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.

Lihat Videonya disini

Surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo
CC:

Menteri Dalam Negeri
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Melihat perkembangan tahapan Pilkada Aceh untuk tahun 2017, sepertinya Pemerintah Pusat absen di Aceh. Pejabat di Aceh jelas-jelas mengangkangi peraturan perundang-undangan dengan melibatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam kampanye-kampanye untuk keperluan pribadi dan pilkada.

Seperti diberitakan media online (http://mediaaceh.co/…/5-pimpinan-skpa-hadir-di-kegiatan-pol…), pada hari Minggu tanggal 27 Maret 2016, Gubernur Aceh Zaini Abdullah membuat acara Temu Relawan untuk calon gubernur Zaini Abdullah di Aceh Tenggara, dan beberapa Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) turut hadir dan tidak malu duduk di atas panggung utama. 

Mereka, PNS yang mengikuti acara tersebut adalah:

1. T. Aznal, Kepala Biro Umum Setda Aceh;
2. Jamaluddin Adam, Kepala Dinas Keuangan;
3. Hasanuddin Darjo, Kepala Dinas Pendidikan;
4. Alhudri, Kepala Dinas Sosial; dan
5. Kamaruddin Andalah, Kepala Dinas Mobilitas Penduduk.

Keikutsertaan mereka dalam acara berbau kampanye ini melanggar Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 tahun 2010. 

Saya meminta kepada Presiden untuk menegakkan hukum, dan memberikan sangsi kepada Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah atas kelalaiannya, dan memberikan sangsi kepada semua PNS yang menjadi Kepala SKPA yang mengikuti acara tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.

Hendaknya hukum jangan tumpul ke atas di Aceh. Terhadap semua pelanggaran, Negara harus menindaknya dengan fair.
Terima Kasih,
PNS Kota Sabang
Nurlina

Pengibaran Bendera Bulan Bintang di tahun 1999, Doc: AcehMerdekaPost.com
AMP - Bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM), bulan bintang dengan warna latar merah kini sah menjadi bendera Nanggroe Aceh Darussalam. Penggunaan bendera ini resmi setelah diundangkan dalam lembaran daerah.

kini, tak lagi harus sembunyi-sembunyi mengibarkan bendera yang menjadi simber perlawanan masyarakat Aceh atas kesewenang-wenangan pusat terhadap negeri rencong tersebut.

Kemarin bendera itu dikibarkan, Salah satunya di bekas rumah tempat tinggal petinggi GAM almarhum Hasan Muhammad di Tiro di Jalan Pemancar, Lamteumen Timur, Banda Aceh.

Sejak pagi, bendera bulan bintang itu terlihat berkibar di halamannya.

“Mulai hari ini, bendera dinaikkan dari pagi hingga sore, walaupun kemarin (Senin, 25 Maret) hanya dinaikkan setengah hari, karena tidak dibolehkan dulu,” kata Syahbudi, penjaga rumah lantai dua itu kepada wartawan.

Di Kota Banda Aceh, sejauh ini baru di rumah itu yang naik bendera bulan bintang. Pagi tadi, satu unit mobil jenis Toyota Avanza hitam juga sempat hilir mudik di jalan-jalan protokol membawa selembar bendera bulan bintang.

Namun, di kantor-kantor pemerintahan atau instansi swasta belum terlihat pengibaran bendera itu hingga sore ini.

Sementara itu, di Aceh Utara, Langsa, Nagan Raya sejak kemarin sudah mulai berkibar bendera bulan bintang di beberapa titik. Bahkan di wilayah pantai timur Aceh, warga mulai berkonvoi bersama mengusung bendera yang haram dikabarkan saat konflik dulu.

Tak ada insiden dalam pengibaran bendera itu, meski beberapa di antaranya sempat diturunkan aparat, seperti yang terjadi di Nagan Raya.

Bendera bulan bintang dan logo burak singa yang menjadi simbol kebesaran GAM, sudah menjadi bendera dan lambang Aceh menggantikan Pancacita, setelah disahkannya Qanun (Perda) Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh pada 22 Maret lalu.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah resmi meneken Qanun itu, Senin 25 Maret kemarin. Kepala Biro Hukum Pemerintah Aceh, Edrian, mengatakan, dengan ditandatangani oleh Gubernur selaku Kepala Pemerintahan Aceh, maka Qanun tersebut sah berlaku dan memiliki kekuatan hukum.

Aceh memiliki kewenangan menggunakan bendera dan lambang serta himne khusus atas persetujuan legaslitaf dan eksekutif Aceh, sebagaimana disebut dalam MoU Helsinki dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Dalam Qanun tentang Bendera dan Lambang Aceh disebutkan barang siapa yang merusak atau merendahkan bendera bulan bintang bisa dipidana enam bulan penjara atau denda maksimal Rp50 juta.

Dengan disahkannya Qanun bendera dan lambang Aceh ini, warga berharap damai Aceh bisa terus terjada dan pembangunan bisa dimaksimalkan untuk Aceh lebih baik.

"Kami berharap ke depan Aceh akan terus membaik," kata warga Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh Muhammad Riza (30).

Dengan disahkannya Qanun Bendera dan Lambang Aceh itu juga diharapkan bisa mengakhiri pro kontra yang terjadi selama ini.

"Ini menjadi awal kepada seluruh masyarakat Aceh untuk semakin menyatukan gagasan dan langkah serta semangat membangun Aceh yang terus menjaga perdamaian,” kata Ketua Komite Pemuda Koetaradja, Lazuardi.(Sumber:
riausky.com)

Foto: Doc AcehMerdekaPost.com
AMP - Perang Aceh antara 1976 sampai 2005 menelan korban sampai 30 ribuan orang, baik dari masyarakat sipil, anggota GAM, maupun anggota TNI/Polri. Di antara sekian ribu orang itu terdapat seorang bernama Marzuki (nama sandinya Yoga yang merupakan pembalikan dari kata 'Gayo'). Ia adalah anggota Polisi Militer (Bentara Milite) Wilayah Samudra asal Linge (Gayo).

Pemuda itu meninggal dalam sebuah kontak senjata yang terjadi di Alue Sijeungkai Mns Cut – Jeuleukat, Kecamatan Dewantara (kini kecamatan Nisam Antara) sampai perbukitan Gampong Darussalam (Urong). Peristiwa itu terjadi dalam status Aceh Darurat Militer pada tahun 2003.

Menurut rekan-rekan yang tahu peristiwa tersebut, pengepungan dan perang hari itu terjadi dalam 4 kampung dari pagi sampai senja. Ada dua pasukan dari dua kesatuan militer GAM di sana. Pasukan TNI membawa helikopter dalam pengepungan tersebut. Dalam masa itu ada 5 orang terkepung sehingga menjadi sasaan tembak.

Tiga orang menjadi korban, satu dari dari kesatuan Polisi Militer Wilayah Pase bernama Marzuki (Yoga), satu orang dari kesatuan komando wilayah Pasee (kamp Piranha) bernama Abdullah asal Jeunieb, seorang lagi penduduk sipil bernama Abdullah marzuki. Dua orang lagi yang terkepung dapat menyelamatkan diri.

Menurut sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya, pelontar granat (GLM) bersamanya sempat diselamatkan oleh rekan yang berhasil keluar dari pengepungan. Namun, Yoga kena tembak di beberapa bagian badan dan kaki sehingga tak berhasil keluar dari perang yang tidak seimbang itu.

Setelah kehabisan peluru, ia berusaha keras dan berhasil mencabut beberapa bagian penting dari AK 56-nya lalu membuang alat-alat tersebut ke dalam semak-semak. Ketika waktu magrib tiba, pasukan penyerang merenggangkan pengepungannya. Menurut si empunya sejarah, mereka dari salah satu pasukan elit TNI.

Seorang pemuda dari bagian timur Aceh Utara sempat bermalam dengan jasad tak bernyawa Yoga, dan berhasil mengendap keluar dari kepungan menjelang pagi. Kuburan Yoga kini berada di Gampong Darussalam, Kecamatan Nisam Antara. Ibunya masih hidup dan menetap di  Gampong Simpang Rambong, Nisam Antara, Aceh Utara.

Kini GAM-RI telah berdamai pada 15 Agustus 2005. Cukup sudah perang. Biarkan rakyat Aceh membangun wilayahnya dengan tenang. Motto mantan GAM kini, 'Tameudamee ngon MoU tapeulaku ngon UUPA (Kita berdamai dengan MoU Helsinki dan bertindak sesuai UUPA), Motto TNI kini, 'Damai Itu Indah,' motto masyarakat Aceh, 'Majulah Aceh, Cintai Aceh.(dikutip: peradabandunia.com)

AMP - Militer Inggris dan Yordania rupanya secara diam-diam menurunkan pasukan khusus mereka di Libya buat memerangi kelompok negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Menurut Raja Yordania Abdullah II Ibnu Hussein, pasukan elit Inggris SAS sudah dikerahkan ke Libya buat bekerjasama dengan intelijen Yordania melawan ISIS.

Pernyataan dari Raja Yordania itu adalah konfirmasi resmi pertama yang menyebutkan Inggris memang beroperasi di Libya melawan ISIS.

Situs Middle East Eye memperoleh dokumen berisi informasi soal pertemuan antar Raja Abdullah II dengan pejabat kongres Amerika Serikat pada Januari lalu. Dalam pertemuan di AS itu Raja Abdullah menyatakan Inggris sudah menurunkan pasukannya untuk membantu militer Yordania.

Raja Abdullah ketika itu juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri John Kerry dan Menteri Pertahanan Ashton Carter, tapi tidak dengan Presiden Barack Obama yang saat itu beralasan sedang ada jadwal lain yang bentrok, seperti dilansir Middle East Eye, Senin (28/3).

Dalam pertemuan dengan para politisi AS itu Raja Abdullah, Menteri Luar Negeri Nasser Judeh dan Direktur Politik Pengadilan Kerajaan Manar Dabbas menjelaskan panjang lebar bahwa perang melawan ISIS ini adalah awal dari Perang Dunia Ketiga yang dimulai dari Indonesia hingga California.

"Masalahnya lebih besar dari ISIS, ini adalah Perang Dunia Ketiga. Saat ini umat Kristen, Yahudi, bekerjasama dengan muslim melawan Khawarij," kata Abdullah menyebut kelompok yang dikenal di masa Islam awal sebagai kaum yang menyimpang dari Islam.

Ketua parlemen AS Paul Ryan menyatakan pemerintah Amerika tidak melihat hal itu sebagai alasan berperang. Abdullah mendesak AS dan Rusia agar bekerjasama untuk mengalahkan ISIS.

"Masalahnya masih banyak negara yang merasa hidup dalam perang dingin. Mereka harus melewati masa itu dan fokus pada perang dunia ketiga," kata Abdullah.(Merdeka.com)

Ilustrasi
AMP - Mobil dinas Bupati Aceh Utara dilaporkan mengalami kecelakaan beruntun di Jalan Banda Aceh-Medan, tepatnya di depan Masjid Panggoi, Muara Dua, Lhokseumawe, Senin, 28 Maret 2016. Dalam insiden tersebut, turut melibatkan mobil Kabag Humas Pemkab Aceh Utara dan mobil pengawal Menteri Agama.

Informasi yang dikumpulkan portalsatu.com menyebutkan, kejadian ini bermula saat rombongan hendak menjemput Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Bandara Malikussaleh. Sekitar pukul 16.30 WIB, mobil Ford Rijder yang memimpin rombongan rem mendadak karena ada warga menyeberang. Sementara di belakang melaju mobil Bupati Aceh Utara yang langsung menubruk mobil Ford Rijder.

Mobil dinas Aceh Utara 1 ini kemudian ditubruk oleh mobil pengawal menteri dan disusul mobil Kabag Humas Pemkab Aceh Utara dari belakang.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada laporan korban jiwa akibat insiden kecelakaan beruntun tersebut. Sementara Bupati Aceh Utara, H Muhammad  Thaib, dikabarkan tidak ada dalam mobil dinasnya. "Dia menumpang mobil menteri," ujar saksi mata.[Sumber: portalsatu.com]

AMP - Polisi di Islamabad, ibukota Pakistan, menyemprotkan gas air mata untuk membubarkan orang-orang yang berunjuk rasa mendukung Mumtaz Qadri, polisi yang membunuh gubernur Punjab, Salman Taseer yang dikawalnya, lima tahun lalu.

Qadri membunuh Salman Taseer karena gubernur itu menentang hukum penistaan, dan antara lain membela seorang perempuan Kristen yang dipenjarakan oleh perkara itu.

Ribuan orang protes di ibukota Pakistan, Islamabad, pada hari Minggu (27/3) memprotes eksekusi hukum gantung bulan lalu terhadap Mumtaz Qadri, pembunuh gubernur Punjab.

Polisi melontarkan gas air mata kepada pengunjuk rasa yang melempari mereka dengan batu, mrusak properti dan melakuka pembakaran di jalan.

Senin (28/3), ribuan orang masih melancarkan aksi duduk di sekitar parlemen.

Pada tahun 2011, petugas polisi Mumtaz Qadri membunuh Gubernur Punjab Salman Taseer, yang sebetulnya ditugaskan padanya untuk dikawal.

Salman Taseer dibenci kalangan Islam garis keras karena menyerukan reformasi undang-undang menistaan yang keras.

Pendukung Qadri mengatakan dia adalah seorang pahlawan dan harus dianggap sebagai syuhada atau martir.

Undang-undang penistaan yang hukuman maksimalnya adalah hukuman mati, sering disalahgunakan untuk menindas minoritas agama.

Aksi dukungan terhadap Qadri tidak mendapat tempat yang besar di media lokal, yang makin mendapat tekanan dengan alasan pemberitaan yang keliru bisa mendorong kerusuhan.[BBC]
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget